AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

BangHee Series: Chapter 11 :: Body & Soul


Chapter 11: Body & Soul

I make you love me, neoman issdamyeon All day, Always
Aku akan membuatmu mencintaiku, selama kau ada, setiap hari, selalu

Nae oreunpare gidaeeo soksagyeo nan neol saranghaneun mankeum
Kau bersandar pada lengan kananku dan diam-diam berbisik seperti aku mencintaimu

I sesangeul da gajin gibuniya
Ini seperti aku memiliki seluruh dunia

Neowaui dalkomhan ipmajchum ni gyeoteul tteoreojil su eopseo, neon bogo isseodo bogo sipeoseo girl
Ciuman manis denganmu aku tidak bisa pergi dari sisimu, meski ketika aku menatapmu, aku ingin melihatmu gadis

Neowa hamkkehaneun i bam, i siganeun baro jigeum meomchwobeoringeol
Malam ini denganmu, waktu telah berhenti dari sekarang

Jeongmal gajgo sipeo your body
Aku benar-benar menginginkan tubuhmu

Sumgyeodwossdeon nareul baraewassdeon geu mamkkaji
Dari hatimu yang tersembunyi yang telah menatapku

SoHee pulang ke rumah keluarga Kim. Rumah tempat ia menghabiskan masa kecilnya. Hae Rim membawa SoHee ke kamarnya. Gadis itu masuk perlahan. Ia tertawa saat melihat kombinasi warna yang bertabrakan di kamarnya. Dari pintu yang berwarna merah, dinding berwarna putih serta campuran warna gold. Sementara kasurnya berwana hijau dengan selimut warna biru. Benar-benar kontras satu sama lain. Benarkah ini kamarnya?

“Aku ingin merubahnya eomma, ini kekanakan sekali.”

Hae Rim mengangguk dan tertawa saat mendengar ucapan SoHee. Ia sudah menduga sebelumnya. Putri kecilnya itu kini benar-benar telah berubah menjadi gadis dewasa.

Seorang pelayan masuk memberikan sebuah surat pada SoHee. Gadis itu tersenyum saat melihat nama Daehyun tertera sebagai nama pengirimnya.

Daehyun. Pria yang menjadi kakak dan mengaku bertanggung jawab atas kehidupan SoHee itu mengatakan jika ia dan Gi Yun pindah ke Amerika lima hari sebelum SoHee keluar dari rumah sakit. Dan Daehyun tidak tau apakah ia akan membawa keluarganya kembali ke Korea atau tidak.

Hee-ya, maafkan aku. Bukannya aku ingin menyembunyikan hal ini padamu. Tapi ketahuilah ini terlalu berat untuk ku katakan.

Sejujurnya eomma-ku-lah yang menabrak mobil orangtuamu. Karna panik, saat itu eomma membawamu pergi. Karna saat itu kau menangis, sedang kedua orangtuamu tidak sadarkan diri. Eeomma pikir orangtuamu meninggal, jadi dia pergi begitu saja.

Eomma-ku merasa tertekan dengan kejadian ini, apalagi appa-ku juga meninggalkan eomma. Saat itu eomma berpesan padaku untuk menjaga dan melindungimu apapun yang terjadi. Karna itu aku menjagamu mati-matian. Perceraianku dengan Gi Yun, itu karna aku tidak mengatakan apapun padanya tentang hal ini, dan dia selalu curiga dengan hubungan kita.

Hee-ya… aku minta maaf atas semua yang terjadi padamu. Jujur saja aku terkejut saat mengetahui orangtuamu masih hidup, apalagi orangtuamu adalah keluarga Kim. Aku tau aku tidak pantas mendapat maaf darimu, tapi setidaknya… bisakah kau maafkan eomma-ku? Aku ingin dia tenang di alam sana.

Sampai kapanpun aku akan tetap menjagamu, sekalipun aku tidak ada di dekatmu. Bukan karna alasan ibuku lagi. Tapi karna aku sangat menyayangimu. Begitupun Gi Yun dan Hyun Ra. Maafkan aku…. adik kecilku.

Tangis SoHee pecah. Dadanya terasa sesak. Ia ingin marah! Marah semarah-marahnya karna SoHee merasa sudah dibodohi habis-habisan oleh Daehyun. Tapi bagaimana SoHee bisa marah pada seseorang yang selama ini sudah tulus menyayanginya?

“Ada apa sayang? Apa yang oppa-mu tulis? Kenapa kau menangis, hmm?” Hae Rim memeluk SoHee hangat, dan gadis itu hanya bisa menggeleng perlahan. Tidak. Tidak mungkin SoHee mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Tentang apa yang ada di dalam surat itu.

******BangHee Series******

SoHee menghela napas panjang. Ia mendongak, menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata, yang siap turun kapan saja. SoHee melihat surat Daehyun lagi, lalu meletakkannya di dalam tas.

SoHee mengusap matanya sebelum turun dari mobil dan masuk ke panti asuhan, yang mana pagi ini terlihat cukup ramai?

SoHee melihat mobil Jongup terparkir rapi dihalaman, sementara gadis bernama Eun Soo itu menyambutnya. Aneh. Tidak biasanya mereka datang sepagi itu ke panti asuhan.

“Ada apa?”

Eun Soo menggeleng menanggapi pertanyaan SoHee. Raut wajahnya sedih dan ada sorot mata menyesal. Oh tidak, jangan katakan kalau ada hal buruk yang menunggu untuk diketahuinya lagi hari ini.

“Hee-ya, Yongjae hilang.”

SoHee terperangah. “Hilang? Bagaimana bisa? Sudah melaporkannya ke polisi?” Tanyanya panik.

“Aku mau melaporkannya, tapi saat aku memeriksa kamarnya, ternyata pakaiannya juga hilang.”

SoHee tidak melihat ada kebohongan di mata Eun Soo, selain rasa terkejut sama seperti yang dirasakannya. Junhong yang baru saja tiba di panti asuhan tersenyum penuh arti pada SoHee. “Nuna, guru sedang mengejar masa depannya.” Ucapnya yang membuat SoHee mengerutkan kening, bingung.

“Maksudmu?”

“Kemarin, orangtua Ji Hyun tiba-tiba pulang. Saat itu Ji Hyun sedang berada di kamar yang berada di atap bersama guru Yoo. Orangtua Ji Hyun salah paham dan mengira mereka melakukan hal yang tidak-tidak. Saat itu nyonya Shin memaksa Ji Hyun ikut bersamanya ke China untuk dijodohkan dengan putra rekan bisnisnya. Tapi guru Yoon yang saat itu panik dengan tegas mengatakan kalau dia akan bertanggung jawab. Padahal saat itu nyonya Shin tidak menuntut pertanggungjawaban guru Yoo.” Jelas Junhong sambil terkekeh.

SoHee dan Eun Soo diam, namun tak urung keduanya ikut tertawa setelah mendengar cerita Junhong. Jadi saat ini Yongjae sedang `diculik` oleh calon mertuanya ke China? Sebagai persiapan sebelum ia menikah dengan Ji Hyun? Sulit dipercaya, tapi… ini lucu sekali.

******BangHee Series******

SoHee memotong steaknya dengan bersemangat. Ia senang Himchan, Daehyun, Yongjae, akhirnya bisa menentukan jalan hidupnya masing-masing untuk meraih kebahagiaan. Meski sebenarnya SoHee merasa sedikit kesepian.

“SoHee-ya. Tadi ada seseorang yang mencarimu.” Ujar Soo Hyun yang duduk dihadapan SoHee.

Gadis itu mengernyit. Sepagi ini? Mencarinya? “Siapa?” Responnya.

“Dia orang yang tidak mau pergi sedetikpun dari rumah sakit saat kau dirawat, bahkan sekedar untuk berganti pakaian.” Ucap Soo Hyun dengan mulut yang penuh dengan makanan. “Kalau tidak salah ingat, namanya….” Soo Hyun memutar bola matanya, berusaha keras untuk mengingat nama pria itu.

“Bang Yongguk.” Sahut Hae Rim.

“Ah benar!” Soo Hyun mengangguk setuju. “Dia perhatian sekali. Dan melihatnya begitu khawatir, oppa pikir dia orang yang baik. Apa dia itu kekasihmu?” Goda Soo Hyun dengan tatapan nakalnya.

SoHee tersedak, gadis itu buru-buru meneguk air mineralnya mendengar ucapan Soo Hyun.

“Hati-hati. Kau baik-baik saja?” Tae Pyung menepuk punggung SoHee.

“Iyah. Maaf.” Sesalnya.

“Oppa! Hubungan kami tidak seperti itu. Dia memang pria baik dan menyenangkan. Di dekatnya aku selalu ingin tertawa, nyaman dan…”

“Benarkah?” Sahut seorang pria yang kini sudah berdiri di belakang SoHee. Entah kenapa mendengar suara pria itu tubuh SoHee mendadak beku.

“Duduklah.” Perintah Tae Pyung kemudian.

“Maaf, mengganggu sarapan kalian dengan datang kemari pagi-pagi.” Yongguk menunduk hormat, lalu duduk di kursi kosong disamping SoHee.

“Oppa! Kenapa kau tidak mengatakan padaku jika dia ada disini.” Desis SoHee sambil menggigit bibir bawahnya. Sementara kakinya coba menggapai kaki Soo Hyun untuk menendang pria yang duduk dihadapannya itu. SoHee kesal, namun rasa malu lebih mendominasi.

“Aku hampir lupa memberitahu kalian. Pengendara yang menabrak SoHee sudah ditangkap. Dia adalah mantan bawahanku yang baru-baru ini ku pecat. Mungkin karna dendam jadi dia membalasnya dengan menabrak SoHee. Dia bahkan selangkah lebih cepat tau keberadaan SoHee, karna selama ini aku yang menyuruhnya untuk mengikuti Daehyun.” Jelas Tae Pyung dengan raut wajah menyesal. Tae Pyung tidak menyangka jika pekerjaan yang selama ini ia banggakan bisa membahayakan nyawa putrinya.

SoHee menepuk punggung tangan Tae Pyung dan tersenyum ke arah sang ayah. “Yang penting sekarang aku sudah sehat dan bisa kembali bersama appa, eomma, dan oppa.” Ucapnya tulus.

******BangHee Series******

“Omoo.. Betty-ya!” Pekik SoHee saat melihat gadis itu dapat berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun dan apapun. Betty tersenyum ke arah SoHee, lalu beralih ke dokter Choi yang selama ini membantunya menjalani terapi. Junhong dan Yongguk yang tadinya duduk di luar mendadak masuk saat mendengar teriakan SoHee.

“Ada apa?” Tanya kedua pria itu bersamaan. Dan tepat saat itu juga mereka juga terkejut melihat apa yang ada dihadapannya.

“Sejujurnya saat aku melihat SoHee eonnie kecelakaan, aku reflek berdiri. Tapi saat melihat darah keluar dari kepala eonnie, tubuhku gemetar hebat dan akhirnya aku jatuh. Sejak saat itu, saat sendirian dikamar, aku mulai belajar berdiri. Aku merasa menyesal karna tidak bisa menolongmu eonnie.” Betty menunduk, merasa bersalah, menyesal karna tidak bisa menyelamatkan SoHee. Betty sangat menyayangi SoHee. Ia sudah menganggap SoHee seperti kakak kandungnya sendiri.

“Gadis bodoh! Kenapa kau berpikir seperti itu?” SoHee memeluk Betty dan menepuk punggung gadis itu pelan. Rasanya bahagia sekali mendapat banyak cinta dan perhatian seperti itu.

“Sudah seharusnya seperti itu. Seseorang yang lumpuh tidak hanya membutuhkan terapi untuk bisa kembali berjalan, tapi membutuhkan kemauan. Itu yang terpenting.” Sahut dokter Choi Seo Joon yang tersenyum senang.

“Jadi tidak perlu terapi lagi ya?” Tanya Junhong dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan. Senang tapi…. Sedih? Bagaimana tidak? Ji Hyun pergi ke China, dan jika Betty benar-benar sembuh dan tidak lagi terapi lagi, maka bisa dipastikan jika ia benar-benar akan kesepian.

“Junhong-ah kau kenapa? Kau tidak suka? Jangan khawatir, sesekali kami akan main kemari.” Goda Yongguk.

“Bukan seperti itu hyung, tapi…”

Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara nyaring yang di timbulkan oleh ponsel Yongguk. Pria itu buru-buru keluar untuk menerima panggilan telpon.

“Terima kasih sudah menemaniku selama ini. Kau dan Ji Hyun eonnie sudah sangat baik sekali padaku.” Ujar Betty tulus. Dan hei, gadis itu sukses membuat Junhong tak berkutik. Mata itu. Tatapan mata tulus yang hanya dimiliki oleh seorang Betty, dan Junhong sangat menyukainya.

“Pipimu merah.” SoHee mencubit pipi mulus Junhong. Ah ekspresi namja itu lucu sekali saat tersipu malu seperti itu.

“Yakk! Nuna!” Pekik Junhong. “Ish! Kau sama menyebalkannya dengan Yongguk hyung.” Desisnya kesal. Sementara SoHee malah terkekeh.

“SoHee-ya!” Panggil Yongguk. Yang tidak hanya membuat SoHee menoleh, tapi Betty dan juga Junhong. Termasuk dokter Choi yang sedang membersihkan peralatan medisnya.

“Ada apa?”

“Eommonim baru saja menelpon dan menanyakan perkembangan Betty. Aku memberitahunya jika Betty sudah bisa berjalan. Dan eommonim…” Ujar Yongguk menggantung, membuat SoHee dan yang lain semakin penasaran. Apa?

“Eommonim mengundangmu makan malam di rumah.” Ucap Yongguk akhirnya. Terkejut? Tentu saja. Sejak hubungannya dan Himchan terpaksa berakhir di tengah jalan, SoHee tidak pernah lagi menginjakkan kaki ke rumah itu. Dan sekarang, sang pemilik rumah malah mengundangnya untuk makan malam?

“Tapi bukan hanya kau. Dokter Choi Seo Joon dan Junhong juga. Eommonim bilang, sebagai ucapan terima kasih.” Lanjut Yongguk yang setidaknya membuat SoHee bisa bernapas lega.

******BangHee Series******

SoHee menunduk hormat pada seorang pria yang pernah menjadi calon, atau…. mungkin saja akan menjadi calon mertuanya, lagi? Pria itu tersenyum tulus ke arah SoHee yang dibalas senyuman juga oleh gadis itu. Entah sudah berapa lama SoHee tidak melihat senyuman itu.

“Kau gugup?” Tanya Yongguk pada gadis yang berdiri disampingnya itu.

“Gugup? Tentu saja tidak.” Jawab SoHee, pandangannya tidak fokus.

“Tidak? Tapi kenapa tanganmu begitu dingin?” Yongguk menarik tangan SoHee, menggenggamnya, dan menepuknya beberapa kali. SoHee menoleh ke arah Yongguk yang menatap lurus ke depan. Pria itu, entah kenapa selalu tau apa yang sedang dipikirkan dan dirasakannya.

“Putriku….” Yong Hwan membuka tangannya lebar, bersiap memeluk Betty.

“Abeoji…” Betty berlari menyambut pelukan sang ayah.

“Jangan berlari seperti itu, hati-hati dengan kakimu.” Ujar Yong Hwan mengingatkan.

Menyenangkan sekali melihat keakraban ayah dan anak itu. Sekalipun mereka bukan anak dan ayah kandung, tapi kehangatan begitu terasa di antara keduanya.

“Kalian sudah datang?” Sapa Anne yang baru saja keluar dari dapur dengan apron hitam yang masih melingkar di pinggangnya.

“Silahkan duduk.” Ucap wanita itu kemudian. Mempersilahkan dua tamu kehormatannya untuk duduk. Anne berdiri, ia bersiap kembali ke dapur untuk menyiapkan minuman.

“Bolehkan saya membantu?” Tawar SoHee yang mengikuti langkah Anne. Wanita itu tersenyum, meraih tangan SoHee lalu menepuknya perlahan. Menakjubkan. Anne melakukan apa yang Yongguk lakukan beberapa saat yang lalu. Persis. Kontak batinkah?

“Nanti saja kalau kau jadi menantu keluarga ini, baru kau boleh membantu.” Ujar Anne yang entah kenapa membuat pipi SoHee terasa panas. Menantu keluarga ini?

“Yonggukie.” Panggil Anne kemudian.

“Ya, eommonim?”

“Ajak SoHee jalan-jalan ke kebun.” Anne menyerahkan tangan SoHee ke dalam genggaman tangan Yongguk lalu mendorong tubuh keduanya.

“Hei, kau baik-baik saja?” Yongguk menatap SoHee yang sedari tadi hanya diam, menunduk.

“Yah. Aku akan baik-baik saja jika kau melonggarkan sedikit genggaman tanganmu?” Ucap SoHee akhirnya, setelah ia merasa sedikit tidak nyaman karna Yongguk terlalu erat menggenggam tangannya.

“Ups maaf.” Yongguk menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal. Entahlah, mungkin karna terlalu senang hingga ia lupa melepaskan tangan SoHee meski kini keduanya sudah berada di kebun.

SoHee menghirup napas dalam-dalam, menikmati udara di musim gugur. Ia memperhatikan satu persatu daun yang berguguran. Matanya tak lelah mengikuti daun-daun itu yang terbang terbawa angin hingga mendarat ke tanah, kadang jatuh tepat di kakinya.

SoHee menunduk, memungut daun berwarna kecoklatan itu. Tapi sayangnya, daun itu langsung hancur begitu SoHee menyentuhnya. Daun itu kering. Menyedihkan. Seperti dirinya kah?

“EHEM!!”

SoHee mendongak saat menyadari Yongguk membuyarkan lamunannya. Pria itu, Bang Yongguk. Dengan celana jeans biru dan kemeja hitam yang entah kenapa membuatnya terlihat sangat tampan. Apalagi dengan senyum tipis seperti itu. Benar-benar…. keren. Astaga SoHee baru tau jika mendapat serangan jantung bisa semenyenangkan ini.

Sial.

SoHee buru-buru mengalihkan pandangannya. Ia memutuskan duduk di sebuah kursi yang terbuat dari kayu, dengan beberapa daun yang lagi-lagi berjatuhan di atasnya. SoHee menyadarkan tubuhnya ke kursi, meluruskan kaki lelahnya dan menghembuskan napas kasar.

“Sepertinya ada masalah?” Ujar Yongguk yang kini duduk disamping SoHee.

“Tau dari mana?”

“Haruskah aku mengambil kaca dan memperlihatkannya padamu? Tertulis jelas diwajahmu.”

SoHee mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Yongguk. Sekali lagi SoHee menghembuskan napas panjang. Kesal? Sedih? Frustasi?

“Sejujurnya aku merasa tidak nyaman tadi. Mengingat bagaimana tragisnya akhir hubunganku dan Himchan. Tapi melihat sambutan orangtuamu membuatku sedikit lega.” Ujar SoHee akhirnya.

Bukannya SoHee tidak tau bagaimana sifat Anne dan Yong Hwan. Gadis itu tau, sangat tau malah, mengingat ia pernah menjadi calon menantu mereka meski berakhir kekecewaan untuk SoHee. Begitupun Anne dan Yong Hwan, sejujurnya mereka sangat menyayangi SoHee dan menganggap gadis itu sebagai putri mereka sendiri, namun sayangnya takdir berkata lain.

Mungkin takdir Himchan dan SoHee memang sampai disitu. Lalu… bagaimana jika takdir memang telah menggariskan SoHee menjadi menantu Yong Hwan dan Anne?

“Tapi sepertinya ada yang lain? Yang kau sembunyikan” Responnya kemudian. Dan… yah, Yongguk selalu tau apa yang dipikirkan gadis itu.

“Kau tau? Daehyun oppa mengirimiku surat yang membuatku syok.” SoHee mengeluarkan secarik kertas dari dalam tasnya lalu memberikannya pada Yongguk. Pria itu membacanya dengan cepat dan terperangah.

“Jadi….” Ucapnya menggantung.

“Yah. Aku ditinggalkan. Tertulis jelas disana kalau dia tidak bisa di dekatku lagi. Selain itu kau juga tau kan jika Yongjae pergi. Aku merasa semua orang berniat pergi meninggalkanku? Menyedihkan sekali.” Ujar SoHee, ia tertawa hampa, tanpa suara.

Yongguk memperhatikan SoHee dari samping. Hidungnya, pipinya, rambutnya, tatapan matanya, semuanya. Kenapa? Semua yang ada di dalam diri gadis itu selalu menggodanya, bahkan sejak pertama kali mereka bertemu di pesta pernikahan Himchan.

Tapi rasanya sedih saat Yongguk melihat ekspresi di wajah SoHee. Ekspresi campuran antara rasa sedih, kesal, bingung, dan frustasi. SoHee tidak boleh menampilkan ekspresi lain selain bahagia, kan? Bukankah Yongguk juga sudah berjanji akan hal itu?

“Aku tidak akan meninggalkanmu.” Ujar Yongguk serius. Membuat SoHee menelan ludahnya dengan susah payah. Meski Yongguk tidak mengucapkannya dengan berteriak hingga melumpuhkan semua saraf otak SoHee, tapi ucapan pelan dan terasa penuh perasaan itu mampu membekukan tubuh gadis itu. Jantung SoHee berdetak cepat. Ia menoleh perlahan, melihat Yongguk yang memandang lurus ke depan.

“Kau lihat?”

SoHee menoleh ke arah yang dituju pria itu.

“Daun yang menguning.. sebentar lagi akan berwarna kecoklatan dan gugur. Mati. Tidak berarti. Tapi apa yang indah sebelum daun itu jatuh?” Lanjut pria itu lagi, pelan.

SoHee menoleh ke arah Yongguk yang nampak tersenyum tipis melihat pohon yang daunnya berwarna campuran antara kuning, oranye, dan kecoklatan itu.

“Apa?” Tanyanya bingung. Entah kenapa ada rasa tak sabar untuk mendengar jawaban Yongguk.

“Embun pada daun.” Ucap Yongguk yang membuat SoHee mengernyit. Pria itu mengalihkan wajahnya, menatap SoHee dalam. “Tidak banyak hujan yang bisa kau temui di musim gugur. Sekalipun ada, hujan itu hanya akan membantu dedaunan untuk lebih cepat sampai ke tanah. Tapi tidak untuk embun. Setitik embun disana, membuat daun itu terlihat hidup.”

“Embun dan daun, kurasa mereka ditakdirkan untuk bersama. Karna keduanya membuat satu sama lain menjadi lebih berarti. Jika daun itu gugur, maka embun yang akan bersamanya juga ikut hilang, jika embun itu jatuh maka daun itu akan terlihat seperti semula, mati. Dan mereka akan bertemu ditanah yang dingin.”

SoHee tersenyum. Entah kenapa rasanya menyenangkan sekali mendengarkan ocehan pria itu? Yongguk buru-buru menatap lurus ke depan kembali. Belum sanggup melihat senyuman SoHee. Yang ada, Yongguk bukannya menyelesaikan ucapannya, tapi malah mencium gadis itu.

“Embun menjadi berarti karna dibutuhkan dedaunan. Dan daun menjadi lebih hidup karna disentuh oleh embun.”

Yongguk menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan. Entah kenapa rasanya ia gugup sekali. Yongguk tidak pernah merasakan gugup separah ini. Jantungnya juga tidak bisa di ajak kompromi, sementara darahnya mengalirkan sensasi hangat saat akhirnya ia berani melihat tatapan itu. Tatapan milik SoHee yang selalu menjadi favoritnya.

“Saat aku kehilangan ibuku, aku merasa sangat rapuh. Seperti daun itu. Saat itu aku melihatmu, kau yang terlihat rapuh ternyata lebih tegar dan kuat dari yang ku pikirkan. Kehadiranmu seperti embun yang mempunyai pengaruh besar. Membuatku merasa….. lebih hidup.” Yongguk mengunci tatapan SoHee. Mereka diam beberapa detik. Merasa nyaman dengan posisi seperti itu, hingga akhirnya SoHee mengukir sebuah senyuman yang terkembang sempurna. Begitu indah. SoHee suka sekali apa yang di ucapkan Yongguk.

“Aku bukan orang yang mudah jatuh cinta. Sekali aku memutuskan untuk mencintai, aku akan benar-benar melakukan yang terbaik. Jadi SoHee-ya, izinkan aku merasakan kehidupan yang diberikan oleh embun sepertimu.”

Senyum SoHee memudar perlahan. Ia terkejut. Apakah itu berarti… Yongguk? Menyukainya?

“Yongguk-ssi?” Panggil SoHee pelan. Tubuhnya mendadak kaku. Ini tidak mungkin kan? Tapi SoHee tidak menemukan candaan di mata pria itu. Tatapan Yongguk menusuk jantungnya. Membuat aliran darahnya mengalir cepat. Yongguk bersungguh-sungguh dengan ucapannya.

“Kau tau bagaimana perasaanku kan Yongguk-ssi? Luka itu belum tertutup sempurna.”

SoHee berdiri dan berjalan cepat meninggalkan Yongguk yang ikut berdiri mematung. Tapi langkah SoHee terhenti saat Yongguk mengatakan…

“Aku tau perasaanmu SoHee-ssi. Tapi aku harap kau juga mengerti apa yang aku rasakan. Aku mengatakan ini bukan untuk menuntutmu agar segera menerimaku, tidak. Aku akan menunggu. Aku akan menunggu hingga hatimu siap menerimaku. Tidak perduli meski itu artinya sampai kapanpun.”

******BangHee Series******

2 tahun kemudian

Yongguk yang baru saja keluar dari bandara melepas kacamata hitam besar yang memenuhi hampir seperempat wajah tampannya. Pria itu lalu masuk ke dalam taksi dan menyebutkan tempat tujuannya secara pasti. Ia sempat melirik arloji yang melingkar di tangan kekarnya kemudian mendesah. “Gadis ini benar-benar!”

SoHee mengikat matanya dengan kain tipis, sementara beberapa anak kecil mengerumuninya, membentuk sebuah lingkaran.

“Kalian siap? Mulai berputar!” Perintah SoHee pada anak-anak itu yang kemudian menurut dengan berputar sambil menyanyi dengan ceria. SoHee mencoba menangkap salah satu dari anak-anak itu dan…. gagal.

“Hei kalian dimana? Aku memerintahkan kalian untuk membentuk lingkaran, bukan bersembuyi.” Ujar gadis itu sambil terus berjalan sambil meraba.

“Kena kau!” Ucap SoHee saat tangannya menangkap sebuah tangan yang cukup kekar, yang jelas itu bukan tangan murid-muridnya.

SoHee membuka kain penutup matanya dan terkejut saat melihat sosok pria yang beberapa hari terakhir ini sering mampir ke dalam pikirannya.

“Yongguk-ssi?”

Pria tampan itu melipat kedua tangannya di atas dada dan menatap SoHee tajam. “Dua tahun. Sudah dua tahun waktu berlalu. Mau berapa lama lagi kau memerlukan waktu untuk memulihkan hatimu?” Ucap Yongguk sengit. Bagaimana tidak? Kepergian gadis itu dua tahun yang lalu secara tiba-tiba, satu hari setelah pernikahan Eun Soo dan Jongup membuat Yongguk cukup frustasi. Bukankah Yongguk sudah mengatakan akan menunggu hingga SoHee bisa menerimanya? Tapi bukan dengan cara menghindarinya seperti itu.

Yongguk mencoba mengerti dengan menunggu hingga gadis itu kembali. Namun entah kenapa ia merasa tidak tahan lagi akhir-akhir ini. Kesabarannya hampir habis karna terlalu merindukan gadis itu hingga ia memutuskan untuk menyusulnya. Tentu saja dengan memaksa Soo Hyun untuk mengatakan dimana alamat SoHee tinggal saat ini.

“Anak-anak, sepertinya guru Kim ada tamu. Ayo kita main dulu.” Ujar salah satu guru lain yang datang bersama SoHee. Gadis itu menunduk meminta maaf, karna membuat suasana tidak nyaman dengan kedatangan Yongguk yang tiba-tiba.

“Kalau ingatanku tidak salah, ada seseorang yang mengatakan jika ia akan menungguku sampai kapanpun. Ini baru dua tahun, tapi sepertinya ada yang sudah menyerah?” Ledek SoHee ringan, membuat Yongguk berdecak sebal. Pria itu melangkahkan kakinya cepat, mendekati SoHee dan langsung merengkuh tubuh SoHee. Memeluknya erat, sangat erat.

“Aku merindukanmu. Yang tidak bisa ku tahan adalah rasa itu, bodoh!!”

SoHee terkekeh. Ia tersenyum saat Yongguk melepas pelukannya.

“Yongguk-ssi..” Panggilnya pelan, masih dengan tersenyum kemudian menghela napas. SoHee mendongak, menatap Yongguk serius. “Apakah daun itu masih membutuhkan embun?” Tanyanya lirih. Membuat senyum Yongguk terkembang sempurna.

“Selamanya, Hee-ya….”

Yongguk mendekatkan wajahnya ke wajah SoHee, membuat mata gadis itu terpejam. Pria itu merengkuh SoHee agar semakin mendekat. Tangannya menyusup ke dalam rambut SoHee, menahan tengkuknya agar tetap mendongak sementara ia mencium gadis itu dengan perasaan rindu yang teramat sangat. Perasaan rindu yang tak tertahankan lagi. Dengan segenap perasaan cinta yang sedemikian luar biasa.

******BangHee Series******

SoHee tersenyum sendiri saat melihat bayangannya di cermin. Seseorang yang lain sedang merapikan gaun pengantin yang ia kenakan. SoHee menghembuskan napasnya berkali-kali. Merasa gugup. Sungguh! Ia gugup sekali.

Hae Rim masuk ke dalam kamar SoHee bersama Tae Pyung. Keduanya tersenyum bahagia saat melihat betapa cantiknya gadis mereka. Dengan balutan gaun pengantin berwarna putih, serta penutup kepala yang dijepit dengan mahkota kecil.

“Cantik sekali…”

SoHee tersenyum pada ibunya lewat cermin. Ia merangkul lengan sang ayah saat melihat Tae Pyung menitikkan air mata bahagia. “Secepat inikah appa harus melepaskan putri appa?” Ucapnya haru.

“Aku menjamin kebahagiaanku ada di tangan Yongguk, appa.”

Tae Pyung mengangguk, lantas mencium lembut kening SoHee, bergantian dengan Hae Rim.

Ji Hyun yang dengan repot-repot terbang dari cina menjadi pendamping pengantin SoHee bersama Betty. Keduanya berjalan di depan SoHee yang berjalan menggandeng tangan Tae Pyung.

Bahagia. Adalah satu-satunya rasa yang ada di dalam hati SoHee saat ini. SoHee menunduk, berterima kasih saat melihat Daehyun bersedia hadir menghadiri pernikahannya. Bergantian ke arah Gi Yun dan Hyun Ra yang semakin cantik.

Tatapan SoHee beralih pada Himchan yang kini menggendong seorang putra putra hasil pernikahannya dengan Moo Hyun. Seorang balita yang sangat tampan, mirip ayahnya.

SoHee sempat terkekeh saat ia melihat Yongjae dan Junhong yang membuka lebar mulutnya saat melihat pasangannya masing-masing yang terlihat begitu cantik hari itu. Namun SoHee buru-buru membuka lebar mulutnya saat melihat kondisi Eun Soo yang sedang hamil besar tapi tetap memaksa hadir dalam pernikahannya.

SoHee lalu tersenyum saat melihat ibunya, Hae Rim duduk bersama Anne, dan Yong Hwan yang juga memberikan senyum padanya. Hingga akhirnya mata SoHee tertuju pada sosok yang berdiri di depannya. Sosok yang mengenakan tuksedo putih yang semakin membuat silau karna wajahnya yang terlalu tampan. Senyuman menenangkan yang selalu menjadi candunya. Sosok yang menunggu untuk menikahinya. Bang Yongguk.

END

14 Komentar

  1. apa berakhir -_- cuma segitu doang ,gimana himchan gue dan istrinya jadi beneran gak ada acara cakar cakaran , jadi waktu yang akan menyembuhkan ya😀

  2. Reblogged this on monitamin.

  3. Run Evil Nur

    Kyaaa udah end aja -__- akhirnya happy ending~~~ sequel dong thor kurang puas nih/? Masih pengen tau cerita banghae lagi u,u

  4. Akhirnya~

    Setelah ini masih ada project lainnya kah?

    Eonni, tadinya aku kira ff ini akan berbentuk(?) Oneshot yg temanya ngambil dari tiap lagu BAP yg ada di album first sensibility. Jadi ada 11 ff berbeda dgn jalan cerita yg berbeda juga.

    Tapi karena ff ini sudah berakhir dengan happy ending.. aku puas kok^^

    Semangat terus eonni ku, ditunggu karya” selanjutnya~^^

  5. Whaaaaaaaaaaaaaaaaat??? Eonnie… END? Bukannya masih ada ya? Hmm with you? Aduh aku lupa lagu apa yang belum :3.
    .
    .
    .
    Eonnie, Daehyunnie Oppa suratnya dia… Aku nangis. Pas Adik kecilku T.T uuuhhhh…
    .
    .
    Akhirnya Betty sembuh dan Yeayyyyyyy haha Junhongie Oppa cieeeeeeeee cieeeeeeeee :v Betty tatapannya /plak haha
    Youngjae Oppa plis kamu kenapa??? Haha unyu banget pasangan ini masa :3.
    Himchannie Oppa punya anak aja sama Sohee… Hoho
    wah Eunsoo udah hamil ajeeee :v selamat semoga anaknya kekar kaya ayah yak? /kkkkk
    .
    .
    Dan terakhir… BANGHEE!!! Banyaaaaaaaaakkkk moment-nya!!! Kalian beneran deh pasangan serasi tau ah kalian sempurna… Moment kalian bener2 ngebuat stress pokoknya :3 kereeeeeeeeeeeennnnnnnn (y)
    Akhirnya menikah juga…
    Oh ya lupa, Daehyunnie Oppa ngga dateng ke pernikahan banghee? Ah biarlah…
    Mereka bhagia akhirnya seneng banget!!!
    Eonnie ini selesai kah? Haduh haduuuuuuh ngga rela ngga mau pisah sama FF ini T.T
    BETTY.

  6. END ??? MWO?? kenapa cepet banget uda di END ??padahal lgi seru2nya:) Happy Ending ^_^ aa~syukurlah semua uda punya pasangan masing2 suka dehh (y)
    trenyuh jga si waktu baca suratnya Dae oppa *hiks
    BetJun long last yaakk ^^
    kyaa JongSoo chukkaeyo bntar lagi punya momongan ^_^
    ChanMoo juga wlopun gk didetailin disini tpi aku suka channie udah bisa move on (y)🙂
    n finally #BangHee couple kyaa gk tau knapa klo ada banghee moment bawaannya cengengesan trus bikin envy pula kyaa *pengeenn #BangHee the best pokoknya^^ GOOD JOB buat qaqa keren bgt ff nya. sequel boleh dong biar makin seru🙂 ditunggu dah ff selanjutnya #kakAstredJJANG ^^

  7. resti

    waahhhhh,,,,,,,
    g bisa berhenti tersemyum,,,,,🙂
    yongguk so sweet bingitszzzz perjuangaanya patut diacungin jempol,,,,

    Dan pada akhirnya BangHee bersatu dalam ikatan suci pernikahan,,,,,❤
    Selamat yea,,,,,
    ❤ Happy ending❤

  8. aduh senyum2 sendiri bc nya
    akhirny happy end, walaupun sering ketinggalan partnya
    keren deh
    thanks thor🙂

  9. maap, gabisa end lebih bagus lagi -___-” mentok cuman ini. kemaren bingung mo dibawa kemana ini endingnya, makanya sempet stuck di part 10, ini aja syukur bisa kelar😀

    puasa kayaknya bakal vakum bikin FF, karna itu ngebut bikin ini😀 dan lagi, minggu2 akhir sebelum puasa ini, kayaknya bakal ada 1 atau 2 FF lagi,

    mkasih supportnya selama ini, dan jangan pernah bosen yahh🙂

    • puasa jan vakum pliiisss >,< gk mungkin dong aku bengong gk baca ff -_- bakalan rindu berat atuhh
      kali aja bikin BangHee series ramadan ver kekekk
      jangan ya kak ok kesian lhaa fans mu 1 ini hoho xD

  10. tia widhiarti

    Omoooo end??mian ya aq coment nya dirapel nih ke tinggalan banyak abisan,,yeeee semuanya bearkhir bahagia. °\(^▿^)/°

    Alur cerita dari awal bagus,,,daebak say dan disini aq suka banget karakter nya yongguk cool bingit…buat sohee akhinya dy bisa menemukan pasangan seperti yongguk…pas baca surat dari daehyun aq nangiis sedih banget kyanya ditinggal orng yang udah dket sama qt…

    Bingung mau koment apa lagi…overall good job….ditunggu ff barunya lagi…

  11. Ira

    Lohh , udah end yaa.. Ahaha
    Akhirnya happy end. Tapi BangHee momen kurang greget Kak,,
    Trus jihyun-youngjae, Zelo-Betty gimana ?
    Ahh.. Masih pngen cerita ini berlanjut..
    Kalo perlu ngga usah tamat.. Ahaha
    Ditunggu cerita lainnya Kak Astred..😀

  12. eonnie maaf y baru bisa komen sekarang, maaf bgt,, baru baca kemarin2 pake hp jd gak bisa komen..
    Ok, sekarang komennya borongan aja yah😀
    Secara keseluruhan penyusunan ff ini bagus, kata2nya itu lho..pengen deh buat ff yg kaya akan kata2, sweet & mudah dicerna seperti ini,, sayangnya kalo aku bikin ff mentok kyk gitu aja.. haha
    Tp eon, kalo boleh jujur ya,, kurang greget menurut aku…
    Awalnya aku kira ni ff bakal ngikutin alur dari sub judul,tp setelah aku baca nggak jg.. Maaf eon, bukannya gk bagus, ini bagus banget beneran,, tp momennya kurang aja. Sebagai orang yg pernah nulis ff (walau masih amatir bgt😀 ), aku lbh suka kalo ada yg komentar panjang n jujur, baik itu bagus/pun tidak, jd disini saya akan jujur.. Haha
    Penulisannya bagus, pemilihan katanya keren bgt, momennya jg susah ditebak,, tp momen banghee disini kurang pake banget eon, berasa kalo tokoh utamanya bukan yongguk tp himchan. Secara pribadi aku lbh suka jalan cerita himchan moohyun/ youngjae jihyun, karena mereka lucu dan manis aja,,, Banghee jg sweet, tp ceritanya kyk yg datar aja.. Mian peace😀
    Saya tahu bikin cerita yg paling susah tuh emang endingnya. Harus bagaimana? dibawa kemana? seperti apa? haha *curcol.
    Saya senang akhirnya semua bahagia, tp berharap masih ada squel😀 melanjutkan kisah youngjae-jihyun di luar negeri, himchan-moohyun yg masih canggung, junhong-betty yg malu2, dan banghee yg punya momongan dengan ‘With You’.
    Sekali lagi maaf ya eon jika ada kata2 yg kurang suka..
    Aku bukan penulis yg baik kyk eonnie, tp hanyalah pengamat. Aku kagum sama eonnie yg bisa nulis ff 11 chapter hanya dalam beberapa hari dengan cast yg seabrek dan itu rapih banget. Daebakkk!
    Terima kasih😀

  13. _A S_

    Wooaaaaahh~
    akhirnya semua couple berakhir bahagia. . .
    Gak nyaka dgn terdamparnya(?) aku di disini, aku menemukan bnyk FF kece yang alur ceritanya wow banget *prokprok *tepuktanganbuatauthor

    Thor fansmu bertambah satu orang lagi kekeke~

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: