AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

BangHee Series: Chapter 4 :: 1004 (Angel)


CHAPTER 4: 1004 (Angel)

Naega saraganeun iyuneun neoya
Alasan mengapa aku hidup adalah kau

Dasin mot bol geot gata, jeongmal jugeul geot gata
Aku merasa seperti aku tidak akan bisa melihatmu lagi, aku benar-benar merasa seperti aku akan mati

Nareul saranghaehul sarameun neoya
Seseorang yang bisa mencintaiku hanyalah kau

Eodum sogeso nareul bichwojwo
Menerangiku dalam kegelapan

Look at me now, come to me now
Lihat aku sekarang, datang padaku sekarang

Dasi naege dorawa, eottokhe saragani nan
Kembali padaku, bagaimana aku hidup

Look at me now, come to me now
Lihat aku sekarang, datang padaku sekarang

Mael niga eopsi nan, eottokhe saragani nan
Setiap hari tanpamu, bagaimana aku hidup tanpamu?

Choi Yoon menatap kedua putrinya secara bergantian. Kedua anak gadisnya itu saling diam sekalipun mereka duduk berdampingan. Entah, insting seorang ayah mengatakan jika ada sesuatu yang tidak beres dengan Ha Gun dan Moo Hyun.

“Moo Hyun-ah, bagaimana persiapan pernikahanmu? Apakah berjalan lancar?”

Merasa namanya dipanggil, Moo Hyun mendongakkan kepalanya. Menatap sang ayah yang tersenyum ke arahnya. “Sembilan puluh persen sudah selesai, abeoji. Undangan juga sudah disebar. Sisanya Ha Gun eonnie yang akan membantu. Iya kan, eonnie?” Moo Hyun menoleh ke arah gadis yang duduk disampingnya.

“Uhuk!” Ha Gun tersedak mendengar ucapan Moo Hyun. Ia lalu buru-buru meminum air putih. “Iya. Aku akan membantu sisanya, abeoji.” Jawab Ha Gun gugup.

“Oh, baguslah kalau begitu. Lalu, apa kau sudah punya seseorang yang akan kau kenalkan pada abeoji saat pernikahan Moo Hyun nanti?”

Ha Gun terdiam. Ia bingung harus menjawab apa pertanyaan yang di ajukan ayahnya itu. Sementara gadis yang ada disampingnya itu tertawa mengejek.

“Ak…. Akku??”

“Ha Gun eonnie sudah mempunyai kekasih abeoji. Aku kemarin tidak sengaja membaca buku diarinya.” Sahut Moo Hyun cepat. Entah apa yang dipikirkan gadis itu dengan mengatakan hal itu pada ayah mereka.

Kekasih? Yah, tentu saja Ha Gun memiliki kekasih. Tapi itu empat tahun yang lalu. Sebelum Ha Gun meninggalkan kekasihnya itu demi obsesinya menjadi seorang pebisnis sukses seperti ayahnya.

“Begitu rupanya. Segera kenalkan pada abeoji.” Perintah sang ayah yang sukses membuat Ha Gun membeku.

Kenalkan? Siapa yang akan Ha Gun kenalkan pada ayahnya di pesta pernikahan Moo Hyun? Bolehkah Ha Gun memperkenalkan pria yang masih sangat dicintainya itu? Yang berarti ia akan memperkenalkan seseorang yang telah resmi menjadi suami adiknya, hari itu juga? Ya Tuhan, Ha Gun bahkan tidak pernah membayangkan keputusannya untuk meninggalkan Himchan empat tahun yang lalu bisa memberikan dampak sedahsyat ini bagi hidupnya.

******BangHee Series******

“Baik anak-anak. Setelah seharian kita berkeliling mengunjungi Mudeungsan National Park dan Gwangju Museum of Art, kita kembali ke hotel. Kalian pasti lelah, kan?” Tanya Hyemi pada murid-muridnya yang kemudian serentak mengiyakan.

“Jadi kalian bisa beristirahat sekarang. Karna besok kita ke Jeung Sim Sa Temple, setelah itu kita kembali ke Seoul.”

Setelah Hyemi menyelesaikan ucapannya, para orangtua mengajak anaknya untuk kembali ke kamar masing-masing, kecuali Daehyun. Karna putrinya, Hyun Ra mengajaknya pergi berjalan-jalan disekitar hotel tempat mereka menginap.

Daehyun kembali menghubungu Gi Yun, kali ini ponsel istrinya itu aktif, tapi Gi Yun sama sekali tidak mengangkat panggilan telfonnya. Dengan gerakan cepat, Daehyun mengetikkan sebuah sms yang kemudian ia kirimkan ke nomer Gi Yun. “Aku mohon, jawab telponku.” Isi sms itu.

“Appa, belikan aku ice cream.” Rengek Hyun Ra saat melihat anak kecil yang lewat di depannya memakan ice cream. Daehyun melirik kanan kiri, mencari toko yang menjual ice cream seperti yang dibeli anak kecil tadi. Dan ah… Daehyun menemukannya.

Dengan penuh sayang, Daehyun menggendong Hyun Ra agar memudahkan putri kecilnya memilih rasa yang disukainya. “Strawberry.” Jawab gadis kecil menggemaskan itu.

Saat Daehyun berbalik, ia seperti melihat sosok Gi Yun berjalan dengan seorang yang tidak ia kenal. Daehyun berjalan sedikit cepat, mengikuti langkah keduanya. Antara penasaran dan ragu, Daehyun coba memanggil nama istrinya. “Ok Gi Yun!”

Dan betapa terkejutnya Daehyun saat wanita itu menoleh. Benar. Wanita itu benar-benar Gi Yun. Gi Yun-nya, istrinya. Berjalan dengan pria lain di Gwangju?

“Daehyun? Hyun Ra? Bagaimana bisa kalian berada disini?” Pekik Gi Yun. Wanita itu sangat terkejut mendapati anak dan suaminya berada disana. Tidak. Bukan itu yang ada dipikiran Gi Yun. Tapi pria yang ada disampingnya itu, Nichkhun. Gi Yun takut jika Daehyun akan salah paham.

Tanpa menunggu penjelasan Gi Yun tentang kenapa dia ada disana dan siapa pria itu, Daehyun berbalik dan pergi. Meninggalkan Gi Yun yang berteriak frustasi memanggil namanya berulang kali.

******BangHee Series******

Himchan menuruni tangga dengan malas, dan langsung menatap Betty yang telah bersiap di meja makan.

“Abeoji belum pulang?” Tanya Himchan acuh tak acuh sambil mengambil roti dan mulai mengolesinya.

“Masih dalam perjalanan. Eomma ingin mengatakan sesuatu tentang abeoji kalian, tapi sepertinya eomma tidak berhak. Lebih baik kalian menunggunya saja.” Ujar sang ibu yang membuat Himchan dan Betty mengernyit.

Ditempat lain, Yongguk masih diam. Ia masih tak bergerak dari posisinya yang menatap jalanan dengan pandangan hampa. Bayangan sang ibu masih begitu melekat di otaknya.

“Yonggukie. Apa kau mendengar ucapan appa?” Yong Hwan menepuk pundak Yongguk lembut.

“Apa itu tentang dua anak appa yang lain?” Tanya Yongguk memastikan. Rupanya pria itu tidak benar-benar melamun. Ia mendengar apapun yang Yong Hwan katakan. Semua. Bahkan cerita tentang Himchan yang bernasib sama seperti dirinya. Mengorbankan cintanya demi menyelamatkan perusahaan.

“Ya. Istri appa memiliki dua anak. Himchan dan Betty. Himchan seumuran denganmu, sementara Betty sepuluh tahun lebih muda darimu. Sayangnya ia lumpuh setelah mengalami kecelakaan.” Jelas Yong Hwan. Yongguk diam. Tidak tau harus merespon apa karna otak dan perasaannya juga masih kacau,

“Kita sudah sampai, Tuan.” Lapor supir Han saat mereka sudah berada dipelataran rumah minimalis yang terkesan mewah. Yongguk turun, lalu Yong Hwan merangkul putranya itu untuk diajak masuk ke dalam.

Yongguk mengamati isi rumah itu dan mengamati sebuah foto keluarga yang terpajang angkuh di ruang tamu. Yongguk bisa memastikan jika itu adalah calon keluarga barunya.

“Kurasa kita harus mengganti foto itu dan berfoto ulang.”

Yongguk menoleh saat seorang wanita yang ada di dalam foto keluar dari ruang makan. Wanita itu terlihat begitu anggun dan menawan. Yongguk membungkuk saat wanita itu berdiri di samping Yong Hwan dan tersenyum ke arah Yongguk.

“Yonggukie, ini Anne.” Ujar Yong Hwan memperkenalkan istrinya.

“Selamat datang di rumah barumu, Yonggukie.” Sapa Anne, menyambut kedatangan Yongguk.

“Aku memang tidak bisa merasakan apa yang kau rasakan. Memang sulit saat kehilangan orang yang sangat kita sayangi, tapi tetap saja aku harus mengatakan ini. Jika tidak keberatan, kau bisa memanggilku Eommonim. Bukan bermaksud menggantikan posisi ibumu, aku tau ibumu tidak akan pernah terganti. Selamanya, dia selalu ada dihatimu. Tapi kehidupan terus berjalan. Setidaknya, mulailah dari hal kecil ini.”

Yongguk tersentuh dengan ucapan Anne. Saat itu juga Yongguk tau, jika ayahnya berada disamping wanita yang tepat, sekalipun Anne tidak bisa menggantikan posisi Min Seok. “Aku akan mencobanya.” Ujar Yongguk.

Himchan keluar dari ruang makan, sambil mendorong Betty. Ia melihat sang ayah datang bersama seorang pria. Himchan dan Beety menunduk, memberi salam pada Yongguk.

“Abeoji. Kenapa abeoji menyetujui usul Moo Hyun untuk mempercepat pernikahannya?” Himchan menatap Yong Hwan tajam. Tangannya terkepal.

“Moo Hyun sendiri yang mengatur semuanya. Lagipula bukankah semakin cepat, semakin baik?” Ucap Yong Hwan tanpa berani menatap mata Himchan. Sungguh, ia sendiri juga merasa terluka karna harus mengorbankan salah satu putranya.

“Semakin baik? Apa membuatku mati pelan-pelan dan membuat SoHee menderita itu juga termasuk? Apa abeoji benar-benar menyayangiku?” Teriak Himchan emosi. Pria itu pergi setelah menumpahkan segala kekesalannya pada Yong Hwan tanpa memperdulikan keberadaan Yongguk.

Anne melirik ke arah suaminya. “Biar aku yang bicara padanya.” Yong Hwan mengangguk setuju. Ia lalu menatap Betty yang sedari tadi menatap Yongguk. Sepertinya gadis itu sudah biasa melihat keributan yang terjadi antara Himchan dan Yong Hwan akhir-akhir ini.

“Betty-ya. Bisakah kau mengantar oppa-mu kekamarnya? Nanti malam abeoji akan menceritakan semuanya.” Yong Hwan mengusap rambut Betty, lalu bergantian menepuk pundak Yongguk. Ia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

Yongguk menatap kepergian Yong Hwan. Pria itu kini mengerti akan kehidupan sang ayah yang tidak selalu indah. Ia lalu menatap Betty yang tersenyum ke arahnya. “Ayo.”

******BangHee Series******

“Sudah siap?” Tanya Yongjae, saat menatap SoHee mengikat tali sepatunya.

“Memangnya dimana itu?” SoHee terlihat antusias datang ke tempat kerjanya yang baru.

“Tidak jauh dari sini.” Yongjae memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, berjalan mendahului SoHee.

Gadis bernama Ji Hyun itu dengan repot-repot mendatanginya ke panti asuhan malam-malam hanya untuk memberitahukan bahwa dokter Choi Seo Joon benar-benar membutuhkan seseorang untuk membantu pekerjaannya. Karna itu pagi-pagi sekali Yongjae mengajak SoHee pergi ke tempat dokter Choi Seo Joon yang kliniknya memang tak jauh dari tempat panti asuhan mereka.

Setelah menempuh perjalan lima belas menit, dengan jalan kaki tentunya, Yongjae dan SoHee tiba di sebuah klinik yang terlihat rapi dan bersih. Beberapa orang terlihat antre, berbaris rapi. Yongjae melambaikan tangan pada Ji Hyun dan Junhong yang sepertinya sudah menunggu kedatangannya.

“Oppa!” Teriak Ji Hyun.

“Hei, aku ini gurumu. Bagaimana bisa kau memanggilku seperti itu?” Yongjae melotot ke arah gadis itu.

“Itu kan kalau kita di sekolah. Sekarang kita berada di luar, jadi tidak masalah jika aku memanggilmu seperti itu. Lagipula, umur kita hanya berbeda beberapa tahun.” Yongjae menggeleng pelan. Bagaimana bisa gadis itu mengatakan perbedaan umur lima tahun di antara mereka hanya dengan beberapa tahun?

“Guru, masuklah. Appa sudah menunggu” Junhong mempersilahkan Yongjae masuk. Pria itu mengangguk, lalu menoleh ke arah SoHee yang berdiri dibelakangnya.

“Sudah siap? Ayo masuk.” Ajaknya.

“Ehh! Tunggu. Kenapa oppa mengajak gadis ini. Siapa dia?” Ji Hyun melotot ke arah SoHee, menatap gadis itu dengan pandangan tidak suka.

“Dia temanku, salah satu pengajar baru di panti asuhan. Dia yang akan melamar pekerjaan. Aku hanya mengantarnya.” Ujar Yongjae santai, tidak memperhatikan raut wajah Ji Hyun yang terlihat kesal.

“Ck! Tau begitu aku tidak akan mencarikannya.” Gumam Ji Hyun yang masih samar-samar bisa di dengar Yongjae dan SoHee. Keduanya tersenyum melihat tingkah Ji Hyun itu. Sementara Junhong masih tidak bisa berhenti tertawa. Menertawakan Ji Hyun tentu saja.

“Aku pikir itu untuknya. Dengan begitu aku bisa melihatnya setiap hari, siang dan malam. Ternyata…” Ji Hyun menghentakkan kakinya ke tanah berkali-kali, kesal.

******BangHee Series******

Yongguk memasuki kamar yang terletak di sudut ruangan bersama Betty. “Ini kamarmu, oppa.” Ujar gadis itu ramah pada Yongguk.

“Terima kasih.” Balas Yongguk tak kalah ramah.

“Oppa mau aku temani?” Tawar Betty yang berusaha mengakrabkan diri agar membuat Yongguk merasa nyaman.

“Kurasa aku harus menata barang-barang yang ada di dalam koperku dulu.”. Ujar Yongguk yang membuat Betty sedikit kecewa. Ia ingin teman. Himchan oppa-nya tidak pernah punya waktu untuknya, bahkan sekedar untuk mengobrol. Sedangkan teman yang Betty miliki hanyalah sang ibu dan beberapa pelayan. Dan beruntungnya Betty karna perasaan oppa barunya itu lebih sensitif.

“Dimana kamarmu Betty-ya? Aku akan main kesana nanti setelah membereskan barangku.” Tanya Yongguk yang tentu saja membuat raut wajah Betty kembali ceria.

“Kamarku ada persis di depan kamarmu oppa.” Jawabnya penuh semangat. Betty lalu meminta pelayan segera membantunya pergi dari kamar Yongguk agar kakaknya itu segera menyelesaikan pekerjaannya. Dengan begitu semakin cepat juga Yongguk akan menemaninya.

******BangHee Series******

Hyemi menghubungi Daehyun berkali-kali, namun pria itu sama sekali tidak berniat mengangkat telponnya. Pikirannya kacau. Dengan mudah Gi Yun menuduhnya berselingkuh dengan SoHee, tapi kenyataannya Daehyun malah melihat istrinya itu berjalan dengan pria lain.

Daehyun menatap Hyun Ra yang tidur terlelap. Ia menyesal, sudah membuat putrinya itu melihat kelakuan sang ibu, lebih-lebih melihat pertengkaran keduanya.

Hyemi mengetuk pintu kamar Daehyun beberapa kali. Ia ingin memastikan bahwa pria itu sudah kembali ke kamar dan baik-baik saja. Entahlah, Hyemi merasa panik saat tak bisa melihat Daehyun meski ia tau bahwa sebagai seorang guru, tidak seharusnya ia melakukan hal itu. Apalagi pria yang dicintainya itu sudah berkeluarga. Sudah mempunyai istri dan anak. Parahnya, pria itu suami sahabatnya sendiri.

“Hyemi-ya. Sedang apa kau disini?” Sapa Gi Yun saat melihat sahabatnya itu berdiri di depan sebuah kamar.

“Gi Yun-ah, a.. aku.. sedang ada wisata bersama murid-muridku.” Jawab Hyemi gugup. Ia sama sekali tidak menyangka jika Gi Yun juga sedang berada di Gwangju.

“Apa itu artinya Daehyun dan Hyun Ra kemari juga karna wisata itu?”

Sebelum Hyemi sempat menjawab pertanyaan Gi Yun, Daehyun membuka pintu kamarnya. Membuat suasana menjadi hening…. sejenak.

“Oh! Jadi diam-diam kalian sering bertemu? Dibelakangku? Cih!” Cibir Gi Yun. Ia tersenyum sinis ke arah Daehyun dan Hyemi yang berdiri di depannya.

“Apa maksudmu?” Tanya Daehyun tidak mengerti.

“Tidak cukup dengan SoHee, kau juga memiliki hubungan dengan sahabatku? Bagus. Mana Hyun Ra? Aku akan membawanya pergi bersamaku.” Gi Yun membuka paksa pintu kamar Daehyun lalu mendekat ke arah Hyun Ra yang sedang tertidur. Tanpa menghiraukan larangan Daehyun, Gi Yun menggendong Hyun Ra dan membawa gadis itu pergi meninggalkan hotel.

******BangHee Series******

Himchan menghentikan mobilnya tepat dipinggir sungai Han. Ia tersenyum kecut saat sepasang pemuda pemudi berjalan mesra di depannya. Tempat ini, tempat kesukaannya dan SoHee menghabiskan waktu.

Himchan memutuskan duduk di kursi kayu yang berada disana. Malam ini, ia ingin menghabiskan waktu, sendiri. Ia ingin meratapi nasib percintaannya yang begitu menggelikan. Menata hati dan otaknya yang berantakan. Jika dipikir secara logika, seharusnya Himchan bisa dengan mudah jatuh cinta pada Moo Hyun. Tidak ada satu kekuranganpun pada diri gadis itu.

“Permisi. Boleh aku duduk disini?” Sapa seorang gadis, meminta izin agar diperbolehkan duduk disamping Himchan yang memang masih kosong.

“Silahkan.” Jawab Himchan, menoleh ke arah gadis yang ada disampingnya itu, yang ternyata adalah… “Ha Gun.”

Ha Gun tersenyum ke arah Himchan. “Masih suka datang kemari?” Tanya gadis itu tanpa mengalihkan pandangannya pada sungai Han yang mengalir perlahan. Himchan tidak menjawab. Sepertinya ia masih kecewa dengan gadis itu.

Jika saja dulu Ha Gun tidak meninggalkannya, mungkin saat ini mereka sudah menikah dan hidup bahagia.

Jika saja dulu Ga Hun tidak meninggalkannya, mungkin Himchan tidak akan bertemu dengan SoHee, jatuh cinta pada gadis itu dan terluka seperti ini.

Jika saja dulu Ga Hun tidak meninggalkannya, mungkin Himchan tidak akan terjebak pada situasi sesulit ini.

Tapi takdir menarik garis berbeda dengan apa yang di kehendakinya.

“Sepertinya hidup kita sama-sama tidak berjalan dengan baik.” Ujar Ha Gun membuka pembicaraan.

“Kau tau, betapa menyesalnya aku setelah meninggalkanmu? Aku ingin pulang, aku ingin meninggalkan Oxford sesegera mungkin, karna itu aku belajar dengan giat agar lulus dengan cepat dan bisa menemuimu. Tapi kenyataannya yang ku dapat ternyata berbeda.” Lirih Ha Gun. Kentara sekali jika gadis itu sangat menyesal setelah kehilangan Himchan. Meski begitu pria yang ada disampingnya itu tak bergeming. Baginya, Ha Gun hanyalah bagian dari masa lalunya.

Masa lalu? Benarkah? Lalu bagaimana dengan SoHee? Bukankah gadis itu juga memutuskannya secara sepihak dan meninggalkannya begitu saja akan menjadi masa lalunya? Bukankah masa depan Himchan juga sudah ditentukan minggu depan? Menikahi Choi Moo Hyun, apa itu yang disebut masa depan?

Ponsel Himchan berdering. Bahkan setiap satu jam sekali Moo Hyun tidak pernah absen menghubunginya. Moo Hyun harus tau apa yang Himchan lakukan, dimana, dengan siapa, Moo Hyun harus tau itu.

“Kenapa tidak di angkat?”

Tidak ada jawaban. Himchan malah menoleh ke arah Ha Gun. “Jika kau mau, angkat saja. Biar dia tau aku sedang bersamamu.” Jawabnya santai.

Ponsel Himchan kembali berdering. Dan pria itu lagi-lagi mengabaikannya. “Hei, itu dari eomma-mu.” Ha Gun mengingatkan. Melihat nama ibunya benar-benar tertera disana, Himchan segera menggeser tombol berwarna hijau.

“Abeoji-mu demam. Sepertinya dia kelelahan. Aku akan membawanya ke rumah sakit. Cepat pulang, dan besok tolong antarkan Betty terapi.” Pinta Anne lembut. Mendengar ayahnya demam hingga harus di bawa ke rumah sakit, Himchan jadi merasa bersalah.

Himchan tau jika Yong Hwan bukanlah orang yang picik, hingga dengan senang hati tega mengorbankannya demi perusahaan. Yong Hwan orang yang sangat bertanggung jawab. Bahkan ia rela merawatnya dan Betty yang jelas-jelas bukan anak kandungnya dengan kasih sayang yang kadarnya sama seperti kebanyakan ayah kandung.

“Himchanie… Himchanie…” Panggil Anne. Wanita itu pikir Himchan tidak mendengar ucapannya. Tidak, bukan begitu. Himchan membutuhkan waktu untuk berpikir. Tapi sebelum Himchan sempat menjawab pertanyaan ibunya, panggilan itu putus. Tergantikan nama Moo Hyun yang kembali menghubunginya.

“Ada apa?” Tanya Himchan kesal.

“Antarkan aku ke salon besok.” Perintahnya pada Himchan.

“Kau pikir aku supir? Pergi saja sendiri karna aku akan mengantar Betty terapi.” Ujarnya buru-buru lalu mematikan ponselnya.

Himchan lalu mengetik pesan untuk ibunya. “Aku akan segera pulang, dan besok akan mengantar Betty.”

*****BangHee Series******

SoHee terlihat sangat kelelahan. Namun ia sangat menikmati pekerjaan barunya ini. Orang-orang baru yang ditemuinya sangat ramah. Sangat menyenangkan.

“Nona Jung, maaf membuatmu pulang malam dihari pertamamu bekerja, padahal kau masih punya tugas di panti asuhan.” Ujar dokter Choi yang merasa tidak enak hati karna SoHee sudah membantunya hingga larut malam.

“Tidak apa-apa dokter. Ada Yongjae yang menjaga anak-anak. Lagipula temanku Eun Soo dan Jongup pasti sedang ada di panti asuhan.” SoHee berdiri lalu menunduk, bersiap kembali ke panti asuhan.

“Junhong-ah, tolong antar nona Jung. Lampu jalanan banyak yang mati. Appa khawatir dia akana tersesat, dia kan orang baru di desa kita ini.” Pinta Seo Joon pada Junhong, anaknya.

“Siap, appa. Aku akan mengantarkan SoHee nuna dengan selamat.” Ujar Junhong yang sudah berdiri disamping SoHee, siap mengantarnya pulang. Keduanya berjalan bersama, sesekali tertawa saat membicarakan Ji Hyun.

“Jadi dia bukan kekasihmu?” Tanya SoHee memastikan.

“Tentu saja tidak. Mana mungkin aku menyukai gadis seperti itu. Kami sudah berteman sejak kecil, bahkan sejak kami dalam kandungan.”

SoHee tertawa mendengar jawaban Junhong. Sejujurnya ia sudah tau jika keduanya hanya bersahabat, tapi tetap saja SoHee ingin menggodanya.

“Jadi Ji Hyun menyukai Yongjae, kan?” Kali ini Junhong yang terlihat keheranan. Bagaimana bisa gadis yang ada disampingnya itu tau rahasia besar yang dimiliki Ji Hyun? Padahal selama ini hanya gadis itu dan dia yang tau. Tidak mungkin kan Ji Hyun menceritakan pada SoHee jika ia menyukai Yongjae?

“Nuna, bagaimana kau bisa tau?” Junhong meminta jawaban dari SoHee. Ia tidak mau dibilang penghianat oleh Ji Hyun karna SoHee tau rahasia sahabatnya itu.

“Aku melihat kalian bersembunyi dibalik pohon itu, waktu pertama kali aku tiba disini.” Ujar SoHee sambil menunjuk pohon ek yang tak jauh dari panti asuhan. “Lagipula, aku bisa melihat dari matanya jika ia benar-benar menyukai Yongjae.” SoHee tersenyum ke arah Junhong yang masih shock saat mendengar dirinya ketahuan menguntit beberapa hari yang lalu.

“Hei, kau tidak perlu ketakutan seperti itu. Aku tidak akan menceritakannya pada siapapun.” SoHee menyenggol lengan Junhong saat keduanya sudah sampai di depan panti asuhan.

“Terima kasih sudah mengantar. Sampai jumpa esok.” SoHee melambaikan tangan ke arah Junhong sebelum ia masuk ke dalam pagar, dimana Yongjae sudah menunggunya di ayunan.

“Belum tidur?” SoHee menghampiri Yongjae dan duduk di ayunan kosong disamping pria itu.

“Belum.” Yongjae menggeleng pelan.

“Sedang mimikirkan sesuatu?” SoHee memicingkan satu matanya, mencari tau.

“Hanya menunggumu.” Yongjae menatap SoHee intens. Entah kenapa setiap melihat sepasang mata cokelat milik SoHee membuat darah pria itu berdesir. Ada sensasi aneh yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

to be continue

9 Komentar

  1. Uuuuuuuuhhhhhhhh Betty first kah?😀 hehehe…
    Ada firasat eonnie bakalan posting FF jadi aku bolak-balik meriksa E-mail dari jam 9 dan ternyata ngga sia2 -_-)/ FF-nya udah di post!!! Yeay!!! Hahaha seneng banget😀. Akhirnya ngebaca FF tengah malam ;D
    .
    .
    Hmm sampe sekarang Appa belum ketemu yah sama Sohee? Aduh pengen mereka cepet ketemu… Jadi makin ngga sabar u.u
    Appa akhirnya nemu keluarga baru dan bersyukur banget keluarganya bisa nerima. Dan Betty uhuy kayanya mulai pengen dimanja(?) sama Appa nih hahaha :v.
    Gi Yun sifatnya agak ngeselin😦 kesian Daehyunnie Oppa… Tapi ntar deh tunggu aja lanjutannya :3.
    Youngjae Oppa hmm makin dalem aja perasaan oppa sama Sohee… Jadi bingung ini mo gimana. Ji hyun kesian T.T tapi ya gimana? Ntar aja tunggu lanjutannya hoho
    Tapi Betty tetep pengen BangHee bersatu loh :v
    .
    .
    Aaaaaaahhhhhh berasa banget kebersamaan Appa sama Betty walopun cuma sebentar tadi😀. Tapi tetep uuuhhh aku suka!!!
    Dan Betty bakal di anterin terapi sama Himchannie Oppa /horrreeeeeeee xD seneng banget! Gimana ya ntar? Oppa dingin ke Betty ngga ya?
    Huh makin penasaran aja nih…
    Sangat di tunggu next chapter eonnie😉. makasih udah buat FF ini dan nge-post FFnya cepet banget…❤
    BETTY (Kim) hahaha

  2. resti

    Makin rumit permasalahan day sama gi hyun, kapan bangHee di pertemukan???? Makin g sabar nunggu lanjutannya,,,,

    Semangat mb’ astred😉

  3. lagi enak2 nongkrong di jamban *upss buka blog uda maen chap ke 5 aja berasa dapet surprais dri mbak astrid hoho .. mau mantengin yg ke4 duyu .. semalem uda ditngguin kga nongol2 sampe ane molor duluan -_- #BangHee couple :* :*❤

  4. #BangHee belom ketemu juga di chap ini😦 ok lah klo begitu ^^
    tpi kta2 anne eomma emang bner2 bkin trenyuh keren bgtt lohh (mulailah dari hal kecil) next chap slanjutnya makin penasaran weh ^_^

  5. ahaha ternyata pada nungguin BangHee moment :’)

  6. Ira

    Eey, Giyun gimana sih,, nyuruh daehyun jangan salah paham, eh malah dia salah paham sendiri. Orang dewasa rumit memang,, (?)
    Wah, youngjae udh punya rasa sama sohee ya ternyata, padahal baru bberapa hari bareng,, Sohee daebakk !!🙂
    Aaa.. Aku mau lanjut baca next part deh..😀

  7. Run Evil Nur

    Wah ternyata udah ada part 4nya…. Kasian bgt hagun hmmm… Wah sohee ama yongjae nih?? Kesel deh sama giyun, seenaknya aja sama dae -__- lanjut dulu yaa thor mau bc next part dulu deh hihi

  8. nayaizbbb

    Makin rumit…
    Lanjut langsung lah daripada penasaran…

  9. Choi Hye Jin

    Yongjae suka Sohee ??! Makin seru nihh..

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: