AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Just Dream?


Warning! NC detected!

Jam terus beputar. Hari telah berganti. Satu bulan. Iya satu bulan telah berlalu. Yang rasanya seperti satu abad karena aku sama sekali tak tahu kabarmu.

Appa, Eomma, Oppa, bahkan Hye Jeong sudah berkali-kali mengetuk pintu kamar dan memanggilku. Bukannya aku tuli atau lumpuh. Tapi aku sama sekali tidak ingin bergerak jika itu bukan kau.

Kau pergi. Itu pukulan telak yang kau berikan padaku untuk kutelan mentah-mentah. Bukan. Bukan masalah jika kau pergi. Yang jadi masalah adalah…. Caramu pergi.

Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku? Kau telah berjanji menjagaku seumur hidup. Tapi kau bahkan sama sekali tidak memikirkan perasaanku saat memutuskan untuk pergi.

Kau tahu? Hatiku hampa. Bahkan sebelum aku sempat menghirup oksigen, jantungku yang masih terus berdetak ini, berkali-kali menghujam hati yang memang sudah terluka. Dan kau tahu bagaimana rasanya? Seperti kau sangat ingin menghentikan hentakkan jantungmu sendiri, hingga tak ada lagi yang bisa menyakiti hatimu yang sudah terluka.

Kau menyuruhku untuk hidup dengan benar. Itu pesanmu. Bagaimana kau bisa berpikir kalau aku sanggup melakukannya? Tanpamu? Kau bodoh atau apa? Bukankah aku sudah mengatakan kalau kau adalah hidupku? Kau pergi berarti aku telah kehilangan kehidupanku kan?

Aku adalah alasanmu untuk tetap hidup. Tapi nyatanya kau malah pergi meninggalkanku. Jadi apa itu artinya aku bukan lagi alasan untukmu? Kau tahu betapa menyedihkannya posisiku saat ini?

Tulis Sohee pada blog pribadinya. Gadis itu diam, memperhatikan live traffic blognya yang terus berubah. Berharap seseorang yang ia harap kehadirannya muncul disana. Namun nyatanya? Nihil. Hingga satu jam berlalu tetap tidak ada tanda-tanda kemunculan seseorang itu.

Baru ketika Sohee menutup laptopnya, pria itu, Bang Yongguk, dengan takut-takut membuka postingan blog pribadi Sohee. Hal yang selalu dilakukannya tengah malam. Sekedar untuk memastikan bahwa keadaan gadisnya itu baik-baik saja.

Namun, tulisan yang diposting Sohee kurang lebih satu jam yang lalu itu jelas menunjukkan bahwa keadaan gadis itu tidak baik-baik saja.

Seketika rasa sakit menjalari perasaan Yongguk. Pria itu bukan bermaksud meninggalkan Sohee dengan cara seperti itu. Hanya saja, keadaan yang tidak memungkinkan bagi Yongguk untuk memberitahu Sohee. Apalagi pertemuan terakhir mereka yang kurang menyenangkan karena ternyata orang tua Sohee yang tidak menyetujui hubungan keduanya karena pekerjaan Yongguk sebagai fotografer.

“Memang apa salahnya menjadi fotografer?” Keluh Yongguk yang saat itu sedang terbawa emosi. Oh tentu saja tidak ada yang salah dari hobi yang kini menjadi sumber penghidupannya itu. Hanya saja tidak banyak orang yang tahu seberapa menjanjikannya profesi seorang fotografer itu.

Dan emosi sesaat itu telah membawa Yongguk ke Italy untuk menerima tawaran sebagai fotografer professional khusus mode. Mengabaikan ajakan Sohee yang selama seminggu terakhir ini mengajaknya bertemu. Mengabaikan panggilan telpon dan pesan yang Sohee kirim, dan memilih meninggalkan sebuah surat yang tergeletak di depan rumahnya, yang mungkin membuat gadis itu menjadi seperti sekarang ini.

Yongguk meremas jaket yang masih dikenakannya. Sesuatu yang ada di dalam dadanya mendadak terasa perih, sakit. Menepuk, bahkan memukulnya beberapa kali-pun tidak merubah keadaan. Rasanya masih sama, sakit.

Yongguk menatap beberapa pigura kecil yang berdiri angkuh di atas meja kerjanya dimana terdapat poto-poto yang menunjukkan kemesraan dan masa-masa indahnya bersama Sohee. Yongguk menghela napas lantas mengambil salah satu pigura dan memeluknya erat. Membayangkan pigura itu adalah Sohee, gadis yang sangat dirindukannya hingga gila.

Yongguk mengusap cairan bening yang sempat membuat matanya buram. Cairan sialan itu tanpa ijin keluar begitu saja dari matanya.

Samar-samar Yongguk melihat siluet yang bergerak ke arahnya. Yongguk diam. Menunggu. Sayangnya tidak ada siapapun di kamarnya. Oh tentu saja. Memang siapa yang ia harapkan untuk datang? Sohee?

“Apa kau sedang memikirkanku?” Sebuah tangan mungil menutup kedua mata Yongguk. Dan suara yang sangat Yongguk rindukan itu… kembali ia dengar.

Bahagia?

Tentu saja! Apalagi melihat sosok gadis yang dirindukannya itu berdiri di hadapannya dengan senyum dan yang menjadi candunya.

“Hee-ya, kau?” Yongguk terbata saking bahagianya.

“Ya ini aku. Apa kau bahagia?” Tanya Sohee sambil bergelayutan, manja.

“Sangat!” Jawab Yongguk cepat lantas mengecup bibir Sohee. Sekali. Dua kali. Dan dilanjutkan ciuman panjang pelepas rindu di antara keduanya.

Yongguk menggendong Sohee ke kasurnya. Membelai rambut gadis itu lembut. Memandang tiap inchi wajah yang tidak pernah bosan ia lihat. Rasa-rasanya masih tidak percaya melihat gadis itu ada dihadapannya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Yongguk menyingkirkan beberapa helai rambut Sohee yang menutupi wajahnya.

“Berani-beraninya kau memotret gadis-gadis itu sementara kau belum pernah memotretku. Aku ingin menjadi modelmu. Cepat potret aku.” Perintah Sohee yang hanya ditanggapi senyuman oleh Yongguk.

“Memangnya kau bisa berpose? Aku tidak mau, kau sangat kaku.” Goda Yongguk yang sukses membuat gadis itu menggembungkan pipinya, lucu.

“Aku sudah banyak belajar sebulan terakhir ini. Setidaknya kau harus memberiku kesempatan.” Rengek Sohee. Dan yah… Seperti yang sudah kita duga sebelumnya, Yongguk tidak sanggup menolak permintaan gadis yang sangat di cintainya itu.

“Baiklah. Karena kau sudah jauh-jauh kemari, bergayalah sesukamu. Aku akan memotret sebanyak yang kau mau.” Yongguk mulai mempersiapkan kameranya. Menata intensitas cahaya dan lensa. Sementara Sohee sudah bersiap dengan segala gaya yang sudah disiapkannya.

“Siap?” Yongguk memberi aba-aba sebelum akhirnya terlihat beberapa kali mengambil gambar Sohee.

Yongguk tersenyum. Entah di sadarinya atau tidak. Tapi senyum manis itu tak pernah lepas dari bibir Yongguk sejak kedatangan Sohee. Hanya berdua bersama gadis itu saja sudah cukup membuatnya bahagia. Sungguh. Memang benar seseorang tidak bisa hidup hanya dengan mengandalkan cinta. Tapi setidaknya jika hidup bersama seseorang yang dicintai dan mencintai kita, kita akan mendapat kekuatan? Sehingga segala hal yang sulit akan terasa mudah? Yah, setidaknya itu yang ada dalam pikiran Yongguk dan Sohee. Selama keduanya saling percaya, maka tidak ada yang tidak mungkin.

“Gukie-ya.” Panggil Sohee yang menyadari kekasihnya itu sedang melamun. Sohee mendekat, mengecup bibir Yongguk singkat lantas berdiri beberapa langkah di depan Yongguk. Membuat pria itu sedikit kebingungan dengan tingkah gadisnya itu.

Sohee meloloskan dress hitam selutut yang di kenakannya hingga menyentuh tanah. Menyisahkan pakaian dalam yang cukup menggoda mata pria seperti Yongguk. Tapi.. Bukan itu yang mengganggu pikirannya. Ada sesuatu. Sebuah keanehan yang sejak tadi ditunjukkan oleh Sohee. Dari gesture dan raut wajah gadis itu juga, seperti ada yang sengaja Sohee sembunyikan.

“Ada apa?” Yongguk mulai curiga.

“Aku hanya ingin kau mengambil gambarku. Kau pasti sering melihat tubuh model-model itu.” Gerutu Sohee setengah protes.

“Jangan mengalihkan pembicaraan. Meski kau tidak seksi, tapi kau satu-satunya yang bisa membuatku bergairah. Sekarang katakan padaku apa yang terjadi.” Paksa Yongguk tak mau kalah.

“Tidak. Poto aku dulu, setelah itu aku akan mengatakannya.”

Dengan setengah terpaksa dan juga pikirannya yang telah terbelah, Yongguk tidak lagi fokus. Melihat senyum Sohee yang kentara sekali sangat dipaksakan membuat Yongguk takut. Pasti sesuatu yang besar telah terjadi.

Baru beberapa kali Sohee berpose menggoda, Sohee sudah menggeret gadis itu ke sofa. Keduanya duduk berhadapan dengan Sohee yang kini duduk di atas pangkuannya.

“Sekarang katakan apa yang terjadi.” Tuntut Yongguk tak sabaran.

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya harus pergi.” Lirih Sohee. Wajahnya tak seceria tadi.

“Pergi kemana?” Yongguk yang masih penasaran terus mencari tahu.

“Kenapa? Haruskah aku memberitahumu? Kau pergi sesukamu tanpa mengatakan apapun. Aku hanya ingin melakukan seperti apa yang kau lakukan. Agar kau tahu bagaimana rasa sakitnya. Aku pergi. Cepat atau lambat aku akan pergi. Aku tidak tahu apa aku bisa kembali atau tidak. Tapi, jika kau mencintaiku-” Sohee mulai terisak, sementara Yongguk menarik dagu Sohee dan mencium gadis itu.

Sohee membalas ciuman Yongguk. Tubuh keduanya bergerak berirama. Tangan Yongguk turun, menyentuh tiap titik sensitif bagian tubuh Sohee. Sohee mendesah pelan, menikmati sensasi yang diberikan tangan kasar Yongguk. Gadis itu tak mau kalah. Tangannya mulai membuka satu persatu kancing kemeja Yongguk hingga terlihat beberapa kotak.

Yongguk menggendong Sohee ke atas kasur. Cahaya sinar bulan yang masuk melalui celah-celah jendela semakin membuat Sohee terlihat cantik. Yongguk menciumi tubuh Sohee dari atas ke bawah dan sebaliknya. Pria itu melakukannya berulang-ulang.

Keduanya menghabiskan malam dengan bercumbu di bawah selimut. Menikmati sentuhan demi sentuhan yang memberikan sensasi hangat.

Hangat.

Yah, kehangatan yang di rasakan Yongguk hingga pagi ketika sinar mentari memaksa masuk ke dalam retinanya. Yongguk mengerjapkan mata perlahan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Hingga akhirnya ia mulai sadar dan mencari keberadaan Sohee yang ternyata…. Tidak ada.

Yongguk tidak menemukan Sohee di rumahnya. Tidak di kamar, tidak di toilet, tidak di dapur. Tidak ada di mana-mana. Hanya menyisahkan kerinduan saat Yongguk mulai menyadari jika tangan kirinya masih menggenggam pigura dimana poto Sohee tersenyum ke arahnya.

“Hanya mimpi? Benarkah? Tapi semalam benar-benar terasa nyata.” Gumam Yongguk untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa semalam memang benar hanya mimpi.

“Keterlaluan. Lancang. Bahkan di dalam mimpi kau berani menggodaku seperti itu.” Lanjutnya. Yongguk lantas berjalan ke arah meja kerjanya dimana komputernya masih menyala dan memperlihatkan tulisan Sohee yang sempat dilihatnya semalam.

Meski hanya mimpi, tapi perasaan aneh itu tetap tertinggal. Yongguk yakin ada sesuatu, tapi ia tidak yakin tentang apa itu. Hingga akhirnya sebuah status di twitter Sohee yang membuat Yongguk membelalakkan mata. “Aku pergi…” Kata-kata yang sama persis di ucapkan Sohee dalam mimpi Yongguk semalam. Kata yang benar-benar membuat Yongguk merasa tidak nyaman.

“Aku pergi… Apa maksudnya?”

22 Komentar

  1. apa maksudnyaaaaaaa.
    sequellllllll

  2. dongrim

    apa ? aku sih g berharap ini berakhir sedih

  3. ini sequel atau apaaa? kasian sohee nyaa

  4. kriswu17

    Sohee nya kemana author? Aaaaaak><

  5. OMG!!! Aku seneng banget eonnie nge-post FF lagiiiiii hahaha
    uwaaaaaaaaaaaaaa ini sekalian sedih karna keistirahatan Appa ini xD tapi eonnie… Eonnie ngga beneran pergi kan? Ini cuma FF kan?😦 aku takut T.T
    Ff-nyaaaa… Keren!
    Sequel-nya kita tunggu eonnie..
    BETTY.

  6. akhirny ada ff yg d post..ini keren tp nyesek yah…good job astred….
    next ff yg lain ny…semangat

  7. hanami

    Gantung please itu ending nya hiks hiks

  8. @readersdeul: abstrak ga sih ffnya? hahahahah ditinggal BAP vakum rasanya stres banget, apalagi yongguk yang ga pernah update sns bikin aku makin kelimpungan, jadi deh bikin ff ga jelas kek gini :3 ampunilah kalo feelnya kurang, bikinnya cuman 2 jam x_x sequelnya ditunggu~

  9. mio

    gantung banget

  10. kan… gantung. suka skali bkin reader greget karna blum puas rasa penasaran endingnya.

  11. Eonni, jangan bilang kamu berhenti berusaha sekarang!
    Eonni jangan berhenti dong, aku bisa sejauh ini suka ama junhong karna ( secara ga langsung ) dapet dorongan dari kamu eon.
    Pedoman kamu yang ” biarin di luar sana banyak wanita yang lebih mencintai dia, yang penting di dunia ku dia milikku” itu aku terapin juga.
    Eonni semangat!
    Lanjut ya eon

    • wuaahahah :v itu pedoman sesat, jangan di ikutin😄 enggak donk, aku ga akan berhenti mencintai Yngguk. sama Milan aja yang sebuah klub sepakbola, aku sayang dan setia selama hampir 11tahun ini, apalagi sama Yongguk yang adalah sumber inspirasiku ^^

      • Bagus deh.
        Tp aku suka pedomannya
        Hehehehe ^^

  12. Hyejeong Kim

    nah lohh gue baru buka ini masa >,< gantung lagi ..feel nya gue ga dpet terlalu cepet xD sequel HARUS maklum ye cuma 2 jam xD gue bikin ff aja sampe berbulan2 ga kelar2 wkwk knpa gue ngrasa crita awalnya itu buat gue wkwk
    Fighthing eomma cuyuung :* :*

  13. Maria

    ya ngegantung bngt… wajib sequel ….

  14. resti

    capter apa gimana ini mb???? ngegantung emdingnya,,,,,

  15. usiezuhra

    Jdi ni mimpi atw beneran??
    Butuh next nih dan penjelasan thor..

  16. zie hun

    jangan-jangan sohee mau bunuh diri?

  17. Ja… jangan bilang kalau Sohee bunuh diri? Jangan….

  18. Ahyoo

    “aku pergi…. apa maksudnya?” pertanyaan yg sama.. apa sohee ingin mengakhiri hidup nya atau ada tujuan lain?? need sequel thor.. masih penasaran sama maksud dari “aku pergi”..

  19. sunflower

    sequelnya dunk thor

  20. triulva

    aku pergi??? kode mah ni,kode authory bkalan pergi trus ni ff ngegantung,eh heran smua ff yg d public akhi2 ini kok kebanyakan ngegantung..oh ya ampun.ckckck #ngedrama

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: