AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Forbidden Love Part 2 (END)


Author: Bangster1004

Casts: Bang Yongguk, Jung SoHee (OC), Kim Himchan, Kim Eun Soo (OC)

Length: Chapter

Rating: G

Genre: Soft Romance

Cerita Sebelumnya..

“Kau sakit?” Eun Soo menyentuh kening SoHee. Hanya ingin sekedar memastikan bahwa gadis itu dalam keadaan baik-baik saja, atau memang mungkin benar-benar sakit.

“Hei! Kenapa kau tidak percaya padaku? Apa aku pernah berbohong padamu?” Sungut SoHee tak terima.

“Ck! Bukannya tidak pernah. Tapi kau sudah terlalu sering berbohong padaku, karna itu aku tidak percaya dengan apapun yang kau katakan sebelum aku melihatnya sendiri.” Balas Eun Soo keras kepala. Ia tidak ingin dibohongi SoHee, lagi. Setelah sebelum-sebelumnya gadis itu selalu berhasil membohonginya. Mencari banyak alasan untuk meminta cuti saat jadwalnya benar-benar padat.

SoHee mengambil ponsel dan menekan angka satu. Tak lama kemudian ia sudah tersambung dengan seorang pria bersuara rendah di ujung telfon.

“Sepertinya kau harus bicara sendiri dengan managerku ini. Dia selalu menyiksaku dengan jadwal yang bertumpuk-tumpuk.” Keluh SoHee pada lawan bicaranya, membuat Eun Soo mendelik mendengarnya.

“Nona Kim? Ini aku Bang Yongguk. Maaf, bisakah aku meminta tolong padamu untuk mengatur ulang jadwal SoHee? Atau setidaknya mengundur salah satu jadwalnya? Kau sudah mendengar dari SoHee jika kami akan bertunangan? Dan aku tidak bisa menyiapkannya sendiri. Jadi aku mohon, berikan waktu satu hari saja bagi SoHee agar bisa menemaniku.” Pinta Yongguk halus, bahkan mungkin terdengar sangat halus, memelas,

“ A.. ah ah ya, silahkan saja.” Balas Eun Soo kemudian.

“Benarkah? Aku sangat berterima kasih nona Kim. Kalau begitu aku bisa menjemputnya besok.” Ujar Yongguk sebelum mengakhiri pembicaraan.

“Bagaimana? Kau percaya?” SoHee menunduk, mendekatkan wajahnya tepat di depan Eun Soo. Mengejek lebih tepatnya.

“Ya! Ya! Ceritakan padaku, bagaimana kau bisa mengenalnya? Astaga, aku masih tidak percaya ini. Kau akan bertunangan dengan pewaris Bang Corporation? Hidupmu benar-benar dipenuhi keberuntungan SoHee-ya.” Eun Soo menarik tangan SoHee dan mengajaknya duduk di sofa tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.

“Aku akan menceritakan padamu. Tapi tidak sekarang.” SoHee menjulurkan lidahnya ke arah Eun Soo lalu berlari ke arah kamar. Meninggalkan Eun Soo yang berteriak kesal.

******

Himchan membuka matanya perlahan. Sekujur tubuhnya terasa sakit akibat syuting semalam yang mengharuskannya berdiri dibawah guyuran hujan selama hampir enam jam lamanya. Dengan lemah, Himchan berjalan keluar kamar.

“Appa.. Eomma…” Himchan memanggil kedua orangtuanya bergantian. Namun nihil. Tidak ada jawaban.

Himchan berjalan menuju meja makan, dimana beberapa makanan sudah berjajar rapi disana. Himchan mengambil selembar kertas yang berisi sebuah pesan yang diletakkan dibawah vas bunga.

“Himchan sayang, Eomma dan Appa harus pergi Jepang beberapa hari. Eomma lihat kau sangat lelah, dan tidur sangat nyenyak, jadi Eomma tidak tega membangunkanmu. Jaga dirimu baik-baik. Salam cinta. Eomma.”

Himchan meletakkan kembali kertas tersebut. Tangannya berpindah ke sebuah garpu dan memakan salad buah kesukaannya. Sebuah panggilan telfon masuk ke ponsel Himchan, mengganggu sarapan paginya. Himchan meliriknya sekilas, terlihat nama Jung Daehyun disana. Dengan menggeser tombol berwarna hijau di layar ponselnya, Himchan bisa mendengar suara assistennya itu.

“Jangan lupa nanti siang ada wawancara dengan maja-”

Tut.tut..tut

Himchan mematikan panggilan ponselnya secara sepihak. Ia mendengus kesal. Bagaimana tidak? Jelas-jelas Daehyun tau bagaimana kondisi tubuhnya saat ini. Sakit, akibat syuting semalam. Dan baru saja, ia mendengar Daehyun masih memaksanya untuk bekerja? Tidak! Himchan tidak akan melakukan apapun untuk hari ini. Tidak akan!

Himchan berniat melepas batrei ponselnya, namun ketika ia melihat wallpaper ponselnya, kedua sudut bibirnya terangkat naik. Jung SoHee, foto gadis itu menghiasi layar ponsel Himchan. Foto yang Himchan ambil saat mereka syuting beberapa bulan yang lalu. Tentu saja Himchan mengambil foto itu secara diam-diam saat SoHee duduk dipinggir kolam sambil memberi makan ikan.

Dan oke, sepertinya hujan semalam sudah mengganggu cara berpikir Himchan, sehingga tanpa sadar namja itu menghubungi SoHee. Entahlah, sesuatu dalam hatinya memaksanya untuk ingin sekedar tau kabar gadis itu, tidak ada salahnya, kan?

Himchan menjauhkan ponselnya dari telinga saat ia mendengar seorang gadis berteriak memakinya. Tidak salah lagi, SoHee. Gadis itu berteriak karna tanpa sepengetahuan SoHee, Himchan memasukkan nomernya sendiri ke ponsel gadis itu dan memberikan nama ` Pria Tampan`.

Himchan terkekeh geli saat SoHee mengumpatnya habis-habisan. Anehnya, Himchan tidak marah saat SoHee memakinya seperti itu. “Aku sakit. Dan aku sendirian di rumah. Bisakah kau menolongku? Aku-”

Tut..tut..tut..

Lagi lagi sambungan telfon Himchan terputus. Kali ini bukan ia sendiri yang memutuskannya, bukan juga SoHee, namun batrei ponselnya-lah yang tanpa perasaan tiba-tiba mati tanpa izin. Himchan menahan nafas kesal, sungguh! Jika dalam ponsel itu tidak ada nomer ponsel SoHee, mungkin ia sudah menginjak-injaknya hingga hancur. Himchan pasrah, ia hanya berharap SoHee bersedia meluangkan waktu untuk menemuinya sekarang, saat ini juga. Karna Himchan benar-benar merindukan gadis itu.

******

Yongguk melepas kacamata hitamnya dengan cepat. Sedikit mengernyit saat menyadari kalau lampu teras rumah yang di tempati SoHee dan Eun Soo itu belum dihidupkan. Rumah mewah itu tampak sepi, tidak terlihat satu orangpun di dalam rumah itu.

Yongguk menghela napas kasar, melirik arloji hitam yang melingkar di pergelangan tangannya dan mendengus kesal. Sudah jam sepuluh malam, dan SoHee masih belum memberi kabar apapun. Sejak gadis itu mendadak membatalkan janjinya untuk membeli cincin pertunangan.

Yongguk bergegas masuk ke dalam mobil, menyandarkan kepalanya, merasa lelah. Namun baru dua menit Yongguk masuk ke dalam mobil, sebuah cahaya datang mendekat, membuatnya tertarik.

Daehyun -orang yang Yongguk ketahui sebagai assisten Himchan- turun dari mobil, berjalan memutar dan kemudian membukakan pintu untuk SoHee. Yongguk seakan tidak mempercayai penglihatannya sendiri.

Kenapa?

Ada apa?

Bagaimana bisa?

Pertanyaan itu berputar-putar di otaknya.

Sebelum Yongguk semakin gila dengan pertanyaan-pertanyaan itu, ia memutuskan turun. Menghampiri Daehyun dan SoHee yang terlihat terkejut melihat kedatangan Yongguk.

“Siapa dia?” Tanya Daehyun yang tidak mengerti siapa Yongguk sebenarnya.

“Bukan urusanmu. Cepat pergi.” Usir SoHee sadis.

“Baiklah. Tapi, terima kasih banyak untuk hari ini.” SoHee melotot mendengar ucapan Daehyun. Tak lama kemudian namja itu pergi, meninggalkan SoHee yang terlihat salah tingkah menghadapi Yongguk.

“Kenapa kau ada disini?” Tanya gadis itu pada calon tunangannya.

“Kenapa kau pulang bersama dia? Mana Eun Soo?” Tanya Yongguk balik, tanpa berniat menjawab pertanyaan SoHee. Wajar jika Yongguk menanyakan keberadaan Eun Soo, pasalnya, gadis yang ada dihadapan Yongguk itu mengatakan ada kontrak yang tidak bisa dibatalkan.

Sebuah mobil kembali datang menghampiri keduanya. Sedetik kemudian Eun Soo dan Jongup turun. Keduanya memang telah cukup lama berpacaran, namun baru kali ini SoHee tau, jika kekasih sahabatnya itu adalah Jongup, yang tak lain adalah sekertaris kekasihnya, Yongguk. Eun Soo dan Jongup kemudian menghampiri keduanya.

“Bagaimana? Kalian sudah membeli cincin dan menyelesaikan persiapan pertunangan kalian?” Tanya Eun Soo sambil menepuk pundak SoHee. Gadis itu diam, begitupun Yongguk. Membuat Eun Soo mengerutkan kening, takut-takut jika ia salah bicara.

Yongguk memiringkan kepalanya. Berharap ia tidak salah dengar apa yang di ucapkan Eun Soo. Membatalkan janji secara tiba-tiba, pulang malam dengan Daehyun dan bukan Eun Soo, ditambah lagi kebohongan yang SoHee lakukan pada Yongguk dan Eun Soo, bukankah bukti itu sudah cukup?

“Jongupie, bawa mobilnya. Ayo pulang.” Yongguk melempar kunci mobilnya pada Jongup. Meminta sekertarisnya itu untuk menjadi supir pribadinya sementara waktu. Sungguh, Yongguk kalut. Ia tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari mulut SoHee.

Bagaimana tidak? Yongguk sudah menunggu, sangat menunggu hari ini. Hari dimana ia dan SoHee akan memilih cincin pertunangan. Yongguk bahkan sudah memohon pada Eun Soo untuk mengubah jadwal SoHee, tapi nyatanya? Semudah itu SoHee membatalkan janji dengan Yongguk. Parahnya, SoHee sudah membohongi Yongguk. Dan Yongguk tidak bisa menerima hal itu.

“Aku pulang dulu.” Pamit Jongup pada Eun Soo.

“Permisi nona Jung.” Pamitnya juga pada SoHee.

Jongup bergegas mengikuti Yongguk yang telah duduk di kursi belakang. Ia menyalakan mesin mobil dan berlalu meninggalkan kedua gadis itu.

“Apa terjadi sesuatu?” Lirih Eun Soo begitu mobil Yongguk menghilang dari pandangan keduanya. SoHee menghembuskan nafas kesal, frustasi jika boleh ditambahkan. Ia lalu masuk ke dalam rumah, mengabaikan Eun Soo yang terlihat kebingungan.

******

Yongguk melempar ponselnya sembarangan. Baru dua menit ia sampai di dalam kamarnya, namun emosinya sudah tidak terbendung lagi. Yongguk benar-benar marah. Pria itu bahkan berhasil mengacak-acak setengah dari isi kamarnya dalam kurun waktu kurang dari dua menit. Benar-benar menakjubkan.

Yongguk lantas menghempaskan tubuhnya di atas ranjang empuknya, membiarkan setengah dari kakinya menjuntai di atas lantai, kemudian memejamkan matanya. Otaknya tiba-tiba penuh dengan bayangan wajah SoHee dan Himchan yang datang silih berganti seperti kaset rusak.

“Shit!” Umpatnya seraya mengacak rambutnya frustasi. Rahangnya mengatup keras. Ia benar-benar tidak tahan lagi. Sial!

Seperti kebiasaannya setiap pagi, Yongguk sarapan dan minum kopi sambil membaca koran. Sayangnya tadi pagi, ia membaca sesuatu yang harusnya tidak ia baca. Biasanya, Yongguk hanya akan menghabiskan waktunya dengan membaca koran di kolom bisnis. Namun entah kenapa, ada sesuatu yang menggelitik hatinya untuk membuka kolom selebritis, dimana terpampang jelas headline news pagi itu yang berjudul “Romantisme pasangan Kim Himchan dan Jung SoHee”

Mata Yongguk memerah. Hatinya mencelos. Amarahnya mencapai ubun-ubun, ketika dilihatnya foto-foto kemesraan antara Himchan dan SoHee di depan matanya. Yang lebih membuat Yongguk marah adalah isi artikel itu yang menjelaskan kedekatan Himchan dan SoHee.

Awalnya Himchan memang ada jadwal wawancara dengan pihak kami. Namun ia memutuskan jadwal secara sepihak dengan alasan sakit. Kami tidak bisa menerima alasan itu, karena deadline sudah semakin dekat. Karena itu kami memutuskan datang ke kediaman Himchan ditemani assistennya. Dan alangkah terkejutnya kami ketika sampai di kediaman Himchan, kami melihat nona Jung dengan setia merawat Himchan. Mengompres keningnya, bahkan membuatkan bubur untuk Himchan. Itu sesuatu hal yang sangat romantis, bukan? Mengingat jadwal nona Jung yang tak kalah padat. Namun ia tetap menyempatkan waktunya untuk merawat orang yang ia cintai.

Bukankah acara reallity show itu resmi berakhir sebulan yang lalu? Lalu bagaimana bisa Himchan dan SoHee kembali saling bertemu? Mungkinkah SoHee sudah membohongi dirinya? Ingatan Yongguk kembali pada malam hari dimana ia melihat Daehyun mengantar SoHee pulang.

“Terima kasih banyak untuk hari ini.” Kalimat itu masih terngiang dengan jelas di otak Yongguk. Benarkah?

Yongguk menghela nafas panjang. Ia meraih ponselnya, berusaha menghubungi SoHee. Ia harus meminta penjelasan pada gadis itu, harus! Namun belum sempat panggilan itu terhubung ke ponsel SoHee, Yongguk buru-buru mematikan panggilan telfonnya.

Napas Yongguk memburu. Kenapa ia melakukan hal itu? Apa yang akan ia katakan saat SoHee mengangkat telponnya nanti? Minta maaf? Hei, bukankah gadis itu yang salah? Lalu kenapa ia yang memintaa maaf?

Yongguk menggelengkan kepalanya cepat. Oh, ayolah bagaimana caranya menghilangkan gengsi segila ini demi untuk berbaikan dengan gadis itu? Tapi bukankah gadis itu yang sudah menyakiti hatinya? Sial! Apa yang harus Yongguk lakukan sekarang?

******

SoHee melipat kedua tangannya dan meletakkannya di atas meja, lalu menaruh dagunya di atas lipatan tangannya itu. Kedua bola matanya menerawang jauh, menembus tembok bisu di depannya. Pikirannya benar-benar kacau dan ia sama sekali tidak berniat melakukan apapun.

Satu hal yang SoHee tahu, Himchan sudah keterlaluan. Ya, bagaiamana bisa pria itu berniat menghancurkan kehidupannya yang selama ini begitu sempurna?

Oh astaga, bagaimana cara SoHee menjelaskan pada Yongguk nanti? Saat pria itu melihat berita yang akan muncul di TV atau surat kabar? Bagaimana jika Yongguk tidak lagi mempercayainya disaat ia telah siap untuk menjadi nyonya Bang? Sungguh. Sekalipun Himchan begitu mempesona, tidak sekalipun terlintas dipikiran SoHee untuk mencintai orang lain selain Yongguk.

“Hee-ya?”

SoHee menoleh dan mendapati Eun Soo berdiri di depan pintu kamarnya. Gadis itu menggeleng pelan melihat SoHee. Eun Soo lalu berjalan mendekat, menarik kursi yang ada disamping SoHee dan duduk disana.

“Kau harus menceritakan yang sesungguhnya pada Yongguk. Semuanya, tanpa ada sedikitpun yang ditutupi.” Ujar Eun Soo menasehati.

“Masalahnya, Yongguk tidak mau mengangkat telponku. Bagaimana aku harus menjelaskannya? Harusnya aku tidak berbohong kemarin. Atau seharusnya aku mengabaikan permintaan bodoh Himchan. Aahhhh! Rasanya kepalaku mau meledak. Aku benar-benar akan gila!” SoHee berteriak frustasi.

SoHee merasa khawatir saat telpon Himchan mendadak mati. Sekalipun SoHee mencoba menelpon Himchan balik, namun tidak ada jawaban. Sementara ia tidak tau nomer ponsel Daehyun atau orang-orang terdekat Himchan, sekalipun SoHee sering mendengar jika namja itu memiliki banyak kekasih, namun tidak pernah sekalipun SoHee melihat seorang gadis saat ia sedang bersama Himchan.

Bagaimana jika namja itu pingsan?

Bagaimana jika namja itu kritis?

Bagaimana jika???? Ah pertanyaan bodoh itu terus mengganggu SoHee. Membuatnya merasa menjadi orang yang paling jahat sedunia jika ia benar-benar tidak mau menolong. Setidaknya SoHee ingin melihat dan memastikan kondisi Himchan. Karna itu ia nekat membatalkan janjinya dengan Yongguk dan datang ke rumah Himchan.

Memang benar, Himchan sedang demam dan terkapar lemah. Parahnya namja itu hanya sendirian di rumah, tanpa ada seorangpun yang merawatnya. Tapi harusnya, saat itu SoHee hanya perlu membawa Himchan ke rumah sakit saja, tidak perlu repot-repot merawatnya, mengompres, bahkan membuatkan bubur, yang sialnya, tak lama setelah itu Daehyun datang bersama reporter Lee menyaksikan itu semua.

“Haruskah aku membantumu untuk berbohong?” Tanya Eun Soo ragu. Sejujurnya ia tidak ingin mencampuri hubungan SoHee dan Yongguk, namun melihat sahabatnya begitu tertekan membuatnya iba, tidak tega.

“Tidak Eun Soo-ya, aku yang akan menyelesaikan ini sendiri.” Jawab SoHee lemah. Tidak bersemangat, seolah tidak memiliki alasan untuk melanjutkan hidupnya.

******

Himchan menatap SoHee hangat. Sayangnya, gadis yang duduk disampingnya sejak lima menit lalu itu tidak sekalipun menatapnya. Bahkan hanya sekedar melirik, tidak. Raut wajahnya-pun tidak seceria biasanya. Matanya membengkak, jelas terlihat jika gadis itu menghabiskan waktunya untuk menangis semalam.

Benarkah Himchan tidak bisa menyentuh SoHee? Sekalipun gadis itu duduk disampingnya? Harusnya bisa. Tapi SoHee bahkan tidak memberinya kesempatan untuk itu, sekalipun itu sebatas status palsu.

Himchan menarik nafas panjang. Pihak agensinya dan agensi SoHee meminta mereka untuk `mengakui` hubungan mereka kepada publik, jika mereka berdua benar-benar sedang berkencan.

Namun, bagaimana Himchan bisa melakukan hal itu jika artinya itu sama dengan ia merampas kebahagiaan SoHee?

Membuat gadis itu tidak lagi bisa tersenyum seperti dulu?

Senyum yang membuat Himchan tiba-tiba merasa tertarik dengan gadis itu. Senyum yang dirasa ingin terus dilihatnya. Senyum yang bahkan lebih ia suka ketimbang senyumnya sendiri yang sering di eluh-eluhkan fansnya itu?

Daehyun menyerahkan microphone kepada SoHee, memberi kesempatan gadis itu untuk bicara. Namun sudah tiga menit sejak ia menggenggam microphone itu, tidak ada satu suarapun yang keluar dari mulutnya. SoHee melirik Eun Soo yang berdiri disudut ruangan, seolah mengharap pertolongan yang `tidak mungkin` karna sebelumnya ia sudah menolak tawaran Eun Soo.

Himchan merebut microphone dari tangan SoHee, sehingga pandangan gadis itu ikut teralih pada Himchan yang duduk tepat disampingnya.

“Ehm. Maaf sudah menunggu lama.” Ucapnya menyapa para wartawan.

“Kami memang dekat dan menjalin hubungan.” Ujar Himchan kemudian, yang tentu saja membuat harapan SoHee agar namja itu mau sedikit membantunya musnah seketika.

“Jung SoHee memang gadis yang menyenangkan. Dia cantik, baik hati, tegas, berpendirian tetap, siapa yang tidak jatuh cinta padanya? Jadi jangan salahkan aku jika aku juga menjadi salah satu korbannya.” Ucap Himchan yang membuat wartawan tertawa.

“Aku sangat menganguminya. Dan aku sangat bersyukur bisa `sempat` memilikinya. Meski itu bertahan hingga acara reality show kami berakhir. Dan benar, dia kemarin menjagaku, merawatku saat sakit. Tapi itu karna permintaanku. Aku tidak tahu harus menghubungi siapa karna diponselku hanya ada nomor keluarga, assisten, dan nona Jung.” Himchan menarik nafas panjang, sebelum melanjutkan ucapannya.

“Hubungan kami hanya sebatas rekan kerja. Tidak lebih. Itukan yang ingin kalian dengar dari kami?” Himchan tersenyum ke arah wartawan. Sementara SoHee merasa terkejut mendengar ucapan namja yang duduk disampingnya itu. Bahkan tiga puluh menit yang lalu, Kim Himchan masih kekeh, ngotot dengan pendiriannya, bahwa mereka harus mengaku jika memiliki hubungan.

“Ah bagaimana aku menjelaskannya? Sebenarnya ini hanya caraku agar kalian tidak tau jika aku sudah ditolak.” Kelakarnya, yang lagi-lagi membuat wartawan tertawa. Sementara pihak agensi Himchan hanya bisa mendengus kesal mendengar artisnya berbicara sembrono di depan wartawan.

******

“Hee-ya.”

“Hmm?” SoHee memejamkan matanya. Tanpa melihat, ia tau siapa yang sudah memanggilnya, Himchan.

“Bagaimana hubunganmu dengan Yongguk?”

“Entahlah. Dia sama sekali tidak mau mengangkat telfonku.” Jawab SoHee lemah.

“Hei, kau mau ikut denganku?” Tanpa menunggu jawaban SoHee, Himchan menyeret tangan gadis itu dan membawanya ke salah satu tempat terbaik di salah satu jantung kota Seoul, Cheonggyechon. Dimana ada sungai yang mengalir ditengah-tengahnya, sementara pada malam hari dilengkapi dengan live musik yang semakin menarik perhatian pengunjung.

Himchan dan SoHee berjalan santai di antara para kerumunan manusia yang berlalu lalang, tentu saja dengan alat penyamaran yang sudah mereka siapkan sebelumnya.

“Bisakah kau menyingkirkan tanganmu?” SoHee mendelik ke arah Himchan saat tiba-tiba namja itu menggandeng tangannya.

Himchan menoleh ke arah SoHee, ia tersenyum iblis lalu menggelengkan kepalanya santai. “Jika aku tidak mau, bagaimana?”

SoHee menahan napasnya kesal mendengar jawaban Himchan. Sungguh, jika bisa, ia ingin sekali menendang makhluk tampan bernama Kim Himchan itu ke planet Mars! Apalagi saat Himchan menghentikan langkahnya, memposisikan diri berhadap-hadapan dengan SoHee dan menatap manik mata gadis itu tajam. Sedetik kemudian tangannya berpindah, dari pundak SoHee ke pucuk kepala gadis itu. “Sebenarnya, cinta itu seperti apa? Apakah harus semenyakitkan ini?” Himchan tersenyum kecut.

“Terkadang, kita sering tidak sadar kalau sebenarnya kita ini sudah jatuh cinta pada seseorang yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Walaupun kau itu sebenarnya bukan tipe gadis idamanku, tapi aku begitu nyaman ada di dekatmu. Yah, kecuali saat kau mengamuk dan bertingkah aneh, selebihnya aku sangat nyaman ada di dekatmu, Hee-ya. Lalu aku pikir, apakah aku jatuh cinta?”

SoHee menelan ludahnya dengan susah payah. Lidahnya terasa keluh, tidak mampu menjawab, apalagi menyela ucapan Himchan. Rentetan kata-kata yang meluncur dari bibir tipis Himchan membuat SoHee mati kutu, tidak bisa berkutik lagi.

“Sepertinya iya. Aku jatuh cinta pada gadis menyebalkan yang bahkan tidak menoleh sedikitpun ke arahku. Aku bahkan tidak bisa makan, dan tidak bisa tidur dengan nyenyak karna gadis bodoh sepertimu, yang sama sekali tidak menyadari perasaanku? Ini sulit dipercaya.” Himchan menggeleng pelan, ia tersenyum tipis.

“Tapi aku kesini bukan untuk itu. Aku tau, tidak ada kesempatan untukku. Karna itu, sebagai permintaan maaf, aku-”

“EHEM!!!”

Yongguk tiba-tiba muncul diantara Himchan dan SoHee, `memaksa` Himchan menjauh dari SoHee. Yongguk tidak datang sendirian. Dibelakangnya ada sekertaris yang selalu setia menemaninya, Jongup. Juga seorang gadis yang Himchan kenal, Choi Moo Hyun. Gadis yang akan menjadi lawan mainnya di sebuah MV salah satu penyanyi terkenal, Yoo Yongjae.

“KAU!!” Keduanya saling sapa.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Himchan pada gadis yang berdiri di belakang Yongguk.

“Nona Choi adalah model ambassador kami.” Jawab Jongup mewakili.

“Kenapa kau memanggilku kemari? Cepat katakan. Aku sibuk, tidak punya banyak waktu untuk melihat kemesraan kalian. Lagipula itu tidak ada artinya lagi untukku.” Ujar Yongguk dingin. Mata Himchan melebar sempurna, sementara SoHee lebih memilih diam, mmemutar tubuhnya, coba menyembunyikan airmata yang susah payah ditahannya. Perlahan SoHee berjalan menjauh, meninggalkan Yongguk, Himchan, Jongup, dan gadis bernama Moo Hyun itu.

“Hee-ya! Tunggu!” Teriak Himchan yang sukses membuat langkah SoHee terhenti. Namja itu mendekat ke arah Yongguk dan membisikkan sesuatu yang mampu membuat rahang pria itu mengeras, sebelum akhirnya ia menarik tangan SoHee dan membawa gadis itu pergi menjauh.

******

Yongguk menyipitkan matanya. Sejak semalam, tidak sedetikpun Yongguk memejamkan mata. Ucapan Himchan kemarin terus terngiang ditelinganya.

“Yongguk-ssi, aku tidak tau harus bersikap bagaimana padamu, tapi asal kau tau, aku mencintai SoHee lebih dari yang kau bayangkan. Sejujurnya, aku kemari karna ingin menebus kesalahanku dengan minta maaf padamu dan memperbaiki hubungan kalian, tapi sepertinya kau sudah tidak berminat. Jadi sebenarnya ini sangat menguntungkan bagiku, dengan begitu aku bisa mendekati SoHee secara bebas. Tapi lagi-lagi aku tidak bisa melakukannya. Kau tau kenapa? Gadis itu bahkan tidak memberiku kesempatan sedikitpun untukku masuk ke dalam hatinya. Setidaknya kau harus memikirkan ini, bagaimana susahnya kami untuk bisa bertemu denganmu ditempat seperti ini, dengan cara seperti ini?”

“Lokasi pemotretan SoHee dan tempatku syuting MV berdekatan. Kau bisa datang kesana besok. Aku akan membantumu sekali lagi. Jika kau tidak datang, ku anggap kau menyerah. Dan aku tidak akan segan-segan lagi untuk mendekati SoHee.”

Yongguk mengacak rambutnya kesal, frustasi jika boleh ditambahkan. Ia menyesal sudah bersikap kasar pada SoHee, gadis yang sampai saat ini masih menggenggam erat hatinya. Bodoh! Bukankah beberapa hari ini ia sangat merindukan SoHee? Sangat ingin memeluk gadis itu, tapi rasa gengsi yang dimilikinya itu benar-benar mengacaukan segalanya.

Yongguk meraih ponselnya. Ia menghubungi Jongup, memerintahkan sekertarisnya itu untuk membatalkan semua jadwal meeting untuk hari ini. Ada hal yang lebih penting dari semua itu, SoHee.

******

“Himchan-ssi.” Panggil SoHee, membuyarkan lamunan Himchan.

“Kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu? Menunggu seseorang? Atau?” Ucap SoHee menggantung. Dan dugaan SoHee benar. Setelah Himchan melesakkan ponselnya ke dalam saku celana kiri, namja itu beralih menatap Yongguk yang telah berdiri tak jauh darinya. Himchan tersenyum tipis. Bukan bermaksud mencari masalah, tapi tersenyum tulus. Himchan kemudian berdiri dan berjalan mendekati Yongguk.

“Kenapa kau hanya berdiri seperti orang bodoh disini? Cepat dekati dia.” Ujar Himchan pelan, namun masih bisa di dengar Yongguk.

“Hm.”

“Dan satu yang perlu kau ingat, SoHee sangat mencintaimu. Kau bisa melihat bagaimana caranya memandangmu, kan?” Lanjut Himchan sekenanya, namun cukup membuat Yongguk mengangkat kedua sudut bibirnya ke atas.

“Baiklah, tapi urusanku denganmu belum selesai. Kau tau itu?” Balas Yongguk setengah bercanda, membuat Himchan memutar bola matanya, malas.

“Ya. Ya. Terserah kau saja. Cepat dekati dia.”

Yongguk tersenyum. Bibirnya bergerak perlahan, seolah mengucapkan kata `terima kasih` tanpa suara. Dan Himchan hanya bisa memberi jalan untuk pria itu, membiarkannya melangkah mendekati SoHee.

“Hee-ya, aku pergi dulu, ada janji dengan Moo Hyun.” Himchan tersenyum ke arah SoHee, kemudian melangkahkan kakinya, pergi.

Yongguk menarik nafas panjang, memposisikan dirinya untuk duduk tepat disamping SoHee, tanpa berani menatap mata gadis itu. Keduanya diam, kikuk, tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana. Yongguk menatap flat shoes putih yang dikenakan SoHee. Ternyata gadis itu masih memakai sepatu pemberiannya. Sama sekali tidak berusaha melupakannya sedetikpun.

“Terima kasih sudah memaafkanku.” Ujar SoHee pelan.

“Kau tidak salah Hee-ya. Aku saja yang terlalu bodoh dan tidak mempercayaimu. Maafkan aku.” Sesal Yongguk.

“Akulah yang bodoh karna tidak bisa menjelaskan apapun padamu. Maaf karna telah membuatmu merasa terluka, Yonggukie.”

Yongguk mengangkat wajahnya, tersenyum samar. Ia sangat suka cara SoHee menyebut namanya. Terdengar begitu pas. Sangat menyenangkan. Hingga Yongguk merasa jika tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Karna semuanya sudah sangat jelas. Jika ia sangat mencintai SoHee, begitupun sebaliknya. Bukankah hanya ada nama Yongguk dihati seorang Jung SoHee?

******

“Himchan-ssi, sepertinya kau baru saja ditolak.” Ujar Moo Hyun yang lebih terdengar seperti sebuah ejekan.

Mata Himchan menyipit. Ia lalu menarik salah satu sudut bibirnya ke atas, tersenyum miring. “Bagaimana bisa kau tau?”

“Matamu. Pandangan matamu itu yang menjelaskan semuanya. Dari caramu memandangnya. Terlihat jelas jika kau sangat menyukainya.” Jawab Moo Hyun lirih. Gadis itu hanya tersenyum kecut saat Himchan menggelengkan kepalanya.

“Kau selalu tau apa yang sedang kupikirkan, hm? Apa kau begitu menyukaiku?” Gurau Himchan.

“Tapi Moo Hyun-ssi, tentu kau juga tau siapa yang dicintai oleh gadis itu, bukan?”

“SoHee mencintai Yongguk. Begitupun sebaliknya. Yongguk mencintai SoHee. Orang buta-pun tau jika mereka saling mencintai. Dan aku berusaha masuk diantara keduanya. Ini terasa menyakitkan, tapi…..” Himchan menggantung ucapannya.

“Tapi?” Tanya Moo Hyun tak mengerti.

“Tapi sepertinya ini tidak akan terasa sakit jika kau mau menggantikan posisi SoHee dihatiku.” Ujar Himchan yang sukses membuat pipi Moo Hyun menjadi merah padam.

“Cih! Gosip murahan yang ku dengar tentang dirimu itu ternyata benar. Kau player!” Moo Hyun mendorong tubuh Himchan, dan meninggalkan namja itu begitu saja. Sungguh, sejujurnya detak jantung Moo Hyun saat ini berdetak dengan sangat tidak normal.

“Hei, aku tidak seperti itu. Aku sudah berubah.” Teriak Himchan yang merasa tidak terima.

“Lalu, kau pikir aku ini tempat pelampiasan? Karna SoHee sudah menolakmu jadi kau bisa lari kepelukanku, seperti itu, hm?”

“Ah! Jadi kau cemburu? Apa kau benar-benar menyukaiku Moo Hyun-ssi?” Goda Himchan semakin menjadi, melihat ekspersi lucu yang ditunjukkan Moo Hyun.

******

“SoHee-ya. Appa memerintahkanku mengurus bisnis ke Jepang, selama satu tahun.” Ujar Yongguk tiba-tiba.

“Hh? Benarkah?” Komentar SoHee, lebih terdengar kecewa. Gadis itu kemudian menunduk, menggigit bibir bawahnya dengan pikiran kalut.

Yongguk diam-diam melirik ke arah SoHee, lalu tertawa kecil. Dan gadis itu menyadarinya dengan cepat.

“Kau sedang mengerjaiku, huh?!” Sungut SoHee, membuat tawa Yongguk meledak. “Hei Yonggukie, sejak kapan kau suka mengerjaiku seperti itu?” Cecar SoHee sebal. Gadis itu menghela napas pendek dan kemudian menatap Yongguk tajam.

“Memangnya siapa yang sedang mengerjaimu, nona Jung?” Elak Yongguk, memamerkan gummy smilenya yang mempesona.

“Berhenti tersenyum seperti itu!” Gerutu SoHee sebal, tapi tetap saja, gadis itu tidak bisa marah saat melihat ekspresi Yongguk yang selalu menjadi favoritnya -gummy smile dengan perpaduan eye smilenya- yang begitu menawan. Demi apapun juga di dunia ini, itu adalah ekspresi yang paling SoHee sukai dari seorang Bang Yongguk. Benar-benar membuat SoHee terpesona setengah mati hingga gadis itu harus menahan napas berkali-kali.

“Memangnya kenapa?” Tanya Yongguk sok polos, membuat SoHee semakin berdecak sebal.

“Ck! Kau mau membuatku mati karna kehabisan oksigen, huh?”

Yongguk menahan tawa. Ia lalu menarik kedua bahu SoHee agar gadis itu menatapnya. “Hei nona Jung, apa kau tau alasan kenapa aku suka sekali memandangi wajahmu?”

“Memangnya apa alasanmu?” Tanya SoHee, merasa terpacing. Sungguh, ia selalu ingin tau soal apa saja yang tengah dipikirkan Yongguk tentang dirinya.

Yongguk menarik napas ringan, kembali memamerkan gummya smilenya yang mempesona. Mata elangnya bergerak menelusuri tiap inchi garis wajah SoHee, lalu berhenti tepat dikedua bola mata kecoklatan milik SoHee, menguncinya.

“Sejak dulu aku selalu mencari alasan kenapa aku begitu sangat menyukaimu. Kenapa aku bisa terjebak dan tidak bisa berpaling lagi darimu. Itu sebabnya, aku selalu mencari titik dimana aku merasa bosan memandangi wajahmu. Mencari alasan untuk berhenti menyukaimu. Tapi sepertinya aku memang tidak memiliki alasan untuk melakukan hal itu. Aku tidak memiliki alasan untuk tidak menyukaimu, SoHee-ya. Dan sepertinya, otakku memang tidak dirancang untuk memikirkan alasan semacam itu. Jadi, mari kita berhenti memikirkan hal-hal seperti itu, karna.. aku sedang merancang bagaimana caranya agar kita bisa terjebak di tempat yang sama, berdua saja. Jadi SoHee-ya, apa kau mau menua bersamaku?”

SoHee mematung mendengar ucapan Yongguk. Gadis itu benar-benar tidak bisa berkutik sekarang. Jantungnya berdebar semakin kencang, tubuhnya mendadak panas dingin. Namun SoHee menikmatinya. Menikmati sensasi yang mengindikasikan bahwa ia begitu sangat mencintai seorang Bang Yongguk. Hanya pria itu satu-satunya orang yang dapat membuatnya bereaksi berlebihan seperti ini. Perasaan bahagia yang sulit di definisikan.

Dan Bang Yongguk, juga memiliki pemikiran yang sama dengan gadis itu. Hanya dengan bernapas ditempat yang sama dengan SoHee saja, rasanya bisa semenakjubkan ini, begitu menyenangkan. Cukup berpegang teguh pada satu orang yang benar-benar dicintai agar merasa bahagia. Sesederhana itu, bukan?

@milanistred

11 Komentar

  1. nayaizbbb

    Awal’y aku agak kesel sama SoHee karena dia membatalkan janji dengan Yongguk dan lebih memilih menengok Himchan😦 *kan kasihan Yongguk xD*
    Tapi syukurlah akhirnya BangHee baikkan…
    Jangan berselisih lagi kedepannya ya BangHee wkwkwkwk

  2. tia widhiarti

    Ko ngga rela yah ini end..masih pengen terus hehehehe

    Dan ternyata bang yongguk pun punya gengsi tingkat presiden yah mau nlp sohee aja gengsi hahaha tapi akhirnya mereka bersama juga…

    U/ himchan yang Sabarr ya chanie ga dapet sohee tapi bisa dapet yang lebih mencitai qm…walaupun 2part tapi seruuu ini…ditunggu yah ff barunya..terus berkarya fighting

  3. Aku kira ff ini bakalan panjaaaaang~ aku kira konfliknya juga bakal banyaaaak~ tapi ga apa” lah yg penting banghee bahagia^^ seperti aku dan youngjae.

    Ditunggu ff selanjutnya~

    Fighting^^

  4. YuHime

    Nice ff🙂

  5. Dewi_chaki

    akhirx muncul jg part end ^^
    sikap gukkie yg cmburu wjr sih🙂 sohee jg yg trllu gk bsa nolak prmintaan channie
    tp channie gentle n player bgt deh
    =_= gmes gw
    ttep smngat ya thor
    terus bkin epep b.a.p😀

  6. @Naya: Kog agak? Kesel 100% juga gpp😛

    @Tia: Dia emg gtu say😀 tapi dia sebenernya ga betah kl marahan lama-lama sama aku wkwkwkw

    @Ntan: Sebenernya, niat awal bikin FF ini perkiraan jadi 5 Part, eh tapi mendadak stuck ditengah jalan😦 sampe aku ngerjain `Invisible Feeling`, aku harap feel buat ngelanjut ini FF bisa balik, ternyata enggak (╥﹏╥) jadi daripada endingnya ga jelas mau dibawa kemana, lebih baik aku akhiri saja sampe disini

    @YuHime: Terimakasih sudah berkunjung

    @Dewi: Playboynya Himchan disini itu beda sama di `Invisible Feeling`. Kl disini, dia lebih ‘penasaran’ aja sama SoHee, awalnya. Tapi lama-lama dia jatuh cinta juga. Kasiannya disaat dia bener2 jatuh cinta, eh ceweknya setia sampe mampus😀 iyah, selalu.. mkasih juga uda jadi readers yang slalu koment :*

    • nayaizbbb

      Klo sebel’nya 100% berarti aku ga punya perasaan.. yang ada aku malu lah sama SoHee yang berbaik hati.. coz di situ SoHee berpikir takut himchan betulan kritis atau gimana..
      Kesel sama SoHee karena tidak jujur malah bilang klo ada jadwal penting…
      :p😀

  7. Yaaaaaaaaaaaaah eonnie, waktu itu aku komen pulsa keburu abis T.T dan komen aku belum aku copy huwaaaaaaa😦.
    Yah aku komen seingetku aja ya eon :3 hihihihi
    Pertama… Aku suka endingnya🙂 So Sweet banget Bang-Hee Couplenya >.< haha tapi suka juga sama endingnya Himchannie Oppa… Dia tetep bahagia lah walopun ngga sama Sohee, kayanya kisahnya bakal lain lagi bareng MooHyun, bikin tentang mereka dong eon :v hihihi /minta mulu!
    Ah bagian Himchannie Oppa di FF ini bener2 (y) banget! Oppa gentle yah… Dia juga nerima kalo Sohee cintanya cuma ke Yonggukkie Appa :') tetep nyesek dan ngebuat aku nangis eon, tapi yah gitudeh… Endingnya tetep spektakuler jadi Betty suka betty sukaaaaaaa haha!
    Terus, bagian senyumnya Appa itu yang ngebuat Sohee meleleh /apa
    itu unyu eon! Sumpah! Ih eonnie bener2 hebat ngebuat adegan unyu kek beginian :3 aku pecinta genre Romance-unyu gila(?) kek gini eon hehehe
    segitu aja deh, kali ini ngga panjang komennya /hellow ngga sadar diri haha
    Oh ya, mo bilang aja betty eon. Tadi liat artikel yang nunjukin Appa kece ini donasi uang ke Badrap sebesar $1000 ini bener2 ngebuat bangga :') dan masih banyak lagi lah yang Appa dan Oppadeul lakuin. Hati suci mereka ngebuat betty selalu nangis terharu. Apalagi tadi Himchannie Oppa update IG bilang kangen ke BABYz, udah deh airmata keluar seember hohohoho.Betty cuma mo bilang eon… Betty ngga pernah nyesel jadi BABY🙂. Apapun yang mereka lakuin selalu ngebuat Betty bangga dan Babyz lain juga tentunya ngerasain itu :'). /ini FF woy! Malah ngomongin Bap /biarin gue cinta mereka weekkk :p!
    BETTY.

  8. dongrim

    memang udah ditakdirkan oleh penulis mereka saling mencintai, meskipun terselip cemburu

  9. heeyeon

    ini bagus maaf baru komen d part ke 2 end ini

  10. cute

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: