AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Invisible Feeling Part 2


Pict by Momo

Author: Bangster1004

Casts:
Jung Gi Yun (OC)
Jung Daehyun
Jung SoHee (OC)
Bang Yongguk
Yoo Yongjae
Moon Jongup
Kim Eun Soo (OC)
Kim Him Chan
Choi Moo Hyun (OC)
Choi Junhong

Length: Chapter

Rating: G, M,

Genre: Soft Romance

Don’t be silent reader

Happy Reading ^^

Cerita Sebelumnya..

Daehyun mematung beberapa saat di depan kamar, tangannya perlahan memutar knop pintu dan mendorongnya perlahan. Sepi, sunyi, tidak ada siapapun disana. Hanya beberapa benda yang terlihat berserakan dilantai.

Daehyun berjalan masuk, pelan tapi pasti langkahnya berhenti di depan lemari pakaian yang terbuka. Tidak banyak yang bisa Daehyun lihat disana, hanya beberapa baju yang ia belikan tak lama ini.

Daehyun menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan. Ia membanting tubuhnya di atas kasur, tatapan matanya berpindah dari langit-langit ruangan ke bingkai foto yang berdiri angkuh di meja yang terletak di samping kasur. Daehyun meraih foto itu dan memeluknya erat, “Kau dimana? Aku sangat merindukanmu.” Lirihnya. Terlihat ada genangan air disudut matanya.

“Chagi, kau disini?” Gi Yun datang menghampiri Daehyun yang segera bangkit untuk duduk.

“Aku melihat mobilmu di bagasi, tapi aku tidak menemukanmu. Jadi aku mencarimu ke seluruh ruangan, ternyata kau-” Gi Yun tidak melanjutkan ucapannya saat menyadari ekspresi sedih di wajah Daehyun. Gi Yun tau, suaminya itu sekarang pasti sedang bingung memikirkan SoHee, adik yang menjadi satu-satunya keluarga yang masih dimilikinya.

Gi Yun mengambil bingkai foto dari tangan Daehyun dan melihatnya dengan seksama. “Gadis ini benar-benar pintar berbohong.” Komentarnya saat melihat foto SoHee tersenyum cantik disana.

Daehyun menoleh ke arah Gi Yun, menatap istrinya penuh tanya, seolah mengatakan, “apa maksud ucapanmu?

“Apa kau pernah melihat SoHee menangis? Selama ini dia selalu bersembunyi di balik senyuman itu, apa kau tidak menyadarinya, hm?”

Sekali lagi, Daehyun seakan tertampar oleh ucapan Gi Yun. Benar, semua yang istrinya katakan itu benar. Selama ini ia memang sibuk bekerja hingga tidak punya banyak waktu, sekedar untuk memperhatikan SoHee. Bahkan mungkin Daehyun tidak tau apa makanan kesukaan SoHee, warna kesukaannya, hal-hal semacam itu.

“Aku sudah keterlaluan padanya.” Sesal Daehyun sambil menelungkupkan wajah tampannya di kedua telapak tangan. Sejak ia menampar SoHee beberapa waktu lalu, ia belum sekalipun bertemu dengan SoHee. Dan kemarin, Gi Yun memberitahunya jika SoHee keluar rumah dengan membawa beberapa tas besar berisi pakaian.

Gi Yun menarik kedua tangan Daehyun agar melingkar ke pinggangnya yang ramping, sementara tangannya melingkar dileher Daehyun. “Sudah malam, lebih baik kita istirahat. Besok, kita cari SoHee bersama, bagaimana?” Tawar Gi Yun yang segera mendapat anggukan dari Daehyun.

*******************************

SoHee mengerjapkan matanya perlahan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kornea matanya. Ruangan putih dengan sentuhan gold dibeberapa bagian itu sukses memaksa SoHee untuk segera mengumpulkan nyawanya yang belum lengkap.

“Kau! Kenapa ada disini?” SoHee menunjuk Yongjae yang duduk di sofa dengan jari tengah dan telunjuk mengapit sebuh rokok, sedangkan dari mulutnya keluar asap.

“Kau lupa atau pura-pura lupa? Haruskah aku menceritakan kronologis kejadian semalam perawan?” Ujar Yongjae dengan senyum yang sulit di artikan.

Mendengar kata ‘perawan’ keluar dari mulut Yongjae, SoHee menggerayangi tubuhnya yang kini tertutup kimono, takut kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam dirinya.

“Mana bajuku? Mengapa aku hanya memakai pakaian ini? Jangan katakan jika kau yang mengganti bajuku! Kau tidak melihatnya kan? Hei jawab aku!” Teriak SoHee panik.

“Menurutmu?” Jawab Yongjae santai sambil menekan sisa putung rokok ke dalam asbak hingga mati. Ia kemudian berjalan mendekati SoHee dan duduk di tepian ranjang. “Tidak ada yang bisa dilihat dari tubuhmu. Dadamu, pinggulmu, pantatmu, semuanya rata. Pantas saja kau masih pera-”

“Hentikan!!” Teriak SoHee, lagi. Kali ini teriakannya lebih keras, tangannya berniat menutup mulut Yongjae, namun yang terjadi adalah keduanya terjatuh dilantai dengan posisi SoHee berada di atas tubuh Yongjae.

“Ada apa nona?” Tanya seorang pelayan yang tiba-tiba menerobos masuk.

“Ah maaf, saya tidak bermaksud mengganggu aktifitas kalian. Saya hanya mau mengantarkan baju nona ini, lalu saya mendengar teriakan. Saya khawatir terjadi sesuatu, karna itu saya masuk, saya tidak tau kl tuan muda ada di dalam. Sekali lagi maafkan saya, silahkan dilanjutkan.” Ujar pelayan itu takut.

“Hei ini tidak seperti apa yang kau pikirkan!” Sahut SoHee cepat, sayangnya pelayan itu tidak mendengar apa yang SoHee katakan. Setelah meletakkan baju SoHee di sofa, pelayan itu buru-buru pergi.

“Sepertinya kau sangat senang ada diposisi seperti ini.” Sindir Yongjae sesaat setelah pelayannya menutup pintu. Menyadari Yongjae sedang menyindirnya, SoHee segera bangkit dari atas tubuh pria itu. SoHee mengibaskan tubuhnya, seakan Yongjae adalah kuman yang harus segera dibersihkan.

“Kau! Pria mesum!” Ujar SoHee sebal, ia kemudian menuju sofa untuk mengambil bajunya, namun Yongjae yang lebih cepat sepersekian detik kembali menarik tangan SoHee agar duduk disampingnya.

“Mesum? Memang apa yang sudah ku lakukan padamu, hmm?” Yongjae mendekatkan wajahnya ke arah SoHee, menyapu jarak yang ada di antara mereka hingga menyisahkan beberapa centi.

Wajah SoHee memerah, entah kenapa Yongjae menjadi terlihat sangat tampan jika dilihat dari jarak pandang sedekat itu, hingga ia bisa merasakan hembusan nafas Yongjae yang…. hangat.

“Ternyata kau benar-benar masih perawan.” Lirih Yongjae dan kemudian tertawa lepas. Entah kenapa melihat ekspresi lucu yang ditunjukkan SoHee membuatnya ingin terus menggoda gadis itu.

“Dia memperlakukanku dengan sangat baik, seperti dia sedang memperlakukan Eun Soo. Aku ini kekasihnya, bukan adiknya! Jangankan meraba tubuhku, Himchan oppa bahkan tidak pernah menciumku!” Yongjae meniru suara SoHee saat gadis itu mengungkapkan kemarahannya semalam.

“Yakk! Yongjae-ya! Kau sangat menyebalkan!” SoHee memukul lengan Yongjae berkali-kali hingga namja itu harus meminta maaf agar SoHee berhenti memukulinya.

“Sudahlah, aku mau mandi. Setelah itu antar aku kembali ke vila. Mereka pasti sibuk mencariku sekarang.” Pinta SoHee sebelum ia ke kamar mandi. Mendengar hal itu, raut wajah Yongjae berubah masam. Ada perasaan yang menggelitiknya, semacam perasaan tidak rela jika gadis lucu itu pergi meninggalkannya.

“Apa kau tidak penasaran, hubungan seperti apa yang dimiliki Himchan dan Moo Hyun?” Ujar Yongjae yang sukses membuat SoHee menghentikan langkahnya.

*******************************

“Gadis bodoh itu tidak akan bunuh diri, kan?” Eun Soo menangis sesenggukan di dalam pelukan kakaknya, Himchan. SoHee menghilang sejak semalam, dan Eun Soo merasa bersalah karena itu. Eun Soo pikir SoHee menghilang karena ia lebih memilih menemani Jongup, apalagi setelah perdebatan mereka malam itu.

“Tidak! SoHee tidak sebodoh itu.” Ujar Himchan menenangkan adiknya.

Yongguk datang bersama Junhong, mereka baru saja memeriksa vila atau tempat-tempat yang mungkin saja di datangi oleh SoHee, namun hasilnya nihil. Mereka tidak menemukan apapun.

“Tapi oppa, semalam aku melihat SoHee ikut denganmu.” Ujar Eun Soo, lagi. Setelah sebelumnya ia mengatakan hal serupa.

“Eun Soo-ya, dengarkan aku. Aku dan SoHee berniat pergi ke gudang, namun ditengah jalan ia tiba-tiba pamit. Dia tidak mengatakan apapun dan pergi begitu saja.” Jelas Yongguk yang terlihat tak kalah frustasi.

“Apa anda melihat kemana arah nona SoHee pergi tuan?” Sahut Choi ahjussi yang sedari tadi hanya diam mendengar perdebatan mereka.

“Aku tidak tau pasti, tapi sepertinya ke arah dapur belakang dekat gudang.”

Himchan dan Moo Hyun saling tatap setelah mendengar jawaban dari Yongguk. Raut wajah mereka menegang, khawatir jika SoHee mendengar percakapan mereka semalam. Atau mungkin SoHee sudah mengetahuinya, karena itu kini ia menghilang?

“Bagaimana ini? Apa yang harus aku katakan pada Daehyun hyung?” Gumam Jongup pelan, namun masih bisa di dengar semua orang yang ada diruangan itu.

“Maksudmu?” Tanya Yongguk yang tidak tau maksud ucapan Jongup.

“Kakak SoHee, semalam dia menelfonku dan menanyakan keberadaan SoHee. Sudah beberapa hari ini SoHee tidak pulang, dia bertengkar dengan kakaknya, karena seseorang.” Jongup menekan dua kata terakhir yang diucapkannya sambil melirik Himchan. “Sekarang Daehyun hyung dan istrinya dalam perjalanan kemari untuk menjemput SoHee. Mungkin sebentar lagi mereka sampai.” Lanjutnya.

“Bagaimana ini hyung? Apa aku perlu melapor ke polisi?” Sahut Junhong yang terlihat panik. Meski SoHee baru dikenalnya kemarin, namun Junhong sudah menganggap SoHee seperti kakaknya sendiri, sama seperti Eun Soo. Bagi Junhong, sudah cukup Moo Hyun yang dulu pernah menghilang, ia tidak ingin ada orang lain lagi yang menghilang dari vila itu.

“Tidak perlu! Kita bagi tugas saja. Junhong dan Moo Hyun, kalian yang tau daerah sekitar sini, jadi kalian yang mencari diluar, mungkin saja dia tersesat. Himchan dan Eun Soo, kalian terus coba hubungi ponsel SoHee, mungkin sudah akt-”

“Memang kemana SoHee?” Potong Daehyun yang kini sudah berdiri di depan pintu dengan pandangan marah. Semuanya diam, terkejut lebih tepatnya.

*******************************

“Aku, Moo Hyun, dan Yongguk adalah teman baik. Kami berteman sejak kecil hingga SMA Yongguk pindah. Meski begitu dia masih sering mengunjungi kami, tapi dia tidak sendiri. Yongguk datang bersama temannya dari Seoul, Himchan.” Ujar Yongjae sambil menghembuskan nafas panjang.

“Aku tidak tau bagaimana awalnya, mungkin karna Moo Hyun tinggal di vila Yongguk jadi ia sering bertemu dengan Himchan. Moo Hyun mengatakan padaku jika ia berkencan dengan Himchan. Jujur aku kecewa, karna dari dulu aku sudah menyukainya, dan sejak saat itu juga aku menjaga jarak dengan Moo Hyun.”

“Sampai suatu ketika Junhong mencariku dan mengatakan jika Moo Hyun hilang, ia bahkan keluar dari sekolah. Kami semua sibuk mencarinya dan aku menemukan Moo Hyun berdiri di ujung tebing. Keadaannya sangat kacau. Dia mengatakan padaku jika sedang mengandung anak Himchan, kau tau bagaimana hancurnya perasaanku saat itu?” Yongjae tersenyum getir.

“Aku merasa bersalah pada Choi ahjussi dan Junhong, karena selama itu aku menyembunyikan Moo Hyun. Ia malu untuk pulang, sementara itu Himchan menghilang tanpa kabar. Moo Hyun selalu mencoba bunuh diri. Terakhir, dia meminum racun. Tapi sepertinya Tuhan ingin ia tetap hidup, karena yang mati malah janin yang ada didalam kandungannya.”

“Jika kau ingin marah, marahlah pada Himchan, jangan marah pada Moo Hyun. Karena dalam hal ini, posisi kalian sama. Sama-sama menjadi korban.” Ujar Yongjae mengingatkan.

SoHee meneguk cairan dari botol Kristal Swarovski dan berlian yang terdapat tulisan Vodka dibagian luarnya. Ucapan Yongjae tadi pagi masih teringat jelas di otaknya yang terbatas. Himchan dan Moo Hyun, memikirkan kisah cinta mereka bisa membuat SoHee gila.

“Hentikan!” Sebuah tangan menarik botol vodka dari tangan SoHee, gadis itu melirik dan dilihatnya Gi Yun duduk disampingnya. SoHee terkejut melihat Gi Yun disana, namun ia berusaha bersikap acuh pada kakak iparnya itu.

“Namja bernama Yongjae tadi ke vila. Mungkin dia pikir hubungan kita baik-baik saja, karna itu dia lebih memilih memberitahuku jika kau ada disini. Itukan yang ingin kau tau?” Ujar Gi Yun tenang.

“Aku datang bersama Daehyun tadi pagi saat semua orang sibuk mencarimu, tapi tenang saja dia tidak tau jika aku menemuimu.” Lanjutnya.

“Kau tau? Daehyun sangat menderita dan merasa bersalah saat kau memutuskan pergi dari rumah, jadi kembalilah. Ia ingin minta maaf padamu.” Bujuk Gi Yun, wajahnya memelas, penuh harap.

“Katakan yang sebenarnya, apa yang terjadi antara kau dan Himchan saat itu?” Ucap SoHee penuh penekanan. Matanya tak beranjak dari botol vodka yang kini digenggamnya erat.

“Waktu itu aku pulang untuk mengambil sample kain untuk keperluan butik. Kebetulan Himchan datang, jadi aku mempersilahkannya masuk. Tapi tiba-tiba saja dia memelukku dan mengatakan jika aku mengingatkan dia pada seseorang dari masa lalunya. Aku sempat menamparnya saat itu, tapi dia terus menyerangku. Selebihnya itu kesalahanku karena aku tidak bisa menghindarinya.” Gi Yun menghela nafas panjang. Keduanya diam beberapa saat, sibuk berkutat dengan pikiran masing-masing.

“Cinta Daehyun begitu besar hingga dengan mudahnya ia memaafkanku. Aku tidak berharap kau bisa memaafkanku secepat kakakmu, tapi aku harap kau mau memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya.”

SoHee melirik Gi Yun. Wanita yang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya sendiri itu adalah wanita yang selama ini sudah merawat dan menyanginya dengan tulus setelah kepergian kedua orang tuanya. Dan jika dilihat dari dekat, Gi Yun memang terlihat mirip dengan Moo Hyun, jadi apakah orang yang Himchan maksud seseorang di masa lalunya itu….?

“Aku akan kembali jika tidak ada lagi yang kau tanyakan.” Gi Yun berdiri, ia bersiap kembali ke vila, menyerah, merasa gagal membujuk SoHee.

“Eonnie-ya!” Panggil SoHee tiba-tiba.

“Ajak Daehyun oppa pulang, aku akan segera menyusul kalian nanti.” Lirihnya kemudian kembali meneguk botol vodka terakhirnya.

Gi Yun tersenyum mendengarnya. SoHee sudah kembali memanggilnya ‘Eonnie’. Meski tidak secara jelas, tapi Gi Yun tau jika gadis itu sedang berusaha untuk memaafkannya.

*******************************

“Moo Hyun-ah, ikutlah denganku ke Seoul. Aku yang akan bertanggung jawab atas kehidupanmu disana.” Himchan menarik tangan Moo Hyun dan menggenggamnya erat. Pria itu tidak sadar jika sepasang mata milik Yongjae sedang mengawasinya.

“Chagi, apa kau terluka? Kenapa dengan tanganmu?” Yongjae mendekat, pura-pura tidak tau apa yang sedang dibicarakan dua orang itu. Yongjae segera meraih tangan Moo Hyun dari genggaman Himchan. “Tidak ada yang terluka.” Lanjutnya sambil memeriksa tangan Moo Hyun. Yongjae berbalik, ia menggandeng tangan Moo Hyun menjauh dari Himchan.

“Yongjae-ssi, aku ingin bicara denganmu.” Ujar Himchan yang membuat Yongjae menghentikan langkahnya.

“Maaf, tapi aku tidak mengenalmu. Dan aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan.” Balas Yongjae tanpa sekalipun menatap wajah Himchan. Yongjae mempererat genggaman tangannya pada Moo Hyun dan kembali melangkah, sebelum ia mendengar ucapan Himchan yang membuat amarahnya memuncak.

“Aku masih mencintai Choi Moo Hyun.”

Sebuah kalimat yang mampu membuat tubuh Yongjae reflek berbalik. Sedangkan Moo Hyun menggeleng lemah, tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

“Kami akan menikah bulan depan. Bukankah kau sudah memiliki kekasih? Dia sekarang menghilang! Bahkan disaat seperti ini kau masih bisa mengatakan omong kosong seperti itu?” Cibir Yongjae. Matanya yang merah menyala, menatap lurus ke arah Himchan.

“Perasaanku pada SoHee berbeda dengan apa yang ku rasakan pada Moo Hyun. Aku menyayangi SoHee, tapi aku mencintai Moo Hyun. Dan aku rasa Moo Hyun-”

BUG!!!

Sebuah pukulan mendarat tepat sudut bibir Himchan. Pukulan yang menyebabkan pria itu tersungkur ke lantai dengan bibir penuh darah. Bukan Yongjae, tapi Daehyun. Jung Daehyun, kakak dari Jung SoHee yang merasa tidak terima setelah mendengar Himchan menghianati adik kesayangannya.

“Saat kau mencumbu istriku aku masih mencoba menahannya karna kau kekasih adikku. Tapi setelah aku mendengar apa yang kau katakan, aku tidak punya alasan lagi untuk tidak memukulmu hingga hancur.” Daehyun berkali-kali menghujani Himchan dengan pukulan hingga wajah tampan pria itu penuh lebam.

Moo Hyun berteriak, ia meraih tangan Daehyun agar pria itu menghentikan aksi brutalnya. Sedangkan Yongjae tetap diam, tak bergeming sedikitpun hingga Yongguk, Jongup, dan Eun Soo datang memisahkan mereka.

“Apa yang kalian lakukan!!” Bentak Yongguk.

*******************************

“Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Channie oppa, semoga panjang umur.”

SoHee kembali ke vila Yongguk pada tangah malam dengan membawa kue ulang tahun di tangannya. Gadis itu berjalan ke ruang tengah, menghampiri Himchan yang tengah tertidur di sofa. SoHee mengguncang tubuh Himchan agar namja itu bangun dari tidurnya.

“Hee-ya? Kau-”

“Tiup lilinnya dulu dan ucapkan satu permohonan.” Potong SoHee cepat.

Himchan menarik nafas lega, setidaknya SoHee kembali dalam keadaan baik-baik saja. Ia kemudian menutup mata, mengucapkan satu permohonan seperti yang dikatakan SoHee sebelum akhirnya meniup lilin.

“Selamat ulang tahun oppa.” SoHee mengecup kedua pipi Himchan, diakhiri dengan kecupan singkat dibibir namja itu. Himchan terkejut, tidak biasanya SoHee seberani itu. Juga Yongguk yang secara tidak sengaja menyaksikan pemandangan yang cukup menyakitkan hatinya.

Yongguk memalingkan wajahnya, ia kemudian berjalan ke kamar Jongup, Eun Soo, Moo Hyun, dan Junhong untuk membangunkan mereka sekaligus memberitahu jika SoHee telah kembali.

“Jung SoHee!!!” Pekik Eun Soo saat gadis itu berjalan turun dari lantai atas kamarnya. Ia bergegas lari ke arah SoHee dan memukuli sahabatnya itu. “Gadis nakal! Kau benar-benar jahat! Bagaimana kau bisa menghilang tanpa kabar seperti itu!” Marahnya dengan diiringi tangis bahagia, lega jika boleh ditambahkan.

“Maaf.” Balas SoHee dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Pandangan SoHee beralih pada Yongguk yang berdiri dibelakang Eun Soo. Tidak ketinggalan, Junhong dan Moo Hyun, gadis yang membuat senyum SoHee perlahan menghilang.

“Hee-ya, aku ingin bicara denganmu.” Jongup menarik paksa tangan SoHee menjauh.

“Silahkan makan kuenya.” Teriak SoHee sebelum gadis itu menghilang dibalik pintu.

“Jangan tersenyum seperti itu di depanku. Kau menghilang, pasti ada alasan. Katakan padaku, semuanya.” Pinta Jongup, menuntut lebih tepatnya saat ia mengajak SoHee duduk di ayunan tak jauh dari vila Yongguk.

“Himchan.. Himchan oppa..” Lirih SoHee, suaranya terdengar parau, bahunya gemetar, air matanya mulai turun. Jongup melingkarkan tangannya dibahu SoHee dan menepuknya pelan, coba memberi ketenangan pada sahabatnya itu.

“Hei apa yang sedang kau lihat?” Yongguk menyenggol bahu Eun Soo yang melamun dibalik cendela.

“Eh? Eung itu..” Yongguk melihat arah tatapan mata Eun Soo, dimana ia melihat SoHee yang sedang menyandarkan kepalanya dipundak Jongup.

“Ah, kau cemburu?” Tebak Yongguk yang segera disanggah Eun Soo. “Bukan seperti itu!”

“Lalu? Aku pikir kau masih menyukaiku, ternyata…”

“Yak! Oppa! Hentikan!” Bentak Eun Soo sebelum gadis itu lari ke kamarnya, menyembunyikan rasa malu yang sudah menjalar ke seluruh tubuhnya.

“Kau belum tidur?” Sapa SoHee yang kini sudah berdiri di depan Yongguk.

“Hh? Belum.” Jawab Yongguk gugup.

“Ayo tidur, besok pagi kita kembali ke Seoul.” Ajak Jongup.

“Kau duluan.” Perintah SoHee, ia mengibaskan tangannya ke arah Jongup, seakan mengusir namja itu menjauh darinya. Setelah Jongup hilang dari hadapannya, tatapan SoHee beralih pada Yongguk, “Maaf, sudah membuatmu khawatir.”

“Aku seperti kehilangan oksigen.”

“Apa??” Tanya SoHee saat samar-samar ia mendengar Yongguk bergumam.

“Mau kopi?” Tawar Yongguk pura-pura tidak mendengar ucapan gadis yang ada di depannya itu. SoHee tersenyum singkat, ia mendekati Yongguk. Dengan sedikit berbisik ia mengatakan, “Aku, menginginkanmu.”

*******************************

“Hee-ya, aku ingin aku ingin bicara denganmu.” Himchan menghampiri SoHee yang sedang mengemasi barang-barangnya.

“Aku sibuk oppa.” Balas SoHee cepat.
“Hanya sebentar.” Himchan menarik tangan SoHee agar gadis itu mau mendengarnya.

“Sudah ku bilang aku sibuk! Aku tidak mau mendengar apapun darimu!” Teriak SoHee sambil menepis tangan Himchan.

“Aku mencintai Moo Hyun.”

SoHee membeku. Ia tau, cepat atau lambat Himchan akan mengatakan hal itu, tapi ia tidak menyangka jika Himchan akan mengatakan secepat itu.

“Keluar!” Usir SoHee.

“Aku bisa menjelaskannya pa-”

“Aku bilang keluar!!!!” Suara SoHee terdengar semakin keras, hingga membuat beberapa penghuni vila menghampiri keduanya.

“Hee-ya! Kenapa kau mendorong Himchan oppa seperti itu? Tidak bisakah kalian bicara baik-baik.” Ujar Eun Soo yang merasa tidak terima kakaknya diperlakukan kasar oleh SoHee.

“Diam! Aku tidak ada urusan denganmu!” SoHee menunjuk Eun Soo, memerintahkan gadis itu untuk tidak ikut campur.

“Tapi dia kakakku! Aku tidak suka kau memperlakukannya seperti itu!!” Teriak Eun Soo tak kalah keras.

“Dan aku lebih tidak suka jika kau membentak SoHee.” Sahut Jongup yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Apa?” Eun Soo tak percaya mendengar ucapan Jongup.

“Kau terlalu naif Eun Soo-ya! Asal kau tau, kakakmu tidak sebaik yang kau pikir.” Jongup berjalan mendekat, ia masuk ke kamar SoHee dan mengemasi barang-barang SoHee yang masih berserakan, memasukkannya kasar ke dalam satu tas besar.

“Aku mendekatimu bukan karna aku menyukaimu! Aku mendekatimu karna aku ingin membalas apa yang sudah kakakmu perbuat pada sahabatku.” Ujar Jongup pelan namun penuh penekanan. SoHee menggeleng tak percaya, sungguh! SoHee tidak pernah meminta Jongup untuk melakukan hal mengerikan semacam itu.

Jongup menarik tangan SoHee, tubuh kekarnya menabrak bahu Himchan yang diam membeku. Tidak pernah menyangka jika adiknya yang akan menerima karma dari perbuatannya. Sementara itu Eun Soo hanya bisa terduduk lemah.

Dari kejauhan, Yongguk menyentuh kepalanya yang terasa sakit. Ia tidak menyangka, liburan yang ia harap akan menyenangkan malah berakhir seperti ini. Choi ahjussi mendekati Yongguk, menepuk pundak Yongguk sambil menyerahkan secangkir teh hangat.

“Ahjussi, bolehkah aku mengajak Moo Hyun ke Seoul? Aku janji akan menjaganya dengan baik. Junhong, biar dia tetap disini menjagamu.” Pinta Yongguk tulus. Pria paruh baya itu diam sejenak, sebelum akhirnya mengangguk setuju.

*******************************

“Jongupie, katakan sesuatu. Aku tidak tau dengan jalan pikiranmu! Kenapa kau mengatakan omong kosong seperti itu? Sejujurnya kau menyukai Eun Soo, kan?” Oceh SoHee yang sedari tadi menuntut jawaban dari mulut Jongup yang tiduran disampingnya.

SoHee bangkit, ia menatap Jongup yang malah menutup wajahnya dengan bantal. SoHee tidak menyerah, ia menggoyang tubuh Jongup hingga namja itu merasa kesal, “Hentikan!” Bentak Jongup tepat saat Gi Yun membuka pintu, membawa makanan dan minuman untuk kedua bocah itu.

“Kalian bertengkar?” Tanya Gi Yun yang kini duduk di antara Jongup dan SoHee, keduanya saling bersingkuran. “Kalau kalian sering bertengkar, lama-lama kalian akan saling suka.” Lanjutnya kemudian.

“Tidak akan!!” Sahut Jongup dan SoHee serempak.

“Nah! Belum apa-apa kalian sudah kompak seperti itu. Aku dan Daehyun dulu juga seperti itu. Kalian tau? Sebagai orang yang paling dipercaya ayahku, dia seakan punya hak atas diriku. Awalnya aku sangat membencinya karna hal itu, tapi lama-lama aku menyukainya karna dia terus disampingku dan menjagaku.” Ujar Gi Yun panjang lebar, menceritakan kisah cinta masa lalunya dengan Daehyun, pria yang kini resmi menjadi suaminya.

Jongup dan SoHee tidak merespon, ia tidak tertarik dengan cerita Gi Yun. Merasa kesal, wanita itu mengambil bantal dan memukulkannya ke tubuh Jongup, setelah itu ia meletakkan bantal tersebut ke atas pangkuan SoHee.

Jongup menoleh, “hei! Apa yang baru saja kau lakukan nona Jung!”

“Aku? Kau tidak lihat aku sedang bermain ponsel?” Sahut SoHee tanpa menoleh ke arah Jongup.

“Bukan itu! Kenapa kau memukulku?” Sungut Jongup.

“Atas dasar apa kau menuduhku memukulmu?” Balas SoHee tak terima.

“Itu! Bantal itu!” Jongup menunjuk bantal yang ada dipangkuan SoHee.

“Anak-anak bodoh.” Gi Yun terkekeh geli.

“Eonni!!!!”

“Nunna!!!!”

Teriak SoHee dan Jongup bersamaan. Keduanya bangkit mengejar Gi Yun yang lebih dulu berlari keluar kamar.

“Sayaaang, tolong aku.” Gi Yun bersembunyi dibalik tubuh Daehyun yang baru saja pulang bekerja.

“Apa yang sedang kalian lakukan dengan berkejaran seperti ini eoh?” Daehyun menggelengkan kepala pelan melihat kelakuan istri, adik, dan sahabat adiknya itu. Daehyun tersenyum, ia bahagia, sangat bahagia, melihat semuanya bisa kembali baik-baik saja.

“SoHee-ya! Dengarkan oppa, kau harus putus dengan pria brengsek bernama Kim Himchan itu!” Ujar Daehyun tiba-tiba, membuat Gi Yun dan Jongup menahan nafas menunggu reaksi SoHee.

“Kami sudah putus, lagipula aku tidak perduli lagi dengannya.” SoHee berbalik, melangkah lemah menuju meja makan, menuang segelas air putih.

“Bagus!” Sahut Daehyun girang. Ia mendekati SoHee dan merangkul pundak adik kesayangannya itu. “Bersiaplah, lusa kita akan makan malam dengan calon suamimu.” Ujar Daehyun santai namun sukses membuat SoHee menyemburkan air minum yang hampir mencapai tenggorokannya.

“APA??? SUAMI??????”

to be continue

@milanistred

19 Komentar

  1. Ira

    wow, himchan, wow..
    ngg nyangka dia setega itu sama sohee,,
    youngjae baik bnget, tau masalalu mohyun dan dia mash mau nrima, itu keren banget…
    eh? jdi critanya sohee ntar di jodohin daehyun nih?
    ah, pnasaran sma next partnya…

  2. Yaaaakkkkkkk!!! Eonnie!!! >.< Please! Jangan ngebuat Betty bingung!!! Eeeehhhhhhhh… Tau bingung kenapa? Bingung karna mau milih sapa yang jadi Kapelnya Sohee? Youngjae Oppa? Tadi adegannya unyu banget, terus Yonggukkie Appa, tetep aja ngebuat Betty melayang sama sikapnya, + kata2nya itu, apalagi Appa keknya suka banget sama Sohee, nah ini lagi, Jonguppie Oppa… Agak jahat sih ke Eun Soo, huh, pasti sakit banget Eun Soonya T.T. Gapapa, semoga nanti mereka tetep bareng. Tapi, Tingkahnya ngebuat Betty bingung, jangan2 nanti di akhir dia sama Sohee? Aaaahhhh ngga boleh! Sohee harus sama Appa. Titik. /plakkk/
    Semua adegan disini bener2 unyu eon, unyuuuuuu!!!
    Semuanya ngebuat penasaran, apalagi di akhir itu… Hadeuh…
    Cepet2 lanjut ya eonnie :D…
    BETTy

  3. Kasian himmi T.T susah bener hidupnya

  4. blackchoco

    ide ceritanya baguuusssss thooor…
    bahasanya jugaa rapiiih…
    keep writing yoooww.. (^_^)/

    • Kyaaa >,< ga mau tau pokoknya sohee harus jadian sama yongguk. Jangan bilang kalo calon suaminya sohee itu youngjaeku~

      Part 3 jangan lama" ya, eon~ yg forbidden love itu ada lanjutannya ga?

  5. unnie… tolong bahagiakan kisah cinta kami T_T HIMMOO couple
    haahahaha
    asliiii ga kebayaaang itu kok yongjae bikin ship sendiri sama sohee! adooooh sweet bgt lg tuh yongjae!!!
    jongup manly banget xixixixi nuuna jadi cinta dweeh hahaha
    sebenernya karakter Giyun kuat ya? dia kliatan menguasai/? Jung sibling😀
    ayooook lanjuuuut!! un, jangan lama-lama dong,,, pweeeseeeee

  6. Gita Sri Rahayu

    aigo… ceritanya makin seru aj🙂 aku penasaran sebenernya siapa yg nanti jdi takdirnya Sohee.. yg pasti ga blh Himchan

  7. Naya

    Mewek aku melihat penyesalan Daehyun pada adiknya(SoHee)😥

    Dan Jongup kau jahat sekali pada EunSoo!! Kau bakal sangat menyesal Jongup, ingat itu!! Huaaahahahaha

    Alhamdulillah BangHee couple’y gak semanis kemarin😀

    Di tunggu kelanjutannya…
    Amat sangat di tunggu!!

    I Love Jongup❤
    I Love @milanistred❤
    Fighting!!!!!

  8. resti

    Jeng,,,,, jeng,,,,,
    Makin penasaran sama kelanjutan ceritanya,,,,
    Mb’ astred jangan lama2 yea,,, g’ sabar nunggunya,,,,

    Pokoe T O P B G T wat mb’ astred

  9. @Ira: ditunggu next chapnya yah chingu🙂

    @Betty: wkwkwk yang jadi BangHee shipper😀 emuach, love you😀❤

    @Gi Yun: Yakk! Kenapa kau mengasihani Himchan? Masih punya rasa eoh??? (•͡˘˛˘ •͡) aku laporin Daeeeee loh😀

    @blackchoco: Iyooo yessir😀

    @tan: Kau memintaku jadian dengan Yongguk karena tidak rela melepas Yongjae?😦 kirain salah satu BangHee shipper😥 part 3 insyallah seminggu lagi, yang forbidden love-nya draft naskahnya hilang😦 jadi harus ngulang lagi😥 ntr kl ini kelar mau nglanjutin yang itu, ditunggu yah😀

    @Moohyun: demi apa aku harus membuat kalian bahagiaaaaaa😀 aku lebih suka kalian menderita ciatciatciat xD

    @Gita: sebenernya bisa dibaca endingnya siapa yang akan jadi couplenya SoHee😀

    @Naya: Rasakan pembalasanku😀 part 3 bakal full BangHee moment😛

    @Resti: huuh, mkasih ya say uda sering mampir ^^

  10. Febriana Putri

    aaahihiiiiwwwww calon suami nya pasti yongguk kan ya? iyadong? iyalah? eh kok jd aku yg cerewet wkwkwk. lanjutaan nya jangan lama2 ya eonnn, aduhhh ff nya sukses bikin aku gatidur yeayyy wkwkwk ff nya bagusss peri peri gut deh aokaokaok dua jempol kaki deh nihh buat eonni (y) kkkkk~~~

  11. seuki kim

    mmm aq agak bingung ya bacanya… untuk perpidahan lokasi cerita kuurang dijabarkan dengan jelas. itu, waktu sohee lagi sama jongup ko tau tau sohee udah sama yongguk. alurnya agak kecepetan siy kalo menurut ku. but overall, ceritanya keren. ga gampang ketebak endingnya..

    • Oh yang pas di ayunan itu? Posisinya kan Yongguk lagi omong-omongan sama Eun Soo, jadi dia ga sadar kl Jongup dan SoHee tiba-tiba ada di samping dia. Bisa aja sih aku nyritain waktu SoHee dan Jongup masuk ke rumah pas Yongguk omong-omongan sama Eun Soo, tapi takutnya readers malah bingung, karna di awal part itu uda banyak banget adegan yang aku pindah🙂 dari SoHee-Himchan terus pindah Yongguk bangunin yang lain, Eun Soo yang marahin SoHee, Jongup narik SoHee, Eun Soo omong-omongan sama Yongguk, kembali ke Jongup-SoHee, sampe terakhir Yongguk-SoHee😀 lagian emang aku sengaja bikin seperti itu, bukan karna alurnya kecepetan, karna kalo aku bikin lambat (perjelas), pasti Yongguk ga terkejut lagi, kan dia tau kalo Jongup dan SoHee sedang dalam perjalanan kerumah, semoga mengerti penjelasannya ^^

  12. agak2 bete yeh sama himchan di part ini hahaha duh please semoga calon suaminya yongguk😀 ditunggu next partnya eonni, jangan lama2 yah😀

  13. ah. . . Sumpeh demi suami ane Siwon. . FF ini keren!

  14. Jungyongsun

    Woow betul2 invisible. Haha…seru nih critax,jd tebak2an siapa calon suami sohee. Jongup??? Ah… Yongguk aja deh. Next palli ya…

  15. ini keren banget sumpah thor plis lnjut lagihh wehh penasarn setelh ituh aer muncrat dri bibirnya sohee kekekkk
    ituu babeh himchan jahat bener pdahal bias gueh noh -_- jan nistain himchan gue lagi thor *narekdasterAuthor

  16. tia widhiarti

    Jiahhhh tbc…ishh himvhan sungguh terlalu..
    omoo siapa yang jadi calon suaminya sohee???yongguk kah??jangan lama2 ah di tunggu part3 nya hehehehe fighting…

  17. Ike Rizki

    siapakah suaminya sohee ??? aaahhh penasaran

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: