AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

BangHee Series: Chapter 10 :: BABY


Chapter 10: BABY

Cheoeum bwasseul ttae banhajin anhasseo
Saat pertama kali melihatmu, aku tidak jatuh hati

Du beon bwasseul ttaen utneun ge cham ippeune uh uh
Saat kedua kali aku melihatmu, senyummu cukup cantik uh uh

Se beon bonikka jogeumssik gaseumi ttwieo
Saat ketiga kali aku melihatmu, hatiku merasakan getaran

Ne beon bwasseul ttaen neorago hwaksinhaesseo baby
Saat aku melihatmu untuk yang ke-empat kali, aku tau pasti itu kau, sayang

Na waenji sarange ppajin geot gata
Aku merasa sedang jatuh cinta, seperti emosi yang biasa dibicarakan banyak orang

Namdeuri malhaneun geureon gamjeong mallya
Aku akan menunjukkan hatiku padamu

Na harurado neol mot bomyeon
Jika aku tidak melihatmu sehari

Michil geot gata, michil geot gata
Aku merasa seperti aku akan gila, seperti akan gila

Oraetdongan chamawatdeon nae mam boyeojulge uh!
Aku sudah menahannya untuk waktu yang lama uh!

“Apa yang kau pikirkan?” Gi Yun menyodorkan sepiring spaghetti ke hadapan Daehyun yang mendesah sekali lagi.

“Banyak hal. Tentang SoHee lebih mendominasi. Jangan cemburu.”

Gi Yun tersenyum lembut saat Daehyun buru-buru menambahkan dua kata terakhir. Mungkin Daehyun takut melukai Gi Yun. Jika Daehyun mengatakan hal itu sebelum Gi Yun tau kebenarannya, tentu saja ia akan marah dan berpikir macam-macam. Tapi setelah semua yang terjadi, bisakah Gi Yun berpikiran buruk pada Daehyun tentang SoHee? Tentu saja tidak.

“Aku benar-benar merasa sangat bersalah karna tidak bisa menjaga gadis itu dengan benar hingga ia mengalami kecelakaan seperti ini.” Sesal Daehyun.

“Kau sudah melakukan yang terbaik, oppa. Kau melindungin dan menjaganya selama ini. Tapi yang tidak aku mengerti… orangtuanya. Kenapa? Bukankah kau bilang jika orangtua SoHee meninggal?” Tanya Gi Yun yang membuat Daehyun kembali berpikiran rumit.

“Itu juga yang sedang ku pikirkan. Eomma mengatakan seperti itu padaku, karna itu ia membawa SoHee pergi.” Ucap Daehyun bingung.

“Atau jangan-jangan, orang tua SoHee memang belum meninggal? Mungkin mereka sempat pingsan atau kritis dan semacamnya?”

Daehyun membulatkan matanya mendengar ucapan Gi Yun. Ia langsung berlari menuju meja kerjanya. Menyalakan komputer dan mengetikkan sesuatu pada kolom panjang di situs pencarian Google. Gi Yun hanya memperhatikan ketika suaminya itu sibuk membuka-buka berita.

“Kecelakaan itu terjadi di Busan. Dulu aku dan eomma tinggal disana sebelum akhirnya eomma membawaku dan SoHee kabur ke Seoul. Jika benar Tae Pyung orangtua SoHee, pasti kecelakaan saat itu ada dalam berita atau hal-hal terkait lainnya. Karna Tae Pyung adalah kepala polisi tertinggi yang sangat di hormati.” Jelas Daehyun pada Gi Yun yang mengangguk. Wanita itu lalu menunjuk satu judul artikel yang langsung di klik oleh Daehyun.

Mobil Tabrak Pohon, Dua Orang Luka Berat

BusanSebuah Hyundai hitam bernomer 702 5521 menabrak pohon pinus yang berada di sisi jalan di daerah Woo-Dong, Haeundae-gu. Tidak ada saksi mata yang bisa menjelaskan kecelakaan ini. Hanya dua orang korban yang berlumuran darah ditemukan dalam kondisi kritis. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit. Beruntung nyawa keduanya berhasil di selamatkan.

Kim Tae Pyung (34) sadar beberapa jam kemudian. Pria itu mengaku kalau dirinya beserta istri, Joen Hae Rim (30) dan putrinya baru saja pulang dari kediaman orangtuanya. Saat di jalan, ia melihat mobil KIA berwarna putih mendadak pindah jalur. Baik Tae Pyung maupun pengemudi itu sama-sama menghindar, hingga akhirnya mobil yang dikendarai Tae Pyung menabrak pohon.

Tae Pyung bersikukuh jika putrinya ada di kursi belakang mobil sebelum kecelakaan itu terjadi. Namun saat keduanya tersadar, mereka sudah tidak menemukan anak itu dimanapun. Polisi masih mencari mobil itu dan keberadaan putri dari kedua korban yang hilang.

Daehyun menghempaskan tubuhnya ke kursi, memijit keningnya sendiri. “Mereka ternyata selamat.”

“Memangnya eomma tidak mengetahui berita ini? Harusnya eomma tau, kan?” Tanya Gi Yun.

“Haruskah aku menggali makam eomma dan bertanya padanya? Hssh, ini benar-benar membuatku gila.” Desah Daehyun pasrah. Ia senang, juga sedih. Senang karna SoHee bisa kembali lagi pada keluarganya. Sedih karna….. Daehyun takut jika SoHee tidak akan memaafkannya jika gadis itu tau apa yang sudah ibunya lakukan.

Gi Yun melingkarkan tangannya di leher Daehyun dari belakang dan menempelkan dagunya di atas bahu sang suami. “Kita hanya bisa berdo’a agar SoHee segera sadar. Sekarang kau harus istirahat, lalu besok kita akan menjenguk SoHee.” Ucap Gi Yun yang disambut anggukan Daehyun.

******BangHee Series******

Hae Rim memasuki kafetaria bersama Soo Hyun. Wanita itu hanya mengangguk setuju saat Soo Hyun memilihkan makanan untuknya. Wanita itu melihat ke satu titik, dimana seorang pria sedang duduk sendiri sambil memperhatikan sesuatu di tangannya. Sapu tangan.

Hae Rim mencolek Soo Hyun lalu menunjuk satu arah. Setelah mendapat anggukan dari Soo Hyun, Hae Rim berjalan menuju sosok itu.

“Boleh bergabung?” Tanya Hae Rim sopan.

Sosok itu -Yongguk- terkejut lalu menyembunyikan sapu tangannya dari atas meja sambil mengangguk. “Silahkan nyonya Kim.”

Hae Rim tersenyum lembut. “Kau saudara tiri Himchan, kan? Kalau tidak salah lihat, kau yang mengantar SoHee pulang waktu di pernikahan Himchan waktu itu.”

“Benar. Ingatan anda masih baik, nyonya.”

“Kalau boleh tau, siapa namamu?” Tanya Hae Rim lagi.

“Bang Yongguk.”

“Bang Yongguk?” Ulang Hae Rim. Wanita itu memperhatikan Yongguk intens. Risih sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi? “Yongguk-ssi, apa kau berteman baik dengan putriku? Dengan SoHee?”

“Sejujurnya saya baru bertemu dengan SoHee di pernikahan Himchan waktu itu nyonya.”

“Benarkah? Tapi kalian terlihat akrab sekali.” Sahut Hae Rim terkejut.

“Eomma.” Soo Hyun meletakkan nampan berisi sup dan bubur ke atas meja, dihadapan Hae Rim. Sebelumnya ia mengangguk pada Yongguk yang mempersilahkannya duduk.

“Kau sudah makan?” Tawar Hae Rim pada Yongguk yang mengangguk tersenyum.

“Silahkan nyonya. Saya baru saja selesai makan.” Ucapnya sopan. Sementara Hae Rim makan, mereka juga mengobrol tentang banyak hal. Tentang SoHee.

******BangHee Series******

Yongjae menunduk lemah. Ia duduk di undakan tangga di depan panti asuhan. Meski terlihat tenang, tapi pria itu mempunyai banyak hal untuk dipikirkan. Pikirannya kalut, apalagi saat ia hanya bisa melihat SoHee yang terbaring lemah di balik cendela.

“Yongjae oppa!” Ji Hyun menghampiri Yongjae dan duduk disamping pria itu. Wajah gadis itu tidak seperti biasanya. Sedikit pucat dan……

“Ji Hyun-ah, kau benar-benar menyebalkan! Kalau appa tau, aku bisa dimarahi.” Junhong datang dengan napas terengah-engah.

“Oppa.. Oppa… Kau dari mana saja? Aku sudah men-”

“Apa kau yang menabrak SoHee?” Yongjae memotong kata-kata Ji Hyun. Pria itu menatap Ji Hyun marah. Gadis yang ada dihadapannya itu… Benarkah ia yang melakukannya? Ancaman yang dilakukannya itu???

“Apa maksudmu oppa?” Tanya Ji Hyun bingung. Ia meringis kesakitan saat Yongjae mencengkram lengannya kuat.

“Guru! Lepaskan! Kau bisa menyakitinya!” Junhong menarik tangan Yongjae dari lengan Ji Hyun.

“Katakan padaku! Bukan kau yang melakukannya, kan?! Bukan kau yang menabrak SoHee!!!” Teriak Yongjae sambil menghempaskan tubuh Ji Hyun, frustasi.

“Memangnya apa yang terjadi pada SoHee nuna?” Sahut Junhong.

“Dia sekarang kritis. Seseorang sudah sengaja menabraknya. Dari rekaman cctv yang ayah SoHee perlihatkan padaku dan Yongguk, aku melihat dengan jelas jika mobil yang menabrak SoHee itu adalah mobil Ji Hyun.” Jelas Yongjae penuh amarah.

“Ya! Memang aku yang melakukannya. Memang aku yang menabrak SoHee eonnie. Memangnya kenapa? Aku membencinya. Kau puas!!!” Jerit Ji Hyun sebelum akhirnya gadis itu berlari pergi meninggalkan Yongjae dan Junhong.

“Ji Hyun-ah tunggu aku.” Teriak Junhong. Sebelum pemuda itu pergi mengejar sahabatnya, Junhong berbalik untuk menghadapi Yongjae.

“Guru, dengarkan aku. Tanpa sedikitpun mengurangi rasa hormatku padamu, jujur aku sangat kecawa. Asal guru tau. Mobil Ji Hyun sudah seminggu ini hilang. Mobil itu dicuri. Dan sejak kemarin Ji Hyun sakit. Aku dan appa yang merawatnya. Karna sekalipun aku memberitahu orangtuanya, mereka tidak akan perduli. Mereka sibuk dengan bisnis mereka. Satu-satunya teman yang Ji Hyun miliki hanya aku, dan satu-satunya orang yang Ji Hyun sayangi hanya guru. Ji Hyun…. Gadis itu sesungguhnya sangat kesepian! Permisi.”

Ucapan Junhong seakan menampar Yongjae. Bagaimana bisa ia menuduh Ji Hyun seperti itu?? Kejam dan tanpa perasaan. Ji Hyun… gadis itu pasti sangat terluka karna ucapan Yongjae.

******BangHee Series******

Moo Hyun membuka matanya perlahan. Merasa berat dibagian sisi kiri tubuhnya. Moo Hyun menoleh, dan ia mendapati Himchan tertidur dengan posisi duduk disana. Moo Hyun mengernyit. Ada apa dengan pria ini?

Pergerakannya yang sudah sangat pelan ternyata mampu membangunkan Himchan. Pria itu membuka matanya sempurna, lalu tersenyum kaku. “Hei, kau sudah merasa…. lebih baik?” Tanyanya kikuk saat melihat wajah Moo Hyun sedekat ini.

“Memangnya aku kenapa?”

“Kau kedinginan. Dan aku meminta Ha Gun nuna untuk membantuku merawatmu.” Jelas Himchan.

“Ha Gun eonnie? Dia belum berangkat?” Tanya Moo Hyun heran. Mengingat kakaknya itu kemarin sudah pamit padanya akan kembali melanjutkan pendidikannya di Inggris.

“Saat itu dia mengaku ada di bandara. Dia kembali karna sangat mengkhawatirkanmu. Setelah demammu turun dia langsung pergi.” Ujar Himchan. Pria itu teringat akan ucapan Ha Gun sebelum mantan kekasih yang kini menjadi kakak iparnya itu pergi.

“Moo Hyun sangat mencintaimu. Bahkan mungkin rasa cintanya lebih besar dari rasa cintaku padamu. Karna itu, aku mohon dengan amat sangat. Jangan sia-siakan dia lagi Himchanie.”

“Eh, aku akan mengambilkan sup yang sudah Ha Gun nuna buatkan untukmu.” Himchan sudah lebih dulu berdiri sebelum Moo Hyun sempat mencegahnya. Gadis itu tersenyum melihat Himchan begitu perhatian padanya. Namun senyum itu perlahan menghilang saat ia mengingat kejadian sebelumnya. Dan Moo Hyun takut kalau hal itu terjadi lagi.

“Ada sesuatu?” Tanya Himchan saat Moo Hyun menatapnya datar.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu oppa. Apalagi yang SoHee katakan hingga kau kembali baik padaku?”

Himchan seakan tertampar saat Moo Hyun mengatakan hal itu dengan ekspresi datar dan nada yang seolah menyindir. Gadis yang ada dihadapannya itu, gadis yang menjadi istrinya, sebegitu sakitkah?

Himchan menunduk, mengambil tangan Moo Hyun untuk di genggamnya. “Maaf. Seharusnya aku tidak bersikap begitu buruk padamu. Aku memang egois. Tapi asal kau tau, semua sikap yang ku lakukan padamu semata karna agar aku tidak membencimu. Saat aku melihatmu tertawa atau bahagia, saat itu juga aku melihat SoHee yang menderita. Itu sebabnya aku menjaga jarak denganmu, karna aku…. tidak ingin membencimu.”

“Apa SoHee sebegitu menderitanya?”

“Baik aku maupun SoHee. Kami sama-sama tersakiti. Benar-benar sakit.” Himchan menunduk. Ia tidak pernah menunjukkan kelemahannya di depan orang lain, kecuali keluarganya dan SoHee. Tapi kali ini ia membiarkan air matanya jatuh karna terpaksa mengingat lagi. Apalagi kalau Himchan mengingat SoHee yang masih terbaring lemah di rumah sakit.

“SoHee mengatakan banyak hal padaku. Termasuk tentang perasaanmu. Dia mengatakan kalau kau pasti sedih dengan sikapku selama ini. Dia selalu memintaku untuk mencoba melihatmu, karna bagaimanapun kau adalah istriku. Kau tau betapa beratnya itu? Hingga akhirnya soHee meminta satu hal yang membuatku terpuruk…”

Himchan mendongak. Menghapus air matanya sendiri dengan kasar dan kesal. Kenapa ia selemah ini? “Dia memintaku untuk melepasnya. Melepas dalam arti sesungguhnya. Mengucapkan pisah dan membuang dia dari dalam hati dan pikiranku…”

Ucapan Himchan terputus saat ponselnya bergetar, menandakan pesan masuk. Setelah membaca rentetan kalimat itu dengan tegang, Himchan nampak gelisah, tidak tenang dan bingung harus bagaimana? Haruskah ia kembali meninggalkan Moo Hyun?

“Kenapa?” Tanya Moo Hyun menyadarkan Himchan.

“SoHee… baru saja sadar.” Ucapnya gamang. Membuat Moo Hyun tersenyum miris.

Melihat ekspresi Moo Hyun, Himchan kembali meletakkan ponselnya di meja dan mengambil mangkuk berisi sup yang mulai mendingin. Menyendokkannya untuk disuapi ke mulut Moo Hyun.

Moo Hyun terdiam, melihat Himchan langsung kehilangan fokus. Kenapa? Kenapa Himchan tidak pergi saja sehingga ia bisa menumpahkan amarah dan kekecewaannya? Kenapa Himchan malah masih berada disini? Menyuapinya?

“Kenapa tidak pergi?” Tanya Moo Hyun datar, tidak menghiraukan sendok yang sudah di depan mata.

Himchan meletakkan kembali sendok itu dalam mangkuk. “Bantu aku. Aku harus melepaskannya. Dia menginginkan begitu agar kami bisa kembali menjalani hidup dengan lebih baik. Tanpa ikatan dan perasaan sakit lagi. Aku tau ini sulit, tapi… karna kau sekarang adalah istriku, maukah kau membantuku?” Ucap Himchan sungguh-sungguh, membuat Moo Hyun tanpa sadar meneteskan air matanya. Terisak tanpa bisa dicegah lagi. Ia tidak salah dengar kan? Himchan mulai menerimanya?

“Apa kau sungguh-sungguh?” Tanya Moo Hyun tak percaya.

Himchan mengulurkan tangan untuk menghapus air mata Moo Hyun, lalu mengangguk pelan. Membuat Moo Hyun reflek memeluk Himchan dengan rasa haru dan penuh terima kasih. Himchan dengan kaku mulai melingkarkan tangannya membalas pelukan Moo Hyun dengan perasaan campur aduk. Sakit. Tapi mencoba menghilangkan rasa sakit itu dengan… menerimanya.

Moo Hun melepas pelukannya, menatap Himchan ragu. “Bolehkan aku ikut denganmu? Menjenguk… SoHee?”

Himchan terkejut, namun tak urung itu membuatnya tersenyum tipis kemudian mengangguk. “Habiskan dulu sarapanmu.”

******BangHee Series******

Yongjae berjalan pelan, mengikuti langkah Junhong yang berjalan lebih dulu di depannya. Mereka naik ke sebuah tangga yang menuju atap rumah, tempat rahasia dimana Junhong dan Ji Hyun biasa bersembunyi. Tempat yang hampir mirip seperti kamar, lengkap dengan kasur dan barang-barang kesukaan keduanya.

“Masuklah guru. Aku akan menunggu dibawah.” Ujar Junhong sebelum ia kembali turun.

Yongjae membuka pintu perlahan. Baru saja ia maju selangkah, namun Ji Hyun sudah menyambutnya dengan lemparan bantal. “Aku tidak ingin bertemu siapapun! Tidak juga denganmu Junhong-ah.” Ujar gadis itu tanpa menatap siapa sesungguhnya yang datang menghampirinya.

Tanpa menghiraukan ucapan Ji Hyun, Yongjae berjalan semakin mendekat. Yongjae memutuskan duduk dipinggir kasur, menunduk. “Maafkan aku Ji Hyun-ah.” Lirih Yongjae.

Merasa namanya dipanggil, Ji Hyun mendongakkan kepalanya. Terkejut saat mendapati Yongjae duduk dihadapannya. Mungkin jika Ji Hyun tidak dalam keadaan marah, gadis itu akan berteriak girang, namun berbeda dengan saat ini. Karna hatinya… terluka.

“Maaf sudah menuduhmu tanpa bukti. Aku terlalu bingung. Pikiranku kalut.” Sesal Yongjae.

“Kau bahkan sama sekali tidak memikirkan perasaanku.” Jerit Ji Hyun kesal.

“Benar.” Jawab Yongjae. Ji Hyun mendesah kecil. Pria itu bahkan tidak menepis tuduhannya. Benarkah pria itu sama sekali tidak memikirkannya sedikitpun? Sedikitpun??

“Tapi kau selalu memperhatikan SoHee eonnie! Bahkan kau rela membuatkannya pesta saat hatinya terluka.” Tuduh Ji Hyun yang memang benar adanya.

“Benar.”

“Dan kau tetap melakukannya, padahal kau tau bagaimana perasaanku padamu!” Ji Hyun turun, ia berdiri di depan Yongjae.

“Benar.” Jawab pria itu lemah. Mendongak, menatap Ji Hyun.

“Tidak bisakah kau tidak mengatakan benar? Setidaknya bisakah kau sedikit berbohong untuk membuatku senang. Kenapa?” Ji Hyun menumpahkan segala kekesalannya. Untuk pertama kali, gadis itu tidak merasa malu saat tidak bisa menjaga sikapnya dihadapan Yongjae. Ia sudah lelah dengan cintanya yang bertepuk sebelah tangan.

“Karna kau muridku. Apa yang akan dikatakan orang-orang saat tau aku mencintai muridku?”

“Kau selalu bersembunyi dibalik alasan itu. Memangnya kenapa jika kau guru dan aku murid? Apa kau pikir selamanya aku akan menjadi muridmu?” Ji Hyun berjalan mendekati Yongjae. Sangat dekat malah. Ia menatap mata Yongjae, seolah mengintimidasi pria itu. Sedetik kemudian bibir Ji Hyun mendarat tepat di bibir Yongjae. Satu. Dua. Tiga. Tiga detik gadis itu merasakan lembutnya bibir Yongjae sebelum akhirnya mundur beberapa langkah.

“Sudah ku katakan. Jika di luar sekolah, aku bukan lagi muridmu. Dan dengar, sebulan lagi aku akan lulus sekolah. Setelah itu tidak ada lagi alasan aku adalah muridmu. Dan saat itu tiba, aku akan menjadi gadis dewasa yang akan membuatmu benar-benar jatuh cinta padaku.” Ujar Ji Hyun yang terdengar lebih seperti sebuah… ancaman?

Ji Hyun berlari turun, meninggalkan Yongjae yang masih terpaku ditempatnya. Pria itu terkejut. Ciuman pertamanya… dicuri sang murid.

Yongjae tersadar saat saat ponselnya berdering nyaring, menampilkan nama Yongguk disana.

******BangHee Series******

SoHee membuka matanya perlahan. Sinar putih terang menyambut retinanya, membuat SoHee kembali menutup mata beberapa saat. SoHee hanya mendengar suara seseorang -atau mungkin lebih- yang mengatakan tentang; cepat panggil Soo Hyun, hei dia sudah bangun.

Entahlah. Hanya saja, sesaat kemudian seorang wanita memanggil namanya lalu menyentuh tangan kanannya cukup lama, seperti sedang memeriksanya.

“SoHee-ya, kau mendengar eomma?”

Siapa? Eomma? SoHee tidak salah dengar, kan?

“SoHee-ya, kau mendengarku?” Kali ini suara seorang pria terdengar ditelinganya.

Pusing dan sakit. Itulah yang SoHee rasakan saat akhirnya ia tau sedang berada dimana dirinya sekarang. Rumah sakit. Reflek SoHee menyentuh kepalanya yang terbalut perban. SoHee meringis saat guncangan sedikit saja membuat kepalanya seperti dihantam batu keras. Dia kenapa? Oh ya! Tertabrak? Sepertinya begitu.

“SoHee-ya.”

SoHee menoleh ke sumber suara saat dilihatnya seorang pria dan wanita yang pernah dilihatnya di suatu tempat. SoHee tersenyum saat ia akhirnya dapat mengenali wanita itu.

“Nyonya?” Sapanya pelan.

“Berikan dia minum.” Hae Rim meminta pada sosok pria muda dengan jubah dokter kebesarannya. SoHee menoleh pada pria itu, dan melihat name-tag-nya bertuliskan Kim Soo Hyun.

Hae Rim mendekatkan sedotan ke arah SoHee yang menyambutnya dengan kikuk. “Terima kasih nyonya.”

“Kau tidak ingat siapa aku?” Tanya Hae Rim lirih, membuat SoHee mengernyit.

“Tentu. Anda nyonya Kim. Saya menabrak anda di pesta pernikahan Himchan beberapa waktu lalu.” Jawab SoHee seadanya.

“Eomma, dia baru sadar. Biarkan dulu.” Sergah dokter bernama Soo Hyun itu. Ia kemudian menekuk kaki SoHee perlahan, bergantian, agar tidak kaku. “Sakit?” Tanyanya kemudian.

“Tidak. Hanya terasa pegal.” Jawabnya. “Maaf, apa anda yang membawa saya kesini?” Tanya SoHee pada Hae Rim.

“Kami akan mengatakan semuanya nanti. Percayalah, ini adalah sesuatu yang akan membuatmu bahagia.” Ujar Tae Pyung mengelus telapak tangan SoHee.

Pintu terbuka, masuklah Yongguk dan Yongjae yang tersenyum sumringah saat mengetahui SoHee sudah sadar.

“Hei..” Sapa Yongguk canggung.

“Hei juga..” Balas SoHee.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Yongguk kemudian.

“Seperti yang kau lihat. Tidak baik. Kepalaku rasanya sakit.”

“Pertanyaanmu bodoh sekali.” Lirih Yongjae yang sama sekali tidak diacuhkan Yongguk.

Keduanya hanya bisa tersenyum kikuk saat Tae Pyung memberi mereka kode untuk tidak membuka mulut lebih dulu. Dan keduanya mengangguk mengerti.

******BangHee Series******

SoHee diam. Tidak tau harus berkata apa atas segala cerita yang di ungkapkan keluarga Kim padanya. Hae Rim, kentara sekali wanita itu memiliki tingkat kerinduan dan kecemasan yang jauh lebih tinggi dibanding dengan yang lain.

Akhirnya, SoHee punya nama keluarga yang sesungguhnya. Kim? Kim SoHee adalah namanya?

“Ini sungguh?” Ulang SoHee entah sudah yang keberapa kali.

“Tentu saja. Apa kau meragukannya?” Tanya Tae Pyung sambil mengusap lembut pipi pucat SoHee.

“Tidak. Aku… entah.. tapi.. terima kasih.” Ucapnya terbata. Bingung, harus mengucapkan kalimat yang tepat.

“Bisakah kau memanggilku, SoHee-ya?” Tanya Hae Rim yang sudah cukup lama menahan gejolak keinginannya.

“Eomma?” Panggil SoHee. Gadis itu merasakan dadanya bergemuruh. Memanggil nama Eomma yang selama ini tidak pernah ia ucapkan pada siapapun.

Tatapan mata SoHee beralih pada pria yang sedari tadi berdiri disamping Hae Rim. “Appa?”

Tae Pyung mendekat, begitupun Soo Hyun yang menangis haru melihat keluarganya kembali utuh. “Oppa.” Panggil gadis itu akhirnya.

******BangHee Series******

Berita tentang kembalinya putri kepala polisi Kim yang selama ini hilang menjadi headline di surat kabar. Menjadi sorotan publik hanya dalam beberapa jam setelah kenyataan di ungkap.

SoHee harusnya beristirahat, namun satu persatu tamu datang untuk mengunjunginya. Termasuk Eun Soo dan Jongup yang juga mengabarkan akan segera melangsungkan pertunangan tahun ini. Tak terkecuali Himchan yang datang bersama Moo Hyun.

“SoHee-ssi, maafkan aku.” Ujar Moo Hyun saat akhirnya mereka hanya berdua.

“Maaf untuk apa?” Tanya SoHee tak mengerti.

“Karna Himchan.”

“Itu bukan salahmu Moo Hyun-ssi. Perusahaan memerlukan bantuan, dan keluargamu yang berpotensi untuk memberi bantuan. Ini adalah sebuah takdir, jadi jangan selalu menyalahkan dirimu sendiri.”

Moo Hyun menunduk. Benarkan? Ia salah. Ia benar-benar merasa orang yang benar-benar jahat sekarang. Selalu berperasangka buruk pada gadis itu.

“Terima kasih banyak SoHee-ssi. Untuk selanjutnya, aku harap kita bisa berteman baik.” Moo Hyun menarik tangan SoHee dan menepuknya pelan.

“Tentu saja.” SoHee balas menepuk punggung tangan Moo Hyun, tersenyum tulus.

to be continue

12 Komentar

  1. iya moment ny itu loh….
    kbynk senyum lebar ny yongguk lht sohee sadar…..
    aduh q lht snyum ginsu yongguk mleleh ky es krim d tro d oven……
    ayo banghee momnt ny d bykin….gemes lht couple ini….klw ad romntis ny dbanghee kdng cengarcngir sndri…

  2. iya moment ny itu loh….
    kbynk senyum lebar ny yongguk lht sohee sadar…..
    aduh q lht snyum ginsu yongguk mleleh ky es krim d tro d oven……
    ayo banghee momnt ny d bykin….gemes lht couple ini….klw ad romntis ny dbanghee kdng cengarcngir sndri..
    next part ny….
    semngat eonni

  3. Run Evil Nur

    Akhirnya sohee bisa ketemu sama ortunya…. Moo hyun juga udah sadar…. Tinggal apa lg nih?? Yongjae jihyun yaa?? Hmmm penasaran nih, ditunggu next chapnya thor

  4. Ira

    Ahhh.. Sohee udh bner2 ngumpul sama keluarganya, Himchan bakal nyoba nrima moohyun, kurang apa lagi yaa ?
    Ah, BangHee moment ? Youngjae-Jihyun ? Ato Zelo-Betty ,mungkin ?
    Ditunggu deh next partnya..

  5. Maaf lagi karna betty telat bacanya😦 /minta maaf mulu :3 hehe…
    .
    .
    Eonnie, Betty seneng banget!!! Sohee bahagia bisa ketemu keluarganya. Dan yah satu2nya masalah sekarang tinggal Gimana cara Daehyunnie Oppa ngejelasin semuanya. Semoga sohee ngga marah deh sama “Oppa” nya yang udah rawat dia selama ini🙂.
    .
    .
    Bagian Himchannie Oppa sama Moohyun, plis itu aku nangis banget eonnie!!! Kadang senyum2 sendiri bayangin sikap Oppa, tapi lebih ke Sedih banget sih T.T akhirnya Oppa mo nerima Moohyun, mungkin aku nangis terharu hehe :’)
    .
    .
    Udah selesai sama Himchannie Oppa nd Moohyun, di tambah nangis lagi gara2 Youngjae Oppa nd Jihyun itu…. Bener deh aku ngga bisa, itu sakit banget rasanya Y.Y cinta bertepuk sebelah tangan… Huuuhhh nyelekit banget pastinya. /cie pengalaman /plak
    Youngjae Oppa, first kiss-nya sama Jihyun haha hebat dia berani banget! Um semoga mereka ntar bahagia bareng deh ya walopun oppa harus sakit hati dulu liat BangHee hoho :v
    .
    .
    Terus kalo bukan Jihyun sapa yang nabrak dong? Masa Moohyun? Ah ngga mungkin deh… Entahlah tunggu next chap ajaaaaaaa…
    BETTY.

  6. resti

    akhirnya dipost juga,,,,,

    senyum2 sendiri bacanya,,,

    wah tebakanku salah tentang jihyun,, maaf yea jihyun,,,

    untuk BangHee cepatlah jadian,,,
    ❤ mb' astred❤

    (⌒▂⌒)

  7. Youngjae mah nyebelin -_- harus dicium dulu baru tau gimana perasaan jihyun~

    Wah, moohyun sama sohee akhirnya akur *emang selama ini mereka ga akur ya?*

    Setelah ini semoga banghee moment nya dibanyakin. Hoho^^

    Eonni, jgn lupa sama junhong – betty. Suruh mereka cepet jadian. Junhong kan ga mungkin ngikutin jihyun smpi tua. Jongup – eunsoo juga~

  8. BangHee moment BangHee moment xD Kyaaa aku seneng banget BangHee moment karakter Yongguk juga disini OK punya gokil dahh YONGGUUKK❤❤ ~hihi
    ChanMoo perkembangan yang pesat (y)🙂 ^^
    JongSoo chukkae ^_^ ciyeeh ciyeehh yg bntar lagi mo tunangan #NangisBombay hiks jonguuup neo nekkoya❤
    akhirnya sohee bertemu keluarga utuhnya #HugBangHee
    (Kim Sohee) ahhh part ini DAEBAK
    FIGHTING kak ditunggu next chapt nyaa ^^ :* :*

  9. pertama-tama aku bawa bingkisan karena baru komen!!
    mianhae unni!!! maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaap
    huhuhuhuhuhu
    chap 10 adalah yang terbaik!!!!
    sohee akhirnya sadar jg, bahagia deh bisa kumpul mamapapa #hug
    and yang ditunggu2 momen CHANMOO….
    DEMI APA MOMENNYA MENYENTUH HATI AKU YANG PALING DALEEEM!!!
    KIM HIMCHAAAAAN LOE AKHIRNYA TAU GIMANA PERASAAN GUE!!!
    jongsoo tunangan?? ciy ciye ciiyeee
    first kiss?? yakin?? buahahahaha
    yang jadi pertanyaan adalah…
    “YANG NABRAK SOHEE SIAPAAA?? MOOHYUN KAN??”
    BEUUHH penasaran sampe mampus!!!

  10. gue capek2 wordpress cuma mau bilang ” avatar gue keren pan ” -Hamster_min😀

    • gue capek2 bikin wordpress cuma mau bilang ” avatar gue keren pan ” -Hamster_min😀

  11. Choi Hye Jin

    Ciee Ciee Moohyun Ciyee udah hubunganx ama channie oppa udah mulai membaik🙂

    chukkhae juga buat JongSoo yg mau married

    Tapi banghee nya kapan ya authornim? (K.E.P.O)😉

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: