AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Thank You, I Love You


Kali ini Yongguk tidak bisa mentolerir lagi. Kepolosan dan kebaikan hati Sohee bisa membuat pria lain salah paham terhadapnya. Setelah sekian kali Yongguk berusaha keras untuk mengontrol perasaan cemburunya, dan dirasa berhasil -meski hanya bertahan beberapa jam- tapi untuk kali ini berbeda. Yongguk yakin, perasaannya sebagai seorang pria yang wanitanya sedang di dekati oleh pria lain tidaklah salah. Dan Yongguk tidak bisa berdiam diri seperti biasa.

“Aku tahu kau akan marah, tapi kali ini dengarkan aku. Aku tidak suka melihatmu dengan pemuda itu.” Ujar Yongguk pada Sohee yang sedang sibuk membuat makan malam di dapur.

“Hey.. Ada apa denganmu? Kenapa kau bertingkah seperti ini?” Sohee setengah tertawa menanggapi ucapan Yongguk.

“Aku serius. Dia tidak seperti teman-temannya yang lain. Dia berbeda. Dari caranya melihatmu, memperlakukanmu, berbicara denganmu. Semuanya! Kau terlalu polos untuk menyadari hal itu dan terlalu baik hati untuk berburuk sangka.” Ujar Yongguk yang terdengar putus asa. Lagi-lagi Sohee hanya menggeleng pelan, menatap Yongguk dengan pandangan yang sulit di artikan. Antara tak percaya dan iba? Pria itu terlihat seperti anak kecil yang takut jika mainannya akan di rebut.

“Hee-ya, kau harus lebih berhati-hati. Setidaknya menjaga jarak. Jangan terlalu baik padanya.” Yongguk masih berusaha membujuk kekasihnya.

“Hm, aku pikir kau sudah mengerti resiko pekerjaan kita, tapi rupanya aku salah.” Sohee angkat suara. Dari nada bicaranya, terlihat jelas jika gadis itu kecewa akan sikap Yongguk yang seolah tak mempercayainya.

Bagaimana bisa Yongguk cemburu buta pada bocah yang usianya 4 tahun lebih muda darinya? Tidak mungkin kan? Yongguk seorang, sudah cukup bagi Sohee.

Sohee tidak mungkin jatuh cinta pada bocah itu. Harus berapa kali Sohee menjelaskan? Bahwa hubungannya dengan bocah itu hanya sebatas rekan kerja, tidak lebih.

Lusa.

Lusa semuanya akan berakhir seiring dengan berakhirnya kontrak kerja sama. Bocah itu dan teman-temannya membutuhkan Sohee sebagai model MV-nya. Hanya itu.

Yongguk menyentuh kedua bahu Sohee erat dan menatapnya dalam, “Percayalah padaku kali ini.” Ucapnya tajam. Sohee diam, menunduk. Tidak berniat membalas atau membantah ucapan Yongguk dan lebih memilih melanjutkan pekerjaannya.

★☆★☆★☆

“Kau dimana?” Tanya Yongguk yang terdengar sedikit menuntut di ujung telfon. Yah, wajar saja jika pria itu khawatir karena Sohee tak kunjung mengangkat telfonnya.

“Masih dilokasi syuting. Ada apa? Bukankah kau sedang rekaman?” Sohee mengapit ponselnya di antara telinga dan bahu sementara tangannya sibuk membenarkan tali sepatunya.

“Apa pria itu juga ada disana?” Tanya Yongguk memastikan.

“Huh, dia mulai lagi!” Gumam Sohee dalam hati.

“Tidak. Dia sudah pulang.” Jawab Sohee akhirnya. Gadis itu sengaja berbohong untuk mengindari kecemasan Yongguk yang menurutnya sangat berlebihan itu.

“Bagus. Aku ingatkan sekali lagi, jangan terlalu baik pada bocah itu, jaga jarak dengannya. Mengerti?”

Sohee diam. Tidak ada jawaban dari gadis itu. Memaksa Yongguk memanggil namanya untuk memastikan. “Hee-ya, kau masih disana?”

“Ya.” Balas Sohee malas.

“Aku mencintaimu Sohee-ya.” Ucap Yongguk lirih namun penuh keyakinan. Memaksa Sohee menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.

“Aku juga mencintaimu Gukie-ya.” Balas Sohee sebelum menutup telponnya.

Sohee lantas melemparkan pandangan ke arah pemuda yang memakai kemeja putih yang  kini berjalan ke arahnya. Pemuda itu duduk di samping Sohee lalu menyodorkan sekaleng minuman.

“Kau pasti lelah.” Ujar pemuda itu. Mengabaikan norma kesopanan dimana harusnya ia memanggil Sohee dengan sebutan noona atau senior karena usianya yang memang lebih muda dari Sohee.

“Yah, sedikit.” Balas Sohee singkat.

“Kau harus menjaga kesehatan. Minum vitamin ini.” Pemuda itu menarik tangan Sohee kemudian menyerahkan sebuah botol berisi pil yang Sohee duga sebagai vitamin. Pemuda itu lantas pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.

Sohee menatap kepergian pemuda itu dalam diam. Perhatiannya kemudian beralih pada dua benda yang kini ada di genggamannya. Ponsel dan vitamin. Sohee mengingat kembali ucapan Yongguk tentang kekhawatirannya yang entah sudah keberapa kali meminta Sohee untuk mejaga jarak dengan pemuda itu.

“Dia pemuda baik. Mungkin kau hanya cemburu Gukie-ya.”

★☆★☆★☆

“Kenapa kau berbohong padaku?” Tuntut Yongguk yang spontan membuat Sohee menatapnya dengan pandangan bingung campur terkejut.

“Apa maksudmu?”

“Kau tadi bersamanya kan? Kau bahkan membiarkannya mengantarmu pulang.” Ucapnya tajam. Pandangannya tak lepas sedetikpun dari Sohee, seakan tak sabar menunggu jawaban dari bibir gadis itu.

“Mobil Oppa mogok di jalan. Lalu dia melihatku dan berbaik hati memberiku tumpangan karena ternyata rumah kami searah. Aku tidak menghubungimu karena aku tahu kau sedang sibuk. Lagipula kami tidak hanya berdua. Ada manajernya dan juga salah satu temannya.” Ujar Sohee panjang lebar coba menjelaskan.

“Harusnya kau memberi tahu aku. Sesibuk apapun, aku pasti akan menjemputmu.” Suara Yongguk melemah. Ia mendekati Sohee lantas mengacak pucuk rambut gadis itu.

“Maaf.” Sesal Sohee.

“Huh, haruskah aku menemui pemuda itu dan memberi tahunya untuk tidak mendekatimu? Yah, sepertinya aku perlu melakukan itu!” Gurau Yongguk yang entah kenapa malah mendapat tanggapan dingin oleh Sohee.

“Gukie-ya, apa itu? Kau mau mempermalukanku?” Ucapnya sedikit marah. “Kau tahu, aku sudah mulai merasa risih karena rasa cemburumu itu.”

“Apa? Apa saat ini kau sedang marah? Kau marah karena aku akan melakukan ini untukmu?” Ujar Yongguk tak percaya.

“Aku tahu cemburu itu perlu dalam suatu hubungan, tapi tidak sedemikian brutalnya. Aku merasa bersalah sempat berpikiran seperti ini, tapi saat ini aku benar-benar merindukan hari-hari bebasku dulu tanpa risih karena selalu diawasi dan terlalu didikte.” Emosi Sohee akhirnya meledak.

“Kalau kau benar-benar melalukan hal itu, aku tidak akan pernah mau menemuimu lagi.” Ancamnya yang sontak membuat Yongguk terkejut setengah mati.

“Aku melakukan itu untuk melindungimu Hee-ya! Apa kau tak merasa?” Ujar Yongguk tertahan.

“Yah. Tapi itu sudah berlebihan. Kau memperlakukanku seperti anak TK yang harus selalu diawasi.”

“Aku melakukannya karena aku mencintaimu. Kau tau itu kan?” Yongguk menyentuh kedua pundak Sohee. Menatap gadis itu tajam.

“Aku tahu. Tapi, bisakah kau bertidak wajar seperti pria lain?” Sohee balas menatap Yongguk, seolah menantang.

“Wajar? Jadi menurutmu aku tidak wajar? Yak Hee-ya! Ada apa denganmu? Apa pemuda itu yang sudah mempengaruhimu? Apa kau tidak mencintaiku lagi?” Teriak Yongguk frustasi.

“Kenapa kau berkata seperti itu Gukie-ya?!” Lirih Sohee dengan pandangan terluka.

“Akhir-akhir ini aku merasa kau sangat sulit untuk ku jangkau.” Yongguk melepaskan Sohee lantas berbalik.

“Aku masih mencintaimu sampai saat ini, sama seperti dulu.” Aku Sohee.

“Tapi sekarang aku seperti tak mengenalmu. Kau tahu aku melakukan ini karena aku mencintaimu. Tapi kau malah menanggapinya dengan cara seperti ini. Mengabaikan usahaku untuk menjagamu.” Suara Yongguk terdengar gemetar. Kentara sekali pria itu sangat berusaha menahan emosi.

“Tidak! Itu tidak benar. Hanya saja akhir-akhir ini kekhawatiranmu yang berlebihan itu membuatku lelah.” Tukas Sohee.

“Baiklah. Jadi kau berharap aku diam saja melihatmu didekati pria lain yang jelas-jelas menaruh hati padamu dan berusaha mendekatimu. Parahnya kau seperti tak ada usaha sedikitpun untuk menghentikan-”

“Apa kau sudah tidak mempercayaiku lagi?” Potong Sohee yang sukses membuat Yongguk terdiam. Gadis itu tertawa miris melihat kekasihnya seolah tak percaya padanya.

“Baiklah. Ini mungkin terdengar sudah tidak masuk akal. Tapi aku pikir saat ini kita butuh waktu untuk memikirkan semua ini. Jangan menghubungiku dulu beberapa hari ini, Aku hanya ingin sendiri.” Sohee terlihat sangat marah dan langsung berbalik pergi. Meninggalkan Yongguk yang masih terdiam seperti patung.

★☆★☆★☆

“Apa kau sedang bertengkar dengan Yongguk?” Kakak Sohee yang juga bertugas menjadi managernya tiba-tiba datang membuyarkan lamunan gadis itu.

“Kau mengejutkanku oppa!” Lirih Sohee malas, tidak seperti biasanya. Yang membuat Yunho semakin yakin jika sesuatu terjadi antara adiknya dan pria itu.

“Ha.. sepertinya tebakanku benar. Beberapa hari ini kau terus seperti ini, berwajah murung. Hey, kemana wajah ceria Jung So Hee yang menghangatkan itu?” Hibur Yunho. Cukup mampu mengukir segaris senyum dibibir Sohee.

“Huh, dia benar-benar mengesalkan akhir-akhir ini. Oppa pasti tahu kenapa, aku yakin itu! Bukankah oppa juga detektif yang dia sewa untuk mengawasiku?” Sindir Sohee, ringan.

“Wuaaa… karena itu rupanya? Bukankah setiap wanita merasa senang diperlakukan seperti itu oleh pria yang dicintainya? Maksudku dijaga dan dilindungi seperti permata yang berharga. Itu artinya dia benar-benar mencintaimu Hee-ya!” Ujar Yunho menasehati.

“Tapi dia sudah berlebihan. Ini membuatku merasa terkekang.”

“Aku tahu. Tapi Yongguk hanya berusaha menjauhkan pemuda yang memang sedang berusaha merebutmu darinya. Ku pikir wajar jika Yongguk melakukan itu. Hanya saja mungkin caranya sedikit berlebihan dalam melindungimu.” Sohee diam. Mendengarkan tiap kalimat yang keluar dari bibir oppanya itu.

“Apa Oppa sekarang menjadi managernya? Sepertinya Oppa lebih memihak padanya?!” Ucap Sohee kesal.

“Tidak. Aku mengatakan ini karena kami sama-sama pria. Jadi sedikit banyak aku tahu bagaimana perasaannya. Mungkin kau bisa sedikit mengerti kondisinya mengapa dia sampai melakukan hal semacam itu, pasti ada alasannya. Bukankah sebelumnya dia tidak pernah seperti ini?”

Sohee menunduk. Yah, semua yang dikatakan Oppanya itu memang benar adanya. Rasa marah dan kesalnya pada Yongguk beberapa hari yang lalu membuat Sohee merasa bersalah. Ditambah lagi rasa sakit karena rasa rindu yang tak bisa dibendungnya.

Sohee benar-benar merindukan Yongguk. Sudah hari ke 6 sejak pertengkara  itu keduanya tidak berkomunikasi sama sekali. Sohee merindukan suara Yongguk, pelukan Yongguk, senyum Yongguk dan tatapan hangat pria itu.

“Kalian di sini rupanya.” Ujar salah seorang staff yang menghampiri Sohee dan Yunho. “Aku mencari kalian kemana-mana. Oh ya, tadi manager grup rookie yang kau bintangi datang kemari dan mengundang kita untuk makan malam besok. Dia bilang untuk merayakan keberhasilan lagu mereka yang kini merajai chart,
kalian harus ikut?!” Ujar staff tersebu membuat Yunho kegirangan.

“Wuaah… menyenangkan. Tentu saja kami pasti ikut!” Ujar Yunho antusias.

★☆★☆★☆

Yongguk melihat kalender di dinding rumahnya. 7 hari. Sudah 7 hari sejak hari itu. Sepertinya ini adalah pertengkaran terlama yang terjadi diantara ia dan Sohee. Benar-benar membuat Yongguk merasa buruk sekarang karena terlalu merindukan Sohee seperti orang gila!

“Masih seperti ini. Kau belum menghubunginya?” Himchan tiba-tiba duduk disamping Yongguk.

“Ku pikir, kau memang terlalu berlebihan Gukie-ya. Mungkin Sohee merasa tertekan dengan sikapmu yang terlalu protektive.”

Yongguk menatap Himchan tak percaya. Bahkan sahabatnya itupun seakan tak mengerti sedikitpun kenapa ia sampai melakukan hal itu?

“Yah, mungkin itu karena kau sangat mencintainya. Tapi kau tahu, perempuan bisa merasa jengkel jika itu sudah sangat berlebihan. Aku sendiri merasa sedikit khawatir melihatmu bersikap seperti. Ini pertama kalinya aku melihatmu seperti itu terhadap seorang gadis. Kau hampir mendekati psikopat!”

“Apa kau pikir aku tipe orang yang seperti itu?” Marah Yongguk.

“Jangan lakukan hal itu jika kau tak ingin kehilangan Sohee. Bersikap wajarlah.” Saran Himchan yang membuat Yongguk benar-benar tak bisa bicara.

Benarkah ia sudah sangat keterlaluan?

Yongguk lantas mengeluarkan sebatang rokok. Benda mematikan itu adalah satu-satunya pelampiasan agar bisa menenangkan perasaannya yang saat ini sedang kacau.

Ponsel Yongguk tiba-tiba berdering. Sungguh, Yongguk berharap itu adalah panggilan dari Sohee. Secepat mungkin ia merogoh ponsel yang ada di dalam saku celananya dan melihat sang penelpon yang ternyata adalah… Yunho.

“Hyung? apa yang terjadi?” Yongguk langsung panik saat menerima panggilan itu. Jelas saja, karena tidak biasanya Yunho menghubunginya malam-malam begini.

“Yongguk-ssi, kau dimana? Aku benar-benar bingung sekarang. Kami sedang datang ke pesta perayaan, tapi tiba-tiba saja aku harus pulang karena istriku mengeluh mengalami kontraksi. Sepertinya akan melahirkan. Sohee masih disini. Entah kenapa malam ini dia terlalu banyak minum. Dia menolak ketika kuajak pulang, aku merasa khawatir meninggalkannya sendiri. Dan aku tak bisa menitipkannya pada siapapun disini. Bisakah kau
menjemputnya?” Yunho yang cemas memohon penuh harap.

“Apa? Hyung, kau tahu dia tidak bisa minum, kenapa kau membiarkannya melakukan itu!” Yongguk tak kalah panik.

“Dia minum saat tidak berada didekatku. Anak-anak itu mengajaknya bergabung dan aku tidak bisa menolaknya.” Jelas Yunho yang membuat Yongguk semakin panik.

“Apa? HAH! Aku benar-benar bisa gila!! Baik aku segera kesana. Dimana itu?” Sahut Yongguk cepat. Tentu ia harus segera kesana sebelum orang lain ‘memanfaatkan’ keadaan.

“Pub sebelah barat Apgujeong.”

★☆★☆★☆

Mata Yongguk tak henti hentinya menelusuri isi pub. Tempat itu begitu ramai dan berisik. Membuat Yongguk benar-benar frustasi dibuatnya. Tiba-tiba mata Yongguk tertuju pada seorang gadis yang mengangkat tinggi-tinggi botol vodka.

Yongguk terkejut melihat Sohee yang sudah mabuk berat. Gadis itu berjalan terhuyung. Tangannya coba menggapai apapun. Dan seorang pemuda yang berdiri tak jauh dari Sohee dengan sengaja memanfaatkan keadaan itu.

Pemuda itu membisikkan sesuatu di telinga Sohee. Keduanya begitu dekat. Entah apa yang pemuda itu katakan, yang jelas sedetik kemudian pemuda itu membuka dua kancing kemeja Sohee. Tangannya dengan bebas memeluk pinggang Sohee sambil bergoyang mengikuti irama musik. Mendekapnya erat dan berusaha mencium Sohee. Dan Yongguk sudah tidak bisa mentolerirnya lagi.

Yongguk mempercepat langkahnya. Ia benar-benar marah sekarang. “Sebelum bibir pemuda brengsek itu berhasil menyentuh bibir wanitanya, Yongguk pastikan bahwa tangannya akan bertindak lebih cepat dengan mendarat di wajah pemuda itu hingga berdarah.

“BUG!!”

Sebuah pukulan berat mendarat tepat di wajah tampan pemuda itu. Ia jatuh tersungkur di lantai. Kekacauan terjadi sesaat setelah itu. Yongguk tak peduli lagi. Ia menarik Sohee dalam pelukannya lantas menggendongnya keluar dari tempat sialan itu.

“Chanie-ya, ambil kunci mobilnya. Kau saja yang menyetir.” Yongguk melemparkan kunci mobilnya pada Himchan yang sejak tadi menunggu di luar.Yongguk memapah Sohee dan duduk di kursi belakang.

“Aku tak mau pulang Oppa!” Teriak Sohee tiba-tiba sambil mendorong tubuh Yongguk.

“Aku akan sangat merindukannya jika sendirian. Jadi biarkan aku bersenang-senang bersama yang lain dan melupakannya sejenak!” Ujar gadis itu sambil menangis.

Yongguk menarik Sohee ke dalam pelukannya, lalu membelai rambutnya pelan. Sohee membuka mata, menatap Yongguk tajam. “Bahkan sekarang kau terlihat mirip seperti Yongguk, Oppa. Dan bau tubuh ini, hmm… seperti baunya.” Ocehnya lagi.

“Ini benar-benar aku, bodoh. Tidurlah.” Yongguk mengecup kenig Sohee lantas menariknya semakin erat dalam pelukan hangatnya.

★☆★☆★☆

Sohee menyentuh kepalanya yang masih terasa pusing. Ia menatap ke sekelilingnya. Tempat itu sudah tidak asing lagi baginya. Masalahnya, bagaimana ia bisa ada disana?

“Sudah bangun?” Sebuah suara mengejutkan Sohee.

“Yonggukie? Kenapa aku di sini?” Tanyanya bingung. Ia semakin terkejut saat melihat kondisi tubuhnya yang kini hanya terbalut selimut.

Yongguk menyerahkan segelas minuman yang segera di minum oleh Sohee. Yongguk memilih tak banyak bicara. Ia ingin Sohee mengingat kejadian semalam sendiri. Takutnya Sohee tidak percaya dengan ucapannya dan mereka malah bertengkar lagi. Dan Yongguk jelas tidak menginginkan hal itu terjadi.

“Gukie-ya, Kenapa aku disini? Bukankah semalam aku sedang di pub?” Sohee yang masih bingung coba mengingat semuanya, satu persatu.

“Sudah tahu tidak bisa minum, kenapa kau masih nekat minum sampai mabuk?” Yongguk melipat kedua tangannya, menatap Sohee tajam.

“Aku.. hmm… itu karena… tunggu, kenapa kau mengalihkan pembicaraan? Kenapa aku bisa ada disini sekarang?” Tanyanya lagi.

Yongguk tersenyum lantas mengacak rambut Sohee pelan. “Sudahlah. Istirahatlah lagi.” Yongguk berdiri, bersiap meninggalkan Sohee sendirian. Namun gadis itu sedetik lebih cepat dengan menahan tangan Yongguk.

“Tunggu.. Apa terjadi sesuatu denganku semalam?”

Sohee berusaha keras mengingat saat ia bersenang-senang di pub. Tertawa dan menikmati pesta. Meski begitu pikirannya tetap saja tak bisa melupakan sosok yang kini ada di hadapannya. Hingga akhirnya bocah itu menghampirinya dan menawari vodka. Semakin banyak Sohee memikirkan Yongguk, maka semakin banyak pula ia minum.

Sohee masih sadar saat pemuda itu menariknya ke lantai dansa. Keduanya meliuk-liukkan tubuh hingga pemuda itu membisikkan sesuatu ke telingannya.

“Aku menginginkanmu.”

Benar. Sohee tidak salah dengar. Meski saat itu pub dalam keadaan ramai tapi ia masih bisa mendengar dengan jelas. Namun alkohol sudah menguasai tubuhnya hingga ia membiarkan pemuda itu membuka kancing kemejanya dan……

“GUKIE-YA!” Teriak Sohee tiba-tiba.

“Kenapa Hee-ya?” Yongguk yang panik kembali duduk.

Sohee langsung memeluk Yongguk ketika pria itu membungkuk hendak memeriksa kening Sohee. Yongguk terkejut sesaat karena ulah Sohee, namun tak perlu waktu bagi Yongguk untuk membalas pelukan Sohee.

“Apa kau sudah ingat sekarang?”
Tanyanya pelan, dan Sohee mengangguk mengiyakan. “Tak apa. Kau sudah disini sekarang. Kau aman.” Ucapnya lagi.

Sohee hanya diam, namun pelukannya semakin kecang hingga membuatnya terjatuh di atas Yongguk. Bukannya melepaskan pelukan, Sohee malah
semakin erat memeluk Yongguk.

Entah kenapa, Sohee benar-benar merasa lebih baik jika melakukan ini. Perasaan bersalah karena tak menghiraukan ucapan Yongguk, juga merasa rindu yang amat sangat pada pria itu.

“Hey… ada apa denganmu?” Tanya Yongguk yang mulai terengah-engah karena Sohee berada di atas tubuhnya dengan posisi memeluk sangat erat.

Sohee menggeleng. “Aku sangat merindukanmu.” Lirihnya.

Setelah mendengar pengakuan Sohee, Yongguk membalik tubuhnya hingga kini posisi Sohee yang berada di bawah. Tangan Yongguk menyingkirkan rambut Sohee yang menghalangi wajah cantik gadisnya.

“Aku juga sangat merindukanmu.” Ujarnya sambil membelai wajah Sohee.

“Aku minta maaf. Harusnya aku tak mengabaikan kata-katamu. Aku tak tahu bahwa dia berniat melakukan itu padaku. Aku benar-benar tidak tahu.” Sesal Sohee. Suaranya terdengar parau dan air matanya mulai mengalir.

“Sudah tidak apa-apa. Aku juga minta maaf karena rasa cemburuku yang mungkin berlebihan pada setiap pria yang dekat denganmu. Aku tidak tahu bahwa itu membuatmu tertekan, aku hanya memikirkan perasaanku saja, maaf. Pasti sulit bagimu menghadapi sifatku itu.”

Sohee sedikit mendongakkan wajahnya, memberanikan diri untuk menatap wajah Yongguk yang kini mengusap air matanya.

“Aku sudah menyelamatkanmu dari pemuda itu, tapi kenapa kau memberiku wajah seperti ini? Kau harusnya berterimakasih dengan senyum cantikmu.” Goda Yongguk.

Sohee masih diam, menatap wajah Yongguk dengan seksama. Tanpa berkedip. “Pria inilah yang mampu menjagaku, melindungiku, memberiku rasa aman dan nyaman. Aku tak pernah ragu padanya, aku mempercayainya.” Gumam Sohee dalam hati. Gadis itu lantas mengalungkan tangannya ke leher jenjang Yongguk dan mengecup bibir pria itu.

“Terima kasih banyak Gukie-ya. Bahkan mungkin kata itu tidak cukup untuk mengungkapkan bahwa aku sangat berterimakasih karena memilikimu disisiku.”

8 Komentar

  1. O my gooooooodddddddddd liat TL pas lagi voting ternyata eonnie nge-post something. Lagi mood baca ya sambil di baca hahahaha :v EHEEEEEEHHHHHH kenapa selalu dapet sih feelnyaaaaaaaahhhhh??? T.T
    Apalagi bagian Appa ngomong. Itu benaran kerasa real eonnie :'(((( keren!!!
    Eh iyaaaa… Aku udah lewatin berapa FF eonnie ya? Hehehe duh jadwal padat eonnie, baca ff kalo mood aja :3 maaf…😦
    semangat vote Bap eonnie😀.
    BETTY.

  2. iri sangat m couple ini (banghee)…knp lht cinta mereka berdua kya ny indah mulu,,,deabak c eonni ini klw bt ff feel ny slalu kena bngt….kdng slgi bca qt ikutan kbwa2…emosi,sedih,senang
    , aneh ny ada ff yg bgitu mempengaruhi pikiran yg baca ny…..semangat trz eon…dtunggu ff yg lainny

  3. Hyejeong Kim

    akhirnya #BangHee kambek juga :* oneshot si yahh pengen lagi mak gue masi kangen #BangHee couple
    gue penasaran grup rookie nya itu apa mereka BTS yak??

  4. resti

    akhirnya ff mb astred keluar juga,,,,

    meski telat baca tp puas sama ceritanya,,,

    semangat mb astred ^_^

  5. huaaa…. lma tak jumpe ni couple.

  6. @Betty: gpp, aku juga sibuk, ini baru bisa bales😛

    @Erni: mereka akan slalu bahagia un, └(^o^)┘

    @jeongi: gue ketahuan masa o.O?

    @resti: lebih baek telat daripada kaga sama sekali :*

    @kareryeo: kangen ga sih? hahah xD

  7. Feel sama konfliknya kece!! Ini yang biasa terjadi sama pasangan-pasangan lainnya

    • buahahaha😄 hei readers baru, aku mencium bau-bau jiwa BangHee Shipper dalam dirimu :v sudah berapa banyak ff yang kau ubek2 disini? maap banget baru sempet bales😀

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: