AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Invisible Feeling Part 3


Pict by Momo

Author: Bangster1004

Casts:
Jung Gi Yun (OC)
Jung Daehyun
Jung SoHee (OC)
Bang Yongguk
Yoo Yongjae
Moon Jongup
Kim Eun Soo (OC)
Kim Him Chan
Choi Moo Hyun (OC)
Choi Junhong

Length: Chapter

Rating: G, M,

Genre: Soft Romance

Don’t be silent reader

Happy Reading ^^

Cerita Sebelumnya..

“Kau yakin akan masuk?” Tanya Jongup sekali lagi. Memastikan agar gadis yang duduk disampingnya itu tidak menyesal. SoHee menoleh, mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobil. Ia kembali menyandarkan punggungnya dan menghembuskan nafas kesal.

“Harusnya aku yang menanyakan hal itu. Apa kau yakin tidak akan masuk? Aku dan Himchan memang sudah berakhir, sedangkan kau dan Eun Soo? Kau bahkan belum memulainya!” Cibir SoHee. Keduanya diam sesaat, berkutat dengan pikirannya masing-masing. Tidak menyadari Eun Soo mengawasi keduanya dari dalam.

“Baiklah.” Ujar Jongup, membuat gadis yang duduk disampingnya itu tersenyum senang. Keduanya turun, memutuskan masuk ke sebuah tempat yang sudah tidak asing lagi bagi mereka.

Jongup dan SoHee celingukan mencari Eun Soo. Namun yang ada dihadapan mereka saat ini adalah Himchan. Tanpa perasaan bersalah, namja itu menyapa keduanya, “Apa kabar?”

Jongup dengan sigap berdiri dihadapan SoHee, seakan menjadi tameng yang siap melindungi gadis itu dari kuman berbahaya macam Himchan.

“Cepat menjauh!” Perintah Jongup kasar. Eun Soo yang berdiri tak jauh dari mereka hanya bisa tersenyum kecut, melihat Jongup begitu perduli pada SoHee.

“Aku hanya ingin bicara sebentar dengan SoHee.” Ujar Himchan. Tatapan matanya lurus menatap SoHee yang sedari tadi diam menundukkan kepalanya.

“Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Bukankah kau sudah memilih gadis itu? Jadi jauhi SoHee!” Jongup mendorong tubuh Himchan. Tidak terima, Himchan balas mendorong tubuh Jongup hingga keduanya saling senggol.

“Hentikan!!” Teriak SoHee. Gadis itu tidak ingin membuat segalanya menjadi semakin buruk.

“Jongupie aku mohon jaga emosimu. Aku akan bicara sebentar dengan Himchan. Jika dalam lima menit aku tidak kembali, cari aku dan pukuli dia.” Ujar SoHee sambil menunjuk wajah Himchan yang terlihat terkejut mendengar ucapan SoHee.

Begitu Jongup mengangguk setuju, Himchan menarik tangan SoHee dan membawa gadis itu naik ke lantai atas. Himchan mendorong tubuh SoHee ke tembok dan mengapit gadis itu dengan tubuhnya. “Bagaimana bisa kau meminta Jongup melakukan hal itu padaku?”

“Waktumu tidak banyak. Segera katakan apa yang ingin kau katakan.” SoHee mengalihkan ucapan Himchan, ia lalu melirik jam yang melingkar di tangan kirinya.

“Yakk! Hee-ya! Apa kau benar-benar ingin melihat Jongup memukuliku hah?!” Bentak Himchan. Tubuhnya semakin mengapit SoHee rapat hingga gadis itu kesulitan bernafas.

“Brengsek!!!!!” Batin SoHee. Bahkan dalam keadaan seperti ini, Himchan masih terlihat sangat mempesona dimatanya.

Himchan mendekatkan wajahnya ke arah SoHee, tatapannya mengunci SoHee hingga gadis itu tidak bisa bergerak. Himchan semakin mendekat, bersiap mencium, sebelum akhirnya SoHee memalingkan wajahnya.

Tidak bisa. SoHee tidak bisa melakukannya. Himchan sudah memilih Moo Hyun, dan SoHee tidak ingin menyakiti gadis itu. Karna SoHee tau, dan pernah merasakan, bagaimana sakitnya dikhianati.

“Tiga menit lagi.” Ucap SoHee yang tentu saja membuat Himchan semakin kesal.

“HEII!! Kenapa kau jadi seperti ini sekarang?” Himchan mengguncang kedua pundak SoHee.

“Kau yang membuatku seperti ini.” Sahut SoHee setengah berteriak.

Perlahan Himchan melonggarkan cengkramannya di pundak SoHee. Ia terkejut dengan apa yang dikatakan gadis yang ada di hadapannya itu. Benar, gadis lugu itu kini sudah banyak berubah. Dan itu… Karnanya.

“Aku pergi, jika tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan.” SoHee perlahan menjauh, meninggalkan Himchan yang masih membeku ditempatnya berdiri.

“SoHee-ya!” Himchan berlari menghampiri SoHee. Menarik tangan gadis itu dan memeluknya erat. “Maaf. Maafkan aku.” Lirihnya.

Demi Tuhan! Jika dalam keadaan normal, SoHee pasti akan membalas pelukan Himchan. Susah payah SoHee menahan perasaan aneh yang berkecamuk di dalam hatinya.

“Lepas! Ada hal lain yang lebih penting dari ini.” SoHee buru-buru melepaskan pelukan Himchan, ia berlari turun menghampir Jongup. Sungguh, ia tidak ingin menangis lagi.

“Jongupie! Aku tepat waktu, kan?” SoHee menepuk pundak Jongup yang terlihat melamun di sudut ruangan. Tatapannya tidak fokus. Sesekali ia mengetukkan kakinya ke lantai.

“Hei, ada apa?” Tanya SoHee lagi. Takut jika Jongup marah padanya.

“Yongguk oppa, apa kau pikir aku bohong dengan perasaanku? Aku sungguh-sungguh. Ya, tebakanmu di vila itu benar. Aku menyukaimu, sangat menyukaimu.” Samar-samar SoHee mendengar suara Eun Soo dari bilik dapur.

“Bukankah saat ini kau dekat dengan Jongup? Jangan libatkan aku dalam masalah kalian.” Sahut Yongguk cuek.

SoHee kini tau apa yang membuat raut wajah Jongup berubah murung. Ada perasaan bersalah diwajahnya karena sudah memaksa Jongup untuk mengikutinya. SoHee tidak menyangka jika masalahnya jadi serumit ini. SoHee menepuk punggung tangan Jongup, sedetik kemudian gadis itu berdiri dan berjalan ke arah dapur, menghampiri Yongguk dan Eun Soo.

BRAKK!!!

SoHee menggedor meja, membuat Yongguk, Eun Soo dan beberapa karyawan yang lain menoleh ke arahnya. “Hentikan!!”

*******************************

SoHee menggigit bibir bawahnya. Gadis itu terlihat asik dengan dunianya sendiri. Menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong. Terlalu banyak yang ia pikirkan dan persiapkan.

Bagaimana tidak? Jung Daehyun, oppa-nya, tetap memaksanya untuk mengikuti makan malam, dimana ia akan diperkenalkan dengan lelaki pilihan kakaknya. Lelaki baik, ramah, dan tidak sombong versi kakaknya.

SoHee menarik nafas berat. Saat ini ia sudah merasa sesak. Bagaimana nanti? Sisa-sisa luka dari Himchan itu masih ada. Juga perasaan aneh, ah tidak. Mungkin lebih tepatnya perasaan bersalahnya pada Yongguk. Setelah selama ini ia memanfaatkan Yongguk hanya untuk membuat Himchan cemburu, yang nyatanya semua itu sia-sia.

Mobil Daehyun memasuki gedung parkir Sheraton Hotel yang dijadikan sebagai tempat berlangsungnya makan malam. Daehyun dan Gi Yun yang sudah berjalan hendak memasuki gedung berhenti saat menyadari SoHee diam tak bergerak, berdiri di dekat mobil.

“SoHee-ya?” Panggil Gi Yun, membuat SoHee tersentak.

“Kalian masuk saja duluan. Aku menyiapkan diri dulu.” Sahut SoHee.

“Jangan coba-coba kab-”

Gi Yun menarik tangan Daehyun. Mencegah prianya itu mengatakan hal-hal yang akan semakin memperburuk keadaan. “Baiklah. Kami menunggumu di dalam.” Ujar Gi Yun lalu menggandeng tangan suaminya masuk ke dalam hotel.

SoHee memejamkan matanya, menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Gadis itu melakukannya secara berulang-ulang hingga seseorang yang dikenal menyapanya.

“SoHee-ya. Apa yang kau lakukan disini?”

DEG!

Perasaan aneh itu tiba-tiba kembali muncul saat ia melihat Yongguk yang memakai setelan jas berdiri dengan gagah di depannya. Namja itu tidak sendiri. Disampingnya berdiri seorang gadis cantik yang juga dikenalnya, Choi Moo Hyun.

“Kau sangat cantik.” Ujar Yongguk, memuji penampilan SoHee dari bawah hingga atas, membuat kedua pipi apel gadis itu memerah.

“Kau? Mau bertemu seseorang?” Sapa Moo Hyun ramah, berusaha mengakrabkan diri. Jika saja SoHee tidak mengingat ucapan Yongjae yang mengatakan jika Moo Hyun adalah korban, sama seperti dirinya, mungkin saat ini SoHee sudah menjambak rambut gadis itu.

“Hmm. Aku makan malam bersama Eonnie dan Oppa.” Balas SoHee tak kalah ramah, meski terlihat jelas raut kekecewaan di wajahnya. “Aku masuk dulu. Mereka sudah menunggu.” Pamitnya kemudian.

“Yonggukkie, aku takut.” Lirih Moo Hyun. Matanya fokus menatap kepergian SoHee, sementara tangannya menarik jas Yongguk.

“Aku tidak tau bagaimana akhir dari semua ini nantinya. Bagaimanapun juga kita harus menghadapinya, kan?” Yongguk meletakkan kedua tangannya di bahu Moo Hyun dan menatapnya hangat. Kemudian keduanya berjalan masuk ke dalam hotel.

“Eonnie!! Pakaian apa yang kau berikan padaku? Ini membuatku tidak nyaman.” Keluh SoHee, gadis itu tiba-tiba muncul dan mengagetkan Gi Yun.

“Kenapa? Kau cantik dengan gaun itu.” Sahut Daehyun.

“Oppa! Ini terlalu terbuka. Ah sudahlah. Sekarang mana mereka? Aku tidak suka menunggu lama.” SoHee membuka menu makan yang terletak di meja dan membaliknya satu-persatu.

“Mereka sudah ada disini. Mereka pemilik hotel ini. Sebentar lagi mereka akan kemari.” Ujar Daehyun yang sukses membuat perut SoHee mendadak mulas, gugup, campur aduk menjadi satu.

“Aku harus ke toilet.” Pamitnya.

“Yak!!! Hee-ya! Sebentar lagi mereka datang!” Pekik Daehyun dengan suara tertahan.

“Tapi ini darurat oppa! Tidak bisa ditahan lebih lama lagi!!” Tanpa menunggu persetujuan Daehyun, SoHee bergegas lari, hingga tanpa sengaja ia menabrak seseorang.

“Ah jwesonghamnida.” Ucap SoHee seraya menundukkan kepala.

“Hei! Perawan?” Sapa seseorang yang ada dihadapan SoHee. Gadis itu mendelik, mengangkat kepalanya dan mendapati Yongjae ada disana.

“Kau! Pria mesum!” Pekiknya tak kalah terkejut. Keduanya terlihat salah tingkah saat beberapa orang menatap mereka dengan pandangan aneh.

SoHee menggeret tangan Yongjae dan mengajaknya ke suatu tempat. “Apa yang kau lakukan disini?” Tanya SoHee.

“Kau terlihat sangat cantik, dan…… seksi.” Lirih Yongjae di telinga SoHee, memaksa gadis itu membelalakkan kedua matanya semakin lebar.

“Kau ingin mati eoh? Cepat jawab!!” Sungut SoHee. Kedua tanduk setan di kepalanya selalu muncul setiap kali ia berhadapan dengan namja menyebalkan itu.

“Aku rasa itu bukan urusanmu.” Jawab Yongjae, tanpa perasaan bersalah namja itu berjalan melewati SoHee dengan senyum disudut bibirnya.

“Yongjae! Kau benar-benar namja yang menyebalkan.” Gumam SoHee, ia kembali melanjutkan pencariannya, toilet. Tapi perutnya tidak lagi sakit, jadi haruskah ia tetap kesana?

“Dia namja yang baik. Oppa sudah mengenalnya dan pernah bertemu beberapa kali, kau juga. Dia berasal dari Chuncheon. Meski kaya, namun keluarganya sangat ramah.” SoHee mengingat ucapan Daehyun beberapa saat yang lalu saat mereka dalam perjalanan ke hotel.

“Aku pernah bertemu dengan dia? Berasal dari Chuncheon? Kaya? Apa itu berarti….. Yongjae????” Batin SoHee. Tidak mungkin, tidak mungkin namja mesum itu yang akan menjadi calon suaminya, kan?

SoHee berbalik, ia memperhatikan Yongjae yang berjalan menuju meja tempat Daehyun dan Gi Yun duduk. SoHee menggeleng, ia perlahan mundur, bersiap kabur. Namun lagi-lagi SoHee menabrak seseorang. Seorang pria paruh baya yang berjalan beriringan dengan Moo Hyun dan Yongguk.

“Yonggukkie, tolong bawa aku kabur dari sini.” SoHee menggenggam tangan Yongguk, meminta pertolongan.

“Ada apa?” Tanya Yongguk khawatir.

“Aku tidak bisa menceritakannya sekarang. Tolong selamatkan aku.” SoHee terlihat sangat panik hingga tidak menghiraukan Moo Hyun dan pria yang berdiri dibelakangnya.

“Nona, kau tidak bisa mengajaknya pergi begitu saja. Kami sedang ada pertemuan penting sekarang.” Ujar pria itu tegas.

“Appa. Maafkan aku.” Tanpa banyak kata lagi, Yongguk menarik tangan SoHee, mereka berlari meninggalkan Moo Hyun dan pria paruh baya itu.

“Yonggukkie, SoHee-ya.” Teriak Moo Hyun, memanggil Yongguk dan SoHee yang berlari semakin menjauh.

“Siapa kau bilang? SoHee? SoHee siapa?” Tanya pria paruh baya yang ternyata adalah Ayah Yongguk.

“SoHee. Jung SoHee. Ah, tapi maaf Yong Hwan ahjussi, bagaimana aku menjelaskannya? Ini terlalu rumit.” Lirih Moo Hyun. Gadis itu terlihat bingung untuk menjelaskan siapa SoHee sebenarnya. Sementara itu, wajah kesal Yong Hwan kini berubah sumringah setelah Moo Hyun menyebut nama SoHee.

“Ayo.” Yong Hwan mengulurkan tangannya pada Moo Hyun yang disambut senyuman oleh gadis itu.

*******************************

“Eun Soo-ya. Apa kau kecewa dengan oppa?” Himchan duduk disamping Eun Soo dengan membawa dua cangkir teh hangat. Meletakkan satu di depannya, dan satu lagi di depan Eun Soo.

“Apa maksud oppa?” Tanya gadis itu tidak mengerti arah pembicaraan Himchan.

“Yang kau dengar dari Jongup itu benar. Aku memang orang yang brengsek yang sudah melukai banyak wanita, salah satunya SoHee. Karna itu-”

“Selama ini aku tidak pernah melihat oppa seperti itu.” Sahut Eun Soo cepat.

“Kau marah bukan karna SoHee marah pada oppa, kan? Kau marah karna Jongup begitu perhatian pada SoHee. Apa kau sangat mencintainya, hmm?” Himchan menarik Eun Soo ke dalam pelukannya. Sekuat apapun Eun Soo berbohong, tetap saja ia tidak akan pernah bisa membohongi Himchan.

“Kau tidak perlu khawatir. Oppa bisa memastikan, di antara mereka tidak ada hubungan apa-apa. Mereka bersahabat sejak kecil, jadi wajar jika Jongup begitu perduli pada SoHee. Dan oppa yakin, perasaan Jongup padamu itu benar-benar tulus.” Himchan mengusap punggung Eun Soo, menenangkan adik kesayangannya itu.

“Jadi benar? Oppa berselingkuh dengan Moo Hyun dan meninggalkan SoHee?” Eun Soo mendorong tubuh Himchan. Menatap kakaknya itu dengan pandangan yang sulit di artikan.

Dari luar terdengar suara mobil berhenti. Eun Soo dan Himchan berdiri. Dilihatnya Yongjae yang duduk dibalik kemudi bergegas turun, membuka pintu belakang tempat Moo Hyun duduk. Yong Hwan yang juga berada di mobil yang sama dan duduk disamping Moo Hyun ikut turun.

“Kau yakin tidur disini? Lebih baik ikut kami ke rumah.” Bujuk Yong Hwan.

“Ahjussi, sepertinya Yongguk belum pulang, dan mungkin tidak akan pulang. Jadi lebih baik aku menjaga cafe dan tidur disini.” Ujar Moo Hyun dengan menunduk hormat.

“Baik. Istirahatlah. Semoga mimpi indah.” Balas Yong Hwan sebelum akhirnya pria paruh baya itu kembali masuk ke dalam mobil.

Yongjae mendekati Moo Hyun. Ia menarik gadis itu kedalam pelukannya dan memeluknya hangat. “Selamat malam. Sampai jumpa lagi esok.” Ujar Yongjae yang di akhiri kecupan singkat di kening Moo Hyun. Membuat Himchan mengepalkan tangan, kesal.

“Kau kenapa, oppa?” Tanya Eun Soo yang menyadari perubahan di raut wajah Himchan.

“Tidak apa-apa. Sudah malam, cepat tidur. Kau besok ada jadwal kuliah, kan? Oppa harus membersihkan cafe.” Himchan menoleh ke arah Eun Soo. Memaksakan sebuah senyum terukir di wajah tampannya.

Moo Hyun melambaikan tangan saat Yongjae mulai menyalakan mesin mobil. Sedetik kemudian, mobil mewah itu pergi meninggalkannya. Moo Hyun berbalik, melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafe dimana Himchan sudah menunggunya dengan tatapan penuh luka.

“Kau belum tidur?” Moo Hyun sedikit terkejut saat mendapati Himchan berdiri di atas tangga.

“Kenapa dia ada disini? Dan bagaimana kalian bisa bersama? Kemana? Apa saja yang kalian lakukan?” Cecar Himchan.

“Bukankah kau sudah melihatnya? Aku tidak hanya berdua dengan Yongjae, kami bertiga. Kau melihat Yong Hwan ahjussi, kan?” Ujar Moo Hyun coba menjelaskan.

“Aku harap kau tidak lagi menemui namja itu.” Himchan maju selangkah. Tangan kirinya menarik Moo Hyun ke dalam pelukannya.

Eun Soo membalikkan tubuh, kedua tangannya menutup mulutnya sendiri rapat-rapat, jantungnya berdetak tidak karuan setelah tanpa sengaja ia melihat Himchan memeluk Moo Hyun seperti itu. Matanya memerah, berusaha manahan tangis. Eun Soo tidak ingin percaya, namun saat ini, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri jika kakak yang selama ini di kaguminya….. Berselingkuh.

*******************************

SoHee memainkan jari jemari kukunya. Coba menghilangkan rasa gugup yang teramat sangat. Entah apa yang dipikirkannya saat itu hingga memaksa Yongguk untuk membawanya kabur dari acara makan malam.

“Maaf.” Ujar Yongguk. Perlahan ia memberanikan diri menatap wajah cantik SoHee yang duduk di samping kanannya. Yongguk meraih tangan SoHee agar gadis itu berhenti memainkan kuku-kuku jarinya.

“Jika aku menuruti ucapan supir Han untuk tidak membawa mobil ini, mungkin kita tidak akan terdampar di tempat ini.” Sesal Yongguk. Pandangannya kini beralih ke jarum indikator bensin yang menunjuk tulisan ‘Empty’.

“Tidak apa-apa, itu bukan salahmu. Aku yang memaksamu tadi.” SoHee menarik tangannya, ia kemudian turun dari Limousin mewah milik Yongguk.

“Mungkin supir dan pelayan di rumah mendapat perintah dari Appa untuk tidak mengangkat telfonku. Tapi kakakmu? Apa benar dia setega itu hingga mematikan ponselnya? Apa mereka tidak mengkhawatirkanmu? Setidaknya mereka menghubungimu dan menanyakan keberadaanmu.” Teriak Yongguk dari dalam mobil. Ia kemudian turun dan mendekati SoHee. Menyelipkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” Tanya Yongguk sambil menyandarkan tubuhnya, putus asa.

“Apalagi, selain menunggu?” Balas SoHee dengan suara bergetar. Dress putih yang dikenakannya terlalu tipis, tidak mampu untuk melindungi dirinya dari hembusan angin malam.

“Pakai ini.” Yongguk melepas jasnya dan memberikannya pada SoHee.

“Tidak perlu, aku- Hachim!”

Yongguk maju selangkah, terlihat jelas dari raut wajahnya jika ia sangat mengkhawatirkan keadaan SoHee. Yongguk menyelimuti SoHee dengan jasnya, kemudian membuka pintu mobil bagian belakang dan memerintah gadis itu untuk masuk.

“Tidurlah, sudah malam.” Perintahnya. Tak lama, Yongguk juga masuk ke dalam mobil. Ia duduk di balik kemudi, menyandarkan kepalanya ke jendela dan melipat kedua tangannya diatas dada. Sedetik kemudian kedua mata indahnya sudah terpejam.

Terdengar suara aneh dari perut SoHee. Gadis itu lapar. Sejak pagi ia belum makan apapun. Acara makan malam tadi terus mengganggu pikirannya hingga membuat nafsu makannya menurun. SoHee menepuk perutnya pelan, seolah menenangkan perutnya agar tidak lagi berisik.

“Disamping kananmu ada sebungkus pizza, supir Han suka sekali dengan pizza. Kau bisa memakannya.” Ujar Yongguk, masih diam tak bergerak di posisi awalnya.

“Aku pikir kau sudah tidur.” Balas SoHee, sambil mencari pizza yang dimaksud Yongguk.

SoHee memakannya rakus, setelah ia menemukan kotak yang berisi tujuh potong pizza. “Hei Yonggukkie, kau tidak mau? Ini enak sekali.” Tawar SoHee. Yongguk tidak merespon, hanya sesekali membenarkan posisi tidurnya.

“Kakimu panjang. Itu pasti tidak nyaman. Disini cukup luas. Kau bisa pindah ke-”

Tanpa menunggu SoHee menyelesaikan ucapannya, Yongguk membuka pintu dan keluar. “Aku harap kau tidak menyesal mengatakan hal itu.” Ucapnya sebelum membuka pintu belakang dimana SoHee berada.

Yongguk merebut sisa pizza yang ada ditangan SoHee dan segera memasukkannya ke dalam mulut. Yongguk kemudian membaringkan tubuhnya dengan mulut yang penuh dengan makanan. SoHee hanya bisa diam melihat tingkah Yongguk, terkejut lebih tepatnya.

“Kenapa?” Tanya Yongguk saat ia melihat SoHee menatapnya dengan tatapan aneh.

“Tidak apa-apa.” SoHee menggeleng cepat. Ia merapikan jas Yongguk yang dipakainya sebelum akhirnya merebahkan diri, membelakangi Yongguk.

SoHee memejamkan matanya. Sekeras apapun ia mencoba tidur, tetap saja otaknya tetap terjaga. “Jangan-jangan dia akan …… atau melakukan …..” Pikiran buruk tentang Yongguk terus mengganggunya.

SoHee bangkit, menyentuh kepalanya yang terasa pening. Ia tau Yongguk tidak akan mungkin melakukan hal itu padanya, tapi tetap saja ini tidak benar. Jika seorang pemuda dan seorang gadis berada ditempat asing, hanya bberdua. Apa yang akan terjadi?

“Isshh.” SoHee memukul kepalanya berkali-kali. Ia menyesal karna sudah menawari Yongguk agar tidur disampingnya.

Ini membingungkan. Jika SoHee tidak mempunyai perasaan apapun pada Yongguk, kenapa ia panik? Kenapa juga ia harus repot memikirkan namja itu? Dan lagi, kenapa detak jantungnya berdetak tidak normal saat Yongguk ada di dekatnya?

SoHee menoleh ke arah Yongguk, dimana namja itu tidur nyenyak. Melihat Yongguk tidur seperti itu saja bisa membuatnya tenang, begitu murni seperti anak kecil. Membuat kedua sudut bibir SoHee terangkat, membentuk sebuah senyuman yang entah disadarinya atau tidak.

“Ugh!” SoHee melihat darah di jari Yongguk. Luka itu, Yongguk dapat ketika beberapa pengawal Yong Hwan menghalanginya untuk kabur.

“Maaf, ini semua salahku.” Lirih SoHee dengan perasaan bersalah. Namja yang tidur dihadapannya itu sudah terlalu banyak membantunya.

SoHee mengambil tisu yang terletak di dashboard mobil. Ia meletakkan tangan Yongguk di atas pangkuannya. Perlahan SoHee membersihkan darah yang mulai mengering di tangan Yongguk.

“Pelan, itu sakit.” Yongguk merintih kesakitan, membuat SoHee terkejut setengah mati hingga tanpa sadar ia menepis tangan Yongguk kasar.

“Kau mengejutkanku!” Pekik SoHee.

Yongguk bangkit, ia mendekatkan wajahnya ke arah SoHee yang menunduk malu. Wajah gadis itu mendadak merah padam. “Aku tidak berteriak, juga tidak membentak. Kenapa kau terkejut?”

Demi Tuhan, SoHee membutuhkan banyak oksigen saat ini. Entah kenapa tiba-tiba ia merasa sesak saat Yongguk melihatnya seperti itu. Bahkan lidahnya yang biasanya bebas memaki orang, kini terasa keluh. Orang yang ada dihadapannya itu benar-benar ajaib.

“Terima kasih sudah perduli padaku.”

Jantung SoHee seakan melompat dari tempatnya saat Yongguk tiba-tiba mengucapkan terima kasih dengan mengecup keningnya. SoHee mengumpat dalam hati. Sungguh! Jika beberapa saat yang lalu ia berhasil ‘mengerjai’ Yongguk, kini ia seakan mendapat karma dari perbuatannya saat itu.

“Kau sakit? Kenapa diam?” Yongguk mengangkat dagu SoHee hingga kedua pasang mata mereka bertemu di satu titik. Satu titik dengan daya tarik menarik yang sangat kuat, yang tidak bisa ditahan oleh Yongguk dan SoHee sekalipun mereka menutup mata.

Yongguk mendaratkan ciumannya di bibir SoHee. Tidak ada penolakan dari gadis itu, juga tidak ada respon yang lain. Hanya diam seperti itu. Tidak tau apa yang harus dilakukannya. Karna ini, karna ini adalah……… ciuman pertama SoHee.

Yongguk melepas ciumannya. Ia menyentuh dadanya yang berdetak kencang. Yongguk menarik tangan SoHee, meletakkan tangan gadis itu ke dadanya untuk ikut merasakan, betapa sangat tidak normal detak jantungnya saat ini.

Yongguk mengusap pipi SoHee. Ekspresi yang ditunjukkan gadis itu benar-benar menggemaskan hingga membuat Yongguk ingin melahapnya hingga habis. Tangan Yongguk bergerak turun ke tengkuk SoHee, menarik gadis itu dan kembali menciumnya. Bibir Yongguk mulai bergerak pelan, dan SoHee membalasnya. Insting alam bawah sadar yang memerintahkannya seperti itu.

Ciuman hangat itu berlangsung lama, bahkan sangat lama. Yongguk tidak ingin melepaskan ciumannya dari bibir SoHee, sangat tidak ingin. Karna Yongguk mulai yakin, apa yang hatinya rasakan untuk SoHee adalah cinta. Dan Yongguk tidak ingin kehilangan gadis itu. Gadis yang diam-diam menguasai hati dan pikirannya.

“Bisakah kita tetap bersama seperti ini? Tinggalah disisiku.” Lirih Yongguk pelan, namun penuh harap di telinga SoHee. Namja itu mendekap SoHee ke dalam pelukan hangatnya. Tidak membiarkan satu inchi-pun jarak memisahkan kulit mereka. Dan lagi-lagi SoHee tidak menolak saat Yongguk memeluknya seperti itu. Tidak, bukan seperti itu, otaknya ingin menolak, tapi hatinya merasa tidak rela. SoHee menyukainya…. Pelukan hangat itu. Dan hatinya menginginkan lebih dari itu.

Yongguk dan SoHee, tetap dalam keadaan seperti itu hingga pagi menyapa. Wajah keduanya memerah saat menyadari betapa intimnya jarak diantara mereka saat ini. SoHee, dengan nyamannya menyandarkan kepalanya di dada Yongguk, hingga ia bisa merasakan detak jantung, hembusan nafas, hingga aroma tubuh Yongguk. Kedua tangannya melingkar indah dipinggang Yongguk.

Pun begitu dengan Yongguk yang membuka lebar kedua kakinya, memudahkannya untuk mendekap SoHee. Yongguk seakan tidak ingin melepas tangannya dari bahu SoHee. Yongguk ingin terus menjaga gadis itu, agar selalu ada dalam jarak pandangnya.

“Yonggukkie, aku tau siapa yang bisa membantu kita.” Ujar SoHee tiba-tiba, mengejutkan Yongguk.

“Siapa?”

“Jongupie.”

*******************************

“Ishh!” Jongup mendengus kesal saat dilihatnya SoHee sedang merapikan rambut Yongguk. Kedua orang itu seakan asik dengan dunianya sendiri hingga tidak menyadari kedatangan Jongup.

Tiiiiinnnn!!!! Tiiiiinnnn!!!!

Jongup menekan klakson mobilnya dengan sebal hingga Yongguk dan SoHee menoleh ke arahnya. SoHee melambaikan tangan, raut wajahnya terlihat sangat bahagia melihat kedatangan Jongup. “Malaikat penyelamatku!” Ujarnya sambil berlari menghampiri Jongup.

“Eh! Kau duduk belakang saja.” Yongguk menghalangi SoHee yang akan duduk di samping Jongup. Yongguk membuka pintu belakang dan mempersilahkan SoHee duduk disana. Sementara ia yang duduk di depan, di samping Jongup. Yongguk tidak ingin melihat keakraban Jongup dan SoHee.

“Bagaimana dengan Limousinmu?” Jongup menunjuk mobil mewah milik Yongguk yang berdiri angkuh di depan mobilnya.

“Aku sudah menghubungi mobil derek. Itu mobil ayahku, biar mereka nanti yang mengurusnya.” Jawab Yongguk enteng.

“Kita kemana?” Tanya Jongup saat ia mulai menyalakan mesin mobilnya.
“Rumah SoHee.”

“Ke rumahku.”

Jawab Yongguk dan SoHee bersamaan.

“Huh! Apa itu? Kalian kompak sekali.” Cibir Jongup, ia kemudian memutar kemudi dan menginjak pedal gas.

Suasan dalam mobil begitu hening, seakan tidak ada topik yang menarik untuk dibicarakan hingga membuat Jongup bosan. Ia menekan tombol pemutar musik. Sebuah lagu romantis dari penyanyi favoritnya, Chris Brown yang berduet dengan penyanyi muda berbakat Justin Bieber, mengalun dengan merdunya.

You’ve got that smile
That only heaven can make
I pray to God everyday
That you keep that smile
Yeah, you are my dream
There’s not a thing I won’t do
I’ll give my life up for you
Cause you are my dream
And baby, everything that I have is yours
You will never go cold or hungry
I’ll be there when you’re insecure
Let you know that you’re always lovely
Girl, cause you are the only thing that I got right now
One day when the sky is falling
I’ll be standing right next to you
Right next to you
Nothing will ever come between us
I’ll be standing right next to you
Right next to you

“Kalian terlihat aneh. Apa terjadi sesuatu dengan kalian semalam?” Sebuah pertanyaan meluncur dari mulut Jongup. Pertanyaan yang sukses membuat Yongguk dan SoHee menahan nafas.

“Hee-ya, kau baik-baik saja?” Tanya Jongup lagi. Ia melihat SoHee yang duduk di kursi belakang melalui spion.

“Iya.” Jawabnya singkat. Gadis itu lebih memilih diam dan tidak banyak bicara, menyembunyikan rasa malu dan gugup sebaik mungkin.

“Ehemm.” Yongguk berdehem. Membuat Jongup kembali fokus melihat jalanan yang ada di depannya.

“Aku tidur dulu.” Ucap Yongguk, sedetik kemudian namja itu sudah menutup kedua matanya, membuat Jongup kesal setengah mati.

“Yakk! Yongguk hyung! Aku bukan supirmu! Kau sudah mengganggu tidurku pagi ini. Kau pikir aku tidak lelah? Memintaku menjemput kalian ke tempat sejauh ini, dan sekarang kau tidur? Hyung! Bangun! Aku lelah! Gantikan aku menyetir.” Jongup menggoyang tubuh Yongguk agar namja itu bangun. SoHee terkekeh dari belakang melihat kelakuan keduanya.

“Hee-ya! Kau menertawakanku? Kau ini berpihak pada siapa?” Sungutnya sambil sesekali menatap SoHee melalui spion.

“Jongupie, kau tau kan aku tidak bisa menyetir? Jadi tolong bawa aku kembali ke rumah dengan selamat. Aku juga lelah, jadi izinkan aku istirahat.” SoHee merayu Jongup dengan segala keimutan yang nyatanya gagal ia lakukan.

“Kalian benar-benar menyebalkan! Memangnya apa saja yang sudah kalian lakukan semalam hah!” Jongup terlihat seperti orang yang sedang frustasi. “Awas saja kalian nanti!” Ancamnya kemudian.

Setelah menempuh kurang lebih satu jam perjalanan, akhirnya Jongup sampai di perumahan mewah tempat sahabatnya tinggal. “Ah bagus sekali, kau bangun tepat saat kita tiba dirumah.” Jongup menyindir SoHee yang baru saja membuka mata.

“Maaf. Sebagai ucapan terima kasih, aku akan memijit pu-”

“Memijit? Memijit apa???!!!!!!!” Sahut Yongguk tiba-tiba. Sebenarnya namja itu bangun lebih dulu dibanding SoHee, namun ia memilih berpura-pura tidur.

“Huh! Kau keterlaluan hyung.” Jongup tertawa tanpa suara. Perasaan lelah, kesal, jengkel, campur aduk jadi satu. Rasanya ia ingin menggaruk wajah Yongguk yang tersenyum tanpa dosa itu.

“Hei lihat, bukankah itu Eun Soo?” SoHee menunjuk seorang gadis yang berdiri di depan rumahnya. Pandangan Jongup dan Yongguk-pun tertuju ke arah yang ditunjuk SoHee.

“Sepertinya itu memang Eun Soo. Tapi apa yang dilakukannya dengan berdiri disitu?” Tanya Yongguk yang entah ia tujukan pada siapa.

SoHee membuka pintu mobil. Ia berlari turun, menghampiri Eun Soo. “Kau kenapa? Kau baik-baik saja, kan?” Tanya SoHee khawatir saat melihat raut wajah Eun Soo yang sembab. Terlihat jelas jika gadis itu menangis semalaman.

“SoHee-ya. Maafkan aku.” Eun Soo menunduk. Air matanya kembali jatuh. SoHee yang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Eun Soo hanya bisa memeluk dan menenangkan sahabatnya itu.

“Aku sekarang tau kenapa kau begitu marah pada Himchan oppa saat itu. Harusnya aku tidak membentakmu. Aku menyesal Hee-ya.” Ucap Eun Soo terputus-putus.

“Hei apa yang sudah kau katakan? Aku bahkan sudah lupa kejadian itu. Tentang kakakmu dan aku, kau tidak perlu mengkhawatirkannya.” SoHee meremas pundak Eun Soo pelan. Coba meyakinkan gadis itu bahwa ia baik-baik saja.

“Aku sudah merelakan Himchan oppa. Selama ini aku yang terlalu bodoh. Bodoh karna tidak menyadari bagaimana perasaan Himchan oppa yang sebenarnya padaku. Bodoh karna tidak menyadari, jika selama ini ada orang yang benar-benar mencintaiku.” Ujar SoHee, matanya tertuju pada Jongup dan Yongguk yang datang menghampirnya dan Eun Soo.

Eun Soo menatap arah pandangan SoHee. Eun Soo menunduk. Ia seakan mengerti siapa orang yang SoHee maksud. Moon Jongup, bukankah memang selama ini namja itu yang selalu ada disisi SoHee? Menemani dan menjaga gadis itu sepanjang waktu?

“Baiklah, aku bisa tenang sekarang. Hee-ya, aku pulang.” Pamit Eun Soo. Ia membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi meninggalkan SoHee, Jongup, dan Yongguk yang terlihat kebingungan.

“Eun Soo-ya. Masuklah ke dalam dulu. Masih banyak yang ingin aku bicarakan denganmu.” Pinta SoHee, yang sama sekali diabaikan Eun Soo.

“Jongupie! Tahan dia!” SoHee berbisik ke arah Jongup, sementara matanya melotot sempurna. Jongup tak bergeming, ia ragu, juga takut jika Eun Soo menolaknya. Tidak sabar, SoHee mendorong tubuh Jongup hingga namja itu menabrak Eun Soo.

“Eh, maaf.” Jongup gugup. Ia menggaruk dagunya yang sama sekali tidak merasa gatal.

“Tidak apa-apa.” Jawab Eun Soo singkat, ia lalu kembali melanjutkan langkahnya.

“Eun Soo-ya!” Panggil Jongup. Tangannya reflek menarik tangan Eun Soo. Jongup mendesah kesal.

“Kejadian waktu itu, aku minta maaf. Saat itu aku terbawa emosi.” Ucap Jongup terbata. Lagi-lagi Eun Soo hanya tersenyum, kemudian menunduk. Ia tidak mau berharap lagi. Eun Soo takut, sangat takut.

“Kim Eun Soo! Aku mencintaimu!”

SoHee membuka mulutnya lebar, terkejut, tapi juga senang, saat sahabatnya, Jongup dengan berani mengutarakan perasaannya. SoHee sama sekali tidak menyangka jika Jongup se-keren itu. Yongguk tersenyum, ia tak kalah terkejutnya dengan SoHee. Bahkan mungkin ia harus belajar banyak dari Jongup. Tangan Yongguk perlahan bergerak, meraih tangan SoHee untuk di genggamnya, sementara ia tetap menatap Jongup dan Eun Soo yang tak berada jauh di depannya.

“Maaf jika membuatmu bingung. Dan maaf sudah membuatmu terluka, tapi aku serius. Aku mencintaimu, Eun Soo-ya.” Setiap kata yang keluar dari mulut Jongup membuat Eun Soo sesak nafas. Bagaimana bisa namja itu membuat perasaannya campur aduk seperti itu? Bahagia? Tentu. Senang? Pasti. Hingga Eun Soo bingung, tidak tau, apa yang harus dilakukannya.

“EHEMM!!!”

Acara romantis itu mendadak hancur saat Daehyun tiba-tiba muncul di belakang SoHee dan Yongguk. Disampingnya berdiri Gi Yun yang tersenyum aneh.

“Yongguk-ssi, terima kasih sudah menjaga dan mengembalikan SoHee dalam keadaan baik-baik saja. Sekarang kau boleh pulang. Dan kau, Jung SoHee!” Daehyun menghentikan ucapannya. Ia menatap tangan Yongguk yang tak kunjung melepas tangan adiknya. Bahkan SoHee sendiri sepertinya makin mempererat genggaman tangan Yongguk.

“Cepat masuk dan mandi. Setelah ini kita pergi ke butik terbaik di negri ini untuk memesan gaun pengantin. Karnamu yang sudah membawanya kabur semalaman, Yongguk-ssi, calon mertua SoHee ingin pernikahan ini segera dilaksanakan.” Daehyun menarik paksa tangan SoHee dari genggaman Yongguk. Tanpa memperdulikan SoHee yang berteriak kesakitan, Daehyun membawa SoHee masuk ke dalam rumah. Meninggalkan Yongguk, Jongup, dan Eun Soo yang terkejut dengan pernikahan tiba-tiba SoHee.

to be continue

@milanistred

15 Komentar

  1. Aww sweet ><♥

  2. Run Evil Nur

    Tinggalin jejak dulu

  3. keren thor. . .
    suka bnget sama yongguk dan sohee. mereka itu pasangan serasi. .^^
    pasti yongguk kan yg mau menikah dgn sohee. . pas bgt mereka berdua cocok. .
    entah mengapa aku masih sebel sama himchan . .
    ditunggu next nya ya thor. jgn lama2.

  4. Aku diundang ke kawinan yongguk sama sohee kaaan? *^^* senyum” sendiri waktu banghee terdampar di limousin. Hehe^^

  5. Naya

    Aish!!! Harusnya moment BangHee di limusin itu ada EunSoo di tengah2nya biar rame(mengganggu)😀 & merusak suasana romantisme😀 *tertawa jahat* // BangHee Moment’y bikin aku tersenyum malu -manis sekali mereka- mau menikah pula #huuweeee😥

    Aduh kenapa pula si DaeUsil bgt ga lihat apa klo ada JongEun lgi berSweet-Sweet ria *merusak suasana saja* pengin nendang DaeUsil rasanya😀

    Di tunggu kelanjutannya….
    I love JongUp❤
    I Love milanistred❤

    Fighting!!!!

  6. Ira

    aaaw, yongguk-sohee sweet bnget deh, waktu masuk ke crita mereka feelnya kuat bnget,
    aku smpe ngg nyadar udah tbc aja saking asik bacanya,
    ah, jadi makn pnasaran sma lanjutannya,
    next part ditunggu thor, ^^

  7. mrs.ChoKyuPil

    i like BangHee❤

  8. Dewi_chaki

    byngin yongguk oppa cmburu xD y ampun gukki mlu” kcing psti lcu.

    syukurlah sohee gk trllu trpuruk
    kyakx org yg mw djodohin sohee tuh yongguk :3

  9. resti

    Akhirnya dipost juga,,,

    Q ngebayangin kalo dijadiin ftv atau drama seri pasti seru,,,,

    4 jempol buat mb’ astred

    (◦ˆ▽ˆ◦)

  10. Song_Hyora

    Ayo lanjut ke part berikutnya eon?
    aku kok jadi pengen little daehyun ya. Ack! Y^w^Y
    kecepetan enggak ?

    At least, i love this ff ❤
    DAEBAK! DAEBAK!

    Part 4 lebih diramein lagi ya?
    Kan Sohee mau nikah tuh?
    Bikin Himchan nyesel dong, ninggalin Sohee..
    Biar tahu rasa!
    Karakter himchan disini kayak pengen tak injek – injek tuh..
    bikin sakit hati (?)
    Hwaiting.!

  11. Plis eon /boleh panggil eon kan? Aku 99L hihihi :3/ biar lebih akrab/
    Betty mau teriak dulu boleh?
    Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa >.< Gila itu beneran deh! Sumpah! Manis banget! Pas bagian appa bilang "Pelan, itu sakit" itu masyaallah!!! Bikin merinding sumpah! Ngebayangin appa ngomong gitu dengan suara beratnya ituuuuuuuu /mati bener deh mati!
    Akhirnyaaaaaaaa mereka kisseu juga hahahahaha :v
    Adegan pelukan emang paling the best (y). Mau ciuman ato gimana, menurut Betty ya eon, paling ngebuat gemes dan bahagia itu pas pelukan itu berasa anget bacanya🙂.
    Dan, bagian Jonguppie Oppa ngomel, itu bikin aku ngakak! Keren eon😀.
    Senyum2 sendiri baca pas Jonguppie Oppa nembak Eun Soo… Itu berani banget! Spontan. Aku suka pokoknya…
    Ngahahahahaahahahaha Daehyunnie Oppa selalu jadi selingan disini, misahin tangan Appa sama Sohee :3 itu lucu bener. Weh apa pikiran Betty bener ya? Kayanya perjodohan itu sama~ /oke ngga berani nebak/ takut salah/
    youngjae Oppa sama Moo Hyun ajaaaaa. Himchannie Oppa yang nappeun (di FF ini) /kalo aslinya mah jangan😄. Biar ngga punya pasangan deh. Kurang ajar banget! Masih aja ganggu sohee, tapi tetep aja sama moo hyun, kirain udah tobat (?)😦. Gimana nasibnya tu orang /plakkk.
    Hmm ini part favorit aku eon😉 romance-nya total disini, aku suka banget! Masih aja senyum2 sendiri bayangin Banghee sama JongSoo :3 hahahahaha.
    Wait for next chap~
    hwaiting eon… Love u❤
    BETTY.

  12. Bersyukur banget kalo kalian bisa ngerasain sweetnya hubungan BangHee😀 karna aku bikinnya dari lubuk hati yang terdalam, dengan sepenuh cintaku untuk Yongguk wkwkwk😀 aku harap bisa menyelesaikan part terakhir dengan baik. Terimakasih dukungannya selama Bersyukur banget kalo kalian bisa ngerasain sweetnya hubungan BangHee😀 karna aku bikinnya dari lubuk hati yang terdalam, dengan sepenuh cintaku untuk Yongguk wkwkwk😀 aku harap bisa menyelesaikan part terakhir dengan baik. Terimakasih dukungannya selama Bersyukur banget kalo kalian bisa ngerasain sweetnya hubungan BangHee😀 karna aku bikinnya dari lubuk hati yang terdalam, dengan sepenuh cintaku untuk Yongguk wkwkwk😀 aku harap bisa menyelesaikan part terakhir dengan baik. Terimakasih dukungannya selama Bersyukur banget kalo kalian bisa ngerasain sweetnya hubungan BangHee😀 karna aku bikinnya dari lubuk hati yang terdalam, dengan sepenuh cintaku untuk Yongguk wkwkwk😀 aku harap bisa menyelesaikan part terakhir dengan baik. Terimakasih dukungannya selama ini :*

  13. hwaa akhirnya uda dinext lagi😀 Ni ff yg paling gue tunggu2 DAEBAK banget ceritanya thor (y) BangHee couple sumveh bkin envy sweet bangett ^_^
    himchan himchan himchan bkin gue potek -_-
    next lagi thor jangn lama2 #Fighting ^^

    #BangHee❤❤

  14. Gita Sri Rahayu

    ya ampun…. ini semakin sulit ditebak

  15. Akhirnaaaaaa

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: