AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Hari Ayah?


#NP Ada Band feat Gita Gutawa – Yang Terbaik Bagimu

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang kini sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau ke luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya, mereka akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya.

Lalu bagaimana dengan ayah?

Mungkin karena ibu yang lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu? Jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau mendengarnya mendongeng, tapi tahukah kamu? Bahwa sepulang bekerja, dengan wajah lelahnya, ayah selalu menanyakan pada ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah ayah mengganggapmu bisa, ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian ibu bilang: “Jangan dulu yah, jangan dilepas dulu roda bantunya”, ibu takut putri manisnya terjatuh dan terluka. Tapi, sadarkah kamu? Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, ibu menatapmu iba. Tapi ayah akan mengatakan dengan tegas: “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”. Tahukah kamu? Ayah melakukan itu karena ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Ketika kamu sakit. Saat kamu pilek, ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata: “Sudah di bilang! kamu jangan minum es!”. Beda dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Tapi ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika sudah beranjak dewasa, kamu mulai menuntut pada ayah untuk dapat izin keluar malam, dan ayah akan bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu? Bahwa ayah melakukan hal itu untuk menjagamu? Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga.

Mungkin setelah itu kamu akan marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah ibu. Tahukah kamu? Bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya. Karena sesungguhnya, ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, ayah akan memasang wajah paling cool sedunia. Ayah sesekali akan menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu? Kalau hati ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam, hati ayah akan mengeras dan ayah memarahimu. Sadarkah kamu? Bahwa ini adalah karena hal yang sangat ditakuti ayah akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan ayah.”

Setelah lulus SMA, ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginannya.

Ketika sudah menjadi wanita dewasa, kamu harus pergi kuliah dikota lain. Ayah harus melepasmu di bandara, stasiun atau terminal. Tahukah kamu? Bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat. Mungkin yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu sambil berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut ayah adalah: “Tidak. Tidak bisa!” Padahal dalam batin ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu”. Tahukah kamu? Bahwa pada saat itu ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”.

Sampai pada saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena ayah tahu….. Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Pada akhirnya… Saat ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, ayah-pun tersenyum bahagia.

Apakah kamu tahu? Di hari yang bahagia itu ayah akan pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, ayah berkata: “Ya Allah, tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya.”

Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Ayah telah menyelesaikan tugasnya.

Ayah, Papa, Bapak, atau Abah kita. Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.

Yah, mungkin tidak semua dari kita mengalami hal-hal seperti yang aku tulis di atas. Meski begitu, kita pasti bisa merasakan kasih sayangnya kan? Aku juga tahu untuk menunjukkan kasih sayang tidak harus menunggu moment ini. Hanya saja, bertepatan dengan peringatan hari ayah yang berlangsung di Indonesia kemarin, aku ingin mengcopy paste catatan usangku yang ada di facebook dari tahun 2010 ini. Tapi, karena terlalu merindukan bapak, aku jadi nangis lagi semalem. Nangis, nangis sampe mata bengkak dan akhirnya ketiduran. Telat posting. Dan ternyata sekarang sudah tanggal 13 November. Ga kerasa sudah 2 tahun umur blog ini. Terima kasih. Tidak ada kata lain selain itu T.T

15tahun. Sudah 15thn aku hidup terpisah dari bapak. Hingga akhirnya aku merasa bingung dan canggung. Situasi dimana saat aku harus berhadapan dengan bapak. Saat bapak telpon atau saat aku bertemu dengan bapak. Kalau dipikir-pikir, harusnya banyak yang bisa kita bicarakan. Tapi…… T.T

Apalagi bapakku orang yang pendiam. Tidak banyak omong. Kalau boleh jujur, aku pengen tinggal serumah sama bapak. Hidup berdampingan seperti keluarga yang lain, berkumpul bersama setiap hari. Tapi rasa-rasanya itu mustahil. Meski begitu, aku harus bersyukur karena masih bisa melihat bapak, setidaknya sebulan sekali.

Lebih dari apapun, meski aku bukan tipe orang yang dengan gampang ngungkapin sesuatu, tapi aku…… Kangen bapak, aku sayang bapak.

4 Komentar

  1. resti

    mb astrid bikin nangis pagie2,,,,
    jadi kangen ma bapakku,,,,,😥

    entah knp q lebih deket dan bisa terbuka, bisa ngluarin semua unek2 sama bapak dari pada ibuk,, padahal kalau dipikir2 anak cewek sendirikan harusnya lebih deket ke ibuk yea,,,, hehehe curcol,,,,

    tetep semangat mb astred😉

    i miss you bapak,,,,❤

    selamat hari bapak,,,

  2. wuahhhh saeng g bbm semalam ternyta lg nangis haru…..gwenchana?….iy kdng qt g sdr sm peren pnting s org bpk..krn qt deket m ibu….bpk q dulu suka prgi2 gt…kdng d klimantan, aceh,pokoke k sluruh wlyah d ina bt krj,,jd q g deket bngt sm bpk q…skrng aj dia plnk s bln se x….knp q jd yg curhat..tp tau g dr semua ank2 bpk q ,q yg plink deket,plink ngelawan,plink sering debat,atw plink nyusahin dia…g ada tuh bpk ny yg dkejain ank ny nyari tiket konser ss4 suju djkt 2 hri …he he he ank durhaka gue .. kdng klw bpk jauh kngen,,klw deket mlh debat trz…qt sm keras ny…tp apapun itu posting ini bkin qt sdr,bersyukur bpk qt msh ad,sehay,msh bisa debat,msh bisa dmintain tolong, thank’s dad…..
    selamat hari bapak

  3. Hyejeong Kim

    ayah ku keras. bahkan gue ga bsa kompromi sma dia. curhat pun sama ibu😦 ,tpi yg jelas ayah ku lebih pengertian dia memahami apa yg gue pengen. gue minta apa klo dia bisa pasti dikabulin semntara ibu? dia mikir banyak yg duitnya ga ada lh yg apa lah bla bla bla >,< tiap kali gue inget kerja keras nya di sini yg udah ga keitung berapa lamanya dri gue kecil sampe gue segede ini gue pengen gantiin dia ! tpi ga mungkin mangkanya gue pengen kerja gue pengen mulai sekrg berusaha bahagiain ayah/ibu .dan pengorbanan ayah gue takan tergantikan dia tetep sosok yg gue kagumi🙂 #HappyFathersDay

  4. @resti: dasar cengeng😛

    @erni: uni, nasib kita sama, ktmunya sebulan sekali ga mesti (′ェ`)

    @jeongi: mulai skrg lu jan bandel lgi yah:/

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: