AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Unplugged Edition :: Definitely Today


One Step! Junbihagi. Osdo ibgo meorido manjigo
Langkah pertama! Persiapan. Aku memakai pakaianku dan merapikan rambutku

Two Step! Yeonseubhagi. Neoege eotteon mareul halji
Langkah ke dua! Praktek. Apa yang akan ku katakan padamu

Neoege julyeogo seonmuldo junbihaesseo yeah
Aku bahkan menyiapkan hadiah untuk ku berikan padamu yeah

Nega johahaesseumyeon johgesseo
Aku harap kau akan menyukainya

Nae mam badajulkka silheohajin anheulkka
Akankah kau menerima hatiku, bagaimana jika kau tidak menyukainya

Simjangi teojil geoman gata eotteokhae
Aku merasa hatiku seakan mau meledak, apa yang harus ku lakukan

Oneureun kkog malhago sipeo
Aku benar-benar ingin mengatakannya hari ini

Neoreul saranghandago
Bahwa aku mencintaimu

So Hee masih tidak mengerti. Sekeras apapun ia berpikir dan mengoreksi dirinya sendiri, ia tetap tidak bisa menemukan kesalahan fatal yang mengakibatkan Yong Guk melepasnya.

Jadi sebenarnya apa alasan Yong Guk meminta dirinya pergi dari kehidupan pria itu? Yong Guk tidak mengatakan apapun kecuali ‘demi kebahagiaanmu, So Hee-ya’.

Tapi, dimana letak kebahagiaannya kalau begini? Semuanya tidak jelas. Membuatnya bergelut dengan pikirannya sendiri tentang dirinya yang mungkin tidak layak untuk sosok sempurna seperti Yong Guk.

“Bukan kau yang salah.” Ujar Hye Jeong secara tidak langsung saat So Hee mengirimi gadis itu pesan singkat.

So Hee merasa sangat tidak nyaman berdua di dalam mobil bersama Ji Yong. Entah kemana pria itu akan membawanya pergi. Tidak banyak yang mereka bicarakan. So Hee hanya menjawab seadanya, dan gadis itu tidak berniat menanyakan apapun untuk menghilangkan rasa kikuk itu.

“Jangan berpikir macam-macam tentang kenapa dia meninggalkanmu, Eonnie. Karena tidak ada yang salah denganmu.” So Hee melanjutkan membaca isi pesan itu.

“Lalu apa? Hye Jeong-ah, jika kau tahu sesuatu, tolong katakan padaku.” Tuntut So Hee. Dengan cepat ia mengetik beberapa kata sebagai balasan.

So Hee menyentuh keningnya yang terasa berdenyut, membuat Ji Yong mengalihkan pandangannya dari jalanan yang ada di depannya pada sosok gadis yang duduk di sampingnya.

“Kau sakit?”

So Hee menoleh ke arah Ji Yong. Haruskah ia berbohong agar pria itu membatalkan niat untuk mengajaknya pergi?

“Sedikit.”

Ji Yong menyentuh kening So Hee, yang seketika membuat mata gadis itu melebar sempurna.

“Tapi kau tidak demam. Apa kita perlu ke rumah sakit?”

Mendengar nama rumah sakit, So Hee segera menggeleng keras. Tidak. So Hee benci bau obat dan ia sama sekali tidak mempunyai cita-cita untuk menginjakkan kaki ke tempat semacam itu.

Suara ponsel mengalihkan perhatian So Hee agar ia kembali fokus menatap layar ponsel pintarnya dimana pesan dari Hye Jeong sudah menunggu untuk di baca.

“Tidak. Aku sama sekali tidak tahu apa-apa. Kau yang harus tanyakan sendiri padanya.”

Isi pesan dari Hye Jeong yang cukup membuat So Hee kesal setengah mati dan ingin memakan gadis itu hidup-hidup. Bagaimana tidak? Hye Jeong memintanya untuk bertemu dengan Yong Guk sementara gadis itu tahu bagaimana status hubungan keduanya saat ini? Gila.

“Ayo turun.”

So Hee mendongakkan kepala, mengedarkan pandangannya ke sekeliling saat Ji Yong memintanya untuk turun.

Sungai Han? Sial.

Kenapa Ji Yong harus membawa So Hee ke sungai Han? Tempat yang paling tidak ingin So Hee datangi untuk saat ini karena tempat itu terlalu banyak menyimpan kenangan tentang Bang Yong Guk, tentang kisah cintanya dengan pria itu.

So Hee menunduk. Air matanya hampir tumpah. Dan saat ini ia sedang berusaha keras untuk menyembunyikan semua itu dari Ji Yong. So Hee tidak ingin Ji Yong tahu tentang kandasnya hubungan cintanya dan Yong Guk. So Hee tidak ingin memberi harapan, apalagi kesempatan pada Ji Yong untuk memasuki hatinya yang sedang rapuh.

Melihat So Hee hanya menunduk, Ji Yong mendekat, menghampiri So Hee. “Apa masih sakit?” Tanyanya.

So Hee menggeleng lemah. Suaranya tercekat sakit. Bahkan sekedar mengatakan kata tidak saja ia tidak sanggup.

Ji Yong menarik tangan So Hee -menggandeng mungkin lebih tepatnya. Membawa gadis itu pergi ke tempat yang setidaknya membuat So Hee….. tersenyum?

Yong Guk menghentikan motornya di jembatan kecil di dekat sungai Han. Pria itu lalu melepas helmnya, membiarkan wajah tampannya tercolek angin dingin musim gugur. Ia membutuhkan udara segar setelah tadi sempat melihat So Hee bersama sosok pria lain yang ia ketahui pernah menyatakan cinta pada So Hee-nya beberapa bulan yang lalu.

-nya.

Yong Guk tersenyum miris saat menyadari kalau ia tidak pantas lagi mengakui So Hee sebagai miliknya. Bukankah ia telah melepaskan gadis itu demi kebahagiaan So Hee sendiri?

Tapi rasanya ada yang aneh. Meski gadis itu tersenyum… rasa-rasanya senyum itu hanya sebagai formalitas, bukan senyuman seperti yang diberikan So Hee padanya. Bukan senyuman bahagia yang selama ini melekat indah diwajah cantik So Hee. Apa benar yang dikatakan Hye Jeong? Jika melepas So Hee adalah kesalahan terbesarnya? Karena hal itu benar-benar menyakiti So Hee?

Lalu. Jika ia menarik So Hee kembali. Apakah itu sebuah kesalahan?

******o0o******

Aesseo sumgyeowassdeon nae mameul malhal geoya
Aku akan mengungkapka isi hatiku yang telah lama ku sembunyikan

Neoui gwiyeoun boreul bol ttaemyeon ppoppohago sipeo
Ketika aku melihat pipimu yang lucu, aku ingin menciumnya

Oneureun kkog malhallae, neon naekkeoya
Aku benar-benar ingin mengatakannya hari ini, kau milikku

Nege i mareul halyeogo
Karena aku ingin mengatakannya padamu

Myeochireul jameul seolchyeosseo
Aku tidak bisa tidur berhari-hari

Nuguboda sarangseureon neoigie
Karena kau adalah orang yang sangat manis melebihi orang lain

Gwiyeoun inhyeong gateun neoreul akkyeojugo sipne
Aku sangat mengharapkan boneka lucu sepertimu

Yong Guk merogoh saku celananya saat ponsel itu berdering dan menampilkan nama Hye Jeong berkedip-kedip pada layarnya.

“Ne?”

“Aku menunggumu di apartemenku Oppa. Cepatlah. Ini darurat. So Hee Eonnie….. ”

Sebelum Yong Guk sempat berucap lagi, Hye Jeong sudah mematikan sambungan teleponnya. Membuat Yong Guk mengernyit. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Apa yang So Hee lakukan di apartemen Hye Jeong? Haruskah Yong Guk mencari tahu? Ah, biasanya So Hee juga tidur disana. Tapi…. bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada So Hee?

Yong Guk berulang kali coba menghubungi ponsel Hye Jeong yang sialnya ponsel gadis itu mati. Yong Guk berusaha bersikap cuek dengan tetap masuk ke dalam dorm. Tapi tiga menit kemudian, Yong Guk keluar dengan membawa jaket, helm, dan tentu saja kunci motor kesayangannya.

Yong Guk mengendarai motornya dengan kecepatan normal. Coba menebak nebak, apa yang ingin Hye Jeong sampaikan padanya di hari yang sudah malam ini? Apa benar-benar sudah terjadi sesuatu yang buruk pada So Hee? Karena nada suara Hye Jeong seperti panik. Ada sengalan napas yang ia dengar tadi.

“So Hee-ya kumohon, kumohon dengan sangat untuk tetap dalam keadaan baik-baik saja.” Batinnya.

Yong Guk memarkirkan motornya sembarangan dan langsung naik ke apartemen Hye Jeong. Dengan tidak sabar Yong Guk mengetuk pintu apartemen Hye Jeong kasar.

“Hye Jeong-ah!” Teriak Yong Guk dari luar. Sedetik kemudian, pintu terbuka dan muncul-lah wajah Hye Jeong.

“Apa yang terjadi? Dimana So Hee?” Tanya Yong Guk langsung, tanpa basa basi.

“Eonnie pingsan, dan sekarang dia ada di kamar.” Lirih Hye Jeong yang wajahnya terlihat sangat khawatir.

Tanpa menunggu izin sang pemilik apartemen, Yong Guk menerobos masuk. Tujuannya jelas, kamar Hye Jeong yang menjadi satu-satunya kamar di apartemen itu. Perlahan, Yong Guk menghampiri tubuh So Hee yang terbaring di atas kasur.

“So Hee-ya.” Yong Guk memanggil nama So Hee, coba menyadarkan gadis itu. Ia lalu menarik tangan So Hee untuk di genggamnya. Sementara tangannya yang lain menyingkirkan beberapa helai rambut So Hee yang menutupi wajah cantiknya. Hati Yong Guk bergemuruh saat ia mengecup kening So Hee cukup lama.

“Kau? Apa yang kau lakukan disini?” Ujar So Hee yang tiba-tiba membuka kedua matanya. Dan hal itu tentu saja membuat Yong Guk terkejut.

“Kau, sudah sadar?” Tanya Yong Guk bingung.

“Sadar? Itu karena kau menciumku dan membuatku terbangun.”

“Ap… Apa? Bangun? Jadi kau tidur? Bukan pingsan? Ish! Anak itu benar-benar.” Desah Yong Guk saat akhirnya ia tahu kalau Hye Jeong hanya menjebaknya.

Jebakan yang bagus? Mungkin.

“Hye Jeong-ah!!”

Hye Jeong terkekeh di depan pintu kamar saat Yong Guk memanggil namanya. Dengan senyum nakal, ia melirik ke arah dua orang yang masih saling mencintai itu.

“Oppa! Kau khawatir pada Eonnie, kan? Dan kau Eonnie, kau sangat merindukannya kan? Jangan seperti anak kecil. Kalian harus bicara. Aku akan berbaik hati meminjamkan kamar ini.” Ucap Hye Jeong lalu buru-buru mengunci kamarnya dari luar. Membiarkan Yong Guk dan So Hee hanya berdua di dalam kamar.

“Aish! Hye Jeong-ah! Cepat buka pintunya, atau aku akan memukulmu nanti.” Ancam So Hee dari dalam kamar yang tentu saja tidak akan di dengar Hye Jeong karena gadis itu pergi bersama Jong Up yang diam-diam bersembunyi di balik sofa.

“Ck! Dari mana kau mengenal anak nakal itu? Sudahlah, percuma kau berteriak dan menggedor pintu seperti itu. Lihat. Dia mengirimiku pesan dan mengatakan akan berkencan dengan Jong Up.” Ujar Yong Guk sambil menunjukkan ponselnya ke arah So Hee.

Yong Guk berjalan ke arah So Hee, tersenyum kaku dan dibalas oleh perlakuan yang sama oleh gadis itu. Yong Guk mempersilahkan So Hee untuk melanjutkan tidurnya yang sempat ia ganggu, sementara Yong Guk merebahkan diri di atas sofa.

******o0o******

Jumeonie neohgo danigo sipeul mankeum jaggo
Kau adalah inti kecil dimana aku ingin meletakkanmu di dalam dompetku dan membawamu kemanapun

Nune neoheodo an apeul geot gata neoui misoga jaglyeolhamyeon
Aku merasa kau tidak akan terluka meski jika aku menempatkanku di mataku

So Hee diam. Hanya duduk diam membisu sambil memeluk kedua lututnya. Begitupun Yong Guk, ia juga melakukan hal yang sama. Berbaring di sofa setelah Hye Jeong meninggalkan keduanya agar bisa saling bicara.

Masalahnya, bukan mereka tidak mau, hanya saja mereka belum siap untuk bertemu satu sama lain jika hanya membuat mereka kembali merasakan sakit saat perpisahaan sepuluh hari yang lalu.

Bukan perkara mudah, untuk kembali bertemu dengan mantan yang masih kau cintai dan tetap terlihat baik-baik saja, kan?

“Kau…” So Hee mendongak saat Yong Guk akhirnya membuka suara. Pria itu tidak tahan juga akhirnya hanya diam berlama-lama seperti itu. Yong Guk berdiri, berjalan mendekat ke arah So Hee. Pria itu memutuskan duduk di ujung kasur, menciptakan jarak antara dirinya dan So Hee.

Meski begitu, tetap saja lagi-lagi So Hee terkunci pada tatapan hangat pria itu.

Meski So Hee juga bisa melihat dengan jelas ada luka dalam pancarannya.

“Kau terlihat tidak baik.” Ucap Yong Guk jujur yang membuat So Hee tersenyum kecut.

“Dan kau terlihat baik-baik saja.” Ucapan So Hee yang terus terang itu tentu saja menyakiti Yong Guk.

Memang secara fisik Yong Guk terlihat baik-baik saja, karena itulah yang harus ia tampilkan di ‘dunia’nya. Tapi secara batin dan perasaan, jelas pria itu dalam keadaan tidak baik-baik saja. Dan So Hee tahu hal itu.

“Tidak… juga..” Ucapnya pelan, lantas menunduk. Yong Guk belum sanggup seutuhnya untuk menatap So Hee lama-lama.

Dan hening lagi.

Lima menit.

Delapan menit.

Sepuluh menit.

Hingga lima belas menit.

“Gukie-ya?”

“Hee-ya?”

Keduanya tersentak saat mereka saling memanggil dalam waktu yang bersamaan. Keduanya tersenyum canggung. So Hee menunduk, sementara Yong Guk menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Kau duluan.” Ujar Yong Guk akhirnya pada So Hee yang menghembuskan napas panjang.

Sedikit gugup, tapi So Hee harus menanyakan hal ini. Pertanyaan yang benar-benar mengganggu pikirannya sejak hari kiamat sepuluh hari yang lalu. Tentang alasan kenapa Yong Guk melepasnya begitu saja.

“Apa aku mempunyai kesalahan hingga kau melepaskanku? Atau aku sudah mengecewakanmu?” Tanya So Hee sungguh-sungguh.

Yong Guk terenyuh. Bahkan So Hee mengira kalau Yong Guk kecewa padanya yang menjadikan alasan kenapa ia meninggalkan So Hee? Yang benar saja! Apa gadis itu benar-benar selalu memaafkan kesalahannya dengan mudah? Memaafkan perbuatannya yang kerap kali mengecewakan So Hee? Kenapa gadis itu berpikir kalau perpisahan mereka berdua terletak pada kesalahannya? Padahal So Hee adalah gadis yang paling sabar dan penuh pengertian, yang pernah Yong Guk kenal.

“Apa aku tidak pantas untukmu?”

Jleb. Ucapan terakhir So Hee cukup bisa membuat Yong Guk lupa bagaimana cara bernapas. Dadanya terasa sesak. Yong Guk memajukan tubuhnya agar ucapannya bisa di dengar dengan jelas oleh So Hee. Ia lalu menarik tangan So Hee dan menggenggamnya.

“Kau lebih dari sekedar pantas, Hee-ya. Kau yang terbaik yang pernah ku miliki.”

“Lalu kenapa? Apa salahku? Apa yang sudah ku lakukan hingga kau melakukan ini padaku? Apa aku kurang dalam memahamimu?” Ucap So Hee dengan nada bergetar, membuat Yong Guk merasakan perih yang teramat sangat di ulu hatinya.

“Berhentilah berpikir kalau perpisahan kita itu terletak pada kesalahanmu. Kau tidak kurang dalam memahamiku, bahkan kau sangat mengerti dengan baik. Kau tidak melakukan kesalahan apapun, So Hee-ya.” Suara Yong Guk naik beberapa oktaf.

“Lalu kenapa?” Lirih So Hee yang dengan nada putus asa setelah ia tidak bisa menemukan jawaban yang tepat.

“Karena aku yang tidak pantas untukmu. Aku berpikir kalau kau berhak mendapatkan laki-laki lain yang lebih baik daripada aku. Yang tidak mengecewakanmu terus menerus. Yang tidak menyakiti hatimu dengan segala tindakan dan sikapku. Aku tidak ingin kau terluka lebih jauh. Aku tidak ingin menyakitimu lebih dalam lagi dengan menahanmu bersamaku.”

So Hee membuka mulutnya lebar. Tertawa hampa. Gadis itu tidak percaya dengan alasan yang ia dengar dari mulut Yong Guk.

“Memangnya kau siapa, hah?!! Bagaimana kau bisa berpikir kalau aku bisa bahagia tanpamu? Aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya tersenyum dengan benar sejak hari itu. Hatiku terlalu sakit karena jarak yang kau ciptakan di antara kita. Kau bodoh atau apa?!!!”

So Hee meneteskan air matanya semakin deras. Ia benar-benar tidak mengerti. Bagaimana pria itu bisa berpikir kalau ia akan bahagia tanpa sosoknya? Mustahil kan?

******o0o******

On momi noga naeril geol gata
Ketika tawamu meledak, aku merasa tubuhku akan meleleh

So Beautiful jeongiga on deus tteollyeo neo ape seomyeon
Begitu cantik,tubuhku bergetar seperti tersengat listrik saat aku berdiri di depanmu

Neomanui gisanimi doelgeoya
Aku akan menjadi ksatria pribadimu

Baegma tan wangjaga doen deusi neoreul daehaejulge
Aku akan memperlakukanmu seolah-olah aku sudah menjadi pangeran berkuda putih

Donghwa sog gongjunimcheoreom maeil neukkige haejulge
Aku akan membuatmu merasa seperti putri dalam dongeng setiap hari

I sesang eotteon namjadeulboda
Aku akan membuatmu tersenyum lebih dari lelaki lain di dunia ini

Neol usge halgeoya neo hana haengboghage haejul jasin isseunikka
Karena aku yakin bisa membuatmu bahagia

Yong Guk melihat So Hee menangis. Sepertinya gadis itu benar-benar terluka dan menderita karena keputusannya.

Sebenarnya… yang bodoh itu siapa?

Dirinya yang sudah melepaskan So Hee, atau gadis itu yang masih ingin bersamanya?

“So Hee-ya.” Panggil Yong Guk lirih. Sungguh, ia tidak sanggup melihat So Hee menangis. Tangisan So Hee kali ini sangat berbeda. Karena sepertinya tangisannya kali ini jauh lebih menyakitkan dibandingkan dengan tangisan So Hee sepuluh hari yang lalu.

“Atau hanya aku yang merasakan sakit karena berpisah denganmu?”

Pertanyaan So Hee menikam jantung Yong Guk dalam-dalam. Bagaimana bisa gadis itu berpikir kalau hanya dirinya yang menderita sementara Yong Guk tidak?

Bagaimana bisa gadis itu berpikir kalau hanya ialah yang tersakiti karena keputusan yang dibuat oleh Yong Guk?

“Kenapa kau berpikir seperti itu?” Tanya Yong Guk lemas.

“Jadi, apa kau juga merasa sakit? Lalu kenapa kau berpikir kalau aku akan bahagia jika tanpamu?” Ulang So Hee, menuntut Yong Guk untuk berpikir dan merasakan.

Bukankah mereka satu hati dan satu jiwa?

So Hee menunggu jawaban Yong Guk dengan tatapan penuh luka. Hingga akhirnya Yong Guk merasa tidak sanggup lagi dan menitikkan air mata. Yong Guk menunduk untuk mencium tangan So Hee yang ia genggam. Yong Guk mencium tangan So Hee cukup lama, dengan penuh perasaan cinta yang mendalam. Sekaligus penyesalan yang teramat sangat karena persepsinya selama ini salah.

Melihat keadaan So Hee sejak hari itu hingga detik ini membuat Yong Guk membenarkan ucapan Hye Jeong, bahwa So Hee memang tidak bisa bahagia jika bukan dengan dirinya.

Sama seperti dirinya. Kebahagiaannya juga terenggut dan digantikan oleh rasa sakit yang luar biasa jika ada jarak diantara mereka.

Seharusnya… seharusnya Yong Guk lebih memahami itu sebelumnya agar mereka tidak merasakan sakit seperti ini.

“Maafkan aku, So Hee-ya.”

Yong Guk mendongak dengan hidung dan mata yang memerah karena sesaknya beberapa organ yang ada di dalam dadanya.

“Bersediakah kau memberiku satu kesempatan lagi? Kali ini, aku akan berusaha lebih keras untuk tidak mengecewakanmu.”

******o0o******

“Jika aku meminta kembali hatimu yang sudah ku hancurkan untuk ku perbaiki dan ku beri kehidupan yang lebih baik, maukah kau memberikannya?” – Bang Yong Guk

“Kurasa akhirnya kau mengerti, jika hanya ada satu perasaan yang bisa kita rasakan bersama. Jika kau sakit, aku juga sakit. Jika kau bahagia, aku juga bahagia. Semudah itu hubungan kita. Jadi pahamilah seutuhnya bahwa kita adalah satu.” – Jung So Hee

Dinginnya malam di musim gugur kota Seoul, tak membuat dua insan yang kembali ‘hidup’ merasakan tubuh yang menggigil.

Mereka berdua Bang Yong Guk dan Jung So Hee, merasakan kehangatan di atas motor hitam Yong Guk yang melaju lambat menyusuri jalan kecil di tepi sungai Han.

So Hee memeluk Yong Guk dengan sangat erat. Akhirnya….. ia kembali bisa merasakan kenyamanan saat memeluk punggung lebar milik Yong Guk. Dengan hatinya yang kembali hidup. Dengan jiwanya yang kembali utuh.

Sementara Yong Guk, dengan satu tangan tetap pada stir kemudi, ia meletakkan tangan kirinya untuk mengelus tangan kanan So Hee yang berada diperutnya. Menepuk-nepuknya perlahan.

Membuatnya mengerti. Kalau dirinya dan So Hee memang tidak di takdirkan untuk saling menjauh.

Membuat dirinya memahami kalau perpisahan bukanlah jalan yang ada dalam kamus percintaan mereka, kecuali maut.

Sebuah kisah layaknya sebuah lagu. Manis, tenang, berharmonisasi, dan juga harus segera diakhiri.

Yang jadi perbedaannya adalah…. tidak akan ada akhir yang menyedihkan untuk kisah mereka berdua.

Karena semuanya kembali pada awal. Kebersamaan yang membahagiakan mereka berdua.

=EPILOG=

“Yong Guk-ie?”

“Hm?” Yong Guk menoleh saat So Hee memanggilnya. Mereka lalu duduk dengan nyaman di undakan kecil yang mempertontonkan air mancur warna-warni di Banpo Bridge.

“Selamat ulang tahun.” Ucap So Hee sambil tersenyum. Gadis itu melihat kalau Yong Guk mengernyit.

“Ini sudah jam dua belas lebih tiga menit. Kau tidak menyadarinya?” Lanjut So Hee lagi, membuat Yong Guk seketika tertawa.

Tidak-tidak. Ini bukan tentang ulang tahun Yong Guk. Bukan juga tentang ulang tahun So Hee. Tapi ini adalah hari dimana tepat satu setengah tahun hubungan mereka.

Menggelikan bukan? Hei mereka bukan remaja lagi. Haruskah mereka merayakan hal itu? Setelah dengan susah payah mereka berhasil kabur dari apartemen Hye Jeong beberapa saat yang lalu?

“Aku hampir lupa. Aku terlalu sibuk memikirkanmu.” Yong Guk mengulurkan tangannya, mengacak rambut So Hee dengan gemas.

“Selamat ulang tahun juga untukmu. Untuk kita.” Ujar Yong Guk dengan tersenyum tipis.

“Kau tahu? Satu setengah tahun yang lalu, Tuhan memberiku anugerah dengan memilikimu. Dan hari ini Tuhan menunjukkan kebesarannya dengan mengizinkan aku untuk memilikimu, lagi.”

Yong Guk menarik napasnya dalam, lantas mengunci tatapan So Hee dengan penuh cinta. Tangan kanannya menarik tengkuk So Hee sementara tangan kirinya menarik dagu gadis itu agar sedikit naik ke atas. Yong Guk lalu mengecup bibir So Hee dengan penuh perasaan.

“Jika aku meminta kembali hatimu yang sudah ku hancurkan, untuk ku perbaiki dan ku beri kehidupan yang lebih baik, maukah kau memberikannya?” Bisik Yong Guk di telinga So Hee setelah pria itu melepaskan ciumannya. Membuat mata So Hee berkaca-kaca.

Siapa bilang Yong Guk tidak bisa mengatakan hal yang manis? Bagi So Hee, apa yang baru saja Yong Guk katakan itu adalah hal termanis yang pernah ia dengar. Sungguh, manis sekali bukan? Dan bodoh saja jika So Hee mengatakan tidak. Jelas-jelas itu sebuah kebohongan besar.

Bukankah hati dan jiwa mereka sudah menyatu hingga bisa merasakan rasa sakit dan bahagia secara bersamaan?

“Kurasa akhirnya kau mengerti, jika hanya ada satu perasaan yang bisa kita rasakan bersama. Jika kau sakit, aku juga sakit. Jika kau bahagia, aku juga bahagia. Semudah itu hubungan kita. Jadi pahamilah seutuhnya bahwa kita adalah satu.”

So Hee memberikan kehangatan lebih pada Yong Guk saat tubuh mereka saling menempel. Yong Guk dan So Hee menghabiskan malam dengan mengendarai kuda besi, menjelajah tiap sudut jalanan kota Seoul yang tidak memiliki ujung. Berharap hubungan mereka juga sama seperti itu. Mencintai dan di cintai tanpa ujung, tanpa batas.

END

15 Komentar

  1. Reblogged this on keys Blossom.

  2. tu kan pasti ujungnya balik . udah bisa di tebak SOHEE gak akan bisa hidup tanpa BYG😛 .woe sekali2 suami gue disertain dong >_< #ngarep :v

  3. Bukan perkara mudah, untuk kembali bertemu dengan mantan yang masih kau cintai dan tetap terlihat baik-baik saja, kan? – SOHEE BERUNTUNG BANGET BISA BALIKAN SAMA MANTANNYA!!

    Eon, sekali” bikin banghee bertengkar sampai lempar”an panci dong. Sumpah aku ngiri banget sm mereka, cuma ngobrol bentar, langsung balikan.

    Oh ya eon, aku pingin jadi angin dingin musim gugur biar bisa nyolek wajah tampan bang yongguk~ haha^^ *eonni jgn bunuh aku T^T

  4. Selaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaluuuuuuuuu eonnie ini, ngebuat ending yang memuaskan!!! Betty suka😀 Ya ampun eonnie, aku udah nangis2 liat drama korea di kamar :3 eh abis itu baca ini, aku makin nangis masa /? Bengkak ni bengkak mataaaaaaaa TT.TT hahahahaha
    Keren. Selalu. Cara mereka nyampein perasaan mereka itu bener2 daleeeeeeeemmmmm banget! Fantastic!
    BETTY.

  5. @betty ini beti yang di fb gak sih yang photo di jemabatan :v :v :3

  6. love love love…
    falling in love forever….
    bca ff ini bikin jtuh cinta trz k banghee couple…asli iri bngt m kisah cintaa mrka…
    smoga bias qt yongguk bs dpt jodoh d khdupan nyata sperti soheee…..ikhlas bngt asli

  7. resti

    manis bangetttttttt,,,,,

    BangHee best couple❤

    ditunggu ff selanjutnya😀

  8. FayKimClouds

    DEMI APA #BangHee sweeeett bangeetttt >_<
    sumveh keren bangettt❤❤ *chuu #BangHee kekekkk
    aaa~ sukurlah mereka bisa balik lagi krna emang itu yg gue pengen #BangHee forever (y) ga ada yg bisa misahain mereka <3<3 ada kiss scent wkwk untung guenya lgi kaga puasa hihi
    pliss bikin lagi kak gue masi kangen #BangHee moment ^^
    bkin yg lebih puanjaaaaaaang lagi :^)
    #BangHee JJANG ^^

  9. Kim Fa'A

    Qw ga mau komentari BangHee momen.
    karna itu bikin qw Iri.., hisk hisk hisk😥 #plak_apa.an sh

    jadi qw mau kepo.in Author.a
    Thor punya IQ berapa sh…
    gregett bgt stiap kata* ff nya.
    manis.
    indah.
    mudah.
    simpel.
    keren.
    dannnn Slalu Berkesan Dihati.

    Eeeeaaaa#😀

  10. Faykimclouds

    kak astreeeedd >_< miss youuuu
    ga bisa rusuh di twitter lagi *hiks gue pen ganggu ka astred sama istri tuanya uppie lagi hiks hiks hwaaaaaa
    HELEP MEEEE

  11. @Mumun: jadi So Hee yang gak bisa hidup tanpa Yong Guk? Bukan sebaliknya? :v terus demi apa gue harus culik Eko😛

    @Intan: dan alasan yang membuat BangHee bertengkar seperti itu adalah, karena Yongjae secara terang-terangan menggoda So Hee, begitu? Pikirkan baik-baik😄

    @Betty: Ciyee yang nangis gegara drama😛 ff ini gak sedih kog, lagian puasa”̮ gamau bikin orang mewek😀

    @Indri: dan semoga orang itu adalah aku, amin😀😀😀😀 #BangHeeIsReal😀😀

    @Resti: Masa? BangHee dapet gelar Best Couple?😀 kalah donk ntr Park Shin Hye sama Lee Min Ho hahahahaha😀

    @Fay: emang kenapa twittermu? Ogah, kalo panjang-panjang ntr waktuku buat yongguk jadi berkurang😛

    @Kim Fa’A: selamat bergabung di dunia BangHee Shipper readers baru😛 otakku sebenarnya dangkal, tapi cinta yongguk yang menuntunku hingga menjadi seperti ini🙂

    • Oke, eon. Ga jadi~ haha^^

  12. Faykimclouds

    lupa pasword kak *hiks -_- ga bisa benerin *hugYongguk eh*

  13. Dewi_chaki

    BangHee couple so sweeeeetttt
    :’3 envy bgt

  14. Run Evil Nur

    gile so sweet bgt…. Banyak kata2 yg menurut aku bagus bgt hihi… Next story ditunggu lg thor~~

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: