AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

What Should I Do?


So Hee membuka jendela apartemennya. Mengharap semilir angin datang membawa sedikit kesejukan. Musim panas tahun ini memang cukup panas, sepanas hatinya yang entah kenapa akhir-akhir ini sulit di kendalikan. So Hee menengok kalender yang menempel di dinding apartemennya. Sekedar memastikan bahwa musim panas memang akan segera berakhir.

 

Dan… yah, hari ini adalah minggu terakhir di bulan Agustus. Artinya tidak akan lama lagi musim gugur akan datang. Minggu depan. Awal bulan September. So Hee sudah tidak sabar menunggu dedaunan pohon maple yang berdiri kokoh di depan apartemennya itu berguguran dengan sangat cantiknya.

 

So Hee menghirup udara sebanyak-banyaknya kemudian tersenyum ringan. Bahkan bau-bau-an musim gugur sudah dapat ia cium dan ia rasakan kehadirannya. Di otaknya yang pas-pas-an itu, ia sudah merencanakan semuanya dengan sangat baik, hal-hal apa saja yang akan ia lakukan di musim gugur nanti. Catat, dengan pria itu tentunya. Tidak mungkin ia akan pergi sendirian, kan?

 

Tapi bayangan indah itu buyar ketika suara ponselnya berbunyi nyaring. Sebuah mention dari Moo Hyun masuk. So Hee tersenyum, “Mungkin gadis itu merindukanku,” pikirnya.

 

Moo Hyun mengiriminya sebuah gambar yang mampu membuatnya lupa caranya bernafas.

 

Bv79cLcCIAA40Wf[1]

“BYG Girlfriend?”

 

Entah itu sebuah pertanyaan atau pernyataan yang di tujukan padanya. Tapi yang pasti, setetes cairan bening turun begitu saja saat So Hee melihat foto itu. Parahnya, pria yang baru saja di lihatnya di foto itu kini datang ke apartemennya. Buru-buru So Hee mengusap cairan sialan yang membuat wajahnya sembab akhir-akhir ini.

 

“Kau `pulang`?” Sapa So Hee, menekan kata pulang yang seolah sudah menjadi kebiasaan pria itu untuk datang ke apartemennya. Pria yang baru menambah koleksi tattoonya itu mengangguk lalu mengganti sepatunya dengan sandal rumah.

 

Sejak pria itu melangkahkan kakinya masuk ke apartemennya, tidak sekalipun So Hee berani menatap mata pria itu. So Hee khawatir, juga takut… jika pertahanannya tiba-tiba runtuh jika matanya bertemu pandang dengan mata pria itu. Jadi ia mengalihkan pandangan yang sialnya malah ke arah benda laknat yang melingkar di tangan pria itu. So Hee tersenyum miris. Entahlah… sebenarnya So Hee sendiri tidak yakin, apakah gelang yang saat ini di pakai oleh pria-nya itu adalah gelang yang sama seperti yang baru saja ia lihat di foto tadi. Kalau ternyata itu benar, artinya pria itu sedang memakai gelang pasangan? Benar begitu? Astaga.. yang benar saja?

 

“Yah.” Jawab pria itu singkat tanpa berniat menambah embel-embel apapun di belakangnya.

 

“Kau pasti lelah. Aku akan menyiapkan air hangat.” So Hee beranjak menuju kamar mandi.

 

So Hee memberanikan diri untuk melirik pria yang kini sedang merebahkan tubuhnya di atas sofa itu. Meski hanya satu detik ia menatap pria itu, So Hee tahu jika pria-nya itu sangat lelah. Jadi ia tidak mau lagi menambah beban pria itu dengan pertanyaan konyol yang saat ini menari-nari di otaknya.

 

Hari ini adalah hari yang menyenangkan, seharusnya…

 

Karena hari ini adalah hari terakhir So Hee berada di Korea. Besok pagi-pagi sekali So Hee akan pergi ke negara tempat kakek neneknya tinggal, INDONESIA. Hal yang memang sudah seharusnya ia lakukan sejak bulan lalu. Tapi karena ia sakit dan kondisinya sangat tidak memungkinkan, So Hee mengundur jadwal keberangkatannya.

 

Hari ini adalah hari yang menyenangkan, seharusnya…

 

Tapi kenapa? So Hee sama sekali tak bisa menikamatinya?

 

Kau tahu, hidup itu bukan hanya tentang cerita cinta, betapa kau bahagia atau menderitanya karena hal itu. Tapi ada hal lain yang bisa membuat dadamu sulit bernafas, yang bisa membuat otakmu penuh sesak,yang bisa membuatmu ingin menjerit. Hal kecil yang bahkan bisa membuatmu membenci dirimu sendiri karena tidak bisa…. mengatasinya.

 

So Hee menghirup udara dengan rakus. Berharap apa yang di lakukannya itu mampu membuat dadanya yang sesak bisa sedikit lega. Pikirannya mendadak kacau. So Hee menjadi tidak fokus dalam melakukan apapun. Hingga ia lupa jika air panas yang ada di bathup ternyata belum ia campur dengan air dingin hingga membuat tangannya melepuh.

 

Suara So Hee tertahan di tenggorokan. Sejujurnya ia ingin menjerit. Sakit. Tapi… selagi ia bisa, ia akan menahannya. Ia akan mencoba ‘menahan’… semuanya.

 

“Kenapa lama sekali?” Tiba-tiba pria itu muncul di belakang So Hee dan mengejutkannya.

 

“Ah maaf. Kerannya sedikit bermasalah.” Ucapnya tanpa berani menatap pria itu. So Hee berlalu begitu saja, meninggalkan pria itu yang sedikit kebingungan dengan tingkah So hee yang terasa berbeda sejak kedatangannya.

 

Bukannya mengobati tangannya yang terluka, So Hee malah berlari menuju kamarnya. Gadis itu membungkam mulutnya sendiri agar suara tangisnya tak pecah. Namun hal itu tidak lama. Bahkan sebelum pria itu keluar dari kamar mandi, So Hee berlari menuju wastafel untuk mencuci wajahnya. Tapi… tetap saja, matanya yang memerah bekas menangis tidak bisa di tutupinya.

 

So Hee kemudian menuju dapur untuk menyeduh dua buah ramen. Satu untuknya dan satu untuk pria itu. Tapi lagi-lagi So Hee melakukan kecerobohan dengan menjatuhkan salah satu ramen tersebut. Dan hal itu membuat Yongguk yang baru saja keluar dari kamar mandi menjadi panik sementara gadis itu masih diam berdiri di tempatnya seperti orang patung.

 

“Kau menangis?” Pria itu menghampiri So Hee. Tapi sama sekali tidak ada reaksi dari gadis itu. Ditambah lagi mata gadis itu yang merah seperti habis menangis membuat emosinya sedikit terpancing. “Hee-ya!!” Tegur pria itu yang sukses membuat So Hee kembali pada kesadarannya.

 

“Ya? Ah maaf, aku akan membuatnya lagi.” So Hee  berjongkok untuk membersihkan tumpahan ramen yang berceceran di lantai dapurnya. Lagi-lagi So Hee berusaha mengabaikan pria itu. Menghindar mungkin lebih tepatnya.

 

“Tidak perlu. Aku masih kenyang.” Ujar pria itu yang membuat langkah So Hee terhenti. Kenyang? Ah tentu saja. Kenapa So Hee melupakan hal itu? Bukankah dari foto yang baru saja ia lihat itu mereka sedang berpesta? Pasti ada acara makan-makan dan minum, kan?

 

Mengetahui So Hee akan beranjak pergi sementara ia belum mendapat jawaban yang di inginkan, pria itu menahan lengan So Hee yang entah disadarinya atau tidak sudah membuat gadis itu meringis kesakitan. Pria itu… tidak sengaja menyentuh tangan So Hee yang melepuh. Rasanya pasti sakit sekali. Luka itu tidak di obati, belum juga sembuh, tapi seseorang yang menyebabkan luka itu malah menyentuhnya. Bisa kau bayangkan betapa sakitnya?

 

“Tidak. Tadi hanya terkena bubuk cabe, jadi mataku terus berair.” Bohongnya.

 

“Kenapa bisa seperti ini?” Pria itu menarik tangan So Hee dan melihatnya dengan cemas bercampur khawatir.

 

So Hee diam, tenggorokannya terlalu sakit untuk mengeluarkan suara. Pria itu menggeret tangan So Hee dan mendudukkan gadis itu ke sofa. Dengan segera ia mengambil kotak P3K untuk merawat luka So Hee. Tangannya dengan cekatan mengoleskan cairan anti septic sebelum akhirnya mengoleskan krim yang biasa di gunakan untuk mengobati luka bakar.

 

“Yonggukie?” Akhirnya… setelah hampir satu jam lamanya sejak kedatangan pria itu ke apartemennya, So Hee bisa memanggil nama pria itu dengan benar.

 

“Hm?” Sahutnya singkat.

 

“Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?” Tanya So Hee memberanikan diri. Tidak mungkin ia tiba-tiba memaksa pria itu untuk bercerita, kan?

 

“Mengatakan apa?”

 

“Seperti.. apa saja yang sudah kau lakukan hari ini?” Ucapnya ragu.

 

“Kau ingin tahu?” Tanya pria itu balik tanpa berniat menjawab pertanyaan So Hee.

 

“Tidak. Aku hanya bingung mau mengatakan apa. Sudah lupakan.” Balas So Hee kemudian menarik tangannya. “Aku `lelah`.” Ucapnya sambil beranjak menuju kasur favoritnya

 

Lelah? Sebuah kata sederhana yang menyiratkan banyak makna. Tergantung dari sudut mana orang itu menilai. Dan pria itu pikir mungkin gadis itu lelah karena seharian mengemasi barang-barang yang akan dibawanya pergi. Tapi bukan seperti itu. Bukan lelah secara fisik tapi secara mental. Hatinya.. lelah.

 

“Kau baik-baik saja? Kau terlihat…. sedikit aneh?” Setelah mengemasi kotak P3K, pria itu mengikuti So Hee dan berbaring di samping gadis itu.

 

“Benarkah? Mungkin itu hanya perasaanmu saja karena aku akan pergi besok.” Yah mungkin benar seperti itu, tapi pria itu merasa yakin ada sesuatu di sembunyikan gadis itu. Pria itu tersenyum lalu memeluk gadis itu hangat. “Mungkin seperti itu. Lalu, kapan kau akan kembali?”  Tanyanya sambil membelai punggung So Hee..

 

“Aku bahkan belum pergi tapi kau sudah tanya kapan aku kembali? Apa kau takut merindukanku? Atau kau takut kehilanganku? Atau kau terlalu mencintaiku, hmm?” So Hee bersembunyi di dada pria itu. Satu-satunya tempat dimana gadis itu bisa merasakan nyaman. Sayangnya sekarang ia menjadi tidak yakin, apakah minggu depan atau minggu depannya lagi atau depannya minggu depannya lagi, ia bisa bersembunyi seperti itu lagi. Merasakan nyaman yang teramat sangat dalam dekapan hangat pria itu.

 

“Cepat kembali. Bukankah kau ingin menikmati musim gugur disini?”

 

Oh tentu saja. So Hee sangat ingin  menikmati musim gugur di Korea dengan pria itu. Tapi itu sebelum ia melihat foto yang di kirimkan Moo Hyun tadi. Dan entah kenapa sejak ia melihat foto itu, rencananya berubah.

 

Mungkin So Hee akan tinggal beberapa minggu, atau mungkin beberapa bulan, bisa juga beberapa tahun, atau bahkan mungkin…. selamanya.

 

“Kau ingin aku melakukan sesuatu untukmu?” Pria itu mengacak rambut belakang So Hee, membuat gadis itu mundur untuk menatap wajah pria yang sangat di cintainya itu.

 

“Nyanyikan sebuah lagu.” Ujar So Hee, menatap pria yang berbaring di sampingnya itu cukup lama, seolah menantang pria itu untuk menyanyikannya meski ia sendiri tidak yakin apakah pria itu mau melakukannya dan serius dengan ucapannya.

 

Melihat pria itu hanya menatapnya diam tak bergerak, So Hee turun untuk mengambil sesuatu. Sebuah mp3 player. Ia lalu memasang satu sisi headset ke telinganya dan satu sisi lagi ke telinga pria itu.

 

“Lagu ini memang sudah lama, tapi aku masih menyukainya.” Ucapnya lalu menekan tombol play.

 

You close your eyes and leave me naked by your side

You close the door so I can’t see

The love you keep inside

The love you keep for me

 

So Hee mengalihkan pandangannya ke langit-langit apartemennya. Sementara pria itu? Entahlah tatapan itu tidak bisa di jelaskan. Gadis yang ada disampingnya itu, gadis yang selalu menyambutnya hangat dengan segala sisi buruknya itu memintanya untuk menyanyikan lagu seperti itu? Yang benar saja? Kenapa harus lagu itu? Itu terdengar seperti lagu perpisahan yang mengerikan?

 

It fills me up, it feels like living in a dream

It fills me up, so I can’t see

The love you keep inside

The love you keep for me

 

“Bagaimana kalau besok kita berlibur bersama?” Pria itu melepas headsetnya dan menatap So Hee. Ia seolah merasakan ada sesuatu yang aneh di hatinya. Perasaan semacam takut jika gadis itu tidak kembali lagi padanya.

 

So Hee tertawa kecil, “Tidak bisa. Aku sudah pernah menundanya.”

 

Pria itu diam. Tangannya perlahan menggenggam tangan So Hee, melihatnya sekilas lalu tersenyum, dan itu berhasil membuat So Hee merasa ingin menjerit. So Hee tidak berani memandang pria itu lebih lama lagi, atau kalau tidak, ia akan nekat menyetujui ajakkan pria itu untuk berlibur malam ini juga.

 

So Hee memasangkat headset itu sekali lagi lalu memalingkan wajahnya menghadap tembok. So Hee merasa itu lebih baik daripada harus menatap wajah pria itu. Perlahan ia mencoba melepaskan tangannya dari genggaman pria itu, tapi dengan cepat pria itu menarik kembali tangan So Hee dan malah menggenggamnya semakin erat. Membuat gadis itu pasrah, karena sebenernya So Hee juga sangat menginginkannya.

“Mmm… Mmm… Mmm… “  Pria itu mulai bersenandung mengikuti irama lagu.

 

I stay to watch you fade away
I dream of you tonight
Tomorrow you’ll be gone

 

Pria itu mulai bernyanyi… dan So Hee menikmatinya.


It gives me time to stay
To watch you fade away
I dream of you tonight.
Tomorrow you’ll be gone
I wish by God you’d stay

Pria itu terus bernyanyi tanpa peduli pada So Hee yang sudah memejamkan matanya. Entah gadis itu memejamkan mata karena benar-benar terlelap atau karena menghayati tiap bait lagu yang pria itu nyanyikan untuknya. Yang seolah-olah memang seperti apa yang sedang terjadi dengan kenyataan saat ini.

 

Bukankah memang begitu? Pria itu sengaja menginap di apartemen So Hee agar besok pagi-pagi sekali bisa mengantar gadis itu ke bandara.

 

I stay awake
I stay awake and watch you breathe
I stay awake and watch you fly
Away into the night escaping through a dream

 

So Hee menggeliat, memiringkan tubuhnya ke arah pria itu. Setetes air mata jatuh. Gadis itu…. menangis dalam diam. Ia benar-benar sudah tidak tahan lagi sekarang.

 

Tanpa bicara, pria itu merentangkan tangannya memeluk pudak So Hee. Pria itu paham, pasti ada sesuatu −yang entah apa, karena dirinya sendiri tidak mengerti− yang sedang memenuhi otak gadis itu. Yang pasti sesuatu itu tidak bisa gadis itu katakan dengan mudah.

 

“Hangat.” Batin So Hee. Kehangatan yang selalu ia butuhkan, pelukan yang selalu ia rindukan. Kedua hal itu adalah sesuatu yang setidaknya bisa mencairkan pikiran-pikiran buruk yang sudah membeku di otaknya….

 

Suara pria itu mulai melemah dan perlahan menghilang. Dengan penasaran, ia melihat gadis yang ada di dalam pelukannya itu tertidur dengan wajah polosnya.

 

“Bagaimana kau bisa teridur dengan menangis seperti ini? “ Ucapnya sambil menghapus sisa-sisa air mata yang mulai mengering di pipi So Hee. Pria itu kemudian bangkit dan kembali mengambil kotak P3K untuk membalut luka So Hee.

 

Sometimes I wish I could save you

And there’s so many things that I want you to know

Gumam pria itu, menyanyikan beberapa lirik dari lagu Simple Plan, sebuah band yang sangat di sukai gadis yang kini tertidur lelap di hadapannya itu. Sedetik kemudian, pria itu mencium tangan So Hee yang kini telah terbalut perban.

 

******

 

Pria itu terbangun ketika cahaya matahari yang mulai meninggi masuk melalui cela-cela jendela apartemen dan menyilaukan matanya. Sedikit terkejut saat ia tidak mendapati So Hee di kasurnya. Tidak mungkin kan jika gadis itu pergi tanpa membangunkannya? Tanpa mengatakan apapun padanya?

 

Dengan kecepatan kilat pria itu berlari menjelajah tiap sudut apartemen, tapi sayangnya semuanya memang benar-benar kosong sekarang.

 

Pria itu menekan nomor ponselnya dengan frustasi. Awas saja jika gadis itu mengangkat telponnya nanti, ia akan memarahinya habis-habisan. Tapi kenyataan yang di dapatnya adalah…. gadis itu meninggalkan ponselnya?

 

Pria itu mendekat ke arah meja yang terletak di depan sofa dimana gadis itu meninggalkan ponselnya. Benar, itu ponsel So Hee, tapi kemana gadis itu pergi? Pria itu membuka ponsel So Hee, berharap gadis itu meninggalkan sebuah notes untuknya seperti yang sering ia lakukan saat ia masih tertidur dan gadis itu harus pergi ke suatu tempat. Tapi yang ia dapat malah foto dirinya bersama seorang gadis dan seorang pria yang di ambil seseorang, kemarin.

Dan yang lebih menyakitkan bagi pria itu adalah ketika So Hee menulis….

 

“Aku tahu. Tidak apa-apa. Saat aku memutuskan untuk mencintainya, saat itu juga aku harus bersiap menerima segala rasa sakit.”

16 Komentar

  1. huwaaa… sakitnya. entah yongguk yg trlalu cuek. atau perasaan sohee yg cemburu. yg jelas aku bru kli ni suka ff yg cast utama bukan member SJ. aku ngerasa feelnya kerasa k reader. salam kenal nd ijinkan aku mengobrak abrik blog ini🙂

    • yihaa~ nambah 1 korban lagi😄 entah gimana awalnya sampe kamu nyasar kesini, tapi selamat datang… dan silahkan menikmati sensasi yang disuguhkan BangHee Couple ^^

  2. resti

    😥

  3. huwaaa… ndak sbar nunggu lanjutannya.

  4. LeeRaeIn

    Waaaahhh.. Dah lam Qw ga mampir ke sini..
    Tp.. Ko sad ending..?😦
    kerasa bgt sakit nya ;(

  5. febi

    Sakit banget tuh eon,aigoo aigoo bang yong guk
    Sohee kemana tuh? Ke Indonesia? Sohee balik ga?
    Masa banghee harus pisah sih eon
    *tangkep jelo*🙂

  6. @Lee Rae In: ini apa yg saat ini terjadi dan aku rasain🙂 jadi gmna aku ga sedih?

    @febi: kalo kmu baca ffku yg sbelumnya, broken hearted girl kl ga salah, disana sohee uda punya rencana pulang ke indo tpi karna dia sakit jdi di tunda. skrg kayaknya sohee ga punya alesan lgi buat tetep bertahan disana🙂

  7. Faykimclouds

    kenapa gue baru baca >,<
    giliran di tungguin kaga nongol2
    gue masa bodo uda nongol dri kemaren:\

    sebenernya maksud yongguk ape si ?? heran dahh
    gue aja nyesek bacanya gimana sohee nya coba *mewek berjamaah
    feel nya dapet dahh pokoke joz gandozz (y) xD
    LANJOOOOTT ka !!
    ga penah on di fb ya kak ??

    • gue punya fb uda dari 2008, bosen tauk fban mulu😄 lagian Betty ngelarang on smentara ini. jadi mungkin smentara disini dulu. tempat paling aman di dunia. sesekali di IG ato path. kenapa? hibur gue donk, lagi patah hati ini😄

      • Faykimclouds

        gue suruh ngapain jadi yongguk jadi jadian gitu -_-

        gue baru ngeh soal gelang couple kemaren gegara si jojon unnie wehh ! itu cwe nya sape si? gue penasaran masa o.O gue liatnya cengo! dan rada rada nyelkit gitu rasanya

  8. kita berantem aja yukk😄 kenapa elu tanya gituan sama gue -_- yamana gue tau siapa itu cewek, dan sejujurnya gue juga gamau tau😄

    elu kerasa nyelkit? moo hyun ngerasa sedikit sakit, resti juga, trs…. bisa lu bayangin ga gmna perasaan gue sekarang😄

    • Faykimclouds

      gue vakum berapa hari ini dan itu karna apa?? foto itu masa? sumveh sukses bikin gue amburadul
      meski bias gue jongup sama jelo tapi tetep aja sakiiiit nya tu disini *unjuk dada dan anehnya lagi sakitnya kayak abis di hianati pacar bahkan melebihi😥
      mungkin itu yg lu rasain ka
      okeh #StayStrongSohee

  9. aku gak tau gmna ceritanya sampe bsa nyasar k sni. menurut aku ceritanya bagus! alurnya jg gak terlalu cpt atau lambat!! tp yakkkkk???? knp ceritanya ngegantung????? ini ff kedua d blog ini yg aku baca mlm ini. n semua endingnya gantung!!! tau gmna perasaan aku????….. rasanya tuh nyeseeeeek!!!…. lain kali jngn gtu lg yah!!!!! hehehe

  10. arsyielayurea

    oi oi oi,,,,,,baby bang,,,,apa maksud mu????
    thor ff mu selalu mngharu biru!!!!
    saya reader lama mu tp bru tau dirimu pnya blog,,,!!!!

  11. @ayoonayu: sebenernya ini lebih ke ungkapan hati daripada ff😄 apa yang sedang terjadi di dunia nyata gue tuangin ke tulisan tapi versi gue..jadi maap aja kalo banyak yang gantung, karena ini kisah nyata yang gue rasain dan bakal terus berlanjut😄

    @arsyielayurea: wait, gue gagal paham😄 elu readers lama gue tapi elu gatau kalo gue punya blog😮 trs selama ini elu baca ff gue dmana o.O?

  12. heeyeon

    author rata2 ff kmu buat galau tapi suka apa lgi cast prianya huhu laki idaman

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: