AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Damn Feelin’ (Sequel New Apartemen)


DF

Yongguk merapikan rambutnya sambil bersiul. Setelah mandi dan mendapatkan ‘sarapan’ dari gadis itu, entah kenapa semangatnya untuk menjalani aktifitas seakan terisi penuh hingga mencapai ubun-ubun. Senyum menawan tak pernah lepas dari bibir tebalnya hingga ia bertemu dengan Jongup di ruang ganti.

“Sudah sembuh?” Sapa Jongup pada seniornya itu.

“Tidak pernah sebaik ini sebelumnya.” Yongguk tersenyum sambil menepuk pundak Jongup, membuat pemuda itu mengernyit heran dengan tingkah Yongguk.

Keduanya kemudian berjalan menuju ruang fitness dimana beberapa orang sudah melakukan pemanasan. Jongup tersenyum saat Hyejeong menyambutnya dengan tatapan penuh cinta, sementara Yongguk? Pria itu tetap tersenyum pada gadis yang menatapnya berapi-api.

“Hai tetangga baru, kita bertemu lagi.” Yongguk menghampiri Sohee.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengikutiku kemari.” Sohee melotot ke arah Yongguk.

“Apa maksudmu? Dia instruktur disini.” Sahut Jongup, menyahuti pertanyaan Sohee. Gadis itu membuka mulutnya lebar, terkejut dengan ucapan Jongup, sementara Yongguk hanya mengangguk santai.

“Jadi kau hanya akan mengajariku kan instruktur Moon?” Hyejeong menarik tangan kekar Jongup.

“Tentu saja. Instruktur temanmu sudah datang, jadi ayo mulai.” Ajak Jongup kemudian, meninggalkan Sohee dan Yongguk berdua.

“Kau sudah melakukan pemanasan?” Yongguk membimbing Sohee ke treadmill.

“Sudah. Sangat panas malah.” Sahut Sohee cuek, memaksa Yongguk menyunggingkan senyum mengingat kejadian tadi pagi.

Yongguk yang berdiri di samping Sohee mulai menjelaskan kegunaan tombol-tombol yang terdapat di treadmill. Mulai dari start hingga berhenti mendadak. Tidak lupa pria itu memerintahkan Sohee untuk meletakkan kedua kakinya di sisi rel sebelum mulai berjalan di atas belt.

“Kita mulai dengan 1km/jam.” Yongguk memilih kecepatan rendah untuk pemula seperti Sohee. Namun sepertinya gadis itu tidak suka. Buktinya tanpa meminta izin pada instrukturnya, Sohee menambah kecepatan hingga 3km/jam.

“Jangan terlalu cepat.” Ujar Yongguk mengingatkan. Selain khawatir jika gadis yang ada di sampingnya itu jatuh, Yongguk juga merasa terganggu dengan bagian dada Sohee yang bergoyang-goyang menggoda itu. Memaksa Yongguk menelan ludah berkali-kali. Bahkan Yongguk harus melemparkan pandangannya kemanapun. Asal tidak ke dada Sohee.

“Instruktur Bang, bisakah kau membantuku?”

Seorang gadis -yang entah siapa tidak Sohee kenal- memanggil Yongguk dengan manja. Gadis itu menuntun Yongguk ke Butterfly. Sebuah alat fitness yang biasa di gunakan untuk melatih otot dada. Gadis itu duduk kemudian meminta Yongguk untuk mengajarinya memakai alat tersebut. Sohee yang tadinya cuek, entah kenapa tiba-tiba merasa gerah. Sohee tidak suka melihat Yongguk bergenit-genit-ria seperti itu.

Yongguk menyentuh tangan gadis itu lalu meletakkannya di masing-masing sisi Butterfly. Yongguk lalu menggerakkannya ke depan dan ke belakang seperti kepakan sayap kupu-kupu.

Sohee berkomat-kamit tidak jelas melihat keduanya begitu akrab. Dengan kesal ia menambah kecepatan treadmill-nya hingga 10km/jam, yang tentu saja sulit di kendalikan bagi pemula sepertinya. Tak ayal Sohee jatuh bergulung di lantai. Semua mata yang ada di ruang itu tertuju padanya, diam beberapa detik sebelum akhirnya meledak dalam tawa. Tentu saja kecuali satu, seseorang yang menjadi instruktur Sohee.

“Kau baik-baik saja?” Yongguk menghampiri Sohee dengan khawatir.

“Lepas!” Sohee menepis tangan Yongguk yang berusaha memeriksa kakinya. Gadis itu lantas berdiri, bersiap pergi. Namun entah kenapa kaki kirinya terasa nyeri hingga sulit untuk di gunakan berjalan.

“Jongup atur yang lain, aku mengurus yang ini dulu.” Tanpa menunggu jawaban Jongup atau meminta persetujuan dari Sohee, Yongguk menggendong gadis itu dan membawa pergi dari tempat fitness.

★☆★☆★☆

Sohee masih meronta dalam gendongan Yongguk. Membuat beberapa orang yang berada di sekitar mereka menatap curiga, apakah yang dilakukan pria itu sebuah penculikan?

“Kalau kau tidak bisa diam aku akan menciummu.” Ancam Yongguk. Begitu tenang, santai, namun mampu membuat Sohee tak bergerak sedikitpun. Hei, bukankah Yongguk hanya meminta Sohee untuk diam? Bukannya tak bergerak. Atau mungkin…. gadis itu takut?

“Cheonsa. Cepat tekan passwordnya.” Perintah Yongguk pada Sohee. Tentu saja setelah keduanya melewati perdebatan yang cukup sengit setelah Sohee sempat menolak untuk di bawa ke apartemen pria itu.

Kenapa? Kenapa Yongguk memberitahu password apartemennya pada Sohee? Kenapa Yongguk membawa Sohee ke apartemennya? Padahal apartemen Sohee tepat berada di sebelah apartemen Yongguk?

Setelah pintu terbuka, Yongguk membawa Sohee masuk ke dalam apartemen dan merebahkannya ke atas kasur. Sohee menyilangkan kedua tangannya di atas dada, takut jika Yongguk berbuat macam-macam padanya, sementara Yongguk hanya tersenyum lalu mengacak lembut rambut Sohee.

Yongguk mengambil sesuatu dari kotak obat. Lantas ia membawa baskom dan menuju kulkas untuk mengambil air es. Yongguk kembali menghampiri Sohee dengan tangan terisi penuh, bahkan mungkin bisa di bilang sedikit kesulitan. Yongguk duduk di samping Sohee lalu melepas sepatu gadis itu.

“Mana yang sakit?” Sentuhan tangan Yongguk yang memijit kaki Sohee, mau tidak mau membuat Sohee merasa tersentuh dengan perhatian yang di berikan pria itu.

“Disini.” Sohee menunjuk pergelangan kakinya.

Yongguk mengangguk mengerti. Pria itu kemudian mengompres kaki Sohee dengan air es. Tidak banyak kata yang terucap dari bibir Yongguk, hanya saja tatapan khawatir tidak bisa ia enyahkan begitu saja. Meski Yongguk tahu cidera yang di alami Sohee tidaklah parah. Tapi entahlah…. perasaan khawatir itu tidak bisa dikendalikan.

Setelah sepuluh menit, Yongguk mulai mengolesi salep dan memasang perban elastis. Terakhir, Yongguk mengambil beberapa bantal untuk di letakkan di kaki Sohee. Semua itu di lakukannya dengan penuh…. perasaan cinta.

“Apa tidak apa-apa jika aku meninggalkanmu sendirian disini? Aku turun sebentar untuk melihat Jongup.”

Perasaan Sohee bergemuruh. Pria yang ada di hadapannya itu, apa yang sedang di pikirkannya? Kenapa? Bahkan hal sesederhana itu harus meminta izin padanya? Seseorang yang jelas bukan apa-apanya? Apa jika ia tidak mengizinkannya pergi maka pria itu tidak akan pergi?

Sohee mengangguk kaku. Keadaan seperti ini membuatnya kikuk, tidak tahu harus berbuat apa.

“Istirahatlah. Aku tidak akan lama.” Yongguk mengecup kening Sohee lantas mengusap pipi gadis itu yang buru-buru memalingkan wajah. Sohee…. malu sekali.

★☆★☆★☆

Yongguk di sambut oleh Jongup dan Hyejeong yang memang sudah menunggu. Keduanya menanyakan keadaan Sohee yang hanya di jawab dengan anggukan. “Dia baik-baik saja.”

“Aku ingin melihatnya?” Hyejeong bersiap pergi menuju apartemen Sohee, namun Yongguk menahan tangannya.

“Dia ada di apartemenku. Biarkan dia istirahat dulu.” Yongguk tersenyum ringan, meski begitu tersirat jelas dari sorot matanya jika ia memohon pada Hyejeong. Dan beruntungnya gadis itu mengerti dan tidak mempermasalahkan hal itu. Bukankah yang terpenting sekarang adalah Sohee dalam keadaan baik-baik saja?

“Ayo kita lanjutkan.” Ajak Yongguk pada Jongup, Hyejeong, dan juga yang lain. Yongguk menghampiri gadis yang masih duduk di Butterfly.

“Sudah bisa, kan? Kau hanya perlu menggerakkannya ke depan dan belakang. Mengerti? Lanjutkan.” Yongguk melangkah untuk memeriksa yang lain. Namun langkahnya terhenti ketika gadis itu kembali memanggilnya.

“Oppa!”

Yongguk berbalik. Keningnya berkerut saat gadis itu berjalan menghampirinya.

“Gadis itu membohongimu. Dia berpura-pura jatuh untuk mencari perhatianmu.” Ucapnya kesal.

“Benarkah? Setahuku, aku yang berusaha mencuri perhatiannya dengan cara mendekatimu.” Yongguk tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya, meninggalkan gadis itu yang menggerutu kesal.

★☆★☆★☆

Yongguk kembali ke apartemen dengan membawa beberapa kantong plastik yang berisi makanan. Yongguk sengaja membeli banyak makanan karena ia tidak tahu makanan kesukaan Sohee. Pria itu meletakkan kantong plastik itu ke atas meja makan lalu berjalan menuju kamar untuk melihat keadaan Sohee yang ternyata sedang terlelap.

Yongguk berbaring disamping Sohee. Matanya menjelajah tiap inchi wajah gadis yang tertidur dengan sangat lelap itu. Tangannya dengan perlahan menyibak rambut panjang Sohee yang jatuh menutupi wajahnya. Yongguk tersenyum, tepat saat Sohee membuka mata.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Sohee polos.

“Menunggumu bangun.” Yongguk bangkit, namun sepertinya pria itu tidak berniat melepaskan tatapannya dari wajah Sohee.

“Aku membeli Jjajangmyeon, Kimbap, Bulgogi-”

“Kenapa kau membeli makanan sebanyak itu?” Potong Sohee yang merasa tak enak hati dengan perhatian Yongguk.

“Aku tidak tahu makanan kesukaanmu, jadi aku membeli semuanya.”

“Aku.. ingin makan ramyeon, apa kau punya ramyeon?”

“Tentu saja. Ramyeon adalah makanan kesukaanku.” Yongguk membantu Sohee bangun. Bantal yang sebelumnya ada di kaki kini berpindah ke punggung untuk mengganjal tubuhnya agar lebih nyaman.

Yongguk lantas berjalan ke arah dapur untuk menyalakan kompor dan membuat ramyeon. Hidup sendirian membuatnya terbiasa menjalani aktifitas seorang diri. Termasuk memasak dan membersihkan rumah tentunya.

“Maaf merepotkanmu.” Teriak Sohee yang mengawasi gerak tubuh Yongguk dari kamar.

“Bukan masalah. Kau diam saja disana, ini tidak akan lama.” Yongguk mengacungkan satu jempolnya ke arah Sohee dengan senyum menawan yang mau tidak mau memaksa Sohee untuk membalas senyumnya.

Sohee kembali merasakan sesuatu di dalam dadanya. Perasaan itu. Entah kenapa perasaan itu mudah berubah. Saat ia melihat pria itu tersenyum pada wanita lain, ada perasaan tak suka dan tak rela menjalari hatinya. Tapi tiba-tiba saja perasaan itu menjadi bahagia ketika pria itu ada di dekatnya, tersenyum hangat, menenangkan, dengan segala perhatian yang di berikan padanya. Sial! Perasaan apa ini?

Yongguk menghampiri Sohee dengan semangkuk ramyeon yang masih terdapat kepulan asap di atasnya. Yongguk lantas duduk di pinggir ranjang, meniup-niup ramyeon sebelum menyuapi Sohee. Namun gadis itu hanya diam, tak bergerak menatap Yongguk.

“Yang sakit kakiku, bukan tanganku, aku bisa makan sendiri.”

Yongguk menunduk, tersenyum malu. Sepertinya ia benar-benar berlebihan dalam memperlakukan Sohee. Dengan sedikit terpaksa, Yongguk menyerahkan mangkuk ramyeon itu pada Sohee. Dan tanpa menunggu lama, Sohee menyantap ramyeon itu dengan lahap.

“Aakk.” Sohee memaksa Yongguk untuk membuka mulutnya. Meski awalnya sempat menolak, namun akhirnya Yongguk menyerah dan mau membuka mulutnya.

Yongguk menolak bukan karena tidak mau, pria itu bahkan sudah bilang kan kalau dia juga sangat menyukai ramyeon. Tapi ketika Sohee menyuapinya seperti itu, gadis itu mengingatkannya pada sosok sang ibu yang telah lama tiada. Yongguk… merindukannya.

“Ehm! Kalian romantis sekali.” Sebuah suara mengganggu aktifitas keduanya. Kim Himchan. Pria itu tiba-tiba saja sudah berdiri di depan pintu kamar.

“Aku tidak tahu jika hubungan kalian sudah sedekat ini?” Lanjutnya sambil berjalan menghampiri keduanya yang terlihat kikuk.

“Ah bukan seperti itu. Sepertinya kau salah paham.” Jelas Sohee.

“Meski kau tahu password apartemenku, tidak bisakah kau mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk? Bagaimana kalau kami….” Yongguk menggantung ucapannya. “Ah sudahlah. Kenapa kau kemari?”

“Woahh Bang Yongguk, apa ini? Kenapa kau memperlakukanku seperti ini? Jangan karena kau sudah memiliki kekasih lalu kau melupakanku begitu saja.” Ujar Himchan tak percaya.

“Aku kemari karena ingin mengatakan kalau aku tidak bisa menemanimu besok. Maaf, karena manager tiba-tiba menghubungiku dan mengatakan ada jadwal dadakan. Tidak apa-apa, kan?” Himchan diam, menunggu respon Yongguk. Takut-takut kalau sahabatnya itu marah. Karena jujur saja, Himchan sudah berjanji pada Yongguk untuk menemaninya pergi.

“Tidak apa-apa. Selesaikan pekerjaanmu.” Ujar Yongguk pengertian. Sohee yang tidak tahu apa-apa hanya diam mendengarkan pembicaraan kedua sahabat karib itu.

★☆★☆★☆

Sohee berdiri di balkon apartemen Yongguk. Pipinya memerah. Apa yang terjadi semalam itu benar-benar membuatnya malu.

Bagaimana tidak? Setelah kepulangan Himchan semalam, Yongguk kembali mengungkapkan perasaannya pada Sohee. Saat Yongguk kembali mengompres kaki Sohee, pria itu akhirnya memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya. Sohee yang masih terkejut hanya diam. Bukannya dia tidak suka. Sohee suka. Sangat suka malah. Tapi gadis itu bukan type orang yang bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik. Karna itu, Sohee hanya diam.

Hingga akhirnya Yongguk mendekat untuk menarik dagu Sohee. Menatap mata coklat gadis itu tajam, menembus retina. Yongguk bisa melihat, ada cinta disana. Tapi kenapa? Kenapa gadis itu diam?

Yongguk mulai mendekatkan wajahnya. Ingin memastikan bahwa gadis yang ada di hadapannya itu juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Sohee menutup matanya saat ia merasakan bibir Yongguk menempel di bibirnya. Sohee begitu menikmati bibir Yongguk yang mulai bergerak liar. Lidahnya menjelajah rongga mulut Sohee sementara tangannya mulai melepaskan satu persatu pakaian Sohee.

Merasa tidak mendapat penolakan, Yongguk mulai merebahkahkan tubuh Sohee perlahan, hati-hati, agar tidak melukai kaki gadis itu. Yongguk menindih tubuh Sohee, bibirnya menjelajah tiap inchi lekuk tubuh Sohee tanpa terlewat sedikitpun.

Sohee mendesah, membangkitkan insting liar Yongguk yang tertahan sejak kemarin. Dengan gerakan cepat pria itu melepas semua kain yang melekat di tubuh kekarnya dan kembali mencumbu Sohee. Gadis itu menjerit kecil saat Yongguk mulai memasukkan batang kemaluannya ke bibir vagina Sohee, takut-takut jika ia merasakan sakit seperti saat pertama ia bersetubuh dengan pria itu. Tapi ternyata…. tidak?

Sohee tidak lagi merasakan sakit, malah bisa dibilang…. enak? Terbukti dengan betapa menikmatinya gadis itu saat Yongguk menunjukkan kegagahannya.

“Untukmu.” Yongguk menyodorkan secangkir teh hangat untuk Sohee. Membuyarkan lamunan gadis itu yang sedang enak-enaknya saat mengingat kejadian semalam.

“Terima kasih.” Ujar Sohee malu-malu. Gadis itu lantas melemparkan pandangannya ke bawah. Menatap kakinya yang masih terasa sakit meski tidak separah kemarin, sebelah sebelum Yongguk semakin membuatnya malu.

“Bagaimana kakimu? Masih sakit?” Tanya Yongguk yang menyadari arah tatapan Sohee.

“Sudah lebih baik. Kau sendiri? Bagaimana pinggangmu?” Tanya Sohee balik yang merasa khawatir dengan kondisi Yongguk yang mengeluh sakit pinggang semalam.

“Tidak apa-apa, hanya kelelahan akibat permainan semalam.” Yongguk mendekatkan tubuhnya ke arah Sohee yang segera di dorong oleh gadis itu.

“Apa? Yang benar saja! Harusnya aku yang mengeluh karena kau sudah membolak-balik tubuhku.” Gerutu Sohee di ikuti gelak tawa dari Yongguk. Namun beberapa detik kemudian wajah Sohee berubah serius.

“Yongguk-ssi, bolehkah aku bertanya sesuatu?” Yongguk tersenyum simpul saat Sohee menyebut namanya.

“Ya. Katakan saja.”

“Yang kau bicarakan dengan Himchan. Apa kau mau pergi ke suatu tempat? Kemana?” Tanya Sohee lantas menyesap teh hangatnya.

“Yah. Aku akan pergi menemui seseorang yang sangat special. Kau mau ikut?”

Wajah Sohee berubah masam mendengar ucapan Yongguk. “Seseorang yang sangat special? Apa itu seorang wanita?” Tanya Sohee memastikan. Dan Yongguk menanggapinya dengan mengangguk pelan.

Kekecewaan jelas terlihat di wajah Sohee. Entah kenapa perasaannya mendadak kacau. Gadis itu lantas masuk ke dalam kamar dan mengambil ponselnya. Yongguk yang mengikutinya dari belakang merasa heran dengan perubahan sikap Sohee yang terkesan dingin.

Sohee pamit pada Yongguk untuk pulang ke apartemennya. Bukannya tidak mengizinkan, tapi Yongguk berpikir mungkin akan lebih baik jika Sohee tetap tinggal di apartemennya hingga benar-benar sembuh. Karena itu Yongguk menghalangi tangan Sohee ketika gadis itu membuka pintu. Tapi bersamaan dengan itu seorang pria berdiri di depan apartemen Sohee, bersiap memencet bel.

“Yongjae-ya?” Panggil Sohee.

“Hai.” Sapa pria tampan itu. Tidak lupa menunjukkan beberapa gaun berwarna putih yang terlihat seperti…. gaun pengantin?

“Lepas.” Sohee menepis tangan Yongguk lantas berjalan tertatih menuju apartemennya untuk membuka pintu. Setelah pintu terbuka, Sohee mempersilahkan pria tampan itu masuk ke dalam apartemennya, meninggalkan Yongguk yang bingung dengan pikirannya sendiri.

Yongjae yang berjalan di belakang Sohee memperhatikan langkah sepupunya itu dengan curiga. “Kau terluka?”

“Hanya kecelakaan kecil di tempat fitness. Pria tadi instrukturku, dia hanya membantu menyembuhkan kakiku.” Sohee menjelaskan keadaannya yang hanya di jawab Yongjae dengan ber-oh-ria. Pria itu lantas menyerahkan sebuah gaun pada Sohee dan meminta gadis itu untuk mencobanya.

Sementara Sohee mencoba gaunnya, Yongguk sedang mengintip dari balkon apartemennya. Beruntung Sohee tidak menutup satu sisi tirainya hingga Yongguk bisa melihat apa yang terjadi di dalam, meski hanya samar-samar.

Yongguk terdiam saat Sohee keluar dari kamarnya dengan memakai gaun berwarna putih yang membuatnya semakin terlihat…. cantik. Yongjae mengulurkan tangannya yang lantas di sambut oleh Sohee. Keduanya berjalan berdampingan layaknya sepasang kekasih yang siap menikah. Dan…. oh tentu saja itu membuat Yongguk salah paham. Pria itu…. cemburu sekali.

Yongguk masuk ke dalam apartemen. Melampiaskan amarah dan kekesalannya dengan mengobrak-abrik hampir separuh isi kamarnya. Yang tentu saja menimbulkan kegaduhan hingga terdengar dari apartemen Sohee.

“Apa yang sedang di lakukan pria itu?” Tanya Yongjae yang merasa heran dengan suara berisik dari apartemen sebelah.

“Entahlah.” Jawab Sohee gusar. Sejujurnya ia juga penasaran dengan apa yang terjadi dengan pria itu. Mungkinkah ada penjahat masuk? Atau….

“Hee-ya, kau yakin kakimu baik-baik saja? Atau kita periksakan ke rumah sakit sekarang juga.” Usul Yongjae yang langsung di tolak oleh Sohee.

“Tidak perlu. Aku sudah merasa lebih baik. Jangan khawatir, aku akan sembuh saat menjadi pengiring Jihyun nanti.” Ujar Sohee menenangkan. Oh tentu saja Sohee harus sembuh kalau tidak mau mendapat sumpah serapah dari sepupu dan temannya itu.

“Baiklah. Aku kemari hanya untuk mengantar gaunmu. Aku harus segera kembali karena masih banyak yang harus aku selesaikan tepat waktu.” Pamit Yongjae.

Sohee mengantar Yongjae hingga depan lift. Saat ia akan kembali ke kamar apartemennya, ternyata Yongguk sudah menunggu dengan tangan yang…. penuh darah? Astaga… apa yang sudah terjadi dengan pria itu?

Sohee membawa Yongguk masuk ke dalam apartemennya. Keduanya saling diam. Tidak ada yang berminat untuk memulai pembicaraan. Hingga akhirnya Yongguk meminta Sohee untuk berganti pakaian.

“Tidak mau.” Tolak Sohee.

“Ganti pakaian sendiri atau aku yang akan melepas satu persatu pakaianmu dan menggantinya?” Ancam Yongguk yang otomatis membuat Sohee menuruti ucapan pria itu, meski dengan terpaksa.

Setelah Sohee mengganti pakaiannya, Yongguk menarik tangan gadis itu keluar gedung apartemen menuju mobilnya yang terparkir di basement. Tanpa menjelaskan terlebih dulu mau apa dan kemana, Yongguk memaksa Sohee masuk ke dalam mobilnya dan membawa gadis itu pergi begitu saja.

★☆★☆★☆

“Sohee-ssi.” Panggil Yongguk yang entah sudah berapa kali pada gadis yang menatap hampa jalanan dari kaca jendela mobil. Marah, kesal, bingung, mungkin itu yang kini ada di pikiran Sohee setelah pria yang duduk di balik kemudi itu membawanya pergi. Sohee tidak tahu, apa yang ada di dalam pikiran pria itu hingga berbuat senekat itu?

“Baik. Aku tahu aku salah, karena itu aku minta maaf. Tapi walau bagaimanapun, aku tetap ingin melakukannya. Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku ingin melakukan ini. Aku ingin memperkenalkanmu pada wanita ini. Wanita special yang sangat aku cintai.” Ujar Yongguk jujur. Meski awalnya Sohee sangat ingin marah mendengar pengakuan Yongguk, tapi saat Sohee melihat mata pria itu…. entah kenapa ada perasaan berkecamuk yang memintanya untuk tetap percaya.

Yongguk memakirkan mobilnya sembarangan, lalu membukakan pintu mobil untuk Sohee. Gadis itu lantas melemparkan pandangannya ke sekitar dimana di penuhi hamparan rumput hijau yang menentramkan hati. Sementara Yongguk membuka pintu mobil bagian belakang untuk mengambil seboquet bunga.

“Ayo..” Yongguk mengulurkan tangannya. Namun Sohee tak bergeming. Sohee tetap diam di tempatnya, memaksa Yongguk menarik paksa tangan gadis itu.

“Kau mau membawaku kemana?” Teriak Sohee Sohee kesal karena Yongguk tak kunjung memberitahunya siapa wanita special yang ia maksud. Meski begitu Yongguk tetap menggandeng tangan Sohee, berjalan melewati sebuah bukit. Hingga akhirnya keduanya sampai di sebuah…. makam.

Yongguk menumpuk kedua tangannya lurus, sejajar dengan alis. Pria itu lantas menunduk lalu bersujud memberi hormat. Yongguk melakukan hal itu sebanyak tiga kali, sementara Sohee hanya diam memperhatikan.

“Ibu.. bagaimana kabarmu?” Sapa Yongguk pada gundukan tanah yang ada di depannya. Sohee sontak menunduk memberi hormat setelah mendengar ucapan Yongguk.

“Himchan minta maaf karena tidak bisa menemaniku menemui ibu. Tapi aku tidak sendirian. Aku membawa seseorang. Aku bersama seorang gadis yang sudah mencuri segalanya dariku. Meski begitu, aku berharap dia akan menjadi seseorang yang bisa menemaniku setiap kali aku mengunjungi ibu di tahun-tahun berikutnya. Sejujurnya dia gadis yang sulit di kendalikan, tapi setiap kali aku bersamanya, aku merasa nyaman. Perasaan yang sama, seperti yang aku rasakan ketika aku bersama ibu. Jadi aku harap ibu menyukainya.” Ujar Yongguk panjang lebar. Menumpahkan segala isi hatinya, seolah sosok sang ibu benar-benar ada di depannya.

“Tapi ibu, sepertinya dia akan segera menikah. Jadi apa yang harus aku lakukan? Menyerah? Atau tetap mempertahankannya? Beritahu aku, ibu…” Tubuh Yongguk meringsut turun, hingga akhirnya menyentuh tanah. Pertahanannya runtuh. Menangis bukanlah gayanya, tapi entah kenapa saat mengingat Sohee bergandengan dengan pria itu membuatnya… sakit?

“Bodoh! Siapa yang mau menikah?” Sohee memukul lengan Yongguk, memaksa pria itu mengangkat wajahnya yang sempat tertunduk lesu.

“Hanya karena seorang pria main ke apartemenku dengan membawa gaun pengantin bukan berarti dia calon suamiku!” Sohee kembali memukul lengan kekar Yongguk. Pria yang ada di hadapannya itu ternyata tubuhnya saja yang bagus, tidak dengan otaknya.

“Dia sepupuku yang akan segera menikah. Dia memintaku untuk menjadi pendaping bagi pengantin wanitanya yang juga temanku, karena itu dia mengantarkan gaun untukku. Bodoh!”

Sohee tiba-tiba memeluk Yongguk erat, membuat pria itu terkejut setengah mati. Sohee…. sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi. Tidak bisa membohongi perasaannya lagi.

“Aku merasakannya. Perasaan itu. Perasaan yang pernah kau tanyakan padaku beberapa hari yang lalu. Aku merasakannya.” Sohee menangis terisak dalam pelukan hangat Yongguk. Dan pria itu…. membalas pelukan Sohee.

29 Komentar

  1. resti

    Yongjae mau nikah😥

    yongguk bisa bertindak konyol juga kala berhadapan dengan sohee,

    langgeng terus BangHee dan cepetan nyusul yongjae,,,,

    Ac milan udah main,,,,

    Faighting,,,,,,,,,,,,,,,

  2. mio

    lagiiiiii….

  3. Sweet ending..ahirnya bahagia juga mereka berdua.

  4. dongrim

    ya bersatu dgn restu ibu dan melewati salah paham dgn bahagia

  5. huuuaaaaaa sumpah keren bgt,ne ff yadong pertama yg bahasanya kalem dan gak terlalu vulgar
    astrid aq jatuh cinta sm ff kamu saeng!!!!!
    kalimat demi kalimat begitu romantis,ah semua adegan nya berasa nonton drama korea asli deh super duper daebak pokoknya(ok aq lebay)
    tp beneran penasaran nunggu ff endingnya seminggu lg,,gak sabar sbnrnya kelamaan hehe
    ntar klo dah selesai ganti cast zelo ma noona2 ya psti so sweet bingit hehehehe
    thanks buat ff keren ne,🙂

  6. Mila

    Oke, aku kejebak dalam romantisme yongguk-sohee (lagi) –“

  7. Ira

    Ah, BangHee so sweet…
    Ayo buruan nikah, buruan nyusul youngjae.. Haha
    Minta sequel lagi yah Kak.. ^^ Fighting!!!!!

  8. Hyejeong Kim

    ciyeehh yg mau nikah *toel YoungJi xD ciyeehh yg uda jadian *toel #BangHee xD
    ”Apa tidak apa apa meninggalkan mu sendirian disini?” Aigoo gue tepar langsung baca yg ini :v Asli gue berasa lagi jdi sohee wkwk keren bangett aaakk yongguk >_<
    uda buruan nikah aja jan kelamaan #BangHee :* :*
    tar gue sama jongup nyusul #plaakk -_-
    next mak klo bisa jan nunggu weekend lagi gue kurang sabar xD #BangHee JJANG <3<3

  9. Rianty

    akhirnya mereka saling mengakui perasaan masing2,
    lanjut *-*)/

  10. Phieea

    Wah, ternyata dua-duanya salah paham…
    Untungnya udah beres, tinggal nunggu kapan nih jadi pacar secara resmi, atau malah nikah?
    Semoga secepatnya ya…

  11. @Resti: maap membuat yongjae menikah😀

    @ashara: benarkah? aku seneng dengernya un :’) sejujurnya aku ga bisa bikin ff nc😄 (pasti gada yg percaya) hanya saja aku berusaha mengikuti naluri (?) aku kan cinta sama gukie, jadi kalo bikinnya pake hati pasti kata-kata yg keluar otomatis romantis. ini masih dalam proses belajar, kalo suka sama #BangHee jgn malu buat komen ya, aku uda jinak kok, kl ga sibuk pasti aku bls komenan readersdeul😀

    @Mila: sekali #BangHee merasuk ke dalam nadimu, tak akan keluar selamanya wkwkwk😄

    @hyejeong: ape lu? kaga sabar mulu, kapan lu bisa sabar😄 males

    @readersdeul: untuk sequel aku ga janji, tapi kalo sekalipun ada mungkin gak aku post di blog YFI, karena gada unsur nc-nya. kemaren tiap part ada nc-nya berasa otak gue mesum banget gitu hahahaha😄 jadi kalo kalian yg nunggu sequel silahkan kunjungi blog ini next week, kl next week gada ff berarti ff ini berakhir disini😀

    • yah kok gitu saeng diphpin dong
      mending aw bca lgsung disini gpp,gak usah di post di YFI hehe
      aq pgen banghee merried hehe

  12. Hyejeong Kim

    gue ga bisa sabar pan karna elu >,,<
    udah gitu doang :p xD

  13. banghee yg kmren d terusin dong. nasib nih couple gmna. yg sohee pergi nd akhirnya merana itu.

  14. kereennnn

  15. heeyeon

    ending?? nanggung bgt..sequel please

  16. Cieee… jadian! Jadian! Eon jangan selesai sampai di sini dong. Bikin kelanjutannya sampai banghee bener” bersatu dan ga pisah lagi. Kalau bisa biar seru tambah lagi konfliknya.

    Aku kangen ff eonni yg jaman mine dan sequel”nya~ lagian si jelo belum keluar di cerita ini. Hehe *banyak maunya*

    Okey, eon, sampai ketemu di kawinan youngjae-jihyun~^^

  17. via

    hhhaahhhh ngebayangin yongguk yg tngannya penuh darah,. dan br-imajinasi gmna khatirnya sohee,. andai ini genre married life psti seru… suka bgt

  18. jung rami

    keren thor hehehe, sequelnya dong:-)

  19. HevieanaeE

    ough…sweet banget youngguk sohee,,next ya di tunggu jngan lma lma thor..:)FIGHTING

  20. merah

    ya ampun so sweet banget mereka….ohhh

    pengen punya pasangan kayak yongguk deh

  21. kerenn thor tapi kependekan /? lanjutt

  22. Hyejeong Kim

    where arw you ? what are you doing?

  23. hyejeong-ssi, gue baek-baek aja, elu gausah khawatir sama gue.
    buat readersdeul, maaf, akhir bulan ini aku sibuk jadi ffnya juga ketunda. maaf yah.

    • Hyejeong Kim

      NAPPEUN YEOJA >,,< miss you :*

  24. ok saengi tp janji ya ntar klo dah gak sibuk dipost tuh sequelnya damn feeling hehehe(reader maksa ni)
    gumawo😉

  25. waw,,,,,part yg ini bner2 mharunbiru ending ny
    sy suka lonjakan emosi d part ini,,,dr cemburu,,kasmaran ampe putus asa gara2 salah paham dr msg2 pihak
    ah jeongmal daebak deh ini ff series ny
    sy suka,,,,,,,pake bgt
    trid,,,ini keren bgt

  26. Aelah pasangan bodoh ini ck! Dari moment manis sampe salah paham yang ujung-ujungnya manis juga aduh yak >//<

  27. Fanfic mu bagus.aku baca ke 3 nya.seru.aku suka.moga ada lanjutannya ya.your the best

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: