AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Onsen (NC)


NA-BH

 

Jinata Onsen, Shikine-jima, Izu-shoto, Japan.

“Kyaaaa akhirnya sampai juga.” Sohee berteriak kegirangan saat ia akhirnya bisa menginjakkan kaki ke Pulau Izu, setelah menempuh perjalanan laut selama dua jam menggunakan kapal Ferry dari Tokyo. Sebenarnya Sohee enggan naik kapal, tapi karena itu adalah satu-satunya cara untuk sampai ke Pulau Izu, mau bagaimana lagi? Meski ia sempat mabuk laut, tapi saat melihat pemandangan yang terpampang indah di hadapannya membuat gadis itu lupa akan kekesalannya, berganti dengan kekaguman.

“Woah.. indah sekali.” Pujinya berkali-kali ketika ia dalam perjalanan menuju Jinata Onsen, sebuah penginapan lengkap dengan tempat pemandian air panas yang sudah di pesannya sejak sebulan yang lalu sebelum akhirnya ia mendapat cuti kerja selama seminggu.

Pekerjaannya sebagai wartawan memang banyak menyita waktu. Mengharuskan Sohee terus menerus mencari berita. Jika tidak, maka jangan harap ada gaji apalagi liburan.

Langkah Sohee terhenti saat ia melihat sepasang kekasih sedang beradu mulut. Dan sepertinya Sohee mengenali pria itu. Benar! Ternyata itu Kim Himchan. Aktor misterius yang membuat liburan Sohee harus di undur karena gadis itu tidak berhasil mendapatkan informasi apapun meski ia sudah mengikuti kemanapun pria itu pergi selama hampir sebulan.

Dan sekarang setelah tugasnya untuk menguntit Himchan selesai, dengan mudahnya ia menemukan pria itu bersama seorang wanita? Jadi.. haruskah Sohee memulai lagi penguntitannya? Di sela-sela liburannya? Jangan harap!

Sohee kembali melangkahkan kakinya, namun seorang pria yang entah siapa datang menghampiri Himchan dan gadis itu. Dengan sok bijaksana pria itu melerai pertengkaran keduanya. Menyuruh Himchan untuk masuk ke dalam penginapan lebih dulu sementara ia menenangkan gadis itu dengan… memeluknya?

“Astaga.. apa aku sedang menyaksikan drama cinta segitiga?” Cibir Sohee dengan tawa hampa. Tidak sadar kalau dua orang yang di sindir itu mendengar ocehannya.

Tanpa memperdulikan kedua orang yang sedang berpelukan itu, Sohee melangkah masuk ke dalam penginapan untuk menemui resepsionis. Semua sudah di pesan jauh-jauh hari, jadi ia hanya perlu mengambil kunci kamar penginapan seperti yang sudah ia pesan sebelumnya. Tapi…. yang terjadi adalah?

“Maaf nona, bukankah kami sudah memberitahu anda sebelumnya via email jika kami membatalkan pesanan anda secara sepihak? Kami juga sudah mentransfer uang anda.” Jelas resepsionis cantik yang memakai kimono itu.

“Ap.. apa? Bagaimana bisa? Aku tidak sempat buka email. Lagipula susah payah aku datang kemari. Aku harus naik kapal dan mabuk. Apa aku harus kembali seperti ini?” Sohee mencak-mencak tak terima. Bagaimana bisa resepsionis itu mengusirnya begitu saja?

Di liburannya yang singkat itu Sohee hanya punya waktu empat hari untuk bersantai, sementara tiga hari yang lain harus ia gunakan untuk mengemasi barang dan pindah ke apartemen yang baru. Tapi sekarang…. apa ini?

“Ada apa?” Tanya pria yang di lihat Sohee beberapa saat yang lalu di luar.

“Ah Tuan Yongguk, Nona Moohyun, maaf membuat liburan anda menjadi tidak nyaman. Nona ini memaksa untuk menginap. Padahal kami sudah mengabari lewat email kalau ada pembatalan sepihak, kami juga sudah mengembalikan uangnya.” Jelas resepsionis itu.

“Usir dia.” Perintah Yongguk pada orang-orang bertubuh kekar yang berdiri di depan pintu. Sohee membuka mulutnya lebar. Tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Pria yang ada di depannya itu… kasar sekali.

“HEI!!! Memangnya kau ini siapa? Jangan karena kau punya banyak uang dan bisa menyewa tempat ini jadi kau bisa memperlakukanku dengan buruk!!” Teriak Sohee tak terima.

Himchan yang mendengar suara ribut-ribut memutuskan kaluar dari kamarnya. Himchan mengenali Sohee sebagai wartawan yang sering menguntitnya. Sejujurnya Himchan kesal melihat Sohee. Pria itu pikir Sohee jauh-jauh ke Pulau Izu hanya untuk membuntutinya. Padahal sebenarnya Sohee pergi ke Pulau Izu memang untuk liburan. Rasanya Himchan ingin mengusir Sohee menjauh dari hidupnya, tapi saat ia melihat gadis yang berdiri di samping Yongguk… Himchan membatalkan niatnya.

“Yonggukie, biarkan dia menginap semalam disini. Dia pasti lelah.” Pinta Himchan pada pria yang berdiri di sampingnya itu.

“Aku tidak mau tidur sekamar dengan orang asing.” Sahut Moohyun cepat sebelum Yongguk meminta Moohyun untuk tidur sekamar dengan gadis itu.

“Kalau begitu pakai kamarku saja.” Potong Himchan yang sukses membuat Yongguk, Moohyun, bahkan Sohee terkejut. Yang benar saja? Apa maksud ucapan Himchan?

“Terserah!!” Moohyun yang kesal segera masuk ke kamarnya.

Yongguk menatap Sohee kesal, seolah-olah mengatakan kalau kau-adalah-penyebab-kekacauan-ini.

“Kembalilah ke kamar dan istirahat. Aku yang akan mengurus semuanya.” Yongguk menepuk pundak Himchan lalu melirik gadis yang berdiri di sampignya itu.

“Hei kau! Ikut aku!” Perintah Yongguk agar Sohee mengikutinya.

★☆★☆★☆

“Wahh ini besar sekali. Benar-benar seperti yang ada di dalam gambar.” Kagum Sohee saat Yongguk membawanya masuk ke dalam kamar. Gadis itu kemudian berlari menuju pintu samping yang menghubungkan kamar dengan onsen yang cukup luas.

“Kampungan.” Cibir Yongguk lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Yongguk terpaksa membawa Sohee ke kamarnya. Tidak mungkin kan Yongguk memaksa Sohee tidur sekamar dengan Moohyun yang jelas-jelas menolak kehadiran gadis itu. Apalagi membiarkan Sohee tidur sekamar dengan Himchan? Bisa gagal rencana Yongguk. Jadi tempat paling aman agar bisa mengawasi gadis itu adalah membiarkan gadis itu tinggal di kamarnya, iya kan? Lagipula hanya untuk malam ini, karena gadis itu akan pergi besok.

“Hei! Kenapa kau tetap disini?” Tanya Sohee kebingungan melihat Yongguk tak kunjung pergi.

“Apa maksudmu dengan kau tetap disini? Ini kamarku. Kalau kau mau menginap tinggal disini, kalau tidak cepat pergi dari sini sekarang juga!”

Sohee menggigit bibir bawahnya kesal. Jelas dua-duanya bukan pilihan yang baik untuk di pilih. Jika pergi, ia harus pergi kemana? Jadi… bukankah lebih baik kalau Sohee bertahan semalaman dengan pria menyebalkan itu?

Sohee membongkar barang bawaannya di atas kasur. Mengabaikan Yongguk yang sedang beristirahat. Pria itu mengernyit heran dengan apa yang di lakukan Sohee. Gadis itu tidak buta, kan? Lalu apa yang sedang di lakukannya sekarang? Mencari masalah? Membuat Yongguk marah dengan menimbun pria itu dengan pakaiannya?

“Hei! Apa yang kau lakukan!” Teriak Yongguk tak terima.

“Kau tidak lihat? Aku sedang membongkar barang bawaanku.” Balas Sohee santai. Yah, atas nama keterpaksaan, Sohee terpaksa menerima tawaran pria itu. Tidak buruk. Sohee hanya perlu bersikap tidak punya malu untuk malam ini. Anggap saja seperti kamar sendiri. Anggap saja pria itu tidak ada. Mau marah? Terserah, lagipula saat Sohee kembali ke Korea nanti ia tidak akan berurusan dengan pria itu lagi, kan?

Setelah menemukan handuk dan peralatan mandi yang di carinya,  Sohee pergi menuju kamar mandi. Meninggalkan Yongguk sendiri yang kini sedang menahan kesal setengah mati.

Setelah diam beberapa saat, Yongguk akhirnya mempunyai ide untuk ‘mengerjai’ Sohee. Entah apa yang sedang di carinya, yang pasti Yongguk sedang sibuk mencari sesuatu sekarang.

“Ketemu!” Yongguk tertawa sinis saat sebuah gunting kini berada dalam genggaman tangannya. Dengan semangat Yongguk mengguntingi pakaian Sohee yang masih berceceran di atas kasur. Tidak perduli, entah itu pakaian dalam, renang, gaun, baju santai, hingga baju tidur gadis itu menjadi sasaran kekesalan Yongguk. Pria itu mungkin saja akan terus melampiaskan kekesalannya pada pakaian tak berdosa itu jika saja Himchan tidak mengetuk pintu kamarnya.

“Apa yang kau lakukan?” Himchan keheranan melihat Yongguk membawa gunting di tangannya.

“Ah tidak. Hanya membantu gadis itu mengeluarkan barang. Ada sedikit masalah dengan kopornya.” Bohong Yongguk. “Masuklah.” Ajaknya pada Himchan kemudian.

“Berantakan sekali. Kemana perginya wartawan gila itu?” Tanya Himchan saat mencari sosok Sohee.

“Dia sedang mandi.” Jawab Yongguk malas. “Kau tahu kalau gadis itu gila, tapi kenapa kau malah memintanya menginap? Ini bisa merusak rencana kita.”

“Aku hanya ingin melihat ekspresi Moohyun.” Bela Himchan.

“Lalu?”

“Kau lihat? Dia cemburu. Artinya dia masih mencintaiku, kan?” Himchan girang.

“Bodoh! Bukannya sudah ku katakan jika sepupuku itu sangat mencintaimu? Dia hanya salah paham dengan berita murahan itu. Ah tunggu! Jangan bilang yang menulis berita itu…..” Yongguk menggantung ucapannya, sementara Himchan mengangkat satu alisnya sambil mengedikkan bahu.

“Ish!! Gadis itu benar-benar. Dia harus bertanggung jawab untuk membantu kita.” Ujar Yongguk yang entah disadarinya atau tidak sama saja dengan meminta gadis itu untuk tetap tinggal lebih lama?

“Begini, aku akan menunjukkan padamu. Kau bisa mencobanya nanti.” Ujar Yongguk kemudian menyentuh kedua pundak Himchan.

“Tatap mataku. Apa kau lihat ada kebohongan disana? Harus berapa kali ku katakan jika aku mencintaimu. Hanya mencintaimu. Tidak bisakah kau percaya itu?” Ujar Yongguk tegas. Tujuannya jelas, mengajari Himchan agar pria itu bisa lebih percaya diri saat mengungkapkan perasaannya pada Moohyun.

Sayangnya seseorang yang tidak mereka harapkan mendengar hal itu. Sohee. Dan sepertinya gadis itu salah paham dengan hubungan Yongguk dan Himchan.

★☆★☆★☆

“Gila! Ini benar-benar gila.” Oceh Sohee. Sekali lagi gadis itu menenggak minumannya langsung dari botol vodka keduanya. Sejak ia mendengar pembicaraan antara Yongguk dan Himchan tanpa sengaja, otaknya tidak bisa bepikir dengan benar. Jelas-jelas kedua pria itu bisa di bilang tampan, kaya, sempurna, lalu…. kenapa mereka mempunyai hubungan rumit yang Sohee tak mengerti?

“Sulit dipercaya. Apa aku harus menulis ‘Aktor Kim Himchan Adalah Seorang Gay’ begitu?” Sohee menggelengkan kepala kuat. “Tapi tidak mungkin ada yang percaya jika aku tidak mempunyai bukti. Haruskah aku mencarinya? Atau tetap berpura-pura tidak tahu?” Sohee berjalan sempoyongan, memukuli kepalanya yang terasa berdenyut sakit. Gadis itu menuju kamarnya. Ralat, kamar Yongguk.

Di depan pintu, Sohee melihat Yongguk sedang mengintip Himchan yang sedang berbicara dengan Moohyun, sebelum akhirnya keduanya memutuskan untuk pergi keluar mencari udara segar. Sohee menatap iba pada Yongguk. Awalnya, gadis itu pikir Yongguk menyukai Moohyun. Tapi ternyata dugaannya salah. Sekarang, yang Sohee tahu adalah… Yongguk menyukai Himchan, bukan Moohyun.

“Hal ini pasti sulit untukmu.” Ujar Sohee tiba-tiba, mengejutkan Yongguk.

“Kau mengejutkanku! Sejak kapan kau disana?” Bentak Yongguk yang merasa kaget.

“Mau minum? Aku membawa beberapa botol sake.” Sohee menunjukkan kantong plastik yang kini di bawanya.

Yongguk menggeleng tak percaya. Apa ia tidak salah dengar? Gadis yang ada dihadapannya itu mengajaknya minum? Padahal untuk berdiri saja ia sudah tidak sanggup.

“Kau gila?” Yongguk masuk ke dalam kamar, di ikuti Sohee di belakangnya.

“Hari ini aku sedang berbaik hati, karena itu aku akan menemanimu minum. Tapi.. tidak masalah kalau kau tidak mau, aku akan tidur.”

Sohee meletakkan kantong plastiknya di atas meja lalu berjalan menuju almari. Sohee mengambil gaun tidur yang tanpa di sadarinya sudah di ‘rusak’ oleh Yongguk. Dan tanpa memperdulikan kehadiran pria itu, Sohee mulai membuka bajunya.

“Hei apa yang kau lakukan? Kalau mau ganti pakaian di kamar mandi sana.” Ujar Yongguk panik. Yah, bagaimana bisa ada gadis seperti itu? Tidak punya malu?

“Aku sedang malas. Lagipula itu tidak akan berpengaruh padamu, kan? Kau bisa menutup matamu.” Balas Sohee cuek, masih berpikir kalau Yongguk adalah laki-laki yang ‘tidak normal’. Jadi meski ia bugil di depan pria itu, tidak akan berpengaruh apapun. Iya kan? Tapi tenang saja, Sohee tidak berencana untuk bugil. Hanya saja saat ia mulai menyadari ada yang salah dengan gaun tidurnya, ia melirik ke arah Yongguk.

“Apa kau yang melaukan ini?” Sohee menunjuk gaun tidurnya yang sobek di beberapa bagian, sementara Yongguk berusaha menahan tawa.

“Kau pikir aku kurang kerjaan hingga aku melakukan hal itu?” Balas Yongguk cuek sambil berjalan ke arah kasur.

“Baiklah. Sudah ku bilang aku sedang berbaik hati kali ini, jadi aku akan memaafkanmu dan membiarkanmu tidur di kasur.” Yongguk membuka mulutnya lebar mendengar ucapan Sohee.

HEI!! SIAPA YANG MEMBIARKAN SIAPA?

Harusnya Yongguk yang mengatakan hal itu, kan? Dia sudah membiarkan Sohee untuk menginap malam ini. Tapi kenapa malah gadis itu yang mengatakan jika ia membiarkan Yongguk tidur di kasurnya? Menyebalkan sekali.

“Hei gadis gila! Dengar! Jangan kau pikir karena kau wanita aku akan mengalah padamu dengan tidur di sofa. Tidak akan pernah!” Ucap Yongguk dengan menahan amarah. Entah gadis yang di panggilnya gila itu mendengar ocehannya atau tidak, karena saat Yongguk melemparkan pandangannya ke arah gadis itu ternyata…. sudah memejamkan matanya.

Yongguk membanting tubuhnya di atas kasur, di tempat yang masih kosong di sisi Sohee. Yongguk menarik selimut yang di pakai Sohee hingga tanpa sengaja mengakibatkan gadis itu menghadap ke arahnya. Dan untuk pertama kalinya Yongguk merasa menyesal sudah ‘merusak’ pakaian Sohee. Karena jujur saja, dengan pakaian compang camping seperti itu membuat Sohee…. ehm! Terlihat seksi.

Yongguk menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Entah kenapa tiba-tiba pasokan oksigen di kamarnya mendadak berkurang. Yongguk mengalihkan pandangannya ke langit-langit kamar sebelum akhirnya ia bersemhunyi di balik selimut.

★☆★☆★☆

Sohee merentangkan tangannya lebar. Menikmati udara pagi Pulau Izu yang segar. Sayangnya Sohee tidak bisa berlama-lama di Pulau Izu karena pria menyebalkan itu hanya memberinya izin tinggal semalam. Jadi siang ini Sohee harus kembali ke Seoul?

“Tidurmu nyenyak? Kenapa sudah bangun?” Tanya Himchan yang tiba-tiba muncul di sampig Sohee.

“Kau lupa? Siang ini aku harus pergi, jadi aku ingin jalan-jalan sebentar.” Ujar Sohee sambil melangkah pergi.

“Apa Yongguk tidak memberitahumu?” Himchan menyalip Sohee, berjalan disamping gadis itu.

“Tentang apa?”

“Begini, sejujurnya aku kesal karena kau terus mengikutiku hingga kemari. Tapi aku butuh bantuanmu.”

“Apa? Tunggu, sepertinya kau salah paham. Dengar ya Tuan Kim, aku kemari murni karena ingin liburan. Bukan karena mengikutimu.” Potong Sohee.

“Benarkah? Bagaimana aku bisa percaya jika selama ini kau terus mengikutiku?”

Skak mat. Sohee tidak bisa membantah atau membalas ucapan Himchan, karena apa yang di katakan pria itu memang benar. Jadi alasan apapun yang di katakannya saat ini tidak akan berguna kan? Sohee mendengus kesal, lalu kembali melanjutkan langkahnya.

“Yongguk menyetujui usulku untuk membiarkanmu menginap beberapa hari lagi.” Ucap Himchan yang sukses menghentikan langkah Sohee. Gadis itu berbalik, terlihat jelas dari raut wajahnya jika ia sangat bahagia.

Benarkah? Bagaimana bisa? Sohee ingin menanyakan hal itu tapi buru-buru ia enyahkan dari otaknya. Tentu saja, pria bernama Yongguk itu pasti tidak bisa menolak permintaan orang yang di sukainya, kan?

“Terima kasih Himchan-ssi.” Sohee menarik tangan Himchan sambil melompat-lompat kegirangan.

“Hei lepaskan tangannya! Kau bisa membuat orang lain salah paham.” Yongguk tiba-tiba muncul dan melepaskan genggaman tangan Sohee dari tangan Himchan.

“Yonggukie, tidak biasanya kau bangun sepagi ini.” Himchan menepuk pundak Yongguk.

“Seseorang membuatku tidak bisa tidur.” Yongguk mengusap rambutnya kasar. “Ayo pergi.” Ajaknya kemudian, meninggalkan Sohee sendirian yang tertawa tanpa suara.

“Membuat orang lain salah paham? Yang benar saja! Kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya kalau kau melarangku menyentuh tangan Himchan.” Gumam Sohee.

★☆★☆★☆

“Kenapa kau memesan makanan sebanyak ini?” Yongguk menatap heran makanan yang berjajar rapi di hadapannya.

“Aku mengundang seseorang. Ah itu dia, wartawan Jung.” Himchan melambaikan tangannya ke arah Sohee yang terlihat cantik dengan dress hitam selututnya.

“Selamat malam.” Sapanya pada Himchan, Moohyun, dan… Yongguk yang terpaku melihat penampilan Sohee. Cantik.

Sohee duduk di samping Yongguk, berhadapan dengan Moohyun yang duduk di samping Himchan. Tidak seperti pertemuan pertama mereka, kini sikap Moohyun lebih hangat pada Sohee.

Mungkin Himchan sudah menjelaskan permasalahannya, dan tugas Sohee malam ini adalah untuk memperjelas ucapan Himchan bahwa pria itu memang benar tidak memiliki skandal dengan artis pendatang baru, Lee Raein.

“Maaf jika tulisanku membuatmu terluka. Aku hanya kesal karena tidak bisa mendapatkan informasi apapun tentang Himchan-ssi, karena itu saat aku melihatnya berakting dengan Lee Raein dan melihat keduanya begitu akrab, aku membuat berita seperti itu.” Ujar Sohee panjang lebar. Gadis itu juga terlihat lebih santai dan menikmati makan malamnya. Berbeda dengan seorang pria yang hanya duduk diam sejak tadi di sampingnya.

“Yongguk oppa, kau sakit?” Tanya Moohyun khawatir pada Yongguk yang berkeringat dingin.

“Sepertinya aku tidak enak badan. Aku kembali dulu ke kamar.” Pamit Yongguk. Pria itu berdiri meninggalkan Himchan, Moohyun, dan Sohee begitu saja.

“Apa yang terjadi? Dia terlihat aneh sejak tadi pagi.” Ujar Himchan sebelum akhirnya ia memasukkan sepotong steak ke dalam mulutnya.

“Ini pasti berat untuknya.” Gumam Sohee yang samar-samar masih bisa di dengar Moohyun.

“Apa maksudmu? Apa kau tahu sesuatu?” Sahut Moohyun yang segera mendapat gelengan dari Sohee.

Setengah jam kemudian setelah ketiganya menyelesaikan makan malam dan acara bincang-bincang-nya, Sohee memutuskan untuk kembali ke kamar, sementara Himchan…. masuk ke kamar Moohyun?

Sohee membuka pintu kamar dan mendapati kamar itu kosong. Tidak ada Yongguk disana. Kemana perginya pria yang mengaku tidak enak badan itu?

Sohee menuju pintu samping dan menemukan Yongguk sedang berendam disana. Sohee menggeleng pelan, kemudian kembali lagi ke kamar. Sohee juga mengganti dress-nya dengan pakaian renang yang memang sudah ia siapkan untuk berendam. Tidak lupa ia membawa sake yang sudah ia beli semalam tapi tidak jadi di minum.

Mata Yongguk melebar saat melihat Sohee menghampirinya dengan membawa beberapa kaleng minuman. Setelah menjajar rapi sake di atas pinggiran onsen, tanpa ba-bi-bu atau meminta izin pada Yongguk terlebih dulu, Sohee masuk begitu saja.

“Ugh hangat sekali.” Gumamnya sambil menenggelamkan tubuhnya hingga batas leher. Sohee bertahan selama beberapa menit sebelum akhirnya ia duduk dengan benar. Sohee membuka kaleng sake lalu memberikannya pada Yongguk, dan pria itu menerimanya dengan senang hati.

“Kenapa kau kesini?” Tanya Yongguk dingin, kemudian meneguk minumannya.

“Kenapa aku disini? Aku ingin menemanimu. Aku tahu ini pasti sulit, tapi belajarlah menerima kenyataan. Apalagi aku tadi sempat melihat Himchan masuk ke dalam kamar Moohyun.” Ucap Sohee sok bijak sambil membuka sekaleng sake lagi untuk dirinya.

“Maksudmu?” Tanya Yongguk tak mengerti.

“Sudah tidak perlu berpura-pura. Awalnya aku pikir ini cerita cinta segitiga, tapi ternyata ini cinta bertepuk sebelah tangan.” Oceh Sohee tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi, membuat Yongguk makin bingung dengan arah pembicaraan gadis itu.

“Apa? Cinta bertepuk sebelah tangan? Siapa?”

Sohee menatap Yongguk iba. Gadis itu kemudian mendekati Yongguk dan duduk disamping pria itu. “Kau. Kau menyukai Himchan kan? Tapi Himchan dan Moohyun saling menyukai. Aku tidak sengaja mendengarnya kemarin, bahwa kau mencintai Himchan.”

Yongguk tertawa tak percaya mendengar ocehan gadis itu. Benar-benar konyol. Tapi Yongguk juga tidak bisa menyalahkan Sohee karena kemarin ia memang benar mengatakan hal itu pada Himchan, tapi bukan dengan maksud seperti itu. Dan ternyata gadis yang ada di hadapannya itu sudah salah paham.

Yongguk menenggak habis sake-nya dan membuang kalengnya sembarangan. Ia kemudian mendekati Sohee dan menatapnya tajam. “Sepertinya kau salah paham nona Jung.”

“Kau pikir aku seorang gay, hmm?” Yongguk menyingkirkan beberapa helai rambut basah Sohee yang menutupi wajahnya. Membuat Sohee kesulitan menelan ludah.

“Apa aku boleh jujur? Sejak kemarin aku sudah menahan diri, tapi kau selalu menggodaku. Keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, ganti baju di depanku seperti itu, dan memakai pakaian yang sudah aku rusak di beberapa bagian, pergi makan malam dengan begitu cantik hingga membuatku kehilangan oksigen. Kau pikir apa yang aku rasakan? Aku seorang pria normal dan darahku berdesir panas.” Yongguk semakin mendekatkan wajahnya ke arah Sohee sementara gadis itu sibuk melepaskan diri.

“Aku tidak bermaksud seperti itu. Jika aku tahu kau normal, aku tidak akan melakukan itu.” Ucap Sohee takut-takut.

“Tapi kau sudah membangkitkan gairahku. Jadi apa yang harus ku lakukan?” Bisik Yongguk di telinga Sohee yang sialnya membuat gadis itu diam membeku. Sohee ingin lari, pergi sejauh-jauhnya dari Yongguk, tapi kenapa hal itu tidak berjalan sesuai rencananya? Sohee tidak bisa bergerak, parahnya ia malah membiarkan pria itu mencium bibirnya? Kenapa?

Sake! Ah ya pasti minuman itu yang meracuni otaknya hingga tidak waras. Atau….? Ada yang salah dengan organ yang ada di dalam tuhuhnya? Karena rasa-rasanya jantung Sohee ingin melompat dari tempatnya, hatinya juga terasa ingin meledak, paru-parunya terasa kering dan aliran darahnya berdesir cepat.

Sohee membalas ciuman Yongguk. Meski bibir pria itu sedikit tebal, tapi entah kenapa ciumannya begitu lembut. Sentuhan tangannya di setiap lekuk tubuh Sohee juga membuat gadis itu menggeliat kegelian.

“Sshh… hentikan.” Desah Sohee tak tahan.

“Hentikan atau lanjutkan?” Goda Yongguk.

“Kau brengsek. Bukan aku yang menggodamu, tapi kau yang menggodaku.” Lirih Sohee dengan suara tertahan.

“Benarkah? Sepertinya kita sama-sama menginginkannya.” Yongguk tersenyum nakal lalu menarik tali yang melingkar di leher jenjang Sohee. Tangannya yang bebas dengan leluasa memainkan dada Sohee yang bergerak bebas di bawah air.

Sohee tak mau kalah, tangannya juga aktif memainkan batang kemaluan Yongguk yang masih tertutupi celana renangnya hingga wajah pria itu memerah. “Sepertinya kau sangat menikmatinya.” Cibir Sohee.

“Aku sudah tidak kuat lagi.” Ucap Yongguk tiba-tiba lalu mengangkat tubuh Sohee ke pinggiran onsen. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Yongguk segera menurunkan celananya dan menindih tubuh Sohee.

“Kau gila? Kau ingin membuatku masuk angin?” Sohee melotot ke arah Yongguk.

Tanpa memperdulikan ocehan Sohee, Yongguk menarik celana renang gadis itu dan membuangnya entah kemana. Birahi sudah menguasai otaknya. Yang ada di otaknya sekarang hanya satu. Menikmati kehangatan yang di suguhkan vagina Sohee.

Yongguk mulai memasukkan batang kemaluannya ke bibir vagina Sohee. Tapi… Sulit.

“Kau masih perawan?” Tanya Yongguk yang lebih terdengar seperti sebuah ejekan bagi Sohee.

“Dan kau seperti seorang yang professional.” Ucap Sohee kesal dan Yongguk hanya tersenyum nakal.

Pria itu kembali memaju mundurkan pinggulnya. Kali ini lebih pelan dan sedikit berhati-hati agar tidak menyakiti Sohee. Butuh beberapa menit hingga akhirnya Yongguk mampu menembus selaput tipis yang di ikuti percikan darah.

“Sakit?” Tanya Yongguk lembut dan di jawab Sohee dengan anggukan.

“Maaf, tapi ini tidak akan lama. Kau percaya padaku?” Tanya pria itu lagi, dan lagi-lagi seperti orang bodoh.. Sohee hanya mengangguk pelan.

Yongguk mencium kening Sohee, ciuman itu lalu turun ke bibir Sohee. Yongguk mulai kembali menggoyangkan pinggulnya maju mundur seiring dengan pergerakan Sohee. Kedua tangan Sohee melingkar di leher Yongguk, sementara tangan Yongguk bergerilya di dada Sohee. Tidak ada suara lain selain desahan desahan nikmat yang keluar dari bibir keduanya. Yongguk dan Sohee, menyatu dalam balutan malam.

★☆★☆★☆

Sohee duduk di tepi pantai, menunggu matahari terbit. Entah sudah berapa kali ia bersin sampai hidungnya memerah seperti itu. Mungkin karena ia dan pria itu ‘bermain’ air semalaman hingga membuatnya terkena flu.

“Kau disini?” Sapa Moohyun yang datang sendirian tanpa Himchan.

“Hmm.. aku ingin melihat matahari terbit.” Balas Sohee tanpa mengalihkan sedikit-pun perhatiannya dari sang surya yang enggan beranjak bangun dari peraduannya.

“Kau terlihat pucat. Apa kau sakit?” Tanya Moohyun yang akhirnya duduk di samping Sohee.

Sohee melemparkan tatapannya pada sosok cantik yang duduk di sampingnya itu. “Moohyun-ssi..” Panggilnya.

“Ya?”

“Apa kau sudah lama mengenal Yongguk?” Tanya Sohee memberanikan diri.

“Kenapa kau tanyakan hal itu? Kau menyukainya?” Goda Moohyun yang sukses membuat pipi Sohee bersemu merah.

“Bukan seperti itu. Aku hanya penasaran dan ingin tahu, orang yang seperti apa dia?”

“Yongguk? Dia adalah orang yang dingin di luar tapi hangat di dalam. Ahh ini bukan sesuatu yang bisa di jelaskan. Kau harus mengenalnya agar kau mengerti bagaimana dia.” Moohyun menepuk pundak Sohee.

“Moohyun-ssi?” Panggil Sohee lagi. “Aku akan kembali ke Seoul. Senang bertemu denganmu dan bisa mengenalmu. Sampaikan permintaan maafku untuk Himchan-ssi.”

“Kenapa tiba-tiba?” Moohyun terkejut mendengar ucapan Sohee, apalagi saat gadis itu tiba-tiba memeluknya erat.

Setelah pamit pada Moohyun, Sohee berlari menuju kamar dimana Yongguk masih terlelap dalam tidurnya. Sohee menatap Yongguk cukup lama. Sohee ingin sekali menyentuh Yongguk, tapi Sohee takut mengganggu tidur pria itu, jadi Sohee mundur beberapa langkah lalu berbalik.

Sepertinya Sohee memang sudah berniat kembali ke Seoul karena ia sudah mengemasi barang-barangnya. Sohee membawa kopornya keluar, tapi lagi-lagi langkahnya terhenti di depan pintu. Sohee kembali menatap Yongguk dan sedetik kemudian ia kembali untuk mengecup bibir pria yang masih terlelap itu.

“Selamat tinggal.” Ucapnya kemudian berlalu pergi meninggalkan Yongguk, membunuh kenangannya dengan pria itu, dan mengubur dalam-dalam cintanya yang bahkan belum sempat berkembang.

39 Komentar

  1. Kira-kira apa yg terjadi nanti saat Yongguk bangun. ? Mencari Sohee atau melupakan semuanya ? Penasaran, andai ada sequel🙂

  2. Kim yechan

    Critanya gantung thor penasarana ma lanjutanya kira2 appa yg terjadi ya sohee hamil kah😮

  3. ehh… knp main tgl (?) yonggukie. kejar sohee eoh…

  4. ya ampun omonaa,,,
    kasian banget coba si sohee trus dia gimana akhirnya thor??
    gantung nih???
    next ya thor
    semngat🙂

  5. Faykimclouds

    aaaakk gila kenapa gue baca ff kayak beginian ?? siapa yg bawa gue kesini?? siapa??

    ngambang banget kak lanjutin napa?? seru sumveh gue menikmati banget elaahh -_- gue sama jongup lagiii .bla bla bla …. xD
    ngakak yg pas bagian sohee ngoceh panjang lebar jelasin klo yongguk suka sama himchan xD heddehh sohee songong banget *ehh :v tapi bikin greget si sohee
    polosnya ga ketulungan xD
    LANJUT OKEH !!! HARUS
    #BangHee’s back :* :*

  6. HevieanaeE

    bkin squel ya thor kan msih gntung..kta orng gag baik gntung in crita ntar bisa membuat orng slah pham..next iy thor??😉

  7. mawadah*

    Sequel ϑº°˚˚°ºñk♥ .. Min

  8. Jung Yong Seokkiee

    Eeeeh Cerita gantung thorrr…
    Hahahaa si Sohee songong banget…😀 yang bikin aku ketawa itu thorr waktu sohee cerita kalo yongguk suka sama himchan padahal gak haha😀

    Gantung thor kok sohee ninggalin yongguk gitu aja buat sequal’nya donggg… ayo yongguk kejar sohee🙂

    Buat sequal yah thorrr penasaran nihh!!🙂
    Fighting thor…😀

  9. aigo, nie part 1 kan? berarti nunggu next part-nya nie…

    ditinggal pergi begitu aja apa gak bikin yongguk salah paham ke sohee??

  10. Waaa, cerita baru. Buang kaleng sake sembarangan itu bukan yongguk banget. Hehe^^

  11. Waaa, cerita baru. Buang kaleng sake sembarangan itu bukan yongguk banget. Hehe^^

    Eonni udh liat rambut baru bang yongguk belum? Heol, kenapa harus lebih ganteng dari laki gueeee >,<

  12. Ira

    Aaaaak,, kenapa slese dulu?! Gantung atuh kak.. ><
    Masa yongguk ditinggal doang ama sohee, ntar kalo nyariin gimana ? Kalo kangen gimana ? Ah, sequel nih kak, sequel..
    Ditunggu loh kak ..😀

  13. resti

    semoga ini awal dari cerita bahagia untuk BangHee

    ❤ BangHee❤

  14. heeyeon

    ah ini nanngung namanya tega T_T

  15. aduh ,,, endingnya gantung ,, hehehe
    anyyeonghaseo, aq reader bru di blog ini ,,, #deepbow
    bagus bgt ceritanya, tapi endingnya itu gantung bgt, penasaran kok sohee mesti ngubur cintanya, apa ada hubungannya ma mohyun, kok meluk dia erat bgt, kasian ya mereka berdua
    jebaaaaaaal author ,,, sequeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeel
    fighting ><b

  16. karena ini ff nc, jadi sequelnya tergantung komentar😄 kalo byk yg komen sequel ntr dibikin dah😀

    @intan: awalnya gatau, tapi stlah baca komenmu aku langsung ke tkp dan jengjeng…. gulunggulung dikasur lihat foto gukie dgn rambut barunya😄 jangankan yonje, si visual kimichan aja kalah😄

  17. zuuvie

    Lho?
    Sohee knp tiba2 pergi?
    Ada sequel ga ff ini?

  18. itha_sparkyu

    sequel jeballl

    pnasrn dgn kusah sohee n yongguk, mreka bkal brsatu g y. klo ad sequel sprtix konflikx pas bgt ni klo d tmbah dikit.
    bkn sdkt salah paham truss baikan dgn jalan sohee dan yongguk sadr kli mreka tuh sbnrx salung cinta. atw bwt sohee hamil kali y….
    terserh author deh, yg pnting sequel.

  19. kian chan

    squel pleaseee….penasaran bnget ni tntg kelanjutannya ..
    smangat mba autor..

  20. maya okseria

    Sohee ninggalin yongguk pas tidur..

    Yongguk reaksi nya gimana nih..
    Gantung ceritanya..

    Squel wajib..

  21. iya iya sequel😄 di post weekend, jadi tunggu yah..

  22. dewiChaki_96

    whatttttttt
    yakin itu udh END tnpa sequel ><
    aishhhh

  23. ah keren tp kok jadi kasian sohee y?
    sbnrnya yongguk cinta jg kn?
    sequel donk thor,please

  24. Perlu sequel nih thor. Apa yg terjadi nanti setelah yongguk bangun dan hidup Sohee nanti setelah kejadian?

  25. Hyejeong Kim

    nah lhoo sohee banyak yg nagih sequel -_- sekalian tuh yg its hurt here nya dilanjutin .. jan kelamaan nganggurinnya

  26. Hyunbaek

    Yeahh castnya bang yongguk.ada himchan jga..hehe
    ffnya seruuu tpi gantung ya?! Jdi pnasaran kra2 gmana kelanjutannya thor?

  27. loh.. loh.. kok??? ini ada sequelnya kan???? T____T

  28. sequel siap di posting weekend😛

  29. Gantung gini ada sequelkah?

  30. Mrs.choi

    Ceritany keren tpi gantung . Plis butuh sequel

  31. LisaJuly89

    perlu penjelasan ini T_T

  32. dongrim

    ha, langsung ditinggal aja si yongguk

  33. Abcdefghijkl

    Aaaaaa
    kenapa gantung?

  34. Fantasi yoongguk boleh juga tuh..bagaamana ya kalau dia tau sudah ditinggal sohee kira kira ketemu lagi ga ya di korea nanti.

  35. aigo,,,sohe sotoy bgt sih neng,,,makanya klo nguping jgn setengah2 jd z salah paham hehe
    sumpah ini crita ny romcom bgt,,,comedy ny dpt bgt gara2 sohe yg bego ga ketulungan itu tp sok2an care
    n romance ny,,,,,beuh,,,yongguk+sohe kerasa bgt feel ny

  36. Aaaaiiiiiisssshhhhhhhhh udah kocak, romantis, keren di awal kenapa sohee pergiiiiii??? T.T huwaaaaaaahhhhhhhhh
    etapi ganyangka Appa sweet abissss :3 lanjuuuuuuuut
    BETTY.

  37. Sohee sotoy tingkat akut nih. Aduh ya masa abang gahar penyuka sejenis xD

    Ceritanya manis tapi nc nya… Euum, kilat ya haha mesum /ok lewat~

    btw, setauku sake gak ada yang dijual kaleng. Biasanya masyarakat jepang produksi sake pake botol dan untuk merek ternama jepang mereka ngemasinnya pake botol macem wine/2x lebih besar, secara sake arak khas negara mereka. Itu sih setauku doang loh ya

  38. oh jadi begini awalnya… hahah. SoHee PeDe banget ganti pakaian depan Yongguk padahal dy gak tahu yg sebenarnya.😀

Trackbacks

  1. New Apartemen (Sequel Onsen) | AstreDiaries

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: