AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Memories


“Jongupie, kau menyukai gadis itu kan?” Daehyun menunjuk gadis yang kini sibuk membersihkan meja hingga membuat Jongup tersedak saat mencicipi kue buatan Daehyun.

“Apa maksudmu hyung?” Tanya Jongup sok polos.

“Aku saja paham apa yang di maksud Daehyun,” sahut Se Ra yang juga sibuk membantu di dapur.

“Kim Hyejeong-ssi? Apa aku harus memanggil karyawanku itu untuk membantu kita di sini?” Sahut kakak Daehyun yang tak kalah iseng ikut menggoda Jongup.

“Kenapa kalian semua memojokkanku? Suka? Kenal saja tidak,” Jongup menunduk sambil mengaduk adonan white cream dengan kesal.

“Benarkah? Padahal menurutku dia karyawanku yang paling cantik. Jika kau tidak mau, bagaimana kalau aku yang mendekatinya?” Lanjut kakak Daehyun yang makin semangat menggoda namja lugu itu.

“Andwae hyung!” Jawab Jongup spontan. Namja itu bahkan tidak sadar jika ia langsung berdiri dari tempat duduknya, membuat semua orang yang ada di dapur menertawakannya.

“Cih masih mau berbohong” Cibir Daehyun. “Semua orang yang ada disini juga tahu sejak cafe ini di buka kau terus terusan memperhatikannya. Bahkan saat gadis itu pergi kuliah, kau mengikutinya,” Lanjut Daehyun enteng.

“Ya hyung!! Dari mana kau tahu?”

“Hahaha aku dan Yongjae diam-diam mengikutimu,” Daehyun meledak dalam tawa.

“Annyeong,” Sapa seorang gadis yang tiba-tiba masuk ke dapur. Gadis yang membuat Jantung Jongup berdetak tak karuan.

“Annyeong….” Balas yang lain kompak, kecuali Jongup tentunya yang masih sibuk mengatur detak jantungnya.

“Yo Jin-ah, temani kakakku mengambil peralatan untuk dekorasi ruangan,” Perintah Daehyun pada karyawan yang lain. Sementara ia sendiri menggandeng Se Ra untuk mengambil minuman di gudang. Sengaja Daehyun melakukan itu untuk memberi kesempatan Jongup mendekati Hyejeong.

“Ng.. Hyejeong-ssi, duduklah..” Kata Jongup gugup.

“Apa yang bisa ku bantu Jongup-ssi?” Hyejeong mengabaikan perintah Jongup untuk duduk, karena memang bos-nya tadi memintanya untuk membantu, bukannya enak-enakan duduk.

“Jongup-ssi, kenapa kau mematung begitu?” Ulang Hyejeong yang semakin membuat Jongup panik.

“Aniya Jeongie, gwaenchana..” Jawab Jongup tergagap.

“Oh! Kau tahu namaku?” Hyejeong terkejut Jongup mengetahui namanya. Lebih-lebih saat namja itu memanggilnya seolah keduanya sudah lama akrab.

“Ya, Daehyun hyung banyak bercerita tentangmu.” Bohong Jongup. Tepat saat itu Yo Jin kembali untuk mengambil gunting yang tertinggal di dapur.

“Hyejeong-ah, kalau butuh sesuatu cari saja aku,” ujar Yo Jin tiba-tiba.

“Ye, oppa..”

Jongup cemberut melihat kedekatan Hyejeong dan Yo Jin. Ia seakan hilang, lenyap, tak di anggap oleh dua orang itu. Cemburu, Jongup menendang kursi plastik di sampingnya ke arah Yo Jin dan memberi kode pada pria itu untuk segera pergi.

“Bagaimana kursi itu bisa menggelinding ke Yo Jin oppa?” Tanya Hyejeong curiga.

“Entahlah. Mungkin ada tikus,” sahut Jongup malas.

Hyejeong terkekeh kecil lantas mengambil tisu dan mengelap kening Jongup. “Kau berkeringat,”

“Jangan membuat orang lain salah paham Hyejeong-ssi,” Ujar Jongup dingin.

“Maksudmu? Aku dan Yo Jin oppa?” Tanya Hyejeong tak percaya. Gadis itu lantas tertawa lepas, membuat Jongup semakin kebingungan dengan tingkah gadis itu. “Aku menganggap Yo Jin oppa seperti saudara, dia juga seperti itu padaku. Lagipula, aku sudah menyukai seseorang,” lanjutnya.

Jongup menghentikan gerakannya. Seseorang? Gadis yang di sukainya sudah memiliki seseorang yang di sukainya? Kau tahu bagaimana rasanya itu? Seperti menanam sebuah benih yang bahkan tidak memiliki kesempatan untuk tumbuh.

“Oh,” responnya singkat. Mencoba menata hatinya yang mungkin hancur menjadi puingan-puingan kecil.

“Ya. Seorang pelanggan kami. Hampir setiap hari dia datang kemari. Aku tidak yakin apa dia datang untuk menemuiku atau memang karena dia menyukai kopi buatanku. Aku ingin sekali menanyakan hal itu padanya.” Ujar Hyejeong jujur.

“Lalu kenapa kau tidak menanyakannya?” Lirih Jongup, suaranya lemah tak bersemangat.

“Aku takut, juga malu..”

“Jangan biarkan rasa takut dan malu menguasaimu. Kau mungkin saja bisa kehilangan orang itu,” Jongup berbalik, menghindari mata Hyejeong yang sedari tadi menatapnya.

“Jadi, bolehkah aku bertanya?” Ucap Hyejeong ragu. “Jongup-ssi, kau kesini karena ingin melihatku atau menyukai kopi buatanku? Katakan padaku agar aku tidak salah paham.”

Jongup membuka mulutnya tak percaya. “Aku? Pria itu?”

***

Mobil hitam Yongjae terparkir rapi di depan sebuah bangunan yang telah disepakati sebelumnya. Dari luar ia bisa melihat kakak Daehyun dan karyawannya sibuk menyiapkan dekorasi.

“Ini hal tergila yang pernah kita lakukan. Menyiapkan kejutan hanya 7 jam sebelum acara dengan konsep yang berbeda? Benar-benar gila!” Oceh Yongjae yang tak menyadari bagaimana cemberutnya wajah gadis yang berdiri di sampingnya.

“Jadi ini kejutan `action`? Sudah ku bilang kita tidak perlu berdandan maksimal seperti ini!” Gu Wol melotot sempurna ke arah Yongjae.

“Sudahlah. Ayo masuk..” Yongjae mengulurkan tangannya ke arah Gu Wol untuk di genggam. Sementara gadis itu menarik nafas dalam-dalam, memejamkan matanya sejenak, seolah sedang berdoa semoga tidak ada yang menertawakan dandanan anehnya.

“Maaf kami mau tutup,” ujar Daehyun saat mendengar pintu cafe terbuka. Ia tidak menyadari bahwa yang datang bukanlah seorang tamu, melainkan seseorang atau mungkin sepasang yang akan menjadi bagian dari mereka.

“Oh kau Yongjae-ya! Lama sekali. Tolong sekalian balik papan yang ada di depan pintu,” Perintah Daehyun dengan menunjuk papan bertuliskan Open&Close yang tertempel di pintu.

“Annyeong,” sapa Gu Wol dengan menundukkan sedikit tubuhnya.

“Oh, ini gadis keras kepala yang biasa kau ceritakan itu? Siapa namanya? Park Gu Wol?” Goda Daehyun, sengaja ingin membuat pasangan itu bertengkar.

“Yakk!!! Kapan aku pernah bercerita seperti itu?” Teriak Yongjae tak terima. Pandangannya beralih pada sosok gadis yang berdiri di balik Daehyun. Sontak kerlingan nakal keluar dari matanya. “Wah siapa nona cantik ini? Daehyun-ah, dia bukan gadis yang biasanya kau bawa kemari, kan?”

Se Ra menatap Daehyun meminta penjelasan. “Memangnya siapa yang biasanya kau bawa kemari, hm? Baru aku tinggal beberapa bulan kau sudah punya kekasih lain?”

Belum sempat Daehyun menjawab pertanyaan Se Ra, pintu cafe kembali terbuka dan muncul seorang gadis. Han Eun Mi.

“Daehyun oppa, kenapa kau meninggalkanku?” Rancau Eun Mi. Gadis itu datang dengan keadaan mabuk. Ia berjalan terhuyung ke arah Daehyun sebelum akhirnya pingsan.

***

Himchan dan Rae Won turun dari mobil. Himchan sudah melihat mobil-mobil dongsaengnya terparkir rapi di tempat yang sama. Mereka sudah membuat kesepakatan untuk tidak menarik perhatian fans ataupun netizen saat melihat mobil mereka terparkir di depan cafe. Jika pesta ini hanya sekedar pesta ulang tahun Yongguk yang hanya dihadiri para member saja sih tidak ada masalah. Tapi masalahnya, semua kekasih para member, hadir juga. Dan tentunya, mereka tidak ingin hal itu diketahui publik, apalagi fans mereka.

“Chamkkaman,” ujar Rae Won yang membuat Himchan menghentikan langkahnya

“Wae?”

“Dengan pakaian seperti ini?” Rae Won menunjuk cyborg rajut lengan panjang, celana pendek dan kaus kaki diatas lutut. “Apa sebaiknya aku tidak usah ikut ya?”

“Jangan bodoh dan membuatku kesal, Nona Choi. Kau tidak tahu apa yang ku kenakan? Kaos spongebob dan celana denim ini saja. Kau kan tahu sendiri aku tidak tahu menahu tentang acara ini kalau saja Junhong tidak mengabari kita dua jam yang lalu..” ujar Himchan cuek sambil menarik gadis itu lagi.

Rae Won mendesah pasrah. Mungkin saja, hanya dia dan Kim Himchan-lah orang yang paling ‘masa bodoh’ di acara ini. Rae Won terkesiap saat melihat beberapa yeoja yang sedang sibuk bolak-balik dengan gaun yang membalut sempurna.

Memang benar. Sejak pagi tadi Himchan mengajak Rae Won pergi ke suatu tempat. Sejak Himchan marah dengan Yongguk semalam, pria itu tidak lagi memiliki keinginan untuk membuat pesta kejutan untuk Yongguk. Tapi, walau bagaimanapun Himchan marah dan berusaha cuek, tetap saja namja itu tidak bisa mengabaikan Yongguk. Terlebih saat Junhong menghubunginya dan memberitahu rencana gila apa yang akan mereka lakukan. Segera, detik itu juga Himchan mengajak Rae Won kembali menuju tempat yang sudah di rencanakan. Tanpa berganti baju lebih dulu, tanpa membawa hadiah. Keduanya datang dengan setelah menempuh dua jam perjalanan.

Ketika Himchan dan Rae Won membuka pintu, semuanya menoleh. “Tidak usah gugup, aku juga baru bertemu dengan mereka” ucap Himchan yang memang benar adanya. Dia juga baru pertama ini bertemu dengan kekasih adik-adiknya.

***

“Yongguk akan datang sepuluh menit lagi! Bersiap-siap-lah!” Seru Himchan. Semua orang yang ada di ruangan itu mengangguk. Se Ra dan Gu Wol terlihat sibuk bolak-balik mengecek persiapan kejutan untuk Yongguk.

Daehyun dan Yongjae tampak asik mengatur layar besar yang entah untuk apa ditengah-tengah ruangan. Sedangkan yang lain merapikan kursi-kursi yang ada. Eun Mi yang mulai sadar dari mabuknya-pun ikut sibuk membantu Hyejeong mengurusi makanan dan minuman yang akan di sajikan.

Suasana tampak ramai dan ricuh, tiba-tiba saja lonceng pintu Angel-in-us berbunyi. Semua menghentikan kegiatannya dan beralih menatap pintu utama yang kini terbuka itu. Junhong datang bersama dua gadis cantik di sisi kanan dan kirinya.

“Wow! Junhong-ah! Kau keren sekali. Datang membawa dua yeoja sekaligus.” Puji Himchan yang tiba-tiba muncul dari alat pembuat kopi.

“Hyung.. Kenalkan ini wanitaku! Cha Ae Ri,” Junhong mengangkat tangan kanannya yang masih menggenggam tangan Ae Ri, sementara Ae Ri melotot pasrah di perkenalkan dengan cara seperti itu.

“Lalu satunya?” Jongup menunjuk gadis yang sejak kedatangannya hanya menunduk malu.

“Dia adalah otak dari segala rencana malam ini.” Ujar magnae itu sambil memperkenalkan So Hee.

“Annyeong. Aku Jung So Hee. Kalian bisa memanggilku So Hee..”

“Senang bertemu denganmu Ae Ri-ssi, So Hee-ssi..” Ucap Yongjae ceria di sambut uluran tangan satu persatu member yang lain.

“Apa semuanya sudah siap?” Tanya Junhong pada Daehyun.

“Seperti yang kau lihat. Semua sesuai rencana. Tinggal menunggu Yongguk hyung,” Daehyun melirik jam tangannya sekilas.

“Dia datang! Dia datang!!” Pekik Himchan heboh. Semua orang yang ada diruangan itu bersiap ditempat masing-masing.

Junhong menarik tangan Ae Ri dan memposisikan diri mereka untuk berbaur dengan member lain menghadap pintu masuk. Himchan yang sedikit lebih tinggi dari So Hee memegang pundak gadis itu dari belakang. “Apa kau siap Nona Jung?”

Setelah So Hee mengangguk pelan, dalam sekejap, lampu padam. Tak lama kemudian terdengar suara
keributan yang memasuki cafe. Tampak Bang Yongguk di seret paksa oleh dua pemuda berjas hitam yang tak lain adalah karyawan baru cafe tersebut. Keduanya menutup mulut dan mata Yongguk dengan kain, tangannya di borgol di belakang seperti penjahat. Yongguk mencoba meronta dan meraung-raung dalam kegelapan cafe karena berpikir ia telah di jebak.

“Hei, apa ini tidak keterlaluan?” Lirih Rae Won yang merasa kasihan kepada Yongguk.

“So Hee-ya!! So Hee-ya!!” Yongguk berteriak dengan gelisah. Ia di dudukkan di sebuah kursi. Masih dengan mata tertutup dan tangan terikat.

Jam besar Angel-in-us pun berbunyi, menandakan hari telah berganti menjadi tanggal 31 Maret 2015, tepat ulang tahun Bang Yongguk.

“Bang Yongguk-ssi…”

Terdengar suara So Hee memanggil namanya dengan lembut. Gadis itu berjalan mendekat dan berdiri di hadapan Yongguk.

Yongguk mengerjapkan matanya saat seseorang dari belakang membuka ikatan matanya. Yongguk masih membiasakan cahaya lampu redup itu masuk ke retinanya setelah hampir setengah jam matanya tertutup rapat. Setelah benar-benar fokus, Yongguk mulai menatap gadis yang ada di hadapannya itu dari atas ke bawah.

Scraft dan sepatu boots yang melekat di tubuh gadis itu sudah menghilang. Berganti dengan dress krem dengan lengan renda dan bando hitam. Pita putih sebagai hiasan kepalanya, rambut panjanganya terurai begitu saja mengiringi aura kecantikkan seorang Jung So Hee di hadapan Bang Yongguk.

So Hee membawa kue tart tiramisu buatan Daehyun dan Se Ra. Di belakangnya satu persatu lilin-lilin menyala menampakkan pemegangnya masing-masing. Semua bernyanyi membuat tubuh Yongguk lemas bercampur lega seketika.

Saengil Chukkae hamnida..
Saengil Chukkae hamnida..
Saranghaesso Uri Yongguk..
Saengil Chukkae hamnida..

“Maaf, memperlakukanmu dengan cara seperti ini. Kau tidak akan mau jika kami memintanya baik-baik,” Ujar Himchan saat membuka borgol Yongguk. Namja itu lantas menarik Yongguk ke dalam pelukannya.

Yongguk memperhatikan sekitarnya. Banyak orang baru yang belum ia kenal. Yang jelas mulai sekarang, ia harus mulai menghapal satu persatu nama mereka.

Tatapan Yongguk berakhir pada sosok gadis yang masih membawa kue tart dengan hiasan lilin-lilin kecil yang cantik sedang tersenyum ke arahnya. Meminta dengan isyarat agar namja itu segera mengucapkan permohonan dan meniup lilin.

Yongguk memejamkan matanya dan memanjatkan doa kemudian meniup lilin di hadapannya. Lampu ruangan seketika menyala terang dan menampakkan keterkejutan kedua untuk Yongguk. Nuansa black and white yang menjadi warna favoritnya menghiasi seluruh ruangan.

Riuh tepuk tangan dan sorakan mengiringi aksi pemadaman lilin diatas kue Yongguk. Terlebih lagi saat namja itu memotong kue, menyuapi potongan pertama untuk So Hee dan mengecup sekilas bibir gadis itu.

“Hyung, selamat ulang tahun.” Daehyun, Yongjae, Jongup, Junhong, bergantian memberi selamat dan memeluk Yongguk.

“Yonggukie, apa kau benar-benar percaya aku marah padamu?! Sejujurnya aku hanya sedikit menjahilimu saat itu” ungkap Himchan jujur. Pria itu lantas menepuk pundak Yongguk dan kembali berkata, “Bolehkah aku menyentuh wajahmu?” Tanyanya sopan.

Yongguk yang sudah mencium gelagat aneh Himchan mendorong pria itu menjauh dan menarik tangan So Hee. “BERANI KALIAN MENYENTUH SETITIK SAJA BAGIAN DARI TUBUHKU DAN SO HEE, AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNI KALIAN!” Jerit Yongguk sebelum ada yang berani ‘menodai’-nya dan So Hee.

Member lain yang tahu kegalakan Yongguk, tak ada yang berani ‘melanggar’ titah Yang Mulia Bang Yongguk tersebut. Sementara Himchan yang tangannya sudah penuh dengan krim hanya bisa menjadikan wajah polos Jongup sebagai sasaran empuknya. Dan perang krim-pun di mulai.

***

Yongguk menjabat tangan Rae Won dengan setengah membungkuk. Lalu membiarkan So Hee melakukan hal yang sama pada Rae Won.

“Bangapseumnida..”, tutur So Hee lembut

“Cantik..” Puji Rae Won yang sudah kembali duduk, sambil memandang ke arah Yongguk yang memperkenalkan So Hee ke member lainnya.

“Cantik itu relatif. Bagiku kau tak kalah cantik.” Himchan menatap Rae Won hingga muncul semburat merah di pipi gadis itu.

Semua orang yang ada di sana makan dengan lahap dan ceria. Tergambar jelas kegembiraan di wajah semua member, tanpa beban apapun. Tak terkecuali Daehyun yang harus di sidang oleh Se Ra dan Eun Mi.

“Jadi siapa yang kau pilih di antara kami?” Putus Se Ra.

“Se Ra-ya, aku mencintaimu. Tapi aku tidak bisa memutuskan Eun Mi begitu saja. Kau mau aku di sebut pria brengsek?” Daehyun membela diri.

“Kau memang brengsek!” Sahut Eun Mi.

“Tapi kau mencintaiku,” balas Daehyun tak mau kalah.

“Jadi siapa yang kau pilih!” Pekik Se Ra.

“Siapapun yang mampu bertahan hingga akhir,” Putus Daehyun lantas meninggalkan kedua gadis itu.

***

So Hee tetap diam. Masih merasa ‘tidak percaya’ diri dengan posisinya saat ini. Jika para gadis yang ia lihat di ruangan ini adalah kekasih ‘nyata’ dari masing-masing member, lalu apa posisinya sekarang? Hingga detik ini, ia merasa bahwa dirinya hanya seorang fans yang beruntung.

“Ada apa denganmu?” Yongguk menarik tangan So Hee dan membawa gadis itu ke dapur. Nada suaranya mendadak tajam. Melihat So Hee yang gelisah ia merubah nada suaranya menjadi sedikit lembut. “Kenapa?”

“Anniya. Aku.. aku hanya merasa..”

“Tidak pantas?” Yongguk menghembuskan nafas, frustasi mungkin?

“Sudah berapa kali kubilang? Jangan seperti itu. Apa yang membuatmu merasa ‘tidak pantas’? Aku tidak pernah mengatakan kalau kau tidak cantik, bukan berarti kau jelek. Aku bilang kau manis, sangat manis. Itu jauh lebih menarik daripada kata cantik So Hee-ya.. “ Yongguk membuat So Hee menghadapnya.

“..Kau satu-satunya gadis asing yang dekat dengan kami. Tidakkah kau merasa itu hal yang special? Latar belakang? Apa kami semua menanyakan latar belakangmu saat kau memasuki kehidupan kami? Aku, kami, menyukai kepribadianmu. Entah hal seperti apa yang membuat kami —atau dengan egois kukatakan, AKU-nyaman bersamamu. Kau cerdas dengan segala keunikanmu.” Yongguk menarik lagi dagu So Hee yang saat itu sudah kembali menunduk. Pria itu menatap manik mata So Hee dalam.

“Kekasih? Apa kau menginginkan hal itu?” Tanya Yongguk yang membuat So Hee terbelalak. Bagaimana bisa Yongguk menanyakan hal itu padanya. Walaupun sangat ingin, So Hee tahu kalau itu tidak mungkin. Ataukah, itu hanya sebuah penawaran?

Yongguk akan menyatakan So Hee sebagai kekasihnya jika gadis itu berkata ‘aku ingin’? Dan apakah Yongguk juga akan mengatakan dia hanya menganggap So Hee sebagai ‘bagian’ dari BAP yang lain jika gadis itu mengatakan ‘tidak’?

So Hee mulai merasakan sesak saat pikiran buruk menghantui otaknya. Yongguk melakukan penawaran? Serendah itukah dirinya? Begitukah ‘dirinya’ dalam pandangan Yongguk selama ini? Lalu apa arti sebenarnya dari dua ciuman yang mereka lakukan? Bahkan salah satunya baru saja terjadi beberapa menit yang lalu.

So Hee terpejam. Ia sesak. Sungguh. Nyeri dihatinya tak bisa diumpamakan dengan apapun. Dan dengan gemetar ia berucap, … “Tidak”

Sakit. Ya. Sakit.

Yongguk menatap wajah So Hee dengan sorot mata terkejut, “Aku tidak menerima kata ‘tidak’, So Hee-ssi..”, ucapnya lirih.

“Kau menanyakan itu seperti melakukan penawaran padaku. Kau anggap aku ini apa?” So Hee tercekat.

Belum sempat Yongguk menghilangkan keterkejutan yang sebelumnya, kali ini So Hee benar-benar membuat otaknya sakit. Apakah seperti itu yang gadis itu pikirkan tentang dia? Menganggap kalau dirinya ‘menganggap rendah’ gadis itu?

“Kau berpikiran jelek, So Hee-ssi?” Yongguk mendorong So Hee kebelakang dengan perlahan. Membuat penghalang dengan meletakkan kedua tangannya di samping kepala gadis itu, menempel dengan tembok. Tangan kirinya mengangkat dagu So Hee dan menciumnya, lagi.

“Berhenti menciumku tiba-tiba, Yongguk-ssi. Jangan permainkan perasaanku!” So Hee mendorong dada Yongguk menjauh, menatapnya kesal.

“Apa kau tidak tahu arti sebuah ciuman?” Yongguk mengerjap tak percaya. So Hee diam dan menatap tajam Bang Yongguk. Sudut bibir pria itu perlahan tertarik ke atas, membentuk sebuah senyuman.

“Artinya.. ‘Aku mencintaimu’” So Hee mengerjap tak percaya. Yongguk baru saja mengatakan kalau pria itu mencintai dirinya?

“Yongguk-ssi!!”

“Kau tidak mendengar atau pura-pura tidak mendengar? Aku bilang..” Yongguk mendekatkan bibirnya ke telinga So Hee, “So Hee-ya. Saranghae..” Tanpa aba-aba, dan sama seperti sebelumnya. Dengan tiba-tiba, bibir Yongguk sudah menindih bibir So Hee, melumatnya dengan lembut.

So Hee ragu dan terkejut. Gadis itu sama sekali bingung dengan semuanya. Namun, So Hee perlahan membuka mulutnya. Membiarkan ciuman itu terlampiaskan karena rasa bahagia yang tak terhingga. Yongguk menuntun kedua tangan So Hee agar terapit di belakang leher pria itu, sementara tangannya, sudah memeluk erat pinggang So Hee.

Daehyun membuka pintu belakang,
“Hyuuuuuu…” dan ia berhenti saat melihat Yongguk dan So Hee. Pasangan baru itu segera melepaskan ciuman mereka dengan salah tingkah.

“Err… sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat,” timpal Daehyun kemudian.

“Gwaenchana, ada apa?” Jawab Yongguk berusaha terdengar ‘biasa’. Padahal jika boleh jujur, jantungnya seakan mau melompat keluar.

“Yongnam hyung baru saja datang dan mencarimu,”

“Oh ya, aku akan segera keluar.” Sahut Yongguk cepat.

“Tapi kalian bisa meneruskan yang tadi sampai lima menit lagi. Aku akan mengatakan pada yang lain bahwa kau sedang `sibuk`” Daehyun berjalan mundur, meledek hyungnya.

“Aiisshhh, Jung Daehyun! Awas kau!” Geram Yongguk.

Sedetik kemudian Yongguk dan So Hee mendengar suara tawa membahana yang Yongguk perkirakan milik Daehyun dan Himchan. “Aku berani bertaruh kalau sekarang dia mengatakannya kepada yang lain,” Yongguk menatap So Hee yang ikut tertawa.

“Diteruskan tidak?” Tawar pria itu.

“Kita bergabung dengan mereka saja,” So Hee menarik tangan Yongguk dengan senyuman yang mengembang. Rasa bahagia seutuhnya, kini menjalar keseluruh tubuh. Mengalir bersama aliran darah. Jantungnya memompa lebih cepat, seakan ingin mempercepat penyebaran rasa bahagia dalam dirinya.

“Yak! Aku menawarkanmu sebuah cium—”

~CHU

“Cukup?” So Hee tersenyum, setelah sebelumnya mengecup bibir pria itu sekilas.

“Tindakan spontanmu selalu membuatku hampir gila..” Ucap Yongguk sambil menggenggam tangan So Hee. Seketika, sensasi hangat menjalar ke seluruh tubuhnya.

So Hee tiba-tiba berhenti berjalan saat ia samar-samar mendengar namanya di sebut. Ia lantas menatap sendu Yongguk yang langsung menangkap pinggang So Hee yang diam, tidak bereaksi.

“Sepertinya So Hee-ssi agak sombong ya..” Ucapan kekasih Yongjae itu langsung mendapatkan perhatian dari yang lain.

“Eh?” Rae Won mengernyit heran.

“Dia diam saja sedari tadi dan menempel terus dengan Yongguk-ssi. Hanya tersenyum sekedarnya dan tidak mencoba mengobrol dengan kita,” Lanjut Gu Wol mengungkapkan jujur.

“So Hee merasa tidak percaya diri berada di tengah-tengah kita. Dan ia bukanlah kekasih Yongguk. Itu yang menambah rasa mindernya.” Ae Ri menyambar.

“Dari mana kau tahu itu? Kalau bukan kekasih Yongguk oppa, kenapa dia berada di tengah-tengah kita?” Sahut Hyejeong.

“Yongguk hyung menyukainya. Aku bisa melihat itu dari tatapan matanya. Kalian juga yang jadi saksi bagaimana paniknya Yongguk hyung saat mengetahui So Hee di culik.” Junhong membantu Ae Ri menjelaskan posisi So Hee.

“Benar. Lagipula aku baru saja melihat Yongguk hyung mencium So Hee,” Daehyun ikut membenarkan.

Yongguk akhirnya menyadari bahwa perubahan raut wajah So Hee karena gadis yang ada di sampingnya itu-lah yang kini menjadi objek pembicaraan. Tiba-tiba suasana menjadi sepi saat Yongguk membuka pintu dan keluar dari dapur bersama `sang objek` “Sekarang kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih.” Ucapnya lantas menarik pundak So Hee semakin mendekat.

“Wah, selamat hyung!” Junhong adalah orang pertama yang memberi selamat, sekaligus merasakan kebahagiaan yang teramat sangat.

“Apa kau tadi mendengar ucapanku? Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu…” Gu Wol menggigit bibir bawahnya, merasa bersalah.

“Tidak apa-apa Gu Wol-ssi, jangan terlalu di pikirkan.”

Yongjae lantas melingkarkan tangannya di bahu Gu Wol, “Kau sudah melakukan yang terbaik dengan meminta maaf. Ini bukan masalah besar. Mulai sekarang, mari terus bersama seperti ini.” Bisiknya di telinga gadis itu.

“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Waktu yang akan menjawab semuanya nanti. Hingga saat itu tiba, akan lebih baik jika kita terus seperti ini.” Ujar Daehyun yang entah di dengar atau tidak oleh Se Ra dan Eun Mi yang duduk di sisi kanan dan kirinya.

“Apapun yang terjadi, kita hanya perlu bersama selamanya..” Himchan mengecup pucuk kepala Rae Won yang bersandar di bahunya.

“Berdua lebih baik daripada sendirian, bukan? Jadi tetaplah disisiku,” Hyejeong tersenyum mendengar ucapan Jongup.

“Tidak perlu memikirkan setinggi apa gunung dan sedalam apa jurang yang akan kita lewati nanti. Kita hanya perlu saling menggenggam untuk bisa melewati apa yang ada di depan.” Junghong meraih tangan Ae Ri dan menciumnya.

“Terima kasih untuk sebuah kenangan yang tidak akan pernah aku lupakan. Kenangan di mana aku bisa mengenal dan ‘mengetahui’ kalian. Lebih-lebih menjadi bagian dari kalian.” So Hee menunduk, berterima kasih pada semua orang yang ada di ruangan itu.

“Kau yang merencanakan semua ini. Tanpamu, kita tidak akan mengenal satu sama lain. Tidak akan ada malam seindah malam ini. Sebuah moment menjadi tidak berarti jika hanya di ingat oleh satu orang, tapi akan menjadi kenangan jika kita semua mengingatnya. Dan yang paling aku syukuri adalah, kau ada di dalamnya. Di antara kenangan indah ini.” Yongguk memeluk So Hee dari belakang. Menempelkan dagunya di pundak So Hee.

“Selamat ulang tahun, Yongguk-ssi..” So Hee menepuk pipi Yongguk pelan.

“Aku mencintaimu, So Hee-ssi..” Bisik Yongguk di telinga So Hee, di sertai kecupan ringan di pipi gadis itu.

END

5 Komentar

  1. ya ampun, aku gatau apa yg aku rasain pas baca ff ini,
    antara sedih, terharu dan juga cemburu, hiks hiks.
    aku cemburu sama aeri😥
    hiks aku belum mau sadar dr delusi aku selama ini, belum siap😥
    tapi ini keren kak,
    huft, mungkin nanti member bap akan kaya gini di waktunya,
    akan ada masa dimana panggilan “suami aku” berubah jadi “suami orang” :’)
    aku mulai baper nih.
    yeay happy birthday daddy bang, semoga panjang umur

  2. hyejeong kim

    OMG .. gue boleh teriak pan mak ?? boleh pan??
    KYAAAAAAAAAAAAAAA
    gue terhura baca ini ff..endingnya ya ampun simple tapiiii gue langsung melayang >_< gue berasa bneran ada diantara mrka entahlah gue bahagia banget bacanya thx emak gue tersayang :3 lu ga jadiin gue cwe agresif macem yg lu blg di fb tadi -_- apa pun itu ini sukses bikin gue guling2 apa lgi moment kisseu nya #BangHee kkk~ elu yg kissing malah gue yg cekikian :3 *cipok gue jongup sayang #eh* gue envy masa… yayaya bukan #BangHee namanya klo ga bikin envy xd… bikin next part nya lagi dong mak jan cuma ini doang lu ga kesian apa liat anak lu yg mengenaskan nungguin karya2 lu.. :3
    terakhir~ HBD buat babeh gue gukie eh ini uda jam 10 yak :3 *telat -_- moga makin langgeng sama mommy gue sohee :* :-*
    #HappyYonggukDay
    #HappyBabehGukDay :*

  3. Gilaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkk ini keren banget akhirnya T.T simple tapi kata2nya ngebuat semuanya mewah. Aku suka banget! Hahahaha
    Kecuali Daehyun… Dia gimana nih? Lagian playgrup sih :p xD
    Youngjae, Junhong, Himchan, Jongup semua sama pasangannya manis banget!
    BangHee?? Mereka mah kurang ajar -,- bikin iri mulu ih sebel xD jadi pengen kisah cinta begitu hahahaha.
    Oh iya lupa. Aku suka banget part pertama yang to6ether 666666666666666 aku suka angka 6😀 daridulu nulis gitu tapi gada yang nanggepin ya sekarang ada temannya😀 eonnie ini…
    Haaaaaaaaaaaaaah suka banget! Keren eonnie…
    BETTY.

  4. waaa… daehyun kgk tegas nih. payah.

  5. @Febi: jgn bayangin itu, kk juga gabisa ㅠㅠ umm, kk uda janji ntr kalo bikin ff lagi, kk couple-in sama zelo, jgn iri lagi yah ^^

    @Jeongi: halah, paling lu doang yg nunggu karya gw :v kisseu~ itu gw bayangin beneran lol

    @Betty: maaf, lupa nyulik Betty juga ㅠㅠ uda kebanyakan casts, jadi kemaren agak bingung, next time kalo bikin ff lagi ya saeng ^^ aku bner2 bayangin mereka ngerayain ultah yg semacem itu. Aku pengen mreka bahagia. Bner2 bahagia saeng ㅠㅠ

    @Kareryeo: bukan Daehyun yg ga tegas, tapi aku. karna aku gabisa milih antara Eun Mi dan Se Ra, keduanya tmenku TvT

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: