AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Forgiveness ー Hope


Apakah ada bunga yang mekar tanpa terguncang oleh angin? Bahkan bunga-bunga yang cantik, semuanya pernah terguncang saat mekar.

Yongguk tiba di studio Leeteuk. Dia juga tahu Sohee dan Leeteuk sedang ada di dalam. Dia hanya berdiri di luar mondar mandir merasa cemas dengan apa yang akan terjadi pada hubungannya dengan Sohee setelah ini. Apakah Sohee akan meninggalkan dirinya dan kembali pada cinta pertamanya? Itu sangat meresahkan Yongguk.

“Ini dia. Ini adalah sumber rasa sakit hatinya. Sumber kekosongan yang dia rasakan selama 6 tahun ini. Aku mengikutinya hingga ke sini. Dan
mulai saat ini, aku harus menebak apa yang akan terjadi. Semua bisa saja terjadi di dalam sana, di balik jendela-jendela itu. Akankah aku menjadi singa? Ataukah tetap menjadi kelinci” Batin Yongguk berkecamuk.

Yongguk tetap menunggu di luar dengan sabar di tengah cuaca dingin yang menghujam. Dia menatap gedung studio lukis Leeteuk. Yongguk mengeluarkan permen karet dan mulai mengunyahnya. “Apakah kau tahu apa alasan kita mengunyah permen karet? Kita mengunyah permen karet untuk mengurangi kecemasan kita. Tapi jika Jaen Valjean mengunyah permen karet, itu adalah ketika dia mencoba mencuri lilin. Akankah pendeta memaafkannya? Aku berdoa agar mereka berdua tidak mengunyah permen karet. Aku berdoa atas nama Tuhan”

“Tempat ini sangat aneh. Seperti sebuah dunia yang berbeda. Bau tinta yang tidak dapat aku hapus. Tidak tentang seseorang yang tinggal disini dan tidak dapat aku hapus. Aku… merindukan tempat ini” Gumam Sohee sambil mengelilingi studio Leeteuk.

Leeteuk yang sedang memasak untuk Sohee membawakan makanan yang sudah selesai dia buat. Leeteuk mempersilahkan Sohee duduk untuk menikmati masakannya. Sohee merasa senang karena ini pertama kalinya Leeteuk memasakkan makanan untuknya.

”Cobalah. Nasi dan Sup cocok untuk seorang Ratu” Ujar Leeteuk dengan senyum manisnya.

Sohee memuji masakan Leeteuk yang di nilainya sangat lezat. Leeteuk menunduk mendengar pujian Sohee. Sekarang dia sudah puas. Selama ini Leeteuk selalu merasa tidak enak karena tidak pernah membuatkan makanan untuk Sohee. Selama 6 tahun ini Leeteuk selalu menyesalinya. Jadi Leeteuk ingin memasak untuk Sohee sebelum dia benar-benar melepasnya pergi.

“Apa maksudnya mengirim aku pergi?” Tanya Sohee bingung.

Leeteuk menatap Sohee kemudian mengingat wajah Sohee setelah menerima telepon tadi. Meski Sohee tidak tahu siapa yang menelpon, tapi dia seolah memiliki firasat bahwa Sohee sudah memiliki kekasih baru.

“Tidak penting apa alasannya, lebih baik kau makan saja.” Ujar Leeteuk. Membuat Sohee teringat akan kejadian di masa lalu, semuanya terasa sama.

“Dia selalu seperti ini. Oppa selalu seperti ini saat kami putus dan menungguku disini. Setelah semua orang pergi, dia yang terakhir melihat ke belakang. Dia tahu bahwa menyiapkan makan satu kali ini adalah hal terakhir yang bisa dia lakukan untukku. Dia tahu itu sejak mulai kami berkencan. Dan aku baru menyadarinya sekarang” Batin Sohee mulai menyadari semuanya.

Setelah Sohee selesai makan, Leeteuk memberikan minuman kaleng pada Sohee, keduanya lantas minum bersama.

“Kartun apa yang sedang Oppa gambar akhir-akhir ini?” Tanya Sohee antusias.

Leeteuk lalu menunjukkan hasil karyanya. “Sebuah cyborg yang lebih manusiawi daripada manusia”

Sohee melihat-lihat komik itu, membuka lembar demi lembar halamannya lalu tampak kaget, seolah menyadari sesuatu. “Siapa yang akan mennerbitkan komik ini?” selidiknya.

“Tidak ada” jawab Leeteuk dengan tegas. “Aku belum pernah menunjukkannya pada siapapun dan penerbit manapun.”

“Kenapa? Lagi-lagi…” Ucapan Sohee terputus.

“Hanya karena….”

Di luar, Yongguk mendengarkan percakapan Leeteuk dan Sohee. Dari situ dia memahami satu hal. Kepribadian Leeteuk-kah yang membuat Sohee menyerah pada pria itu karena dia tidak pernah memikirkan masa depan?

Sohee tidak habis pikir, meski enam tahun telah berlalu, tapi pria yang ada di depannya itu sama sekali tidak berubah sedikitpun. Sohee sampai berpikir apakah Leeteuk itu seseorang yang bodoh? Menghabiskan banyak waktu untuk menggambar tapi dia tidak ingin menunjukkannya pada orang lain.

“Aku sudah sering mendengar semua itu, dulu. Kau juga konsisten dengan ucapanmu, dulu. Benar-benar sama. Dan jawabanku juga masih sama. Aku tidak memiliki alasan mengapa aku harus melakukan hal itu? Mengapa aku harus mengatakakan pada orang lain bahwa akulah yang menggambar komik itu dan menjelaskan tentang apa isi komik itu. Menurutku itu adalah sebuah tindakan yang bodoh.” Oceh Leeteuk.

“Ya benar. Oppa memang orang yang
bodoh.” Timpal Sohee.

“Jadi…. Siapa pria itu?” Sohee terkejut mendengar pertanyaan Leeteuk. Bagaimana Leeteuk bisa tahu jika Sohee sudah memiliki sepasang kekasih?

Sepertinya Leeteuk sudah menyadari hal itu saat Sohee menerima telepon. Dan tentu saja dibandingkan dengan Sohee, Yongguk yang berada diluar sana lebih kaget lagi mendengarkan pertanyaan Leeteuk. Dan jujur saja, Yongguk jugancemas pada jawaban Sohee pada mantan kekasihnya itu. Bagaimana sebenarnya Sohee menilai dirinya selama ini?

“Apakah Oppa benar-benar ingin tahu?” Tanya Sohee memastikan.

“Sebenarnya tidak.” Jawab Leeteuk jujur.

“Lalu, mengapa Oppa bertanya?” Tuntut Sohee.

“Karena aku penasaran.”

Setelah diam beberapa saat, Sohee mulai buka suara. “Dia bekerja di sebuah perusahaan. Dia orang yang easy going, tepat sasaran dan sangat analistis. Dia orang yang selalu punya
tujuan yang jelas”

“Apa hanya itu?” Leeteuk mengangkat satu alisnya.

“Apa Oppa ingin mendengar lebih banyak?” Tanya Sohee memastikan.

“Ya.” Jawab Leeteuk singkat.

“Dia orang yang selalu mendengarkanku. Dia sangat murah hati terhadap orang lain. Aku selalu mengkonsultasikan tentang masa depanku dengannya. Dia juga membantuku membuat rencana masa depan. Bagaimana aku harus hidup, langkah-langkah apa yang harus aku ambil. Dia memberiku banyak masukan tentang tujuanku di masa depan”

Leeteuk mulai terlihat tidak nyaman dengan penjelasan Sohee. Pria yang Sohee jelaskannitu jelas-jelas sangat berbeda jauh dengan dirinya. Pria itu adalah pria yang dicari Sohee selama ini. Leeteuk sangat menyadari hal itu dengan baik. Tapi Leeteuk masih penasaran. “Apa ada lagi?”

“Ya. Dia adalah pria yang sangat aku cintai. Aku mencintainya lebih dari dia mencintaiku. Apakah Jawaban itu cukup?” Sohee menyampaikan pendapat terakhirnya tentang Yongguk.

Leeteuk tidak menjawab, dia malah berdiri dan mengambil jaketnya seperti akan pergi. Sohee bertanya Leeteuk mau kemana? Tapi Leeteuk tampak seperti orang yang bingung dan linglung. Akhirnya dia memutuskan untuk membeli beberapa bir.

Saat Leeteuk keluar dari studio lukisnya, dia bertemu dengan Yongguk. Mereka saling menatap. Saat itu juga rasanya Leeteuk tahu siapa pria yang ada di hadapannya itu dan mengapa dia hanya berdiri di luar, di tengah udara yang sangat dingin.

“Bisakah kita bicara sebentar?” Yongguk buka suara. Dan tidak ada alasan bagi Leeteuk untuk menolak hal itu.

Sementara kedua pria itu sedang berbicara serius, di dalam studio Leeteuk, Sohee masih sibuk melihat-lihat komik yang dibuat Leeteuk. Sohee merasa Leeteuk sangat bodoh. Bagaimana bisa Leeteuk bisa menggambar sebagus itu juga dengan cerita yang menyenangkan, tapi malah meninggalnya di laci tanpa berniat menunjukkannya pada siapapun?

Sohee beranjak dari tempat duduknya. Dia merasa harus melakukan sesuatu. Dulu Sohee membiarkan Leeteuk dengan dunianya sendiri karena Sohee merasa studio itu juga adalah dunianya. Ada perasaan bahwa studio itu juga adalah rumahnya, tempat dimana dia bisa kembali sesuka hati. Tapi sekarang tidak lagi. Leeteuk masih berada di dunianya, sementara Sohee sudah berada di dunia yang berbeda. Mereka bahkan sudah tidak bisa pergi bersama-sama. Sebenarnya Leeteuk sudah tahu hal itu dari awal, hanya saja dia tidak ingin mengakuinya. Tapi…. Sohee benar-benar merasa bahagia karena pernah memiliki waktu kebersamaan yang indah bersama Leeteuk.

Sohee mulai membereskan gambar-gambar Leeteuk dan menuliskan sebuah pesan pada di meja. “Aku mengambil gambarmu untuk di berikan pada penerbit. Aku minta maaf karena mengambil tanpa izin. Tapi percayalah padaku. Aku benar-benar ingin membuat keinginanmu menjadi kenyataan. Aku berharap kau sukses dengan melakukan apa yang kau sukai.”
Setelah itu Sohee-pun keluar dari studio sambil membawa komik yang digambar Leeteuk. Sohee berharap Leeteuk bisa move on dari cinta masa lalu mereka, karena semua itu sudah berlalu dan menjadi karat.

Yongguk dan Leeteuk berbicara di sebuah restoran. Leeteuk berkata seharusnya Yongguk masuk ke dalam studionya. Tapi Yongguk menolak karena ingin menghormati hubungan masa lalu Leeteuk dan Sohee. Leeteuk tersenyum. Dia merasa Yongguk terlihat persis seperti apa yang dikatakan Sohee.

“Memangnga apa yang di katakan Sohee?” Tanya Yongguk penasaran.

“Kau terlihat seperti seorang Pangeran yang tinggi dan perkasa.” Jawab Leeteuk jujur.

Tentu saja Yongguk merasa tersanjung mendengarnya. Namun di dalam hatinya dia bergunam, “dia adalah Harimau. Orang ini adalah harimau. Aku mungkin tertawa menghadapinya dan banyak berakting, tapi sebenarnya aku gemetar. Mungkin aku adalah kelinci. Mengapa orang ini begitu tenang”

“Aku percaya pada Sohee. Dia sepertinya mengikutimu karena terbuai pada kenangan masa lalu. Wanita cenderung emosional dan melakukan hal-hal semacam itu.” Ujar Yongguk. Sebenarnya kalimat itu dia tujukan untuk meyakinkan dirinya sendiri.

“Sepertinya Sohee bertemu dengan pria yang baik.” Leeteuk mengangguk-angguk seolah mengerti apa yang di maksud Leeteuk.

“Yah.. Sohee telah bertemu dengan seorang yang baik. Jadi semuanya sudah berakhir kan?” Sekali lagi Yongguk ingin memastikan. “Semua kenangan dan perasaan lama. Itu sudah
diselesaikan dengan rapi kan?” Ulangnya.

Lagi-lagi Leeteuk hanya tersenyum tanpa menjawab apapun.

“Apakah kita harus berjabat tangan?” Tawar Yongguk. Awalnya Leeteuk ragu, namun akhirnya dia menerimanya juga.

“Berjabat tangan dengan kekasih dari mantan kekasih.” Celetuk Leeteuk.

“Aku tidak akan mengundangmu ke pernikahanku dan Sohee. Aku harap kau mengerti akan hal itu.” Putus Yongguk sebelum akhirnya dia berjalan menjauh. Sekali lagi Yongguk menyebut Leeteuk seorang Harimau karena keberaniannya.

Yongguk dan Leeteuk berjalan berlainan arah. Sohee-pun berjalan pergi dari studio Leeteuk melewati restoran tempat Yongguk dan Leeteuk berbicara sebelumnya. Ketiganya bertemu tanpa sengaja. Mereka hanya bisa saling menatap. Keadaan itu terasa begitu sangat canggung dan membingungkan.

6 Bulan Kemudian

Leeteuk telah sukses karena komik jilid pertamanya sangata disukai banyak orang setelah di terbitkan. Bahkan para penggemarnya menunggu jilid selanjutnya. Leeteuk melakukan.fansigning untuk para penggemarnya dan tersenyum bahagia menikmati kesuksesannya. Sohee sepertinya berhasil membawa keluar Leeteuk dari dunianya.

Sementara itu Sohee tengah duduk berhadapan dengan Yongguk di restoran Himchan. Sohee berterima kasih pada Yongguk karena tidak pernah bertanya tentang apapun atau menuntut sesuatu apapun darinya. Sohee tahu jika Yongguk sebenarnya memiliki banyak hal untuk di tanyakan, tapi dia tidak mengatakan apapun. Sohee merasa lebih bersyukur karena hal itu dan membuat Sohee merasa lebih yakin dan lebih percaya pada perasaan Yongguk padanya, karena Yongguk telah menunggu dan mempercayainya. “Terima kasih karena telah menungguku..”

Yongguk sekarang juga sudah bisa bernafas dengan lega, karena sertinya sekarang ini Sohee telah sembuh. Yang saat ini yang harus dia lakukan adalah mengklaim bagiannya untuk obat yang diresepkan untuknya. Sohee merasa sedikit cemas, haruskan Yongguk mengklaim hal itu? Tidak bisakah Yongguk hanya membuat hal itu berlalu begitu saja?

“Tidak bisa. Aku harus membuat perhitungan karena tingkahmu itu.” Marah Yongguk sambil mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya. Dia lalu membuka kotak itu di depan Sohee. “Sohee-ya.. Apa sekarang kau bersedia menikah denganku?”

Sohee merasa sangat terharu. Dia tidak menyangka jika inilah cara Yongguk membuat perhitungan dengannya. Rasanya Sohee tidak memilki alasan untuk menolaknya. Dengan yakin, Sohee mengulurkan tangannya, memberi tanda bahwa dia menerima.pinangan itu. Yongguk-pun menyematkan cincin itu di tangan Sohee.

Sohee menatap cincin yang telah tersemat di jarinya. Sohee bahagia karena hal itu. Sohee menatap Yongguk dan tersenyum padanya. Inilah pilihannya, pria yang ada di hadapannya itunadalah masa depannya. Orang yang selama ini berada disampingnya dalam suka maupun duka. Memahaminya, dan memberinya waktu untuk menyembuhkan luka masa lalu.

-END-

1 Komentar

  1. EMAAAKKK IM BACK 😭😭😭😭

    GUE UDAH LAMA BGT GA BACA FF DAN INI FF PERTAMA GUE YG GUE BACA SELAMA GUE HIATUS ㅠ.ㅠ
    EMAAK MAAPIN GUE.. GUE GA BURU BURU NYARIIN ELU PADAHAL GUE TAU DIMANA TEMPAT GUE HARUS KEMBALI NYAPA ELU.. GUE BINGUNG ANTARA GUE HARUS NYARI LU DI FB DISINI DI TW ATAU DIMANA SELAIN BBM YG GUE PIKIR LU MASIH MAKE. GUE SEKRG JRANG AKTIF DI DI FB ATAUPUN TW DITAMBAH GUE BRU KENA MSALAH 😢 MAAPIN GUE MAK

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: