AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Why Always Bonera?


Why always Bonera?

Daniele Bonera.

Nama pemain Milan yang berposisi sebagai bek tengah ini pasti sudah banyak di kenal para Milanisti. Tapi namanya seolah makin melejit belakangan ini. Kenapa? Nah ini yang menjadi pertanyaan saya. Kenapa? Kenapa selalu Bonera?

Oke, seperti judul di atas, Why Always Bonera? Saya akan mencoba mengulas semampu saya. Sekali lagi, catat, semampu saya. Karena saya hanya fans kemarin sore yang tidak begitu mengerti tentang teknik, taktik, dan semacamnya. Yang saya tahu, saya hanya mencintai Milan dengan segenap hati. 

bonbon

Nama Lengkap : Daniele Bonera
Tempat Lahir : Brescia, Italia
Tanggal Lahir : 31 Mei 1981
Kebangsaan : Italia
Posisi : Bek Tengah
Bermain di Klub : AC Milan

Daniele Bonera adalah pemain berkebangsaan Italia yang saat ini bermain untuk Milan dan berposisi sebagai bek tengah. Bonera lahir di Brescia pada tanggal 31 Mei 1981.

Seperti kebanyakan pemain sepakbola yang mengawali karirnya dari tempat lahirnya, begitu pula dengan Bonera.
Pria bertinggi 1.83 meter ini bergabung dengan akademi Brescia pada tahun 1995.

Bonera mengasah bakatnya di youth team sampai akhir tahun 1999. Pada tahun tersebut, Bonera di promosikan ke tim utama Brescia. Di tim utama, Bonera menjadi figur penting di jantung pertahanan Brescia.

Debut pertama Bonera untuk Brescia saat ia main di ajang Serie B pada musim 1999-2000.

Setelah meraih promosi pada musim berikutnya, Bonera menjalani laga Serie A pertamanya melawan Udinese. Ia juga termasuk ke dalam skuad saat Brescia menjadi runner-up di Piala Intertoto 2001. Ia bermain selama 3 musim untuk Brescia sampai tahun 2002. Total 72 laga Bonera mainkan bersama Brescia sebelum pindah ke Parma pada Juli 2002.

Bonera yang tidak pernah mencetak gol saat di Brescia, berhasil menciptakan 1 gol di musim pertamanya, 2002-2003, ke gawang mantan klubnya tersebut. Selama 4 musim membela Parma, Bonera bermain dalam 98 laga di segala ajang.

Penampilannya yang menjanjikan selama di Parma menimbulkan ketertarikan dari sesama klub Italia, AC Milan. Akhirnya Milan mengakuisisi Bonera pada 28 Juli 2006 di usianya yang ke-25 dengan mahar 3 juta Euro.

Bonera kemudian menjalani debutnya dengan bermain di ajang Liga Champions kala melawan Anderlecht. Bonera yang saat itu di posisikan sebagai bek kanan juga mendapatkan kartu merah karena dianggap mengulur-ulur waktu.

Setelah terbukti posisi bek kanan bukanlah posisi yang ideal baginya, Bonera kembali ditempatkan di pos aslinya yaitu bek tengah. Massimo Oddo yang seorang bek kanan murni, dibeli untuk mengisi pos yang di tinggal Bonera.

Kembali ke posisi asli membuat Bonera dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan menjadi pemain yang menonjol diantara rekan-rekannya.

Di pertengahan kedua musim 2008-2009, Bonera mengalami cedera yang cukup serius sehingga ia harus absen selama 10 bulan. Bonera mengikuti jejak Alessandro Nesta dan Kakha Kaladze yang telah terlebih dahulu naik meja operasi. Meski sedang terlilit cedera, namun Milan malah menawari perpanjangan kontrak pada September 2009 yang membuatnya bertahan hingga 2013.

Bonera kembali dari cedera pada 13 Januari 2010 dan bermain selama 45 menit di ajang Coppa Italia melawan Novara. Sayang, Bonera mulai kehilangan posisinya karena solidnya duet lini bek tengah Alessandro Nesta dan Thiago Silva.

Bonera lalu dikembalikan ke posisi pertama saat ia bergabung dengan Milan, bek kanan.

Performanya di posisi tersebut jauh lebih baik daripada saat pertama kali ia bergabung dan menjadi pilihan utama di bek kanan. Namun lagi-lagi ia harus kehilangan posisinya karena dalam waktu yang bersamaan, Gianluca Zambrotta, Luca Antonini, dan Massimo Oddo telah sembuh dari cedera.

Bonera sempat kembali pilihan utama di posisi bek tengah ketika Nesta kembali mengalami cedera. Sempat dihubungkan dengan rumor kepindahan ke Juventus, Bonera malah kembali menandatangani perpanjangan kontrak pada 23 Mei 2013 sampai dengan 30 Juni 2015.

Di samping membela klub, Bonera juga merupakan pemain timnas Italia yang bermain di beberapa kompetisi internasional. Di awali dari skuat Italia U-21 yang berlaga di UEFA European U-21 Football Championship 2002 dan 2004.

Bonera juga tergabung ke dalam skuad Olimpiade 2004. Di timnas senior, Bonera mencatatkan 16 kali laga. Namun sayang tak sekalipun laga-laga yang ia jalani adalah kompetisi internasional semacam Piala Dunia dan Euro. Meskipun ia sempat masuk di skuad yang menjalani babak kualifikasi, namun Bonera kerap kali gagal menembus skuad untuk putaran final. Ia melewatkan Piala Dunia 2006, Euro 2008, Piala Dunia 2010 dan Euro 2012.

Lalu, apa yang aneh dari semua itu? Jika di lihat sekilas, karir Bonera berjalan normal dan wajar seperti pemain sepakbola lainnya bukan?

Tapi tidak bagi Milanisti.

Awalnya saya juga merasa jengkel setiap kali Bonera mengisi starting line-up Milan. Kenapa? Karena menurut saya dia tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengisi posisi bek tengah. Dia gampang di lewati oleh pemain lawan. Sering melakukan blunder. Usianya-pun sudah tidak muda lagi.

Tapi kenapa Milan tetap mempertahankannya?

Kenapa Bonera selalu menjadi pilihan utama pelatih Seedorf ataupun Inzaghi?

Kenapa? Pasti ada ‘sesuatu’ kan? Tidak mungkin mereka melakukan hal itu (memilih Bonera) tanpa sebab. Tanpa alasan.

Oke. Kita bahas satu persatu.

Yang pertama, “Kenapa Milan tetap mempertahankannya?”

Milan yang sekarang bukanlah Milan yang dulu. Milan yang sekarang bukanlah Milan era ke-emasan seperti tahun 80-90an. Dan mau tidak mau kalian harus menerima kenyataan itu.

Milan yang sekarang bukan Milan yang dulu, yang mampu membeli bintang macam Pato, Seedorf, Sheva, Ibra, Gilardino, Ronaldinho, Nesta, Pippo, Rui Custa. Bukan! Milan yang sekarang adalah Miloan yang hanya mampu meminjam atau mencomot pemain free transfer.

Entah kebijakan macam apa yang sedang di terapkan manajemen Milan, yang pastinya ini bukan hal yang benar. Milan seakan-akan menjadi tim miskin yang bahkan tidak mampu untuk membeli pemain.

Lalu apa hubungannya dengan Bonera?

Jika dibandingkan dengan pemain yang lain, Bonera adalah pemain yang bisa di bilang cukup lama berada di Milan. Dan mungkin setelah kontraknya bersama Milan habis, ia akan gantung sepatu.

Saya hanya ingin bermain untuk Milan dan berakhir dengan menggunakan jersey ini. Tidak masalah sekalipun saya tidak di gaji. Ungkap Bonera setelah ia memperpanjang kontraknya dengan Milan selama 2 tahun.

Sebenarnya bukan hanya Bonera yang rela tidak di gaji. Bonera bukan pemain pertama dan satu-satunya yang rela tidak di gaji di Milan. Sebelumnya ada Kaka, bahkan Rami juga rela mengeluarkan uang agar bisa bergabung dengan Milan. Entah magnet apa yang ada dalam diri Milan, bahkan pemain sekelas Montolivo, Honda, rela menunggu hingga kontraknya berakhir agar bisa datang dengan sukarela membela Milan.

Oke, kembali pada Bonera. Dengan apa yang sudah di katakan Bonera dan melihat kondisi Milan saat ini, seharusnya kalian sudah bisa menduga apa yang ada di otak picik para petinggi Milan. Karena itulah mereka mempertahankannya. Bonera pemain asli Italia yang mana Milan tidak perlu repot-repot mengeluarkan pajak untuknya. Tidak seperti jika Milan tetap mempertahankan Kaka ataupun Robinho, mereka harus membayar pajak untuk pemain tersebut. CMIIW

Lalu yang kedua, “Kenapa Bonera selalu menjadi pilihan utama pelatih Seedorf ataupun Inzaghi?”

Masih berhubungan dengan ulasan yang pertama. Dari kasak-kusuk Milkas (Milanisti Kaskus) yang dibahas oleh para dedengkot dan sesepuh disana, mereka menduga adanya klausul kontrak dengan bek lain (Rami) tentang bonus main maksimal, seperti kasus yang di alami Aquilani dulu. Masih ada yang ingat? Atau malah tidak tahu?

Jadi begini, dalam klausul kontrak, Rami akan mendapat bonus jika Rami bermain memuaskan. Entah itu secara banyaknya laga yang ia mainkan atau permainan yang memuaskan. Kalau Rami sering bermain, apalagi permainannya bagus, otomatis pelatih akan menjadiknnya sebagai starter. Maka, untuk menghalangi Rami bermain, manajemen menekan Seedorf atau Inzaghi untuk tidak memainkan Rami. Yang otomatis memaksa pelatih menjadikan Bonera sebagai starter. Apalagi saat ini Alex masih mengalami cidera.

Atau, kita coba berpikir positif tentang kemungkinan pelatih memasang Bonera. Di samping karena Pippo mengatakan sendiri kalau Bonera is a champion, Bonera adalah salah satu bek senior yang pernah bermain, merasakan dan mengalami masa-masa susah senang bersama bek tangguh Milan terdahulu. Dan kalau saya boleh berasumsi positif, mungkin Pippo ingin meningkatkan kepercayaan diri anak asuhnya dengan menunjuk Bonera sebagai kapten agar lebih bisa di andalkan. Tentunya ini juga karena belum fit-nya Il Capitano Montolivo.

Tapi itu adalah asumsi saya. Kalau dari lubuk hati saya yang paling dalam sih saya tidak suka setiap melihat nama Bonera ada di setiap susunan pemain yang di bawa oleh pelatih. Saya tidak mau munafik, memang ada rasa kesal, sebal, seperti kalian. Tapi saya selalu menahan diri agar tidak menghujat pemain sendiri. Saya masih memiliki respect, apalagi Bonera adalah pemain loyal yang mau tidak mau harus kalian akui bahwa dia adalah salah satu calon legenda Milan.

Seperti beberapa waktu yang lalu saat saya melakukan survey dengan meminta pendapat para Milanisti tentang Bonera. Apa yang ada di otak mereka jika saya menyebut nama “Bonera”, apa mereka juga memiliki pemikiran yang sama dengan saya?

Demi Bonera, saya bahkan rela menghabiskan waktu untuk berselancar dan menghabiskan waktu untuk mencari informasi lebih tentang Bonera, juga memberanikan diri bertanya pada @altaqui dan admin @info4_Milanisti.

Screenshot_2014-09-28-11-11-03[1]

Dan setelah menghabiskan waktu selama berhari-hari, akhirnya saya bisa menulis artikel ini. Lengkap dengan pendapat mereka dan ulasan yang mungkin masih banyak kekurangan. Tapi setidaknya saya sudah MENCOBA sekuat tenaga untuk mengubah ‘image’ Bonera. Saya tidak ingin Bonera terus di hina atau di salahkan terus menerus pada Milanisti, karena bagaimanapun Bonera adalah pemain Milan yang butuh dukungan kita.

Jadi artikel ini saya dedikasikan khusus untuk Daniele Bonera.

Agar Milanisti tidak terus menyalahkan dan mengkambing hitamkan Bonera.

Agar kalian tidak hanya melihat dari satu sisi.

Agar kalian bisa lebih sedikit respect, sedikit saja, pada pemain Milan yang satu ini.

Saya mohon.

Sudah cukup kalian menyalahkan Bonera. Kalau saja kalian tahu jika dia juga korban dari kebrengsekan manajemen Milan, kalian tidak akan bersikap seperti ini.

Bonera juga Milanisti. Dia pasti ingin melakukan yang terbaik untuk Milan. Hanya saja terkadang keinginan tidak sama dan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Bagaimana? Apa kalian tidak pernah merasakan keadaan yang sama atau setidaknya ada di posisi Bonera?

Bayangkan jika kalian bukan pilihan utama, tapi kalian di paksa untuk terus bermain. Tentu kalian tidak bisa menolak perintah. Selain itu pasti ada keinginan untuk membuktikan diri. Tapi masalahnya orang-orang tidak mengharapkan kehadiran kalian dan menganggap kalian hanya pembawa sial.

Mungkin bagi orang-orang yang tidak pernah mengalami hal itu pasti akan meremehkan apa yang saya katakan ini. Tapi bagi orang yang pernah dalam posisi seperti itu pasti akan mulai timbul perasaan respect. Setidaknya sekedar untuk tidak menghujat atau menyalahkan.

Bisakah?

Sesulit itukah?

Karena bagi saya, orang yang hanya bisa menyalahkan orang lain adalah orang yang tidak puas dengan dirinya sendiri. Karena itu dia butuh pelampiasan. Tentu saja dengan menyalahkan orang lain. Hanya saja cara yang mereka lakukan salah. Karena toh jika kalian HARUS menyalahkan seseorang, seharusnya kalian menyalahkan Pippo bukan Bonera!!

Iya! Fillipo Inzaghi pelatih Milan saat ini. Kenapa? Karena dia yang bertanggung jawab atas tim. Jika kalian bisa menyalahkan Allegri (dulu), kenapa kalian tidak bisa menyalahkan Pippo? Jangan naif.

Dan jika saya boleh bersikap egois dan masa bodoh, saya ingin bertanya, apa hak kalian menyalahkan Bonera? Karena bahkan pelatih saja tidak mengatakan hal demikian. Jadi…. OH!!! Atau mungkin kalian lebih cerdas dari pelatih? Atau kalian lelah mendukung Milan yang selama beberapa tahun terakhir ini penampilannya naik turun? Tidak konsisten?

Ada seorang member grup yang memposting dan membuat saya miris membacanya, “Yah Milan seri lagi. Siap-siap di kecengin nih sama temen sekolah.”

Sayang, kalau kamu sudah memutuskan untuk mencintai sesuatu, jangan setengah-setengah. Cintai dia seutuhnya. Tentu termasuk menerima kelebihan dan kekurangannya. Untuk Milan-pun begitu, jangan hanya senang kalau Milan menang aja, tapi tetep semangat buat mensupport Milan meski seri apalagi kalah. Menjadi Milanisti itu mudah, tapi sulit untuk dijalani.

Karena bukan kemenangan, bukan juga piala, tapi kekalahan-lah yang menjadi tolak ukur, seberapa besar kesetiaan dan seberapa kuat kesetiaan kita pada Milan.

Mengerti? Bisa dipahami? Oke, quote di atas sepenuhnya milik saya yang sudah di lindungi undang-undang😄

Jadi sudahlah, cukup sampai disini, akhiri sekarang juga. Hentikan menghina atau menyalahkan Bonera. Karena kita adalah Milanisti, tugas kita mendukung Milan, bukan menyalahkan pemain kita sendiri. Bagaimana kalau fans lain tahu? Pasti kita akan di tertawakan. Di anggap fans karbitan dan kekanakan. Jangan harap fans lawan akan respect pada pemain Milan kalau Milanistinya saja memusuhi. Pikirkan ini baik-baik. Kalau kalian sampai memikirkan hal terkecil semacam ini, kalian tidak akan melakukan hal konyol dengan menghujat atau menyalahkan Bonera.

Daripada menghabiskan waktu untuk mencari kesalahan pemain, kita bisa membicarakan hal lain seperti skema permainan, mereview pertandingan sebelumnya dan memprediksi pertandigan selanjutnya. Iya kan?

SEKALI LAGI, SAYA TIDAK SEDANG DALAM POSISI MEMBELA BONERA ATAU MEMBENARKAN APA YANG SUDAH BONERA LAKUKAN. TIDAK! DISINI SAYA HANYA INGIN MEMBUKA MATA KALIAN UNTUK SETIDAKNYA MENGHARGAI BONERA DENGAN TIDAK LAGI MENGHINANYA. SAYA BUKAN BONERANISTI, SAYA MILANISTI.

Oke. Kembali ke topik dimana saya meminta pendapat para Milanisti tentang Bonera dan mendapat jawaban seperti ini:

Hamitzic Milanisti
Bonera bukan calon legenda Milan. Sejak datang hingga sekarang, dia belum pernah menjadi andalan. Dia hanya pemain yang memiliki loyalitas.

Randy
Yang istimewa dari Bonera saat ini hanya loyalitasnya pada klub. Pemain senior yang saya rasa di nilai Inzaghi bisa membimbing dan menumbuhkan semangat juara pada pemain Milan. Masalahnya Bonera terlalu tua untuk menjadi tumpuan di lini belakang. Pergerakannya lambat dan sering melakukan blunder.

Indra Gunawan Wibisono
Loyalitas? Kenapa Pirlo dan Ambro yang loyal di buang? Bonera tidak layak masuk starting XI

Dekky Milano
Bonera the king blunder!! Kalau ukurannya hanya karena loyalitas bisa hancur klub ini. kayaknya lagi cari sosok pemimpin tim, tapi salah orang. De Sciglio saja sekalian asli binaan milan dan konsisten.

Serta Aderama, Hachim Mastour, ataupun Sehab Ceper yang dengan kompak mengatakan bahwa memainkan Bonera adalah sebuah Blunder Fatal!!

Saya tidak menyalahkan mereka yang berkata seperti itu. Mungkin mereka kecewa, terlalu emosi, atau mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh manajemen seperti yang sudah saya ulas sebelumnya di atas.

Tapi saya bersyukur karena masih ada Milanisti yang mengatakan hal seperti:

Boris Les Pirates
Leadership Bonera lebih baik dari yang lain. Di Era Pirlo cs jadi Champion di Athena ide bonera selalu menjadi pertimbangan Maldini dan yang lain dilapangan. Namun dia tidak di anugerahi konsistensi yang bagus, so gitu deh. Kadang bagus, kadang ya gitu deh.

Muji Purnomo
Bonera agak meragukan jika berada di bek tengah. Coba di bek kanan. Urusan blunder biar pelatih dan manajemen yang mengurus.

Sementara Fian Miftah Faridl, Audi Alicia Mouren Poluakan, Miman Selalu Milanisti, Wildan Yodanto dengan kompak mengatakan Bonera adalah pemain yang loyal meski sering melakukan blunder.

Saya dan Pak Ali sendiri lebih banyak mengajak Milanisti yang lain untuk tetap mensupport Bonera. Selain menjadi admin yang harus memberi contoh yang baik pada member yang lain, menyalahkan Bonera bukan hal yang benar. Karena itu saya juga minta tolong pada admin yang lain juga, yang mungkin saja nyasar dan sempat membaca ini, entah itu dari grup Milanisti yang saya urus atau fanpage yang lain agar tidak membuat statement yang bisa merusak nama baik Milanisti, pemain Milan, ataupun Milan sendiri.

Meski mungkin bagi para Milanisti, termasuk saya sendiri, pemilihan Bonera sebagai bek tengah adalah suatu misteri.

Tentu saja masih terekam jelas di ingatan kita berbagai blunder yang Bonera lakukan di masa lalu yang membuat dia selalu berada di bangku cadangan di bawah kepemimpinan pelatih-pelatih Milan sebelumnya.

Lalu apakah yang sebenarnya dilihat oleh Meneer Seedorf atau Don Pippo dalam diri Bonera?

Apakah dia memang layak menjadi pengawal pertahanan Milan secara reguler?

Daripada berbicara ngalor ngidul yang tidak pasti dan menimbulkan polemik, saya sudah mengambil beberapa bukti yang bisa menjadi acuhan:

bukti king bon

Bila dilihat dari skill tradisional yang dibutuhkan oleh seorang defender yaitu tackling, intersep, clearance, one on one duel, sebenarnya Bonera tidak terlihat lebih istimewa dibanding pemain lainnya. Justru kelemahan Bonera dalam duel udara maupun terlalu mudah dilewati lawan terlihat jelas di statistik.

Seharusnya dengan data seperti di atas, Zapata adalah pilihan yang paling masuk akal untuk mengawal pertahanan, dengan Zaccardo menjadi pilihan berikutnya. Yang jelas PASTI BUKAN BONERA!!

Why oh why Meneer Seedorf or Don Pippo memilih Bonera?

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah kembali lagi ke filosofi sepakbola yang dianut para pelatih Milan, saya ambil contoh entah itu Seedorf ataupun Pippo yang sering memainkan Bonera. Antara Total Football dan False Nine 9. Seorang central defender dalam skema tersebut harus memainkan peran yang sedikit berbeda dibanding dengan skema konvensional.

Berikut adalah statistik defender Milan jika disandingkan dengan Gerrard Pique dan Dante, bek tengah dari Barcelona dan Bayern Munchen yang memiliki style sama dengan Milan, mungkin jawabannya ada disana:

bukti king bon 2

Apakah terlihat ada suatu perbedaan mencolok antara Pique dan Dante dengan para defenders Milan? Sekilas melihat data di atas tidak ada perbedaan signifikan. Data skill defensif tradisional masih kurang lebih sama. Dan sekali lagi yang PASTI BUKAN BONERA yang menjadi bek pilihan utama Milan.

Kalau begitu, mari kita bedah lebih detail lagi data-data yang ada sebagai berikut:

bukti king bon 3

Dengan data tambahan mengenai passing, pemilihan Bonera menjadi lebih MASUK AKAL.

Terlihat jelas bahwa Pique dan Dante begitu nyaman melakukan passing untuk membantu mempertahankan posession maupun membangun serangan. Dan Bonera ternyata adalah salah satu pemain bertahan Milan yang paling nyaman melakukan passing juga. Rata-rata jumlah passing masih sedikit di bawah Mexes, tapi akurasi passing lebih tinggi dan jumlah umpan jauh akurat pun lebih sip daripada Mexes. Bahkan akurasi passing Bonera boleh disandingkan seperti Dante?

Jadi, apa dengan begitu berarti Milanisti sudah seharusnya puas dengan alasan yang saya jelaskan di atas? Nope! Karena sejujurnya saya sangat mengharapkan duet Rami – Alex yang mengisi pos bek tengah.

Tapi, sekali lagi saya tekankan, selain karena Alex masih di lilit cidera dan menyangkut klausul kontrak Rami yang sebenarnya belum tentu pasti, Bonera adalah satu-satunya alternatif yang bisa di pilih Mr Pippo.

Dan lagi, biar bagaimanapun, skill tradisional seorang defender tetap penting di samping kemampuang passing. Memang banyak defender yang bisa memiliki kemampuan defensif yang baik sekaligus passing yang yahud  seperti Marquinhos, Bonucci, Chiellini yang memang tokcer. Tapi tentu saja mereka tidak masuk akal menjadi target Milan dan kita harus berpikir realistis.

Dan di tengah-tengah proses menulis artikel ini, Pak Ali lagi-lagi memberi saya pencerahan dan sedikit hiburan dengan adanya foto ini. Terlepas dari benar atau tidaknya saya memang sedang mencari tahu. Tapi satu yang bisa saya pastikan, ini bukan kata-kata editan untuk Maldini. Karena saya juga sudah pernah menulis KATA MEREKA TENTANG MALDINI, dan memang berbeda dari yang ini.

1897684_969552969725359_7637736385821510922_n[1]

Credit picture dari @miquel akun pribadi yang sama terpercayanya dengan @altaqui

bonvscr

Jika mereka saja bisa menghargai dan respect pada Bonera, kenapa kalian tidak?

Jadi dengan segala hormat, bisakah mulai sekarang kalian tidak menyalahkan Bonera? Mari menjadi Milanisti yang cerdas dengan cara terus mensupport Milan dengan sehat. Toh semarah apapun kalian, kritikan? hujatan? semua itu tidak akan sampai ke telinga para petinggi Milan. Tapi pemain? Bisa saja jika mereka memiliki akun twitter. Dan itu pasti akan membuat mereka sedih.

Buat mereka bangga dengan kita. Mereka (Pemain Milan) selalu merasa nyaman di Milan, entah itu karena Milanisti yang terus mendukung mereka atau karena suasana kekeluargaan yang mereka rasakan di ruang ganti pemain. Jika mereka sudah nyaman, mereka akan melakukan yang terbaik untuk membalas kepercayaan kita para Milanisti.

FORZA MILAN

3 Komentar

  1. resti

    mb astred aja ngomong kalo mb astred fans baru kemaren sore apa lagie aku??

    yg q tau q cuma cinta sama milan gak peduli kalah maupun menang,,, tetep bangga pake jersey dan sweeter milan meski ada temen yg ngledekin,,

    untk bonera yg mempunyai dedikasi tinggi pada milan mungkin karna dia menemukan rumah kedua di milan bukan menemukan sebuah club milan,,,,, g tau juga sich,, bingung ngungkapinnya,,,

    sekarang lini belakang milan memang harus diperbaiki tp qt juga g boleh nyalahin satu atau dua orang saja kan,, karna keberhasilan ataupun ketidak berhasilan milan tanggung jawab semua yg ada di manajemen milan,,

    FORZA AC MILAN❤❤

  2. Bagus ulasannya tentang bon-bon jangan2 mba astreed fansnya bon-bon yah?

  3. Wow amazing…
    Thanks untuk informasinya gan…

    Artikel di atas membuat mata kepala saya bahakan hati saya pun menangis dengan ulasan tersebut…

    terlalu bodoh memang kita, jika kita selalu menyalahkan bonera…
    terkadang hal yang tidak kita ketahui telah menzolimi orang…
    Setelah saya memahami hal tersebut saya mengerti akan hal ini..

    I’m sory bonera…

    1 pesan untuk saya untuk para petinggi milan.. hidupkan kembali era kejayaan milan.. khusus untuk presiden milan jika tidak mampu mengelola milan lagi lepaskanlah (walaupun berat hati ini) setelah melihat sejarah bersamamu mr. Silvio.. tapi jika ini yg terbaik..
    why not?…

    Bravoo milan..
    forza millaannn….
    ale ale..
    ale milan ale..
    forza lotta viccerai..
    viccerai cere momai…

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: