AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

BangHee Series: Chapter 7 :: SPY


CHAPTER 7: SPY

Cheoncheonhi neol ttaraga nan
Aku perlahan mengikutimu

Joyonghi neowa hangeoreumssik balmatchugo
Diam-diam aku menyesuaikan langkahku denganmu

Aww geujeo baraman bwa
Aww aku hanya melihatmu

Hoksina nae mameul arachaelkka nal gamchugo
Aku menyembunyikan diri jika kau tahu bagaimana perasaanku

Neon beire beire beire
Kau bersembunyi dibawah tudung tudung tudung

Garyeojyeoseo gyesok algo sipge mandeureo
Jadi aku ingin lebih mengenalmu

Nunbichi wae irae wae irae yeah
Mengapa matamu seperti itu yeah

Joen Hae Rim membuka pintu bercat merah di salah satu rumahnya. Pintu yang tetap berwarna merah, meski seluruh cat di rumah itu sering berganti warna. Karna merah, adalah warna kesukaan putrinya.

Hae Rim sengaja tidak merubah apapun yang ada di dalam kamar itu, tidak sedikitpun. Hae Rim selalu menjaga kamar itu. Agar sewaktu-waktu jika putri kecilnya yang hilang itu kembali, bisa langsung menempati kamarnya.

Hae Rim benar-benar merindukan putrinya. Setiap saat, saat ia bertemu dengan gadis bernama SoHee, ia selalu memaksa suaminya yang bekerja sebagai kepala polisi untuk menyelidiki gadis itu. Entah sudah berapa banyak SoHee yang sudah ia temui dan ia selidiki, namun tidak ada satupun yang menjadi SoHee-nya.

“Kau disini rupanya. Aku mencarimu kemana-mana” Tae Pyung menghampiri Hae Rim dan duduk disamping istrinya itu.

“Yeobo, aku merasa gadis yang ku temui kemarin itu berbeda. Gadis itu, dengan sorot matanya yang hangat terlihat sangat rapuh. Seperti gadis kecilku. Bola matanya yang berwarna coklat. Senyum manisnya yang memberikan kesan lembut dan hangat. Benar-benar seperti SoHee-ku.” Tae Pyung melihat cairan bening keluar dari mata Hae Rim. Merembes turun membasahi pipinya, membentuk aliran sungai.

“Aku memang tidak tau seperti apa dia sekarang dan bagaimana wajahnya. Tapi perasaanku kali ini begitu kuat. Aku benar-benar berharap jika kali ini aku tidak salah. Iya kan? Ini adalah insting seorang ibu, dan aku yakin itu.”

Tae Pyung mengulurkan tangannya untuk menyentuh bahu Hae Rim dan meremasnya lembut. “Yah. Aku harap kali ini memang benar, gadis itu putri kita.” Lirihnya lalu memeluk Hae Rim.

******BangHee Series******

Sebuah Peugeot putih memasuki halaman panti asuhan. Mobil itu berhenti, dan pria dibalik kemudi itu mematikan mesin mobilnya. SoHee dan Yongguk turun bersama dengan raut wajah bingung. Tidak biasanya panti asuhan itu gelap, seolah tidak berpenghuni sama sekali.

“Kemana mereka?” Gumam SoHee pelan, namun cukup di dengar Yongguk yang berdiri disampingnya.

SoHee melangkah menaiki undakan tangga dan mengetuk pintu beberapa kali. Baterei ponselnya habis, jadi ia tidak bisa menghubungi Yongjae. Yongguk melihat secarik kertas yang terselip dibawah pintu, membacanya sebentar lalu menyerahkannya pada SoHee.

SoHee mengernyit dan menoleh bingung pada Yongguk. SoHee lalu melangkahkan kakinya menuju halaman belakang, sesuai dengan apa yang tertulis pada secarik kertas itu bersama dengan Yongguk yang mengikutinya dari belakang dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam celana.

SoHee menghentikan langkahnya saat cahaya lampu tiba-tiba menyala, menghiasi sebuah panggung sederhana yang dikaitkan pada tiang-tiang arena bermain serta pohon. Indah sekali. Junhong yang merasa tidak kuat bersembunyi lama-lama keluar dari tempat persembunyiannya dan tersenyum pada SoHee, juga Yongguk.

“Junhong-ah, ada apa ini?” Tanya SoHee kebingungan.

“Nuna duduk saja disana.” Junhong menunjuk satu kursi yang memang sudah di sediakan untuk SoHee. Yah, hanya satu kursi, karna Junhong tidak tau jika ada tamu dadakan yang datang bersama gadis itu.

SoHee menurut dan langsung duduk. Sementara Yongguk tetap berdiri. Tidak masalah, karna ia memang merasa penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Musik mulai mengalun. Ji Hyun keluar diikuti beberapa anak panti asuhan yang tentu saja sudah di kenal SoHee. Mereka berputar mengelilingi sesuatu, seperti menyembunyikan sebuah benda? atau mungkin seseorang, karna hingga saat ini Yongjae tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya.

Benar saja. Saat Ji Hyun dan anak-anak itu berpencar, Yongjae melompat keluar dan berhasil mendarat sempurna tepat di depan SoHee. Wajahnya ditutupi topeng dengan gambar lucu, yang SoHee yakini hasil buatan anak-anak panti asuhan.

Yongjae terkejut saat dilihatnya seorang pria yang belum pernah ditemuinya berdiri dengan tangan dilipat di atas dada, berdiri disamping SoHee. Seolah-olah ia adalah bodyguard yang siap melindungi gadis itu kapan saja. Yongjae terkejut melihat keberadaan Yongguk, namun dengan cepat ia mengontrol perasaannya kembali.

SoHee sudah tertawa lebar saat menerima uluran tangan Yongjae dan ikut menari, berputar, dan melompat-lompat tidak jelas dengan Yongjae, Ji Hyun, Junhong, serta anak-anak panti asuhan. Seolah tidak pernah merasakan kesedihan sebelumnya.

Yongguk tertegun. Benar dugaannya, jika SoHee tidak pantas berwajah sendu. Gadis itu terlihat jauh lebih hidup saat tersenyum, bahkan tertawa seperti saat ini. Gadis itu tidak boleh menangis lagi. Dan Yongguk berjanji akan hal itu.

Yongjae membiarkan SoHee bermain bersama Ji Hyun dan yang lain. Sementara ia duduk di tempat SoHee, berdekatan dengan Yongguk yang masih berdiri ditempatnya.

“Sepertinya kau berusaha keras untuk membuatnya tersenyum.” Ujar Yongguk tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari SoHee. Terlalu sayang untuk melewatkan obyek yang membuat dadanya bergemuruh dalam waktu sesingkat ini.

“Hanya usaha kecil, dengan banyak bantuan.” Balas Yongjae. Ia menatap Yongguk lalu tersenyum senang karna rencananya untuk membuat SoHee tersenyum berhasil. Gadis itu harus bahagia, dan Yongjae bertekat untuk mewujudkan hal itu.

“Dia terlalu berharga untuk merasakan kesedihan.”

Yongguk dan Yongjae menoleh, terkejut, karna keduanya bisa mengucapkan kalimat yang sama. Mereka saling melempar tatapan aneh satu sama lain. Tapi cukup untuk membuat masing-masing berpikir kalau sosok yang ada dihadapannya itu memang pantas tersenyum dan layak mendapatkan kebahagiaan.

Yongguk dan Yongjae terkejut saat SoHee tiba-tiba menghampiri keduanya dengan membawa pistol air. Dengan tanpa ampun SoHee menembaki Yongjae dan Yongguk secara bergantian hingga tubuh mereka semua basah.

******BangHee Series******

“Pakai ini.” Yongjae melempar satu stel pakaian ke arah Yongguk yang memeluk dirinya sendiri karna kedinginan.

Sementara SoHee yang merasa bersalah karna membuat semua orang basah sedang berada di dapur bersama Ji Hyun untuk membuat coklat hangat.

“Kau tidak pulang? Tidak dicari orang tuamu?” Tanya SoHee yang langsung mendapat gelengan dari Ji Hyun.

“Aku dan Junhong sudah izin. Lagipula kalau mereka tidak percaya, mereka bisa mencarinya kemari. Tapi eonnie, berterima kasihlah pada Yongjae oppa. Jika bukan karna dia, aku tidak mau membantu, apalagi ini untukmu.” Ujar Ji Hyun sewot yang membuat SoHee tertawa.

“Siapa dia?” Tanya Yongjae saat membantu SoHee membawa cangkir-cangkir berisi coklat itu keluar.

“Seseorang yang sudah menolongku di pesta malam ini. Aku tidak tau bagaiamana jadinya jika pria itu tidak ada.” Ujar SoHee, menyandarkan tubuhnya di pintu lemari es. SoHee terhenyak saat Yongjae berdehem. Meski tidak memperlihatkan secara jelas, tapi ada sedikit rasa cemburu di wajah Yongjae.

“Namanya Yongguk. Dia saudara tiri Himchan.”

Yongjae goyah. Hingga tanpa sengaja coklat panas itu mengenai tangannya. SoHee tersentak, ia buru-buru mengambil salep untuk luka bakar, namun sepertinya Ji Hyun bergerak lebih cepat.

“Biar aku yang mengolesinya. Eonnie, kau bisa melanjutkan pekerjaan Yongjae oppa.” Ujar Ji Hyun.

Yongjae menatap kepergian SoHee. Berhubungan dengan keluarga itu, lagi? Tidak bisakah SoHee jauh-jauh saja? Yang Yongjae takutkan adalah, Himchan memanfaatkan saudara tirinya itu untuk tetap mempertahankan SoHee dalam dekapannya. Bukannya tanpa alasan Yongjae mengatakan hal itu. Karna sepertinya….. pria yang bernama Yongguk itu juga memiliki ketertarikan pada SoHee, terlihat jelas setiap kali pria itu menatap SoHee.

******BangHee Series******

Himchan duduk di kursi yang terletak di halaman samping rumahnya. Ia hanya diam sedari tadi, memperhatikan ikan hias peliharaan Betty. Statusnya dan Moo Hyun memang sudah resmi menjadi suami istri, tapi bukan berarti pria itu akan suka rela mengobrol hangat dengan istri barunya itu, kan? Tidak, jika istrinya bukan SoHee.

Yongguk yang baru kembali dari panti asuhan menghampiri Himchan. Yongguk tau, saudaranya itu pasti menunggu suatu kabar yang ingin ia pastikan secara langsung. Himchan mengernyit saat melihat pakaian yang dipakai Yongguk berbeda dengan yang dipakainya dipesta semalam.

“Bajuku basah, dan ini baju pinjam.” Jawab Yongguk seakan mengerti apa yang ada dipikiran Himchan.

“Lalu SoHee?”

“Sama. Kami sama-sama basah disana.” Jawab Yongguk yang semakin membuat Himchan bingung. Yongguk tersenyum. “Ia tinggal ditempat yang tepat. Disebuah panti asuhan dengan beberapa anak dan seorang…” Yongguk diam. Nampak menimbang kata yang tepat untuk di ucapkan.

“Pria bernama Yongjae itu…. apa dia orang yang baik?” Tanya Himchan dengan berat hati. Setelah semalam akhirnya Eun Soo mau mengatakan apa yang sebenarnya padanya jika SoHee tinggal dipanti asuhan milik keluarga Jongup. Eun Soo mengatakan jika SoHee tinggal bersama seorang pria bernama Yongjae dan anak-anak panti asuhan. Yah, gadisnya tinggal satu atap dengan pria lain. Gadisnya? Masih bolehkah Himchan menyebut SoHee sebagai gadisnya setelah apa yang sudah ia lakukan pada gadis itu?

“Eh? Kau tau?” Alis Yongguk bertaut. “Hmm.. Dia baik.” Lanjutnya dengan enggan.

“Melihat kalian begitu akrab kemarin, aku penasaran. Apa kalian sudah pernah bertemu sebelumnya?” Himchan melemparkan pandangannya ke kolam.

“Aku hanya mendengarnya dari Appa dan Betty. Dan aku baru tau namanya sesaat sebelum pesta pernikahanmu berlangsung. Aku mendengar temannya memanggil gadis itu dengan sebutan SoHee. Dan aku melihat wajahnya yang tertekan. Jadi aku pikir mungkin dia gadis bernama SoHee. Tapi kemudian gadis itu mengatakan jika pernah melihatku sebelumnya. Tapi aku tidak bisa mengingatnya.”

Himchan mendongak, melihat saudara tirinya itu serius. Menunggu pria itu melanjutkan ucapannya.

“Aku tau ini akan menyakitimu, tapi aku adalah orang yang jujur dan akan mengatakan apa yang harus ku katakan.” Yongguk diam sejenak. “Dia membuang cincin pemberianmu ke laut.”

Himchan tertohok. Bahkan SoHee sudah membuang cincin yang diberikannya beberapa saat yang lalu dengan tangannya sendiri? Himchan merasakan bahunya ditepuk pelan. Yongguk pamit, melangkah masuk ke dalam rumah. Meninggalkan Himchan sendiri yang hanya bisa menghela napas perih. Hatinya mati. Benar-benar mati.

******BangHee Series******

“Bagaimana pestanya? Bagaimana keadaanmu sekarang?” SoHee menggigit bibir bawahnya saat seorang di ujung telpon bertanya dengan tidak sabar.

“Pestanya ramai. Dan aku sedikit baik.” Jawab SoHee jujur. Entah kenapa sakit hatinya sedikit berkurang dari sebelumnya. Apa karna ia sudah membuang cincin Himchan? Dan meninggalkan semua tentang pria itu? Atau karna hiburan yang di dapatnya semalam?

SoHee memang selalu berkata jujur pada Daehyun. Karna SoHee tidak pernah bisa berbohong pada kakaknya? Kakaknya? Yah, meski pria itu mengatakan jika ia bukan kakak kandungnya yang sebenarnya, tapi tetap saja SoHee menganggap Daehyun sebagai kakaknya. Karna pria itu sudah menjaganya sejak kecil.
“Daehyun oppa, bagaimana Gi Yun eonnie?” SoHee teringat akan masalah yang dihadapi pria itu.

Daehyun menghembuskan napas berat, mengarah frustasi. “Tiga hari lagi sidang perceraian kami.”

“APA????!!!!!”

******BangHee Series******

“Kau mau kemana?”

“Tidur di sofa. Memangnya kau pikir aku akan dengan senang hati tidur di satu ranjang yang sama denganmu begitu?” Ucap Himchan dingin sambil menata bantalnya di atas sofa.

Pagi-pagi sekali Himchan pergi menemui Yongguk untuk menanyakan tentang SoHee. Dan setelah mendapat jawaban, ia kembali ke rumah keluarga Choi, dimana ia berada seharusnya setelah menikah.

“Bahkan setelah kau menjadi milikku, kau masih tidak mau menatapku, oppa?” Ucap Moo Hyun dengan sorot mata terluka. Ia benar-benar merasa harga dirinya sudah di injak-injak oleh pria bernama Kim Himchan itu.

Himchan tak menggubris ucapan Moo Hyun meski ucapan gadis itu sempat membuat hatinya merasa kasihan. Wajah Moo Hyun yang bahagia, dan wajah SoHee yang terluka terus terbayang dipikirannya.

Himchan menepis jauh rasa kasihan itu lalu berbalik memunggungi Moo Hyun. Menarik selimut sebatas leher lalu memejamkan matanya.

“Apa salahku oppa? Keluargamu butuh bantuan dan abeoji memberikannya. Apa itu salah jika akhirnya kebetulan itu menyatukan kita? Karna aku memang menyukaimu.” Ujar Moo Hyun dengan suara tercekat. Bahkan meski Himchan tidak melihatnya, pria itu bisa memastikan jika gadis yang sudah menjadi istrinya itu menangis tertahan.

“Tidurlah. Aku lelah.” Balas Himchan melunak. Meski terdengar sangat malas dalam nada bicaranya.

******BangHee Series******

“Nyonya Ok?” Ok Gi Yun tersentak saat wanita dihadapannya memanggil cukup keras.

“Maaf.” Ucapnya tak enak hati.

Wanita yang ada didepannya itu menghembuskan napas pelan, antara kesal dan kasihan. Raut wajahnya memang terlihat jutek dan dingin, tapi sebenarnya ia adalah orang yang mengerti lebih baik kasus Gi Yun.

“Anda anda yakin, benar-benar menginginkan perceraian ini?” Ulang wanita itu lagi.

Gi Yun diam. Ia sungguh bingung sekarang. Sejujurnya, ia tidak ingin berpisah dengan Daehyun, tapi ia tidak sanggup lagi berada disamping pria itu. Wanita mana yang rela melihat suaminya bersama wanita lain sekalipun mereka mengatakan jika hubungannya hanyalah sekedar adik dan kakak? Bahkan bukan kandung! Terlebih lagi gadis itu baru saja berpisah dengan kekasihnya. Siapa yang berani menjamin kalau perpisahan gadis itu dengan kekasihnya bukan karna Daehyun?

“Jika anda bimbang seperti ini, saya jadi bingung nyonya.” Ujar wanita itu tegas. Membuat Gi Yun menelan ludahnya susah payah. Pengacara yang ada di hadapannya itu bukanlah pengacara sembaranga. Ia selalu sukses memenangkan tiap perkara dari klien-nya.

Tepat sebelum Gi Yun menjawab pertanyaan dari pengacaranya, gadis yang menjadi penyebab retaknya hubungannya dan Daehyun muncul. SoHee memaksa Gi Yun untuk memberinya sedikit waktu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“Kita bicara nanti. Aku sedang sibuk.” Tolak Gi Yun mentah-mentah.

“Eonnie!!!”

“Aku bukan eonnie-mu!!” Sahut Gi Yun cepat.

SoHee mendesah pelan. Wajahnya nampak sedih dan bersalah. “Daehyun oppa tidak ingin bercerai denganmu Gi Yun-ssi.”

“Jadi kau ingin bertemu denganku hanya karna masalah ini, hmm?” Ucap Gi Yun sinis, menunjukkan ketidaksukaannya pada gadis itu.

“Daehyun oppa mencintaimu. Kami tidak mempunyai hubungan apapun jika itu yang kau pikirkan. Daehyun oppa menyelamatkanku saat aku berumur tiga tahun, dan menjadi sosok kakak yang baik bagiku selama ini.” Jelas soHee panjang lebar.

“Tapi kalian tidak memiliki hubungan darah. Kau putus dengan kekasihmu dan aku akan bercerai darinya. Bagus bukan?”

SoHee menggeleng kuat. Merasa sakit hati saay Gi Yun mengatakan hal itu. Bagaimana tidak? Dirinya menjadi sumber masalah bagi dua orang yang sangat disayanginya.

“Daehyun oppa sangat mencintaimu, dan dia tidak bisa melihat wanita lain. Aku tau itu. Sebagai istri harusnya kau paham, Gi Yun-ssi.” Gi Yun terkejut mendengar pernyataan SoHee. Ternyata gadis itu bisa juga melontarkan kata-kata pedas.

“Dengar. Daehyun berada disampingmu selama ini dan menjadikanmu sebagai adik hanyalah sebuah alasan. Ada sebuah rahasia besar yang disimpannya. Ia selalu menyembunyikan padaku dengan alasan tanggung jawab, dan sialnya dia tidak pernah mau mengatakan apa tanggung jawab itu. Padahal sampai saat ini masih resmi sebabai istrinya.” Ujar Gi Yun dingin. Sangat tidak bersahabat dan membuat SoHee tercekat.

“Alasan lain? Tanggung jawab?” Lirih SoHee. Gadis itu sendiri tidak tau jika masih ada alasan lain. Daehyun hanya mengatakan pada SoHee, jika ibunya menemukan gadis itu saat berumur tiga tahun. Sejak itu, Daehyun menjaga SoHee seperti adiknya sendiri.

“Sudah tidak ada lagi yang ingin kau sampaikan? Kalau begitu cepat pergi. Aku masih ada urusan lain.” Usir Gi Yun tanpa basa-basi.

******BangHee Series******

SoHee memasuki pintu cafe. Pikirannya terpecah kemana-mana hingga tidak memperhatikan sekelilingnya. Ia duduk di sudut ruangan, menunggu pelayan menghampirinya untuk menanyakan pesanan.

“Sepertinya sedang kehilangan semangat.” Yongguk menyesap moccachino-nya ke tempat SoHee duduk.

“Eh, Yongguk-ssi, bagaimana kau bisa ada disini?” Tanya gadis itu kaget.

“Kau berjalan tanpa nyawa?” Tangan Yongguk terangkat, menyentuh kening SoHee yang berkeringat dingin. Lalu mengusapnya lembut. Napas SoHee tercekat. Sentuhan pria yang ada dihadapannya itu begitu lembut. Tapi kenapa Yongguk tidak segera menurunkan tangannya dari wajahnya???

“Terima kasih.” Ucapnya cepat, hingga Yongguk tersadar jika ia harus segera menurunkan tangannya.

“Aku menyebabkan perceraian kakakku. Dan itu membuatku merasa terbebani.”

Yongguk mengernyit. “Memangnya kau menggoda suaminya?”

“Yak!! Bukan seperti itu.” Seru SoHee. Ia melotot sempurna ke arah Yongguk.

“Kalau begitu jauhi saja keduanya.” Ujar Yongguk spontan. Menjauhi keduanya? Darimana ia bisa memiliki pikiran jelek seperti itu??

“Yongguk-ssi. Kau mau membantuku atau menjerumuskanku?” Yongguk tersenyum tanpa dosa, lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Kau tidak berkutu, kan?” Goda SoHee.

“Aish! Menyebalkan. Kepalaku bersih!” Seru Yongguk kesal hingga membuat SoHee tertawa geli.

******BangHee Series******

Daehyun menyeret Gi Yun keluar dari ruang sidang. Tak menggubris rintihan Gi Yun atau teriakan pengacaranya.

“Hasil perceraian belum di putuskan dan dia masih istriku Lee Na Mi-ssi! Jadi menjauhlah sekarang!” Bentak Daehyun saat pengacara istrinya itu terus mengikutinya.

Gi Yun merintih kecil saat Daehyun terus menariknya dan memaksanya masuk ke dalam mobil dengan kasar. Daehyun memutar mobilnya dengan cepat, meninggalkan tempat terkutuk itu secepat mungkin.

Daehyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan abnormal, membuat Gi Yun menjerit ngeri. Daehyun tidak perduli. Ia benar-benar kalut sekarang. Sidang perceraian tahap pertama memberi kesempatan bagi keduanya untuk memperbaiki hubungan mereka.

Tadinya, Daehyun bisa menyelesaikan semuanya sendiri dan tetap membiarkan rahasia itu tersembunyi sekaligus mempertahankan Gi Yun agar tetap berada disisinya. Mempertahankan rumah tangganya. Tapi ternyata….. Tidak bisa ya?

Mobil Daehyun terpakir sembarangan ditempat yang di datanginya dua minggu yang lalu. Dengan kesal Daejyun keluar dari mobil dan menaiki undakan tangga menuju pintu masuk tanpa menoleh sekalipun ke arah Gi Yun yang entah mengikutinya atau tidak.

Gi Yun tau kemana Daehyun membawanya. Ia hanya menghembuskan napas berat lalu mengikuti langkah suaminya. Langkah Gi Yun terhenti saat melihat Daehyun duduk tertunduk di depan foto ibunya.

“Eomma-ku membunuh kedua orang tua SoHee.” Ucapnya pelan, yang reflek membuat Gi Yun membulatkan matanya. Juga menutup mulut agar tidak menjerit kaget.

Daehyun berdiri, berbalik menghadap Gi Yun. Ia mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya dan menyodorkan pada Gi Yun. Sebuah liontin.

“Dua puluh tahun yang lalu, eomma tidak sengaja menabrak sebuah mobil. Ia terlalu takut untuk mengakui perbuatannya. Eomma melihat kedua orang yang ada di dalam mobil sudah tidak sadarkan diri. Sementara balita yang duduk dibelakang masih menangis. Eomma yang panik mengambil balita itu dan membawanya pulang.”

“Eomma merasa tertekan setiap kali melihat SoHee. Perasaan bersalah begitu membebaninya. Sekalipun eomma tidak pernah mengatakannya padaku, tapi aku bisa melihatnya. Eomma memintaku untuk menjaga, mengawasi, merawat, dan melindungi SoHee. Mengusahakan agar gadis itu tidak terluka meski aku tidak tau apa itu termasuk luka hatinya. Karna jika iya, maka aku sudah gagal mengemban tanggung jawab yang diberikan eomma.”

“Alasan dan rahasia inilah yang aku sembunyikan darimu. Aku tidak ingin siapapun tau jika eomma-ku adalah seorang pembunuh. Meski itu sebuah kecelakaan, tapi tetap saja yang menjadi penyebab kecelakaan itu adalah eomma.”

Daehyun menatap Gi Yun pedih. Matanya memerah, tak kalah dengan Gi Yun yang sudah menangis tertahan. Hatinya hancur melihat Daehyun-nya hancur seperti ini.

“Apa kau masih berpikir kalau aku dan SoHee masih terlibat sebuah hubungan lain? Selain kenyataan bahwa AKULAH YANG MENYEMBUNYIKAN DARINYA KALAU EOMMA SUDAH MEMBUNUH ORANG TUANYA!!”

Gi Yun langusung mendekati Daehyun dan memeluk suaminya yang bergetar itu. “Maaf, maafkan aku. Aku mohon maafkan aku, yeobo.” Gi Yun memeluk Daehyun erat. Ia benar-benar merasa bersalah, karna sudah bersikeras tidak mempercayai Daehyun, suaminya.

Sekarang.. Suaminya itu tertekan karna harus mengungkap kenyataan pahit yang sudah ia sembunyikan bertahun-tahun. Dan betapa bodohnya Gi Yun sudah menuntut cerai dari Daehyun yang sedang menebus dosa untuk ibunya.

“Maafkan aku.” Ucap Gi Yun lagi. Perlahan tangan Daehyun melingkari punggung istrinya, balik memeluk wanita itu dengan erat. Sangat erat. Sementara wajahnya ia sembunyikan di bahu istrinya, menangis disana.

to be continue

9 Komentar

  1. OH MY GOD! Semuanya jadi lega gitu pas Daehyunnie Oppa dipeluk sama Giyun fiuuuhhhh
    Akhirnya udah selesai masalah Oppa sama Istrinya. Adegan itu bener2 di bayangin sama aku eonnie, itu berasa di drama aja aku suka banget! Apalagi pas Oppa nangis di pelukan Giyun, duh hati ikut perih eonnie perih /plak
    .
    .
    Himchannie Oppa yang belum selesai2 ini, kayanya susah deh jatuh cinta ke MooHyun, tapi pasti ntar lama2 mungkin bisa.
    Hmm Banghee!!! Ya ampun BangHee!!! Sumpah deh eonnie ini padahal cuma sentuhan2 kecil tapi bener2 ngebuat Betty gregetan!!! Hahaha :v
    Sumpah itu keren banget!!!
    .
    .
    Kayanya Youngjae Oppa mau sakit hati nih😦 semoga yah JiHyun bisa menggantikan Sohee di hati Youngjae Oppa /hasek
    .
    .
    Maaf eonnie, aku baru baca sekarang. Padahal ini di post jam 4 haduh telat mulu nih akunya T.T Maaf eonnie.
    BETTY.

  2. Run Evil Nur

    Ahh daehyun emg suami idaman/? Baik bgt sih huohuo….. Ayo banghae kapan jadian wkwk….. Himchan sampe kapan mau mikirin sohee mulu, kasih kesempatan buat moo hyun lahh…. Next part ditunggu thor~~~ penasaran atuhlah

  3. dehyuun akhirnyaaa~~~~~~
    hiks berat banget ya idupnya daehyun, stay setroong, akhirnya giyun unnie sadar juga xD
    eciyee yongjee aku kirain mau nembak lol

  4. resti

    Day tertekan banget
    O(╥﹏╥)o..O(╥﹏╥)o..O(╥﹏╥)o

    Semoga BangHee cepet jadian,,,, 😉

    Himchan cobalah membuka hati walau sedikit untk moo hyun,,

    Untk Yongjae tetep aku padamu❤❤

    Mb' astred Ganbatte,,,,,,

  5. Ira

    Ternyata itu yg disembunyiin daehyun.. Tapi dngan trungkapnya rahasia itu masalah sama giyun juga selesai yaa.. Alhamdulillah yaa.. *alaSyahrini
    Aaa… BangHee momen emang sesuatu.. Yongguk aja bisa ada di tmpat dimana Sohee ada, ikatan batin mungkin yaa..
    Kyaknya youngjae harus siap2 potek, dan nerima jihyun nih.. Hehe
    Next part ditunggu kak..😀

  6. HyunGi couple sweet bangeett >_,< apa lgi kalo tar uda ketahap selanjutnya kyaaa gk sabar nunggu moment itu BangHee :* :*❤
    Youngjae potek pan ?? ada saingan berat u.u yg sbar ye Jay Jihyun masi nganggur kok kekkk
    finally ngenes sih gue liat ChanMoo couple hiks hiks kesian jga si moohyun tpi gue blom rela jga channie sma moohyun #hugchannie :p
    wktu part Dae ngakuin siapa itu sohee jujur mta gue jga merah mo mewek hiks #epekkipasangin *hoek
    part ini suka banget BangHee moment next Chapt banyakin BangHee moment ya kak ^^

  7. Kalo orang tua sohee meninggal karena eomma nya daehyun, terus haerim & taepyung itu siapa?? Jangan” yg meninggal bukan orang tua kandungnya sohee?

    *penasaran*

  8. nayaizbbb

    Yang di akhir itu bikin greget bgt sih… *mewek bersama Daehyun. eh!*

    Wkwkwk suasana BangHee bener2 menimbulkan keceriaan.. ada aja yang bikin ketawa *BYG kutuan wkwkwk*

    Hatiku ikutan ngenes saat adegan kamar HimMoo *yg tabah Moo hyun*

    Oke Fix!!

    Di tunggu kelanjutannya Milanistred!!
    Semangat!!!

  9. Choi Hye Jin

    Endingnya bikin gemeter..
    sweet, hurt, and sad secara bersamaan😉

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: