AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Confession ー Do You Feel Me?


Untuk melihat keindahan seseorang, kita harus melihat mereka lebih dekat. Untuk jatuh cinta, seseorang harus mengenal kita untuk waktu yang lama, begitupun sebaliknya.

Sohee dan Leeteuk berdiri bersama di pinggir jalan. Sohee bertanya apa yang dilakukan Leeteuk dengan menyalakan kembang api di malam hari? Sohee.sangat terkejut saat Leeteuk menjawab itu adalah cara yang dia lakukan untuk melupakan sesuatu. Sohee jadi penasaran memangnya apa yang ingin Leeteuk lupakan?

“Itu rahasia” Jawab Leeteuk canggung.

Sohee merasa Leeteuk sudah keterlaluan, bukankah hari ini adalah pertama kalinya mereka bertemu setelah sekian lama? Leeteuk bertanya, sudah berapa lama mereka tidak bertemu? Apakah sudah sekitar 5 tahun? Sohee tidak yakin mungkin saja sudah selama itu.

“Tidak. Bukan 4 tahun, tapi sudah 6 tahun sejak kami terakhir kali melihat satu sama lain” Batin Sohee tanpa ingin mengatakan yang sejujurnya. Dia tidak ingin membuat pertemuannya kembali dengan Leeteuk menjadi sia-sia.

Leeteuk lantas mengajak Sohee untuk bertemu lagi esok hari, karena hari ini sudah sangat larut. Sohee-pun menyetujui ajakan Leeteuk dengan senang hati.

Keesokannya, Sohee sengaja datang lebih awal. Ia melihat kedatangan Leeteuk di taman, tempat mereka bertemu sebelumnya. Leeteuk lantas mengajak Sohee minum Soju.

“Soju? Di siang hari seperti ini?” Sohee mendelik.

“Keberatan?”

Sohee mengedikkan bahunya, “tidak”

Leeteuk lalu mengajak Sohee ke sebuah tempat dimana mereka tidak hanya akan mendapatkan Soju, tapi mereka juga bisa memainkan piringan hitam juga. Tanpa Sohee sadari, di belakang mereka, Yongguk sudah mengintai. Menyaksikan keduanya berjalan beriringan. Dengan jelas, Yongguk melihat Sohee tertawa saat bersama Leeteuk. Tawa yang tidak pernah Yongguk lihat selama Sohee bersamanya. Dan itu membuat hati Yongguk lebih terluka.

Sohee dan Leeteuk-pun minum di tempat yang dimaksud Leeteuk sambil mendengarkan sebuah lagu dari piringan hitam. Sohee tampak senang karena bisa duduk bersama Leeteuk seperti ini lagi. Dia bahkan tidak sadar bahwa sebenarnya sejak tadi Yongguk mengikuti mereka, bahkan dia datang ke tempat itu juga. Yongguk duduk jauh di belakang Sohee dan Leeteuk duduk bersama. Yongguk menatap kekasihnya yang tertawa bahagia bersama cinta pertamanya.

“Oppa, kau sama sekali tidak berubah sedikit pun.” Ujar Sohee membuka pembicaraan.

“Benarkah? Bagaimana denganmu?”

Lagi-lagi Sohee tersenyum mendengar pertanyaan Leeteuk. Pria itu benar-benar masih sama. Tidak bisa menyusun kata-kata dengan baik. “Seharunya bukan itu yang Oppa katakan. Oppa seharusnya mengatakan kau juga tidak banyak berubah..”

Leeteuk tidak yakin, apakah seharusnya dia memang mengatakan itu? Leeteuk lantas membuka buku catatannya dan mulai menggambar domba. Hal itu membuat Sohee terkenang pada masa lalu.

Flashback
Sohee datang dengan belanjaannya ke studio Leeteuk saat lelaki itu sedang terlelap sambil terduduk, sementara kepalanya berada di atas meja. Sohee menyimpan belanjaannya dan memberekan gelas-gelas kertas kopi yang berserakan.

“Apa ini? Apa dia hanya minum kopi dan tidak makan apapun? Apakah kopi itu makanan?”
Flashback End

Sohee berkata pada Leeteuk bahwa Leeteuk adalah seseorang yang membutuhkan perhatian dan perawatan dari seseorang.

“Benarkah? Apakah aku orang yang seperti itu?” Leeteuk menatap Sohee sesaat. “Tapi aku merasa nyaman karena tidak ada orang yang merengek padaku”

Sohee tercengang mendengar kalimat terakhir Leeteuk. “Apa Oppa merasa dulu aku sangat mengganggu?”

Leeteuk menatap Sohee yang terlihat kecewa. Dia tidak tahu apa yang dia katakan tadi salah atau tidak. Tapi kenyataannya, Leeteuk memang pernah merasa bahwa Sohee sangat mengganggunya.

Flashback
Sohee datang ke studio Leeteuk yang
berantakan. Dengan kesal Sohee merapikan kertas-kertas berserakan dan mulai mengomel saat melihat Leeteuk hanya tiduran di sofa.

“Bagaimana Oppa bisa membuat rencana masa depan? Oppa tidak pernah berencana karena kau pemalas seperti itu. Bukan kah kau bilang kau memiliki tunggakan 6 bulan sewa tempat ini? Tidak bisakah Oppa merencanakan anggaran untuk itu? Jika Oppa tidak dapat membuat rencana jangka panjang, setidaknya buatlah beberapa rencana jangka pendek!”

Leeteuk yang sejak tadi terbangun karena omelan Sohee merasa sangat kesal. Dia sudah cukup menahan diri selama ini, “Bisakah kau keluar dari studioku sekarang ini?”

Sohee yang terkejut mendengar nada marah pada suara Leeteuk hanya menatap kekasihnya itu dengan tatapan tidak percaya. Apakah pria yang ada di hadapannya itu adalah lelaki yang dicintainya selama ini? Lelaki itu berani mengusirnya?

Setelah Sohee pergi, malam itu Leeteuk hanya duduk di tangga studionya sambil menggambar banyak domba di buku sketsanya. Leeteuk juga terluka. Dia hanya tidak tahu bagaimana harus mengatasi keadaan ini.
Flashback End

Leeteuk bertanya pada Sohee apa gadis itu tahu apa artinya minum Soju di siang hari? Sohee yang memang tidak tahu artinya hanya menggeleng pelan. Leeteuk lantas beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pengeras suara yang ada di tempat tersebut.

“Sebuah kesempatan. Sebuah kesempatan untuk duduk disini dan berbicara. Seorang teman perempuan yang tidak bisa aku lupakan telah datang hari ini. Kami telah berbagi banyak kenangan indah bersama, juga kenangan menyakitkan. Dia melihatku saat aku masih berada di bawah seperti batu. Dia melihat sisi diriku yang jelek dan tertindas, sisi diriku yang sebenarnya. Alasan kami bertemu secara kebetulan hari ini setelah sekian lama adalah… Agar aku bisa menghapus image burukku darinya. Aku ingin mengambil kesempatan ini untuk menghapus semua kenangan menyakitkan yang kami miliki dan aku ingin menggantinya hanya dengan kenangan baik tentang diriku..”

Di kursi belakang, Yongguk mendengarkan semua itu sambil minum-minum. Dia juga melihat betapa antusiasnya Sohee mendengar semua perkataan Leeteuk. Yongguk tidak tahu apa yang saat ini dirasakan hatinya. Dia hanya ingin bertahan hingga akhir.

Setelah Leeteuk turun dari pengeras suara, kini ganti Sohee yang berjalan ke arah pengeras suara. “Aku tahu tidak ada gunanya aku mengatakan semua ini setelah sekian lama. Tapi bukan dia yang telah mencapai titik terendah. Aku tidak tahu kapan semuanya di mulai, tapi aku selalu merasa marah padanya. Setelah mendapatkan pekerjaan baru dan bertemu dengan orang-orang baru. Aku merasa tidak tahan dengan orang yang tidak berpindah seperti dinding. Jadi aku terus mendorongnya ke tepi. Aku terus mendorongnya ke tepi sampai akhirnya dialah yang mendorongku untuk pergi. Ini adalah kebenaran yang tidak pernah aku akui pada siapapun. Jika aku punya penghapus, aku ingin sekali menghapus kenangan itu.”

Yongguk teringat pembicaraannya dengan Himchan saat itu. “Jadi lelaki itu adalah cinta pertama Sohee? Cih! Sepertinya memang seperti itu.” Gumam Yongguk yang merasa sangat kesal mengetahui kenyataan itu. “Orang-orang mengatakan bahwa cinta pertama tidak pernah berhasil. Jika benar begitu, seharusnya semuanya sudah berakhir. Tapi mengapa mereka bertemu lagi sekarang?”

Sohee menghabiskan minumannya dengan satu tegukan, dan entah mendapat keberanian dari mana hingga tiba-tiba ia bertanya pada Leeteuk apa pria itu merindukannya?

Leeteuk menatap Sohee sekilas dan berkata dia tidak pernah merindukan Sohee. Sebenarnya Sohee sangat kecewa mendengar jawaban Leeteuk, tapi kemudian Sohee melihat Leeteuk sedang mengambar domba-domba.
Sohee tersenyum dan bergumam dalam hatinya, “Ketika Oppa berbohong, dia akan menggambar domba. Berpura-pura bahwa dia sedang tidak berbohong”

Sohee lalu mengakui jika ia merindukan Leeteuk. “Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu Oppa..” Sohee menatap Leeteuk yang terkejut mendengar pengakuan Sohee.

Di bangku belakang, Yongguk yang mendengar pengakuan Sohee merasa putus asa. Inikah akhirnya? Haruskah Yongguk merelakan Sohee kembali pada Leeteuk, cinta pertamanya?

-TBC-

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: