AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

BangHee Series: Chapter 5 :: Bang X2


CHAPTER 5: Bang x2

Geurigo neol sesange oechyeo
Dan berteriaklah ke seluruh dunia

Wae ireohge bokjaphan geoya
Mengapa ini begitu rumit

Ijen nado jichyeoga
Aku menjadi lelah sekarang

Geochujangseureoun geosdeul da deonjyeo beoryeo
Buang semua hal-hal yang mengganggu

(Ijen) Igeot jeogeot nunchi bojima
(Mulai sekarang) Jangan bertindak seperti lingkunganmu

(Gwaenhan) Geokjeong ttawin modu nallyeobwa
(Tidak berguna) Buang semua kekhawatiranmu

“Betty-ya, bisa kau menunggu oppa sebentar?” Tanya Himchan pada gadis yang duduk nyaman dikursi samping kemudi. Gadis itu mengangguk, meyakinkan kakaknya bahwa ia baik-baik saja sendirian di mobil.

Himchan berjalan tergesa, masuk ke sebuah rumah yang cukup mewah. Ia menekan tombol berkali-kali sebelum seorang pelayan membukakannya.

“Bisa aku bertemu Eun Soo?” Tanya Himchan pada seorang pelayan yang membukakannya pintu.

“Anda tunggu sebentar tuan, saya akan memanggil nona.” Perintah pelayan itu pada Himchan. Pria itu mengangguk mengerti. Sambil menunggu Eun Soo keluar, Himchan mengamati rumah Eun Soo yang memang mewah. Dimana terdapat ukiran-ukiran rumit berlapis emas.

“Kim Himchan?” Sapa Eun Soo begitu ia melihat sosok Himchan berada dirumahnya….. pukul enam pagi?? “Ada apa?” Tanya gadis itu heran.

Himchan maju beberapa langkah. Mendadak ia berlutut dihadapan Eun Soo, memohon. “Apa SoHee begitu sangat menderita hingga kau tidak mengizinkanku melihatnya meski itu untuk yang terakhir kali?”

Eun Soo membuka mulutnya, terkejut. Bagaimana bisa seorang Kim Himchan berlutut didepannya demi untuk bisa bertemu SoHee? Sungguh, ini pertama kalinya bagi Eun Soo melihat pria dingin seperti Himchan merasakan yang namanya kehilangan oksigen, tidak bisa bernapas.

Himchan mengusap wajahnya sendiri dengan tangannya secara kasar. Mencoba menutupi wajah tampannya. Eun Soo hanya memperhatikannya dengan bingung. Eun Soo tersentak, benar pikirannya jika Himchan menangis. Kelihatan dari suaranya yang yang bergetar.

“Himchan-ssi.” Lirih Eun Soo, agak terenyuh melihat pemandangan yang ada dihadapannya.

“Hanya SoHee yang bisa membuatku kuat. Dia jugalah yang membuatku terlihat lemah seperti saat ini.” Himchan mendengus kesal. Sekeras apapun ia berusaha menghapus cairan sialan yang membuatnya terlihat lemah itu, tetap saja cairan itu terjun bebas menyusuri wajahnya.

“Apa kau yakin aku benar-benar akan membuat SoHee semakin sakit jika aku memaksanya untuk bertemu denganku?” Tanya Himchan putus asa.

“Apa yang membuatmu berpikir kalau kau tidak akan semakin menyakitinya jika kau bertemu dengannya? Hanya kau yang bisa memutuskannya Himchan-ssi. Sebagai sahabat, aku hanya ingin melindunginya. Semampuku.”

******BangHee Series******

Daehyun mengepalkan tangannya kencang, lantas meninju kap mobilnya yang terparkir manis di depan restoran saat taksi yang membawa Gi Yun sudah melesat pergi. Daehyun sangat berusaha untuk tidak menjerit kesal walau sesungguhnya ia sangat ingin melakukan itu.

Ok Gi Yun. Istrinya. Memberikan pilihan terakhir padanya. Tetap mempertahankan SoHee, atau bercerai. Pilihan gila?

Daehyun benar-benar kesal sekarang. Kekesalannya bertambah saat ponsel SoHee tak kunjung aktif. Tidak bisa dihubungi. “Kemana perginya gadis itu!” Gumam Daehyun kesal.

“Pasti ada sesuatu yang membuatnya tiba-tiba menghilang seperti ini.” Batinnya dalam hati. Daehyun lalu mengotak-atik ponselnya, mencari kontak seseorang yang ia harap masih disimpannya. Seseorang yang Daehyun tau sering menghabiskan waktunya bersama SoHee, Eun Soo.

“Ketemu!” Daehyun menghembuskan napas lega saat menemukan nama Eun Soo diponselnya. Dengan gerakan cepat ia menghubungi gadis itu untuk menanyakan keberadaan SoHee.

“Eun Soo-ya, ini aku Daehyun.” Ucap pria itu saat mendengar suara gadis di ujung telpon.

“Beberapa hari ini ponsel SoHee tidak aktif. Bisakah kau memberitahuku ia sekarang ada dimana? Aku khawatir terjadi sesuatu padanya.” Ujar Daehyun panik, khawatir lebih tepatnya.

“Dia baik-baik saja. Aku akan segera mengirimkan alamat tempat dia tinggal saat ini.” Sahut Eun Soo sebelum mematikan ponselnya.

Daehyun mengernyit. Separah itukah masalah yang dihadapi gadis itu hingga membuatnya kabur seperti ini? Apakah pria brengsek bernama Kim Himchan itu yang sedang dihindarinya? Atau ada masalah lain?

******BangHee Series******

SoHee berangkat pagi-pagi sekali menuju klinik dokter Choi Seo Joon. Ayah Junhong itu mengatakan jika ada pasien langganannya yang akan datang terapi setiap dua minggu sekali. Jadi dokter Choi meminta SoHee untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk terapi pasien itu nantinya.

“Pagi nuna.” Sapa Junhong yang sibuk membersihkan skateboard-nya.

“Pagi. Mau berolah raga?” Tanya SoHee setelah melihat penampilan Junhong dengan pakaian olah raganya.

“Sekedar jogging dengan….”

Belum sempat Junhong menyebut nama gadis yang sudah bisa SoHee tebak sebelumnya, gadis itu tiba-tiba saja muncul. “Sepertinya sekarang kau sangat dengan ahjumma ini.” Cibir Ji Hyun.

SoHee tertawa renyah. Ahjumma? Apa gadis itu begitu tidak menyukainya karna terlalu dekat dengan Yongjae, hingga memanggilnya seperti itu?

“Ah, Junhong-ah. Jangan lupa nanti sore datang ke panti asuhan, kau mau membantuku, kan?”

Mendengar kata panti asuhan, raut wajah Ji Hyun berubah ceria. “Ada acara appa eonnie? Bolehkan aku ikut membantu?” Pintanya memohon. Ah ternyata benar, gadis itu sangat menyukai Yongjae. SoHee tertawa sambil mengibaskan tangannya pada Junhong dan Ji Hyun. “Sudah pergi jogging dulu sana.” Perintahnya.

Tepat saat itu sebuah mobil Peugeot hitam berhenti tepat di depan klinik. Seorang pria turun dan berlari ke pintu mobil yang lain, mengeluarkan kursi roda lalu menggendong seorang gadis. Junhong tersenyum ke arah gadis yang duduk dikursi roda itu, Betty. Sementara SoHee menatap tak percaya pria yang ada dihadapannya itu, Kim Himchan.

******BangHee Series******

Yongguk akan menjenguk ayahnya yang masih terbaring lemah di rumah sakit. Bersamaan dengan itu seorang gadis masuk begitu saja ke dalam rumah. Sepertinya gadis itu sudah sering datang, terbukti dengan bebasnya gadis itu keluar masuk rumah. Juga beberapa pelayan yang menunduk hormat.

“Apa aku melewatkan seseorang yang harusnya ku kenal?” Tanya Yongguk pada dirinya sendiri. Yongguk mengedikkan bahu, lalu melanjutkan langkahnya menuju mobil yang terparkir di halaman rumah.

“Hei kau!” Sebuah suara menghentikan langkah Yongguk.

“Kau siapa? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya. Dan kemana penghuni rumah ini?” Moo Hyun melipat kedua tangannya di atas dada. Yongguk mengernyit, haruskah ia menjawab pertanyaan gadis yang dirasanya tidak sopan itu?

Yongguk tak bergeming. Ia membuka pintu mobil bersiap masuk. Namun lagi-lagi gadis itu menghentikan aktifitasnya. “Ck! Kau ini siapa? Berani-beraninya mengabaikan aku? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?” Kesal Moo Hyun.

Yongguk memiringkan kepalanya. Menatap gadis itu dari atas ke bawah, membuat Moo Hyun merasa tidak nyaman. “Apa kau calon istri Kim Himchan?”

“Huh! Apa aku begitu cantik hingga semua orang bisa mengenalku hanya dengan melihat penampilanku?” Ujarnya menyombongkan diri. “Yah. Kau benar. Aku calon istri Kim Himchan dan menantu dari keluarga ini. Dan kau?” Moo Hyun mendesah kesal. Bahkan ia harus mengulang pertanyaan yang sama, tiga kali pada pria yang baru dilihatnya itu.

“Aku saudara tiri Himchan.” Yongguk menepis tangan Moo Hyun lalu masuk ke dalam mobil dengan selamat. Sementara Moo Hyun masih membuka mulutnya, terkejut.

“S.. Ssaudara tiri?” Gumamnya tak percaya lalu beranjak masuk ke dalam mobil yang sama dengan Yongguk.

“Ternyata gosip murahan itu benar. Abeonim memiliki `anak tersembunyi`,” Cerocos Moo Hyun, tidak menghiraukan wajah kesal Yongguk.

“Diam atau ku tendang?” Ancam Yongguk dengan wajah garangnya. Detik itu juga, Moo Hyun diam tak berkutik. Tendang? Selama dua puluh tahun Moo Hyun hidup, baru kali ini ada seseorang yang berniat menendangnya. Parahnya yang mengatakan hal itu adalah seorang pria! Sulit dipercaya, kasar sekali.

******BangHee Series******

Himchan bersandar pada pohon yang cukup rindang, menunggu Betty menyelesaikan terapinya. Juga menunggu gadis yang ia pikir mungkin tidak bisa dilihatnya lagi sebelum pernikahannya tiba, SoHee. Gadis yang seminggu ini sudah membuatnya seperti mayat hidup.

SoHee ragu, namun keributan yang sudah dibuat Himchan saat melihatnya tadi membuat SoHee merasa sungkan pada dokter Choi. Dokter menyarankan SoHee untuk berbicara dengan Himchan. Mencari jalan untuk menyelesaikan masalah, mungkin?

“Kenapa kau pergi tanpa memberitahuku?” Tanya Himchan pelan, sepertinya pria itu benar-benar tidak bisa lagi menyembunyikan rasa sakit yang dirasakannya.

“Karena aku yakin, jika aku memberitahumu kau tidak akan mengizinkanku.” SoHee susah payah menelan ludahnya.

“Tapi kau tetap melakukannya Hee-ya. Taukah kau betapa sakitnya aku saat aku tidak bisa menemukanmu dimanapun? Bahkan Eun Soo tidak sedikitpun memberiku kesempatan untuk bertemu denganmu.” Napas Himchan tercekat mengingat rasa sakit yang di alaminya hanya dengan mengingat gadis itu.

“Tidak ada jalan keluar untuk hubungan kita dan tau itu, kan? Lalu apa kau mau membuatku mati pelan-pelan dengan melihatmu bersama….” SoHee memutuskan untuk tidak menyebut nama gadis yang akan membuat hatinya semakin teriris sakit. Bibirnya bergetar. Bukan Hanya Himchan yang terluka, tapi ia juga. Bahkan luka SoHee mungkin jauh lebih dalam.

Himchan reflek maju dan menarik SoHee ke dalam pelukannya. Gadis itu rapuh, dan Himchan tau itu. Ia semakin merasa bersalah karna selama ini sering mengabaikan perasaan SoHee. Parahnya Himchan baru menyadari hal itu.

Himchan teringat akan ucapan Eun Soo. Bertemu dengan SoHee, tidak akan membuat gadis itu baik-baik saja. Apalagi jika gadis itu tau pria yang sedang memeluknya saat ini akan menikah akhir bulan ini. Yang artinya hanya menyisahkan beberapa hari lagi. Pasti SoHee akan semakin terluka, dan Himchan tidak tau apa yang harus dilakukannya.

“Aku melihat namamu tertera di salah satu undangan Moo Hyun. SoHee-ya, jika itu hanya akan membuatmu sakit, aku tidak memaksamu untuk datang. Lupakan aku semampumu, tapi jangan pernah lupakan jika aku akan selalu mencintaimu.” Himchan mengangkat dagu SoHee, bersiap menciumnya. Sayangnya sebelum itu terjadi sebuah pukulan tepat menghantam wajah Himchan, hingga pria itu tersungkur ke tanah.

“OPPAAAAA!!!!!” Pekik SoHee.

******BangHee Series******

“OPPA!!” Panggil SoHee lagi, saat Daehyun tidak meresponnya.

“Apa oppa benar-benar kakakku? Kenapa oppa melakukan hal ini padaku!!” SoHee memukul lengan Daehyun berkali-kali.

Daehyun yang masih emosi terpaksa menghentikan mobilnya dipinggir jalan. Ia menatap marah gadis yang duduk disampingnya itu. “Yah, kau memang bukan adik kandungku. Kau hanyalah anak yang dipungut eomma dijalanan. Apa kau puas, eoh?!”

Hati SoHee mencelos. Terkejut. Benarkah? Benarkah ia bukan adik kandung Daehyun? Benarkah ia hanya anak yang ditemukan dijalanan?

Daehyun memukul kemudi dengan tangan terkepal. Sial. Ia keceplosan. Sungguh, Daehyun sama sekali tidak berniat mengatakan hal itu saat ini. Tidak sekarang, saat gadis itu terluka.

“Oppa hentikan mobilnya.” Lirih SoHee hampir tak terdengar, suara mesin mobil Daehyun yang melaju kencang lebih mendominasi.

“Oppa aku mohon hentikan. Aku ingin turun disini.” Pinta SoHee lagi. Dadanya mendadak terasa sesak.

“Hentikan mobilnya!!!” Teriak SoHee akhirnya setelah permintaannya baik-baik pada Daehyun sama sekali tidak di gubris.

Daehyun menoleh ke samping. Melihat SoHee yang memejamkan mata dengan tubuh yang gemetar. Raut wajahnya pucat dan air mata mengalir di kedua pipinya sejak Daehyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan gila. Pria itu marah, pada Himchan tepatnya, namun ia lampiaskan pada SoHee.

“SoHee-ya! SoHee-ya!” Pekik Daehyun panik saat SoHee tak kunjung meresponnya.

“Daehyun-ssi…. aku takut.” Ucap SoHee terisak, mengenyahkan kata oppa yang biasa disebutnya untuk pria itu. Tangannya terkulai lemas. Sementara Daehyun benar-benar merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa emosi membuatnya lupa kalau SoHee trauma berada dalam mobil dengan kecepatan tinggi.

“Maafkan aku.” Ucap Daehyun, mengusap pipi SoHee. Berusaha menghentikan tangis gadis itu yang nyatanya tidak berhenti, malah semakin menjadi.

“Apa yang baru saja kau katakan itu benar, oppa?”

Daehyun diam. Tidak mampu menjawab pertanyaan SoHee. Ingin rasanya ia berbohong, tapi cepat atau lambat, gadis itu pasti akan tau kenyataan yang sebenarnya. Dan diamnya Daehyun membuat SoHee yakin, jika yang pria itu katakan benar dan bukan emosi sesaat. Bahwa SoHee bukan adik kandung Daehyun.

Oke, SoHee mengerti. Dan dia tidak akan bertanya lebih lanjut kenapa Daehyun tidak pernah memberitahunya. Pasti pria itu mempunyai alasan. Lagipula, sejak kecil SoHee tidak benar-benar ingat dengan masa lalunya.

“Oppa tau? Dia akan menikah beberapa hari lagi.”

Ucapan SoHee membuat Daehyun kembali merasakan amarah. Tatapan gadis yang ada disampingnya itu kosong. Dan Daehyun sangat menyesal karna tadi tidak membuat wajah pria bernama Kim Himchan itu cacat. Bagaimana bisa pria itu datang menemui SoHee dan memberitahu gadis yang sedang terluka itu tentang pernikahannya? Brengsek, kan?

“Lupakan dia, Hee-ya!” Ucap Daehyun tegas.

“Dia berkata aku tidak perlu datang.”

“Kau memang tidak perlu datang!”

“Dia menyuruhku untuk melupakannya.”

“Kau memang harus melupakannya!”

“Tapi dia juga memintaku untuk tidak pernah lupa jika dia mencintaiku, dan akupun begitu.” SoHee menoleh pada Daehyun. Tangisnya pecah sekarang, dan Daehyun hanya bisa menguatkan gadis itu. Dengan memeluknya.

Sebelumnya, SoHee tidak pernah memeluk Daehyun, kecuali jika gadis itu benar-benar membutuhkan sosok yang mampu menguatkannya. Dan seperti saat ini, SoHee memang sedang jatuh. Mungkin ia akan hancur jika tidak memeluk Daehyun. Satu-satunya sandaran yang dimilikinya saat ini.

******BangHee Series******

Yongguk tiba di rumah sakit tempat ayahnya di rawat. Sedangkan Moo Hyun merasa kebingungan saat Yongguk membawanya ke rumah sakit. Gadis itu benar-benar takut pada Yongguk, hingga ia tidak berani menanyakan satu pertanyaan-pun.

Yongguk melirik ke arah Moo Hyun. “Mau tetap berdiri disini?” Tanyanya, lalu melangkah masuk meninggalkan Moo Hyun.

“Memangnya siapa yang sakit?” Moo Hyun melangkah cepat, bahkan bisa dibilang berlari-lari kecil, mengikuti langkah Yongguk.

“Calon menantu macam apa yang tidak tau jika calon mertuanya sakit. Sepertinya aku harus mengusulkan pada Appa untuk mencari menantu lain.” Ujar Yongguk yang tentu saja membuat Moo Hyun kesal. Untuk pertama kalinya Moo Hyun bertemu dengan pria menyebalkan seperti…. Ah bahkan hingga detik ini, Moo Hyun belum tau siapa nama pria mengerikan yang ada disampingnya itu.

Yongguk menghentikan langkahnya. Setelah dua kali mengetuk, Yongguk membuka pintu lalu masuk. Dilihatnya sang ayah yang tergeletak lemah dengan jarum infus ditangan. Sementara sang ibu baru yang terlihat kelelahan menyempatkan diri untuk menyapanya.

“Bagaimana kalian bisa datang berdua? Kalian saling kenal?” Tanya Anne keheranan melihat Moo Hyun datang bersama Yongguk.

“Gadis ini berulang kali keluar masuk rumah. Membuat lantai kotor, tanpa memperdulikan pelayan yang sedang mengepel. Lalu tiba-tiba dia masuk ke dalam mobil dan mengaku sebagai calon istri Himchan. Apa itu benar, eommonim?” Yongguk terlihat sedikit kaku saat menyebut satu kata terakhir. Namun tak urung itu membuat Anne dan Yong Hwan tersenyum bahagia.

“Benar. Gadis inilah yang akan menjadi calon istri Himchan. Bagaimana menurutmu?” Tanya Anne, meminta pendapat Yongguk.

“Apa tidak ada gadis lain lagi. Dia memang cantik, tapi kelakuannya sungguh buruk. Bahkan dia tidak tau jika appa sakit.”

Moo Hyun membelalakkan matanya lebar-lebar. Tidak percaya dengan apa yang dikatakan Yongguk. Moo Hyun pikir Yongguk hanya sekedar mengancamnya. Moo Hyun menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan apa yang ada dipikiran Yongguk.

Tanpa memperdulikan raut wajah Moo Hyun yang mungkin sekarang terlihat seperti orang bodoh, Yongguk mendekati ranjang ayahnya. “Bagaimana kesehatan appa? Sudah enakan?” Tanyanya lembut. Yang langsung mendapat anggukan dari Yong Hwan.

“Yonggukie, bagaimana dengan Himchan dan Betty? Apa mereka sudah kembali? Apa Himchan benar-benar mau mengantar Betty?” Anne mendekati Moo Hyun dan mempersilahkan gadis itu duduk.

“Jadi Himchan benar-benar mengantar Betty terapi?” Tanya Moo Hyun polos pada Anne.

“Iya. Aku yang memintanya sejak semalam. Kenapa? Kau curiga? Harusnya kau mulai mempercayai calon suamimu, sayang.” Anne mengusap rambut Moo Hyun penuh sayang.

Sejujurnya Moo Hyun bukanlah gadis keras kepala, sombong, dan banyak hal jelek lain seperti yang diketahui banyak orang. Ia hanyalah gadis manis yang kurang kasih sayang. Ibunya meninggal sejak Moo Hyun masih kecil, sementara ayahnya sibuk bekerja dan hanya bisa memberinya uang.

“Baik eommonim.” Moo Hyun menggigit bibir bawahnya, malu.

******BangHee Series******

Gi Yun masuk dengan tergesa ke dalam rumah yang ia tinggali bersama Daehyun, dulu, sebelum pertengkaran demi pertengkaran membuat Gi Yun keluar dari rumah. Gi Yun mengemasi baju-baju Hyun Ra, serta beberapa barang yang ia butuhkan.

Gi Yun tersenyum kecut saat mengingat apa yang baru saja dilihatnya di halte hari ini. Ia secara tidak sengaja melihat suaminya, Jung Daehyun memeluk SoHee di perempatan lampu merah.

“Cih! Mereka berdua ternyata benar-benar memiliki hubungan.” Ucapnya pada diri sendiri. Meyakinkan apa yang dilihatnya. Wanita itu menguatkan hatinya untuk melihat dan menunggu, apakah Daehyun akan segera melepas pelukannya itu. Dan ternyata, hingga bus yang ditunggu Gi Yun datang, Daehyun tak kunjung melepaskan pelukan itu.

Gi Yun menahan amarah. Rasa kesal dan sedih, kecewa dan sakit hati bercampur menjadi satu.

“Bilang pada Tuan-mu untuk tidak mencariku dan Hyun Ra, apalagi berniat mencoba mengambil Hyun Ra dariku. Nanti pengacaraku akan datang menemuinya.” Ujar Gi Yun pada pelayannya.

Gi Yun sudah memantapkan hatinya untuk berpisah dari pria yang sudah dinikahinya selama lima tahun ini. Pria yang sudah memberinya seorang anak, Hyun Ra.

******BangHee Series******

Yongguk mengetuk pintu kamar Betty. Pria itu sudah berjanji akan main ke kamar adiknya jika sudah selesai menata kamarnya seperti yang di inginkan. Dan sekarang ia ingin menepati janjinya.

Betty tersenyum saat membuka pintu dan mendapati Yongguk berdiri disana. “Silahkan masuk oppa.”

Yongguk melihat-lihat kamar Betty yang dipenuhi warna pink. Betty mengajak Yongguk untuk duduk di balkon, dimana mereka bisa melihat taman yang begitu terawat. Tentu saja, karna setiap hari Anne menjaga dan merawatnya sendiri.

“Udaranya segar. Kau tidak bosan di kamar? Bagaimana kalau kita jalan-jalan di taman?” Tawar Yongguk, yang tentu saja membuat Betty girang.

Yongguk mendorong kursi roda Betty keluar kamar. Mereka menuju taman disamping rumah. Namun sebuah suara menghentikan langkah Yongguk, Himchan.

“Betty-ya. Bisa kau tinggalkan kami berdua?” Tanya Himchan pada Betty. Kecewa? Tentu saja terlihat dari raut wajah gadis itu. Tapi, daripada melihat Himchan marah, lebih baik gadis itu mengalah. Betty menekan tombol otomatis pada kursi rodanya, lantas menggerakkannya sendiri.

Setelah Betty pergi, Himchan mengajak Yongguk duduk di kursi kayu di taman samping rumah. Keduanya diam beberapa saat, sebelum akhirnya Himchan membuka suara.

“Maaf, tidak menyambutmu dengan baik, malah berbuat tidak sopan pada abeoji.” Himchan menunduk sepuluh detik, sebelum akhirnya menegakkan kembali tubuhnya.

Yongguk tersenyum tipis. “Duduklah. Tidak apa-apa, aku tau posisimu. Itu pasti sulit, dan itu mungkik bisa menjadi toleransi atas sikapmu. Appa sudah menceritakan semuanya padaku, jadi wajar jika kau marah dan kecewa. Aku tidak akan berkomentar tentang itu.”

Himchan terdiam. Mendengar ucapan pria itu, ia bisa menilai kalau Yongguk adalah orang yang baik dan penuh pengertian, sama seperti Yong Hwan.

******BangHee Series******

Yongjae tersenyum tipis saat melihat SoHee sedang melamun di ayunan dekat kolam pasir sambil memainkan kakinya, melamun. Pria itu lalu membuatkan segelas cokelat hangat, lantas berjalan menghampiri SoHee yang tidak menyadari kedatangannya. Yongjae menempelkan gelas itu pada pipi SoHee, membuat gadis itu tersentak dengan wajah lucu.

“Mau di temani melamun, nona?” Goda Yongjae, sambil menyodorkan gelas berisi cokelat hangat pada SoHee. Gadis itu tersenyum lalu mengambil gelas dari tangan Yongjae.

“Aku tidak melamun.” Sahutnya ringan, sebelum mendekatkan gelas itu ke bibirnya.

“Tidak melamun, tapi tidak menyadari kedatanganku.” Balas Yongjae, membuat SoHee merasa bersalah.

“Maaf.”

“Hei ada apa?” Tanya Yongjae penasaran melihat raut wajah SoHee. Tadi pagi gadis itu masih baik-baik saja. Tapi sekarang? Memang tersenyum, tapi seperti penuh beban.

“Himchan menemukanku.”

Yongjae menatap lurus kedepan. Menopang kedua sikunya di atas lutut. “Aku tau, cepat atau lambat kalian pasti akan bertemu.” Ucapnya lalu menoleh ke arah SoHee.

“Memang sejak awal harusnya kau tidak menghindar. Posisimu sama seperti jika kau berdiri di sebuah kepingan es. Kau melangkah tapi takut salah, dan jika kau tetap diam kau tidak akan tau berapa lama es itu bisa bertahan sebelum mencair.”

SoHee seakan tertampar. Benar, menghindar hanya akan mengulur waktu dan bukan menyelesaikan masalah. Tapi masalahnya… apa yang harus mereka bicarakan lagi? Sementara SoHee tau jika sudah tidak ada jalan keluar.

“Setidaknya dengan `mencoba melangkah`, ada kemungkinan lima puluh berbanding lima puluh. Tapi jika kau hanya diam, perbandingannya nol berbanding seratus.” Yongjae melihat ke arah SoHee yang nampak sendu. Ada perasaan tidak rela dalam hatinya saat mengatakan SoHee harus mencobanya. Ia tidak rela jika pria bernama Kim Himchan yang sudah menyakiti SoHee lagi. Yongjae… hanya dalam waktu beberapa hari, tidak mungkin kan ia menyukai SoHee?

******BangHee Series******

Makan malam di keluarga itu terasa canggung. Himchan terlihat menjaga diri dari sang ayah, masih merasa bersalah. Tiba-tiba pria itu membalikkan alat makannya, tanda kalau pria itu sudah selesai makan meski baru menghabiskan seperempat piring.

“Abeoji.” Panggil Himchan, dan Yong Hwan mendongak. Menunggu Himchan mengatakan sesuatu.

Himchan menunduk, tidak berani menatap ayahnya. Sementara jantung Anne berdetak tak karuan, takut akan terjadi keributan untuk yang kesekian kalinya. Sedangkan Yongguk dan Betty hanya diam menatap Himchan.

“Aku akan menikahi Moo Hyun.” Ucap Himchan dengan bibir bergetar. Rasa sakit menjalari ke seluruh tubuhnya. Seperti sebuah silet yang menyayat tiap bagian tubuhnya. Seperti masuk ke dalam lubang kubur yang digalinya sendiri.

Yong Hwan terkejut hingga menjatuhkan garpunya tanpa sengaja, lalu menatap sang putra. “Himchanie, lihat mata abeoji.” Pinta Yong Hwan tegas.

Himchan menelan ludah perih. Ia memejamkan matanya sebentar, coba membangun benteng untuk pertahanan dirinya. Setelah dirasa cukup, ia memberanikan diri menatap sang ayah.

“Abeoji tidak akan memaksamu. Kita masih memiliki tabungan walau rumah ini akan disita. Abeoji masih bisa mencari pekerjaan dan-”

“Ini keputusanku, appa.” Potong Himchan cepat. Tak ingin membuat sang ayah mengatakan apapun lagi yang membuatnya merasa bersalah dan mungkin akan merubah keputusannya.

“Himchanie?” Lirih Yong Hwan.

“Aku akan melakukannya.” Ujar Himchan sekali lagi. Bersamaan dengan matinya hati yang ia miliki.

to be continue

17 Komentar

  1. Ya ampun!!! Udah Update lagi eonnie???!!! Oke. Betty spot dulu. Mo baca ntar😀 hehe masih di sekolah nih.

  2. Dewi_chaki

    kyaaaaa konflikx mkin rumit ><
    msih ad typo tp gk mngurangi feelx🙂
    sedih bgt psti jd sohee😦
    gw pngin bgt mukul giyun:/ seenakx nuduh orang selingkuh gk nyaca dulu
    gk sbar nunggu BangHee bertemu
    xD

  3. Aduh, eon, udh smpi chapter 5 aja. Aku lagi ujian nih. Komennya ntar aja yah, tinggalkan jejak dulu~^^

    *sempet”nya ngestalk* hehe^^

    • Sumpah ga konsen ujian gara” ini. Haha^^

      Iya, iya, aku tau kok jae, kamu ga mungkin suka sama sohee. Kalian kan baru berapa hari kenal *sok tegar*

      Aku kok jadi gemes sama giyun. Yg jalan sama cowok lain siapa, kok ngambeknya sama daehyun. Kalo daehyun kan jelas lagi karya wisata sama hyemi. Tapi ya sudah lah, itu kan urusan rumah tangga mereka.

      Himchan akhirnya mau juga nikah sama moohyun. Lebih cepat mereka menikah, lebih cepat banghee bertemu~^^

  4. Aduuuuuuuhhhhhhhh aku udah seneng banget eonnie gegera tadi malem udah keluar part 4-nya…
    Eh tiba2 ngecek email lagi ADA PART 5-nyaaaaaaaaaaa!!! Aku sneng banget nget nget nget eonnie!!!!
    .
    .
    Berasa banget pas Himchannie Oppa ketemu sama Sohee, kasian mereka😦.
    Eonnie, Gi yun sama Daehyunnie Oppa itu kok ngga selesai2 sih? Makin rumit T.T
    Haaaaaaahhhh Mana aku mo main sama Appa di ganggu lagi sama Himchannie Oppa :p /plak hahaha
    Lagi2 belum ketemu juga BangHee ini :(… Semoga cepet2 ketemu di part2 selanjutnya😀.
    .
    .
    Ngga mau liat Sohee menderita terlalu lama dan masih penasaran kenapa Betty bisa lumpuh🙂 hohohoho
    .
    .
    Makasih banget eonnie!!! Nepostnya cepet banget!!! Aku histeris pas liat Email hahaha
    BETTY (Kim) :v.

  5. AAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKK!!!!!!!11 BUNUH GUE AJAA!!!! GILA MOOHYUN ANTAGONIS BANGET YE!! NGRUSAK HUBUNGAN SOHEE-HIMCHAN!
    maaf unn, lost control!😀
    ini borongan baca chap 3-4-5 ,astagaaaaaa rumit bangeeettt very complicated!!! hedewww empret banget dah pikiran gue bacanya, bisa marah marah sendiri ga jelas, itu adegan nangisnya himchan kebayang pas mv 1004 #kecebangeeeeeeet
    intinya ni semua cowo belum ada yang bersatu sama kopelnya kecuali jongup.
    Giyun eonni hajimaaaaa dengerin daehyun ngomong dulu laah pelisss!!
    junhong imuuut banget!!!
    yongjae bijak bangett , sini aku peluk! #hug
    yongguk oppa… kau… kehadiranmu.. entah kenapa keliatan ngaruh bgt ke moohyun, jangan jahat semua dong sama moohyun, masa gue punya eonni suka sama calon suami gue, ibu mertua untungnya baik dan pengertian… #meratap
    hatinya himchan mati? oh cidaaaak ntar abis nikah ga malam pertama dong?? #shock
    kak… tolong kasih yongguk biar bela moohyun gitu, edan bgt gue kalo ngadepin suami kalap gitu T_T ampuuun deh nanti kalo ada kdrtnya pasti deh ni FF bakal seru bgt yang baca (padahal gue menderita hiks)
    tbcnya nanggung bgt!!1 aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk
    makasih kak sudah membuat jumat saya menjadi lebih berarti :* chu~~~~~ sohee jangan nangis lagii… nanti yongguk dateng kok,,, makanya kamu dateng pas nikahanku, tapi jangan rebut suamikuuuuu huaaaaaa <—- mulai gila

  6. eonnj tanggung jawab q nangis bc part ini..kshan himchanieeeee……

  7. eonnj tanggung jawab q nangis bc part ini..kshan himchanieeeee……
    part selnjutny eon

  8. resti

    Dan seperti biasa q ketinggaln lagie,,,😦

    Huft,,, tahan nafas tiap baca di setiap partnya ,,, g’ ada y seneng,,, sedih semua😥

    Yongjae maniszzzz bingittttzzz❤

    Untk sohee yg tabah yea, semangat,,,,

    Peluk dan cium buat Mb' astred muah muah muah❤

  9. Gilaaaaaaaak ini part bikin aku campur aduk sedih seneng pokoknya es campur banget -_-

    eomma anne baik bangett (y)
    seneng bgt sumveh baca part YongMoo kalo lagi cekcok cengar cengir sendiri huahahaaahhahhh TOP bgt mbak Astred
    ChanHee bikin gue sesenggukan😥 #lapingus
    berasa gemeter juga waktu sohee panggil daehyun-ssi ya ampuun sakit banget sumpah klo jadi sohee uda jatoh ketimpa tangga pula #hiks #StayStrongSohee
    kak keren bgt chap5 ini ok banget feel nya dapet TOP Abis dehh ..:* :* ditunggu next chap nya #BangHee :*❤

  10. uda ada next chap noh, gila banget kan gue hahahahah😀

    • Astrid Eonnie : ha??? Bukan gila lagi!!! Wow keren banget eonnie❤

  11. Ira

    Hoo.. Mata saya panas tiap baca partnya Himchan.. Ngenes banget rasanya..
    Apalagi ditambah sohee daehyun,, makin perih ni mata.. Haduuh..
    Tapi sedikit terobati dgn adegan yongguk-moohyun, berantem mereka lucu (?),,😀
    Ah, lanjut next part lagi..😀

  12. Run Evil Nur

    Kok part ini agak nyesek yaaa huhu… Udah dah dae cerai aja sama giyun elah -__- dae sama hyemi aja wkwk…. Lanjut dulu ahh

  13. nayaizbbb

    Bikin ngakak!😀 di mana adegan antara BYG dan Moo hyun Wkwkwkwkwk kasihan Momo di bikin malu sama BYG wkwkwkwk

    Hubungan Gi yun dan Daehyun bener2 makin runyam.. sama2 menutup mata dan keras kepala O.o

    Himchan di sini membuatku merasa iba dan haru.. aku merasa kasihan dgn kehidupan cintanya *sabar ya Oppa*

    BYG bener2 bisa mengakrabkan diri pada keluarga barunya *Salute Oppa*

    Dan
    .
    .
    .
    SoHee bener2 menderita dengan semua yang di alami..yang paling bikin hatiku ikutan terenyuh saat adegan di mobil bareng Daehyun dan mengetahui mereka bukan saudara kandung *sabar dan tetap kuat SoHee eonni*

    Sepertinya sudah cukup koment di chapter ini.

    Hmmm~~
    *Eun Soo di sini sungguh kaya raya :D*

  14. Choi Hye Jin

    Aduhh..
    Ngenes banget bacanya -_-

  15. tia widhiarti

    Maap ya baru komen…lagi ngebut baca nya abisan ketinggalan jauh hehehee…
    Di part ini sedih banget …udah sohee ketemu himchan,,daehyun pake keceplosan…ga tega….okeee mau lanjut baca part berikutnya lagi,,sud duluu ah

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: