AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Unplugged Edition :: Where Are You? What Are You Doing?


Jogeumeun naccseoljiman na honja yeogi wasseo
Memang sedikit aneh, tapi aku datang ke sini sendiri

Haengbokhae boineun saramdeul soge isseo
Di antara orang-orang yang terlihat begitu bahagia

Georireul geotgo masissneun geot meokgo
Aku berjalan-jalan dan makan makanan yang enak

So Hee melangkah lemas di sepanjang lorong kampus. Ia hanya mengangguk kecil dan tersenyum kepada teman-teman yang menyapanya.

Sayangnya… So Hee tidak bisa menyembunyikan senyumnya yang hampa pada Shin Ji Hyun yang langsung menariknya dari kerumunan teman-temannya.

“Kau terlihat menyedihkan, tahu?”

Memang… selain Hye Jeong, hanya Ji Hyun yang mengetahui hubungannya dengan Yong Guk. Dan kandasnya hubungan mereka seminggu yang lalu-pun, Ji Hyun sudah mengetahuinya.

So Hee hanya tersenyum lemah. Memangnya mau berkata apa lagi? Bukankah So Hee memang terlihat sangat menyedihkan?

Datang ke kampus setiap hari, mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas. Benar ia menjalankan keseharian seperti biasanya, tapi ia melakukannya tanpa fokus yang pasti. So Hee lebih sering melamun. Tugasnya lebih banyak terulang karena ia malah menulis apa yang sedang ia rasakan.

Semuanya memang menyakitkan. Dan So Hee memang terlihat menyedihkan. Mau mengelak? Tidak mungkin, kan?

“Ji Hyun-ah, aku ada kuliah. Dua menit lagi masuk.” Pinta So Hee pada Ji Hyun. Gadis itu mencari berbagai alasan untuk tidak merespon pernyataan Ji Hyun sebelumnya.

Ji Hyun mendesah, ia lalu melirik jam tangannya. “Berapa jam?”

“Satu setengah jam.”

“Baguslah. Jadi kita bisa bicara.”

So Hee menghela napas panjang. Jika Ji Hyun sudah memaksa, maka ia tidak bisa menolak. So Hee tahu bagaimana watak Ji Hyun. Gadis itu akan tetap merecoki hidup So Hee sebelum ia mendapatkan apa yang di inginkannya. Jadi terpaksa, So Hee menurut saja saat tangannya ditarik oleh Ji Hyun. Mereka akhirnya berpisah di ujung lorong, menuju kelas masing-masing.

******o0o******

Geureodabomyeon haruga jinaga
Kemudian sehari berlalu

Geureonde nega eopsneun ge ajigeun naegen jogeum eosaekhae
Tapi tidak bersamamu terasa sedikit aneh

Eonjena geureohdeusi hamkkeyeossneunde
Kita dulu selalu bersama-sama

Nega neomu bogosipeo
Aku sangat merindukanmu

“Hye Jeong mencarimu.”

Yong Guk menghentikan langkahnya di depan pintu kamar saat Jong Up menyampaikan hal itu padanya. Yong Guk lalu menghembuskan napasnya pelan. Apa lagi yang akan diucapkan kekasih Jong Up itu padanya?

“Katakan pada kekasihmu, Jong Up-ie. Aku sedang tidak ingin membicarakan hubunganku dengan So Hee.” Ujar Yong Guk tanpa basa-basi lagi. Pria itu kemudian memasuki kamarnya, membiarkan Moon Jong Up menyampaikan apa yang baru saja ia katakan kepada Hye Jeong.

Yong Guk berbaring di atas kasurnya, menutup kedua matanya yang ditimpa oleh tangan kanannya. Pria itu mendesah berkali-kali.

Bang Yong Guk. Memutuskan hubungannya dengan So Hee bukan karena ia tidak mencintai gadis itu lagi, atau kadarnya yang berkurang. Tidak. Sama sekali tidak. Cinta yang ia miliki pada So Hee malah semakin besar. Tapi ia masih tidak bisa menghilangkan sifat naifnya, membiarkan dirinya menyakiti So Hee begitu saja. Terlalu sering.

Itulah alasan kenapa ia harus menjauhkan So Hee dari hidupnya. Karena Yong Guk takut, ia akan melukai hati gadis itu semakin sering.

Karena So Hee…. tidak pantas berdekatan dengan pria jahat seperti dirinya.

Karena So Hee…. harus mendapatkan kebahagiaan yang ditawarkan oleh pria lain.

Tapi masalahnya… seberapa sanggup ia bertahan dalam penyesalan jika suatu saat nanti ia benar-benar melihat So Hee menemukan kebahagiaannya dengan pria yang.. bukan dirinya?

******o0o******

Eodini? Mwohani? Neon jal jinaeni?
Kau dimana? Apa yang kau lakukan? Apa kau baik-baik saja?

Nae gyeote nega eopseunikka, lonely, lonely day
Karena kau tak di sampingku, sendiri, hari yang sepi

Deullini? Boini? Nae maeumi?
Biskah kau mendengarnya? Bisakah kau melihatnya? Hatiku?

Neoege daheul su isseosseumyeon johgesseo
Aku harap itu sampai padamu

Tok.. tok.. tok..

Jung So Hee bergeming. Meski sebenarnya ia sudah bangun sebelum ketukan itu berbunyi dari pintunya. Masalahnya, bukannya So Hee tidak ingin membuka mata, tapi So Hee tidak bisa. Matanya seolah terjahit rapat, sangat sulit untuk
membukanya karena…. So Hee sudah menghabiskan waktunya untuk menangis semalaman.

Mungkin, orang yang ada di depan pintu kamar itu tidak bisa menunggu lebih lama lagi, karena So Hee mendengar jika pintu kamarnya dibuka, bersamaan dengan ketukan heels yang beradu dengan lantai kamarnya.

“Jung So Hee-ssi!! Sampai kapan kau akan bersembunyi di bawah selimut itu hah!!” Suara Hye Jeong menggema di kamar So Hee.

So Hee mendesah. “Oh Tuhan… bencana apalagi yang kau berikan padaku dengan membiarkan anak ini datang pagi-pagi seperti ini?” Keluhnya.

Kim Hye Jeong, gadis yang kini menjadi kekasih Jong Up itu dengan suara spektakulernya langsung membuat kualitas pendengaran So Hee berkurang. So Hee bukannya kesal jika gadis itu datang, hanya saja…. waktunya tidak tepat. Apalagi yang akan gadis itu ocehkan tentangnya dan… Yong Guk?

Yong Guk lagi.

Bisakah pria itu sehari saja tidak merecoki pikirannya? Kenapa So Hee bisa begitu mencintai pria itu dengan segenap jiwanya? Sosok yang selalu terlihat sempurna di mata So Hee. Meskipun gadis itu sering di buat kesal oleh pria itu.

“Eonnie-ya!” Seru gadis itu lagi yang kini sudah membanting tubuhnya di atas kasur disamping So Hee, membuat kasur itu bergoyang.

So Hee hanya menggubris dengan gumaman malas. Malas berbicara jika apa yang ada dipikiran gadis itu tentang hubungannya dan Yong Guk yang baru saja… kandas.

Entah apa yang dilakukan gadis itu, So Hee tidak tahu. Yang jelas, sesaat kemudian, lekukan kasurnya yang sedikit tenggelam karena tubuh gadis itu langsung kembali ke bentuk semula. Dan So Hee tahu kalau gadis itu baru saja meninggalkan kamarnya. Untuk beberapa menit. Karena langkah kaki itu terdengar lagi.

“Kali ini apa?” Batin So Hee. Sedetik kemudian ia merasakan matanya mendingin. Dan saat itu juga So Hee langsung tahu jika Hye Jeong keluar kamarnya untuk mengambil es batu untuk mengkompres matanya yang bengkak karena menangis dan langsung tertidur.

“Kau bodoh, Eonnie-ya.”

“Kau sudah mengatakan itu pada Yong Guk, hm?” Tanya So Hee sarkatis. Gadis itu mengambil alih kain yang terbungkus batu es itu dari tangan Hye Jeong.

“Kau bodoh karena menangisi pria seperti Bang Yong Guk yang kurang menghargaimu itu. Aishh!! Bagaimana bisa seorang Jung So Hee yang tomboy dan keras kepala itu bisa menjadi serapuh ini kalau sudah menyangkut masalah Guk Guk itu?” So Hee tersenyum kecut saat mendengar gerutuan Hye Jeong, gadis yang sudah di anggap adik kecilnya itu.

Memang… Selama ini tidak ada yang berani secara terang-terangan mengatai pria angker seperti Bang Yong Guk itu selain adik kecilnya, Kim Hye Jeong. Jika Yong Guk melakukan kesalahan fatal seperti menyakiti So Hee.

“Aku tidak bisa jika tidak memaafkannya, Hye Jeong-ah. Sekuat apapun aku mencoba untuk marah atau membencinya, aku tidak akan pernah bisa. Aku dan dia.. seolah kami sudah ‘menyatu’. Membenci dirinya, itu berarti aku membenci diriku sendiri.” Desah So Hee pelan.

Entahlah… apa yang baru saja So Hee katakan? Gadis itu menunjukkan kelemahannya?

“Jika seperti yang kau katakan jika kalian itu sudah menyatu, pasti sekarang dia sedang merasakan sakit seperti yang kau rasakan, Eonni-ya. Tapi kurasa dia tidak merasakannya. Karena kalau dia merasakannya, dia tidak akan menyakitimu berulang kali.” Tukas Hye Jeong.

“Apa kau yakin kalau dia baik-baik saja? Perasaanku mengatakan kalau dia sedang tidak baik-baik saja. Dia juga terluka, sama sepertiku.” Ucap So Hee dengan nada tegas, membuat Hye Jeong terdiam.

So Hee kemudian menyingkirkan kain berisi batu es yang sedari tadi ia gunakan untuk mengembalikan matanya yang bengkak, lantas membuka matanya, melihat Hye Jeong yang merengut. So Hee tersenyum kecil.

“Aku bisa merasakannya Hye Jeong-ah, percayalah padaku. Yong Guk, meskipun ia terlihat kasar dari luar tapi sebenarnya ia memiliki hati yang lembut, ia seseorang yang rapuh.”

******o0o******

Neoui du son kkok japgo ogiro yaksokhaessdeon gos
Aku berjanji untuk datang kesini seperti saat aku menggenggam erat tanganmu

Gwaensiri honjara geureonji mak nega deo saenggak na
Mungkin karena aku sendirian tapi aku bahkan terus memikirkanmu, kau seharusnya tidak pergi

Neon hoksi gakkeumeun nal tteoollyeo?
Apa kadang-kadang kau memikirkanku?

Nan maeil nega boyeo
Aku mencarimu setiap hari

Naeil achimdo amado neoui kkumeseo kkaelgeol naneun ajikdo.. girl
Esok pagi, aku mungkin akan bangun dari mimpimu lagi, aku masih tetap sama.. gadis

Bang Yong Guk berlari di atas treadmil dengan headphone yang menyumbat kedua telinganya. Pikirannya masih dikuasai oleh satu orang. Gadis yang selama satu tahun ini menjadi kekasihnya, yang tentu saja diselingi kata `break` beberapa kali karena kesalahannya yang terlalu naif dalam mencintai gadis itu.

Jung So Hee.

Sekeras apapun Yong Guk mencoba menepiskan kehadiran sosok itu di dalam pikirannya, nyatanya tidak bisa. Nama So Hee selalu terngiang di dalam otaknya, bahkan hal itu terjadi satu detik lebih cepat sebelum ia menarik napas.

Yong Guk pernah melepaskan gadis itu karena dirinya merasa bukanlah pria yang tepat untuk seorang gadis seperti So Hee. Tapi nyatanya perpisahan itu bukan hanya menyakitinya, tapi juga menghancurkan So Hee. Membuat mereka kembali menjalin hubungan karena kebutuhan satu sama lain.

Bukan hanya sekali. Tapi sudah beberapa kali. Meski Yong Guk kerap kali menyakiti So Hee dengan tindakannya yang disengaja maupun tidak, gadis itu selalu dengan mudah bisa memaafkannya. So Hee selalu tidak bisa membenci Yong Guk. Dan itu membuat Yong Guk lagi-lagi merasa kalau So Hee memang tidak pantas untuk bersama pria seperti dirinya. So Hee pantas mendapatkan pria yang lebih baik. Dan itulah alasan kenapa Yong Guk memutuskan mengakhiri hubungan mereka seminggu yang lalu.

Sakit memang. Siapa yang tidak? Tapi ini semua demi So Hee. Gadis itu tidak boleh terluka lagi. Dan Yong Guk tidak akan membiarkan dirinya untuk melukai gadis itu, lagi.

Jadi…. dengan berpisah, itu keputusan yang tepat kan?

Keputusan yang tepat. Benarkah?

Yong Guk menaikkan volume musiknya. Seolah musik itu bisa merasuk kedalam otaknya dan mengganti fokus Yong Guk yang di penuhi segala hal tentang So Hee dengan lirik-lirik yang terlantun dari headphonenya.

Tapi maaf… nama itu terlalu indah untuk dihilangkan begitu saja. Apalagi diganti dengan lirik yang biasa-biasa seperti itu.

Hye Jeong memasuki ruangan dimana Yong Guk, Him Chan, Jong Up dan Yong Jae sedang berolah raga. Ia meletakkan kardus berisi minuman penambah ion di sudut ruangan, lantas memilih duduk disana.

Hye Jeong tersenyum ke arah Jong Up saat kekasihnya itu dengan bangga memamerkan otot-otot kekarnya. Mata Hye Jeong kemudian terfokus pada sosok Yong Guk yang selama seminggu ini lebih banyak diam dan hanya merespon secukupnya saja.

Hye Jeong melihat kalau Yong Guk sangat berusaha menyibukkan diri. Entah itu dengan kertas-kertasnya untuk menciptakan sebuah lirik, atau berlari dengan semangat yang kelewat batas. Seperti saat ini.

Padahal, kemarin baru saja kaki Yong Guk terkilir karena terlalu memaksakan diri berlatih dance. Dan sekarang pria itu malah berlari seperti itu lagi. Apa sebenarnya yang pria itu pikirkan?

“Gukie-ya.”

Yong Guk melihat Him Chan dari cermin yang ada didepannya. Yong Guk menunggu Him Chan untuk meneruskan ucapannya.

“Istirahatlah…”

“Aku belum lelah.” Sahut Yong Guk cepat sebelum ia melanjutkan lagi latihan pribadinya. Sementara temannya yang lain sedang beristrahat sekarang.

Melihat hal itu, Hye Jeong membuka mulut. “Jangan berlari lagi, telingaku terasa nyeri setiap kali mendengar bunyi tulangmu yang terkilir kemarin. Kurasa yang lain juga merasa terganggu.” Ucap gadis itu sambil menatap tajam Yong Guk.

Terkadang…. ucapan Hye Jeong terdengar begitu pedas, padahal sejujurnya Hye Jeong adalah gadis baik dan lembut. Mungkin karena ia muak melihat hubungan Yong Guk dan So Hee yang sebenarnya masih saling mencintai. Yah, bahkan orang buta saja bisa melihat betapa besarnya cinta di antara mereka.

“Jika kau tidak bisa diam untuk dirimu sendiri, diam-lah untuk kami. Melihatmu masih berdiri sementara yang lain sedang beristirahat membuat kepala kami pusing.” Sahut Him Chan kemudian. Menyambung apa yang sudah dikatakan Hye Jeong.

Yong Jae dan Jong Up tahu, apa yang diucapkan Hye Jeong dan Him Chan memang akan menusuk hati Yong Guk, tapi tidak ada cara lain bagi mereka untuk menghentikan pria itu agar tidak menyiksa dirinya sendiri. Itu terlalu menyakitkan.

Yong Jae menepuk bahu Yong Guk yang diam. Ia lalu memperhatikan teman-temannya yang sedang melihat kearahnya. Yong Jae menerima botol air yang dilemparkan Jong Up dan langsung memberikannya pada Yong Guk. Yong Jae lalu meminta hyungnya itu untuk beristirahat.

Yong Guk duduk disamping Hye Jeong yang menghembuskan napas panjang. “Jangan menyakiti dirimu sendiri, Oppa. Itu tidak akan merubah apapun. Karena kau merasakan sakit yang bukan bersumber dari fisikmu, tapi dari hatimu yang berdampak ke seluruh tubuhmu.” Ucap Hye Jeong sambil menyandarkan kepalanya ke pundak Jong Up yang duduk disampingnya.

Yong Guk menenggak habis botol air mineralnya, membiarkan sisa-sisa air mengalir di lehernya. Ia kini bersandar pada dinding tembok dan mendongak, mengatur napasnya yang masih tersengal.

“Aku ingin dia bahagia. Tanpa harus bersamaku.”

“Apa kau yakin dia akan bahagia setelah kau lepas?” Ucapan Hye Jeong membuat Yong Guk memiringkan kepalanya, menoleh ke arah gadis itu. Tersenyum tipis.

“Satu-satunya alasan kenapa So Hee meneteskan air matanya, karena aku terus menerus mengecewakannya. Meski aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membuatnya kecewa, nyatanya aku tidak bisa. Aku membuatnya kecewa lagi, lagi.”

“Jika kau masih membuatnya kecewa, berarti usahamu belum maksimal, Oppa. Dengan seperti ini, bukan hanya kau yang sakit, tapi dia juga. Kau menyakiti hati kalian berdua.” Hye Jeong menghembuskan napasnya berat saat mengingat So Hee yang nampak sepert mayat hidup selama seminggu ini.

Lain halnya dengan Yong Guk yang berusaha menutupi kesakitannya dengan membuat tubuhnya sendiri lelah atau bahkan membuat tubuhnya sendiri sakit sehingga bisa mengurangi sakit dihatinya. Padahal Hye Jeong tahu kalau hal itu sia-sia.

“Dia mencintaimu, Oppa. Meski baru satu tahun hubungan kalian, itu tidak akan mudah menguap dari hidupnya. Harusnya kau tahu itu. Harusnya kau tahu kalau perpisahan kalian hanya akan menyakiti masing-masing, tanpa keinginan untuk merasakan kebahagiaan lagi bersama orang lain.”

Yong Guk diam, tidak merespon. Membuat Hye Jeong meneruskan kembali ucapannya.

“Senyum dan tawa yang kau umbar di luar, perlu ku acungi jempol. Tapi masalahnya… sampai kapan kau bisa berpura-pura seperti itu? Apa kau sama sekali tidak menyesal telah melepaskan So Hee, Oppa?”

“Aku hidup dengan mengingat memori menyenangkanku bersama So Hee, itu yang membuatku sanggup tertawa seperti itu. Dan untuk pertanyaanmu, bagaimana jika aku berkata kalau, aku sedikit menyesal?”

“Sedikit?” Hye Jeong mengernyit.

Yong Guk mendesah. Ia benar-benar tidak bisa menenangkan pikirannya sendiri. Ia melepas So Hee agar gadis itu tidak terus tersakiti olehnya, tapi kemudian ia menyesal telah membiarkan So Hee hidup sendiri tanpanya. Apa yang pria itu inginkan sebenarnya?

“Oppa…” Panggil Hye Jeong, membuat Yong Guk kembali fokus.

“Dia masih sangat mencintaimu. Dan masih berharap kalau kau datang untuk memperbaiki semuanya. Harusnya kau lebih mengerti kalau orang seperti So Hee eonnie akan mudah memaafkanmu, sekalipun kau menyakiti hatinya.”

“Aku juga mencintainya, Hye Jeong-ah, masih sangat mencintainya, bahkan hingga detik ini. Dan bisa kupastikan bahwa cinta ini akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Rasa cintaku pada So Hee akan tetap melekat di dalam hatiku. Tapi seperti yang kau katakan, So Hee terlalu mudah memaafkanku hingga membuatku semakin merasa tidak pantas untuk berada disampingnya.” Yong Guk menunduk, tidak tahu harus melakukan apa.

“Itu karena usahamu belum maksimal. Bukankah sudah kukatakan? Kalau kau benar-benar mencintainya, dan tidak ingin dia terluka lagi, kau harus maksimalkan usahamu untuk menjadi lebih baik. Jika kau sungguh-sungguh berniat ingin membahagiakan So Hee Eonnie, kau pasti bisa. Oppa, rengkuh dia kembali. Karena sakit yang dia rasakan saat kecewa padamu, sama sekali tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sakitnya saat berpisah denganmu.”

Yong Guk mematung mendengar tiap kata yang keluar dari mulut Hye Jeong. Benarkah yang dikatakan gadis itu? Bahwa So Hee saat ini benar-benar terluka? Sesakit itukah?

******o0o******

Oeropge georeoganeun i georineun
Aku berjalan dijalanan ini sendirian

Cham iksukhajiman jaemieopseo
Aku sudah terbiasa untuk itu tapi itu tidak menyenangkan

Yejeongwa nan modu biseushajiman
Aku masih sama seperti sebelumnya tapi

Neo eopsi ajik nan geeulleoseo
Aku masih tetap malas tanpamu

Mwol haedo geudae binjarineun naegen neomu keoyo
Jadi apapun yang aku lakukan, tempat kosong yang kau tinggalkan terasa begitu luas

Nan ajikdo neol geuriwohada jami deuneun geol
Aku masih tertidur saat aku merindukanmu

“So Hee-ssi?”

So Hee menoleh saat ia merasa ada yang memanggil namanya. So Hee langsung membungkuk memberi salam saat Kwon Ji Yong berdiri tepat dihadapannya. Ji Yong menghampiri So Hee dengan senyum yang selalu menghiasi wajah tampannya.

“Sunbae memanggil saya?” Tanya So Hee, sekedar memastikan kalau ia tidak salah dengar.

“Jangan terlalu resmi begitu.” Ji Yong tersenyum. Ia kemudian melihat ke sekelilingi, menyadari kalau So Hee sendirian.

“Punya waktu?” Tanyanya pada So Hee yang mengangguk kikuk.

“Temani aku makan, tidak keberatan, kan? Atau kau punya janji lain?”

Sebelum So Hee sempat menjawab, Ji Hyun menghampiri mereka berdua. Tidak lupa ia memberi salam pada Ji Yong.

“Wae?” Tanya Ji Hyun kebingungan saat So Hee menatapnya aneh.

Ji Yong memasukkan kedua tangannya ke dalam saku, berbicara pada Ji Hyun. “Ehm.. begini, apa aku bisa meminjam So Hee hari ini? Apa kalian sudah ada janji sebelumnya?”

“Oh ya??” Ji Hyun sontak terkejut mendengar ucapan Ji Yong. Ia lalu melirik So Hee yang menatapnya penuh harap, seolah memohon pertolongan untuk di selamatkan.

Tapi…. Masa bodoh.

Ji Hyun ingin melihat So Hee bahagia. Setidaknya sahabatnya itu bisa tersenyum. Dan Ji Hyun berharap Ji Yong bisa menghibur sahabatnya itu.

“Silahkan, sunbae. Kami tidak ada janji.” Ujar Ji Hyun sambil tersenyum manis. Sementara So Hee menghela napas berat.

“Geurrae. Kalau begitu kami permisi dulu.” Pamit Ji Yong sambil mengangguk pada So Hee dan berjalan lebih dulu. So Hee berjalan lemah di belakang Ji Yong. Ia menatap Ji Hyun kesal, sementara gadis itu malah tertawa mengejek.

Ji Hyun hanya berharap setidaknya Ji Yong bisa membuat pikiran So Hee tidak lagi terfokus pada pria bernama Bang Yong Guk itu.

Kwon Ji Yong. Pria yang menjadi kakak kelas So Hee dan Ji Hyun dari jurusan seni itu memang cukup populer dan banyak di sukai para gadis. Tapi sayangnya itu tidak berlaku untuk So Hee. Pikiran dan hatinya sudah cukup terpadati oleh pria bernama Yong Guk. Pria yang mampu menguasai seluruh kehidupan yang So Hee miliki sampai ke akarnya.

Dan Ji Yong, bukannya So Hee tidak tahu jika sosok pria itu menyukainya. So Hee tahu dan bisa merasakan. Terlebih lagi saat Ji Yong pernah menyatakan cinta padanya beberapa bulan lalu yang diakhiri dengan kekecewaan Ji Yong saat mengetahui kalau So Hee sudah menjalin sebuah hubungan.

Meskipun begitu, pria tampan itu sama sekali tidak menjauh. Ji Yong malah senang karena masih bisa berada di dekat So Hee sebagai sunbae, chingu, oppa dan….

Mungkin suatu saat nanti menjadi seseorang yang spesial bagi So Hee.

Mungkinkah?

Yah, mungkin saja jika gadis itu bukan So Hee.

Tapi jika gadis itu So Hee. Maka…. Jangan harap.

So Hee tidak akan mengizinkan pria manapun untuk masuk ke dalam hidupnya. Apalagi ke dalam hatinya untuk menggantikan posisi Yong Guk. Tidak akan pernah. Kemungkinan seperti itu sama saja seperti kau mengalikan bilangan berapapun dengan nol. Hasil akhirnya akan tetap sama. Nol. Tidak ada. Kosong. Hampa. Mati. Tidak ada harapan.

Jika itu untuk posisi yang lain, mungkin So Hee bisa menerima. Tapi So Hee bisa memastikan kalau posisi orang spesial yang ada di dalam kehidupannya, tidak akan pernah dicapai Ji Yong atau pria manapun sampai kapanpun.

Karena posisi itu, sudah ditempati oleh pria itu, yang So Hee yakini tidak bisa digantikan oleh apapun, siapapun.

Karena cinta dari pria itu… sudah merasuk ke dalam diri So Hee. Menyingkirkan pria itu sama saja menyingkirkan dirinya sendiri. Hal yang mustahil, kan?

Ji Yong membuka pintu mobilnya untuk So Hee yang dibalas dengan gumaman terima kasih oleh gadis itu. Kemudian ia berbalik, masuk lewat pintu kemudi dan melesatkan mobil itu keluar lahan parkir KyungHee University.

11 Komentar

  1. keren….. tp tbc…semoga dlnjutin lg crta ny trz gpl….wkwkwkwkwkkkkk
    bangsohee klw ad komplik gt yh
    .sling ngacurin dri sendri

    .berat bngt……
    smga mrk lnggeng hbngan ny trz ..mslh ny cpt selsai….q suka krn ad dua yong……
    yongguk vs jiyong….ih bias semua….

  2. YEEEEAAAAAAHHHH #BangHee comeback <3,< ya ampuuun ampe segitunya *miris
    nyakitin diri sendiri . sakit banget pasti jdi sohee
    aku aja sampe ngikut berdenyut denyut ngrasain sakit ati *hiks
    #BangHee plis balikan lagi🙂 sekuat apapun kalian berusaha saling melupakan itu ga mgkin krna kalian ditakdirkan untuk bersama selamanya *ciyehh xD
    #BangHee *hwaithing love youu muaahh

  3. *NB wkakakwkkk
    hana dul set ^^
    YEAAAAAYY KIM HYE JEONG KIM HYE JEONG xD
    JONGUP Girlfriend’s KIM HYE JEONG hihiii *sawwry NY Moon tua a.k.a naya eonni😀
    tengKyu kak uda di ijinin jdi perusuh di nih ff kekeekkk
    sumveh seneng pake bgt jdi cameo tpi sering bgt nongol xD bacanya ga bisa diem saking senengnya bhuahhhh adek ku sampe kena timpuk gegara baca nih ff ”ituuh ada nama gue deek xD ” sweet pula disitu momentnya ,< SOHEE's YONGGUK MINE
    pokonya ff ini DAEBAK walopun baru rilis part 1 tapi uda bikin penasaran ^_^ next part ditunggu kak *loveyou <3<3 #FIGHTHING kak Astred :^)

    KIM HYE JEONG a.k.a bininya MOON JONGUP wkakakkakkkk

  4. *NB wkakakwkkk
    hana dul set ^^
    YEAAAAAYY KIM HYE JEONG KIM HYE JEONG xD
    JONGUP Girlfriend’s KIM HYE JEONG hihiii *sawwry NY Moon tua a.k.a naya eonni😀
    tengKyu kak uda di ijinin jdi perusuh di nih ff kekeekkk
    sumveh seneng pake bgt jdi cameo tpi sering bgt nongol xD bacanya ga bisa diem saking senengnya bhuahhhh adek ku sampe kena timpuk gegara baca nih ff ”ituuh ada nama gue deek xD ” sweet pula disitu momentnya ,< SOHEE's YONGGUK MINE
    pokonya ff ini DAEBAK walopun baru rilis part 1 tapi uda bikin penasaran ^_^ next part ditunggu kak *loveyou <3<3 #FIGHTHING kak Astred :^)
    KIM HYE JEONG a.k.a bininya MOON JONGUP wkakakkakkkk

  5. Seperti biasa eonnie kalo bikin FF yang nyeritain tentang sakitnya Sohee karena terlalu cinta ke Appa itu… Selalu PAS! Keren dan tentunya menyayat hati TT.TT
    Baca FFnya sambil diselingi sama lagu B.A.P paling nenangin setelah Coffee Shop :3 Eo Di Ni Mwo Ha Ni… Haaaaaaaaaaaaah ngebuat makin sesek aja nih hahahahaha :v… Liat Appa nyakitin diri sendiri ngga tega banget…
    Apalagi Sohee tiap hari masih mikirin Appa… Ni orang berdua kalo cinta ya udah ngapa balik aja gitu! Huh main nyakitin diri sendiri mulu /ngomel sendiri /plak

    Tanggung banget akhirannya😦 harus dulanjuitn ini eonnie :3
    BETTY.

  6. Kyaa~ kwon jiyong! Kwon jiyong! Kenapa aku seneng banget tiba” GD oppa nongol? Haha^^

    Kesalahan apa yang yongguk lakukan sampai” dia berpikir u/ ninggalin sohee? Terus kenapa sohee selalu maafin dia?

    Lanjut eon, seru nih. Oh ya, ini cuma dibikin 2 chapter ya?

    Aku baru ngeh kalo couple nya uppie bukan eunsoo lagi~

  7. @Indri: satunya mantan satunya masa depan :v

    @Fay: ciatciatciat langsung heboh ini anak -______- keep support our love yah :’)

    @Betty: Next part ga pake lama kog🙂 buat ngerayain #900DaysWithBAP juga😀

    @Intan: Aku selalu memberi kesempatan buat readers setia blog ini, yang suka komen, yang suka bikin rame, buat nongol di FFku, meski cuma sebatas cameo😀

  8. resti

    BangHee is back,,,,,,😀

    wah telat lagie,,,,,

    tp kenapa BangHee putus?
    semoga cuma sementara dan happy ending😉

    ditunggu kelanjutannya mb😀

    mb astred (y)

  9. AAAAA BANGHEE kandas😀 . ambil BYG bawa pulang, #gampar E.co -_- .

  10. Kim Fa'A

    Huuuuuuaaa., #plak
    Kandas Nya Hubungan BangHee jd ada Kesempatan buat Qw donk eeeeaaaaaa., #DUOORR

    mau ikutan main ff donk , kaya yg di atas HEBOH BINGIIIZT.
    wkwakwkwkk😀
    #Lee RaeIn Imnida🙂

  11. Run Evil Nur

    penasaran sbnrnya sohee sm yongguk knp putus…. Mau baca next part dulu deh…

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: