AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Magic Box


“Kotak Ajaib itu apa?” Dia tersenyum mendengar pertanyaanku. Mungkin dia berpikir aku konyol, kepo, tapi aku benar-benar ingin tahu banyak tentang dia.

“Bukan apa-apa. Hanya bentuk ekspresi kekaguman pada benda yang bentuknya kotak tapi bisa bikin hidup manusia lebih mudah,” Jelasnya yang semakin membuat kepalaku pusing.

Apa yang di kagumi dari sebuah benda berbentuk kotak?

Apanya yang bikin hidup manusia jadi lebih mudah?

Aku tidak merasa di—mudah—kan oleh bentuk kotak ini. Setidaknya setiap kali aku mencoba memahami rahasia apa yang ada di balik bentuk ini.

Sama sekali tidak mudah. Sulit. Sangat sulit malah untuk orang sepertiku yang sama sekali tidak tahu bagaimana dunianya.

Aku ingin masuk ke dalam dunianya. Ke dalam Kotak Ajaib itu. Tapi aku sama sekali tidak menemukan satupun pintu untuk masuk ke dalam sana. Bahkan setitik celah-pun tidak.

Sisinya seimbang. Rusuknya sejajar. Titiknya segaris. Kotak itu tertutup rapat dengan begitu sempurna. Hingga membuatku lupa jika dia adalah Kotak Ajaib. Kotak Ajaib yang sama sekali tidak bisa di buka. Tidak bisa di isi, bahkan jika itu hanya sebiji sawi.

Pasti ada, kan? Pertanyaan itu hinggap ribuan kali di otak seksi-ku.

Aku memakai kaca pembersar, menyinari tiap sudut kotak itu. Paling tidak, aku berharap ada sebutir pasir yang keluar dari sana. Pasti ada celah.

Mata dan tanganku mulai lelah. Tapi tidak ada yang berubah. Masih sama, Kotak Ajaib yang tidak bisa di buka.

Ketika aku mengeluh karena kotaknya tidak bisa di buka, lagi-lagi dia tertawa.

“Nanti kalau sudah ketemu pasti bisa di buka.”

Aku berpikir keras, lagi.

Ketemu?

Apanya?

Kunci? Kotak itu bahkan tidak memiliki lubang kunci. Lalu bagaimana cara membukanya?

Apa dia sedang mengujiku?

Oh ayolah. Aku tidak sepintar itu. Jangan memberiku clue-clue yang sama sekali tidak aku mengerti.

Kepalaku pusing. Bertambah pusing ketika aku mencium aroma kopi. Aku tidak suka kopi! Tapi dia sangat menyukainya. Ah, sepertinya dia memang menyukai apa yang tidak aku suka.

Aku tahu kita sangat jauh. Aku di ujung utara dan dia di ujung selatan. Tapi aku bisa merasakan benang merah — Milan yang menghubungkan antara aku dan dia, meski getarannya kecil.

Aku hanya ingin tahu banyak tentang Kotak Ajaib. Hanya itu. Tidak bisakah? Setidaknya beri aku satu alasan, kenapa tidak?

Ah, namanya saja Kotak Ajaib.

Kotak Ajaib.

Aku memang bodoh. Dia mengatakan bahwa itu adalah Kotak Ajaib. Sebuah kotak yang pasti akan terbuka jika sang pemilik menginginkan terbuka. Dan akan tertutup selamanya jika sang pemilik menginginkannya begitu. Tidak masalah jika itu berarti kotak itu selamanya tidak bisa di buka. Tidak masalah jika tidak ada yang tahu apa yang ada di dalam kotak itu. Karena dia adalah Kotak Ajaib.

Pikiranku berputar-putar di tempat yang sama. Kalau saja aku menyukai kopi. Seandainya saja waktu bisa mengikis jarak. Seharusnya aku lebih teliti mencari celah tanpa mengeluh.

Walaupun aku sudah membantingnya berkali-kali, kotak itu tidak akan berubah. Masih sama. Kotak Ajaib.

Sudah hampir tengah malam, di bulan April. Beberapa menit lagi tanggal 7 akan berlalu. Aku bukannya lupa. Bukannya tidak ingat. Aku ingat. Bahkan sangat ingat. Dua orang penting lahir di tanggal yang sama. Hanya berbeda tahun. Seseorang yang aku sayang, yang memiliki garis darah yang sama denganku, Adikku. Satunya lagi adalah seseorang yang awalnya aku anggap sebagai seorang kakak yang juga aku sayang, itupun jika boleh di tambahkan. Kotak Ajaib.

Mungkin tidak banyak yang tahu jika hari ini adalah harinya karena dia memang sengaja merahasiakan itu dan memilih tanggal lain sebagai lahirnya Kotak Ajaib.

Aku berharap dia menungguku mengatakan kata-kata konyol ini, “Kau tidak ingin mengatakan sesuatu?”

Lalu dengan sedikit menggoda aku mengatakan, “Seperti ucapan selamat ulang tahun, begitu? Hahaha aku bukannya lupa. Hanya sengaja mengulur waktu. Selama ini aku tidak pernah mengatakannya karena aku tidak tahu. Oke, aku memang bodoh! Itu salahku karena aku tidak bertanya. Tapi aku ingin mengatakannya kali ini sebagai orang terakhir yang mengatakannya. Kenapa? Karena aku juga berharap jadi orang terakhir yang ada di hidupmu,”

Hahahaha konyol sekali, bukan? Tapi menurutku ini sedikit romantis. Aku harap begitu. Satu sisi aku ingin dia membaca tulisan gila ini. Di sisi lain, aku tidak ingin dia tahu tentang ini. Jadi apa yang harus aku lakukan?

Sampai detik ini aku masih ingin bertanya, sebenarnya Kotak Ajaib itu apa? Apakah aku benar-benar tidak bisa membukanya? Setidaknya sekali seumur hidup? Mungkin pertanyaan itu adalah pertanyaan tanpa jawaban. Atau barangkali memang tidak bisa di jawab.

Tidak ada yang spesial dalam do’a-ku. Kesehatannya, terkabulnya semua harapannya, menjadi orang yang lebih baik ke depannya. Dan sebelum malam menjadi semakin kelam seperti kopi yang mungkin kini tengah dia seduh, aku hanya ingin mengatakan, Selamat Ulang Tahun, Kotak Ajaib!

5 Komentar

  1. Aku masih tidak mengerti hahahaha. Eonnie ini apaaaaaaa????😄
    BETTY.

  2. hyejeong kim

    kotak ajaib itu kayaknya special bgt ..

  3. aku coba ngeri maksud kakak, dan aku lumayan ngerti.
    tp satu pertanyaanku.
    siapa kotak ajaib itu?

  4. aku coba ngeri maksud kakak, dan aku lumayan ngerti.
    tp satu pertanyaanku.
    siapa kotak ajaib itu?
    aku kepo gitu rasanya

  5. Dongsaengku pada kepo ih😄 Kotak Ajaib itu….. Seorang kakak yang sangat aku kagumi, dan aku sayangi jika boleh di tambahkan😛

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: