AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

BangHee Series: Chapter 6 :: Easy


CHAPTER 6: Easy

Ajik nae mamsogen nega neomunado gipjyo lady
Kau wanita yang ada di lubuk hatiku yang paling dalam

Utjiman i’m not ok i’m not not not ok (oh baby baby)
Aku tersenyum tapi aku tidak baik-baik saja, aku tidak tidak tidak baik baik saja (oh baby baby)

Iksukhaejin ne hyanggiga ajik naege meomuljyo
Aromamu yang tak asing lagi seakan tak mau pergi dariku

Sen cheokhaebwatja maeumman apa
Mencoba terlihat kuat hanya membuat hatiku terluka

Niga naege haetdeon mal
Kata-kata yang kau ucapkan padaku

Heeojimyeon nan dasineun an bwa
Jika kita berakhir, aku tidak akan pernah melihatmu lagi

Jigeum gajang huhoedoeneun mal
Kata-kata yang aku sesali hingga saat ini

Daehyun turun dari Hyundai putih. Merapikan jas hitamnya sebentar lalu mengambil bouquet bunga lili dari dalam mobil. Setelah menutup pintu mobil pelan, ia menarik napas sebelum memasuki gedung Chongah Park Crematory.

Daehyun berjalan santai, tidak ragu kemana kakinya melangkah. Karna ia sudah berulang kali datang ke tempat itu. Setelah berbelok, ia memasuki sebuah ruangan dengan banyak foto orang yang sudah meninggal terpajang di lemari kaca.

Daehyun menghentikan langkahnya di depan foto sang ibu. Mengganti bunga yang sudah layu dengan bunga lili baru dan segar yang dibawanya tadi. Setelah menyalakan dupa, Daehyun memejamkan mata untuk berdo’a.

Beberapa menit kemudian, Daehyun membuka mata dan tersenyum lirih. “Eomma, saat ini aku bingung. Pesanmu padaku untuk melindunginya dan tidak membiarkan dia terluka, apa itu termasuk luka hatinya? Mengobati luka hati yang dirasakannya? Kalau iya, tolong katakan padaku bagaimana caranya? Ini sangat berat untuk ku jalankan. Apa eomma mengerti perasaanku?”

“Eomma memberiku amanat untuk menjaga dan melindunginya, jangan sampai membuatnya terluka. Tapi pada kenyataannya, aku membuat orang-orang yang ku cintai terluka. Gi Yun, Hyun Ra, dan juga aku, keluarga kecilku terancam berantakan. Sementara aku juga tidak bisa melindunginya. Dia terluka eomma. Karna orang yang di cintainya hari ini menikah. Jadi beri aku petunjuk, apa yang harus ku lakukan eomma? Bolehkah aku mengatakan pada Gi Yun yang sebenarnya? Aku juga harus mempertahankan keluarga kecilku.”

Daehyun menghela napas. Ia benar-benar bingung sekarang. Apalagi yang harus dilakukannya. Gi Yun menuntut cerai dan hak asuh Hyun Ra darinya. Daehyun berharap, semoga sang ibu mendengar curhatannya dan memberi petunjuk tentang apa yang harus di lakukannya.

******BangHee Series******

SoHee menggigit bibir bawahnya. Masih di depan cermin, memandang dirinya sendiri yang nampak cantik, dengan aura menyedihkan. Bagaimana tidak? Moo Hyun benar-benar mengundangnya dalam pernikahannya dengan Himchan.

SoHee menarik napas berat. Ia sudah hampir menangis. Bagaimana nanti? Saat melihat sosok Himchan yang pastinya tampan dalam balutan tuksedo putih yang pernah mereka pesan untuk rencana pernikahannya dan Himchan.

“SoHee-ya.” SoHee menoleh saat Yongjae memanggil namanya.

“Kau sungguh akan datang?” Tanya Yongjae khawatir.

“Bukankah kau yang mengatakan jika aku harus menghadapinya? Dengan begitu aku bisa benar-benar melepasnya.” Ujar SoHee. Tatapannya tidak fokus.

“Kau ingin ku temani?” Yongjae menawarkan diri.

“Tidak perlu. Sungguh. Aku baik-baik saja.” SoHee tersenyum, meski Yongjae tau kalau gadis itu terluka.

“Kau harus berjanji padaku. Pulanglah dalam keadaan baik-baik saja. Kau harus mengakhirinya sendiri SoHee-ya. Hari ini, lepaskan dia. Tinggalkan kenangan tentang kalian ditempat pernikahan itu. Janji?”

Mata SoHee berkaca-kaca mendengar ucapan Yongjae. Ia mengangguk sambil menahan tangis, reflek memeluk Yongjae. Dan entah sejak kapan Yongjae mulai menyayangi SoHee. Bukan sebagai teman, atau rekan, tapi sebagai seorang pria kepada wanita. Ia ingin selalu melindungi SoHee. Tidak membiarkan satu tetes air matapun menodai wajah gadis itu. SoHee terlalu berharga untuk disakiti.

“Jangan menangis. Meski Moo Hyun adalah pengantinnya, kau harus jadi yang paling cantik. Agar semua orang tau, betapa berharganya dirimu untuk di sia-siakan.”

******BangHee Series******

“SoHee-ya, kau baik-baik saja?” Eun Soo menoleh ke belakang, tempat SoHee duduk dengan tenang. Sementara Jongup melihatnya dari spion.

“Yah.” Sahutnya lemah.

“Aku tidak menyangka kau memiliki hubungan serumit itu dengan Himchan. Karena yang ku tau dia dulu adalah kekasih Ha Gun, kakak Moo Hyun yang akan menjadi kakak iparnya.” Ujar Jongup yang sontak membuat SoHee dan Eun Soo menatap ke arahnya. Bahkan dua gadis itu baru mendengarnya.

“Kalian tidak tau?” Tanya Jongup gugup. Ah sepertinya ia salah bicara.

“Tidak apa. Lagipula itu tidak penting sekarang.” Jawab SoHee lemah.

Setelah itu tidak ada obrolan yang berarti di antara mereka. Eun Soo dan Jongup hanya berbicara seadanya, karna SoHee juga sibuk dengan dunianya sendiri.

Mobil Jongup memasuki gedung parkir tempat berlangsungnya acara. Eun Soo turun berjalan hendak memasuki gedung bersama Jongup, sementara SoHee masih diam membeku.

“SoHee-ya.” Panggil Eun Soo.

“Kalian duluan saja.” Sahut SoHee.

“Jika kau tidak siap, kita bisa pulang.” Usul Jongup yang di setujui Eun Soo.

“Tidak. Ayo masuk.” Ujar SoHee akhirnya, menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan.

“Jadi gadis itu yang bernama SoHee?” Yongguk yang memang baru datang sempat memperhatikan SoHee dan mendengar percakapan mereka. Yongguk berjalan dibelakang SoHee, mengikuti langkah gadis itu perlahan. Ada rasa iba dan simpati dalam diri Yongguk terhadap gadis itu, setelah Himchan menceritakan bagaimana awal hubungannya dengan SoHee hingga harus berakhir seperti ini.

******BangHee Series******

SoHee mengalihkan tatapannya dari mata Himchan saat pria itu berjalan di atas karpet merah. SoHee tau pria itu terus menatapnya, meski pada akhirnya Himchan membuang muka dan mulai menatap lurus ke depan, ke arah pendeta yang sudah menunggunya di altar.

SoHee tersenyum getir. Rasanya sesak. Tidak ada kata-kata lain yang bisa menggambarkan betapa sakitnya hati SoHee. Sementara itu, di hadapan SoHee berdiri Yongguk yang sedari tadi terus memperhatikannya dengan seksama. Matanya tak teralihkan meski pengantin wanita sudah lewat, berjalan menuju Himchan.

Yang ingin Yongguk lihat adalah SoHee. Seberapa besar gadis itu bisa bertahan melihat pemandangan menyakitkan yang ada dihadapannya itu. Meski SoHee sama sekali tidak menyadari jika Yongguk terus memperhatikannya sejak diluar hotel.

Himchan dan Moo Hyun berpegangan tangan. Keduanya mengucap janji setia dihadapan para tamu. Wajah Moo Hyun begitu behagia, berbeda dengan Himchan yang datar, seperti patung.

Acara pemberkatan itu berjalan lancar. Seorang MC juga sudah mengambil alih acara untuk menghibur para tamu. SoHee agak memisahkan diri meski ia masih bisa melihat pasangan pengantin baru itu dengan jelas.

Seperti biasa, acara lempar bunga menjadi acara yang selalu ditunggu. Sayangnya SoHee sama sekali tidak berniat untuk mengikutinya. Memang dengan siapa ia akan menikah? Sementara hatinya baru saja…. mati.

Eun Soo menarik tangan SoHee. Mengajak gadis itu ikut berkerumun diantara tamu yang lain untuk memperebutkan boquet bunga. Dan beruntungnya SoHee, karna tanpa berebut-pun boquet bunga itu jatuh tepat di tangannya.

Sayangnya tubuh SoHee oleng karena dorongan dari gadis-gadis yang coba memperebutkan boquet bunga itu. SoHee mungkin saja akan menjadi bahan tertawaan para tamu, jika tidak ada seseorang yang merangkul pinggang dan memegang tangannya.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya pria tampan yang hanya berjarak beberapa centi saja dari SoHee.

SoHee mengangguk, lalu melepaskan diri dari pria itu. SoHee menatap tamu-tamu yang memperhatikannya. Rupanya SoHee sudah mengalihkan perhatian para tamu. Dan SoHee hanya bisa menatap perih boquet bunga yang ada ditangannya itu.

******BangHee Series******

Yongguk berjalan mendekati Himchan dan Moo Hyun yang berdiri disamping orang tuanya masing-masing. Yongguk menunduk singkat lalu mendekati Moo Hyun.

“Bolehkah aku berdansa dengan saudara iparku?” Yongguk menengadahkan tangannya pada Moo Hyun yang menatapnya bingung. Gadis itu ngeri melihat tingkah Yongguk yang terkesan….. sangat sopan? Berbeda dengan Yongguk yang ditemuinya beberapa hari lalu.

Moo Hyun meletakkan tangannya di atas tangan Yongguk, sementara Yongguk memberi kode pada Himchan. Himchan menghembuskan napas singkat lalu mengangguk samar ke arah Yongguk.

Himchan mendekati SoHee. Ia melakukan hal yang sama seperti apa yang Yongguk lakukan pada gadis yang sejam lalu resmi menyandang status menjadi istrinya, Moo Hyun. Himchan mengajak SoHee berdansa.

Himchan dan SoHee berdansa dalam diam, membuat waktu berjalan lambat. SoHee tidak tau harus mengatakan apa, ia takut tidak bisa mengontrol perasaannya dan malah menangis dihadapan Himchan.

“Maafkan aku sudah membuatmu terluka, SoHee-ya.”

SoHee tetap diam sekalipun Himchan mengatakan hal itu. SoHee mengalihkan pandangannya dari tatapan Himchan. Permintaan maaf sekalipun tidak akan bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Dan sungguh, saat ini SoHee sedang berusaha sekuat tenaga agar pertahanannya tidak runtuh.

Sementara itu Yongguk menyeringai menatap Moo Hyun. “Bagaimana rasanya menjadi Nyonya Kim, Moo Hyun-ssi?”

“Bahagia. Apalagi memangnya?” Cibir Moo Hyun, sarkatis.

“Semoga kebahagiaanmu tidak hanya untuk satu atau dua jam kedepan Moo Hyun-ssi. Dan karna kau mencintai Himchan, kau harus siap menderita bersamanya dan menghadapi sifatnya.” Do’a Yongguk, tulus.

“Tentu saja. Aku tidak ingin usahaku selama ini sia-sia.” Moo Hyun tertawa renyah lalu melempar pandangannya ke tempat ia meninggalkan Himchan. Namun suaminya itu tidak ada ditempat. Moo Hyun mempertajam penglihatannya saat ia melihat siluet putih berdiri di balkon dengan seorang gadis.

“Biarkan mereka berbicara sebentar.” Ucap Yongguk datar, tentu saja hal itu membuat Moo Hyun marah, kesal.

Moo Hyun mendelik. Bagaimana mungkin Yongguk memintanya untuk membiarkan Himchan berdekatan dengan gadis yang jelas-jelas masih di cintai suaminya?

Tidak! Moo Hyun tidak bisa menuruti keinginan Yongguk. Moo Hyun menepis tangan Yongguk yang berusaha menahannya. Ia berjalan ke arah balkon, sementara Yongguk mengikutinya dibelakang. Yongguk melihat tangan Moo Hyun terkepal kencang. Sebelum wanita gila itu berbuat lebih jauh, Yongguk menarik tangan SoHee menjauh.

SoHee terkejut, namun ia tidak memberontak saat Yongguk menarik tangannya. Karna SoHee tau, pria itu datang bersama istri sah Himchan.

“Terima kasih banyak untuk semua hal yang sudah kau lakukan.” Ujar SoHee tulus saat mereka berada di pinggir kolam renang hotel, duduk di kursi kayu tempat orang-orang biasa merebahkan diri seusai berenang. SoHee mengingat insiden jatuh yang hampir membuatnya malu, juga untuk apa yang baru saja dilakukan pria itu dengan membawanya pergi.

Yongguk tersenyum mendengarnya. “Kau tidak perlu berpura-pura terlihat tegar. Jika kau ingin menangis. Menangis saja.”Ucapnya saat melihat mata SoHee mulai berkaca-kaca.

Dan benar, SoHee tidak sanggup lagi menahan perasaannya. Air matanya jatuh, semakin lama semakin deras. SoHee menggigit bibir bawahnya yang bergetar hebat. Yongguk reflek mengulurkan tangannya, menarik gadis itu ke dalam pelukannya. SoHee semakin menenggelamkan wajahnya di dada Yongguk. Yongguk menegang saat merasakan tangan SoHee melingkar di pinggangnya. Sedetik kemudian SoHee menangis sejadinya.

Sepuluh menit mereka dalam keadaan seperti itu. Yongguk menepuk-nepuk bahu SoHee pelan, meletakkan dagunya di atas kepala gadis itu. Bahkan Yongguk dan SoHee tidak menyadari jika Himchan menatap keduanya. Himchan berjalan lemah, kembali masuk ke ballroom hotel tempat resepsi pernikahannya berlangsung.

Setelah Yongguk merasa SoHee cukup tenang, karna telah mengeluarkan semua bebannya, pria itu mulai membuka mulut. “Hei dadaku tidak gratis. Apalagi kau sudah menodai jas yang di jahit oleh ibuku ini dengan air mata.”

SoHee menjauhkan tubuhnya dari Yongguk, dan menatap pria itu dengan ekspresi campur aduk.

“Aku serius.” Yongguk membulatkan matanya, memberi penekanan.

“Bagaimana aku harus membayar dadamu? Kalau jas, aku akan bertanggung jawab.” Ucap SoHee saat melihat jas Yongguk yang memang basah, ternodai oleh air matanya. Di ujung kerah jas Yongguk terdapat sulaman dengan inisial huruf B yang mengingatkan SoHee pada sapu tangan yang ditemukannya tempo hari.

“Dengan senyuman. Untuk bayaran satu paket dada plus jas yang kau gunakan.” Ucap Yongguk.

“Eh?” SoHee terkejut.

“Dengan senyumanmu, nona. Setiap kali kita bertemu, kau harus memberikan senyumanmu padaku. Aku tidak menerima kesedihan, apalagi air mata.” Ujar Yongguk yang membuat SoHee tersenyum tulus.

Yongguk berdecak. Gadis yang ada dihadapannya itu terlihat begitu berbeda saat tersenyum. Bahkan cantik saja belum cukup untuk menggambarkan wajah gadis itu.

“Namamu SoHee?” Tanya Yongguk yang mendapat anggukan dari SoHee. Tiba-tiba SoHee membuka mulutnya lebar.

“Aku ingat! Kau pria itu. Pria yang bersama mantan bosku.”

Yongguk mengernyit. “Jadi kita sudah pernah bertemu sebelumnya?”

SoHee mengangguk. “Aku melihatmu berbicara dengan Yong Hwan sajangnim waktu itu. Jika boleh tau, kalian mempunyai hubungan apa?”

“Kata Moo Hyun, aku adalah putra tersembunyi bosmu.” Yongguk tersenyum kecut.

Terkejut? Tentu saja. SoHee tidak percaya jika pria yang berdiri di hadapannya itu adalah putra kandung Yong Hwan. Selama ini ia hanya mendengar rumor, dan SoHee tidak pernah berpikir jika itu benar.

“Lalu, saat kau menjatuhkan sapu tanganmu. Aku mendengar samar-samar kau mengatakan jika ibumu kritis. Bagaimana keadaannya sekarang?” SoHee menggigit bibir bawahnya, ragu. Ia membuka tas tangannya, mencari sapu tangan berinisial B yang selalu dibawanya.

“Jadi sapu tangan itu ada padamu? Syukurlah. Aku pikir aku tidak bisa melihat sapu tangan itu lagi karna hilang. Sapu tangan itu adalah benda terakhir yang di sulam ibu sebelum ia kritis dan akhirnya….. meninggal.” Ujar Yongguk. Ada sorot perih sekaligus lega dari matanya.

“Benarkah? Maaf aku tidak tau. Tapi sepertinya aku tidak membawa sapu tangan itu sekarang. Aku tidak tau kalau kita akan bertemu ditempat seperti ini.”

“Tidak apa-apa. Dengan begitu aku punya alasan untuk bertemu denganmu lagi.” Yongguk berdiri, mengulurkan tangannya ke arah SoHee. Sedikit terkejut, namun tak urung SoHee menerima uluran tangan pria itu.

Tidak dapat dipungkiri jika perasaan SoHee jauh lebih baik sekarang, setelah menumpahkan semuanya dengan tangis di dada pria itu.

******BangHee Series******

Tanpa sengaja SoHee menubruk seorang wanita hingga membuat minuman yang di pegang wanita itu tumpah mengenai dress putih SoHee. SoHee menunduk dalam-dalam, merasa bersalah meski ia sendiri yang menjadi korban.

“Kau tidak apa-apa? Maaf pakaianmu jadi kotor.” Ucap wanita itu lembut, terlihat ada penyesalan dimatanya.

“Saya yang bersalah nyonya, karna saya yang sudah menabrak anda.” SoHee hendak menunduk lagi tapi dihentikan oleh wanita itu.

“Ada apa Hae Rim-ah?”

SoHee dan wanita bernama Hae Rim itu menoleh saat seorang pria bertubuh tinggi, kurus dengan wajah tampan tapi tegas menghampiri keduanya.

“Gadis ini tidak sengaja menabrakku dan minumanku tumpah mengenai dress yang dipakainya.” Jawab Hae Rim pada pria itu. Ia lalu mengalihkan pandangannya kembali ke arah SoHee. “Kau benar tidak apa-apa?”

“Sungguh nyonya. Saya hanya perlu membersihkan ini di toilet. Permisi.” SoHee menunduk dan berbalik. Pergi dengan menahan malu karna orang-orang melihat ke arahnya.

“Mari aku temani.” Ucap Hae Rim yang menghentikkan langkah SoHee. Hae Rim melihat sebentar ke arah pria yang SoHee duga sebagai suaminya itu lalu mengangguk.

SoHee tersenyum canggung saat Hae Rim membersihkan dress-nya dengan sapu tangan yang dibasahi. Memang tidak bisa hilang seutuhnya, tapi setidaknya cukup agar terlihat tidak terlalu bernoda.

“Kau bisa membawa gaunmu ke rumahku. Aku akan menggantinya.” Ucap Hae Rim, menyodorkan kartu namanya.

“Tidak perlu nyonya, sungguh ini salah saya.” Ucap SoHee tak enak hati.

“SoHee-ya!” Tiba-tiba Eun Soo muncul dan menghampiri SoHee. Sementara senyum Hae Rim perlahan memudar.

“SoHee? Apa namamu SoHee? Lalu siapa nama keluargamu?” SoHee merasa bingung melihat perubahan ekspresi di wajah Hae Rim.

“Mungkin… Jung.” Lirih SoHee yang membuat sorot mata Hae Rim memancarkan harapan.

“Mungkin? Bisa kau jelaskan padaku apa yang kau maksud dengan mungkin?” Tanyanya antusias.

“Maaf, nyonya. Kami harus buru-buru pergi.” Sela Eun Soo.

“Tunggu, SoHee-ya. Berjanjilah, kau akan menghubungi nomer yang ada dikartu nama itu.” Pinta Hae Rim penuh harap. SoHee tersenyum, lalu mengangguk pada wanita itu.

“Baik nyonya. Permisi.” Pamitnya kemudian.

Begitu keluar dari toilet, Hae Rim menghampiri suaminya yang sudah menunggu. Matanya terlihat berkaca. Membuat sang suami merasa khawatir. “Ada apa?”

“Gadis itu mengatakan jika namanya SoHee.” Ujar wanita itu pada suaminya.

Pria itu menghembuskan napas berat. “Memangnya kenapa jika namanya SoHee. Di Korea, banyak sekali gadis yang bernama SoHee. Apa kau ingin aku menyelidiki mereka semua?”

“SoHee kita hilang, bukan meninggal. Mata gadis itu sama seperti SoHee kita. Saat aku menanyakan marga keluarganya, dia menjawab Jung, tapi dia sendiri tidak yakin.”

Mendengar penuturan istrinya, pria itu mulai yakin jika ia harus benar-benar menyelidiki asal usul gadis itu. Siapa tau insting istrinya kali ini tidak salah.

“Tapi aku mohon padamu, jika dia bukan SoHee kita, kau harus bisa menerima kenyataan.” Bibir Hae Rim bergetar mendengar ucapan suaminya. Bagaimana bisa pria itu memintanya untuk melupakan putrinya yang hilang dua puluh tahun lalu? Sampai kapanpun Hae Rim tidak akan bisa menerimanya.

“Tidak. Tae Pyung-ah, aku tidak akan berhenti hingga aku bisa menemukan SoHee-ku.” Hae Rim menekankan kata -ku saat menyebutkan nama SoHee. Hae Rim yakin, jika putrinya masih hidup. Atau jika putrinya benar-benar sudah meninggal, setidaknya Hae Rim harus melihat jasad putrinya itu dengan mata kepalanya sendiri.

“Baiklah. Kita akan mencari SoHee kita sampai ketemu.” Pria benama Tae Pyung itu menekankan kata -ku yang sempat istrinya ucapkan menjadi kita, sambil mendekap istrinya hangat.

******BangHee Series******

SoHee dan Yongguk sibuk dengan pikirannya masing-masing saat keduanya ada di dalam mobil. Yah, SoHee lebih memilih pulang diantar pria yang baru dikenalnya itu daripada terus menyusahkan Eun Soo dan Jongup.

Merasa bosan, Yongguk memutar radio dimana sebuah lagu yang baru di rilis beberapa minggu yang lalu terdengar mengalun lembut memenuhi suasana di dalam mobil.

Suara khas rapper dengan suara rendah itu terdengar melantunkan lagu Definitely Today yang merupakan album baru dari grup BAP.

On momi noga naeril geol gata
Ketika tawamu meledak, aku merasa tubuhku akan meleleh

So Beautiful jeongiga on deus tteollyeo neo ape seomyeon
Begitu cantik, tubuhku bergetar seperti tersengat listrik saat aku berdiri di depanmu

Yongguk menyanyi, mengikuti irama lagu itu, membuat SoHee menoleh ke arahnya. Yongguk yang sadar sedang diperhatikan ikut menoleh ke arah SoHee. “Apa?” Tanyanya, tersenyum tipis, memamerkan deretan gigi dan gusi yang putih bersih.

“Suaramu keren juga.” Respon SoHee.

“Tentu saja. Bahkan suaraku jauh lebih bagus dari penyanyi aslinya.” Yongguk memuji dirinya sendiri, membuat SoHee lagi-lagi tertawa.

Untuk sejenak, Yongguk merasakan kesenangan dan kedamaian saat mendengar SoHee tertawa. Entahlah, menurutnya gadis itu jauh lebih baik saat tersenyum daripada menangis seperti tadi. Dan itu sukses membuat Yongguk, ikut tersenyum.

“Terima kasih”

“Eh?” SoHee menghentikan tawanya dan menoleh ke arah Yongguk. Tidak mengerti kenapa pria itu berterima kasih padanya.

“Aku hampir lupa caranya tersenyum sejak eomma di vonis mengidap penyakit ginjal stadium akhir. Tapi hari ini, aku seperti kembali menemukan cara untuk tersenyum saat mendengarmu tertawa.” Ucap Yongguk tulus, yang tentu saja membuat SoHee gugup.

Sejujurnya bukan itu yang ingin Yongguk katakan, tapi ia selalu kehilangan kata-kata saat gadis yang ada disampingnya itu menatapnya. Yang sejujurnya adalah, Yongguk hanya ingin membuat SoHee tertawa tanpa beban. Konyolkah?

“Boleh berhenti sebentar disini….” SoHee menatap pria yang ada disampingnya itu dan tertawa. Astaga, setelah berbicara sebanyak itu, ia masih belum tau nama pria itu.

“Panggil saja Yongguk.” Ucapnya sambil tersenyum.

SoHee turun dari mobil Yongguk. Ia lalu berjalan mendekat ke bibir pantai. Mengeluarkan sesuatu dari tas tangannya dan melihatnya baik-baik.

“Apa yang kau lakukan? Ayo kembali, kau bisa masuk angin.” Ujar Yongguk khawatir.

SoHee mengambil ancang-ancang untuk melempar cincin pemberian Himchan itu jauh-jauh ke laut. Setelah itu SoHee menoleh ke arah Yongguk yang berdiri disampingnya.

“Aku berjanji pada seseorang untuk meninggalkan semua hal tentang Himchan malam ini. Jadi aku juga membuang cincin pemberian Himchan, sebagai tanda jika aku akan melepaskan semuanya.”

“Seseorang?” Yongguk mengernyit.

“Seorang teman yang selalu memberi kehangatan dan keceriaan layaknya seorang kakak.”

Tanpa sadar Yongguk menghembuskan napas lega begitu SoHee menyebut kata kakak, setelah ia sempat merasa sesak saat SoHee menyebut kata seseorang.

“Baguslah. Dan jangan lupa membayar satu paket dada plus jasku.”

SoHee mengulum senyumnya yang mampu menghipnotis Yongguk sekali lagi. Cantik. Yongguk membalas senyum SoHee. Tangannya terulur, mengacak rambut SoHee. Dan gadis itu….. membeku karna perlakuan Yongguk.

to be continue

13 Komentar

  1. banghee oh banghee , awas jangan senym2 terus xD
    ya tuhan selamatkan pernikahan kami… #amiin
    apakah next chap dipost malam ini? hahahaha

  2. “Bagaimana rasanya menjadi Nyonya Kim, Moo Hyun-ssi?”

    “Bahagia. Apalagi memangnya?” Cibir Moo Hyun, sarkatis.

    “Semoga kebahagiaanmu tidak hanya untuk satu atau dua jam kedepan Moo Hyun-ssi. Dan karna kau mencintai Himchan, kau harus siap menderita bersamanya dan menghadapi sifatnya.” Do’a Yongguk, tulus.

    “Tentu saja. Aku tidak ingin usahaku selama ini sia-sia.”

    ini tuh kerasa banget kalo Moohyun sakiiiiiit bgt, kenapa sih un moohyun bersikeras nikah sama himchan? adakah kisah masa lalu? kasian lama-lama … tapi ini cewek gampang marah ga kaya gue #hoeeek

  3. inget rule awal BangHee project? harus mo nerima apapun nasib yg gue tentuin😀 dan yahh selamat menderita moohyun-ahhh :* wakakakak

    tapi jgn khawatir, gue ga sejahat ituh buat ngelihat elo menderita😀 jadi tunggu saja waktunya😛

  4. resti

    Harus ngecek blog setiap saat biarvg’ ketinggalan,,,,,🙂

    Akirnya BangHee dipertemukan juga❤

    Day sungguh kasihan banget,,, moga happy ending untk Day,,,,😉

    Makin suka sama Yongjae,,, bijak bangt sikapnya,,,, muah muah mua❤❤

    Selamt menempuh hidup baru Himcan dan belajarlah mencintai Moo Hyun,,,

    Untuk mb' Astred no coment,,,,, dua jempol tangan g cukup wa tulisan2nya, pokoe muanteppp❤

  5. kyaaa finally #BangHee dipertemukan juga seneng pake bangett dari awal baca sampe akhir gk berenti senyam senyum :v makin TOP ceerr ff nya (y)

    youngjae siap2 potek hoho
    Sohee tegar banget sumpah keren karakternya like it
    moohyun bkin gue ngakak girang klo tar bkal dianiaya sama himchan kkk *pisss
    ternyata ada kejutan ortu sohee masi hidup yak bakal makin seru nih ^^
    aku suka banget BangHee moment uda mulai ada tanda2
    next chapt ditunggu kak !! >_<

  6. Eonnie!!! Maafkan Betty T.T
    betty baru baca sekarang😦 Betty kira FFnya bakal di post nanti malem u.u Yaudin betty tadi nonton film dulu. Eh ternyata liat blog lagi uda adaaaaaaaaaaa TT huwaaaaaaaaaaaaa… Maaf maaf eonnie Betty ngga update hari ini….
    .
    .
    Oke sekarang komentar hahaha
    Akhirnya… BangHee kemtemuuuu dan ada B.A.P juga diatas :v haha
    Aduuuuuuuuuuhhh bagian mengacak(?) rambut Sohee itu bener2 romantis dah menurut aku😀 ya ampun jadi pengen di acak juga (?) O.o
    .
    .
    Daehyunnie Oppa… Huh taudeh liat di part lanjutannya aja deng.
    MooHyun cieeeeee uda nikah niye /cipikacipiki okey semoga Himchannie Oppa cepet2 deh suka ke Moohyun :3 hoho
    Terus, buat bagian yang -menurut aku- itu orang tuanya Sohee… Wah kayanya udah mulai ada jalan keluar nih🙂 hehe
    Semoga aja di akhir bahagia… Baca masalahnya aja capek gitu eon hihihihi
    BETTY (Kim)

  7. Ira

    Kayaknya masalah daehyun-giyun makin rumit ya, sampe minta cerai giyunnya.. Tapi emg knapa coba kalo daehyun ngmong sohee itu ‘anak asuk’ ommanya kek daripda giyun makin salah paham,, tapi #StayStrongDaehyun haha
    Wahh, kayaknya Yongguk sama Moohyun bakalan ngga akur ni ya.. Pasti part2 berantem mereka selalu seruu..😀
    And Selamat buat Himchan-Moohyun atas pernikahannya, Semoga berbahagia..
    And……..
    Kyaaa…. Akhirnya BangHee ketemu,, mana langsung adegan romantis lagi, apalagi waktu terakhir, Yongguk yg ngacak rambut Sohee itu bener2 manis.. Aaaa..🙂
    Next part ditunggu Kak Astred.. Fighting !!!

  8. so sweat eonni..pertemuan dluar dugaan.
    smoga sohee dpt kbhagian ny….

  9. Run Evil Nur

    Ahh gila merinding/? Baca part ini hehe banghae udah mulai so sweetan nih…. Itu beneran orangtua kandung sohee?? Wah seru nih… Nanti yongjae gimane?? Masa ama jihyun wkwk gapapa dah haha… Next part huhu

  10. nayaizbbb

    So sweeeet BangHee’nya😉
    Baru muncul jadi masih hangat2nya sebelum menjadi panas hubungan mereka…

    BYG narsis di situ…saat di mobil brg SoHee Wkwkwkwk *emang dia penyanyi/Rapper.

    Sohhe dikit lagi ketemu ortu’nya waaah…. semangat buat semuanya!!! Fighting!!! Milanistred

  11. aaaaaaa aq ketinggalan terus part nya😦 ,maaf bru sempat comen🙂
    ribet semua kaya nya kisah percintaan semua cast nya disini, moga ending nya nnti happy🙂 makasih thor ad nama saya disitu hehehe

  12. Choi Hye Jin

    Yeayy BangHeenya mulai dipertemukan !!

  13. _A S_

    Kyaaaa~ author emang paling pinter bikin readers geregetan…
    Daebakk!
    I Love It

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: