AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

SECRET Part 1


Author: Bangster1004

Cast:
Jung So Hee as Dokter Jung So Hee (OC)
Leeteuk as Detektif Park Jung Soo
Eunhyuk as Assisten Detektif Lee Hyuk Jae
Siwon as Kepala Polisi Choi Siwon
Lee Donghae as Donghae
Kim Yeong Woon as Kangin

Genre: Gore

Length: Two shots

Rating: M, A, NC-21

Happy Reading..

Kilatan cahaya saling bersahutan, di ikuti suara petir menggelegar di penjuru kota Seoul. Rintik air yang turun sejak sore membuat jalanan nampak sepi. Beberapa orang menutup tokonya dan memilih menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga setelah penyiar berita mengabarkan bahwa akan ada badai.

Park Jung Soo berhenti tepat di depan sebuah rumah yang cukup mewah namun terlihat sepi tak berpenghuni. Dari dalam mobilnya, Jung Soo mengawasi salah satu kamar di lantai atas yang masih gelap. Yang menandakan tidak ada seorangpun disana. Jung Soo menghembuskan nafas berat. Dengan perasaan kecewa ia turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah tersebut.

Sepi.

Sunyi.

Gelap.

Dan sendiri.

Adalah kesan pertama ketika Jung Soo menginjakkan kakinya di rumah mewah tersebut. Jung Soo tidak langsung menyalakan saklar lampu, ia lebih memilih menyandarkan tubuh lelahnya di depan pintu.

Tidak ada yang bisa Jung Soo lihat dalam keadaan gelap seperti itu, kecuali saat pantulan kilatan petir masuk melalui celah-celah cendela. Jung Soo mematung, menatap bayangan figura jumbo yang terpajang angkuh di ruang tamu dimana ada gambar dirinya dengan seorang yeoja, dan seorang anak laki-laki yang masih kecil.

Beberapa detik kemudian Jung Soo menekan saklar lampu dan berlari ke anak tangga menuju kamar yang terletak di lantai atas. Dengan ragu ia membuka pintu kamar yang sudah di perhatikannya sejak masih di dalam mobil tadi. Meski Jung Soo tau tidak ada siapapun disana, tapi ia ingin memastikan lagi.

“Apa kau mencariku Oppa?” Seorang yeoja memeluknya dari belakang hingga membuat Jung Soo terkejut. Yeoja itu melepaskan pelukannya dan menarik tangan Jung Soo agar masuk ke dalam kamarnya.

Cklik!

Jung Soo menoleh ke belakang saat mendengar suara pintu menutup dengan sendirinya. Dan saat ia kembali berbalik, Jung Soo tidak menemukan siapapun disana. Gadis yang menarik tangannya tadi hanyalah bayangan. Dan bayangan itu menghilang. Jung Soo membuka mulutnya lebar dan tertawa tanpa suara. Menertawakan dirinya sendiri yang berharap terlalu jauh. Mengharapkan sesuatu yang terdengar biasa bagi orang lain tapi sangat istimewa baginya. Yah Jung Soo hanya ingin melihat So Hee kembali tersenyum.

Jung Soo memutuskan keluar kamar. Saat ia menuruni anak tangga, terdengar suara pintu terbuka dan muncul-lah seorang yeoja berambut panjang dengan jas putih selutut. Yeoja itu basah kuyup karna air hujan. Tubuhnya gemetar dan terlihat sangat ketakutan.

Jung Soo khawatir melihat kondisi So Hee yang seperti itu. Tanpa pikir panjang lagi Jung Soo bergegas turun menghampiri istrinya. “Hee-ah, apa yang terjadi? Kenapa kau hujan-hujan seperti ini?” Jung Soo mengguncang bahu istrinya.

Diam. Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut So Hee. Hanya suara gemercik hujan di luar sana yang terdengar sendu. Jung Soo memeluk yeojanya. Coba memberi ketenangan dan kehangatan.

Perasaan Jung Soo berkecamuk. Antara senang juga khawatir. Meski Jung Soo merasa aneh ketika So Hee tidak meronta saat ia berusaha memeluknya, namun ia juga merasa bahagia. Sayangnya perasaan itu hanya beberapa detik sebelum So Hee tak sadarkan diri di pelukannya.

“Chagi-ah!” Pekik Jung Soo saat menyadari So Hee pingsan. Dengan segera Jung Soo membopong tubuh istrinya ke kamar.

Jung Soo mengganti baju So Hee yang basah dengan pakaian tidur hangat. Mengompres kening So Hee yang demam, tidak lupa Jung Soo juga menyelimutinya. Jung Soo amat sangat menyayangi So Hee. Terlihat dari wajahnya yang begitu khawatir saat yeoja yang ada di hadapannya itu tak kunjung membuka mata.

Drrt.. Drrt..

Jung Soo menatap ponselnya yang bergetar. Kepala Polisi Choi Siwon nama sang penelfon yang tertulis di layar, Jung Soo ragu untuk mengangkatnya. Namun Jung Soo tau watak sang penelfon. Jika panggilan itu tidak segera di angkat, maka orang itu tidak akan berhenti untuk menelfonnya.

“Detektif Park.” Panggil seorang di ujung telfon.

“Ya ini aku.” Jawab Jung Soo.

Wajah namja yang di panggil Detektif Park itu menegang saat mendengar apa yang dikatakan lawan bicaranya di ujung telfon. Jung Soo mengalihkan pandangannya pada So Hee yang masih tertidur lemah di atas ranjang.

“Tapi So Hee sakit, aku tidak bisa memberitahunya tentang hal ini. Aku juga tidak bisa meninggalkannya sendirian.” Pinta Jung Soo memelas, bahkan terdengar seperti memohon jika boleh ditambahkan.

“Tapi ini berhubungan dengan kasus yang saat ini sedang kau tangani. Lagipula ini menyangkut Donghae. Kau tau, dia temanku dan So Hee.” Siwon mengingatkan. Dengan berat hati Jung Soo menyanggupi ucapan polisi muda itu dan mengatakan akan segera datang ke TKP.

Setelah menutup telfon, Jung Soo membuka lemari. Mengganti kemeja kotak-kotak yang di pakainya saat ini dengan kemeja biru tanpa motif. Jung Soo melipat kemeja lengan panjangnya hingga siku sambil mendekati istrinya. “Maafkan aku. Aku harus pergi. Tapi aku janji akan segera kembali begitu semuanya selesai.” Jung Soo mengecup bibir So Hee lalu pergi.

Beberapa menit setelah Jung Soo pergi, yeoja yang terbaring lemah itu terlihat meneteskan air mata meski matanya masih terpejam. So Hee menangis terisak. Perlahan ia membuka mata. Mengambil kompres yang masih ada di atas keningnya dan meletakkan kompres itu di meja samping tempat tidurnya.

So Hee berdiri. Ia memaksakan tubuh lemahnya menuruni anak tangga menuju ruang tamu. So Hee menghentikan langkahnya di depan figura jumbo dimana suaminya berdiri beberapa saat yang lalu.

Dalam figura itu terdapat gambar So Hee memakai jas kebesarannya yang berwarna putih, yang tanpa orang bertanya-pun pasti tau jika ia adalah seorang Dokter. Juga gambar Jung Soo yang memakai kemeja putih dan setelan jas hitam yang semakin memperlihatkan kegagahannya sebagai seorang Detektif. Serta seorang anak laki-laki berusia empat tahun yang tersenyum di gendongan Jung Soo.

Tubuh So Hee meringsut turun. Yeoja itu menekuk kedua lututnya, dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lutut tersebut. Bahunya bergetar hebat.

“Jung Woo-ah, apa yang harus Eomma lakukan?” Isaknya dalam tangis.

*****

“Apa menurutmu ini kasus pembunuhan? Atau murni kecelakaan?” Tanya Siwon di sela-sela kesibukannya memeriksa alat bukti yang ia dan anak buahnya temukan di TKP. Wajah Siwon terlihat kusut, sedih, karna salah satu teman baiknya -Donghae- meninggal. Meski begitu ia harus tetap bersikap professional. Siwon menepuk bahu Jung Soo yang terlihat melamun. Siwon menggelengkan kepalanya saat melihat rekan kerjanya itu juga bekerja dengan tidak fokus.

“Apa kau sakit hyung?” Jung Soo menggelengkan kepala saat Siwon menanyakan perihal keadaannya. Jung Soo melepas sarung tangan lalu melemparnya sembarangan saat salah seorang bawahan Siwon mendekat dan menyerahkan sebuah hard disk rekaman cctv.

“Apa kau yakin hanya ada satu kamera cctv yang terpasang di sekitar TKP?” Tanya Jung Soo pada bawahan Siwon yang langsung mendapat anggukan.

“Baiklah. Aku mengerti. Kau bisa pergi sekarang.” Jung Soo lalu memeriksa rekaman cctv, sedangkan Siwon masih berkutat dengan alat-alat bukti yang ia dapat.

Jantung Jung Soo seakan berhenti berdetak saat melihat wajah seseorang yang sudah sangat di kenalnya terekam kamera cctv sedang berada di sekitar TKP. Dengan segera Jung Soo mematikan monitor dan menyembunyikan hard disk tersebut sebelum Siwon mengetahuinya.

“Ada apa hyung? Apa kau melihat sesuatu yang mencurigakan?” Siwon mendekati Jung Soo yang terlihat gugup dan menunjukkan ekspresi yang tak biasa.

“Siwon-ah, kapan assisten yang kau rekomendasikan padaku beberapa hari yang lalu mulai bekerja?” Jung Soo mengalihkan pembicaraan. Namja itu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Siwon, menunggu jawaban.

“Sekarang dia dalam perjalanan kemari. Memangnya kenapa?” Tanya Siwon balik.

“Bagus. Aku ada keperluan mendadak dan harus segera pergi. Nanti jika semuanya sudah selesai, suruh asisten baru itu mengantarkan hasil autopsi dan berkas yang lain ke rumahku. Oke!” Jung Soo menepuk bahu pria yang lebih tinggi beberapa centi darinya itu. Tanpa menunggu jawaban lagi, Jung Soo pergi meninggalkan Siwon begitu saja.

Jung Soo mengendarai mobilnya menuju Rumah Sakit tempat So Hee bekerja. Dalam perjalanan ia sempat menghubungi So Hee beberapa kali. Meski begitu, tak sekalipun So Hee mengangkat telfon dari suaminya.

Jung Soo membatalkan niatnya untuk turun saat secara tidak sengaja ia melihat So Hee masuk ke dalam sebuah mobil yang terparkir di hadapannya. Dengan keahliannya sebagai Detektif, Jung Soo segera memutar kemudi dan membuntuti mobil yang membawa istrinya itu.

Dengan tetap berkonsetrasi mengikuti mobil yang ada di depannya, Jung Soo coba kembali menghubungi ponsel So Hee. Sayangnya di tengah perjalanan, ia harus menghentikan pengejarannya.

Jung Soo merasakan laju mobilnya tak stabil, karna itu ia memutuskan untuk turun dan memeriksa ban belakangnya. Dan benar, ban belakang mobil yang dikendarainya kempes hingga ia tak bisa lagi mengikuti mobil incarannya.

Dengan jengkel, Jung Soo menendang ban mobil tersebut. Sedetik kemudian ia meringis, merasakan sakit di kakinya. Jung Soo mengeluarkan ponsel dan menghubungi bengkel langganannya. Meninggalkan mobil mewahnya begitu saja dan memilih pulang menggunakan taksi.

So Hee pulang ke rumah dengan selamat. Tentunya dengan mobil yang membawanya pergi dari Rumah Sakit tadi. Saat So Hee akan turun, seseorang menarik tangannya. “Aku harap kita bisa lebih sering bertemu.” Ujar namja yang masih memegang kemudi. So Hee diam, tidak merespon. Ia lebih memilih turun dan masuk ke dalam rumah sebelum ada orang yang melihat mereka.

Sesampainya di dalam rumah, So Hee menyandarkan tubuhnya di balik pintu. Jantungnya berdebar kencang. So Hee benar-benar terlihat ketakutan. Tubuhnya naik turun mengikuti hembusan nafasnya yang menderu.

Tok.. Tok.. Tok..

Terdengar ketukan di balik pintu. So Hee coba menenangkan dirinya.

“Tasmu ketinggalan di mobilku.” Ujar namja yang mengantar So Hee pulang dari balik pintu sambil menenteng tas Baguette berwarna merah maroon. Secepat kilat So Hee menarik tas miliknya lalu kembali menutup pintu.

Tok.. Tok.. Tok..

“Sepertinya kau sendirian di rumah. Apa kau tidak mempersilahkanku masuk?” Namja itu tak kunjung pergi dan tetap berdiri di depan rumah.

“Baiklah jika kau tidak mau membuka pintu. Aku akan pergi. Tapi aku akan kembali nanti.” Ujar namja itu dengan senyum tersungging di bibirnya.

So Hee menghembuskan nafas lega setelah ia mengintip dari bilik cendela dan mendapati namja itu benar-benar pergi meninggalkan rumahnya.

Setengah jam kemudian pintu rumah So Hee kembali di ketuk. Kali ini cukup keras dan berkali-kali. So Hee ragu, namun mendengar suara Jung Soo berteriak dari luar, So Hee bernafas lega. Setidaknya So Hee tidak perlu khawatir jika yang datang adalah namja yang mengantarnya pulang tadi. Dengan lari-lari kecil So Hee membuka pintu.

“Kau dari mana? Kau pulang dengan siapa? Kenapa tidak mengangkat telfonku?” Tanya Jung Soo bertubi-tubi pada istrinya.

“Bukan urusanmu.” Jawab So Hee dingin.

“Yak! Bagaimana itu bukan urusanku? Aku ini suamimu. Apa kau tau aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu tadi?” Jung Soo berteriak frustasi pada istrinya. Namja itu lalu menarik tangannya So Hee. “Aku ingin bicara serius denganmu.” Jung Soo menatap dalam dua manik mata berwarna coklat milik So Hee.

“Permisi. Apa benar ini rumah Detektif Park?” Seorang namja datang mengganggu pembicaraan mereka. Namja itu berdiri di depan pintu yang memang masih terbuka. Namja yang beberapa saat lalu mengantar So Hee pulang kini kembali dan berdiri disana, membuat SoHee ketakutan hingga wajahnya berubah pucat.

Namja itu tersenyum, menunjukkan deretan gigi yang putih dan gusi yang bersih. Namja itu lalu menunjukkan beberapa dokumen yang dibawanya.

“Ya. Aku detektif Park. Apa kau Assisten yang di rekomendasikan Siwon?” Tanya Jung Soo balik, dan namja itu menunduk hormat.

“Tunggu. Apa maksudmu Choi Siwon yang merekomendasikan dia untuk jadi assistenmu?” Tanya So Hee tak percaya. Jung Soo menanggapinya dengan mengangguk.

“Masuklah. Silahkan duduk.” Jung Soo memerintahkan namja itu untuk masuk ke dalam rumahnya. So Hee yang tadinya acuh pada suaminya kini berubah sikap. Ia menggandeng lengan Jung Soo dan duduk di sampingnya.

“Siapa namamu?” Tanya Jung Soo pada assisten barunya.

“Lee Hyuk Jae.” Namja itu berdiri lalu menunduk hormat, memperkenalkan dirinya secara formal.

“Lee Hyuk Jae.” Jung Soo mengulang ucapan namja yang duduk di hadapannya dengan mengangguk-angguk mengerti. Ia lalu membuka dokumen yang di bawa Hyuk Jae.

“Chagi-ah, tolong buatkan kami minuman.” Pinta Jung Soo pada So Hee.

“Istri anda cantik pak.” Puji Hyuk Jae saat So Hee melewatinya. So Hee yang mendengar hal itu hanya bisa menggenggam tangannya kesal.

“Yah, tentu. Istriku tidak hanya cantik. Dia juga baik dan hebat. Aku sangat mencintainya.” Jung Soo tersenyum membanggakan So Hee.

*****

So Hee menuang cairan dari botol yang terbuat dari Kristal Swarovski dan berlian. Cairan beralkohol yang biasa di sebut Vodka itu akan tersaring oleh berlian-berlian itu saat di tuangkan. Untuk yang ke sekian kalinya, So Hee menenggak segelas Vodka dengan sekali teguk.

So Hee frustasi mengingat Lee Hyuk Jae. Mantan kekasih yang dulu meninggalkannya pergi.

Lee Hyuk Jae, namja yang kini kembali hadir dalam kehidupan So Hee.

Lee Hyuk Jae, namja yang sangat So Hee cintai, dulu. Sebelum akhirnya ia di jodohkan dan menikah dengan Jung Soo.

Meski pada awalnya So Hee tidak setuju, dan menolak pertunangan itu. Tapi pada akhirnya ia mendapat kebahagiaan yang teramat sangat saat bersama Jung Soo. Setidaknya itu yang So Hee rasakan sebelum kejadiaan naas terjadi sebulan yang lalu.

Kejadiaan yang membuat senyum So Hee menghilang.

Kejadiaan yang membuat rasa cinta So Hee pada Jung Soo berubah menjadi benci. Perasaan So Hee semakin kacau mengingat itu semua.

So Hee mengerjapkan matanya beberapa kali saat samar-samar ia melihat sosok Lee Hyuk Jae duduk di sampingnya.

“Hentikan. Kau sudah terlalu banyak minum.” Hyuk Jae tersenyum lalu menjauhkan botol Vodka dari jangkauan So Hee. Senyum Hyuk Jae semakin mengembang saat ia melihat ponsel So Hee berdering. Tanpa sungkan dan ragu namja itu mengangkatnya.

“Chagi-ah, neo eodiga?” Tanya Jung Soo di ujung telfon.

“Apa kau menghawatirkan istrimu? Sepertinya dia sedang mabuk berat. Tapi tenang saja, aku akan menjaganya dengan baik dan akan mengantarnya pulang dengan selamat.” Ujar Hyuk Jae. Tanpa memperdulikan Jung Soo yang berteriak panik di ujung telfon. Hyuk lalu Jae melepas batrai ponsel So Hee dan sapu tangan yang ia gunakan untuk menyamarkan suaranya tadi.

Beberapa menit kemudian, So Hee sudah berada di dalam mobil Hyuk Jae. “Kau sudah banyak berubah. Kenapa kau menghindariku? Kenapa kau begitu takut padaku? Aku mencintaimu, tidak mungkin aku melukaimu.” Gumamnya sambil mengecup kening So Hee, sedang tangannya menggenggam erat tangan So Hee.

Jung Soo harap-harap cemas menunggu kedatangan So Hee. Beberapa kali ia keluar masuk rumah sesekali memeriksa ponselnya. Sedangkan Hyuk Jae kini berada di pertigaan jalan dekat rumah So Hee. Hyuk Jae menghentikan sebuah taksi kemudian memindahkan So Hee yang tak sadarkan diri dari mobilnya ke dalam taksi.

“Antar wanita ini ke rumah laki-laki yang berdiri disana.” Perintah Hyuk Jae pada supir taksi dengan memberinya banyak uang.

Melihat taksi mendekat, Jung Soo segera menghampirinya. Dan benar, supir itu turun, meminta Jung Soo untuk membantunya. Jung Soo menggendong tubuh So Hee di balik punggungnya, sedangkan Hyuk Jae mengawasi mereka dari kejauhan dan tersenyum sinis.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau selalu membuatku khawatir? Dan siapa namja yang bersamamu tadi? Huh!! Kau benar-benar membuatku gila. Apa kau ingin menghukumku?” Oceh Jung Soo panjang lebar.

“Dan lagi, apa ini? Kenapa kau semakin ringan? Kenapa aku tidak merasakan dua tonjolan yang selalu kau banggakan dulu di punggungku? Berat tubuhmu menyusut terlalu banyak. Aku lebih menyukai tubuhmu yang berisi seperti saat kau hamil dulu.” Lanjutnya saat menggendong So Hee ke kamarnya.

Jung Soo melepas sepatu So Hee, juga satu persatu bajunya. Jung Soo diam sesaat, pikirannya mulai kacau saat melihat tubuh So Hee hanya memakai pakaian dalam. Namun sebisa mungkin Jung Soo mengenyahkan semua pikiran itu.

“Yak! Dengarkan aku. Apa yang akan terjadi jika pasienmu mengetahui hal ini? Jika ingin minum, harusnya kau mengajakku. Jangan pernah minum sendiri dan membuatku khawatir. Sekarang cepat buka mulutmu dan minum ini.” Jung Soo menyandarkan So Hee di headbed ranjangnya dan memerintahkan So Hee meminum obat penghilang mual dan sakit kepala akibat terlalu banyak minum alkohol. Dengan setengah sadar, So Hee mengikuti perintah Jung Soo.

“Tidur yang nyenyak.” Jung Soo mengecup kening So Hee dan menyelimutinya.

Sudah hampir sebulan ini So Hee tidur terpisah dengan Jung Soo. Yeoja itu tidak mau lagi tidur sekamar dengan suaminya sejak insiden naas yang merenggut nyawa Park Jung Woo. Insiden yang membuat putra satu-satu mereka meninggal.

Namun berbeda dengan malam ini, ketika Jung Soo akan pergi menuju kamarnya yang berada di lantai bawah, So Hee menghalanginya. “Bisakah kau tetap di sampingku?”

Tanpa menunggu perintah lagi, Jung Soo merebahkan tubuhnya di samping So Hee dan memeluk istri yang sangat di cintai itu dengan penuh kerinduan.

“Katakan padaku, kau tidak ada hubungannya dengan kematian Donghae kan? Katakan padaku kau hanya berada di tempat dan waktu yang salah. Aku melihatmu disana. Kau terekam kamera cctv. Jadi jelaskan padaku apa alibimu agar aku bisa melindungimu.” Jung Soo memeluk So Hee erat. Namja itu benar-benar takut kehilangan istrinya. Sedangkan So Hee lebih memilih diam dan menangis sesenggukan dalam pelukan suaminya.

Jung Soo menarik dagu So Hee mendekat ke arahnya. Sedetik kemudian bibir mereka sudah bertautan, dan saling hisap. Entah karna terlalu mabuk atau terbawa suasana, So Hee membalas ciuman Jung Soo. Ciuman itu semakin panas dan menggairahkan. Ciuman penuh emosi, yang selama ini tertahan karna keegoisan.

Ciuman Jung Soo turun ke leher jenjang So Hee. Menyapu tiap sudut leher So Hee dengan kecupan dan jilatan. So Hee mendesah geli, membuat Jung Soo semakin bersemangat menggauli istrinya.

Dengan sekali tarik, dua bongkahan kenyal yang tadinya bersembunyi di balik satu-satunya penutup yang tersisa di tubuh So Hee, kini bergelantungan dengan indah. Jung Soo melahap keduanya secara bergantian, sesekali menenggelamkan wajahnya di antara dua bukit kenyal itu.

So Hee tak mau kalah, ia membuka semua baju yang masih melekat di tubuh Jung Soo hingga tak tersisa. So Hee mencium perut six pack yang di miliki Jung Soo. Ciumannnya semakin turun hingga menyentuh benda kenyal panjang yang terlihat membengkak. So Hee memasukkan benda itu ke dalam mulutnya. So Hee menjilatinya seperti permen dan memainkannya di dalam mulut. Membuat sang empunya memejamkan mata, merasakan nikmat yang teramat sangat, yang menjalar ke sekujur tubuh.

Merasa tidak tahan lagi, Jung Soo menarik tubuh So Hee agar naik ke atas tubuhnya. Sedetik kemudian So Hee menggerakkan tubuhnya naik turun dan sesekali memutar, hingga menimbulkan sensasi luar biasa bagi keduanya.

So Hee melengkuh, tubuhnya terasa bergetar, vaginanya berdenyut-denyut, bersamaan dengan itu cairan hangat membasahi torpedo Jung Soo.

Jung Soo bangkit, ia tersenyum saat melihat wajah cantik So Hee penuh peluh. Dengan sayang Jung Soo mengusap kening So Hee lalu merebahkan tubuh wanitanya. Kini Jung Soo yang memegang kendali.

Jung Soo mencium lembut bibir So Hee untuk membangkitkan kembali birahi istrinya. Sedangkan tangannya meremas dada So Hee bergantian.

So Hee kembali mendesah. Ia mengalungkan kedua tangannya ke leher Jung Soo. Namja itu menggerakkan tubuhnya maju mundur, sesekali menghentakkan tubuhnya. Menyodok liang kewanitaan So Hee hingga menyentuh selaput rahim. Jung Soo semakin mempercepat gerakannya saat ia merasakan batang kemaluannya semakin membengkak dan terasa berdenyut.

“Aaakkhh!!!” Jung Soo melengkuh bersama dengan keluarya cairan kental dan hangat yang menyiram rahim So Hee. Nafas keduanya terengah-engah.

“Saranghae. Saranghae.” Jung Soo berulangkali membisikkan kata itu di telinga So Hee. Berbeda dengan Jung Soo, So Hee malah mengucapkan kata “Mianhae.” Berkali-kali.

*****

“Detektif Park, dimana hard disk yang kau bawa beberapa hari yang lalu?” Tanya Siwon pada Jung Soo dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Maaf, aku lupa meletakkannya. Akan segera ku cari” Bohong Jung Soo.

“Apa kau pikir aku bodoh? Apa kau pikir bawahanku belum meng-copy itu sebelumnya? Apa dengan mengatakan hal itu kau bisa mengubah pikiranku agar tidak memanggil istrimu untuk ku periksa? Apa kau pikir aku tidak tau apa yang sedang kau sembunyikan eoh?” Teriak Siwon. Namja itu kecewa dengan sikap Jung Soo yang di anggapnya tidak bisa bersikap professional karna coba menyembunyikan barang bukti.

“Siwon-ah!!” Bentak Jung Soo tak kalah keras.

“Panggil aku Kepala Polisi Choi. Kita sedang berada di kantor. Jika So Hee tidak melakukan kesalahan, kau tidak perlu takut dan tidak perlu sibuk melindunginya. Aku, Hyuk Jae, Donghae, juga So Hee, kami semua berteman cukup lama dan aku cukup tau bagaimana sifat mereka. Aku juga berharap So Hee tidak terlibat dalam kasus ini. Sekarang So Hee sedang dalam perjalanan kemari, bawahanku menjemputnya sebagai saksi.” Ujar Siwon kemudian beranjak pergi meninggalkan Jung Soo yang terduduk lemas.

“Yang di katakan Kepala Polisi Choi benar pak. Kami semua berteman baik sejak SMA.” Hyuk Jae yang sudah bekerja menjadi assisten Jung Soo membantunya berdiri.

“Apa anda baik-baik saja?” Tanya Hyuk Jae memastikan. Jung Soo mengangguk, ia masih shock.

“Tenanglah pak. Istri anda tidak akan di tahan. Bukan dia pembunuhnya.” Ujar Hyuk Jae menenangkan, tapi ucapannya itu malah membuat Jung Soo menatapnya curiga.

“Apa maksudmu? Apa ada saksi lain? Apa kau menemukan bukti baru?” Tanya Jung Soo penuh selidik.

Seakan baru menyadari ucapannya, Hyuk Jae mengangguk. Namja itu lalu mengajak Jung Soo ke TKP dimana mayat Donghae di temukan.

“Disini. Anda bisa melihat ada bercak berwarna kuning kehitaman yang cukup licin, aku pikir ini adalah oli. Sedangkan malam itu hujan sangat deras. Kemungkinan pada saat itu korban sedang berdiri di balkon. Saat lampu padam, ia terkejut dan tidak sengaja terpeleset hingga terjatuh. Dalam laporan autopsi tidak di temukan tanda-tanda penganiayaan. Jadi karna itu saya bisa memastikan istri anda bukanlah pembunuhnya. Ini murni kecelakaan.” Jelas Hyuk Jae panjang lebar.

Ditempat lain, So Hee sedang di introgasi oleh beberapa polisi. Mereka mengajukan banyak pertanyaan dan meminta So Hee menjawabnya dengan cepat.

“Apa hubungan anda dengan korban?”

“Mengapa anda datang ke apartemen korban?”

“Pukul berapa anda pulang dari apartemen korban?”

“Resep apa yang anda tinggalkan untuknya?”

Serta beberapa pertanyaan lain yang membuat So Hee gugup, takut, juga gelisah. Sementara Jung Soo menunggu di luar dengan khawatir. Sudah empat jam So Hee di periksa di dalam.

Siwon keluar lebih dahulu di ikuti beberapa bawahannya. Jung Soo segera mendekati Siwon dan menjelaskan bukti baru yang ditemukannya. “Donghae terjatuh dari lantai 7 apartemennya dan itu murni kecelakaan. Siwon-ah dengarkan aku. Kamera cctv merekam So Hee datang kesana pukul 08.10 PM. Tapi kamera tidak merekam kapan istriku keluar dari sana di sebabkan listrik di apartemen itu padam karna hujan badai yang terjadi malam itu. Pukul 08.40 PM istriku sudah berada di rumah. Sedangkan satpam menemukan korban terjatuh dan meninggal di tempat pukul 09.44 PM. Dia juga mengatakan tidak ada tamu ataupun orang mencurigakan setelah pukul 09.00 PM. Lihat foto ini, Hyuk Jae menemukan adanya tumpahan oli di lantai balkon, mungkin itu yang menjadi penyebab korban terjatuh.” Jung Soo terus berusaha membela So Hee dengan menunjukkan bukti-bukti yang baru di dapatnya. Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya sebelum pergi meninggalkan Jung Soo dan Hyuk Jae. Kedua orang tersebut segera mendatangi So Hee yang baru saja keluar dari ruang introgasi. Yeoja itu menunduk, tidak berani menatap kedua namja yang terlihat cemas dengan keadaannya.

“Jangan kemana-mana, aku akan mengambil tasku, kita pulang bersama.” Perintah Jung Soo pada istrinya. Namja itu kemudian berlari ke meja kerjanya.

“Sudah ku katakan. Aku akan selalu melindungimu dengan caraku.” Lirih Hyuk Jae dengan senyum di wajahnya. Dan itu semakin membuat So Hee ketakutan.

“Jika boleh jujur, sebenarnya memang kau-lah pembunuh Donghae. Bukankah sebelumnya aku sudah mengingatkanmu dan memberimu pilihan? Apa kau pikir aku main-main dengan ucapanku? Aku akan melakukan apapun demi bisa membuatmu kembali ke sisiku. Meski jika aku harus membunuh temanku sendiri.” Ujar Hyuk Jae, namja itu membuat So Hee merasa bersalah karna kematian Donghae.

So Hee coba menahan air matanya agar tidak jatuh. Ia harus terlihat kuat sekarang. Beruntung Jung Soo segera datang menyelamatkannya dari tekanan Hyuk Jae. Jung Soo memang selalu bisa menenangkan So Hee dan membuatnya nyaman.

*****

Sepulang dari Rumah Sakit tempatnya bekerja, So Hee pergi ke butik langganannya. So Hee ingin berdamai dengan suaminya, Jung Soo. Ah tidak, mungkin lebih tepatnya berdamai dengan hatinya sendiri. So Hee ingin mempercayai apa yang hatinya yakini. Bahwa sebenarnya bukan Jung Soo penyebab Jung Woo meninggal.

So Hee memilih setelan jas dan kemeja untuk suaminya. Seutas senyum tersungging di bibir mungil So Hee saat ia melihat kemeja berwarna putih tulang yang menjadi warna kesukaan Jung Soo kini berada di tangannya. So Hee membayangkan prianya sedang berdiri di hadapannya mengenakan kemeja yang sudah ia pilihkan.

“Dia pasti terlihat sangat gagah.” Gumam So Hee pada dirinya sendiri sambil tersenyum dan memeluk kemeja tersebut.

“Terimakasih karna kau sudah mau membelikannya untukku.” Seorang namja mengambil kemeja yang sedang di pegang So Hee dan membawanya ke kamar ganti untuk di pakainya, Hyuk Jae. Yah entah darimana datangnya namja itu, tiba-tiba saja ia muncul dan berada di belakang So Hee.

“Apa yang kau lakukan? Itu bukan untukmu.” Tuntut So Hee meminta Hyuk Jae mengembalikan kemeja yang akan ia berikan untuk Jung Soo.

“Lalu, jika bukan aku untuk siapa?” Tanya Hyuk Jae dengan senyum khasnya.

“Jangan katakan ini untuk namja itu.” Lanjutnya. Matanya menatap So Hee tajam. Raut wajahnya berubah serius dan menyeramkan hingga membuat So Hee menunduk ketakutan. Sedetik kemudian Hyuk Jae tersenyum kembali. Ia merangkul bahu So Hee dan membawa yeoja itu pergi.

“Bungkus ini untukku.” Hyuk Jae menyerahkan kemeja pilihan So Hee serta kartu kreditnya kepada kasir.

“Kau mau kita makan malam dimana?” Tanya Hyuk Jae ketika mereka sudah ada di dalam mobil.

“Aku tidak lapar. Aku ingin pulang.” Jawab So Hee ragu. Mendengar hal itu Hyuk Jae menghentikan mobilnya secara mendadak dan menatap So Hee tajam.

“Terserah kau saja. Aku suka makan apapun.” So Hee buru-buru meralat ucapannya. Wajahnya takut dan gelisah. Hyuk Jae tersenyum dan membelai rambut So Hee.

“Harusnya kau mengatakannya dari awal. Kenapa kau selalu membuatku mengulang pertanyaan?” Ujarnya sambil memutar kemudi dan kembali menginjak pedal gas.

“Matikan.” Perintah Hyuk Jae saat terdengar ponsel So Hee berdering. Apalagi tertera dengan jelas nama Jung Soo disana.

“Apa? Ini telfon dari suami-”

“Aku bilang matikan!! Aku tidak suka ada yang mengganggu kita saat kita sedang bersama, tidak siapapun!!” Bentak Hyuk Jae keras hingga membuat So Hee benar-benar ketakutan dengan sikap Hyuk Jae. Namja itu meminta secara paksa ponsel So Hee, mengeluarkan batreinya dan membuangnya begitu saja di kursi belakang. So Hee memainkan kedua ibu jarinya secara bergantian untuk menghilangkan rasa takut, dan Hyuk Jae menyadari hal itu.

“Maaf. Aku tidak bermaksud membentakmu.” Hyuk Jae menarik tangan So Hee dan mencium punggung tangannya. Air mata So Hee menetes begitu saja, ia tidak tau dan bingung dengan apa yang harus di lakukannya saat ini.

Hyuk Jae membukakan pintu mobil untuk So Hee. Namja itu membawa So Hee ke rumahnya. Tidak ada pilihan lain bagi So Hee kecuali menuruti apapun perintah namja itu. Karna beberapa menit yang lalu, Hyuk Jae mengatakan kata-kata yang bisa membuat jantung So Hee berhenti berdetak. Kata-kata yang lebih terdengar seperti sebuah ancaman.

“Jika kau tidak menurutiku atau mendengar kata-kataku, bisa ku pastikan nasib Jung Soo akan sama seperti Donghae.” Dan ucapan Hyuk Jae itu mampu membuat So Hee takhluk padanya.

Apa yang Hyuk Jae lakukan saat ini mengingatkan So Hee pada malam mencekam sesaat sebelum mayat Donghae ditemukan meninggal.

*FLASHBACK*
“Hee-ah, bisakah kau mampir ke apartemenku seusai kerja? Aku sedang tidak enak badan.” Pinta Donghae pada So Hee dalam sambungan telfon. Beberapa menit kemudian So Hee datang ke apartemen Donghae.

So Hee adalah teman Donghae dan Siwon. Bersama dengan Hyuk Jae, mereka adalah teman baik semasa sekolah. Hingga takdir menentukan jalan mereka masing-masing. Siwon, Hyuk Jae, So Hee semua bisa mencapai cita-cita yang mereka inginkan, kecuali Donghae. Karna keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, Donghae tidak bisa melanjutkan kuliah.

Malam itu, So Hee tidak sadar jika ada seseorang yang mengikutinya ke apartemen Donghae. Yah, itu adalah Hyuk Jae yang baru saja kembali dari Amerika. Namja itu sudah merencanakan semua dengan baik. Dengan koneksi seorang teman yang menjadi Kepala Polisi -Choi Siwon- tidak sulit bagi Hyuk Jae untuk menjadi assisten Jung Soo, namja yang tak lain menjadi suami dari gadis yang masih sangat di cintainya, So Hee.

Sejujurnya, padamnya listrik malam itu juga suatu kesengajaan yang sudah di rencanakan Hyuk Jae. Sebelum ia masuk ke dalam apartemen Donghae, ia lebih dulu mematikan saklar listrik. Karna saat itu sedang hujan badai, satpam mengira semua tempat juga mengalami pemadaman listrik.

Diam-diam Hyuk Jae masuk ke dalam apartemen Donghae. Dan secara tidak sengaja ia mendengar pembicaran So Hee dan Donghae.

“Bisakah kau berhenti bekerja seperti ini? Jalani kehidupan yang baik dan mulai semua dari awal.” Ujar So Hee menasehati Donghae yang bekerja sebagai kurir obat-obatan terlarang.

“Cih, mana ada yang mau menerima karyawan lulusan SMA sepertiku? Apa kau mau menghidupiku? Kalian beruntung karna memiliki keluarga yang kaya, sedangkan aku? Hanya ini yang bisa ku lakukan.” Donghae menghembuskan nafas frustasi.

“Pulanglah. Listrik padam dan di luar hujan kebat, aku tidak ingin orang lain salah faham dengan hubungan kita. Tidak masalah denganku, tapi kau seorang dokter yang harus menjaga nama baikmu. Lagipula, suamimu pasti mengkhawatirkanmu.” Ganti Donghae yang mengingatkan So Hee setelah gadis itu memeriksa tubuhnya yang demam.

“Tidak. Aku malah berfikir untuk bercerai darinya. Atau… Apa kau mau membunuhnya untukku?” Ujar So Hee yang dianggap serius oleh Donghae hingga namja itu meniggikan suaranya beberapa oktaf untuk menghentikan gurauan So Hee.

“Kenapa? Dia yang membunuh Jung Woo! Dia yang membuat putraku meninggal.” Ucap So Hee setengah berteriak. So Hee tidak terima jika Donghae lebih membela Jung Soo.

“Sudahlah. Tidak ada gunanya berdebat denganmu. Istirahatlah, resepnya ku letakkan di atas meja. Aku pulang.” Pamit So Hee sambil melangkah pelan karna ruangan yang cukup gelap. Lilin kecil yang terletak di atas meja tak sanggup menerangi sudut apartemen.

So Hee berteriak kaget ketika ia menabrak seseorang yang sudah berdiri disana sejak beberapa menit yang lalu. Yah, namja itu adalah Hyuk Jae. So Hee berjalan mundur, mendekat ke arah Donghae dan bersembunyi di balik tubuh namja itu.

“Siapa kau? Bagaimana kau bisa masuk kemari?” Tanya Donghae pada namja aneh yang berdiri di hadapannya.

“Apa seperti ini cara menyambut teman lama?” Ujar Hyuk Jae.

DEG!!

So Hee dan Donghae saling tatap. Mereka mengenali pemilik suara itu. Mereka juga merasa terkejut atas kehadiran Hyuk Jae yang tiba-tiba.

“Kenapa kalian diam? Apa kalian tidak ingin memelukku?” Hyuk Jae merentangkan tangannya mendekati So Hee dan Donghae. Seperti melihat seorang hantu, So Hee yang ketakutan semakin menguatkan cengkramannya pada baju Donghae.

“Kau bilang suamimu membunuh putramu, dan kau ingin membunuh suamimu. Apa itu benar?” Tanya Hyuk Jae, tentu saja pertanyaan itu ia tujukan untuk So Hee.

“Tidak. Aku tadi hanya bercanda dengan Donghae. Kau tidak perlu menganggap serius semua itu.” Jawab So Hee gugup. Tidak ingin berlama-lama berada disana, So Hee kembali pamit pada kedua orang itu. Namun baru beberapa langkah So Hee berjalan, Hyuk Jae menarik tangan So Hee dan memeluknya.

“Apa kau menghindariku? Aku masih merindukanmu, jangan pergi secepat itu.” Pinta Hyuk Jae.

“Hyukie-ya! Suaminya pasti sudah menunggu dirumah. Lepaskan dia.” Ujar Donghae yang membuat senyum Hyuk Jae menghilang.

“Suami istri hanyalah sebuah status. Tapi sebenarnya wanita ini milikku.” Suara Hyuk Jae terdengar marah.

“Tapi kau yang meninggalkannya. Kau pergi meninggalkannya. Apa kau pikir semua masih sama? Tidak. Banyak hal yang sudah berubah sejak kau pergi. So Hee sudah memiliki kehidupan sendiri sekarang. Jadi lepaskan dia.” Donghae memberi penekanan disetiap kata yang di ucapkannya.

“Oke, baiklah. Sepertinya kau juga salah satunya (orang yang berubah).” Geram Hyuk Jae. Namja itu lalu membisikkan sesuatu yang membuat bulu kuduk So Hee berdiri.

“Jika kau pergi, Donghae akan mati. Nasibnya ada ditanganmu. Pikirkan dan segera putuskan.” Ucapnya sambil melepas genggaman tangannya pada So Hee. Hyuk Jae tersenyum licik lalu menghampiri Donghae dan merangkul pundak teman yang lama tak ditemui itu.

“Hee-ah, pulanglah sebelum hujan semakin deras.” Perintah Donghae. So Hee bimbang. Ia benar-benar memikirkan ancaman Hyuk Jae. Namja itu sudah banyak berubah sekarang, tidak seperti Hyuk Jae yang So Hee cintai dulu.

“Yakk!! Dokter Jung, tugasmu sudah selesai dan kau bisa pergi sekarang.” Usir Donghae saat melihat So Hee tak bergerak dari tempatnya berdiri. So Hee menangis. Air matanya jatuh. Ia benar-benar ketakutan. So Hee sekali lagi berbalik, menatap Donghae yang tersenyum tulus ke arahnya dan Hyuk Jae yang tersenyum menakutkan.

Dengan langkah gontai dan tubuh yang gemetar So Hee berjalan keluar gedung apartemen Donghae. Menerobos hujan dan petir yang turun secara bersamaan.
*FLASHBACK END*

“Apa yang kau pikirkan?” Hyuk Jae menyadarkan So Hee yang tengah duduk melamun di ruang tamunya. Hyuk Jae menyuguhkan teh hangat untuk So Hee dan meminta yeoja itu segera meminumnya selagi hangat.

“Tubuhmu semakin kurus. Tapi masih terlihat seksi di hadapanku.” Bisik Hyuk Jae di telinga So Hee.

Mendadak So Hee merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya setelah meminum teh buatan Hyuk Jae. So Hee lalu menatap Hyuk Jae yang ada di sampingnya. “Apa yang kau masukkan di minumanku?” Tanyanya.

“Kenapa? Apa terjadi perubahan di tubuhmu? Apa kau merasakan sesuatu? Wah obat itu benar-benar bereaksi dengan cepat.” Ucap Hyuk Jae setengah tertawa. Namja itu memasukkan obat perangsang ke dalam teh yang ia suguhkan untuk So Hee, karna itu So Hee mulai merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya.

“Apa kau gila? Apa yang akan kau lakukan? Kenapa kau seperti ini?” Teriak So Hee frustasi. Hyuk Jae yang tadinya tiduran di pangkuan So Hee duduk dan menutup mulut So Hee dengan jari telunjuknya.

“Hssttt… Malam ini kita nikmati berdua.” Bisiknya di telinga So Hee.

So Hee meronta saat Hyuk Jae mengangkat tubuhnya ke kamar. Hyuk Jae membanting tubuh So Hee di atas kasur lalu menindihnya. Hyuk Jae melumat bibir So Hee dengan ganasnya, seolah tidak memberi yeoja itu kesempatan untuk bernafas.

So Hee menangis saat dengan kasar Hyuk Jae merobek baju yang dikenakannya. Namja itu sama sekali tidak mau menghentikan perlakuan kasarnya meski So Hee berteriak, menangis dan memukuli dadanya.

Disaat bersamaan Jung Soo menelfon Hyuk Jae. Dengan senyum liciknya Hyuk Jae menunjukkan ponselnya pada So Hee. “Berteriaklah jika kau ingin orang ini mendengar suaramu.” Hyuk Jae lalu mengeraskan volume suara ponselnya agar So Hee juga bisa mendengar suara Jung Soo.

Pasrah, adalah satu-satunya hal yang bisa So Hee lakukan saat ini. Dengan penuh kemunafikan Hyuk Jae menjawab panggilan Jung Soo. “Ya pak, apa ada yang bisa saya bantu?”

Sambil tetap menerima telfon dari Jung Soo, Hyuk Jae melepas celananya dan menyodorkan batang kemaluannya pada So Hee, memberikan kode pada yeoja itu untuk mengulumnya.

“Istriku menghilang. Ku dengar dari Siwon kalian berteman sejak sekolah, bisakah kau mengabariku jika bertemu dengannya.” Pinta Jung Soo tulus. So Hee yang mendengar Jung Soo begitu khawatir akan keadaannya hanya bisa menangis.

“Siap pakk.. Ahh..” Jawab Hyuk Jae sambil sesekali mendesah saat batang kemaluannya keluar masuk di bibir mungil So Hee.

“Hei. Apa aku mengganggu waktumu? Apa kau sedang??” Tanya Jung Soo menggantung saat mendengar Hyuk Jae beberapa kali mendesah menahan nikmat yang menjalar ke sekujur tubuhnya.

“Yakhh….” Jawab Hyuk Jae dengan tersenyum. Ia lalu mencabut batang kemaluannya dari mulut So Hee. Hyuk Jae membaringkan tubuhnya di ranjang, jari telunjuknya bergerak maju mundur seolah meminta So Hee untuk naik ke atas tubuhnya.

So Hee yang sudah dalam keadaan setengah telanjang dan hanya menyisahkan pakaian dalamnya saja menuruti keinginan Hyuk Jae.

“Pak, malam ini aku sangat bahagia. Aku akan menghabiskan malam ini bersama yeoja yang sangat ku cintai. Dan sepertinya yeoja itu juga benar-benar mencintaiku. Jika yeoja itu tidak mencintaiku, tidak mungkin dia rela meninggalkan sua-”

To Be Continue

@milanistred

@milanistred

18 Komentar

  1. Reblogged this on Yadong Fanfic Indo.

  2. heeyeon

    yah tbc nya ngangu keren ini yadongny sip

  3. tia widhiarti

    Akhirnya publish juga….feel dapet chingu…ni eunhyuk jahat bgt…kasian jung soo overall keren deh…ditunggu ya part berikutnya

  4. someone

    knp kayak gini thor?
    sedih.. seketika illfeel sm hyuk jae😦
    cepetan dipublish ya

    • Asal jgn ilfeel sama Eunhyuk beneran yah😀 ini aja aku uda ngerasa bersalah banget bikin Eunhyuk jadi jahat :3

  5. IMYM

    Wah seru
    Kok hyuk jahat bngt sih

  6. Serius jahat banget hyuk oppa

  7. @uliezgaem

    o.O lee hyukjae jd psikopat…..

    gmn sma nasib jung soo n so hee… ok ditunggu next partnya😉

  8. vthree shflyjoy137

    hyuk kejam..suami sendiri dibunuh *lirik Hae

  9. ya amppuuuunnn…
    knp hyukie oppa jd kyk psikopat c…
    ckckck…
    dtgg yaa next chapt..^^

  10. njoo dianli

    hai author q reader baru d blok ini…

    bagus ff nya feelnya dapet bgt
    jujur q suka karakter hyuk disini ..kejam
    heheh
    tp sayang ya hrs tbc
    ditunggu kelanjutannya secepatnya thor..soalnya penasaran bgt sm ceritanya…hehehe

    • Selamat datang readers baru🙂 semoga nyaman ^^ mungkin part 2-nya aku publish minggu depan, karna aku masih berduka atas meninggalnya Teuki Appa😦

  11. kasian eteuk mga happy end

  12. Kok tbc sihh ,, trnyata yg jahat hyukjae toh ,,, teuKkiii tolong so heee kasian dia😦

  13. Susi501

    Eunhyuk oppa kenapa begitu???

  14. ceritanya daebakkk!!! alurnya ga ngawur (y)

  15. hinata

    Next😛
    Apa yg akn trjd slnjutnya

Trackbacks

  1. SECRET Part 2 | AstreDiaries

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: