AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Me Againts the Time


Author: Bangster1004

Casts: Bang Yongguk, Jung SoHee (OC)

Length: Oneshot

Rating: G

Genre: Soft Romance, NC

Pukul 08.00am

“Baiklah… 15 jam ke depan aku akan bertemu dengannya. Tapi, kenapa aku merasa sangat tegang? Aku akan bertemu dengannya.. Iya dengannya.. Dengan gadis itu! Waktu, tolong, cepatlah berjalan…” Batin Yongguk. Namja yang baru saja membuka matanya itu melihat dengan seksama jarum jam yang berputar lambat di dinding kamarnya.

“Gukie-ya! Kau sudah bangun?” Suara manager Kang terdengar menggema, membuyarkan lamunan Yongguk. Namja itu bangkit, matanya tertuju pada pria bertubuh tambun yang berdiri di depannya dan menatapnya kesal.

“Ini jadwalmu hari ini.” Ucap manager Kang sambil menyodorkan tablet pada Yongguk. Meski ia sudah mengetahui jadwal kegiatannya, tapi tetap saja Yongguk harus mengeceknya. Sekedar memastikan, bahwa tidak ada jadwal yang berubah.

“Baiklah…” Yongguk mengangguk mengerti.

“Hyung, kau tidak akan mengganggu jadwalku nanti malam, kan?” Tanya Yongguk memastikan.

“Tidak akan. Aku tau…” Cibirnya.

“Astaga! Kau tersenyum sendiri sejak tadi karena memikirkan hal itu?!” Goda manager Kang yang sukses membuat pipi Yongguk memerah.

“Aku sangat merindukannya. Meski hanya sebentar, tapi aku sudah lama menantikan hari ini.” Ujar Yongguk tak sabaran.

“Hei, ucapkan terima kasih padaku. Jika bukan karena aku, apa kau pikir kalian bisa bertemu malam ini???” Manager Kang menyombongkan diri, membuat Yongguk mendengus sebal.

“Huh, aku tau kau pasti akan terus mengungkit hal ini. Terima kasih managerku yang baik hati. Cukup?” Ujar Yongguk sambil tersenyum semanis mungkin.

“Hahahaha…. Sebenarnya itu tidak cukup. Kau harus membalasnya dengan bekerja keras Gukie-ya.” Manager Kang menepuk pundak Yongguk.

“Hei, hyung. Kau tau aku akan selalu melakukan hal itu. Aku bekerja keras seperti ini juga untuknya yang akan menjadi masa depanku. Ahh membayangkannya saja sudah membuatku bahagia, apalagi jika hal itu benar-benar terjadi.” Manager Kang bergidik ngeri melihat tingkah Yongguk. Sebesar itukah pengaruh gadis itu untuk Yongguk?

Yah, gadis yang hampir setahun ini dipacari artisnya itu adalah mood maker Yongguk. Gadis yang selalu bisa membuat Yongguk bahagia, namun tak jarang juga membuat Yongguk seperti orang gila jika mereka sedang bertengkar.

“Segera bangunkan yang lain, kalian harus bersiap-siap.” Manger Kang memerintahkan Yongguk untuk membangunkan Himchan dan Zelo yang tidur disampingnya. Sementara ia pergi ke kamar sebelah dimana Daehyun, Yongjae dan Jongup tidur terpisah.

******o0o******

Pukul 01.45pm

“Lebih kurang 9 jam lagi, aku bisa melihat wajahnya yang meneduhkan hati itu. Ya Tuhan, rasanya hari ini sungguh sangat pajang.” Ujar Yongguk setelah melihat arloji yang melingkar ditangan kekarnya.

“Ah, lelahnya!” Keluh Zelo.

Yongguk melotot saat menyadari sang magnae yang tingginya tak terhingga itu melemparkan tas berisi barang belanjaan yang baru saja mereka beli dengan sembarangan.

“Yak! Zelo-ya, hati-hati. Kau bisa merusaknya.” Ujar Yongguk khawatir sambil memeriksa isi barang tersebut.

“Huh, kau mengejutkanku hyung! Itu tidak akan rusak.” Zelo mengelus dadanya, kaget.

“Aku khawatir kau melukainya.” Yongguk mengeluarkan jersey dengan motif garis merah hitam dari dalam tas belanjaan. Dibagian kerah jersey itu terdapat tulisan AC Milan. Sebuah tim sepak bola dari Italy. Yongguk lalu memeriksa jersey itu pelan dan teliti, seolah-olah jersey itu adalah barang pecah belah yang harus diperlakukan dengan halus.

Himchan datang membawa secangkir kopi dan meletakkannya di atas meja. Ia lalu melirik Yongguk sekilas sebelum menghempaskan tubuhnya dikursi yang masih kosong. “Gukie-ya, kau belum makan siang, kan? Isilah perutmu selagi masih sempat. Kita tidak punya banyak waktu. Lima belas menit lagi, pemotretan dilanjutkan.” Ujar Himchan perhatian. Namja itu paling tidak suka jika Yongguk selalu menunda-nunda waktu makannya.

Di sela-sela jadwal yang begitu padat, Yongguk menyempatkan diri pergi ke Sport Center yang tak jauh dari lokasi pemotretan. Yongguk tidak sendiri, ia memaksa Zelo untuk ikut dengannya. Tentu saja dengan iming-iming ia akan membelikan Zelo skateboard baru.

“Sebentar-sebentar, aku harus menyiapkan ini. Aku takut nanti tidak sempat untuk melakukannya.” Yongguk melipat jersey itu dengan rapi, amat sangat rapi malah. Lalu memasukkannya ke dalam kotak yang sudah ia siapkan sebelumnya.

“Sini aku bantu. Kau makanlah, biar aku yang melakukannya.” Himchan menawarkan bantuan yang langsung ditolak oleh Yongguk. Namja itu spontan memeluk kotak itu dan menatap tajam ke arah Himchan. “Tidak boleh. Aku yang akan melakukannya sendiri. Karena ini untuknya.”

“Huh! Gukie-ya! Kau sungguh menggelikan!” Cibir Himchan yang disusul tawa Zelo dan Daehyun yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Mencari sendiri, membeli sendiri dan menyiapkannya sendiri. Yongguk hyung, kau benar-benar hebat!” Daehyun mengulurkan kedua jempolnya ke arah Yongguk. Memuji, namun dengan suara sumbang seolah tidak percaya.

“Hei! Aku harus melakukan yang terbaik untuknya, sama seperti saat dia menyiapkan segala sesuatunya sendiri untukku.” Jelas Yongguk. Himchan tersenyum tipis. Sejak ia mengenal Yongguk, baru kali ini Himchan melihat sisi lain dari seorang Bang Yongguk. Sisi romantis dan perhatian, bersikap seolah-olah hanya dia sendiri yang memiliki kekasih.

“Eh, apa kalian pikir dia akan menyukai hadiahku ini? Aku khawatir, bagaimana jika dia tidak menyukainya?” Yongguk menatap satu persatu temannya, meminta pendapat.

Himchan mengela napas. “Yang penting kau memberikannya dengan sepenuh hati, dengan segenap cinta.”

“Aku memikirkan hadiah apa yang paling disukainya hingga aku tidak tidur semalaman. Mencari dan membelinya sendiri, apa kau pikir itu tidak kulakukan dengan sepenuh hati dan segenap cinta?” Ujar Yongguk kesal, merasa dipermainkan teman-temannya.

“Ada apa denganmu, hyung? Kenapa kau begitu sensitif hari ini?” Jongup menepuk pundak Yongguk.

“Hh?? Benarkah? Ahh mungkin aku terlalu tegang menunggu nanti malam.” Yongguk menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

“Dia pasti sangat menyukai hadiamu hyung, bertemu denganmu saja sudah menjadi hadiah terbaik untuknya. Percayalah padaku.” Ujar Yongjae berusaha menghibur Yongguk.

“Sudah.. sudah.. kau melakukannya dengan baik. Sekarang cepat makan ini.” Manager Kang menyuguhkan semangkuk mie ramen kesukaan Yongguk. “Kau hanya punya waktu lima belas menit untuk menghabiskannya.” Lanjut pria itu lantas melirik jam tangannya.

“Ah yah, tentu saja aku harus mengisi perut. Aku tidak ingin sakit saat bertemu dengannya nanti.” Yongguk melahap rakus ramen kesukaannya.

“Hyung, tolong simpan ini dalam van. Jangan sampai rusak atau….” Yongguk menyerahkan kado yang sudah ia bungkus pada manager Kang dengan mulut penuh makanan.

“Yah yah! Aku tau, atau kau akan memecatku nanti, begitu?” Ujar manager Kang kesal sembari pergi meninggalkan Yongguk dan teman temannya yang tertawa melihat tingkah managernya itu.

******o0o******

Pukul 6.05pm

“Oke. 5 jam lagi. aku bisa mencium aroma tubuhnya. Aku akan menciumnya sebanyak rasa rindu yang ingin aku lepaskan. Hee-ya, tunggu aku…!” Gumam Yongguk dalam hati, sembari sesekali bermain dengan Tiger yang duduk diatas meja.

“Sepertinya jadwal fanmeetingnya akan di undur.” Ujar manager Kang, sontak membuat Yongguk berdiri.

“Kenapa? Ada apa? Bagaima bisa?” Cecar Yongguk meminta penjelasan.

“Peserta fanmeeting membludak. Mereka yang tidak mendapat tiket, memaksa masuk. Kita butuh pengamanan tambahan, jika tidak-”

“Biarkan mereka masuk.” Perintah Yongguk tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut.

“Yonggukie!” Pekik Himchan.

“Kenapa? Bukankah mereka fans kita? Sudah seharusnya kita memperlakukannya dengan baik, bukan?” Balas Yongguk tanpa mengalihkan tatapannya dari manager Kang.

“Tapi bukan dengan cara seperti ini.” Balas Himchan masih tetap dengan pendiriannya.

“Kau tau apa resikonya, hyung? Semakin banyak fans, akan semakin lama waktu yang kita butuhkan.” Daehyun mengingatkan.

“Bukankah itu lebih baik daripada kita harus menunggu tanpa kepastian?” Ujar Yongguk gamang. Sebenarnya ia sendiri tidak yakin dengan keputusan yang ia ambil.

“Kau akan menyesal sudah mengatakan hal itu.” Ucap manager Kang sebelum akhirnya pria itu pergi.

Dan benar saja, Yongguk merutuki ucapannya setengah jam yang lalu setelah ia melihat antrian fansnya yang mengular. Fanmeeting yang seharusnya dijadwalkan selesai dalam waktu dua jam itu malah berakhir tiga setengah jam. Jauh diluar perkiraan Yongguk sebelumnya.

“Sial!” Umpat Yongguk, kesal dengan keadaan yang sama sekali tidak berpihak padanya.

******o0o******

Pukul 10.20pm

“Tidak lebih dari 1 jam lagi aku sudah bisa memeluknya. Aku benar-benar akan membuatnya terpesona kali ini. Selama ini dia selalu berhasil menciptakan kenangan manis di antara kami.” Gumam Yongguk. Kedua sudut bibirnya terangkat naik, membentuk sebuah senyuman yang mampu menghipnotis kaum hawa.

“Kalian naik mobil Jun Woo saja. Akan memakan waktu lama jika kalian naik van, karena fans kalian masih berkerumun diluar. Aku akan mengalihkan perhatian mereka.” Ujar manager Kang tiba-tiba, menghampiri Yongguk, Himchan, Daehyun, Yongjae, Jongup, dan Zelo yang akan masuk ke dalam van.

“Wah dari mana kau mempunyai ide cemerlang seperti itu hyung?” Yongguk menyenggol lengan manager Kang.

“Hei, ini karna aku kasihan padamu. Bukankah kau akan bertemu dengan gadis itu? Sekarang sudah jam sepuluh lebih. Apa kau pikir jarak antara Chuncheon ke Seoul bisa ditempuh dalam waktu satu jam?” Manager Kang berkacak pinggang.

“Kau memang manager terbaik hyung. Terima kasih.” Ujar Yongguk sebelum ia pergi menuju mobil Jun Woo disusul teman-temannya yang lain.

“Mataku tidak kuat lagi.” Jongup menyandarkan kepalanya dibahu Zelo begitu ia masuk ke dalam mobil. Disamping mereka duduk Daehyun yang menggelengkan kepala melihat kelakuan dua bocah itu. Sementara di kursi belakang Himchan, Yongguk, dan Yongjae duduk dengan nyaman.

Mobil Jun Woo melaju begitu van hitam yang dikendarai manager Kang keluar lima menit yang lalu untuk mengalihkan perhatian. Semua berjalan sesuai rencana. Sayangnya, hujan deras membuat jarak pandang sedikit terganggu hingga mobil yang Yongguk tumpangi berjalan lambat.

“Apa kau akan pulang ke dorm malam ini?” Tanya Himchan pada Yongguk. Namja itu melirik arlojinya sekilas lalu menghembuskan nafas berat, “Entahlah.”

Yongguk merasa lelah. Semua yang sudah ia rencanakan dengan rapi tidak berjalan sesuai rencana. Candle light dinner romantis, jalan-jalan berdua, hingga menghabiskan malam bersama gadis itu terasa tidak mungkin. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, gadis itu pasti sudah menunggunya.

“Hyung, kenapa berhenti? Bisakah kau sedikit lebih cepat? Aku sudah terlambat.” Pinta Yongguk, memelas.

“Mendadak macet. Sepertinya ada kecelakaan.” Ujar Jun Woo dibalik kemudi.

“Berbalik saja.” Usul Yongguk.

“Kau tidak lihat dibelakang ada mobil? Jika bisa, aku sudah berbalik dari tadi.”

Oh ayolah, apalagi sekarang? Demi Tuhan, Yongguk paling benci situasi seperti ini. Yongguk hanya ingin bertemu dengan gadis itu, sesulit inikah? Haruskah ia turun dan berlari ke tempat gadis itu? Yah, jika Yongguk memang benar-benar sudah gila. Tapi? Oh Shit! Tidak ada pilihan lain.

“Aku turun disini.” Ujar Yongguk tiba-tiba.

“Hei kau gila? Di luar hujan deras. Kau bisa sakit.” Himchan menghalangi niat gila Yongguk.

“Dan kau juga tau dengan pasti jika gadis itu jauh lebih gila dariku. Dia pasti menungguku, tidak perduli hujan deras sekalipun.” Ujar Yongguk putus asa. Himchan melonggarkan cengkramannya ditangan Yongguk. Himchan tau, sekuat apapun ia menghalangi Yongguk, namja itu tidak akan memperdulikannya.

“Mana kadoku?” Tanya Yongguk yang entah pada siapa.

“Bukankah kau meminta manager Kang meletakkannya ke dalam…..” Yongjae menggantung ucapannya. Tanpa bicara sekalipun, Yongguk tau apa yang akan dikatakan namja itu.

“Sempurna!” Yongguk mengacak rambutnya frustasi. Terlambat, hujan deras, dan kado yang tertinggal di dalam van. Sungguh perpaduan yang sangat sempurna, tepat dihari ulang tahun gadis yang sangat dicintainya.

******o0o******

Pukul 11.52pm

“8 menit lagi waktu yang tersisa, sebelum pergantian hari. Aku harus datang tepat waktu, dia sedang menunggu saat ini.” Batin Yongguk. Ia benar-benar bertekat sampai ke tempat tujuan tepat waktu. Dengan berlari? Yah, karna Yongguk sudah benar-benar gila sekarang.

Yongguk memutuskan turun dari mobil Jun Woo. Tidak memperdulikan tubuhnya yang basah, Yongguk berlari menembus hujan. Harapannya hanya satu, menemukan bus terakhir yang akan membawanya ke Seoul, yang nyatanya nihil. Tidak ada.

Dengan putus asa ia mencari tumpangan. Tidak perduli kendaraan apapun, asal bisa membuatnya kembali dengan cepat ke Seoul meski itu, sebuah truk.

“Terima kasih ahjussi.” Yongguk turun etelah membubuhkan tanda tangan pada sebuah kertas.

“Maaf, tidak bisa mengantarmu sampai ke tempat tujuan. Jalur kita berbeda.” Ujar supir truk yang mengaku anaknya adalah seorang fans Yongguk.

“Tidak apa-apa, jaraknya sudah dekat. Sekali lagi terima kasih, dan tolong sampaikan salamku untuk putri anda.” Yongguk menunduk, sebelum akhirnya ia turun dan melanjutkan perjalanannya dengan berlari seperti saat ini.

Rasanya ingin menangis setiap kali Yongguk melihat jam yang terus berjalan. Tapi tidak mungkin kan jika Yongguk menangis? “Waktu, jika seharian tadi aku ingin kau berputar cepat, kali ini aku mohon, tolong berhentilah.” Pinta Yongguk. Sesuatu yang terdengar mustahil memang.

“Bagaimana ini?” Lirih Yongguk dengan nafas tersengal. Jam sudah menunjukkan pukul 11.58 malam. Setidaknya masih tersisa waktu 2 menit sebelum pergantian hari. Tapi Yongguk tidak menemukan gadis itu disana. Ditempat mereka seharusnya bertemu satu jam yang lalu.

Yongguk melihat sekitar. Tidak ada gerakan atau tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa gadis itu masih menunggunya disana. Yongguk tertunduk pasrah. Tidak mungkin bisa bertemu dengan gadis itu. “Hujan turun. Dia sendirian. Menungguku di udara sedingin ini. Kenapa aku selalu menyusahkannya? Kenapa aku tidak bisa merayakan ulang tahunnya dengan penuh kegembiraan seperti yang sudah dia lakukan untukku? Menyadari kebodohanku akan ide gila seperti ini dan mengingat semua hal yang sudah dia lakukan untukku membuatku terliaht buruk, hingga rasanya sulit sekali bernafas.”

Yongguk terus menatap arlojinya. Menghitung mundur gerak detik jarum jamnya.

57

58

59

Kini arloji Yongguk berubah. Menunjukkan pukul 12.00am, menandakan bergantinya tanggal dan hari. Yang juga berarti ulang tahun gadis itu telah berlalu beberapa detik yang lalu.

“Selamat ulang tahun SoHee-ya.” Lirih Yongguk pelan, sangat pelan, bahkan hampir tak terdengar. Suaranya terdengar parau. “Bahkan untuk mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung saja aku tidak bisa.”

“Waktu, tidak bisakah kau mengerti? Ada ucapan selamat ulang tahun yang masih tertahan, yang seharusnya tiba tepat waktu.” Mata Yongguk terlihat berkaca-kaca. Bukannya tidak bisa, tapi Yongguk tidak mau. Bisa saja tengah malam kemarin ia menelfon gadisnya dan mengucapkan selamat ulang tahun. Tapi, bukankah itu sudah kelewat biasa? Tidak istimewa. Dan Yongguk tidak ingin lagi melakukan hal-hal semacam itu. Karna Yongguk ingin menjadi orang terakhir yang mengucapkan selamat ulang tahun pada gadis itu. Juga ingin menjadi pria terakhir yang akan mendampingi gadis itu, Jung SoHee.

Yongguk masih diam. Rasanya ingin sekali marah, tapi marah pada siapa? Waktu? Keadaan? Yongguk tidak bisa melakukannya. Rintik hujan tak juga berhenti. Gelap, hanya ada satu lampu jalanan yang terlihat redup. Yongguk tidak melihat seorangpun disana, sekalipun ia terus berharap bahwa gadis itu masih menunggunya.

“Tidak ada siapa-siapa. Dia sudah pergi.” Ujar Yongguk meyakinkan dirinya sendiri. Ia merasa sangat lelah. Yongguk duduk di kursi kayu yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Kepalanya tertunduk, terasa sakit akibat rintik hujan yang terus menghujami tubuhnya tanpa henti.

“Huh, akhirnya kau datang juga.” Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat. Suara yang terdengar pelan itu membuat Yongguk mengakat wajahnya dan melihat sekeliling. Di bawah remang cahaya lampu jalanan, ia melihat seorang gadis berjalan ke arahnya. Wajah gadis itu semakin jelas ketika ia dengan lesung pipinya tersenyum pada Yongguk dengan rambut dan tubuh yang juga basah.

Demi Tuhan! Tulang-tulang Yongguk terasa seperti runtuh saat melihat senyum itu. Senyum dari gadis yang menjadi candunya. SoHee, gadis itu masih menunggu Yongguk!

Tanpa banyak kata lagi Yongguk berjalan menghampiri gadis itu dan memelukannya dengan sangat erat. “Maafkan aku karena terlambat.” Sesal Yongguk.

SoHee hanya tertawa kecil sambil menenggelamkan wajahnya semakin dalam ke pelukan Yongguk. “Tidak masalah. Karna aku menunggu seseorang yang memang ingin ku tunggu.” Ucapnya pelan.

“Selamat ulang tahun Hee-ya! Semoga panjang umur.” Yongguk mengacak pucuk rambut SoHee.

“Cuma itu?” SoHee memicingkan satu matanya.

“Hadiahnya ketinggalan, maaf.” Ucap Yongguk ragu.

“Nyanyikan!” Pinta SoHee.

“Hh? Apa?” Tanya Yongguk tidak mengerti maksud SoHee.

“Nyanyikan lagu selamat ulang tahun yang kau ciptakan itu sebagai permintaan maaf.”

“Tapi aku bukan penyanyi. Aku rapper.” Ujar Yongguk mencari alasan.

Hening.

Diam.

“Baiklah, kau menang.” Yongguk akhirnya bersedia menyanyi untuk SoHee.

Listen babe, I’ll dedicate this song for you
Dengar sayang, aku akan mendedikasikan lagu ini untukmu

Neomu haengbokhan moseup nae yeope inneun neo
Benar-benar senang kau, yang ada
disampingku

Oneureul gidaryeosseo neoui saengireul
Aku menunggu untuk hari ini, hari ulang tahunmu

Nal boneun neoui misoga oh neomu neomu nuni busyeo
Senyummu yang menatapku, oh Ini benar-benar, benar-benar cerah

Neol wihaeseo nan jeo byeoreul ttada jugo sipeo
Aku ingin memilih bintang-bintang
untukmu

Happy birthday to you
Selamat ulang tahun

Areumdaun nae sarang
Cintaku yang indah

Baby, only for you
Sayang, hanya untukmu

Niga isseo haengbokhae
Karena kau di sini, aku bahagia

Happy birthday to you
Selamat ulang tahun

Oneulcheoreom yeongwonhi
Sama seperti hari ini, selamanya

Baby, only for you
Sayang, hanya untukmu

Urin hamkke halgeoya
Kita akan bersama-sama

Nuneul tteugo nuneul gameul ttaekkaji
Sejak aku membuka mata hingga aku menutupnya

Haru onjongil niga saenggangna
Aku hanya memikirkanmu sepanjang hari

Oerowo neo eomneun bami
Sendirian, malam tanpamu

Changgasairo bichineun haessal gateun neo
Kau, seperti sinar matahari bersinar melalui jendela

Neon nal kkaeugo utge hae teukbyeolhae neon jom dareun geol
Kau membangunkanku dan membuatku tersenyum, kau istimewa, sedikit berbeda

Sesang mueotboda deo naege sojunghan neo
Kau, yang lebih penting dari apapun didunia ini

Neol wihae junbihan mam badajugenni
Maukah Kau menerima hatiku yang telah kusiapkan untukmu

Nal boneun neoui misoga, Oh neomu neomu nuni busyeo
Senyummu yang menatapku, Oh Ini
benar-benar, benar-benar cerah

Neol wihaeseo nan jeo byeoreul ttada jugo sipeo
Aku ingin memilih bintang-bintang untukmu

Happy birthday to you
Selamat ulang tahun

Areumdaun nae sarang
Cintaku yang indah

Baby, only for you
Sayang, hanya untukmu

Niga isseo haengbokhae
Karena kau di sini, aku bahagia

Happy birthday to you
Selamat ulang tahun

Oneulcheoreom yeongwonhi
Sama seperti hari ini, selamanya

Baby, only for you
Sayang, hanya untukmu

Urin hamkke halgeoya
Kita akan bersama-sama

Alkongdalkong gakkeum urin datugido hae
Mesra, kadang-kadang kita berdebat

Torajin neoege eojjeomyeon joheulkka bamsae gominhae
Aku berpikir sepanjang malam apa yang harus kulakukan untukmu saat marah

Hoksina niga nal miwohalkka gaseum jorineun nae maeum ara?
Apakah Kau tahu bagaimana kalutnya hatiku karena mungkin kau membenciku?

Naege neobakken eomneun geol neomani nal utge handaneun geot
Tidak ada orang lain kecuali kau satu-satunya yang membuatku tersenyum

Niga dareun geon su manheun saramdeul sogeseodo boyeo
Aku melihatmu berbeda diantara banyak orang

Banjjakgeorineun nun, ipsul niga
yeope isseumyeon maeumi nohyeo

Matamu yang bersinar, bibirmu, hatiku terasa damai saat kau ada di sampingku

Areumdaungeol neol naeryeojun sinkke nan gamsahae
Aku berterima kasih kepada Tuhan telah mengirimmu yang cantik ini

Hangsang idaero isseojwo nae ane, I will kiss you baby
Tetaplah seperti ini selamanya, disampingku, aku akan menciummu
sayang

Saengil chukhae
Selamat ulang tahun

Happy birthday to you
Selamat ulang tahun

Areumdaun nae sarang
Cintaku yang indah

Baby, only for you
Sayang, hanya untukmu

Niga isseo haengbokhae
Karena kau di sini, aku senang

Happy birthday to you
Selamat ulang tahun

Oneulcheoreom yeongwonhi
Sama seperti hari ini, selamanya

Baby, only for you
Sayang, hanya untukmu

Urin hamkke halgeoya
Kita akan bersama-sama

Yongguk tidak sanggup berkata-kata lagi, semua yang Yongguk pikirkan tentang ketakutannya setelah gagal membuat kejutan ulang tahun untuk SoHee terlupakan sudah. Yongguk hanya ingin memeluk SoHee seerat mungkin, tidak memperdulikan lagi hujan yang turun semakin deras.

“Hujan. Kau bisa sakit.” Lirih Yongguk ditelinga SoHee. Gadis itu menggeleng, lalu tertawa kecil, sama sekali tidak perduli.

“Mana?” Tuntut SoHee.

“Apalagi?”

“Aku bisa mendengar jelas lagu yang kau nyanyikan tadi. Tetaplah seperti ini selamanya, disampingku, aku akan menciummu sayang. Sekarang mana? Aku meminta hadiahku.” SoHee memejamkan matanya, bersiap menerima `hadiah` dari Yongguk. Tidak lama kemudian bibir keduanya telah menyatu dalam sebuah ciuman.

******o0o******

Hari sudah pagi, Yongguk menatap hangat gadis yang terlelap disampingnya. Tangannya perlahan mengelus punggung SoHee yang hanya terbalut selimut.

“Teruskan.” Desah SoHee, meminta Yongguk agar melanjutkan aktifitasnya untuk mengelus punggungnya.

“Kau sudah bangun?” Yongguk merapikan rambut SoHee yang menutupi hampir separuh wajah cantik gadis itu.

“Hmm..”

“Sejak kapan?” Tanya Yongguk.

“Sejak kau berniat melubangi wajahku dengan tatapanmu.” SoHee membuka matanya, menatap lembut pria yang tidur disampingnya itu.

Yongguk semakin mendekatkan tubuhnya ke arah SoHee. Satu tangannya meremas dada SoHee dari luar selimut yang disambut dengan desahan. “Ahh..”

Tanpa menunggu lama lagi, lidah Yongguk kini bermain dipermukaan dada SoHee. Mempermainkannya pelan, sesekali menghisapnya lembut. Yongguk menelusuri setiap inchi dada SoHee dengan lincah, hingga tubuh gadis itu bergetar pelan.

Berikutnya lidah Yongguk berpindah untuk memberikan kepuasan dibagian tubuh SoHee yang lain. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah leher dan telinga bagian belakang SoHee. Gadis itu kembali mendesah pelan. Setelah cukup lama berdiam diri, akhirnya SoHee menggerakkan tangannya untuk menyentuh batang kemaluan Yongguk yang sudah mengeras sejak namja itu mencumbui tubuhnya.

“Ssshh..” Desah Yongguk saat SoHee mulai membelai batang kemaluannya. Yongguk merasakan geli yang teramat sangat hingga ia merasa tidak tahan lagi. Yongguk menyingkap selimut yang menutupi tubuh mulus gadis itu. Dengan ganas Yongguk turun dan dan mulai menjulurkan lidahnya ke bibir vagina SoHee. Mencari lipatan daging kecil yang mampu membuat gadisnya itu mengerang hebat.

“Gukie-ya, lakukan sekarang atau-”

“Ohh!!!”

Suara SoHee tertahan. Sebelum gadis itu mengancam Yongguk, namja itu lebih dulu memasukkan batang kemaluannya ke lubang vagina SoHee. Perlahan tapi pasti, Yongguk memaju mundurkan pinggulnya untuk menusukkan penisnya lebih dalam lagi.

Tubuh SoHee bergetar, diikuti dengan keluarnya cairan hangat yang menyirami kepala penis Yongguk. Namja itu tersenyum, lalu mengecup bibir SoHee dengan lembut, memberi kesempatan gadis itu menikmati sensasi yang baru saja di dapatnya.

Yongguk kembali memaju mundurkan batang kemaluannya. Kali ini sedikit lebih cepat, hingga dalam beberapa saat Yongguk merasakan sesuatu dari dalam penisnya memaksa keluar. Dengan beberapa kali sentakan, Yongguk membasahi seluruh bagian dalam vagina SoHee dengan cairan putih kental miliknya. Keduanya terkulai lemah.

******o0o******

“Kau demam.” Yongguk menyentuh kening SoHee yang terasa panas.

“Tidak apa-apa. Nanti juga sembuh. Sekarang pergilah, aku tidak ingin kau mendapat masalah dari manager Kang.” Ujar SoHee, memerintahkan Yongguk agar segera pergi.

“Kau sakit karnaku. Bagaimana aku bisa meninggalkanmu dengan kondisi seperti ini? Apa kau pikir aku bisa bekerja dengan tenang?” Yongguk mengusap pipi apel SoHee, tidak ingin sedetikpun meninggalkan gadis itu.

“Tatap mataku. Apa yang kau lihat?” SoHee menyentuh pundak Yongguk, meminta namja itu menatap kedua bola matanya.

“Aku bisa melihat dengan jelas. Dimatamu tertulis, jangan pergi.”

SoHee tersenyum. Yah, sejujurnya apa yang namja itu katakan memang benar. SoHee tidak ingin Yongguk pergi. Tapi itu tidak mungkin terjadi, kan? Dan SoHee tidak mau egois dengan menahan namja itu lebih lama lagi. Yongguk punya tanggung jawab dan kewajiban yang harus dijalani.

“Hanya dengan menatap matamu, aku bisa merasakan betapa besar cintamu. Tidak hanya hatiku, tapi juga tubuhku. Yang ku tau, ketika kau sudah memutuskan untuk mencintaiku, kau akan melakukan yang terbaik. Jadi lakukan tugasmu. Aku akan menunggumu kembali.”

Yongguk tersenyum mendengar ucapan SoHee. Sungguh menangkan. Akhir-akhir ini jadwalnya memang sangat padat. Yongguk setuju untuk pergi, tapi dengan syarat SoHee harus meminum obat terlebih dahulu.

Yongguk membuka satu persatu obat yang akan di minum SoHee. Ada empat jenis macam obat. Dari penurun demam hingga sakit kepala dengan berbagai macam jenis dan bentuk yang membuat SoHee mual hanya dengan melihatnya. SoHee benci bau obat. Tapi jika ia tidak meminumnya, Yongguk pasti tidak akan pergi.

Antara ragu dan terpaksa, SoHee menelan rasa takutnya bersamaan dengan masuknya obat-obat terkutuk itu ke dalam perutnya. Sesaat, semuanya terlihat baik-baik saja. Namun beberapa menit kemudian, perut SoHee mulai bereaksi. Obat-obat itu kini terasa menyangkut di kerongkongannya. Memberontak, ingin kembali dikeluarkan melalui mulut. Sebelum hal itu terjadi, Yongguk bertindak cepat dengan mencium SoHee dan mengunci bibir gadis itu. Yongguk seakan menyerap rasa pahit dan bau obat-obatan yang sangat dibenci SoHee.

“Bagaimana sekarang?” Tanya Yongguk khawatir.

“Sepertinya lebih baik.” SoHee menyentuh perutnya yang kini tak lagi berdemo. “Kau bisa pergi sekarang.” Lanjutnya.

“Kau benar-benar mengusirku? Sepertinya kau tidak suka aku ada disini.” Ujar Yongguk sebal.

“Yah, aku memang mengusirmu sekarang. Dan aku juga memintamu untuk kembali setelah menyelesaikan seluruh pekerjaanmu. Kau mau, kan?” Pinta SoHee lembut, yang lebih terdengar seperti sebuah rayuan. Yongguk tersenyum. Ia selalu tidak bisa menolak permintaan SoHee.

“Baiklah. Tunggu hadiah selanjutnya dariku.” Ujar Yongguk semakin memperat pelukannya pada SoHee.

“Hmm. Aku menunggumu.” Balas SoHee. Kedua tangannya bergelayut manja dileher Yongguk.

“Dan aku sudah mendapatkan semuanya darimu. Seseorang yang selalu melengkapi hidupku. Aku sangat beruntung, bukan?” Batin Yongguk kemudian mencium gadis yang sangat dicintainya itu.

END

@milanistred

25 Komentar

  1. Reblogged this on Yadong Fanfic Indo.

  2. resti

    Selamat ulang tahum sohee,,,,,

    Semoga bang yongguk makin mencintai dngn segenap hatinya,,,,,,

    ♪Happy ┌iiii┐ Birthday ♪mb astred,, ,

  3. Keren thor..
    Apalagi wktu masalah yg dtg bwt ngehalangin dia ktmu gdisnya.. kok kykny kasian bgt.. to berakhir bhgia.. untuk sohee-nya pengertian…
    Pkokny kren deh..
    Hehehe..

  4. dongrim

    HBD SOHEE, MOOD MAKERnya YONGGUK

  5. SoHee Ulang tahun🙂.
    Happy Birthday~ Eonnie (?) Aahhhh Saengil chukkae Eonnie😀. Semoga semua yang terbaik buat eonnie dan selalu berada dalam lindungan-Nya :’). Makasih udah ngebuat FF2 unyu, keren bagus dan semuanya deh :3… Pokoknya makasih eon, moga makin sukses kedepannya. Amin.
    Nah, sekarang komen FFnya hihi…
    Eonnieeeeeeeeeeeee!!! Kesian banget Appa banyak ngelewatin rintangan buat ketemu Sohee😦 tapi akhirnya bahagia ya seneng banget akunya :v
    Aku suka ke-detail-an eonnie ngegambarin sifat2 member lain dan manager itu bener2 buat ngakak dan ngebayangin itu juga eon😀.
    Awal2 so sweet banget pas di tengah ujan berdua ituuuuu… Uh!
    Eh tiba2 bangun pagi2 ada sesuatu aku skip skip skip /plakkk.
    Hohohoho…
    Terus adegan akhir selalu unyu dong apalagi pas minum pil itu uuuhhhh manis banget /padahal pait kan? /apa?
    Oke deh ini keren banget eon, sifat appa yang manja itu ngebuat gemes banget :3 senyum2 sendiri dan mikirin sohee mulu.
    Sekali lagi Happy birthday eon~ moga tetep cinta AC Milan hihi dan yang terpenting jan sampe lupain B.A.P ya eon :D… Ayo tetep dukung B.A.P… Hihi
    BETTY.

  6. Neni MadRiDista

    cieeeee cieeeee ada ada milan nya nyempil hehehehe bagus eon critanya…..

  7. nayaizbbb

    Selamat Ulang Tahun Kak Astred…
    Selamat Ulang Tahun kak Milanistred…
    Selamat Ulang Tahun SoHee Eonni…
    Selamat Ulang Tahun Nyonya Bang…
    Semoga panjang umurnya, Sukses, Sehat selalu…

    FF bagus kak, di situ Yongguk Oppa bener2 sepenuh hati dan berjuang demi kakak walau rintangannya sungguh bertubi-tubi..
    Salute buat Yongguk Oppa (y)

    Tetap semangat kakak!!!!!
    Kau yang terbaik…
    I Love❤ Milanistred!!!

    Sekali lagi~
    HAPPY BIRTHDAY ASTRED!!!!

  8. Hyunbaek

    Seruuu…wahh bang yonggook romantis bngett sih!? Sweet

  9. heeyeon

    wwwwwwww keren kkk

  10. Widiiiihhh yongguk usaha bnget buat bisa ngerayaiin ultahnya sohee🙂

  11. Wooow, happy birthday sohee eonni~ aku jadi ngiri sama kado yongguk. Youngjae kok gak pernah ngasih aku kado ya pas ulang tahun -_-

    So sweet banget eon, aku suka pas sohee minum obat.. hehe^^

    Sekali lagi saengil chukhae^^

    Oh ya, apa astred eonni juga sedang berulang tahuun~?

  12. akhirnya BangHee comeback. .😀
    eonni ulang tahun ya?
    25 mei?
    kalau ia kita sama donk. :O

    baca FF ini serasa berada di posisi Sohee jadinya. :-*

  13. Semuanyaaaa terimakasih untuk ucapannya. Ahh~ aminn.. smoga do’anya di ijabah😀 sayang kalian semua :*

  14. hanami

    need squel thor

  15. shinminki

    So sweet><

  16. shinminki

    So sweet>< saengil chukae sohee~^^

  17. salsabellakhaa

    setidaknya usahanya nggak sia* wkk,,,
    saengil chukkae sohee hhihii

  18. sequel please sukaaaaaaaaaaaaa bgt

  19. may

    sequelnya thor

  20. Run Evil Nur

    Keren thor~~~ aku tunggu ffmu yg lain~~~

  21. byzeloChoi

    Yeee saengil chukkae Ny.Bang.
    Saya reader baru, salam kenal thor🙂
    Ceritanya bagus, alurnya ga keburu-buru, bahasanya ringan, karakter Yongguk juga serasa pas. =D Tapi yg kurang itu squelnya, ditunggu next story nya thor ^^

  22. Sohee ultahnya… Saengil chukkae eon,, mian telat lagi..😀
    Yongguk so sweet banget ih… tp adegan yg pagi2 itu skip aja yg blm cukup umur.. merinding sendiri bayanginnya.. hehe

  23. gegara vakum 2 minggu lebh jdi ketinggalan nih ff
    keren eonn perjuangan yongguk bikin enpy >_<
    Moon JongUp ayooo lakukan itu untuk ku kekkkk

    daebak eonni🙂

  24. HUAHAHAHA😀 sapa suruh Yongguk ninggalin kadonya coba?? Sebagai ganti hadiahnya yaaaahhhh ++++ kikuk-kikuk wkwkwkwkw xD mkasih do’anya, smoga BangHee langgeng😀

  25. chagey

    aaakkk selalu deh>< ffnya bikin aku senyum senyum sendirii. suka bgt sama karakter yongguknya!! machoo*-*)// sequel thor!! yg lebih hott /g wkk:)))

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: