AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Forbidden Love Part 1


Author : Bangster1004

Casts : Bang Yongguk, Jung SoHee (OC), Kim Himchan, Kim Eun Soo (OC)

Length : Chapter

Rating : G

Genre : Soft Romance

“KIM HIMCHAN!!!!!!” Untuk ketiga kalinya Eun Soo mengulang nama yang sama. Namun kali ini ia sedikit meninggikan suaranya beberapa oktaf agar gadis cantik yang ada di depannya tidak memintanya untuk mengulang nama yang sama, lagi. SoHee membuka mulutnya lebar. Seakan tak percaya dengan indera pendengarannya sendiri. Apa ia tidak salah dengar? Apa yang baru saja di dengarnya itu Himchan? Kim Himchan? Aktor papan atas yang harga dirinya lebih tinggi dari menara Eiffel dan sikap dinginnya melebihi kutub selatan itu?

“Yakkkkkkk!!!! Kim Eun Soo-ya!!! Apa yang sudah kau lakukan pada hidupku? Apa kau ingin menyiksaku eoh??!!!” SoHee berteriak frustasi pada sahabat yang juga menjabat sebagai managernya itu.

“Haruskah orang itu yang menjadi lawan mainku? Lagi? Huh! Sulit dipercaya.” Lanjutnya sebal. Eun Soo yang sudah terbiasa mendengar ocahan SoHee hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya itu. Eun Soo mengeluarkan sebuah pena dari dalam tasnya. Ia lalu menekan ujung pena, dan tak lama kemudian terdengarlah sebuah percakapan.

“Yak! Pelajari dulu kontrak kerjanya, jangan asal tanda tangan sebelum kau menyesal.” Terdengar suara Eun Soo mengingatkan.

“Aku sudah membaca skenarionya dan aku suka. Jadi siapapun lawan mainnya itu tidak jadi masalah.” Ujar SoHee tak mau tau.

Klik!

Sekali lagi Eun Soo menekan ujung pena, mematikan benda yang tak lain adalah sebuah alat perekam suara yang merekam pembicaraan mereka beberapa hari yang lalu.

Eun Soo melipat kedua tangannya di atas dada dan menatap SoHee seakan ingin menelan gadis itu hidup-hidup. Dengan bukti yang baru saja mereka dengar, SoHee tidak bisa membantah lagi, apalagi coba-coba menyalahkan Eun Soo, tidak bisa. Karna sebelumnya Eun Soo bahkan sudah mengingatkan SoHee. Jadi, apalagi yang bisa ia lakukan sekarang? SoHee berdecak kesal dan mengalihkan pandangannya dari Eun Soo.

“Ck! Eun Soo-ya! Kau benar-benar menyebalkan. Kenapa kau merekam semua itu? Haruskah kau melakukannya?” Tuntut SoHee tak terima.

“Yah! Aku memang harus melakukannya. Jika tidak, kau pasti akan terus-terusan menyalahkanku.” Eun Soo tersenyum penuh kemenangan melihat SoHee tak bisa berkutik. Eun Soo hafal dan sangat tau dengan baik bagaimana kelakuan SoHee karna mereka sudah berteman baik sejak kecil.

“Sudah terima saja nasib baikmu!” Usul Eun Soo yang membuat SoHee menyemburkan orange float yang baru saja diteguknya.

“Nasib baik katamu? Selama syuting drama waktu itu, aku sudah menahan kesal hingga muncul dua keriput di keningku, dan sekarang aku harus kembali dipasangkan dengan orang itu karna polling reality show itu memilih kami sebagai pasangan terbaik? Astaga!” SoHee menyentuh kepalanya yang mendadak terasa pusing.

“Tapi yang perlu kau ingat, Himchan adalah aktor tampan yang paling di inginkan para aktris untuk menjadi lawan main mereka.” Timpal Eun Soo. Skak mat! SoHee tidak bisa membalas ucapan sahabatnya itu. Karna semua yang Eun Soo katakan memang benar. Kim Himchan adalah aktor tampan yang selalu bisa membuat lawan mainnya bertekuk lutut dengan segala pesona yang ia punya.

Lalu bagaimana dengan SoHee? Mungkinkah nasibnya akan sama seperti artis lain? Tidak mungkin. Ah tidak, mungkin lebih tepatnya tidak bisa. Karna SoHee sudah memiliki pangeran berkuda putih yang siap meminangnya kapanpun SoHee siap. Keturunan kedua pengusaha kaya raya pemilik Bang’s Coorporation, Bang Yongguk.

******

“Cih! Jung SoHee? Gadis itu lagi?” Cibir Himchan tak kalah kesal saat mengetahui SoHee akan kembali menjadi lawan mainnya di reality show terbarunya.

“Dia semakin cantik dan terkenal setelah drama yang kalian bintangi sukses. Banyak artis pria yang menjadikannya sebagai gadis idaman.” Sahut Jung Daehyun, assisten pribadi Himchan sambil melempar sebuah majalah yang terdapat foto SoHee di cover bagian depan. Himchan melihatnya dengan enggan, namun tak lama kemudian tangannya bergerak untuk mengambil majalah yang tergeletak di meja.

“Bagaimana?” Tanya Daehyun. Hening. Tidak ada jawaban.

“Yak! Hyung! Menurutmu bagaimana penampilannya sekarang?” Ulang Daehyun kesal karna Himchan tak menghiraukan ucapannya.

“Tidak ada yang istimewa.” Ujar Himchan santai sambil melempar kembali majalah ke sofa di samping tempat duduknya.

“Baiklah. Kau sendiri yang mengatakannya. Jadi ku harap kau tidak lagi menyusahkanku dengan membuat skandal. Entah itu untuk menaikkan rating atau pamor.” Keluh Daehyun.

“Yak! Apa kau sedang mengancamku?! Kau ku gaji untuk mengatasi hal itu.” Sungut Himchan tak mau kalah. Daenhyun meringis mendengarnya. Tak lama namja itu menyerahkan skenario reality show pada Himchan.

“Ini adalah reality show baru, jadi kau harus membuat image yang bagus. Rumor yang ku dengar, gadis itu sudah memiliki calon tunangan. Meski sampai saat ini tidak ada satu orangpun yang tau siapa namja beruntung itu.” Oceh Daehyun panjang lebar. Namja itu mungkin akan terus bercerita jika saja Himchan tak memelototinya.

“Itu sama sekali bukan urusanku dan tidak ada hubungannya denganku. Jadi kapan syuting akan di mulai?” Himchan menaikkan kaki kirinya ke atas paha kanannya dengan posisi menyilang.

“Lusa.”

******

“Apa? Kau sudah menunggu di luar? Tapi sekarang sedang hujan deras Gukkie-ya.” Ujar SoHee sambil melempar pandangannya ke luar cendela. Mengamati titik-titik air yang turun dari langit senja yang terlihat lebih mendung dari biasanya.

SoHee menghela nafas saat lawan bicaranya mengatakan kalau ia membawa payung di dalam mobilnya dan akan menunggu SoHee keluar dari cafe tempat favoritnya dan Eun Soo menghabiskan waktu. Sayangnya Eun Soo sudah lebih dulu pulang, meninggalkan SoHee sendiri setelah gadis itu mendapat telfon dari seseorang yang entah siapa tidak SoHee ketahui, karna Eun Soo juga enggan untuk menceritakannya.

SoHee mematikan sambungan telfonnya secara sepihak lalu menyambar tas putih miliknya, tidak lupa merapikan poni yang sedikit berantakan. Rambutnya yang panjang bergelombang ia biarkan tergerai begitu saja. SoHee bukan tipe gadis yang menyukai hal semacam itu.

SoHee keluar dari cafe dengan tergesa. Matanya menjelajah tiap sudut halaman mencari keberadaan seseorang yang bersedia menjemputnya di tengah hujan. SoHee baru saja akan mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya ketika seorang pria menepuk bahunya dari samping dan sukses membuat SoHee terlonjak kaget.

“Kenapa kau begitu terkejut?” Ledek Yongguk yang membuat SoHee mendengus kesal.

“Yak! Tuan Bang! Apa kau ingin membuatku jantungan eoh?! Dan apa itu? Aku hampir mati bosan karna menunggumu.” Oceh SoHee yang membuat Yongguk tersenyum simpul.

“Maaf. Di jalan ada kecelakaan, jadi aku harus berputar arah. Hhmm ayo pergi.” Ujar Yongguk sambil membuka payung yang ia bawa dan mulai meraih tangan SoHee. Menuntun gadis itu untuk berjalan menembus hujan, menuju mobilnya yang terparkir di seberang jalan.

“Hujan begini, kau mau mengajakku kemana?” SoHee sedikit mendongakkan kepala, menatap Yongguk yang memang lebih tinggi beberapa centi darinya. Menunggu jawaban dari bibir Yongguk yang tak henti-hentinya tersenyum. Senyuman hangat yang selalu bisa membuat hati SoHee, tenang.

“Ke tempat dimana kau dan aku akan hidup bahagia bersama dengan anak-anak kita.”

******

Himchan baru saja membanting ponselnya ke atas sofa. Ia menghembuskan nafas kasar saat dilihatnya ponsel touch screen itu kembali berkedip dan memunculkan nama yang sama. Himchan memejamkan matanya sejenak sebelum ia meraih ponsel tersebut.

“Jangan hubungi aku lagi. Mulai saat ini kita putus.” Ujarnya singkat lalu melepas baterei ponselnya. Semudah itu. Tanpa perasaan dan rasa bersalah sedikitpun.

Tak lama berselang pintu rumah Himchan terbuka. “Kenapa kau kesini? Tidak bisakah kau tidak menggangguku sehari saja?” Ujar Himchan tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya yang ia pikir adalah Daehyun, assisten pribadinya.

“Kenapa kau tidak mengangkat telfonku? Apa kau begitu sibuk? Bukankah hari ini kau libur?” Sindir seorang yeoja yang sudah berdiri di hadapan Himchan.

“Oh Tuhan, satu lagi.” Gerutu Himchan hampir tak terdengar. “Ada apa?” Tanyanya malas.

“Kenapa akhir-akhir ini kau sulit sekali di temui? Ponselmu juga sering tidak aktif. Aku merindukanmu.” Rengek gadis itu yang membuat Himchan muak.

“Kau tau jadwalku sangat padat dan aku tidak punya waktu untuk berkencan.” Himchan berjalan melewati gadis itu menuju meja makan. Menyambar segelas air mineral dan meneguknya hingga habis.

“Ku dengar kau akan mengikuti reality show dengan mantan lawan mainmu yang menjadikan kalian sebagai best couple itu. Aku tidak suka kau bekerjasama dengan gadis itu.” Ujarnya enteng.

“Kau tidak berhak mengatur hidupku nona Park! Apa jika kau tidak suka, maka aku harus menuruti maumu? Lalu bagaimana jika orang-orang menganggapku tidak profesional? Aku sudah menandatangani kontraknya dan pihak manajemen juga sudah menegurku. Apa kau ingin membuat karirku hancur dalam sekejap eoh? Jadi sekarang cepat pulang.” Usir Himchan.

“Jadi maksudmu kau lebih mementingkan karirmu daripada aku?” Ujar gadis itu memastikan.

“Yah. Kau benar. Karirku lebih penting dari apapun.” Teriak Himchan frustasi.

“Baiklah. Kalau begitu kita putus!!!!!!” Teriak gadis itu tak kalah keras.

“Ide bagus. Aku juga baru saja akan mengatakan hal itu. Sekarang cepat pergi dari rumahku dan tutup pintunya. Aku lelah.” Himchan berjalan menuju kamarnya tanpa menghiraukan teriakan gadis itu.

“HEIIII Kim Himchan!!!!!!!”

******

“Ini indah sekali.” Mata SoHee terbelalak saat Yongguk mengajaknya ke sebuah rumah yang sudah ia sulap menjadi tempat yang begitu indah, sesuai dengan selera SoHee. Yongguk meraih pergelangan tangan gadisnya dan menggenggamnya erat.

“Aku selalu ingin melakukan yang terbaik untukmu. Tapi kau tau aku bukan tipe pria romantis yang bisa membuatmu terpesona. Aku hanya melakukan apa yang ku bisa dan aku harap kau tidak kecewa.” Ujar Yongguk sambil menyandarkan kepalanya di bahu SoHee.

“Dasar bodoh! Ini sudah lebih dari cukup. Lagipula, ini bukan ulang tahunku, bukan juga hari jadi kita, lalu kenapa kau membawaku ke tempat seperti ini hm?” SoHee menatap Yongguk penuh tanda tanya. Tak lama Yongguk merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang membuat SoHee terdiam beberapa saat.

“Jangan hanya dilihat, buka dan pakai saja.” Ujar Yongguk saat melihat SoHee masih terpaku menatap hadiah yang ia berikan.

“Yonggukie. Apalagi ini? Bukankah aku sudah pernah mengatakan sebelumnya jika aku belum siap.” Ucap SoHee lemah. Wajahnya mendadak murung. Tidak seperti kebanyakan gadis yang bahagia saat menerima kalung berlian dari kekasihnya.

“Gadis bodoh. Aku tau kau pasti akan menolaknya. Tapi saat ini, aku sedang tidak melamarmu nona Jung. Kalung ini adalah hadiah untuk reality show pertamamu. Sedang rumah ini, aku ingin menunjukkannya padamu, rumah yang akan kita tempati nanti. Aku harap semuanya berjalan dengan lancar seperti harapanmu. Dan setelah reality show itu berakhir, kita akan mulai membicarakan masa depan kita. Bukankah itu yang kau mau?” Yongguk merapikan poni SoHee yang menutupi wajah cantiknya saat tiba-tiba gadis itu mengecup bibir Yongguk yang membuatnya tersentak. Yongguk tau jika SoHee suka bertindak sesuka hatinya, tapi tetap saja, itu mampu membuat Yongguk membeku.

“Terima kasih.” Ucap SoHee. Yongguk tersenyum lalu mencium kening SoHee cukup lama.

“Aku ingin kau memakaikannya di leherku.” Pinta SoHee seraya menyerahkan kalung tersebut.

“Cantik.” Puji Yongguk setelah melihat kalung pemberiannya tergantung di leher jenjang SoHee.

“Apa kau tau? Yang akan menjadi lawan mainku di reality show nanti?” Tanya SoHee ragu.

“Tidak. Memangnya siapa?” Tanya Yongguk balik.

“Himchan. Kim Himchan!” Balas SoHee lemah, tidak bersemangat.

“Lagi? Hahahaha.. Apa itu namja yang sama yang selalu membuatmu marah?” Komentar Yongguk.

“Kau tertawa? Kau tidak marah?” Tanya SoHee heran.

“Kenapa aku harus marah? Bukankah itu hanya sebuah reality show?” Yongguk menyentuh kedua pundak SoHee, meyakinkan gadis itu bahwa dia baik-baik saja.

“Tapi kami menjadi best couple di drama kami sebelumnya. Apa kau tidak cemburu? Atau setidaknya khawatir?” Lirih SoHee.

“Karna aku percaya pada hatimu. Bukankah itu alasan yang cukup? Jika sebelumnya saja tidak terjadi apa-apa, kali ini juga pasti akan seperti itu, kan? Lagipula reality show ini tidak lama, jadi aku akan menunggumu dengan hati yang sama.” Yongguk menarik SoHee ke dalam pelukannya. Memeluk gadis itu erat.

******

“Kau harusnya tidak membawa barang sebanyak itu nona Jung. Reality show ini tidak membutuhkan waktu yang lama.” Ucap seorang pria yang membuat SoHee mengernyitkan kedua alisnya sebal.

“Kenapa menatapku seperti itu? Terpesona dengan ketampananku?” Tanya Himchan datar. Pria yang ada di depan SoHee ini adalah pria super menyebalkan yang akan merecoki hidup SoHee selama beberapa hari.

“Terpesona? Cih! Dari ujung kepala hingga ujung kaki, tidak ada satu hal-pun yang membuatku terpesona padamu! Jadi jangan terlalu percaya diri Tuan Kim!” Sahut SoHee yang sukses membuat Himchan mematung di tempatnya berdiri.

Benar kata Daehyun, SoHee semakin cantik. Wajar jika beberapa artis lelaki menyebutnya sebagai tipe gadis ideal mereka. Tapi bagi Himchan yang sudah dua kali ini bekerja sama dengan SoHee, gadis itu tetap sama. Gadis menyebalkan yang bahkan tidak mau menyapanya hanya untuk sekedar berbasa-basi.

Bukankah mereka sudah pernah bekerja sama sebelumnya? Lalu bagaimana bisa mereka bekerja sama dan menciptakan sebuah chemistry yang begitu baik hingga penonton memilih mereka untuk menjadi pasangan di dalam sebuah acara reality show jika baru saja bertemu mereka sudah bertengkar seperti itu?

SoHee mengeluh pada Eun Soo saat mereka break istirahat. Eun Soo bahkan tidak bisa mengendalikan tawanya saat mendengar cerita tentang Himchan dari SoHee. “Kalian benar-benar terlihat seperti musuh bebuyutan yang dipaksa untuk menikah. Benar-benar lucu.” Komentar Eun Soo.

“Orang itu selalu membuatku menahan nafas karna tingkahnya yang menyebalkan, tapi terkadang dia juga bisa bersikap….” SoHee menggantung ucapannya, membuat Eun Soo semakin penasaran.

“Apa? Apa? Cepat katakan!” Tuntut Eun Soo ingin tahu lebih banyak.

“Tidak! Sudah lupakan.” Tolak SoHee cepat, membuat Eun Soo semakin curiga.

“Hei wajahmu memerah? Apa kau mulai menyukainya?” Goda Eun Soo yang membuat SoHee menepuk-nepuk pipinya tak percaya.

“Yak! Kau tahu jika aku sudah mempunyai calon tunangan, tapi kenapa kau mengatakan hal mengerikan seperti itu?” SoHee melebarkan kedua matanya, tak terima tuduhan Eun Soo.

“Itu karna kau tidak pernah memberitahuku siapa calon tunanganmu itu!”

“Karna calon tunanganku itu orang yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya. Kau pasti terkejut jika tau siapa calon tunanganku. Lagipula kau juga tidak pernah memberitahuku siapa kekasihmu. Ah sudahlah! Aku ingin syuting ini segera berakhir. Jika tidak, orang itu pasti akan berusaha menindasku lagi.” Tawa Eun Soo meledak mendengar keluhan SoHee. Bagaimana bisa gadis itu mengatakan syuting yang dijalaninya bersama Himchan adalah sebuah perang dimana ia yang menjadi korban yang selalu ditindas?

Tanpa mereka sadari sepasang telinga sedang mencuri dengar pembicaraan mereka. Orang yang sedang SoHee dan Eun Soo bicarakan, Kim Himchan. Wajahnya tampak kecewa saat mendengar SoHee benar-benar memiliki calon tunangan. Entahlah, perasaannya mendadak buruk mendengarnya.

******

Yongguk mengerjapkan matanya beberapa kali. Membiasakan cahaya matahari masuk ke dalam matanya. Ia melirik jam yang menempel di dinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Kebetulan ini hari minggu, karna itu Yongguk masih bersantai di rumah.

Seakan teringat sesuatu, Yongguk segera meraih remote tv dan menyalakannya. Menekan beberapa tombol dan mencari acara yang sudah ditunggunya selama beberapa hari terakhir ini. Acara reality show yang di ikuti kekasihnya, Jung SoHee.

Yongguk tersenyum lega saat mendapati wajah Yoon Jae Seok yang bertugas membawakan program terbaru “Celebrity’s House Raid” tersenyum memberi salam.

“Ini merupakan variety show terbaru dimana kita akan menyergap rumah salah satu selebriti. Dan untuk episode perdana kali ini, kita akan segera melihat siapa yang akan menjadi korban pertama kita.”

“Oke. Apa kalian siap menerima kenyataan apapun yang akan kita lihat nanti???” Jae Seok sudah berdiri di depan pintu rumah seseorang.

“Haruskan aku menekan belnya? Yah, baiklah.. Ku tekan sekarang.”

“Siapa itu?” Suara seorang pria terdengar di intercom.

“Hallo aku Yoon Jae Seok. Kami dari acara “Celebrity’s House Raid””

“Ya Tuhan, aku benar-benar penasaran dengan pemilik rumah yang akan kita datangi kali ini.” Ujar Jae Seok saat tiba-tiba pintu dibuka.

“Ah ternyata aktor Kim Himchan! Selamat! Kau menjadi selebriti pertama yang kami kunjungi di acara CELEBRITY’S HOUSE RAID…! Apa kau senang??” Tanpa perintah Jae Seok memaksa masuk ke dalam rumah Himchan.

“Wuaaah, rumah yang indah, bersih dan nyaman. Kim Himchan, bisa kau sedikit bercerita pada kami tentang rumahmu ini?” Tanya Jae Seok.

“Ah~ ada apa ini? Kenapa begitu banyak kamera? Aku merasa tidak siap dengan kunjungan yang tiba-tiba seperti ini!” Sela Himchan.

“Hahaha tapi itulah yang kami inginkan. Jadi ajak kami untuk melihat rumahmu. Kami tidak akan melakukan apapun, hanya melihat kegiatanmu saat di rumah, dan sedikit interview tentunya.” Pinta Jae Seok dengan sedikit memaksa. Yongguk yang melihatnya-pun ikut tertawa karna kekonyolan yang dibuat Jae Seok.

“Baiklah, karna kalian mengatakan aku adalah yang pertama, aku akan dengan senang hati menemani kalian?” Ujar Himchan.

“Hahaha jadi kami diizinkan untuk menggeledah rumahmu? Ah maksudku melihat-lihat. Lagipula kami sudah berada di sini, jadi apa yang bisa kau lakukan???” Gurau Jae Seok.

“Hmm, baiklah. Kita mulai. Sejak kapan kau tinggal disini?” Tanya Jae Seok.

“Sudah lama. Sejak aku berusia 2 tahun.” Jawab Himchan.

“Selama itu? Tunggu sebentar. Jadi apa maksudmu, ini rumah orang tuamu dan kau masih menumpang pada mereka? Hei apa itu? Bukankah kau aktor terkenal yang memiliki banyak uang? Tapi kenapa kau masih saja merepotkan orang tua?!” Cecar Jae Seok yang membuat penonton dirumah tertawa tanpa henti, tak terkecuali Yongguk.

“Sebenarnya aku sudah menyiapkan rumah sendiri, tapi karena aku memperhitungkan banyak hal, jadi aku memilih untuk tinggal disini dulu.” Jelas Himchan.

“Oh begitu. Selanjutnya kemana kita?”

“Hmm, ikuti aku.” Himchan berjalan mendahului yang lain.

“Apa sedang ada acara pertemuan keluarga?” Tanya Jae Seok dengan tersenyum ramah pada keluarga Himchan yang sedang duduk bersama.

“Aku menyukai pertemuan keluarga seperti ini. Apa kalian juga seperti itu pemirsa?” Jae Seok tersenyum lebar sambil melihat ke arah kamera. “Apa yang biasanya kalian bicarakan Tuan dan Nyonya Kim?” Lanjutnya.

“Kami hanya mengobrol biasa. Apa kau mau bergabung bersama kami?” Tawar ibu Himchan.

“Oh.. tidak-tidak. Aku sedang bekerja sekarang, pada dasarnya aku sedang menyergap kalian dan kalian harusnya terkejut dan berlari histeris karena tak siap menerima kedatanganku. Bukannya malah menawariku untuk ikut mengobrol dan minum teh bersama, hahahaha.” Semua orang tertawa mendengar pernyataan Jae Seok.

“Baiklah. Kalau begitu kami akan terkejut. Wah, hyung! Kenapa kau ada disini? Cepat pulang!” Ujar Himchan dengan menunjukkan ekspresi terkejutnya lalu kemudian mengusir Jae Seok dan itu kembali membuat semua orang tertawa.

“Wah! Kau membuatku takut Himchan-ssi!” Goda Jae Seok.

“Hahaha. Aku hanya bercanda. Hmm, baiklah, seperti yang kalian lihat, ini adalah ruang keluarga dimana tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga. Lebih luas dibanding ruangan yang lainnya. Kau juga bisa melihat taman dari sini, sedangkan di ujung lorong sana ada perpusatakaan kecil, di atas ada beberapa kamar dan di ujung sana ada dapur.” Himchan menjelaskan seluruh ruangan.

“Yah, terlihat sangat nyaman dan hangat. Semua terlihat… Hei! Siapa itu? Sepertinya aku mengenali wajah itu!!!” Seru Jae Seok. Ia kemudian berlari ke arah dapur dimana disana ada seorang gadis yang terlihat sedang sibuk memasak.

“Jung SoHee-ssi! Kau kah itu?” Tanya Jae Seok dengan ekspresi tak percaya.

“Wah, apa aku sedang ketahuan saat ini?” Ujar SoHee malu-malu.

“Jadi rumor yang beredar bahwa kalian sedang berkencan itu benar? Woah ini akan jadi berita besar di tahun 2014.” Ujar Jae Seok penuh semangat. Himchan mendekati SoHee dan merangkul pinggulnya.

“Yah. Kami memang sedang menjalin hubungan serius. Kami mohon agar semua orang yang menyaksikan acara ini merestui kami.” Himchan menunduk meminta restu, di ikuti SoHee. Di tempat lain seorang pria sedang menghembuskan nafas berat. Yongguk, merasa tidak rela.

“Korea, itulah kenapa kalian harus menonton acara ini. Kalian memiliki kesempatan untuk melihat lebih dekat rumah idola kalian beserta rahasianya, hahaha..” Jae Seok dengan semangat berbicara di depan kamera.

“Huh, Hyung! Sekarang aku tau kenapa kau menjadi salah satu MC terkaya di Korea. Lihat caramu membawakan acara ini. Bagaimana kami bisa menolak atau kabur dari sergapanmu?” Himchan menatap sinis ke arah Jae Seok diselingi tawa kecilnya.

“Apa yang sedang kau masak SoHee-ssi? Sepertinya itu lezat. Bolehkah aku mencicipinya?” SoHee menepis tangan Jae Seok sebelum tangan pria itu ‘mencemari’ masakannya.

“Kau tidak boleh mencicipinya. Aku membuat makanan ini khusus untuk Abeoji dan Eommonim. Jadi kau boleh mencicipinya saat mereka mengizinkanmu.” Gurau SoHee yang membuat Jae Seok tampak shock.

“Hahaha aku bercanda Oppa. Ini belum matang, aku takut nanti perutmu sakit. Lebih baik kau berkeliling dulu dengan Himchan, nanti jika semuanya selesai, aku akan memanggil kalian.” Ujar SoHee ramah, membuat suasana kembali hangat.

“Mari ikuti aku.” Himchan meminta Jae Seok untuk mengikutinya. Sebelum itu Jae Seok menghampiri ayah dan ibu Himchan dan mengatakan sesuatu, “Ahjussi, Ahjumma, saya permisi dulu. Nanti setelah syuting selesai, saya akan bergabung bersama kalian. Tolong jangan dihabiskan dulu camilannya, hahahaha.” Jae Seok lagi-lagi membuat seluruh penonton tertawa. Pria itu tersenyum dan membungkuk dan pamit pada orang tua Himchan.

Himchan membawa Jae Seok ke perpustakaan yang berada di sudut rumahnya. Perpustakaan itu memang kecil, tapi bukunya cukup lengkap. “Ini adalah tempat favorit Ayah dan SoHee saat ia sedang kemari. Jika sudah berada di ruangan ini mereka suka lupa waktu, bahkan melupakanku dan itu sangat menyebalkan.” Curhat Himchan.

“Apa kalian dengar pemirsa? Satu hal baru lagi yang kita tau, bahwa SoHee-ssi mempunyai hobi membaca, dan Himchan cemburu pada buku hahaha.” Ujar Jae Seok pada kamera.

Selanjutnya Himchan mengajak Jae Seok dan crew-nya menuju taman disamping rumah, dimana disana terdapat beberapa macam tumbuhan yang di tanam sendiri oleh ibu Himchan. Sedangkan SoHee sudah menunggu kedatangan mereka di sebuah gazebo tak jauh dari kolam ikan dengan beberapa makanan dan minuman sudah tersedia disana.

“Ini adalah tempat favoritku dengan SoHee. Saat berada disini, kami merasa berada di tempat lain. Seperti di sebuah pedesaan yang masih alami. Apalagi di malam hari kita bisa melihat bintang dengan jelas dari sini.” Jelas Himchan yang membuat Jae Seok kagum. Pria itu malah merebahkan tubuhnya, menikmati semilir angin yang berhembus menyentuh kulitnya.

“Jadi, Hyung, apakah kau akan terus disini?” Himchan mengingatkan.

“Yah. yah. karena tempat ini terlalu nyaman, jadi aku ingin tetap berada disini dan aku jadi melupakan tempat lain. Apa kalian juga merasa seperti itu pemirsa?” Jae Seok berbicara pada kamera lalu mulai memakan beberapa makanan yang sudah SoHee siapkan sebelumnya.

“Ah~ ini enak sekali. Apa kau semua yang memasaknya SoHee-ssi? Aku jadi ingin tinggal lebih lama disini. Bolehkah aku menginap? Hahaha.”

“Eh! Lalu kapan kalian akan menikah?” Tanya Jae Seok tiba-tiba yang membuat keduanya saling pandang.

“Aish kenapa kau menanyakan hal seperti itu hyung? Kami belum memikirkannya, tapi aku pikir itu akan secepatnya. Setiap hari aku merindukannya, jadi satu-satunya cara agar aku bisa terus melihatnya adalah dengan menikahinya, bukan?” Himchan menatap SoHee dalam.

“Apa aku orang yang seperti itu? Selalu membuatmu rindu?” SoHee balas menatap Himchan dengan tersenyum.

“Yah. Aku bahkan lebih suka melihat wajahmu daripada melihat wajahku saat di depan cermin.” Himchan mengelus pipi SoHee yang membuat keduanya tersipu malu.

“Dan kalian sama sekali tidak menghiraukan keberadaan kami!” Jae Seok terlihat kesal dengan dua orang yang ada didepannya.

“Baiklah, ceritakan pada kami apa yang biasa kalian lakukan di pagi hari?” Tanya Jae Seok.

“Apakah itu maksudnya sejak bangun tidur?” Tanya Himchan memastikan.

“Yah!”

“Aku menelfon SoHee dan mengatakan ‘aku mencintaimu’” Himchan menarik tangan kanan SoHee dan menciumnya.

“Hei! Itu tidak harus kalian tunjukkan disini!” Sindir Jae Seok.

“Tapi kalian boleh menceritakannya agar hal-hal seperti itu membuat rating acara ini terus naik, hahaha…” Lanjutnya.

“Tapi apa yang baru saja kalian lakukan membuatku ingin cepat pulang!!!” Kesal Jae Seok.

“Baiklah… kupikir, waktunya sudah selesai… Aku sudah ada janji dengan ayah ibumu Himchan-ssi, tehnya akan dingin jika aku tak segera meminumnya.”

“Aku tidak menyesal mengunjungi rumah ini di episode awal. Ini benar-benar menyenangkan. Aku harap, kalian akan terus bahagia…” Jae Seok segera mengakhiri acaranya.

“Saya, Yoon Jae Seok berpamitan. Saksikan epsode kami selanjutnya. Bye.. bye…”

-Tit-

Yongguk mematikan tv-nya. Entah kenapa perasaannya mendadak buruk. Hanya ada sedikit adegan romantis disana. Bahkan adegan yang ada di drama SoHee tahun lalu lebih mesra jika dibandingkan adegan tadi, tapi kenapa hati Yongguk terasa…. Sakit??

Yongguk mengambil ponselnya dan menekan beberapa tombol. Sedetik kemudian terdengar nada sambung dan suara seorang gadis. “Bisakah kita bertemu? Aku merindukanmu.”

******

“Apa kau sedang tidak enak badan hm?” SoHee duduk disamping Yongguk, setelah keluar dari dapur dengan membawa segelas orange float kesukaannya. Yongguk tidak menjawab. Pria itu malah menyadarkan kepalanya di pundak SoHee.

“Kenapa?” Tanyanya lagi.

“Aku merindukanmu.” Yongguk melingkarkan tangannya di pinggang SoHee.

“Tapi aku sudah ada disampingmu.” Lirih SoHee.

“Meski begitu aku tetap merindukanmu dan semakin merindukanmu.” Yongguk tak mau kalah.

“Lalu apa yang harus ku lakukan?” SoHee mengelus pipi Yongguk sayang.

“Mari kita menikah.” Ujar Yongguk tiba-tiba namun serius.

“Gukkie Oppa, kau?”

“Aku melihat reality showmu kemarin. Dan aku berpikir sepertinya akan menyenangkan jika kita segera memiliki keluarga kecil.” Yongguk menatap SoHee intens. Suaranya terdengar parau. SoHee coba menenangkan Yongguk dengan menarik tubuh pria itu ke dalam pelukannya.

”Aku menerima lamaranmu Tuan Bang. Kapan kau akan meresmikannya?” Lirih SoHee ditelinga Yongguk.

“Akhir bulan ini. Apa kau ingat hari apa itu?” Ujar Yongguk singkat, padat, dan jelas.

to be continue

@milanistred

9 Komentar

  1. Naya

    Hahahaha! Sepertinya akan ada cinta segitiga di sini.
    BangSoHee’y romantis Dan manis ßӚπğε̲τ!!
    Di tunggu kelanjutan’y..
    Semangat selalu buat @milanistred

  2. Aiiiissssshhhh main tbc aja T.T bikin penasaraaaaaaaaaannnn :(!!!
    Keren banget thor!!! (y)
    aku suka…🙂 himchannie Oppa mulai suka ke Sohee cieeeeeeeeee cieeeeeeeeee :3
    eh Betty diawal part ini masih bingung mau milih sapa nih :v keep writing thor😀
    BETTY

  3. resti

    Akhirnya mb’ astred post ff lagie,,,,
    Ceritanya bagus di tunggu ff lanjutannya

    (◦ˆ▽ˆ◦)

  4. My baby zelo gk nongol ye 0.0 seru jg nih critax n gw suka bgt cra yongguk biar dia gk khilangan soohee :3 akhirx sohee nrima lmran yongguk ^^ pnsrn sm episod slnjutx

  5. tia widhiarti

    Akhirnya keluar lagi ff baru…wahh apakah akan terjadi cinta segitiga????
    Kayanya himchan pura2 jadi musuh tapi hatinya suka sama sohee..ayoo say semangatt untuk kelanjutannya aq selalu menunggu…seruuu

    • @Naya: jadi beibz, apa kau bersedia menjadi BangHee Shipper😀

      @Betty: aku menunggu postingan di blogmu say, post sesuatu tentang BAP yah😉

      @Resti: terimakasih sudah mampir🙂

      @Dewi: Junhong ada di eps selanjutnya ching😀 tunggu yah…

      @Tia: Karakter Himchan disini jadi aktor terkenal yang kesombongannya melebihi tinggi menara Eiffel😀 makasih say uda mampir *hug*

  6. Naya

    @milanistred: apa pun akan kulakukan untuk BangHee!😀

  7. aaaaaaa astaga astaga astaga……
    merinding bayangin dialognya yongguk!!! emaaak channiee kamu keren ihh😀
    aduh cinta segitiga emang ga ada matinya ya, sialan emang! beruntung banget tuh si sohee =.=
    kak biasanya kan ada cewe ke4 tuh, sempilin aku dong hahaha aku biasanya make namkor Choi Moohyun kekekek *modus*
    sejauh ini aku kepo sama lanjutannya, jadi kalo udah muncul chap 2 segeraa mensyen istri sah himchan ini ya kak :))

  8. Eonni, kapan ff ini ada lanjutannya? Aku lagi nungguin nih~~~

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: