AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Apology ー Wind?


Aku ingin pergi kehadapanmu seperti kepingan salju, tanpa ragu-ragu ataupun berjalan mondar mandir.

Sohee dan Leeteuk masih berada di café. Sohee akhirnya mengakui bahwa selama ini dia merindukan Leeteuk. Sohee lalu bertanya pada Leeteuk tentang café tempat mereka dulu selalu pergi bersama saat masih menjadi sepasang kekasih. Apakah café itu masih ada?

Flashback
Sohee dan Leeteuk sedang berada di café. Leeteuk sedang melukis Sohee, tapi Sohee tidak sabaran dan terus bertanya apakah Leeteuk sudah selesai melukisnya? Leeteuk terus meminta Sohee untuk bersabar karena lukisannya sebentar lagi selesai. Tapi Sohee sudah tidak sabar lagi dan akhirnya beranjak dari tempat duduknya untuk melihat lukisan itu.

Leeteuk protes. Dia sudah mengatakan agar Sohee tidak bergerak karena lukisannya sebentar lagi selesai. Sohee melihat lukisan Leeteuk dan dia complain karena menurut Sohee lukisan itu sama sekali tidak seperti dirinya.

“Bibirku tidak setebal itu.” Rengek Sohee tak terima.

“Itu terlihat lebih baik.” Leeteuk tertawa di ikuti Sohee. Mereka akhirnya tertawa bersama. Menikmati waktu kebersamaan mereka dengan gembira.
Flashback End

Sohee merasa, saat itu adalah waktu yang sangat baik. Mereka menggambar bersama, membaca buku bersama, dan belajar bersama.

“Suatu hari nanti, aku ingin mengunjungi tempat itu lagi.” Ujar Sohee, masih teringat akan masa lalunya.

“Kenapa tidak sekarang saja? Ayo kita pergi kesana” Ajak Leeteuk tiba-tiba dengan menggandeng tangan Sohee.

“Sekarang?” Sohee melotot kaget.

“Ya. Sekarang. Kita bisa pergi kesana dan membuat beberapa kenangan manis. Apakah itu mungkin?”

Ajakan Leeteuk yang tiba-tiba itu membuat Sohee berpikir sejenak. “Baiklah, mari kita pergi. Kembali ke tempat persembunyian kita. Aku juga ingin pergi kesana” putusnya kemudian.

Yongguk yang mendengarkan semua itu hanya bisa minum dan lebih banyak minum lagi saat melihat Sohee tampak sangat bahagia karena akan pergi ke tempat kenangannya bersama Leeteuk.

“Sebuah perjalanan untuk mengenang kembali masa lalu. Apa-apaan ini? Kau pikir aku tidak bisa mengatakan apapun? Kau harus tahu, aku bukan kelinci. Aku adalah singa” Ucap Yongguk penuh amarah. Dia lantas berdiri dari tempat duduknya menuju pengeras suara tempat Leeteuk dan Sohee melakukan pengakuan sebelumnya. Yongguk duduk disana, mengetes mikrofonnya dan melakukan pengakuan seperti yang dilakukan Sohee dan Leeteuk. Yongguk sangat mabuk, bahkan saat pelayan melarangnya untuk melakukan itu, dia tetap melakukannya. Yongguk ingin mengatakan apa yang ada di pikirannya pada Sohee, bahkan disaat tidak ada seorang pun yang mendengarnya.

“Aku Bang Yongguk. Ada perempuan yang aku cintai…” Seorang pelayan meminta Yongguk untuk pergi dan merebut mikrofonnya. Tapi Yongguk yang terlanjur emosi tidak bisa di kendalikan lagi. “Dunia ini kejam. Dunia bisa menjadi lebih kejam. Tapi.. tetap saja aku tidak akan membiarkanmu pergi. Tidak peduli seberapa kejamnya kau padaku, aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi. Itu karena… aku… aku… aku benar-benar mencintaimu sepenuh hatiku”

Pelayan yang merasa kesal dengan kelakuan Yongguk yang mabuk berat akhirnya melempar Yongguk sehingga dia jatuh tersungkur di luar. Yongguk sangat menderita karena situasi ini. Sekarang apa yang harus dia lakukan?

Yongguk menelpon Himchan lalu menceritakan semuanya. Dia berharap Himchan bisa memberinya solusi atau kata-kata penyemangat. Tapi pria itu malah mengatakan hal-hal tak berguna. “Sepertinya kau akan kehilangan Sohee. Mengapa? Jika hati seorang wanita goyah dan terombang ambing seperti itu, artinya dia sedang berada pada tingkat berselingkuh secara emosional di belakangmu. Hatinya sedang goyah, sedang tergoncang oleh angin musim dingin yang lebih kuat dari angin musim semi. Angin musim dingin itu sangat kuat. Dia akan terkena flu karena hal itu”

“Apa kau pikir itu benar-benar sebuah angin? Tanda-tanda akan ada sebuah perselingkuhan?” Tanya Yongguk tidak yakin.

“Pada tahun 2010 Seorang Profesor Psikologis mengungkapkan, jika seseorang menghabiskan malam yang indah bersama cinta pertamanya ketika kau bertemu kembali dengannya, kemungkinan untuk bersatu adalah 92%” jelas Himchan.

Yongguk tak percaya dengan bualan Himchan. “Malam yang indah? Apa maksudnya itu sesuatu yang tidak terpenuhi di masa lalu dengan cinta pertama? Lalu bisa dilakukan saat kembali bertemu?” Cibirnya kemudian.

“Tepat sekali. Seperti mencoba mengisi kekosongan dan lubang di dalam hati. Apalagi baru-baru ini, banyak pasangan yang bersatu kembali di malam hari.” Himchan menyimpulkan.

Yongguk jadi semakin kesal. Berani sekali sahabatnya mengatakan omong kosong seperti itu. Yongguk tidak ingin percaya, bahkan jika itu dikatakan oleh seorang professor Psikologi yang telah melakukan studi penelitian sekalipun.

Sohee dan Leeteuk tiba di café kenanangan mereka. Ternyata Café itu tidak berubah sama sekali. Sohee merasa senang saat berkeliling disana. Dia melihat beberapa gambar yang digantung di dinding dan merelihat gambar payung yang pernah di lukisnya di masa lalu. Sohee sangat senang melihat gambar itu tergantung disana.

Sohee dan Leeteuk-pun menghabiskan waktu bersama di café itu. Leeteuk mengambil beberapa foto Sohee secara diam-diam saat gadis itu melihat lukisan-lukisan Leeteuk yang juga terpajang disana. Mereka tampak sangat bahagia menikmati waktu kebersamaan mereka lagi. Seperti sepasang kekasih yang seolah sedang merayakan bersatunya hubungan mereka lagi. Bahkan mereka masak bersama dan merasakan masakan itu bersama-sama. Benar-benar tampak bahagia.

Sementara itu, Yongguk yang kini ada di restoran Himchan sedang merana sambil menatap GPS di ponselnya. Himchan penasaran dengan apa yang sedang dilakukan Yongguk. Dia melihat GPS itu dan merasa Yongguk sangat kekanak-kanakan.

“Sohee bahkan sangat mempercayaimu, tapi kau malah mengikutinya dengan cara seperti itu?” Ejek Himchan.

“Aku merasa putus asa. Aku akan meminta maaf pada Sohee nanti. Sohee adalah kekasihku, tapi aku malah meragukannya.” Ucap Yongguk penuh penyesalan.

“Memangnya sekarang ada orang yang benar-benar percaya pada kekasihnya?” Entah Himchan itu seorang malaikat atau setan. Satu sisi dia menasihati Yongguk. Di sisi lain dia malah memanas-manasi hati Yongguk yang sudah terbakar.

Sementara itu, Leeteuk dan Sohee sedang minum teh bersama. Mereka masih berada di café kenangan mereka. “Apa kau tahu berapa banyak waktu yang aku habiskan untuk membersihkan studiomu dulu, itu sangat sulit!” Sohee mengingatkan.

“Sekarang ini, kadang-kadang aku membersihkan studio sendiri. Juga mengatur peralatan lukis.” Balas Leeteuk yang membuat Sohee tersenyum lega.

Tiba-tiba ponsel Sohee berbunyi. Yongguk yang menelponnya. Sohee lalu meminta ijin pada Leeteuk untuk menjawab telepon. Dia lantas menjauh dari meja mereka.

Saat Sohee mengangkat telponnya, Yongguk langsung meminta maaf “Sohee-ya, maafkan aku..”

“Untuk apa?“ tanya Sohee bingung.

“Apapun yang kau lakukan saat ini, tolong hentikan.” pinta Yongguk dengan suara bergetar.

Sohee jadi semakin bingung dengan maksud ucapan Yongguk? Mengapa Yongguk tiba-tiba mengatakan hal itu?

“Maksudku, apapun yang ingin kau lakukan, lakukanlah. Tapi aku… aku… akan mencintaimu hingga aku mati..”

Sohee merasa tidak enak hati mendengarkan ucapan Yongguk. “Baiklah, aku mengerti. Aku akan menelponmu lagi nanti, Oke?” Sohee lalu menutup teleponnya dan menenangkan hatinya sebelum kembali menghadap Leeteuk.

Mendengar jawbaan Sohee, Yongguk tahu benar jika kekasihnya itu sedang bersama Lelaki itu. Himchan berpikir bahwa semua yang di ajarkannya pada Yongguk tidak sia-sia.

Yongguk berdiri. Sepertinya dia sudah tidak tahan lagi. Dia harus menemui Sohee dan melihat apa yang sedang kekasihnya itu lakukan dengan lelaki lain meski itu akan menyakitkan untuknya.

Yongguk melihat kembali GPS yang ada di ponselnya. Saat ini Sohee dan Leeteuk sedang pergi ke suatu tempat. Studio Leeteuk.

“Lihatlah pojokan itu. Setiap kali aku berjalan menyusuri gang ini, aku selalu berpikir bahwa setelah aku melewati pojok itu aku akan menemukanmu menungguku. Cuaca yang sangat dingin kemudian berubah menjadi hangat. Semua itu karena pergantian angin.”
Leeteuk.merasa lucu dengan kata-kata angin karena itu memiliki arti yang sama dengan selingkuh. Itulah bagaimana Leeteuk menunggu Sohee selama ini.

Sohee bingung. Bukankah mereka sudah putus, mengapa Leeteuk masih menunggunya?

“Kau yang memutuskanku, tapi aku tidak pernah berpikir aku pernah putus denganmu?” Sohee merasa kaget mendengar pengakuan Leeteuk.

Leeteuk baru menyadarinya sekarang, bahwa selama ini diansama sekali tidak pernah merasa putus dengan Sohee karena Sohee-lah yang memutuskannya secara sepihak.

Sohee jadi merasa bersalah, “Aku minta maaf karena aku memutuskan secara sepihak..”

Di belakang Sohee dan Leeteuk, Yongguk berjalan mengikuti mereka dan sepertinya dia mendengar pembicaraan itu. Lalu, apa yang akan Yongguk lakukan?

-TBC-

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: