AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

BangHee Series: Chapter 3 :: Check On


CHAPTER 3: Check On

Naega ppaegin wae ppae we back again
Mengapa aku harus mundur dan kita kembali lagi

Step barpgo ollaseon stage
Sebuah tahap dimana kita melakukan pertunjukan

Raebimyeon raep daenseumyeon daenseu
Apakah itu rapp atau tarian

Gyesokhaeseo barmneun eksel naneun molla silpae
Tetap melangkah aku tidak tau apa itu sebuah kegagalan

Naeryeogan jeogi eobseoseo naegen jaegin eomne
Karena aku tidak pernah turun, tidak ada jalan kembali bagiku

“Aku menghindari orang-orang yang membuatku tidak bisa bernapas.”

“Eh?” Yongjae menoleh ke arah SoHee yang tersenyum tipis. Apa yang dimaksud orang-orang yang tidak bisa membuatnya bernapas itu termasuk seseorang yang dicintainya?

“Sepertinya itu hubungan yang tidak mudah hingga membuatmu pergi dengan cara seperti ini.”

SoHee mengangkat kepalanya, menatap Yongjae hangat. “Aku dan seorang pria bernama Kim Himchan. Kami sudah merencanakan sebuah pernikahan. Tapi tiba-tiba bisnis orangtuanya mengalami krisis. Terpaksa, Himchan menjadi tumbal untuk menyelamatkan perusahaan.”

SoHee menghentikan ucapannya, lalu tertawa miris. “Maaf, aku jadi mengganggu waktu istirahatmu karna ceritaku.” Ucapnya tak enak hati.

“Ah tidak masalah. Itu artinya kau percaya padaku. Setidaknya, itu bisa membuat bebanmu sedikit berkurang, kan?”

SoHee kembali menunduk, menatap kakinya sendiri yang bergerak maju mundur. “Sedikit. Tapi tetap saja, aku mengingatnya lebih cepat dari setiap tarikan napasku. Entah bagaimana aku bisa melupakannya.”

“Kenapa harus melupakannya?” Sahut Yongjae cepat, membuat SoHee kembali mengalihkan tatapannya pada pria itu. “Jika melupakannya bisa membuatmu menderita, kau bisa menjadikannya sebuah kenangan. Aku tau melupakan seseorang itu tidak mudah, tapi daripada repot-repot melupakannya bukankah lebih baik membuatnya sebagai kenangan? Kenangan yang hanya perlu sesekali diingat saat kita ingin?” Lanjutnya.

SoHee mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Yongjae. “Sepertinya itu tidak buruk. Tapi, bagaimana aku melakukannya?” Tanya gadis itu lagi.

“Itu akan berjalan dengan sendirinya. Seiring waktu, saat kau menemukan seseorang yang lain. Tanpa kau sadari, orang itu akan menggantikan posisi Himchan.”

“Woaa terima kasih Yongjae-ssi. Benar kata Eun Soo, ternyata kau orang yang sangat menyenangkan.” Ujar SoHee tulus, membuat Yongjae tersenyum kikuk sambil mengusap tengkuknya, gugup.

******BangHee Series******

Daehyun menggandeng tangan Hyun Ra memasuki halaman taman kanak-kanak tempat putrinya bersekolah. Daehyun mencium kening Hyun Ra lembut, lalu menunduk saat seorang guru menyambut putrinya.

“Maaf Tuan Jung, jadi siapa yang akan menemani Hyun Ra hari ini?” Tanya Park Hyemi. Sahabat Gi Yun yang menjadi guru di tempat Hyun Ra bersekolah. Daehyun menghentikan langkahnya dan berbalik, tidak mengerti maksud wanita yang ada di depannya itu.

“Apa Gi Yun tidak memberitahumu jika hari ini ada wisata tahunan ke Gwangju?” Tanya Hyemi, lagi. Daehyun menggeleng pelan. Ia sama sekali tidak tau apa-apa karna Gi Yun memang tidak mengatakan apapun padanya semalam saat mengantar Hyun Ra pulang.

“Sekolahan kami mengadakan wisata tahunan. Kami mengajak orangtua murid ikut serta untuk mempererat hubungan antara anak dan orangtua. Kita akan menginap disana selama tiga hari, jika salah satu orangtua Hyun Ra tidak bisa hadir, maka-”

“Aku yang akan menemani Hyun Ra.” Sahut Daehyun cepat.

“Baiklah. Silahkan berkemas dan membawa barang yang sekiranya dibutuhkan. Perjalanan akan dimulai dua jam lagi.” Hyemi menunduk, lalu menuntun Hyun Ra masuk ke dalam kelas. Meninggalkan Daehyun yang kesal setengah mati. Pada Hyemi? Tentu saja bukan, tapi Gi Yun, istrinya.

Daehyun mengambil ponsel dari saku celananya. Dengan gerakan cepat ia berusaha menghubungi Gi Yun. Tidak ada jawaban. Daehyun mencobanya lagi, berkali-kali, namun hasilnya sama. Tangan Daehyun mengepal, kesal. Tidak bisa dihitung, sudah berapa banyak pria itu mengumpat.

******BangHee Series******

Yong Hwan menatap mantan istrinya nanar. Min Seok sadar sekitar lima menit lalu, tapi selama itu pula mereka tak saling bicara. Hanya tatapan mereka menyiratkan rasa kerinduan yang teramat sangat. Yongguk menggenggam erat tangan ibunya, sementara Yong Hwan mengelus wajah pucat wanita yang masih sangat dicintainya itu.

“Ini benar, kan? Aku tidak salah lihat?” Lirih Min Seok dibalik masker oksigen yang menutupi hidung dan mulutnya. Meski suaranya lemah, tapi Yong Hwan tau apa yang di ucapkan wanita itu.

“Iya. Ini aku.” Ujar Yong Hwan lirih. Suaranya tercekat sakit. Setelah dua puluh tahun berpisah, mengapa mereka harus dipertemukan kembali dengan keadaan seperti ini? Terlalu menyakitkan.

“Akhirnya kita bisa berkumpul lagi.” Min Seok menarik tangan Yong Hwan dan meletakkan tangan pria itu di atas tangan Yongguk yang sedari tadi di genggamnya. Air matanya tumpah, tidak sanggup lagi menahan rasa bahagia yang teramat sangat saat melihat orang yang dicintainya ada di dekatnya.

“Cepatlah sembuh. Setelah itu, aku akan membawamu dan Yongguk ke Seoul. Aku akan mencari dokter terbaik untuk menyembuhkanmu.” Sahut Yong Hwan yang langsung membuat Yongguk mendongak, menatap sang ayah.

“Tidak. Terlalu banyak kenangan indah disini. Aku tidak ingin pergi.” Lirih Min Seok, suaranya putus-putus.

“Tapi…. berjanjilah padaku untuk membawa Yongguk pergi bersamamu. Dia sudah besar, dan aku tidak bisa menjaganya lagi.”

“Jangan bicara macam-macam, eomma! Aku tidak akan pergi kemanapun tanpa eomma!” Ucap Yongguk tegas. Tidak ingin ibunya mengucapkan hal yang tidak-tidak.

“Yonggukie, keinginan terbesar eomma adalah bisa melihat appamu. Dan kau sudah mengabulkan keinginan eomma. Dengan begitu, eomma bisa pergi dengan tenang, karna eomma tau kalau kalian akan bersama. Iya kan? Berjanjilah padaku jika kalian akan bersama dan saling menjaga satu sama lain.” Ujar Min Seok susah payah. Ia menatap Yong Hwan sejenak, lalu berpindah menatap Yongguk penuh harap. Tidak ada kata penolakan dari kedua pria itu. Hanya anggukan yang terlihat sangat dipaksakan.

Sangat dipaksakan?

Iya.

Jika mereka tidak mengangguk, mungkin hingga akhir hidupnya, Min Seok tidak akan merasakan apa itu bahagia.

Dan jika mereka mengangguk, itu artinya mereka sudah rela dan ikhlas untuk melepas Min Seok selamanya.

Pilihan yang sulit, bukan?

“Terima kasih.” Min Seok memejamkan matanya, membuat Yongguk dan Yong Hwan berseru panik.

“Hei, aku tidak apa-apa. Kalian tidak perlu panik. Aku hanya ingin tidur.” Gurau Min Seok. Ia tersenyum meski wajahnya terlihat semakin pucat.

“Eomma, eomma harus berjanji kalau eomma akan baik-baik saja. Eomma harus melihatku lagi besok pagi, eomma-” Belum sempat Yongguk menyelesaikan ucapannya, suara alat pendeteksi jantung mengambil alih. Yong Hwan dan Yongguk seketika terbelalak saat menyadari monitor alat pendeteksi jantung itu menampilkan satu garis lurus yang menyedihkan.

“Eomma! Eomma bangun, eomma!” Teriak Yongguk coba membangunkan ibunya.

“Min Seok-ah!!” Tangan kanan Yong Hwan menepuk punggung tangan Min Seok, sementara tangan kirinya menekan tombol merah darurat yang ada disamping bed dengan gemas.

“EOMMA!!!!” Jerit Yongguk tak tahan lagi. Sekuat apapun ia mengguncang tubuh ibunya, sosok itu tidak bisa merasakan sentuhan hangatnya lagi. Tidak bisa melihat wajah tampan putranya lagi. Alamnya sudah berbeda. Yong Hwan menarik tubuh Yongguk saat dokter tiba dan memeriksa detak jantung Min Seok. Ini benar-benar di luar bayangannya. Yong Hwan tidak pernah menyangka, jika pertemuan pertamanya kembali dengan Min Seok akan menjadi pertemuan terakhir untuk selamanya.

******BangHee Series******

Himchan turun dari mobilnya dengan raut kesal. Bagaimana bisa tiba-tiba pernikahannya dengan Moo Hyun yang akan dilaksanakan bulan depan tiba-tiba dipercepat menjadi akhir bulan ini?

Himchan membanting pintu keras. Langkahnya terhenti saat melihat Betty. “Dimana abeoji?” Tanyanya dingin. Betty hanya bisa menghela napas, ia tau akan ada `perang` lagi seperti beberapa waktu yang lalu saat orang tua mereka memberitahu Himchan tentang perjodohannya dengan Moo Hyun.

“Betty!!” Seru Himchan. Sosok yang dipanggil Betty itu agak tersentak.

“Abeoji sedang keluar kota, dan belum pulang, oppa.” Sahut Betty pelan lantas meminta pelayan untuk mendorong kursi rodanya menjauh dari Himchan. Sementara pria itu beranjak ke lantai atas, dimana ibu mereka berada.

“Eomma!” Anne menoleh saat Himchan berjalan menghampirinya. Pria itu membanting tubuhnya di sofa kosong yang ada di ruangan itu. Anne yang menyadari mood buruk Himchan segera mematikan televisi yang sedang ia tonton.

“Ada apa?” Tanya Anne lembut.

“Siapa yang memutuskan untuk mempercepat tanggal pernikahan Moo Hyun?” Tanya Himchan dingin.

“Pernikahan kalian.” Ralat Anne, sorot matanya terlihat tegas. Ia sadar bahwa itu akan sangat melukai Himchan, tapi tidak ada pilihan lain.

“Moo Hyun yang minta pernikahan kalian agar di percepat. Lagipula, cepat atau lambat kalian juga akan menikah.”

“Eomma!!” Seru Himchan tanpa sadar membentak ibunya. “Bagaimana jika SoHee mengetahui hal ini? SoHee tidak bisa hidup tanpa aku, begitupun sebaliknya.” Himchan berdiri. Bersiap melangkah meninggalkan ibunya.

“Kau tidak bisa lagi menghindarinya, Himchanie. Tidak ada jalan lain. Kau sudah menandatangani kontraknya.” Himchan mendengus kesal setelah mendengar ucapan ibunya. Memang, apa yang sudah dikatakan wanita itu benar. Tapi tetap saja Himchan ingin mencoba merubah takdirnya.

Himchan masuk ke dalam kamarnya, kemudian membanting tubuh lelahnya di atas kasur. Ia menatap ponselnya, dimana wajah SoHee yang meneduhkan itu masih menghiasi layar ponselnya. Himchan menekan nomer satu cukup lama, sambil menunggu seseorang menerima panggilan telponnya. Himchan mengernyit saat menyadari nomer SoHee masih tidak aktif. Mati. Yang semakin membuat Himchan bertambah kesal hingga ia melempar ponselnya sembarangan. Napasnya berat. Himchan lelah. Frustasi. Terluka.

******BangHee Series******

Holiday Inn Gwangju. Hotel mewah yang di dominasi warna biru dibagian luar itu terlihat sangat indah pada malam hari. Rombongan wisata taman kanak-kanak beserta orangtuanya terlihat sangat kelelahan. Setelah pembagian kamar dan jadwal wisata untuk besok, semuanya pergi ke kamar masing-masing. Tidak terkecuali Daehyun dan Hyun Ra.

Daehyun terlihat kesulitan saat menggendong Hyun Ra dibalik punggungnya, sementara ia juga harus membawa koper-kopernya. Hyemi menghampiri Daehyun dan menawarkan bantuan, yang tentu saja tidak dapat pria itu tolak, karna ia memang butuh bantuan.

“Terima kasih.” Ujar Daehyun, saat ia baru saja meletakkan putrinya di kasur, tentu saja dengan bantuan Hyemi.

“Sama-sama.” Balas Hyemi senang hati.

“Ah ya, kalau boleh tau dimana Gi Yun sekarang. Kenapa ia tidak ikut?” Tanya Hyemi pura-pura tidak tau.

“Entahlah. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi.” Jawab Daehyun putus asa.

“Mungkin dia sibuk.” Hyemi menepuk lengan Daehyun. Saat menyadari hal itu, Hyemi segera menarik tangannya dan menunduk, “Maaf. Aku tidak bermaksud-”

“Tidak apa-apa. Ehh? Apa kau lapar? Bagaimana jika kita pesan makanan? Hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih karna kau sudah banyak membantuku.” Usul Daehyun yang tentu saja membuat Hyemi girang.

Girang?

Yah, tentu saja. Karna tanpa sepengetahuan Gi Yun, diam-diam Hyemi menyukai suami sahabatnya itu.

******BangHee Series******

“Selamat makan!!” Jerit semua orang yang ada di meja makan. Sembilan anak kecil dan dua orang dewasa nampak menikmati sarapan pagi mereka dengan nikmat. Penuh dengan rasa syukur dan senyum bahagia. Membuat SoHee merasa.. bahwa ia telah memilih tempat yang benar untuk menenangkan hatinya yang kacau.

Walau memang tidak sepenuhnya SoHee bisa melupakan Himchan dan menutup luka dengan cepat, setidaknya SoHee mendapatkan kehangatan, keceriaan, kasih sayang, dan kepedulian. Alasan lain yang membuat SoHee bisa bertahan hidup.

Yongjae melihat SoHee melamun dengan sumpit yang masih tergenggam di tangannya. Pria itu tau SoHee pasti sedang memikitkan pria bernama Kim Himchan itu. Kentara sekali dari raut wajahnya yang terlihat sendu. Yongjae menyenggol lengan SoHee hingga gadis itu tersentak. Lalu memberi kode agar gadis itu segera menghabiskan makanannya.

“Yongjae-ssi, apa kau ada jadwal mengajar hari ini?” Tanya SoHee pada pria yang ada disampingnya itu.

“Memangnya kenapa?”

“Eung.. aku ingin mencari pekerjaan lain. Aku ingin sedikit menyibukkan diri.” Ujar SoHee ragu.

“Memangnya kau mau pekerjaan seperti apa?” Suara Yongjae terdengar cemas. Sementara SoHee hanya mengedikkan bahunya, tidak tau. Bahkan gadis itu sendiri masih belum tau pekerjaan seperti apa yang ingin dikerjakannya. Ia hanya ingin menyibukkan diri dengan banyak pekerjaan agar tidak terlalu sering memikirkan Himchan.

“Nanti aku akan coba bertanya pada orang-orang di sekitar sini, siapa tau di antara mereka ada yang membutuhkan tenaga tambahan.”

SoHee membulatkan matanya. “Benarkah? Apa kau yakin Yongjae-ssi?”

Yongjae mengangguk semangat. Ia sangat senang bisa membuat SoHee tersenyum seperti sekarang. Seperti ada udara segar yang memenuhi rongga paru-parunya.

“Eh, tapi dengan satu syarat.” Ujar Yongjae tiba-tiba.

“Apa?” Tanya SoHee heran.

“Bisakah kau merubah caramu memanggilku? Seperti Yongjae-ya? Yongjae-ssi menurutku terlalu formal.” Pinta Yongjae ragu.

“Tidak masalah Yongjae-ya! Terima kasih.” Ujar SoHee kemudian, lalu keduanya tertawa.

******BangHee Series******

Dengan pakaian serba hitam dan pita warna kuning yang melekat dilengan, Yongguk membawa foto Min Seok. Tatapan pria itu kosong. Mati-matian Yongguk berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya, yang sialnya semua sia-sia.

Hati Yongguk seakan tercabik saat peti mati sang ibu tertimbun tanah, sementara bunga chrisan dan lily tertata rapi di atasnya. Satu persatu tetangga Yongguk menepuk pundak pria itu dan pamit pergi. Menyisahkan keluarga Shin, yang memang selama ini paling dekat dengan Min Seok.

“Oppa.. ayo pulang. Ahjuma sudah tenang disana.” Bujuk Eun Fa. Yongguk tak bergeming. Ia masih ditempatnya berdiri tanpa bergerak sedikitpun. Sementara Yong Hwan terlihat bercakap-cakap di telpon. Yongguk yakin, ayahnya itu pasti sedang menghubungi keluarganya yang berada di Seoul.

Setelah mematikan panggilan telponnya, Yong Hwan menghampiri keluarga Shin dan memberitahu pada mereka jika ia akan membawa Yongguk kembali bersamanya. Yang tentu saja hal itu sangat mengejutkan buat Eun Fa.

“Ahjussi, tidak bisakah anda tinggal disini? Atau Yongguk oppa tetap berada disini? Lalu anda bisa sesekali menjenguknya?” Tawar Eun Fa yang langsung mendapat gelengan dari Yong Hwan.

“Kami sudah berjanji pada Min Seok. Kami akan hidup bersama dan saling menjaga. Pindah ke Seoul, bukan berarti kau tidak bisa bertemu dengan Yongguk. Kami juga akan sesekali kemari mengunjungi makan Min Seok.” Ujar Yong Hwan menjelaskan.

Yongguk menoleh sekilas pada Yong Hwan. Mengerti karna ia harus tetap bersama sang ayah, seperti janji yang sudah ia ucapkan pada ibunya. Lagipula Yong Hwan sungguh-sungguh ingin menebus kesalahan di masa lalunya selama dua puluh tahun ini dengan membawa Yongguk menjadi tanggung jawabnya lagi.

“Ahjussi, ahjumma, dan kau Eun Fa. Terima kasih atas kebaikan hati kalian selama ini. Aku akan sering-sering mengunjungi makam eomma. Permisi.” Pamit Yongguk. Pria itu menunduk lalu berbalik, mengikuti langkah ayahnya yang sudah berjalan terlebih dahulu. Masuk ke dalam mobil yang sudah dibuka oleh supir.

******BangHee Series******

Himchan menekan bel apartemen SoHee berulang kali. Tidak cukup dengan itu, Himchan juga menggedor pintu apartemen SoHee dengan tidak sabar saat sang pemilik tak kunjung membuka pintu.

Seorang ahjumma yang tinggal di samping SoHee keluar dan menegur Himchan. Pria itu lalu mendekati ahjumma itu dan menanyakan keberadaan SoHee.

“SoHee sudah pindah sekitar dua hari yang lalu.”

Jika saja Himchan memiliki riwayat penyakit jantung, mungkin ia sudah pingsan di tempat setelah mendengar ucapan ahjumma itu. “Pindah?” Ulang Himchan tak percaya. Pria itu tak habis pikir dengan keputusan SoHee. Apa gadis itu benar-benar berniat pergi dari kehidupannya?

Himchan berlari turun menuju mobilnya. Kemana ia harus mencari gadis itu? Sakit, marah, sedih, bingung, Himchan bahkan tidak tau perasaan apa yang tepat, yang sedang dirasakan hatinya.

“Eun Soo!” Pekik Himchan. Pria itu lalu menyalakan mesin mobilnya dan melaju kencang menuju sebuah gedung pencakar langit yang sudah sering di datanginya untuk urusan bisnis. Setelah menunggu kurang lebih selama satu jam, Himchan melihat Eun Soo keluar dari gedung itu bersama seorang pria yang tidak Himchan kenal. Segera, sebelum keduanya masuk ke dalam mobil, Himchan menghampiri keduanya dan menyeret tangan Eun Soo.

Eun Soo menoleh dan terkejut saat melihat sosok Himchan. “Bisa kita bicara?” Tanya Himchan dengan nada memohon.

Jongup yang merasa risih karna Himchan begitu erat menggenggam tangan wanitanya menepis tangan pria itu. “Lepas. Anda sudah berbuat tidak sopan pada wanita saya.” Ujar Jongup tegas. Memaksa Himchan segera melepas genggaman tangannya.

Eun Soo menghela napas. Ia tau apa yang ingin dibicarakan Himchan. Pasti tentang SoHee. Eun Soo mengajak Jongup dan Himchan kembali masuk ke dalam gedung pencakar langit itu, menuju cafe yang berada dilantai paling bawah.

“Dimana SoHee?” Tanya Himchan cepat saat mereka baru saja duduk. Himchan bahkan tidak memberi kesempatan pada Eun Soo untuk memesan minuman.

“Undangan pernikahanmu sudah sampai rumahku.” Ujar Eun Soo mengalihkan pertanyaan Himchan.

“Aku tidak perduli.” Sahut Himchan cepat.

Jongup mengernyit. “Undangan? Jadi apa kau pria yang bernama Kim Himchan itu? Calon menantu keluarga Choi Yoon?” Potong Jongup. Sekalipun Himchan dan Eun Soo tidak menjawab pertanyaannya, tapi Jongup yakin jika yang ditanyakannya itu benar.

“Apa yang kau inginkan dari SoHee?” Eun Soo menatap tajam pria yang ada dihadapannya itu.

“Jadi kau tau dimana keberadaan SoHee?”

Eun Soo bisa melihat sinar harapan dan terluka dari mata Himchan. Eun Soo sendiri sebenarnya tidak tega. Ia jua tau jika sampai saat ini SoHee dan Himchan masih sangat mencintai. Tapi sayangnya jika cinta hanya sebuah kesakitan, lebih baik berhenti, kan?

“Jika kau bertemu dengan SoHee, apa yang akan kau lakukan?” Ulang Eun Soo. Membuat Himchan terdiam. Sejujurnya ia sendiri juga tidak tau apa yang akan dilakukannya nanti jika ia bertemu dengan SoHee. Yang Himchan tau, ia hanya ingin melihat gadis itu. Karna Himchan yakin, dengan melihat SoHee semua akan baik-baik saja.

“Lupakan dia, Himchan-ssi.” Ujar Eun Soo tegas.

Himchan menghempaskan tubuhnya ke kursi. Bahkan sahabat Eun Soo juga memintanya untuk menyerah. Bagaimana bisa tidak ada satupun orang yang mendukungnya?

“Kau tau kan? Dia satu-satunya gadis yang aku cintai Eun Soo-ya.” Ucap Himchan putus asa.

“Aku sangat tau itu Himchan-ssi. Aku bisa melihatnya dari sorot matamu. Tapi cintamu bisa membuatnya semakin terluka. Apalagi jika SoHee tau pernikahanmu yang tinggal sebentar lagi, kurasa…” Suara Eun Soo melemah. Ia tidak tega bersikap keras pada Himchan, sementara pria itu juga sama terlukanya seperti SoHee.

“Aku ingin mengatakan sesuatu padanya…” Ucap Himchan sendu. Sebelum ia membuka mulutnya lagi. “Untuk yang terakhir kali.” Sakit sebenarnya saat Himchan mengatakan itu, tapi jika itu adalah satu-satunya cara untuk meyakinkan Eun Soo agar ia bisa bertemu dengan SoHee, ia akan melakukannya.

“Kau bisa menulis sebuah surat. Aku pasti akan memberikannya pada SoHee.” Ucap Eun Soo dingin. ”Maaf, Himchan-ssi, aku tidak ingin melihat SoHee terluka lagi.” Lanjutnya pelan.

******BangHee Series******

“Cukup untuk hari ini.” Yongjae mengakhiri kelas vokalnya untuk hari ini.

“Yah yah, ini baru dua jam, kenapa begitu cepat?” Ujar salah satu murid Yongjae, Ji Hyun.

“Bukankah biasanya juga seperti ini?” Balas Yongjae dengan senyum khasnya. “Ah, ya. Apa salah satu orang tua kalian ada yang membutuhkan pekerja part time?”

Lagi-lagi gadis bernama Ji Hyun mengangkat tangannya. “Junhong. Orang tua Junhong membutuhkan karyawan part time untuk membantu di kliniknya. Iya kan, Junhong-ah?” Ji Hyun menyenggol lengan Junhong yang merasa kebingungan. Bahkan Junhong sendiri tidak tau jika orang tuanya membutuhkan pekerja, lalu bagaimana bisa Ji Hyun mengatakan hal itu?

“Tidak tau.” Jawab Junhong asal, yang otomatis membuatnya mendapat pukulan dari Ji Hyun.

“Yak! Junhong-ah! Bukankah ayahmu mengatakan jika ia membutuhkan pekerja untuk membantunya di klinik?” Ji Hyun melotot ke arah Junhong.

“Mungkin. Aku sungguh tidak tau, kenapa kau melototiku seperti itu.” Ujar Junhong polos, membuat Ji Hyun mendengus kesal.

“Dokter Choi Seo Joon mengatakan padaku jika ia membutuhkan seorang yang bisa membantu pekerjaannya. Kau tau sendiri kan guru, tempat kita ini cukup jauh dari kota. Tidak ada perawat yang mau datang untuk membantu klinik dokter Choi.” Jelas Ji Hyun panjang lebar.

“Terima kasih. Jika sudah ada kepastian, bisa kau memberitahuku?” Yongjae mendekat, ia mengelus pucuk rambut Ji Hyun yang tentu saja membuat kedua pipi apel gadis itu memerah.

“Tentu saja. Dengan senang hati.”

to be continue

9 Komentar

  1. nayaizbbb

    Oooooh jadi Hyemi suka Daehyun!! Bisa2 musuh dalam selimut nie, Kasihan Gi Yun.

    SoHee dan youngjae makin akrab😀 hanya berteman kan xD

    Himchan emosi’an. Bagus Eun Soo nglarang dia buat ketemu SoHee, Tau klo nikahnya di percepat sudah pasti makin terluka SoHee’nya..

    Hmmm~ Jadi Jihyun seorang murid. Youngjae guru tercakep, pantas Jihyun menykainya sampai ngstalk gitu wkwkwkwkwk

    Fighting buat semuanya…
    Bangster1004, Astred, milanistred, SoHee, nyonya Bang~ Fighting!!!!!!!

  2. Waaaaaaaaaaaaaaaaaaa… Eonnie!!! Ngga nyangka weh bakal nge-post secepet ini hehe.
    Daebak (y).
    .
    .
    Hmm entah kenapa Gi Yun disini ngebuat aku kesel. Bukan cuma Daehyunnie Oppa aja yang kesel :3
    Dan lagi, aku nangis eonnie, pas Appa kehilangan ibunya T.T itu bener2 nguras airmata. Apalagi ibunya masih bilang dia mau tidur padahal… Udahlah…
    Semoga setelah kepindahan Appa, bisa cepet ketemu Sohee biar sohee ngga menderita terus, ada sosok pengganti Himchannie Oppa, okey emang ada Youngjae Oppa, cuma ngga deh kayanya :v Banghee yang harus bersama /plak /maksa
    .
    .
    Buat Jonguppie Oppa sama Eun Soo ekhem wanita saya? Uhuy uhuy (?)
    Kasian bener deh liat Himchannie Oppa😦 dia bener2 kehilangan belahan jiwa, eh tapi semoga lama2 bisa melepaskan Sohee dan yah makin lama Moo Hyun akhirnya berhasil dapetin Oppa🙂.
    .
    .
    Huaaaaaaaaaahhhhh ini adalah adegan pertama “Betty ngomong sama Himchannie Oppa” yang aku baca yah meskipun langsung ngebentak sih haha. Gapapa… Berasa banget Oppa bentak Betty-nya :v dapet banget! Keren😀
    .
    .
    Semuanya ngebuat penasaran. Iiihhhhhh gemes deh ah!!!
    Ngga minta cepet sih buat lanjutannya, soalnya part ini aja udah di post dan cepet banget jadinya :3 jadi sabar aja buat next part.
    Semangat eonnie❤.
    Makasih
    BETTY (Kim) hohohoho

  3. Aku lagi ngebayangin daehyun jadi seorang appa~ pasti cerewet banget. Hehe^^ yang sabar aja buat anaknya.

    Ternyata banyak banget cinta segitiga di sini. Makin seru deh.

    Semoga dgn kepindahan yongguk ke seoul, dia semakin cepet ketemu sohee

    Oh ya, pilihan eonni buat jadiin youngjae guru vokal itu tepat banget. Kalo aja dosen di kampusku kyk youngjae, sehari 6 sks aku ladenin. Hehe^^

    Ditunggu chapter selanjutnya~

  4. kyaa youngjaenya emang bkin adem ayem -_- aku yg bca aja mesam mesem sendiri hoho dewasa bgtt *toelJay keekkkkk

    Hyemi ternyata oh ternyata apakah nanti ada perang konflik lagi?? Ujian buat HyunGi couple kah??

    Channi berusaha bgt yak pen dah punya NC kek channia *suitsuit
    Betty yg sbar yak serahkn channie pdaku *aoks
    dohh BangHee couple kpan ktmunyaaa gk sabar weeh chap selnjutnya cant wait >_<

  5. Dewi_chaki

    critax bkin excited >< bingung mw berpihak kmn😦 younjaeeee kau jangan slingkuh nde
    ah ya baby ze jg jngn nkal" sm betty
    xD

  6. Ira

    Duh, sedih banget waktu ibu yongguk bilang kalo cuma mau tidur, eh malah.. T.T
    Wow, trnyata Hyemi adalah musuh dlm selimut nya Gi Yun ya, ngga bakal nyangka pasti giyun nya, yg sabar eomma Giyun..:)
    Aku setuju sama eunsoo yg ngga ngebolehin himchan ktemu sohee, toh itu juga untuk kebaikan bersama, biar Himchan cepet move on dan berpaling ke moo hyun,,
    Nunggu moment BangHee ketemu lagi..
    Next partnya di tunngu Kak,,😀

  7. chap ini sepi komentar, agak ngebosenin yah😀

  8. Run Evil Nur

    Lanjut thor makin penasaran

  9. Choi Hye Jin

    Mulai memahami inti dari fanfict ini :v

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: