AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Broken Hearted Girl


Jika aku boleh memilih, aku ingin bertemu denganmu lebih awal. Hanya mencintaimu. Terus mencintaimu.

Bukan dengan dia yang terlalu berkilau.

Bukan juga dengan dia yang selalu memberiku segalanya.

Tapi denganmu, seseorang yang membuatku nyaman.

☆★☆★☆★

25 Juli 2014 – Incheon International Airport.

Yongguk membenarkan kacamata hitamnya yang sedikit melorot. Syal merah rajutan pemberian kekasihnya melingkar indah di bagian leher. Dengan sedikit tarikan ke atas sebatas hidung dirasa cukup untuk menyembunyikan identitasnya. Sementara kedua sisi telinga ia sumpal dengan earphone.

Yongguk menoleh saat seorang gadis yang memang sedang ia tunggu keluar dari toilet. Dengan satu tangan yang masih menyentuh perut, Sohee mendekati Yongguk.

“Maaf membuatmu menunggu.” Ucapnya sambil meringis kesakitan.

“Kau membuatku khawatir. Apa masih sakit?”

Yongguk bernafas lega saat mendengar jawaban tidak dari mulut Sohee. Ia kemudian mengulurkan tangan dan langsung di sambut oleh gadis itu.

“Sepertinya kita harus berpisah sekarang.”

Yongguk menarik kedua tangan Sohee untuk di genggamnya. Matanya menatap sepasang manik mata cokelat milik Sohee. Sepasang mata yang selalu bisa menarik Yongguk jatuh ke dalam pesona seorang Jung Sohee.

“Aku pasti akan sangat merindukanmu.” Ujar Sohee manja.

“Aku tidak yakin. Bisa jadi malah kau akan lupa denganku karena banyak sekali orang-orang yang akan kau temui disana.” Yongguk mengusap lembut pucuk rambut Sohee sebelum akhirnya ia menarik gadis itu ke dalam pelukannya. “Jaga kesehatan, jangan lupa memberiku kabar setiap saat. Ah tidak, kalau kau sempat saja.”

Sohee terkekeh mendengarnya. “Hei, harusnya aku yang mengatakan hal itu.”

“Baiklah.. aku harus masuk. Penerbanganmu satu jam lagi, kan?” Tanya Yongguk memastikan, dan Sohee mangangguk.

Perlahan Yongguk melangkah mundur sambil melambaikan tangan ke arah Sohee. Tatapannya tak pernah lepas sedetikpun dari gadis itu. Jika bisa, Yongguk ingin membawa Sohee pergi bersamanya. Sayangnya gadis itu malah menolak ajakan dengan alasan ingin berlibur ke negara tempat kakek neneknya tinggal.

Setelah bayangan Yongguk menghilang dari pandangannya, Sohee kembali meringis. Rasa sakit yang ia rasakan di bagian perut sepertinya sudah tidak bisa di tahan lagi. Keringat dingin mengucur deras dari keningnya. Tujuannya hanya satu, toilet. Namun baru beberapa langkah Sohee berjalan, tubuhnya oleng. Gadis itu jatuh dan tak sadarkan diri.

★☆★☆★☆

Glory Hospital. Incheon 461-3, South Korea

Sohee membuka mata dan menyadari bahwa dirinya tak lagi di bandara. Matanya tertuju pada cairan yang terhubung selang infus di tangannya, sementara di sisi yang lain seorang gadis dengan posisi tangan terlipat di depan dada sudah menunggu dengan kesal.

“Eonnie! Kau benar-benar membuatku khawatir!”

Bukannya meminta maaf, Sohee malah tertawa mendengar ocehan gadis yang ada di hadapannya itu. Meski sedikit bingung, tapi Sohee senang melihat kehadiran Betty. Hanya saja, Sohee tidak suka jika Betty mulai mengocehinya seperti saat ini.

Yah, meski Sohee lebih tua beberapa tahun dari Betty, tapi kelakuan dan cara berpikir Sohee tidak lebih baik dari Betty. Betty memang terlihat lebih dewasa dari usianya. Bosan mendengar ocehan Betty, Sohee mulai mengeluh. Sohee merintih kesakitan, membuat Betty panik dan buru-buru memanggil dokter. Namun Sohee sedetik lebih cepat untuk menghalangi Betty. Membuat gadis itu mengernyit bingung.

“Ini sudah tidak sakit lagi.” Ucapnya tiba-tiba. Sohee kemudian menarik tangan Betty dan berbisik pada gadis itu. “Kau tidak memberitahu Yongguk kan?” Tanya Sohee khawatir. Ia pasti akan merasa sangat bersalah jika kekasihnya itu sampai membatalkan liburan karena dirinya.

“Tidak. Aku tidak memberitahu Yongguk oppa.” Ujar Betty ragu. “Tapi….”

Lagi-lagi ucapan Betty terputus saat di lihatnya Hyejeong datang bersama Jihyun. Sohee menatap kedua gadis yang berdiri di hadapannya tersebut, kemudian kembali menatap Betty.

“Aku tidak memberitahu Yongguk oppa, tapi aku memberitahu mereka.” Lanjut Betty kemudian, menyelesaikan ucapannya yang sempat terhenti.

Sohee menarik nafas panjang. “Syukurlah. Tolong, jangan katakan apapun pada Yongguk.” Pintanya memelas. “Aku tidak ingin mengganggu liburannya, lagipula aku sudah sehat. Kalian tidak memberitahu siapa-siapa lagi, kan?”

Hyejeong menggigit bibir bawahnya. “Tidak siapapun, kecuali Jongup.”

“Aku juga eonnie. Hanya Yongjae oppa.” Ucapnya takut.

Sohee menghembuskan nafas panjang. Dia sudah bisa menebak, jika kedua gadis yang ada di hadapannya itu pasti memberitahu kekasihnya. Sebenarnya tidak masalah. Yang jadi masalah adalah, kekasih Hyejeong dan Jihyun itu adalah teman dekat Yongguk. Jadi, bisakah kedua pria itu diam dan tidak mengatakan apapun pada Yongguk?

“Permisi, saya akan memeriksa pasien.”

Pembicaraan keempatnya terhenti saat seorang dokter datang untuk memeriksa keadaan Sohee. Gadis itu merintih kesakitan saat dokter menekan sisi kanan bagian bawah perutnya.

“Ini usus buntu. Kau harus segera di operasi.” Ujar sang dokter, membuat kedua mata Sohee melebar seketika.

Operasi? Bau obat saja Sohee sangat membencinya. Bahkan sebelum dokter memeriksanya tadi ia sudah berencana akan keluar dari rumah sakit hari ini juga.

“Kalau tidak, ini akan semakin parah. Jadwal operasi sudah ditentukan besok pagi. Jangan makan apapun hingga esok tiba.” Perintah pria paruh baya berjas putih itu sebelum akhirnya pergi meninggalkan Sohee. Raut wajah gadis itu berubah murung. Dan yah.. pastinya teman-temannya tahu apa yang membuat Sohee menjadi seperti itu.

“Eonnie-ya! ini demi kesehatanmu, jadi jalani saja. Lagipula itu tidak akan lama dan tidak akan sakit.” Ujar Jihyun memberi nasihat.

“Iya. Aku tahu.” Jawab Sohee malas. “Mana ponselku?” Ia kemudian mengulurkan tangannya ke arah Betty.

Setelah beberapa menit mengotak-atik ponselnya, Sohee mengumpat pelan. “Bodoh.” Tentu saja itu ia tujukan pada pemilik akun @BAP_Bangyongguk.

Bagaimana tidak? Pria itu menulis #PUERTORICO di akun twitternya. Bukankah pria itu ingin liburan? Bagaimana kalau ada fansnya dari Puertorico yang benar-benar menunggunya di bandara lalu membuntutinya? Sohee tidak habis pikir dengan jalan pikiran kekasihnya itu? Karena kesal, Sohee juga menulis sesuatu di akun twitternya, INDONESIA.

★☆★☆★☆

29 Juli 2014 – Sohee’s Apartemen: Blackgold, Room Number: 9090. Yongsan-gu, Hanam-dong 665-6, South Korea.

“Sudah ku bilang, aku bisa pulang sendiri. Aku sudah sembuh, kalian tidak perlu repot-repot menjemputku.” Oceh Sohee pada Betty, Jihyun, dan Hyejeong yang rela bolos kuliah demi menjemput Sohee yang keluar rumah sakit beberapa jam yang lalu. Tapi di luar dugaan, seseorang telah lebih dulu datang ke rumah sakit dan membantu Sohee membereskan barangnya dan melunasi semua biaya administrasi. Betty, Hyejeong dan Jihyun melongo saat pria itu menarik topinya sedikit ke atas lalu melambaikan tangan dan tersenyum ke arah mereka. Ketiganya membalas sambil tersenyum kikuk.

“Kenapa diam? Kalian tidak ingin berkenalan?” Goda Sohee pada ketiganya yang kemudian berebut untuk mendekat.

“Gadis yang paling tinggi ini bernama Hyejeong. Kalau yang berambut panjang ini Jihyun. Dan ini uri maknae.. Betty.” Ujar Sohee, memperkenalkan satu persatu temannya.

“Apa? Maknae?” Ulang pria itu tak percaya.

“Yak! Memangnya kenapa?” Sohee memicingkan satu matanya.

Pria itu tersenyum lalu mengusap pucuk kepala Sohee lembut. Sesaat melupakan kehadiran Betty, Hyejeong, dan Jihyun yang melongo melihat kedekatan mereka. “Oh ya.. maaf, aku lupa mengenalkan diri. Aku….”

“Kwon Ji Yong.” Sahut Jihyun.

“Biasa dikenal dengan G-Dragon atau GD.” Timpal Hyejeong.

“Rapper yang juga menjadi leader Big Bang.” Kagum Betty.

“Apa mereka fansku?” Tanya GD. Sementara Sohee hanya terkekeh kecil lalu mengedikkan bahunya.

“Bagaimana bisa kau mengenalnya eonnie? Kau tidak pernah bercerita pada kami.” Tuntut Jihyun yang merasa dikhianati. Jelas-jelas Sohee tahu jika Jihyun begitu mengagumi GD, tapi Sohee tidak pernah mengatakan apapun jika ia mengenal pria itu.

“Dia kakak kelasku.” Jelas Sohee. Sementara Jihyun mengomentarinya dengan ber-oh ria.

“Hei! Kapan aku menjadi kakak kelasmu? Tidak bisakah kau menganggapku sebagai mantan kekasihmu? Meski pada teman baikmu sendiri?”

Sohee melotot mendengar ucapan GD. Mantan kekasih? Oh ayolah, haruskah pria itu mengatakannya dengan terang-terangan seperti itu?

“Kau selalu seperti itu.” Terdengar nada kecewa dari nada suara GD. Pria itu kemudian berjalan ke arah balkon, menatap hiruk pikuk kota Seoul yang seolah tiada habisnya. GD menunduk, menyembunyikan wajah tampannya dari balik topi.

Entah kenapa GD masih merasa `sakit` saat mendengar ucapan Sohee. Apa karena dia seorang artis? Karena itu dia malu dan gengsi saat seorang gadis yang bukan siapa-siapa tidak mengakuinya? Bahkan mungkin terkesan mempermalukannya?

Tapi.. rasa-rasanya tidak. Bukan seperti itu.

Jadi, apa itu karena sedikit perasaan yang masih tersisa untuk Sohee? Sedikit? Yah, mungkin. Ah, bahkan pria itu tidak yakin dengan perasaannya sendiri.

Jika boleh jujur, perasaan itu tidak bisa di ukur. Tapi apa yang bisa GD lakukan sekarang? Sohee bahkan selalu mendorongnya untuk pergi menjauh dari kehidupan nyamannya dan sama sekali tidak mengizinkan GD untuk mendekat sedetikpun. Kecuali jika sudah mendesak seperti ini.

Sebegitu sulitkah untuk menjadi dekat seperti dulu? Tidak masalah jika itu di posisi yang lain, karena GD tahu posisinya yang dulu sudah tergantikan oleh orang lain.

Kejadian empat tahun yang lalu…. apakah itu penyebabnya? Saat Sohee menerima ancaman dari fansnya dan ia sendiri tidak mampu melakukan apapun? Tentu saja kejadian itu masih terekam jelas di otak GD. Sebuah kesalahan fatal yang membuatnya menyesal hingga detik ini.

Jika saja saat itu ia berani bertindak. Jika saja saat itu ia lebih berani mengambil keputusan. Jika saja saat itu ia tidak egois mengajak Sohee berkencan di malam hari dengan resiko di buntuti oleh sasaeng fansnya. Jika saja ia lebih peka memikirkan kemungkinan apa yang akan di dapat Sohee jika hubungannya menjadi skandal publik, mungkin saja sekarang mereka masih bersama. Mungkin.

Dengan kenyataan yang membentang kejam seperti itu, harusnya GD memaklumi perlakuan Sohee yang selalu menutupi kenyataan jika mereka pernah memiliki hubungan meski itu hanya sebatas…. mantan kekasih. Sebegitu mengerikannya kah? Hingga bahkan sebatas itupun tidak bisa dilakukannya?

“Harusnya saat ini aku masih berada di Hongkong, tapi aku langsung kembali begitu Daesung memberitahuku jika kau masuk rumah sakit. Aku tidak bisa untuk tidak perduli sedikitpun padamu J~” Desah GD.

“Jadi yang kau tulis di akun twittermu itu….??” Ucap Jihyun menggantung. Ia menutup mulut dengan satu tangannya, terkejut mengetahui kenyataan yang baru saja di ketahuinya.

GD hanya mengangguk dan tersenyum. Sepertinya ia mengerti apa yang di maksud Jihyun. Tatapannya beralih pada Sohee yang hanya diam sejak tadi. Mungkin gadis itu bingung dengan apa yang harus di lakukan dan dikatakannya. Sungguh, Sohee tidak pernah menyangka jika GD akan mengatakan hal itu di depan teman-temannya tanpa memperdulikan statusnya yang seorang…. bintang.

Yah, bintang yang bersinar dengan sangat terang. Bintang yang tidak pernah redup. Bintang yang tidak pernah lelah memancarkan sinar, hingga Sohee merasa silau dan tidak sanggup lagi menatapnya, untuk berdiri disampingnya, berjajar, hidup berdampingan, atau setidaknya hanya diam dan bertahan sebagai sumber kekuatan yang di butuhkan sang bintang untuk tetap bersinar. Karena jika Sohee terus menatap sinar itu, ia akan buta. Karena jika Sohee terus berdekatan dengan bintang itu, ia akan leleh dan kemudian hancur.

“Maaf.” Sesal Sohee. Ia benar-benar bingung harus mengatakan apa? Bukannya Sohee tidak tahu maksud ucapan GD, hanya saja ia mencoba untuk tidak perduli. Meski itu menyakitinya dan GD.

“Hei J~ jangan terlalu di pikirkan. Aku tidak ingin kau semakin sakit. Istirahat yang cukup, jangan lupa minum obat. Aku harus menemui manajer untuk menjelaskan apa yang terjadi. Dia pasti bingung mencariku.” GD mencubit pipi Sohee dengan gemas sebelum akhirnya pria itu pamit dan menghilang dibalik pintu.

“Hei J~ sepertinya aku pernah mendengar panggilan itu. Jangan katakan jika panggilan J yang ada dalam lirik lagu This Love yang diciptakan GD oppa itu untukmu eonnie? Ini sulit di percaya. Sebenarnya apa hubungan kalian yang sebenarnya?” Cecar Jihyun begitu GD pergi. Hyejeong dan Betty-pun mendekat, seolah meminta penjelasan tentang kebenaran yang sudah GD ungkap sebelumnya. Sayangnya Sohee terlalu malas meladeni teman-teman yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri itu. Dan Sohee lebih memilih untuk bersembunyi di balik selimut.

★☆★☆★☆

Hyejeong berteriak histeris melihat berita tentang keluarnya Leeteuk Super Junior dari wajib militer. Sohee yang baru bangun dari tidurnya samar-samar bisa mendengar percakapan Hyejeong, Betty, dan Jihyun tentang Leeteuk.

Hyejeong merasa kecewa dengan keputusan Leeteuk yang pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun pada wartawan dan para fansnya yang sudah menunggu lama. Sementara Jihyun bersikukuh membela Leeteuk yang pastinya memiliki alasan hingga melakukan hal itu. Mengingat kasus bunuh diri yang dilakukan ayahnya beberap waktu yang lalu. Sedangkan Betty lebih memilih menjadi pendengar setia. Ia terlalu malas untuk terlibat perdebatan seperti itu, dan hanya akan menyahut sesekali jika dibutuhkan. Itupun kalau Betty tidak malas menjawab.

Pandangan Sohee menerawang ke langit-langit apartemennya. Beberapa kali terdengar ia menghembuskan nafas berat. Entah apa yang kini sedang di pikirkannya, yang pasti itu bukan hal yang remeh mengingat Sohee bukanlah tipe gadis pemikir. Ia tidak suka memikirkan hal-hal yang menurutnya sama sekali tidak penting. Karena hidupnya sendiri sudah terlalu rumit untuk dipikirkan. Lagipula, jika ia terlalu banyak berpikir bisa-bisa….

Ting.. Tong..

Terdengar bunyi bel dari apartemen Sohee. Betty yang memang dalam posisi berdiri berjalan untuk membuka pintu.

“Permisi.. bukankah ini apartemen nona Jung Sohee?” Tanya seorang pria berpakaian tentara yang cukup membuat Betty ketakutan. Dengan suara bergetar, Betty membenarkan pertanyaan pria tersebut, tidak lupa menambahkan jika seseorang yang sedang dicarinya sedang tidur setelah pulang dari rumah sakit.

“Aku Park Jung Soo, bolehkah aku masuk?” Pria berpakaian tentara itu lalu membuka topi baretnya lalu tersenyum ramah. Betty memiringkan kepalanya, berusaha mengingat baik-baik nama yang baru saja di sebut pria itu. Sepertinya sudah tidak asing lagi?

“Siapa yang datang Betty-ya?” Tanya Hyejeong, menghampiri Betty yang tak kunjung kembali. “OMOO!! Apa aku tidak salah lihat? Leeteuk oppa, benarkah itu kau?”

Pria yang ada di hadapan Hyejeong dan Betty itu mengangguk sambil menempelkan jari telunjuknya di atas bibir, memberi tanda pada Hyejeong agar diam atau setidaknya mengecilkan sedikit saja volume suaranya.

“Bolehkah aku masuk?” Pinta Leeteuk sopan.

“Tentu saja.”

Hyejeong menyeret Leeteuk masuk ke dalam apartemen, mempersilahkan pria itu duduk lalu membuatkan minuman. Hyejeong masih tak percaya jika pria yang baru saja ia bicarakan dengan Betty dan Jihyun, kini ada bersama mereka. Masih lengkap dengan seragam dan tetek bengeknya setelah keluar dari barak.

“Aku tidak percaya ini. Sehari ini kita bertemu dengan dua artis besar. Astaga, apa aku sedang tidak bermimpi?” Jihyun mencubit pipinya sendiri. Tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Jihyun kemudian meng-aduh saat Betty mencubit pipinya dengan gemas.

“Yak!! Anak kecil apa yang kau lakukan!” Pekik Jihyun.

“Aku hanya ingin memastikan bahwa kita sedang tidak bermimpi.” Jawab Betty polos.

“Kenapa kau mencubit pipiku? Harusnya kau mencubit pipimu sendiri.” Jihyun balik membalas perlakuan Betty.

“Hei sudah hentikan. Cepat antar minuman ini. Tanganku gemetar, aku terlalu gugup.” Ujar Hyejeong, memamerkan tangannya yang saat ini memang bergetar hebat.

“Berikan padaku.. biar aku antar.” Tawar Jihyun. Ketiganya lalu berjalan mengendap-endap keluar dari dapur. Dan alangkah terkejutnya mereka saat mendapati Leeteuk tak lagi di tempatnya duduk.

“Hei, kemana dia? Aku yakin aku meninggalkannya disini tadi.” Hyejeong menggaruk kepalanya kebingungan.

Jihyun meletakkan minuman di atas meja. Ia lalu menatap Betty dan Hyejeong bergantian. “Apa kalian pikir kita hanya berhalusinasi?”

Saat ketiga gadis itu diam memikirkan kemungkinan yang mungkin saja terjadi, mereka mendengar suara bisik-bisik dari kamar Sohee. Betty, Hyejeong, dan Jihyun segera mendekat ke kamar Sohee. Sedikit terkejut saat mereka mendapati Leeteuk sudah berada disana dan mengusap air mata di pipi Sohee. Keduanya terlihat begitu dekat.

“Maaf, aku tidak bisa datang ke pemakaman kakek nenek, dan abeonim.”

Mendengar Sohee memanggil ayah Leeteuk dengan sebutan abeonim, membuat ketiga gadis itu mulai mencurigai hubungan Leeteuk dan Sohee.

“Karena itu aku datang kesini. Kau pasti merasa bersalah dan menyesal. Sohee-ya, dengarkan aku. Aku baik-baik saja dan kau tidak perlu khawatir tentang hal itu.”

Sohee mengangguk lemah tanpa sanggup menatap mata pria yang ada di hadapannya itu. Perasaan bersalah begitu mengganggu pikirannya.

Bagaimana tidak? Saat Leeteuk masuk wajib militer dua tahun yang lalu, Sohee sudah berjanji bahwa ia akan setia menunggu pria itu kembali dengan hati yang sama.

Namun sepertinya takdir berjalan tidak sesuai dengan rencananya. Karena tepat 18 bulan yang lalu, tanpa di sengaja Sohee jatuh cinta pada pendengaran pertama pada seseorang yang bahkan ia sendiri tidak tahu siapa.

Dan cinta konyol itu membuat Sohee nekat meninggalkan pria sebaik Leeteuk. Pria yang bahkan masih berbaik hati menjenguknya yang sedang sakit setelah apa yang sudah gadis itu lakukan padanya. Pria yang mengetahui Sohee lebih dari siapapun. Pria yang rela memberi segalanya, hanya demi bisa membuat seorang Jung Sohee tersenyum bahagia.

Bahagia? Apa kau pikir Sohee bisa bahagia? Bahkan hingga detik ini gadis itu masih menyesal sudah menyakiti Leeteuk. Kenapa harus Leeteuk? Sohee menyesal sudah membuat Leeteuk begitu mencintainya. Sohee menyesal. Sangat menyesal. Bukan menyesal karena pernah mencintai Leeteuk. Tapi menyesal karena sudah membuat Leeteuk jatuh cinta pada gadis brengsek seperti dirinya.

Bagaimana bisa Leeteuk tetap mencintai Sohee setelah apa yang sudah gadis itu lakukan padanya?

“Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Aku tahu kau gadis yang setia, karena itu kau memutuskan untuk memilih. Bisa saja kau mengencani kami berdua, tapi kau tidak melakukannya.” Ucap pria itu dengan suara tertahan.

Bahkan dalam kondisi seperti ini, Leeteuk masih mengerti Sohee. Leeteuk coba memahami pikiran Sohee. Leeteuk menghargai pilihan Sohee.

Kenapa?

Kenapa Leeteuk melakukannya? Kenapa pria itu membuat Sohee semakin terlihat buruk. Harusnya Leeteuk bunuh saja gadis itu.

Kenapa takdir begitu kejam mempermainkan hati Sohee?

Kenapa Sohee harus jatuh cinta pada makhluk abstrak bernama Bang Yongguk dan meninggalkan pria sesempurna Leeteuk? Kenapa? Kenapa? Membuat Sohee terlihat seperti gadis jahat yang rela meninggalkan seseorang demi seseorang lain.

Tidak! Bukan seperti itu! Sungguh!

Jika bisa memilih, Sohee ingin jatuh cinta pada satu pria saja, dan berakhir dengan pria itu selamanya. Tidak seperti ini. Terlalu kejam. Meninggalkan banyak luka pada hati yang terabaikan.

Tapi..

Bagaimana jika takdir memang menggariskan seperti itu? Tidak ada yang bisa menghindar atau menolak takdir, bukan?

“Ini adalah akhir dari hubungan kita. Aku memutuskanmu. Maaf, waktu itu aku tidak sempat mengatakannya.” Sohee mendongak, menatap Leeteuk yang juga tak kalah berurai air mata.

“Oppa..” Sohee menggeleng tak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Eothoke? Eothoke?”

Entah sudah berapa kali Sohee mengatakan hal itu sebelum akhirnya Leeteuk memeluknya.

Sakid. Adalah satu-satunya rasa yang bisa Leeteuk dan Sohee rasakan.

“Hei kenapa kau seperti ini? Kenapa kau menangis? Aku bilang aku memutuskanmu. Itu artinya kita sudah tidak ada hubungan lagi sekarang, selain hubungan antara adik dan kakak.”

Tidak. Ini tidak benar. Berpisah dengan cara seperti ini? Terlalu menyakitkan.

Tiga bulan. Tiga bulan Sohee bergelut dengan pikirannya sendiri. Berperang dengan batinnya sendiri. Sebelum akhirnya ia memberanikan diri untuk mengunjungi Leeteuk di camp militer dan mengatakan segala hal yang dirasakannya 15 bulan yang lalu. Sohee mengaku, jika ia jatuh cinta pada pria lain dan meminta Leeteuk untuk tidak memaafkan dirinya.

Dan sekarang, dengan rasa sakit di hatinya karena gadis yang dicintainya tak lagi mencintainya, kenapa Leeteuk masih nekat menemui Sohee? Sementara Sohee sendiri tak kalah `sakit` karena tidak bisa menjaga janjinya untuk tetap setia pada seorang pria sebaik dan sesempurna Leeteuk.

Benar-benar menyakitkan. Tidak ada pihak yang di untungkan dalam hal ini. Keduanya terluka.

“Aku mohon, jangan seperti ini Sohee-ya. Berjanjilah kau harus bahagia. Dengan begitu, aku bisa melepasmu seutuhnya.”

Seutuhnya?

Kenapa kata itu terdengar sangat menyakitkan?

★☆★☆★☆

30 July 2014 – Starbucks Coffee, 5F block D, Noon Square. Myeong-dong. South Korea.

Sebuah pesan LINE bertuliskan inisial `B` masuk ke ponsel Sohee.

“Kau dimana? Dengan siapa?”

Dengan gesit Sohee membalas, “Starbucks Coffee. Dengan Choi Eunbi. Kenapa?”

Beberapa detik kemudian ponsel Sohee kembali berbunyi.

“Oke. Tunggu disana.”

Mata Sohee melebar seketika. Tunggu disana? Apa maksudnya ia harus menunggu disini? Ditempat ini? Seramai ini? Sohee mendadak gelisah. Benarkah Yongguk sudah pulang dari liburannya? Sejak kapan? Kenapa ia sama sekali tidak tahu? Bagaimana bisa pria itu berniat datang ke tempat ramai seperti ini? Itu sama saja seperti menceburkan diri ke dalam
neraka!

SIAL! Pesannya tidak di balas lagi, membuat Sohee segera menghampiri Eunbi.

“Eun~ aku-”

Belum sempat Sohee pamit diri, pintu Starbucks Coffee terbuka dan berdirilah pria itu. Pria bodoh yang tersenyum simpul ke arahnya yang sedang membatu. Sohee masih belum sanggup bergerak, terlebih lagi saat pria itu melangkah mendekatinya.

“Annyeong haseyo.”

Sohee menghembuskan napas lega –yang ternyata baru di sadari bahwa dirinya sama sekali tidak bernapas sejak melihat Yongguk– saat pria itu berhenti melangkahkan kaki di dekat Sohee, sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya untuk menyapa ahjumma pemilik cafe.

“Dasar gila! Apa dia memang berniat untuk menghampiriku atau hanya mebuatku malu dengan berdiri membeku di tempat itu lebih lama? Bisa-bisa aku kehabisan napas!” Umpat Sohee dalam hati saat melihat Yongguk menahan tawa. “Oh! Dasar laki-laki kurang ajar! Jadi dia hanya ingin menggodaku? Manis sekali!”

“Kau kenapa Hee-ya?” Tanya Eunbi yang merasa keheranan melihat tingkah sahabatnya itu.

“Ah tidak.. tidak apa-apa. Setelah ini kau mau kemana?” Tanya Sohee balik untuk mengalihkan perhatian Eunbi, sementara tangannya menari lincah di atas ponselnya.

“Aku ingin mencekikmu.” Ketik Sohee di akun LINE miliknya. Tentu saja pesan itu untuk Yongguk yang duduk tak jauh darinya dan sedang berbicara dengan seorang ahjumma.

“Lakukan itu di apartemenmu. Agar aku bisa membela diri dengan menciummu.”

“Apa kau sedang merayuku?” Sohee mendengus kesal.

“Tidak. Hanya saja cekikanmu terasa seperti belaian lembut.”

Wajah Sohee mendadak merah padam, membuat Eunbi khawatir. “Hei, kau baik-baik saja?”

“Hm, sepertinya aku harus pulang.” Ujar Sohee tiba-tiba.

“Kau masih sakit? Perlu bantuanku?” Tawar Eunbi yang segera ditolak Sohee. Yang benar saja? Jika Eunbi benar-benar ikut Sohee pulang ke apartemennya, bisa batal acara cekik mencekik yang sudah ia rencanakan dengan Yongguk.

“Tidak. Aku baik-baik saja. Hanya saja mendadak ada urusan.” Ujar Sohee mencari alasan.

Setelah berpisah dengan Eunbi di depan gedung Noon Square, Sohee kembali membuka pesan LINE-nya dan mengetikkan sesuatu. “Tunggu aku di apartemen. Kau ingin makan apa? Aku akan ke Namdaemun Market terlebih dulu.”

“Dengan senang hati nona Jung. Apapun yang kau masak, aku menyukainya.” Sohee tersenyum setelah membaca isi pesan tersebut. Ia kemudian melanjutkan langkahnya menuju Namdaemun Market yang hanya berjarak 1km dari tempatnya berada sekarang.

★☆★☆★☆

Sohee’s Apartemen: Blackgold, Room Number: 9090. Yongsan-gu, Hanam-dong 665-6, South Korea.

Sohee masih tersenyum pada masakannya meski sebenarnya masakkan itu tak cukup mengerti kenapa Sohee tersenyum seperti itu. Sebenarnya Sohee tersenyum bukan karena ia sedang bahagia, tapi lebih kepada ada sesuatu yang tidak benar ketika ia sampai di apartemen sepuluh menit yang lalu.

Sohee mencoba terlihat tenang. Mensugestikan dirinya sendiri bahwa tidak ada hal buruk yang telah terjadi. Tapi.. entah kenapa apartemen itu mendadak sesak. Tidak ada lagi efek kedamaian serta kenyamanan yang di akibatkan aroma terapi yang selalu ia pasangnya setiap hari. Entah apa yang salah pada apartemennya, karena rasa-rasanya apartemennya biasa saja.

Oh tentu saja benda mati tidak bisa merasakan apapun. Jadi sebenarnya yang salah itu apa? Dirinya kah?

Jika diingat-ingat, tidak ada hal yang aneh pada dirinya. Setelah berbelanja dari Namdaemun Market, ia kembali ke apartemen. Menunggu kekasihnya datang sambil memasak makanan kesukaan pria itu.

Tapi sedetik kemudian senyuman Sohee pudar. Ia baru menyadari kemungkinan lain yang menjadi
penyebab berubahnya atmosfir di apartemennya.

Yongguk, apakah pria itu sedang sakit? Sedang ada masalah? Apakah Yongguk baik-baik saja?

Seperti biasa, Yongguk muncul tiba-tiba di apartemen Sohee. Yang berbeda adalah… raut wajah pria itu terlihat sedikit pucat, seperti orang sakit. Yongguk yang berdiri di depan Sohee sepuluh menit yang lalu seperti orang yang berbeda dengan pria yang di temui Sohee di Starbucks Coffee beberapa saat yang lalu.

“Kenapa hanya berdiri di sana? Biasanya kau langsung masuk dan mengagetkanku!” Sapa Sohee riang melihat kedatangan Yongguk. Tapi kemudian keriangan Sohee ternodai oleh perasaan yang mendadak menyakitkan.

Ada apa?

Kenapa?

Apa ia melakukan kesalahan?

“Yonggukie? Kau sakit? Wajahmu pucat.” Sohee mendekati Yongguk yang berdiri kaku di depan pintu.

Sohee meriksa keadaan pria itu dengan gemetar. Ada apa? Kenapa rasanya aneh seperti ini? Perasaan apa ini?

“Yonggukie?” Panggil Sohee saat ia merasa kalau Yongguk melamun. Meski pria itu hanya diam tak bergeming.

“Terjadi sesuatu?” Tanyanya lagi mendadak gugup. Oh Tuhan! Ada apa sebenarnya? Kenapa perasaannya berantakan seperti ini?

Sohee menegang saat Yongguk mendekat untuk mencium bibirnya. Rasanya berbeda. Bukan ciuman penuh cinta yang biasa ia rasakan. Tapi ciuman dengan rasa menyakitkan yang ia terima. Bahkan, saking anehnya perubahan suasana hati yang ia rasakan, bibir Sohee terlalu kelu untuk sekedar membalasnya.

Ciuman itu penuh kesakitan. Penuh penderitaan. Penuh penyesalan. Penuh amarah yang tertahan. Penuh dengan kepedihan. Hanya saja… Sohee masih terlalu naif untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Baru.

Sesaat setelah Yongguk melepaskan pagutan di bibir Sohee dengan menambahkan sederet kalimat tanpa basi-basi, Sohee tahu kalau dirinya… tak lagi
hidup.

“Maafkan aku. Hiduplah dengan benar setelah ini, Sohee-ya..”

Tak ada pergerakkan apapun setelah itu. Sohee mendadak kosong. Ia mati rasa. Ia tidak merasakan kesakitan apapun. Ia tidak merasakan kesedihan apapun. Ia juga tidak merasakan kebahagiaan apapun. Otaknya blank. Ia tidak bisa berpikir apapun. Bahkan ia ragu tentang siapa yang baru saja datang dan mengatakan hal konyol itu?

Sohee berdiri kaku. Matanya masih terbuka seperti semula. Tempatnya berdiri juga sama sekali tidak bergeser semili pun. Masih berdiri dengan rok selututnya, menatap pintu yang menghilangkan Yongguk dari pandangannya. Tanpa guncangan sedikitpun. Tanpa air mata setetespun. Apa yang terjadi?

8 Komentar

  1. resti

    BangHee kembali,,,,
    tapi kenapa malah perpisahan yg terjadi???😥

    dan kenapa selalu Bang Yongguk yg mengucapkan pisah dan ninggalin sohee sendiri???

    semoga ini hanya kesalah pahaman dan BangHee bisa balikan lagi

  2. Aak… gila, brengs*k banget bang yongguk! Masa putus gitu aja?! Lagian sohee ga kapok apa pacaran sm idol? Aku kepo sm cerita masa lalunya sohee-GD. Biarin deh nyesek dikit, yg penting kan skrng sohee nya sama yongguk. Hehe^^

    Gatung, eon. Ini ada lanjutannya kan? Aku pengen tau kenapa tiba” yongguk mutusin sohee. Ga berperasaaaan… T^T

  3. Faykimclouds

    haiiiss YONGGUKie sekkiya (bener ga tulisannya ) xD -_-
    maksudnya apa coba dia ngmong gitu dan berlalu pergi:\

    YAAAKK BANG YONGGUK neo mwohaneun goya ? *elahh
    cih pecundang .. bla blabla gue kok jdi ngmong kasar yak :3
    sorry :v gue ikut esmosi ka T.T .
    yg gue tunggu nongol jga #BangHee :* tapi knpa malah break gitu aja >,< ga rela gue
    tengKyu ka ori leader Park Jung Soo di sempilin hihi
    kek nya masi inget sama DP twitter gue kemaren wkwk
    tengKyu jga gue dijadiin yg paling tinggi :3 . bang Jidi ai lop yu <3<3 *eh

    next ka .. gue tnggu :^) #BangHeeJJANG

  4. OH MY GOOOOOOOOOOOD!!! Aku telat lat lat lat lat baca FF eonnie TuT huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh maaf maaf maaf eonnie😦. Kehidupan Sma ngebuat semuanya serba telat :3 MV Bap excuse me aja telat abis gegera pulang malem sma-nya dan langsung tidur SIP! Haduh pokoknya intinya maaf karna ketelatan ini eonnie…

    OH MY GOD yang ke-2
    BETTY ada di FF ini!!! BETTY BETTY BETTY hahahahahahahaha
    seneng banget! Bukan cuma Sohee sih yang udah nganggep Betty sebagai adik tapi BETTY juga udah nganggep Sohee sebagai Kakak😀 lope lope buat eonnie :3…

    OH MY GOD yang ke tiga… Eonnie disini nyeritain semuanya. Tentang dulu pernah sama GD dan berlanjut ke teukkie Appa… Dan akhirnya sekarang eonnie sama Appa bermuka preman tapi beriman(?) itu :3 wakakakakak Yonggukiie appa…

    OH MY GOD yang ke-empat itu terakhir maksudnya apa ituuuuuuuuuuuuuu??? Sohee kemana? Kenapa? Ngapain? Haduuuuuuuuh itu ngebingungin abis eonnie…
    Lanjut lanjut lanjut eonnie!!!!
    BETTY.

  5. apa apaan ini -_- 500 dolar untuk makai nama gue😀😀 . banghee pisah lagi???? ya huggggg kalau gini lagu yang pas adalah lagunya BAP yang BAng X2 . pasti sedih banget tuh. T.T lariiiiiiiiiiii peyuk #E.co
    bang BYG setelah windri ngelepasin lu dan membiarkan lu pergi dengan sohee . beginikah perlakuan lu . sia -sia perjuangan dan pengorbanan win. lu gak tahu dia harus nangis 7 tahun 7 hari 7 malam O.o ???? wkwkwk sebagai adik kesayangan lu gue kecebong bang kecebong Ops kecewa mangsutnya . dengerin adik kesayanganmu ini bang taubat bang taubat udah ah capek juga nulis wkwkkw

    • Faykimclouds

      coba ka windro disini pasti rame pada jambak jambakan *toel #SoheeWindri wkwkwk

      • -_- win its mine😛😛

  6. boleh request (?) buat library dong… aku agk bingung baca urut”anya.

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: