AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

BangHee Series: Chapter 8 :: Lovesick


Chapter 8: Lovesick

Nae gaseumeun neoreul hyanghae ttwieo
Hatiku berlari ke arahmu

Neoreul japgo sipeo
Aku ingin menahanmu

Gyesok chamawatdeon ajik motan geu mal
Kata-kata yang ku pendam dan tidak bisa ku katakan

Keuge oechigo sipeo
Aku ingin berteriak keras

Nae du bareun neoreul hyanghae ttwieo
Kedua kakiku berlari ke arahmu

Niga bogoshipo
Aku merindukanmu

Neomuna apaseo chameul su eobseo
Aku tidak bisa menahannya lagi karna ini sangat menyakitkan

Neoege malhalge
Aku akan memberitahumu

Neol saranghae
Aku mencintaimu

FLASHBACK
Seorang wanita mengendarai KIA hitamnya dengan perasaan berkecamuk. Baek Hwae Ji membiarkan air matanya mengaburkan pandangannya. Ia tidak perduli lagi. Malah mengharapkan dirinya terlibat dalam kecelakaan dan membuatnya mati. Dengan begitu tidak perlu ada lagi rasa sakit yang harus ia rasakan.

Bagaimana sakitnya di khianati! Saat kau dijanjikan kebahagiaan, yang akhirnya kau tau bahwa semua itu hanya kebohongan. Karna kenyataannya kau…… dibuang.

Hwae Ji sudah memberikan segalanya. Harta, cinta, untuk seorang Jung Dae Hoon. Bahkan Hwae Ji rela membangkang kedua orang tuanya hingga rela di usir dari rumah karna telah berani melahirkan seorang putra tampan yang sangat mirip dengan Dae Hoon.

Tapi kenyataan yang di dapatnya? Kebohongan! Penghianatan! Karna tanpa Hwae Ji tau, ia sudah jatuh cinta pada pria yang salah. Pria yang ternyata sudah memiliki keluarga.

Hingga semuanya terasa jelas hari ini. Hari dimana putranya Daehyun berulang tahun yang ke-lima. Hwae Ji hanya meminta Dae Hoon untuk menemui putranya, tidak lebih. Namun Dae Hoon malah mengusirnya, dan berpura-pura tidak mengenalnya.

“Brengsek!” Umpat Hwae Ji. Ia menyesali perbuatannya. Tapi ia tidak pernah menyesal sudah melahirkan Daehyun.

Hwae Ji yang frustasi menginjak gas dalam-dalam, semakin mempercepat laju mobilnya. Wanita itu tidak menyadari jika sudah berada di jalur yang salah hingga sebuah mobil melintas ke arahnya. Hwae Ji membanting stir ke kiri, menimbulkan decitan mengerikan hingga menyisahkan bekas ban dijalan.

Sementara mobil yang ada di depannya juga menghindar. Sayangnya mobil itu menabrak sebuah pohon. Dengan panik Hwae Ji turun dari mobilnya. Jalanan yang sepi membuatnya leluasa untuk turun.

Hwae Ji melihat sepasang suami istri yang sudah tak sadarkan diri, dan seorang balita yang menangis di bawah jok mobil penumpang. Hwae Ji berencana meninggalkan balita itu, namun ia urungkan karna mengingat Daehyun. Saat itu juga Hwae Ji nekat menghancurkan kaca jendela lalu mengambil balita cantik itu pergi bersamanya.
FLASHBACK END

Daehyun menghembuskan napas panjang. Tangannya masih bergeming, tidak berniat menghapus cairan bening yang keluar saat menceritakan kejahatan yang ibunya lakukan pada SoHee.

Gi Yun yang melihat itu merasa teriris. Betapa jahatnya ia membuat Daehyun merasakan sakit? Apa salahnya jika ia berusaha mempercayai suaminya itu tanpa meragukannya sedikitpun? Sekarang ia menyesal karna sudah membuat pria sekuat Daehyun membiarkan matanya dinodai air mata. Padahal Daehyun benci menangis, karna bisa membuatnya terlihat lemah.

Gi Yun mengulurkan tangannya, menghapus air mata Daehyun uang menatap lurus ke depan. “Jika kau masih ingin bercerai denganku karna eomma-ku seorang pembunuh, aku tidak bisa mencegahmu lagi.”

Gi Yun menggeleng mantap. “Tidak. Aku tidak akan meninggalkanmu. Maaf sempat meragukanmu.” Gi Yun tertunduk. Ia benar-benar menyesal sekarang.

“Kembalilah.” Daehyun menggenggam tangan Gi Yun hangat meski tangannya begitu dingin. Hatinya yang semula kacau dan berantakan, perlahan mulai terbentuk utuh seperti sebelumnya saat melihat senyum istrinya.

“Tanpa kau minta.”

Daehyun tersenyum lembut, lalu mencium tangan Gi Yun yang berada dalam genggamannya. “Aku mencintaimu, Gi Yun-ah.”

“Dan cintaku tidak akan pernah berubah.” Balas Gi Yun.

******BangHee Series******

Mobil Himchan memasuki perkarangan rumah barunya yang ia tinggali bersama Moo Hyun. Himchan mematikan mesin, tapi tak langsung keluar. Himchan menumpuk kedua tangannya di atas kemudi, membuat bantalan untuk keningnya lalu mendesah panjang.

Kehidupan yang dijalaninya memang begitu rumit, dan tidak bisa ditebak. Meski ia orang yang keras dan selalu menolak hal-hal yang tidak dikehendakinya, tapi pada akhirnya ia harus kalah pada takdir. Takdir yang membuatnya berpisah dengan SoHee.

Takdir. Benarkah yang di alaminya adalah takdir? Kenapa takdir begitu kejam mempermainkannya?

Tidak. Itu bukan takdir. Tapi itu nasib.

Bukankah ia sendiri yang akhirnya memutuskan untuk menikahi Moo Hyun? Jadi sekarang siapa yang salah?

Himchan bimbang. Benarkah cintanya pada SoHee tidak sekuat yang ia bayangkan? Bukankah selama ini ia mengatakan pada semua orang jika ia tidak bisa hidup tanpa SoHee? Tapi setelah seminggu pernikahannya dengan Moo Hyun, Himchan tetap hidup tanpa SoHee.

Apalagi setelah gadis itu mengucapkan kata-kata yang membuatnya berpikir keras.

“Moo Hyun juga seorang wanita. Dia mempunyai perasaan, sama sepertiku. Jangan lukai dia dengan sikapmu. Dia terlahir dari keluarga kaya yang berpotensi menolong keluargamu. Dia sama sekali tidak merebutmu dariku. Mungkin memang takdir tidak membiarkan kita untuk bersama.”

Himchan menghembuskan napas berat. Bagaimana SoHee bisa mengatakan hal itu padanya? Apa gadis itu benar-benar sudah melupakannya?

Himchan turun dari mobil, melangkah memasuki rumah yang baru dibelinya untuk ditinggali berdua bersama Moo Hyun. Ia menaiki tangga dengan perlahan, membuka pintu kamarnya dan melihat Moo Hyun sudah berbaring diatas kasur. Matanya terlelap. Tentu saja, waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari.

Himchan memejamkan matanya. Mengingat ucapan SoHee yang sebenarnya menusuk jantungnya. Himchan menuju almarinya, mengganti kemeja dengan piyama tidur dan masuk ke kamar mandi.

Himchan membatalkan niatnya untuk tidur di atas sofa, seperti yang ia lakukan di malam-malam sebelumnya. Dengan perasaan berkecamuk, Himchan merebahkan tubuhnya disamping Moo Hyun. Agaknya ua memang harus merubah sikapnya pada Moo Hyun. Gadis itu, gadis yang sudah terlelap di dalam mimpi itu adalah istrinya. Yang sudah ia ikat dengan janji sehidup semati.

Pertanyaannya, mampukah Himchan melakukannya?

******BangHee Series******

SoHee menyandarkan tubuhnya di pintu, memeluk lututnya sendiri. Ada air mata yang mengalir dari kedua mata indahnya bersamaan dengan senyuman yang terukir di bibirnya. Penderitaannya karna kehilangan Himchan memang harus segera di akhiri. Tidak mudah memang, tapi berusaha dengan ikhlas melepaskan pria itu untuk Moo Hyun membuat leher SoHee tidak lagi tercekik.

SoHee memang harus melepaskan pria itu dengan mengatakannya langsung. Agar tidak ada lagi beban yang membelenggu keduanya. Agar tidak ada lagi ikatan menyakitkan yang mungkin bisa membunuh mereka berdua.

Banyak orang yang mencintai SoHee dan di cintai gadis itu. Orang-orang yang menginginkan SoHee bahagia dengan melanjutkan hidupnya. Tidak terus terpuruk dalam melankolis cinta. Melepaskan Himchan membuat hatinya lega. Meski memang tersayat perih. SoHee harus segera menyembuhkan hatinya yang rusak.

******BangHee Series******

Himchan membuka matanya, menatap lurus ke arah langit-langit kamar, sementara Moo Hyun masih terbaring disampingnya dalam jarak yang masih sama seperti semalam.

Himchan menyiapkan tubuhnya saat menyadari Moo Hyun mulai menggeliat, membuka matanya. Gadis itu masih diam. Himchan mulai menoleh dan melihat jika Moo Hyun menangis. Mendadak hati Himchan terpenuhi rasa bersalah. SoHee benar, seharusnya ia tidak memperlakukan Moo Hyun secara kasar. Bagaimanapun gadis itu sudah menyelamatkan keluarganya.

“Kau, apa kau tidur disini secara sadar?” Tanya Moo Hyun tak percaya mendapati Himchan ada disampingnya. Himchan melihat ada sinar ketakutan pada mata gadis itu. Apakah Moo Hyun takut jika Himchan tidur di ranjang yang sama dengannya dalam keadaan tidak sadar? Mabuk?

“Jika tidak boleh, nanti malam aku akan kembali ke sofa-ku.” Ucap Himchan dingin. Ia meringis dalam hati. Sulit. Sangat sulit untuk tiba-tiba merubah sikapnya pada Moo Hyun.

Moo Hyun meringkuk, menangis, menutupi kedua wajahnya. Membuat Himchan berdecak. Entahlah. Himchan bingung. Mendadak semuanya menjadi aneh untuk dilakukannya pagi ini. Hanya karna tidur di ranjang yang sama dengan gadis itu meski dengan jarak yang ia ciptakan.

Sebegitu bahagianya-kah?

Himchan mengulurkan tangannya, mengelus rambut Moo Hyun yang semakin terisak. Tidak mampu mengucapkan apapun lagi.

******BangHee Series******

Yongjae membuat segelas susu dan membawanya keluar, menyodorkan ke arah SoHee yang sedang menebar bibit bunga di halaman panti. Pria itu duduk di sebuah kursi kayu panjang, memperhatikan SoHee.

“Minum dulu.” Perintahnya pada SoHee.

SoHee menurut, ia melepas sarung tangannya dan menerima segelas susu yang dibuatkan Yongjae. “Terima kasih.”

“Anything for you.” SoHee terkekeh saat Yongjae mengatakan hal itu. Sementara Yongjae memperhatikan wajah gadis itu dengan lebih intens. Perasaannya begitu hangat dan nyaman meski jantungnya berdetak kencang.

“Sepertinya kau sangat bahagia hari ini.” Yongjae tersenyum lembut. Tangannya terulur untuk mengusap kepala SoHee pelan. Membuat gadis itu mematung seketika saat merasakan lembutnya sentuhan Yongjae. Sikap pria itu, begitu berbeda dari biasanya.

Yongjae mengunci tatapan SoHee. Entah apa yang sedang terjadi, rasanya Yongjae tidak bisa menahan dirinya untuk tidak semakin mendekat ke arah SoHee yang tercekat.

“ YONGJAE OPPA!!!!” Teriak Ji Hyun.

******BangHee Series******

Seorang gadis nampak memperhatikan gerak-gerik seorang pria yang sudah sejak lama di cintainya. Sayangnya pria itu hanya menganggapnya sebagai adik, tidak lebih. Dan yang membuat gadis itu marah adalah, pria yang dicintainya itu sepertinya sedang jatuh cinta pada gadis lain.

Beberapa hari belakangan ia memang sering mengintai rumah itu dan mengikuti kemanapun pria itu pergi. Seperti saat ini, saat pria itu menghampiri gadis itu lagi.

Tidak boleh. Siapapun tidak boleh berdekatan dengan pria-nya. Satu-satunya pria yang dikenalnya sejak kecil itu. Tidak juga gadis yang ia tau bernama SoHee itu.

Sekalipun jika benar pria itu mencintai SoHee. Tidak dengan jarak seberapapun. Karna hanya dia. Dialah yang boleh berdekatan dengan pria itu. Meski pria itu tidak pernah tau jika ia ada disana, mengawasinya, dan sama sekali tidak perduli dengan perasaannya.

******BangHee Series******

“YONGJAE OPPA!!!” Pekik Ji Hyun. Gadis itu melotot ke arah Yongjae dan SoHee yang duduk berdekatan. Sangat dekat malah. Dengan cepat ia mendekat dan duduk ditengah-tengah antara SoHee dan Yongjae, memisahkan keduanya.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” Cibir Ji Hyun yang merasa tidak suka dengan kedekatan keduanya. Sementara SoHee sangat bersyukur, Ji Hyun datang tepat waktu.

“Eonnie-ya, jika kau berani mendekati Yongjae oppa-ku, aku tidak akan segan-segan menyingkirkanmu.” Ancam Ji Hyun, sementara SoHee malah terkekeh mendengar ucapan gadis itu. Lucu.

“Hei, siapa yang mendekati siapa? Jika kau berani mengganggu SoHee-ku, maka aku yang akan mencubitmu.” Yongguk tiba-tiba muncul. Membuat perhatian ketiganya tertuju pada pria itu. SoHee mengernyit. Bagaimana bisa pria itu? Sepagi ini? Datang ke panti asuhan?

“Apakah aku mengganggu?” Tanya Yongguk dengan wajah datar.

IYA. Ingin sekali Yongjae mengatakan hal itu, tapi ucapannya di dahului SoHee yang mengatakan tidak.

“Tidak Yongguk-ssi.” Sahut SoHee cepat.

“Sial. Kenapa dia datang lagi? Mau apa? Tidak bosan setiap hari datang kemari?” Gerutu Yongjae dalam hati meski ia terus memberikan senyum tipis pada Yongguk.

“Cih! Dia selalu menggunakan setiap kesempatan untuk bisa berdekatan dengan SoHee. Aku sudah memilihnya, jadi tidak ada seorangpun yang boleh mendekatinya. Tidak juga kau, sekalipun kalian tinggal se-atap.” Batin Yongguk bulat.

“Sudah siap? Ayo pergi. Apa kau mau mengganggu sepasang kekasih itu?” Yongguk memajukan dagunya, menunjuk Ji Hyun yang duduk sangat dekat dengan Yongjae.

TELAK!

Ji Hyun tersenyum malu, sementara Yongjae mengernyit. Mungkinkah SoHee terlihat bahagia pagi ini karna akan pergi dengan Yongguk?

“Kalian mau pergi? Memangnya mau kemana?” Tanya Yongjae penasaran. Hatinya mencelos saat Yongguk mengangguk, sementara SoHee berdiri, bersiap masuk rumah.

“Kami akan berkencan.” Jawab Yongguk sekenanya, membuat SoHee hampir saja jatuh mendengar jawaban Yongguk.

“Jangan bicara sembarangan. Kau bisa membahayakan nyawa seseorang.” Sindir Yongjae kesal. Dan Yongguk hanya meringis. Ia menghampiri SoHee dan berjongkok dihadapan gadis itu, menyingkirkan batu dan membersihkan tanah yang menghalangi langkah gadis itu.

“Maaf.” Sesal Yongguk kemudian.

“Maaf tidak di terima.” Sahut Yongjae.

“Aku tidak berbicara denganmu Yongjae-ssi.”

SoHee menggeleng pelan melihat kelakuan dua pria kekanakan itu. SoHee masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian. Yongjae bangkit, ia berjalan menghampiri Yongguk. “Jangan bawa SoHee berhubungan lagi dengan Himchan. Kau tidak tau betapa sulit membuatnya seperti sekarang ini.” Yongjae mengingatkan.

Yongguk menoleh ke arah Yongjae, tersenyum tipis. “Aku mengerti.”

******BangHee Series******

SoHee berjalan ke kamarnya sambil menepuk dadanya sendiri. Pria bernama Yongguk itu, bisa tidak? Untuk tidak mengatakan sembarangan? Pria itu mengatakan kalau mereka akan pergi berkencan? Itu akan membuat SoHee menjadi gadis yang jahat karna dengan mudahnya berpaling pada sosok lain. Padahal kan tidak!

Daehyun kemarin menghubunginya dan mengatakan jika ia tidak bisa menjemput Hyun Ra pulang sekolah karna ia dan Gi Yun sedang mengurus sesuatu yang sangat penting. Saat itu Yongguk sedang berada disampingnya, karna itu Yongguk menawarkan diri untuk mengantar SoHee menjemput Hyun Ra.

SoHee keluar kamar dan disambut oleh Yongjae yang menunggunya. “Kau tidak akan bertemu Himchan, kan? Maksudku Yongguk tidak sedang membuat kalian berdua berdekatan lagi kan?” Tanya Yongjae yang terdengar posesif.

SoHee tersenyum lembut. “Aku sudah bertemu Himchan semalam. Melepaskan dia dengan utuh. Saat ini, aku akan menjemput Hyun Ra karna oppa sedang ada urusan.”

Yongjae menghembuskan napas lega. Tapi tetap saja ia merasa cemburu saat mendengar Yongguk-lah yang akan menemani SoHee untuk menjaga Hyun Ra.

“Jaga dirimu baik-baik untukku, SoHee-ya” ujar Yongjae gamang. Perasaannya benar-benar tidak enak. Entah kenapa Yongjae merasa kalau ia akan kehilangan SoHee. Perasaan apa itu?

Yongguk berdecak saat Yongjae mengulur waktunya untuk menahan SoHee. Yongguk berdehem, membuat SoHee menoleh dengan wajah bingung. “Ayo berangkat.”

“Jaga dia Yongguk-ssi. Aku percaya padamu.” Yongguk menghentikan langkahnya. Nada yang di ucapkan Yongjae lebih kepada takut terjadi sesuatu, dan memang benar-benar mengkhawatirkan SoHee. Yongguk tersenyum kecil, lalu mengangguk.

******BangHee Series******

“Kau baik-baik saja?” Tegur SoHee saat Yongguk memperhatikannya dalam diam. Keduanya sedang menunggu Hyun Ra yang belum keluar dari sekolah.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Kau baik-baik saja?”

SoHee tersenyum kecil. “Semalam aku bertemu Himchan. Kami bicara banyak hal. Sebenarnya saat malam pernikahannya kemarin aku sudah melepaskannya, tapi semalam aku baru benar-benar bisa melepaskannya.”

Yongguk menatap SoHee. Pria itu mulai berpikir, apakah waktu yang tepat untuknya datang saat SoHee mendapatkan luka dihatinya? Apa yang bisa ia lakukan agar gadis itu membaik dan bisa menjalani kehidupnya seperti dulu?

SoHee mengeluarkan sapu tangan milik Yongguk yang ia temukan, lalu mengembalikannya kepada sang pemilik. Yongguk menatap dalam-dalam sapu tangan itu, menyentuh sulaman dengan inisial huruf B di ujungnya.

Yongguk menarik tangan SoHee, dan mengembalikan sapu tangan itu lagi pada gadis itu. “Simpanlah. Aku memberikannya untukmu.” Ucap Yongguk sambil menutup tangan SoHee, ia tersenyum simpul.

“Tapi…. ini kenang-kenangan terakhir dari mendiang ibumu.”

“Aku takut tidak bisa menjaganya dengan baik. Seperti saat itu, aku menjatuhkannya. Jika bukan kau yang menemukannya, mungkin aku tidak akan melihat sapu tangan itu lagi.”

SoHee menatap sapu tangan itu dalam. “Kau menitipkan sesuatu yang paling berharga dihidupmu padaku?” Ujar SoHee. Dan Yongguk hanya menanggapinya dengan tersenyum.

******BangHee Series******

Daehyun mengencangkan kepalan tangannya pada kemudi, menatap lurus ke depan. Perasaannya bergemuruh. Jika ketahuan sekarang, siapkah ia? Meninggalkan Gi Yun dan Hyun Ra yang baru saja kembali mengisi hidupnya.

Gi Yun yang duduk disampingnya memperhatikan kekhawatiran yang terpampang jelas di wajah sang suami. Sementara tangannya menggenggam kotak kecil berisi liontin dengan ukiran nama SoHee.

“Ini kesalahan eomma. Tapi jika memang mereka menuntut, biar aku yang bertanggung jawab.” Daehyun turun diam-diam.

Di ujung jalan, seorang pria baru saja selesai menerima telpon, sambil mengamati gerak-gerik Daehyun tepat saat pria itu melihat ke arah spion.

“Ada apa?” Tanya Gi Yun yang merasa kalau tingkah Daehyun sedikit aneh.

“Ada yang mengawasi kita. Seorang pria- jangan menoleh!” Seru Daehyun cepat, tapi sayangnya… terlambat.

“Pria itu sedang menuju kemari.” Ucapan Gi Yun membuat Daehyun langsung menyalakan mobilnya, melaju meninggalkan tempat itu sebelum sang pria menghampirinya.

******BangHee Series******

“Jadi Hyemi sudah tidak bekerja disini?” Tanya SoHee pada kepala sekolah Hyun Ra.

“Tidak. Setelah wisata ke Gwangju ia mengundurkan diri. Entah apa alasannya dia tidak mengatakan dengan pasti.” Jelas sang kepala sekolah. SoHee mengangguk mengerti. Ia kemudian pamit, membawa Hyun Ra pulang.

SoHee dan Hyun Ra menghampiri mobil Yongguk, dimana pria itu sudah berdiri di sisi pintu dengan membawa dua buah ice cream. Yongguk tersentak saat SoHee tersenyum dan melambaikan tangan ke arahnya. Entah kenapa senyum gadis itu terasa hangat dan begitu menenangkan. Sangat tidak biasa.

Yongguk menyerahkan satu ice cream yang dibawanya pada Hyun Ra, lalu satu ice cream lagi ia tawarkan pada SoHee. “Mau?”

“Ck! Kau pikir aku anak kecil?”

“Ya sudah kalau tidak mau.” Yongguk membuka ice cream tersebut. Belum sempat ia memasukkan ice cream itu ke dalam mulutnya, SoHee meraih ice cream tersebut.

“Aku tidak bilang jika aku tidak mau.”

Yongguk tersenyum. Ia lalu membukakan pintu untuk SoHee dan Hyun Ra. Membawanya pulang.

Yongguk memperhatikan SoHee yang terus melamun sepanjang jalan. Membuat Yongguk penasaran tentang apa yang ada di dalam pikiran gadis itu.

“Melamun?”

“Eh?” SoHee terkejut. Ia lalu memperhatikan Hyun Ra yang tertidur dalam pelukannya.

“Tidak. Aku hanya bersyukur, hubungan Daehyun oppa dan Gi Yun eonnie kembali membaik. Hyun Ra juga tidak takut lagi padaku.” Ujar SoHee jujur. Selama ini merasa tertekan saat Gi Yun dan Hyun Ra menjauhinya.

“Tidak sulit untuk menyayangimu SoHee-ssi. Dan kurasa Hyun Ra bisa merasakan itu.” Ucap Yongguk sungguh-sungguh dengan kalimat pertamanya. Memang, menyukai SoHee bukan hal yang sulit. Terlalu mudah malah. Setidaknya bagi Yongguk.

“Terima kasih.” SoHee tersenyum tulus akan kalimat yang Yongguk ucapkan.

******BangHee Series******

“Siapa pria itu, yeobo?”

Daehyun memucat. Ia baru ingat jika pria yang akan menghampirinya tadi adalah pria yang akhir-akhir ini sering ia temui di sekitar rumahnya. Sekarang pertanyaannya, untuk apa?

“Oppa?” Tegur Gi Yun lagi saat Daehyun tak merespon pertanyaannya. Daehyun menggeleng singkat, masih berkutat dengan otak cerdasnya.

“Dugaanku, mungkin pria itu sedang mencari tau tentang identitas SoHee.” Ucap Daehyun akhirnya, membuat Gi Yun tertegun.

“Dan dia melihatmu.”

Daehyun menoleh pada istrinya yang menyahut lemah. Agaknya Gi Yun mengerti kekhawatiran Daehyun tentang hal ini.

Tok. Tok. Tok.

Daehyun dan Gi Yun membeku saat mendengar pintu rumahnya diketuk.

“Apa pria itu benar-benar mengikuti kita?” Tanya Gi Yun khawatir.

“Ini semua memang salahku, Gi Yun-ah. Bagaimanapun kebenaran harus segera di ungkap, kan?” Ujar Daehyun putus asa.

“Jika SoHee tau, ia mungkin juga tidak akan memaafkanku. Dan aku harus menerima jika ia marah dan menjauhiku. Tapi setidaknya aku bersyukur, karna aku bisa menjaganya hingga akhir.” Daehyun tersenyum, menggenggam lembut tangan Gi Yun. Agaknya Daehyun telah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Tok. Tok. Tok.

“Eonnie! Oppa! Cepat buka pintunya.” Teriak SoHee dari luar.

Mendengar suara gadis itu, Daehyun dan Gi Yun tersenyum lega. Setidaknya perkiraan mereka tentang siapa yang datang tidaklah benar. Bukan. Bukan pria yang mengikuti mereka tadi. Tapi SoHee, yang datang untuk mengantarkan Hyun Ra.

******BangHee Series******

Soo Hyun mendesah. Ia menunduk sejenak untuk berpikir. “Jadi ini semacam taruhan?” Gumamnya.

Kalau gadis yang ditemui ibunya memang benar adik kecilnya yang hilang, itu pasti adalah kebahagiaan terbesar yang ditunggu keluarganya selama ini. Tapi bagaimana perasaan ibunya jika gadis yang saat ini diselidiki ayahnya bukan SoHee mereka?

“Apa kau bisa pulang sekarang Soo Hyun-ah?” Tanya sang ayah.

“Maaf appa, aku tidak bisa ikut. Baru saja ada korban tabrak lari yang harus segera aku operasi.” Sesal Soo Hyun.

“Baiklah. Selesaikan tugasmu. Kami akan segera menghubungimu jika ada kabar baik.” Ujar Tae Pyung sebelum mengakhiri pembicaraannya.

Soo Hyun menatap ponselnya. Ia menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan. “Semoga semuanya berjalan lancar.” Lirih Soo Hyun, kemudian melangkahkan kakinya ke ruang operasi.

to be continue

8 Komentar

  1. Aku kira banghee mau kencan beneran~ Uy uy, sepertinya yongguk mulai jatuh cinta sama sohee~

    Semangat oppa, jgn anggap youngjae sebagai sainganmu *???*

    Buat moohyun, sabar aja ya, aku yakin suatu hari nanti himchan akan luluh~

  2. “Hei, siapa yang mendekati siapa? Jika kau berani
    mengganggu SoHee-ku, maka aku yang akan mencubitmu.” kyaa yongguk cembukur cute bgt daahh :* :*
    apa lagi waktu yongguk nyingkirin batu yg mau bkin sohee jatoh OEMJI so sweet bgt >_< jadi ke inget mv nya SJ yg No Other part siwon kekk beda tipis keren sumpah (y)
    youngjae oh youngjae aku ada untukmu hihii tengkyu kak chapt ini banyak BangHee moment kekkk suka dehh
    Jelo lagi sbuk maen skate board mungkin gk nongol2 tu bocah *aoks
    di tunggu next chapt nya qaqa ^^

  3. Run Evil Nur

    Duh makin penasaran aja ni ff… Ayo himchan harus move on~~~~ lanjut thor~~~

  4. Aku telat baca lagi😦. Maaf sekali lagi eonnie…
    .
    .
    Okey… Eonnie plis itu bagian Daehyunnie Oppa bikin nangis T.T itu adegan tersosweet mereka berdua. Padahal itu sedih tapi kata2nya itu menggambarkan(?) kebahagiaan mereka gitu. Aduh aku ngga tau ngomong apa tapi pokoknya aku suka banget part Daehyunnie Oppa dan Giyun.
    .
    .
    Buat hmm Himchannie Oppa sama Moohyun, entah kenapa Betty seneng banget!!! Akhirnya Himchannie Oppa berusaha menerima Moohyun. Oke emang ngga langsung sih cuma dengan mau tidur di sebelah moohyun itu bener2 ngebuat Betty percaya suatu saat mereka pasti bahagia. Bagian mengelus rambut Moohyun itu, aku nangis eonnie T.T padahal ngga sedih2 banget kan? Taudeh terkadang cuma hal sekecil apapun ngebuat Betty gampang banget tersentuh :’).
    .
    .
    BangHeeeeeeeeeeee!!!! Yehet yehet yehet!!! Akhirnya mereka mulai deket2an walopun Youngjae oppa sakit hati. Tp youngjae oppa pasti dapetin kebahagiaan harus /plak
    Aduuuuuuuuuuhhh udah ngasih barang paling berharga aje nih ecieeeeeeeeee jangan2 emang Sohee berharga buat Appa? Ya emang hahaha /ngomong apa?
    .
    .
    Oh iya sampe lupa, jangan2 yang ngikutin Daehyunnie Oppa itu mo nyelidikin kalo Sohee itu anaknya mereka ber2 itu? Ato… Taudeh tunggu aja. Mungkin pas sohee diambil sama Mamanya Daehyunnie Oppa, sebenarnya 2orang didalam mobil itu ngga meninggal. mungkin loh ya…
    Pokoknya di part selanjutnya Betty pengen /plak /plak /jan maksa… Udah dulu eonnie Betty udah ngomongnya hahaha :v (?)

  5. resti

    Bingung mau nulis apa,,,, yg pasti seneng bngt ma ceritanya,,,, so ikutin alurnya aja sampai akhir,,,,,,

    Sukses dengan semua ffnya mb astred,,,,

  6. Ira

    Aaa.. BangHee emang sweet.. Apalagi adegan Yongguk nyingkirin batu buat Sohee.. Itu ngena banget di ati..
    Moohyun yg sabar buat ngadepin Himchan yaa.. Jangan patah semangat, pasti nanti Himchan luluh juga sama kamu.. Fighting !!
    Daehyun orng yg bertanggung jawab bnget yaa, demi ibunya dia jaga Sohee, demi ibunya juga dia brani nanggung resiko hukum.. Daehyun appa jjang !!
    Semoga Taepyung memang appanya Sohee..
    Next part ditunngu kak..😀

  7. nayaizbbb

    Kupikir BangHee bakal kencan betulan wkwkwkwkwk Jihyun lucu amat sih xD
    Daehyun Giyun sudah baikkan yeey!! Kemarin sedih mulu.. dan Himchan sudah mau mencoba menjalin love love ke mo hyun.. bagus lah.

    Fighting buat FF’nya kak Astred!!

    Fighting juga buat Kak Astred!!!❤
    Sorry baru membaca…😦

  8. Choi Hye Jin

    Satu persatu masalah mulai terselesaikan..
    suka bgt ma ff ini😀

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: