AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Invisible Feeling Part 1


Pict by Momo

Author: Bangster1004

Casts:
Jung Gi Yun (OC)
Jung Daehyun
Jung SoHee (OC)
Bang Yongguk
Yoo Yongjae
Moon Jongup
Kim Eun Soo (OC)
Kim Him Chan
Choi Moo Hyun (OC)
Choi Junhong

Length: Chapter

Rating: NC

Genre: Soft Romance

Don’t be silent reader

Happy Reading ^^

Yongguk mengelap beberapa gelas saat ia mendengar seseorang mengetuk, ah tidak mungkin lebih tepatnya menggedor-gedor pintu cafe tempat usahanya dan Himchan. Yongguk menggerutu kesal saat di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari dan masih ada orang yang membuat keributan.

“Biar ku urus.” Ujar Himchan dari balik ruang penyimpanan minuman sebelum Yongguk sempat berdiri. Namja tampan dengan rambut belah samping itu semakin terlihat sempurna dengan kemeja hitam yang di kenakannya.

“Oppa..” Himchan membeku beberapa detik saat tiba-tiba seorang gadis memeluknya. SoHee, gadis yang tak lain adalah kekasih Himchan itu datang sempoyongan. Bau alkohol tercium menyengat dari tubuh gadis cantik itu.

“Kepalaku pusing.” Ujar SoHee sambil bergelayut manja dipelukan Himchan. Tak lama kemudian SoHee menerobos masuk ke dalam cafe dan menghampiri Yongguk yang masih sibuk dengan aktifitasnya.

“Hai Yongguk, apa kabar?” Sapa SoHee sambil mengedipkan satu matanya.

“Sepertinya kau terlalu banyak minum. Istirahat-” Belum sempat Yongguk menyelesaikan ucapannya, SoHee lebih dulu jatuh, beruntung Himchan sigap menahan berat tubuh gadis itu.

“Sudah tau tidak bisa minum, kenapa malah minum sebayak ini?” Gerutu Himchan yang entah di dengar atau tidak oleh SoHee.

SoHee mendongakkan kepala, mata elangnya menatap Himchan tajam. Rambutnya yang panjang menutup hampir separuh wajahnya, gadis itu tersenyum sinis sebelum kembali mendorong tubuh Himchan menjauh darinya, “Lepas! Aku tidak apa-apa.”

Dengan sisa kekuatan dan kesadaran yang dimilikinya, SoHee menarik kursi yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Gadis itu kemudian ambruk, tidak kuat lagi mengangkat kepalanya yang terasa sangat berat.

“Apa yang terjadi?” Tanya Yongguk pada Himchan yang dijawab dengan gelengan kepala, “Entahlah.”

Himchan naik ke lantai atas dan masuk ke dalam sebuah kamar tempat dimana ia dan Yongguk biasa melepas lelah seusai bekerja. Himchan diam, ia terlihat berpikir sejenak, memikirkan sesuatu. Apa yang menyebabkan SoHee minum sebanyak itu?

Himchan menarik nafas panjang, sekeras apapun ia mencoba, ia tidak tau apa yang membuat SoHee jadi seperti itu. Himchan keluar dengan membawa selimut tebal, ia turun dan menatap SoHee yang sudah tidak sadarkan diri di atas meja. Himchan menghampiri SoHee kemudian menyelimutinya.

*******************************

Gi Yun berjalan mengendap-endap masuk rumah secara perlahan, gadis itu tidak ingin mengeluarkan satu suarapun yang bisa membuat penghuni rumah itu terbangun di tengah malam.

“Kau tau sekarang jam berapa?” Sebuah suara tiba-tiba terdengar dari arah dapur, mengejutkan Gi Yun. Gadis itu membalikkan tubuhnya dan melihat Daehyun berdiri disana dengan melipat kedua tangannya di atas dada. Matanya mengintimidasi Gi Yun tajam.

“Memangnya apa perdulimu? Bukankah kau juga baru pulang?” Balas Gi Yun dengan suara tertahan, menahan emosi yang selama ini disimpannya dalam-dalam.

“Aku berangkat pagi dan pulang pagi itu semua demi masa depan kita!” Teriak Daehyun tiba-tiba. Ia berjalan mendekat ke arah Gi Yun yang reflek mundur perlahan.

“Masa depan kita, katamu? Aku bahkan sudah menyiapkan surat perceraian. Aku tau kau sibuk, jadi aku yang akan mengurus semuanya, kau hanya perlu menandatanganinya saja!” Lirih Gi Yun, pelan tapi sukses menusuk hati Daehyun. Namja itu tersenyum getir mendengar ucapan istrinya.

“Apa karena kau pernah merasakan sentuhan namja lain, karena itu kau ingin bercerai dariku? Apakah namja itu bisa memuaskanmu, karena itu kau ingin pergi dariku eoh???!!!!”

Daehyun mendorong Gi Yun hingga tubuh gadis itu membentur tembok. Dengan cepat Daehyun menarik tengkuk Gi Yun mendekat ke wajahnya, mencium gadis itu dengan paksa. Gi Yun meronta, apa yang namja itu lakukan hampir membuatnya kehabisan nafas.

Plakkk!!!!!!

Gi Yun menampar Daehyun saat ia berhasil lepas dari cengkram namja itu. Daehyun meringis, menyentuh pipi mulusnya yang kini mulai membekas merah dan terasa berdenyut-denyut. Rasanya sakit, sangat sakit, bukan pipinya, tapi hatinya.

“Apa maksud ucapanmu!!” Bibir Gi Yun bergetar, begitupun tangan yang baru saja ia gunakan untuk menampar Daehyun.

“Cih! Kau masih pura-pura tidak tau? Baiklah, kau yang memaksaku untuk melakukan hal ini, ikuti aku.” Daehyun menarik tangan Gi Yun ke ruang kerjanya dimana banyak layar monitor tertata rapi disana. Daehyun mendorong tubuh Gi Yun hingga gadis itu terjatuh ke sebuah sofa, sementara ia sibuk mengotak-atik sesuatu.

“Lihat baik-baik!” Perintah Daehyun tegas pada Gi Yun sambil menunjuk layar monitor.

Bibir Gi Yun mengatup rapat saat ia melihat gambar dirinya ada di dalam rekaman cctv tersebut sedang berciuman mesra bersama seorang namja. Namja yang tak lain adalah kekasih adik iparnya sendiri.

“Apa kau masih bisa berkelit sekarang? Apa kau punya penjelasan? Katakan sesuatu padaku Jung Gi Yun!!!” Teriak Daehyun frustasi.

Daehyun menarik dasi yang melingkar di lehernya, kasar. Jari-jarinya dengan gesit membuka kancing kemeja yang dipakainya dan melemparnya sembarangan. Daehyun berjalan mendekati Gi Yun dengan sorot mata terluka.

“Apa yang akan kau lakukan?” Gi Yun menggelengkan kepalanya beberapa kali, terlihat ketakutan.

“Apa yang ingin ku lakukan? Apa kau lupa jika aku suamimu? Aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan!” Daehyun menarik paksa seutas tali dari gaun yang menggantung dipundak mulus Gi Yun.

“Apa aku melakukan kesalahan?” Tanya Daehyun yang sama sekali tidak mendapat merespon dari Gi Yun.

“Apa aku tidak bisa memuaskanmu? Tolong, katakan sesuatu padaku agar aku bisa memperbaikinya.” Gi Yun tetap diam, menatap Daehyun nanar. Bagaimana bisa suaminya memiliki pemikiran seperti itu?

“Kenapa kau berselingkuh?” Lirih Daehyun, pertahanan namja itu runtuh bersama air matanya yang menetes jatuh. Sakit. Rasa itu bukan sepenuhnya milik Daehyun, tapi juga milik Gi Yun.

Sebelumnya, tidak pernah sekalipun Daehyun mengeluh saat Gi Yun sibuk dengan butiknya. Daehyun juga tidak pernah marah saat Gi Yun memasak makanan aneh yang sama sekali tidak bisa diterima oleh perutnya, tidak pernah. Tapi kali ini, namja itu terlihat begitu rapuh dan hancur karena perbuatan bodoh yang Gi Yun lakukan. Kesalahan fatal yang memang seharusnya tidak ia lakukan sejak menyandang status sebagai seorang istri.

Gi Yun mendorong tubuh Daehyun ke atas meja, memposisikan tubuhnya diatas tubuh Daehyun dengan kedua tangan menopang berat tubuhnya sendiri. “Tidak. Kau tidak pernah salah. Aku yang salah, karna itu jangan pernah maafkan aku.” Ujar Gi Yun. Sedetik kemudian bibirnya telah mendarat tepat dibibir Daehyun dan melahapnya dengan rakus.

Tangan Gi Yun perlahan turun ke dada bidang Daehyun, sentuhan Gi Yun berlanjut ke perut, hingga berhenti disebuah gundukan kenyal yang masih terbalut celana hitam ketat. Gi Yun bangkit, dengan segera ia melepas celana yang menghalangi tangannya untuk mengeksplore bagian tubuh Daehyun yang selalu menggodanya itu.

“Hentikan!” Ujar Daehyun saat Gi Yun berhasil melepas celananya. “Aku tidak ingin kau melakukannya dengan terpaksa.” Lanjutnya lemah.

Gi Yun melirik Daehyun tajam, tanpa menghiraukan ucapan namja itu, Gi Yun naik ke atas tubuh Daehyun dengan gaun yang masih melekat ditubuhnya. “Himchan memang kekasih SoHee, tapi dia begitu memperhatikanku. Sesuatu yang tidak pernah ku dapatkan sebagai istrimu.”

“Selama ini kau selalu memberiku uang. Tapi, apa kau lupa jika aku terlahir kaya? Aku tidak butuh uang! Aku hanya butuh kasih sayangmu, juga sentuhan hangatmu.”

Jleb.

Rasanya ada sebuah tombak yang menusuk jantung Daehyun saat ia melihat mata indah Gi Yun mengeluarkan cairan bening yang menetes di atas dadanya. Sejak menikahi gadis itu setahun yang lalu, ia sudah berjanji tidak akan membuat Gi Yun menangis, tapi Daehyun tidak sadar jika apa yang dilakukannya selama ini sudah melukai gadis yang sangat dicintainya itu.

Daehyun bangkit, ia mengusap pipi Gi Yun, menghapus air mata yang merusak wajah cantik istrinya, “maaf” Lirihnya kemudian mendekap tubuh Gi Yun dalam pelukannya. Daehyun memeluk Gi Yun erat, bahkan sangat erat hingga membuat gadis itu kesulitan bernafas.

Daehyun melepaskan pelukannya, matanya menjelajah tiap inchi wajah Gi Yun. Tangan kirinya menarik dagu gadis itu dan menciumnya hangat. Bibir Daehyun perlahan pindah ke telinga bagian belakang Gi Yun, membuat gadis itu mendesah geli. Tangan Daehyun menarik gaun Gi Yun hingga terlihatlah kedua bukit kembar istrinya yang menantang untuk disentuh, diremas, dan dihisap.

Gi Yun menggeliat saat Daehyun menciumi leher jenjangnya. Ciuman itu turun ke dada Gi Yun, Daehyun menghisapnya pelan, perlahan, dan bergantian, membuat tubuh Gi Yun menggelinjang hebat hingga beberapa kali tubuhnya bergesekan dengan batang kemaluan Daehyun.

Daehyun merebahkan tubuh Gi Yun, tangannya meremas dada Gi Yun yang membusung sambil menciumi lehernya. Sedangkan tangan Gi Yun sibuk meremas batang kemaluan Daehyun yang mulai membengkak.

“Mmhh…” Gi Yun mendesah saat bibir Daehyun bergerak aktif, menghisap dan meremas dadanya bergantian, sementara tangan kirinya sibuk melepas celana dalam Gi Yun.

Gi Yun mengerang saat Daehyun mulai memasukkan batang kemaluannya ke arah vaginanya. Perlahan Daehyun mulai menggoyangkan tubuhnya maju mundur selaras dengan gerakan tubuh Gi Yun.

“Ahh” Gi Yun menjerit kecil namun pasrah saat Daehyun sesekali memutar pinggulnya. Daehyun menggoyangkan tubuhnya makin lama makin cepat, tangannya meremas kedua bukit kembar milik Gi Yun yang kenyal itu.

Kaki Gi Yun yang mengangkang bebas memudahkan pinggul Daehyun memompa tubuhnya maju mundur hingga penisnya terbenam sepenuhnya. “Kau menyukainya?” Bisik Daehyun ditelinga Gi Yun.

“Ssh.. Ssangat.. Aku sangat menyukainya.” Ujar Gi Yun terbata-bata. Ia merasa tidak tahan dan mulai menjepit kakinya ke pinggang Daehyun saat gerakan suaminya itu semakin cepat dan liar.

“Kau bilang, kau tidak suka jika aku terlalu sibuk?” Tanya Daehyun. Raut wajahnya terlihat serius, berbeda dengan Gi Yun terlihat kecewa saat Daehyun menghentikan aktifitasnya.

“Baiklah. Mulai besok, aku akan pulang cepat. Sebagai gantinya, kau harus siap melayaniku kapan saja.” Daehyun tersenyum miring, ia mengecup bibir Gi Yun kemudian melanjutkan aktifitasnya yang sempat tertunda.

Gerakan Daehyun semakin liar, sesekali ia menghentak-hentakkan tubuhnya. Gi Yun menggigit bibir bawahnya, menahan rasa nikmat yang teramat sangat sejak Daehyun tanpa henti menyerang bagian sensitif di sekujur tubuhnya.

Daehyun menggenjot dan memaju mundurkan batang kemaluannya di dalam vagina Gi Yun. Semakin lama Daehyun semakin mempercepat gerakannya dan, “Ahh..” Keduanya melengkuh secara bersamaan.

*******************************

SoHee baru pulang kuliah saat ia melihat mobil Himchan terparkir gagah di halaman rumahnya. Namja itu sudah berjanji pada SoHee akan mengajaknya jalan-jalan sore ini.

SoHee masuk dan mencari Himchan. Satu persatu ruangan ia datangi untuk menemukan sosok pria yang sudah menguasai hatinya itu. SoHee mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya, berniat menghubungi Himchan, sebelum sebuah suara membuat langkah kakinya terhenti di sebuah ruangan yang terletak di sudut rumah, tempat Daehyun menyimpan banyak buku dan dokumen penting lainnya.

SoHee berdiri di dekat pintu, ia tertegun. Kepalanya seakan ditindih barbel yang beratnya berton-ton, kakinya terasa berat, lidahnya keluh, matanya mendadak buram tertutup cairan bening saat tanpa sengaja ia melihat Gi Yun, kakak iparnya sedang berciuman dengan Himchan, kekasihnya. Desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya saat ciuman itu semakin lama semakin panas dan liar.

Bukankah Himchan datang untuk menemui SoHee dan mengajak gadis itu berkencan? Bukankah seharusnya Gi Yun sedang sibuk mengurusi butiknya? Bagaimana bisa mereka melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan?

SoHee membalikkan tubuhnya. Menangis tanpa suara. Ia hanya ingin segera menemui kakaknya, Daehyun.

Dengan banjir air mata, SoHee menceritakan segala apa yang dilihatnya pada namja yang usianya lebih tua dua tahun darinya itu. Sayangnya cinta Daehyun yang terlalu besar pada Gi Yun membuat namja itu buta, dan tidak percaya dengan ucapan adiknya sebelum ia melihatnya sendiri.

PLAKK!!!!

SoHee mengerjapkan matanya perlahan. Air matanya kembali menetes saat ia menyentuh pipinya yang masih terasa sakit bekas tamparan Daehyun.

Bahkan dalam mimpi, kejadian mengerikan itu terus datang menghampirinya dan tidak mau enyah dari dalam pikirannya.

Menyedihkan.

Tidak cukupkah SoHee melihat perselingkuhan Gi Yun dan Himchan? Kenapa Daehyun juga menamparnya saat ia mencoba mengatakan hal yang sebenarnya?

SoHee bangun dan mencoba berdiri. Ia berjalan tertatih keluar kamar, kepalanya masih terasa berdenyut-denyut, sakit. SoHee tersenyum kecut saat mendapati Himchan masih tertidur nyenyak di sofa. Ia kembali berjalan ke toilet saat dilihatnya Yongguk sedang sibuk mengangkat beberapa botol krat minuman.

SoHee mendekati Yongguk dan berdiri disebelah botol krat minuman yang sudah berjajar rapi. “Ada yang bisa ku bantu?” Sapanya.

“Ehh? Kau sudah bangun?” Balas Yongguk kikuk. Namja itu terlihat gugup saat melihat penampilan SoHee yang terlihat seksi.

Celana denim pendek dipadu dengan kemeja putih lengan panjang milik Himchan terlihat sedikit kebesaran ditubuh mungil SoHee. Rambutnya sedikit berantakan, dan kebiasaan SoHee yang suka menggigit bibir bagian bawahnya itu membuat Yongguk berkali-kali menahan nafas.

“Gukkie-ya!” Panggil SoHee membuat Yongguk menghentikan aktifitasnya sejenak.

“Ada sesuatu diwajahmu.” SoHee berjalan mendekat ke arah Yongguk. Matanya yang tajam menatap setiap inchi wajah namja yang hanya berjarak beberapa centi saja darinya. SoHee menjinjit dan….

“Kau berkeringat.” Ujarnya sambil mengelap kening dan pipi Yongguk yang penuh peluh dengan kemeja lengan panjangnya.

“Sudah.” SoHee berbalik, kemudian berjalan menuju toilet. Meninggalkan Yongguk yang sibuk menyentuh dadanya, menenangkan sesuatu yang berdetak kencang di dalam sana.

“SHIT!!” SoHee tersenyum miring saat mendengar Yongguk beberapa kali mengumpat, ia menikmatinya, sangat menikmati ekspresi Yongguk. SoHee kembali berbalik menatap Yongguk sebelum tubuhnya hilang dibalik pintu toilet.

*******************************

“Eung.. Aku sedang bersama kakakmu dan Yongguk. Kau dimana?”

“Baiklah. Cepat kesini.” Ujar SoHee sebelum mengakhiri panggilan telfonnya.

“Eun Soo?” Tanya Himchan sambil menatap wajah SoHee lekat-lekat, gadis itu mengangguk tanpa suara kemudian membalikkan tubuhnya. SoHee tidak ingin menatap mata Himchan lama-lama, hal itu hanya akan membuatnya semakin jatuh pada pesona namja itu.

SoHee menyandarkan punggungnya dibalik punggung Himchan. Jari-jari lentiknya mulai menari di atas senar gitar yang kini sedang di peluknya. Perlahan bibirnya bergerak.

I fall asleep by the telephone
It’s two o’clock and I’m waiting up alone
Tell me where have you been?
I found a note with another name
You blow a kiss but it just don’t feel the same
‘Cause I can feel that you’re gone
I can’t bite my tongue forever
While you try to play it cool
You can hide behind your stories
But don’t take me for a fool
You can tell me that there’s nobody else
You can tell me that you’re home by yourself
You can look into my eyes and pretend all you want
But I know, I know, your love is just a lie
It’s nothing but a lie
You look so innocent
But the guilt in your voice gives you away
Yeah, you know what I mean
How does it feel when you kiss, when you know that I trust you?
And do you think about me when she fucks you?
Could you be more obscene?
So don’t try to say you’re sorry or try to make it right
Don’t waste your breath because it’s too late it’s too late

SoHee menghentikan nyanyiannya saat tiba-tiba Himchan membalikkan tubuh hingga membuat SoHee terkejut dan hampir terjatuh.

“Hei! Lagu apa itu?! Berikan gitarnya padaku!” Ujar Himchan sambil mengambil paksa gitar yang tidur nyaman dipelukan SoHee. Raut wajahnya menegang, gugup saat SoHee terus menatapnya dengan senyum yang tak biasa.

“Ehem!” Himchan berdehem sebelum jari-jarinya menari dengan lincah. mencari nada-nada yang pas sebelum akhirnya ia mengeluarkan suara seraknya.

SoHee menoleh saat Yongguk duduk disampingnya dan menyerahkan beberapa kaleng minuman yang baru saja dibelinya. Yongguk membuka kaleng minumannya dengan sekali tarik saat menyadari gadis yang duduk disampingnya itu terus menatapnya intens. Merasa diperhatikan, Yongguk menoleh, menawarkan kaleng minuman yang sudah menyentuh bibirnya, “Mau?”

Tanpa menjawab pertanyaan Yongguk, SoHee menerima minuman kaleng itu dan meneguk semua isinya hingga habis tak tersisa, sedangkan Himchan masih sibuk dengan gitar dan nyanyiannya.

Yongguk menatap SoHee dalam, saat diam-diam gadis itu dengan sengaja memainkan jari telunjuknya di ujung jari kelingking Yongguk, meski pandangannya lurus ke depan. Yongguk tidak tau apa yang ada di dalam pikiran SoHee. Bagaimana gadis itu berani ‘bermain’ dengannya saat Himchan berada tepat disampingnya?

“Hei!!” Eun Soo menepuk pundak Himchan dan SoHee dari belakang. Gadis itu tidak sendirian, ia datang bersama Jongup yang kini sedang ber-high-five dengan SoHee.

Kim Eun Soo, adik Kim Himchan, gadis yang juga menjadi teman kuliah SoHee. Sementara Jongup adalah sahabat SoHee sejak kecil, namja yang kini sedang dalam proses pendekatan dengan Eun Soo.

“Yongguk oppa, apa kabar?” Sapa Eun Soo yang dibalas senyuman oleh Yongguk, “Seperti yang kau lihat, aku selalu baik.”

“Oppa! Tawaran main ke kebun anggur milikmu, apa masih berlaku?” Himchan menghentikan petikan gitarnya, raut wajahnya berubah serius, menunggu jawaban Yongguk atas pertanyaan yang di ajukan adiknya, Eun Soo. Begitupun dengan SoHee, meski ia tidak mengerti dengan apa yang sedang Eun Soo bicarakan dengan Yongguk.

“Kenapa? Kau mau kesana?” Tanya Yongguk balik, yang segera mendapat anggukan dari Eun Soo.

“Yah. Bolehkah aku mengajak mereka berdua?” Ujar Eun Soo sambil memeluk lengan SoHee dan Jongup.

“Tentu. Silahkan.” Balas Yongguk yang membuat Eun Soo berteriak kegirangan.

*******************************

“Silahkan diminum.” Gi Yun menyunguhkan secangkir kopi untuk Jongup yang sedari duduk bosan, menunggu SoHee keluar dari kamarnya.

“Jangan! Jongupie letakkan gelas itu sekarang juga!” Perintah SoHee saat Jongup baru saja menyentuh cangkir kopinya.

“Kau mau kemana? Kenapa membawa barang sebanyak itu?” Tanya Gi Yun perhatian pada adik iparnya itu. SoHee tersenyum sinis, tanpa memperdulikan pertanyaan Gi Yun, ia melangkah mendekati Jongup.

“Aku takut wanita itu memasukkan sesuatu yang menakutkan ke dalam minumanmu. Bisa-bisa nasibmu akan sama seperti Himchan.” Ujar SoHee sambil menyerahkan tas besarnya pada Jongup.

“Jung SoHee!” Bentak Gi Yun. Merasa namanya di sebut, SoHee menoleh. Kedua gadis itu kini saling pandang, terlihat jelas aroma permusuhan diantara keduanya.

“Kenapa? Memang ada yang salah dengan ucapanku?” Tantang SoHee.

“Kau benar-benar tidak sopan. Aku ini kakak iparmu!” Ujar Gi Yun dengan suara bergetar, beberapa tetes air keluar dari mata indahnya.

“Kau masih berani menyebut dirimu sebagai kakak iparku? Kau tidak punya malu eoh?!” SoHee membuka mulutnya, tertawa tanpa suara.

“Aku tau aku salah, tapi aku juga sudah berkali-kali meminta maaf padamu! Tidak bisakah kau sedikit saja menghargai usahaku?” Gi Yun menarik tangan SoHee, meminta gadis itu untuk mendengar penjelasannya.

“Lepas! Aku-bukan-Daehyun yang bisa dengan mudah kau bodohi.” SoHee memberi penekanan di setiap kata yang di ucapkannya sambil menepis tangan Gi Yun.

SoHee melangkah pergi dari rumah, di ikuti Jongup yang mengikuti dibelakangnya. SoHee dan Jongup pergi meninggalkan Gi Yun yang masih menangis, terisak.

“Hei, apa kau tidak keterlaluan memperlakukannya seperti itu? Dia istri kakakmu Hee-ya.” Ujar Jongup mengingatkan. Seketika itu SoHee melirik Jongup tajam.

“Hentikan omong kosongmu dan urus saja urusanmu sendiri!” SoHee membanting pintu mobil kemudian menyandarkan tubuhnya. Sungguh, sebenarnya ia juga tidak setega itu untuk bersikap kasar dan tidak sopan pada Gi Yun, tapi kejadian perselingkuhan antara Himchan dan Gi Yun beberapa waktu yang lalu itu terus berputar-putar di otaknya seperti kaset rusak.

*******************************

Moo Hyun duduk di ayunan, di depan gadis itu duduk seorang namja tinggi dengan kulit putih seputih susu yang selalu setia menjaganya, Junhong. Kakak beradik Choi itu tinggal di salah satu vila milik Yongguk.

Moo Hyun dan Junhong menoleh saat di dengarnya suara mesin mobil berhenti tak jauh dari tempat mereka duduk. Keduanya berdiri saat melihat Yongguk turun dari mobil itu, di ikuti beberapa orang lainnya.

“Apa kabar?” Sapa Yongguk saat menghampiri Moo Hyun dan Junhong.

“Hyung, kenapa tiba-tiba? Biasanya kau memberitahu kami terlebih dulu.” Ujar Junhong tanpa berniat menjawab pertanyaan Yongguk.

“Maaf, ini juga dadakan. Kami tidak merencanakan ini sebelumnya.” Yongguk menepuk lengan Junhong, ia kemudian berbalik, menggerakkan dagu dan kepalanya miring, memberi tanda teman-temannya untuk masuk dan membawa serta barang-barang bawaan mereka.

“Tuan muda, sudah lama tidak bertemu.” Sapa seorang pria paruh baya saat Yongguk melangkahkan kaki masuk ke dalam vila.

Yongguk menunduk, lalu tersenyum saat pria yang sudah menghabiskan hampir separuh hidupnya untuk mengabdi kepada keluarganya itu tersenyum hangat. “Iya, bagaimana kabar anda ahjussi?”

“Aku baik-baik saja meski sudah semakin tua.” Gurau pria itu yang membuat keduanya tertawa.

“Ah ya, kalian tidak perlu sibuk menyiapkan makanan. Kami tadi sudah membeli beberapa bahan untuk barbeque. Junhong-ah, sebaiknya kau bantu Moo Hyun mengambil barang-barang yang ada di jok mobil, aku akan mengantar teman-teman ke kamar.” Perintah Yongguk kemudian.

“Tidak! Gukkie, lebih baik aku yang membantu Moo Hyun mengambil barang, sedangkan Junhong menyiapkan peralatan untuk barbeque, bagaimana?” Sahut Himchan cepat.

“Terserah, jika kau tidak keberatan.” Yongguk mengedikkan bahunya lalu berjalan menaiki tangga, di ikuti Eun Soo, SoHee, dan Jongup di belakangnya.

SoHee berbalik, menatap kepergian Himchan dengan seribu pertanyaan di benaknya. Tidak biasanya Himchan dengan suka rela mau membantu seseorang yang baru dikenalnya.

“Eun Soo, SoHee, kalian berdua tidur di kamar ini. Dibalik cendela, ada balkon yang cukup luas. Kalian bisa melihat taman bunga dan kolam ikan dari sana. Atau kalian ingin tidur terpisah?” Tawar Yongguk.

“Tidak. Aku akan tidur dengan SoHee. Terima kasih oppa.” Balas Eun Soo ceria sambil menggeret tangan SoHee masuk ke dalam kamar. Tidak lupa Eun Soo melambaikan tangannya pada Jongup yang terlihat sangat kelelahan.

“Kau di kamar ini bersama Himchan. Sedangkan kamarku ada disana.” Ujar Yongguk sambil menunjuk kamar yang ada disudut ruangan. Jongup mengangguk, tanpa banyak kata ia masuk ke dalam kamarnya.

“Lepas!” Moo Hyun setengah berteriak saat ia coba menepis tangan Himchan. Sudah beberapa kali Moo Hyun mengusir namja itu menjauh darinya, tapi beberapa kali juga Himchan terus mencoba mendekatinya.

Yongguk menarik nafas panjang sebelum menghembuskannya perlahan. “Chanie-ya! Istirahatlah, kita berkumpul lagi nanti jam tujuh malam.” Ujar Yongguk keras dari lantai atas. Sengaja Yongguk melakukan hal itu, agar Himchan berhenti mengganggu Moo Hyun.

*******************************

“Hmm ini enak sekali.” Eun Soo memasukkan beberapa lembar daging ke dalam mulutnya yang masih penuh dengan makanan.

“Hei pelan-.” Belum sempat Himchan menyelesaikan ucapannya, Jongup sudah sibuk mencarikan air putih untuk Eun Soo yang sedang tersedak. SoHee yang duduk tak jauh dari tempat Eun Soo terkekeh geli melihatnya.

“SoHee-ya! Kau ini! Kenapa kau malah menertawakanku!” Sungut Eun Soo tak terima.

“Maaf, tapi kau lucu.” SoHee menutup mulut dengan telapak tangannya, tidak bisa berhenti tertawa.

Yongguk menatap SoHee. Entah kenapa, hanya dengan melihat gadis itu tersenyum bisa membuat hatinya melompat-lompat, hingga tanpa sadar kedua sudut bibirnya ikut terangkat ke atas.

“Ambilkan aku air minum, aku masih haus.” Perintah Eun Soo pada SoHee.

“Tidak mau. Kenapa harus aku?” Tolaknya.

“Karna kau sudah menertawakanku.” Balas Eun Soo.

Kedua gadis itu sibuk berdebat saat tiba-tiba Moo Hyun datang dan menghampiri mereka, “Aku yang akan mengambilkannya,” ujarnya tulus kemudian berjalan menuju dapur.

Zelo sibuk menggantikan Moo Hyun membolak-balik daging, sementara Jongup menyiapkan meja. Yongguk tiduran di atas kursi panjang yang terbuat dari kayu sedangkan Himchan, “aku mau ke toilet” pamitnya.

“Lebih baik aku membantu Jongup daripada berdebat denganmu.” Eun Soo bangkit, meninggalkan SoHee dan berlari menghampiri Jongup. SoHee yang tidak pandai dalam hal masak memasak, sama sekali tidak berminat untuk membantu Jongup ataupun Zelo. SoHee lebih memilih menghampiri Yongguk yang sedang merebahkan tubuhnya.

“Hei, kau tidur?” SoHee menyenggol kaki Yongguk yang bergelantungan. Namja itu membuka mata kemudian duduk, menepuk tempat kosong disampingnya, mempersilahkan SoHee duduk. “Ada apa?” Tanyanya kemudian.

“Tidak ada apa-apa, hanya ingin bicara. Apa aku mengganggumu?” Tanya SoHee balik yang segera mendapat gelengan dari Yongguk.

“Vilamu sangat nyaman.” Puji SoHee. Matanya menerawang ke atas langit, mencari bulan yang sedari tadi bersembunyi dibalik awan mendung.

“Kau boleh tinggal selama yang kau mau.” Balas Yongguk, keduanya tersenyum kaku. “Sepertinya kau ada masalah akhir-akhir ini.” Lanjutnya kemudian.

“Aku tidak bisa bercerita padamu dengan kondisi sadar.” Gurau SoHee setengah tertawa.

“Kau mau minum, anggur?” Tawar Yongguk. Namja itu berdiri setelah SoHee menganggukkan kepalanya.

“Mau kemana?” Tanya SoHee mengikuti Yongguk yang tengah berdiri.

“Gudang. Mengambil anggur, mau ikut?”

SoHee dan Yongguk berjalan beriringan, sesekali kedua tangan mereka saling bersentuhan. Yongguk gugup, sangat gugup, terlihat dari wajahnya yang mengeluarkan keringat dingin.

“Masih jauh?” SoHee mendadak menghentikan langkah kakinya. Yongguk menggeleng, ia menunjuk sebuah gudang yang hanya berjarak beberapa langkah dari tempat mereka berdiri.

“Kau masuk dulu, aku akan segera menyusul.” SoHee melangkahkan kakinya cepat, menjauh dari Yongguk, terlihat raut kecewa di wajah namja itu. Yongguk kembali berjalan ke arah gudang, sementara SoHee bersembunyi dibalik dinding, dimana ia melihat sekelibat bayangan Himchan.

“Moo Hyun-ah, dengarkan aku!” Himchan menarik tangan Moo Hyun hingga teko yang berisi air minum yang ia bawa tumpah, berceceran.

“Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Kau sudah memiliki kekasih dan aku juga akan menikah!” Moo Hyun menepis tangan Himchan dengan kasar, matanya mulai berkaca.

“Sungguh! Aku tidak bermaksud meninggalkanmu. Saat itu, aku masih muda dan aku tidak tau apa yang harus aku lakukan.” Ujar Himchan masih mencoba menjelaskan.

“Apa kau pikir, hanya kau yang muda saat itu? Saat aku membutuhkanmu kau tidak ada. Aku ketakutan, aku kebingungan. Bagaimana masa depanku? Bagaimana nasib anak kita kelak? Bagaimana aku harus menjelaskannya pada orang tuaku jika aku hamil, apa kau memikirkan semua itu hahh???!!!!!!” Teriak Moo Hyun sambil memukul-mukul dada Himchan.

“Kau brengsek! Kau benar-benar brengsek Kim Himchan!” Tubuh Moo Hyun meringsut turun, tidak kuat menahan beban tubuhnya yang kini gemetar hebat.

SoHee menutup mulutnya rapat dengan kedua telapak tangannya, terkejut dengan apa yang baru saja di tangkap indera pendengarannya. Himchan dan Moo Hyun? Anak? Tidak mungkin!

“Hei, apa yang kau lihat?” Seorang pemuda tampan menegur SoHee.

SoHee menutup mulut pemuda itu dengan ujung jari telunjuknya. SoHee kemudian menarik pemuda itu bersembunyi di balik tembok. “Hei kau ini siapa? Kenapa kau seperti ini? Aku ingin menemui Moo Hyun!” Ujar namja itu.

“Moo Hyun? Kau siapa?” Lirih SoHee, berusaha menekan segala emosi yang ada dalam dirinya.

“Aku Yongjae. Kau sendiri siapa? Kenapa ada disini? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya.” Balas Yongjae sambil kembali berjalan masuk ke dalam vila. SoHee bukannya tanpa perlawanan, tangan mungilnya tetap berusaha menahan lengan Yongjae.

Brakk!!

Terdengar suara pintu yang menghubungkan dapur dengan gudang tempat menyimpan anggur terbuka. Himchan keluar sambil menyeret paksa tangan Moo Hyun.

Yongjae marah, ia tidak terima melihat Moo Hyun mendapat perlakuan kasar dari orang yang tidak ia kenal, namun lagi-lagi SoHee menahan tangannya, “Namja yang bersama Moo Hyun itu kekasihku!” Bentaknya.

Yongjae menoleh ke arah SoHee, ia menggeleng pelan seakan tidak percaya. “Jika dia kekasihmu, kenapa kau hanya diam dan melihat itu semua? Kenapa kau tidak melakukan apapun?!” Teriak Yongjae tak kalah keras.

“Karena aku ingin tau. Aku ingin tau apa yang sedang terjadi. Aku ingin tau sejauh apa hubungan mereka, aku ingin mengetahui semuanya!!!”

Yongjae melunak mendengar jawaban SoHee, sejujurnya ia juga penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi antara Moo Hyun dan pria itu, pria yang sampai saat ini belum ia ketahui namanya.

Yongjae menarik tangan SoHee, mereka berjalan mengendap-endap mengikuti Himchan dan Moo Hyun yang berjalan tak jauh di depannya. Himchan dan Moo Hyun berhenti saat keduanya bertemu Yongguk yang baru saja keluar dari gudang.

“Kalian mau kemana?” Himchan dan Moo Hyun diam, bingung menjawab pertanyaan Yongguk.

“Kami akan segera kembali.” Tanpa menatap sahabatnya itu, Himchan kembali menarik tangan Moo Hyun dan berlalu meninggalkan Yongguk. Pun dengan SoHee dan Yongjae yang memilih bersembunyi di balik semak-semak sebelum mereka bertemu dengan Yongguk.

Himchan dan Moo Hyun masuk ke dalam ruang bawah tanah dibelakang gudang penyimpanan anggur. Yongjae dan SoHee mengikuti dibelakangnya, mengintip Himchan dan Moo Hyun dari balik celah cendela yang terbuat dari kayu. Yongjae mengepalkan jemari tangannya saat melihat Himchan memeluk Moo Hyun.

“Siapa nama kekasihmu. Bagaimana bisa Moo Hyun diam saja mendapat perlakuan seperti itu?” Lirih Yongjae, suaranya terdengar berat.

“Himchan. Kim Himchan.”

Mendengar nama Kim Himchan disebut, Yongjae mendorong tubuh SoHee hingga gadis itu terbentur ke tembok. Kedua lengannya terasa sakit akibat cengkraman tangan Yongjae yang kuat.

“Kenapa kau baru mengatakannya sekarang! Kau tau seberapa brengseknya dia?” SoHee terlihat sangat ketakutan melihat ekspresi Yongjae. Gadis itu tidak tau, benar-benar tidak tau apa yang membuat Yongjae begitu marah saat ia menyebut nama Himchan.

Suara halilintar terdengar menggelegar dari luar. Titik-titik air perlahan turun bersama dengan ciuman Himchan yang ganas dibibir Moo Hyun. “Jangan dilihat!” Perintah Yongjae. Lagi-lagi namja itu melunak, merasa tidak tega melihat SoHee yang terlihat sangat hancur.

“Gadis bodoh!” Yongjae menarik tangan SoHee menjauh dari tempat terkutuk itu. Menerobos hujan tanpa memperdulikan tubuh SoHee yang gemetar hebat hingga gadis itu terjatuh. Ia menangis sejadinya, berteriak sekerasnya, ditengah derasnya guyuran air hujan yang terasa menusuk jantung.

“Aku ingin pergi dari sini. Tolong, tolong bawa aku pergi jauh dari tempat sialan ini.” Lirih SoHee sebelum gadis itu kehilangan kesadarannya.

to be continue

@milanistred

35 Komentar

  1. Reblogged this on Yadong Fanfic Indo.

  2. LisaJuly89

    gokillllll!!!! Himchan ternyata playboy abis!!! ga nyangka, udah calon kakak ipar dia gaet, sekarang orang lain ternyata lebih parah lagi

  3. Oh_Sehun

    Keren .. Lanjut (y)

  4. Naya

    Tanda-tanda BangHee kenapa selalu Sweet sih //Aku cemburu😀

    (⌣́_⌣̀”) kasian EunSoo punya Kakak Brengsek macam Himchan //mudah2an Gak ketularan😀
    I love Jongup❤
    I love milanistred❤

    Di tunggu kelanjutanya….🙂
    Fighting!!!! :*

  5. kapin

    Yah Allah Kim himchan kok playboy banget : ( suka banget eonni sama ff nya alurnya gak bisa ditebak. Kereeeen!

  6. hanami

    q aga bingung ma crti nya di awal krna cast nya bnyak bgt pi pas tau cita nya itu daebak…q harap happy ending ya thor

  7. Kenapa gi yun serem bgt //.\\ ah penasaran knp himmi cium gi yun, duh himmi cium sana sini =3=

    Banghee sweet ;___;

  8. hwangtastic

    ini kok tumben si himchan playboy ?? wkwkwk

  9. gila!!! himchan playboy tapi ceritanya bagus kasihan soohee
    ditunggu next chapnya
    keep writing

  10. mrs.ChoKyuPil

    seruuuuu…
    ditunggu kelanjutannya…
    kirain yongguk bakal dipasangin ma sohee lagi…

  11. oh no…
    himchan bnr2 play boy cassanova tingkat akut!!!!!..
    gak kira2 dya sampe 3 cwe…
    ckckckc…
    lanjut thor…
    critanya kereeenn… ↖(^ω^)↗↖(^ω^)↗↖(^ω^)↗

  12. seuki kim

    oh my….. ini parahh. judulnya harusnya Complicated nih… aigo himchanie, parahnya dirimu hahahahah.
    tapi kasian itu Giyun, dibully adik ipar sendiri…
    yyaa salah sendiri juga. ah tau deh 😀

  13. Gita Sri Rahayu

    kya… aigo knpa Himchan brengsek bnget??? aku bner ga nyangka.

  14. susi501

    Ditunggu next chaper author,penasaran dengan cerita selanjutnya.

  15. sebel bgt sama himchan ,, playboy abis sih ,,,
    penasaran nih ma kelanjutannya ,, next thor ,,, fighting !!!!

  16. Boleh jitak kepala himchan ga??? >O<

    Youngjaeku(?) dikhianati moohyun~

  17. Pas awal-awal ak kira ini ff terinspirasi sma lagu ny TASTY judulny apa yak lupa-,-” heheh:D ini daebak, ak suka alur ny,, itu himchan pengen ak rauk muka ny, milih satu dong jangan semua ny dipilih.-. Haishhh wkwk.. Next ny jangan kelamaan ya author keburu lupa ntr sma alur ny^^ wait for next^^

  18. Omo,, ternyata ini toh yg bikin gedek sama himchan…>|<
    Channie kenapa dirimu jd playboy akut? pasti terinspirasi sama maskot kelincimu itu y????
    yongguk tahu kalo himchan kyk gitu tp kenapa masih dibiarin? *_*
    Hadeh,,, ditunggu part banghee'nya eon…

  19. aigooo… aigooo … aigooo
    *ngelus dada*
    aku deg-degan !! ahahahaha
    bener tuh kata NAYa , bANGHEE so sweet sekaleeee!! apalagi bayangin sentuh2 ujung jari ono waaak!! muke gile itu yongguk pasti kegirangan ga jelaaas!!
    ga semua orang bisa jadiin 10 cast dalam satu cerita dengan sesempurna ini loohhh!! keren kamu mah!!
    dari segi cerita akhirnya aku mengerti, INI KISAH SELINGKUH PALING MANIS!! wkwkwk
    daehyun dengan cinta butanya tuh kereeeeen! aku suka karakter dia yang begini2 di FF!!
    HIMCHAN,,, YA AMPUN KEEM HEEM CHAAN!! ELU COOL!! ELU JAHAT!! TAPI ELU TETEP KEREN KARENA GUE NGANDUNG ANAK LUUU! #ketawanista wkwkwk bujubuneng itu dia selingkuh atau apa sih 3 orang diembat juga😀 , oh aku penasaran itu moohyun jadi lahirin anak atau diaborsi gitu?
    DEMI APA GUE SAMA YOUNGJAE PULAAA hahahaha
    uppie gentleman ya? ihiiiirrr anak baik semoga pedekatenya sukses ya, eh jangan2 nanti junhong juga sama eunsoo ya? waduhhhh😀😀 <<nebak-nebak
    ditunggu eon… amat sangat kutunggu! gaboleh berenti diujung jalan! ga boleh! kalo ga gue yadongin tu yongguk!! hahaha

  20. Hyunbaek

    Aduchh kasian bngett bang daehyun sma sohee diselingkuhin sma istri dan pacarnya sndiri..!?
    Himchan knapa kmu ska nyakitin hati cwe sich??
    Nggak stuju thor sma krakter himchan disini..dia jdi kyak cwo yng jhat gtu..!?

  21. Hahaha aku bersyukur kalo kalian gedek, jengkel, sebel, dan marah, sama Himchan, dengan begitu aku berhasil merubah karakter mereka😀 kl gada halangan, next chap-nya sabtu/minggu ini🙂

  22. resti

    Himcan jadi bad boy,,,

    Mb’ astred ditunggu kelanjutannya

  23. Ira

    busett, ternyata himchan brengsek bnget ya,
    udah punya sohee, tpi gaet kakak ipar sohee, trus mohyun, tmbah parah.
    yonnguk suka ya sama sohee? knpa ngg pisahin himchan sma sohee aja? toh dia tau kelakuan himchan,
    ah, di tnggu lanjutannya thor….

  24. Weeeeeeeeeeeeee… Cerita baru eon? *sok akrab. Aku BETTY, BABY yang cinta banget ke B.A.P dan bias all member #plakkk 99L eonnie :3 salam kenal🙂. Udah lama baca ff2 eonnie baru kenalan sekarang :v.
    Tenang eon, NCnya aku skip kok🙂 hehehehehe… Geli soalnya bacanya *pluk
    iiiihhhhhhhhhhh ternyata Himchannie Oppa playboy! Hmm… Ngga cocok sama muka malaikatnya itu :3 tapi ceritanya keren banget sumpah eon (y).
    Yonggukie Appa harus sama Sohee hihi. Ini kan emang kapel dari kemaren2.
    Sumpah ini aku suka banget alur ceritanya eon, bagian Appa yang gugup itu beneran favorit! Ngga sabar aja nungguin Sohee sama Appa:. Lanjutannya cepet ya thor.
    Keep writing thor😀.
    BETTY.

  25. huh gk sbar nunggu kelanjutanya😀 menarik bnget ni ff😀

  26. Sequelnya masih dalam proses produksi😀

    @Betty: halo sayang🙂 iya kakak inget, Betty salah satu readers setia blog kakak yang suka komen, salam kenal :* aduh 99L ya? berasa jadi ahjumma -_- kekeke~ bagus, jgn baca NCnya, blm ckup umur, kakak juga ogah bacanya hahahah :v ah apa kamu salah satu BangHee (Bang Yongguk & Jung SoHee) Shipper juga😀 ah senangnya.. Wkwkwkw❤

  27. sicca

    uwaahh ini sih cinta salin silang hehe.. ditunggu kelanjutannya seru😀

  28. Febriana Putri

    kampret himchan kok kampret-_- duh greget ya masyaallah himchan, kmu kenapa berubah seperti ini nak kenapa? T.T aaaa aku pertama kali nya lho eon baca ff yg himchan nya dibikin kaya gini,huhuhuu nice eonn hihiiiw

  29. tia widhiarti

    Say aq baru buka wp ini lagi dan waw ada ff baru…himchan jahat bgt dah…bang yongguk ayo tolongin sohee dong…hehhe

    Eh aq cus dulu ya ke part 2 nya ya..

  30. Sulaz

    Omg kim himcan playboy abis

  31. Ike Rizki

    himchan-nya bad boy😀

  32. Yaaa ammpun dsini himchan bad boy banget ,, calon kakak ipar d sosor trus pernah ngehamilin orng lg ,, ckckck bner2 yaaa ,, kasian sohee ,,😥

  33. AKU JUGA MERINDUKAN YANG INI😦

  34. KANGEN MOMENT PIZZA ITU

Trackbacks

  1. Invisible Feeling Part 2 | AstreDiaries

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: