AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Baby BANG’s Bbuing Bbuing


Author : Bangster1004

Casts : Bang Yongguk BAP, Jung SoHee (OC)

Length : Oneshot

Rating : NC-21

Genre : Soft Romance

Disclaimer : Dengan egois saya mengatakan bahwa Yongguk sepenuhnya adalah milik saya begitupun dengan ide cerita.😀 Baiklah, untuk menyempurnakan cerita sebelumnya saya membuat special part ini untuk semua readers yang sudah rajin berkomentar, juga selalu memberi saran. Dan semoga part ini bisa menjawab semua rasa penasaran kalian🙂

Warning!! Ranjau typo bertebaran
dimana-mana

Don’t be silent reader

Happy Reading…..

Yongguk berlari cepat melewati tangga. Ia bahkan tidak sabar untuk menunggu lift terbuka. Nafasnya terengah-engah, wajahnya terlihat khawatir setelah ia menelfon SoHee beberapa menit yang lalu.

Yongguk tidak ingin melakukan kesalahan yang sama. Yongguk tidak ingin mengulangi kesalahan seperti yang sudah di lakukannya delapan bulan yang lalu saat ia meninggalkan SoHee sendiri di rumah.

Saat itu SoHee sudah meminta Yongguk untuk tidak pergi dan tetap di sisinya, namun namja itu tetap memaksa pergi. Alasannya karna ada latihan, tapi setelah SoHee menelfon Tae Sung untuk meminta konfirmasi, pria itu mengatakan tidak ada jadwal latihan pada hari itu.

“Kemana perginya orang itu?” SoHee merintih kesakitan. Terjadi kontraksi di perutnya, sepertinya SoHee akan melahirkan. Beruntung Yunho dan Asami sedang bermain ke apartemennya sehingga SoHee segera di larikan ke Rumah Sakit.

SoHee berteriak kesakitan. Ia menginginkan Yongguk ada di sisinya. Meski di kanan kirinya sudah ada Ayah, Ibu, Tae Sung, Yunho, dan juga Asami.

“Maaf bisakah kalian menunggu di luar?” Pinta seorang namja berjas putih panjang yang tak lain adalah seorang dokter kandungan yang akan membantu SoHee melahirkan.

Yongguk datang dengan nafas terengah, di ikuti beberapa orang menyusul di belakangnya. “Izinkan aku menemaninya. Aku suaminya.” Ucapnya putus-putus. Tanpa menunggu jawaban dokter, dan tidak memperdulikan tatapan kesal orang-orang di sekitarnya, Yongguk masuk begitu saja ke ruang operasi.

“Sayang, apa kau baik-baik saja? Maafkan aku.” Yongguk menggenggam tangan SoHee dan mengelus kening istrinya yang penuh dengan peluh.

“Kau membohongiku. Katakan kau dari mana eoh!!” SoHee memukuli lengan Yongguk meminta jawaban.

“Eomma sakit. Aku menjenguknya tadi. Aku tidak memberitahumu karna aku tidak ingin membuatmu khawatir.” Jawabnya meyakinkan.

“Jika kau tidak percaya kau bisa tanyakan pada Yongnam hyung dan Natasha nuna nanti. Sekarang atur nafasmu.” Yongguk memberi contoh agar SoHee mengikutinya.

“Maaf, tapi anda harus pergi sekarang agar kami bisa segera menangani istri anda.” Pinta seorang perawat. Yongguk menolak, ia tidak mau meninggalkan istrinya sendirian. Namun melihat SoHee yang begitu kesakitan, Yongguk jadi tidak tega.

“Aku tau kau kuat, karna kau istriku. Kau harus berjuang demi anak kita. Aku mencintaimu.” Yongguk mencium kening SoHee sebelum ia keluar ruangan.

Kedua keluarga besar dari pihak Yongguk dan SoHee berkumpul. Mereka harap-harap cemas dengan keadaan SoHee dan bayinya. Karna anak yang di kandung SoHee adalah cucu pertama dari masing-masing keluarga.

Yunho menyentuh pundak Yongguk. Coba menenangkan adik iparnya yang terlihat sangat khawatir. Sepertinya Yongnam dan Natasha sudah menjelaskan alasan Yongguk pergi dari rumah dan meninggalkan SoHee, sehingga Yunho tidak mempunyai alasan untuk marah pada Yongguk.

“Tenanglah. Dia gadis kuat.” Yongguk mengangguk mendengar ucapan kakak iparnya itu.

Beberapa menit kemudian, suara tangis bayi terdengar menggema dari ruang operasi. Yongguk terduduk lemas. Sedangkan keluarga yang lain saling berpelukan, menangis haru, juga bahagia.

Itu adalah cerita delapan bulan yang lalu, saat dimana SoHee melahirkan putri pertamanya dengan Yongguk yang lalu mereka beri nama Bang So Yong.

Dan beberapa menit yang lalu saat Yongguk menelfon SoHee, ia mendengar putri kecilnya menangis dengan sangat keras. SoHee mengatakan pada Yongguk jika putri mereka sedang demam. Sayang sebelum SoHee sempat menyelesaikan kalimatnya, mendadak ponselnya mati karna low batt. Dan itu membuat Yongguk sangat khawatir. Namja itu takut terjadi hal-hal yang buruk pada putri kecilnya. Karna itu, Yongguk tidak perduli saat Tae Sung mengajaknya bicara tentang project yang akan mereka kerjakan.

Yongguk keluar dari ruangan Tae Sung dan berlari secepat mungkin. Yongguk meng-gas mobilnya cepat, menuju apartemen yang menjadi tempatnya tinggal bersama istri dan juga anaknya. Sebenarnya orang tua mereka sudah menyiapkan sebuah rumah bagi pasangan orang tua baru itu, sayangnya Yongguk dan SoHee menolak dengan alasan apartemen yang mereka tinggali saat ini terlalu banyak menyimpan kenangan yang membuat mereka nyaman dan betah tinggal disana.

Yongguk berlari cepat melewati tangga. Ia bahkan tidak sabar untuk menunggu lift terbuka. Nafasnya terengah-engah, wajahnya terlihat khawatir, tangannya gemetar saat mencoba membuka pintu.

“Kau sudah pulang?” Sapa SoHee saat melihat suaminya berdiri di depan pintu. Yongguk mengangguk tanpa suara. Ia berjalan pelan mendekati ranjang dimana putrinya sedang tertidur lelap.

“Apa yang terjadi?” Tanya Yongguk tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari So Yong.

“Aku baru saja membawanya ke Rumah Sakit untuk di imunisasi. Badannya sekarang demam, tapi kata dokter itu wajar. Setelah di imunisasi kebanyakan bayi akan rewel.” SoHee menjelaskan apa yang sedang terjadi pada So Yong sambil merapikan baju suaminya.

“Aku takut. Aku khawatir terjadi hal buruk pada So Yong.” Yongguk meraih tubuh SoHee dan mendekapnya erat. SoHee yang menyadari kekhawatiran Yongguk coba menepuk punggung suaminya berusaha membuatnya tenang.

“Kau tidak perlu khawatir. So Yong akan baik-baik saja. Istirahatlah, aku akan menyiapkan air hangat untukmu.” SoHee melepas pelukan Yongguk. Menatap dua bola mata coklat milik Yongguk dalam agar suaminya itu yakin pada ucapannya. SoHee tersenyum lalu mencium pipi Yongguk sebelum keluar kamar untuk menyiapkan air hangat.

*****

Yongguk bangun karna mendengar suara tangisan So Yong. Saat namja itu melihat ke samping, tempat tidurnya sudah kosong. Yongguk tidak menemukan istrinya disana. Dengan setengah sadar Yongguk menghampiri putrinya yang menangis.

“Ah putri Appa kenapa menangis?” Yongguk menggendong So Yong dan membawanya keluar kamar mencari SoHee ke ruang tamu, balkon, dapur. Tapi hasilnya nihil. Yongguk tidak menemukan istrinya dimanapun, hingga matanya tertuju pada sebuah kertas kecil yang menempel di kulkas.

“Natasha Eonnie menelfonku tadi pagi. Dia memintaku untuk pergi menemainya. Aku akan segera kembali.” Isi dari pesan tersebut.

“Kemana orang itu membawa istriku pergi?” Yongguk menghembuskan nafas berat setelah membaca surat tersebut. Yongguk kesal pada nuna-nya yang dengan tiba-tiba membawa kabur SoHee.

Yongguk membersihkan tubuh putrinya dengan tissue basah. Mengganti popok serta baju, memakaikan bedak juga pita, hingga So Yong terlihat begitu cantik seperti ibunya. Tapi sayang, beberapa menit kemudian So Yong kembali menangis. Bayi kecil itu lapar. Sedangkan Yongguk tidak tau apa yang di inginkan putrinya.

Entah apa yang sedang di lakukan istri dan nuna-nya hingga kedua orang itu tidak mengangkat ponselnya saat Yongguk coba menghubungi mereka beberapa kali.

“Apa kau yakin tidak ingin manicure pedicure?” Tanya Natasha pada SoHee saat gadis itu selesai Spa. Ternyata kedua wanita itu sedang asik merawat tubuhnya di salon.

“Tidak. Aku ini hanya ibu rumah tangga, untuk apa melakukan hal semacam itu.” Ujar SoHee enteng. Yah, SoHee benar-benar menikmati perannya sebagai ibu rumah tangga. Dia bahagia menjadi istri Yongguk dan menjadi ibu So Yong.

“Ugh!!” Pekik SoHee saat ia melihat layar ponselnya yang penuh dengan panggilan serta beberapa pesan dari Yongguk.

“Eonnie maaf, sepertinya aku tidak bisa menemanimu. Aku harus segera pulang karna anak dan suamiku membutuhkanku.” SoHee pamit dan bergegas pergi setelah mencium pipi kanan dan kiri Natasha.

“Appa akan menunjukkan sesuatu padamu. Jadi jangan menangis lagi.” Yongguk memasukkan sebuah piringan ke dalam benda kotak tipis. Beberapa menit kemudian muncullah vidio yang menunjukkan wajah enam pria tampan dan gagah, BAP.

“Kau lihat, di antara mereka semua, Appa yang paling keren.” Ujar Yongguk membanggakan dirinya sendiri pada So Yong yang ada dalam gendongannya.

“Ppa.. Ppa..” Oceh So Yong. Anehnya, bayi mungil itu tak lagi menangis. So Yong bahkan tertawa, sesekali menaikkan kedua kakinya seolah mengerti dan mengikuti irama lagu.

“Apa yang kau katakan tadi? Apa kau mengatakan Appa? Coba katakan lagi. Appa ingin mendengarnya. Katakan Appa sayang.” Yongguk mengajak putrinya berinteraksi.

“Ppa.. Ppa.. Ppa..” Gumam So Yong yang terdengar sangat lucu dan menggemaskan hingga membuat Yongguk tertawa kegirangan. Tidak lupa Yongguk memberi putrinya susu formula sebelum bayi itu menangis lagi karna kehausan. Yongguk juga menepuk-nepuk punggung So Yong agar tertidur.

SoHee baru saja tiba. Ia membuka pintu dan melihat apartemennya yang cukup berantakan. SoHee menahan nafas, ia lalu melangkah ke kamarnya dan mendapati Yongguk tidur dengan memeluk So Yong. Mata SoHee mendadak buram, satu, dua, beberapa tetes air mata keluar dari pelupuk matanya. SoHee terharu melihat apa yang ada di hadapannya saat ini. Tidak mau menyia-nyiakan moment indah tersebut, SoHee mengambil gambar suami dan anaknya yang tertidur pulas. Perlahan SoHee memindahkan So Yong ke ranjangnya, tidak lupa SoHee menyelimuti tubuh suaminya.

SoHee keluar kamar dan kembali menjalani aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. Apartemen yang baru di tinggalnya selama beberapa jam itu benar-benar terlihat seperti baru di terjang Tsunami.

Yongguk terbangun saat cacing yang ada di dalam perutnya berteriak minta makan, tepat saat itu Yongguk mencium bau harum masakan. Yongguk sadar jika istrinya telah pulang, terbukti dari selimut yang menutupi tubuhnya. Dan benar, saat Yongguk keluar kamar, ia mendapati istrinya sedang berada di dapur.

“Kau dari mana saja? Bagaimana kau bisa setega itu meninggalkanku.” Rajuk Yongguk. Tangannya sudah melingkar di pinggang mungil SoHee, sementara dagunya menempel di pundak istrinya.

“Natasha Eonnie memintaku untuk menemaninya. Aku sudah terlalu sering menolak ajakannya. Aku jadi merasa tidak enak menolaknya kali ini.” SoHee membalikkan tubuhnya menghadap Yongguk, meski wajahnya terlihat lelah namun SoHee tetap mencoba tersenyum. SoHee menggandeng tangan suaminya dan mengajaknya duduk di sofa. Meminta suaminya untuk menceritakan apa saja yang terjadi saat ia tidak berada di rumah.

“Huh, aku benar-benar lelah hari ini.” Keluh Yongguk. Namja itu menyandarkan kepalanya di pangkuan SoHee. Gadis itu tersenyum mendengar keluh kesah suaminya, sesekali mengelus rambut Yongguk, meminta maaf.

“Tidak-tidak. Ini bukan salahmu. Kenapa kau meminta maaf? Aku baru menyadari, ternyata menjadi ibu rumah tangga begitu berat. Selama ini kau pasti lelah. Kenapa kau tidak pernah mengatakannya hmm?” Yongguk menyentuh pipi SoHee, senang juga bangga.

“Kau sudah menjalankan tugasmu sebagai kepala rumah tangga dengan baik. Kau juga pasti lelah, haruskah aku menambah bebanmu? Memang melelahkan menjadi Ibu rumah tangga, tapi aku amat sangat menikmatinya. Senyummu dan So Yong adalah sumber kekuatanku.” SoHee mengecup bibir Yongguk singkat.

“Tunggu.” Yongguk menahan tengkuk SoHee.

“Sudah lama kita tidak bermesraan seperti ini.” Yongguk kembali menarik tengkuk SoHee dan menciumnya lama, sangat lama. Hingga aktifitas mereka terhenti saat terdengar suara tangisan So Yong. Keduanya berlarian ke kamar menghampiri putri kecil mereka.

“Ugh kenapa putri Eomma menangis? Apa kau haus sayang?” SoHee menepuk punggung So Yong pelan sambil memasukkan dot ke dalam mulut putrinya. Beberapa menit kemudian So Yong kembali tidur.

“Semudah itu?” Tanya Yongguk dengan wajah polosnya. Ia begitu kagum dengan kelihaian istrinya yang seolah mengerti apa yang di inginkan putri kecilnya.

“Yah.” Jawab SoHee singkat lalu memeluk suaminya. “Jika So Yong menangis, jangan panik. Lihat matanya, kita akan tau apa yang di inginkannya.” Lanjut SoHee.

“Sekarang lihat mataku. Apa kau tau apa keinginanku?” Goda Yongguk. Pandangannya mengerling nakal.

“Apa yang seperti ini?” SoHee mengalungkan kedua tangannya ke leher Yongguk dan mencium bibir suaminya. Yongguk balas melumat bibir SoHee, tubuhnya yang berotot memudahkannya untuk menggendong SoHee ke atas kasur. Yongguk menindih tubuh SoHee dan mulai membuka satu persatu kancing baju istrinya, namun..

“Oek oek..” Suara tangisan So Yong kembali terdengar. SoHee mendorong tubuh suaminya dan segera menghampiri So Yong.

“Kenapa lagi sayang? Ah, minta ganti popok? Tunggu sebentar yah..” SoHee melepas popok So Yong, lalu membersihkan tubuh putrinya dengan tissue basah sebelum kembali memakaikan popok yang baru. Yongguk menghampiri SoHee dan mengambil alih So Yong. Dengan telaten, Yongguk menimang-nimang putri kecilnya hingga tertidur.

“Sayang, kau harus tidur nyenyak. Apa kau tidak kasihan pada Appa dan Eomma?” Yongguk mengusap pipi chubby So Yong sebelum SoHee mencubut pinggangnya.

“Apa yang baru saja kau katakan pada putrimu? Apa kau tidak malu?” SoHee menggelengkan kepalanya pelan lalu berlari ke kamar mandi untuk menenangkan diri. SoHee merasa malu, jantungnya berdetak tak normal mendengar ucapan suaminya. SoHee seperti jatuh cinta lagi pada Yongguk.

“Chagi-ah, cepat keluar. So Yong sudah tidur, sekarang waktu ki-”

“Tunggu saja di kamar.” Potong SoHee sebelum Yongguk menyelesaikan kalimatnya. Dengan langkah berat Yongguk berjalan ke kamar menuruti perintah istrinya.

Setengah jam kemudian SoHee keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk. Ia baru saja berendam untuk menenangkan diri. Sekali lagi SoHee menyentuh jantungnya sebelum membuka pintu kamar.

SoHee bernafas lega mendapati Yongguk telah tertidur. Mungkin karna terlalu lelah setelah menjaga So Yong seharian. SoHee berjalan pelan menghampiri suaminya, mengibaskan tangannya di depan wajah Yongguk untuk memastikan bahwa namja itu benar-benar tidur.

“Syukurlah.” SoHee duduk di tepi ranjang sambil mengelus dadanya.

“Kau bersyukur untuk apa?” Yongguk mengalungkan tangannya di pinggang SoHee. Dengan sekali hentakan, Yongguk membaringkan SoHee di atas kasur dan menindihnya.

“Setelah berendam kau jadi lebih segar sekarang.” Yongguk merebahkan tubuhnya di samping SoHee, tangan dan hidungnya tidak mau diam. Yongguk mencium tiap lekukan tubuh istrinya. Tangannya mulai meraba kaki SoHee yang masih basah oleh air. Kemudian tangannya naik ke paha istrinya yang terlihat putih mulus. SoHee membiarkan tangan Yongguk menjamah dan meraba tiap inchi tubuhnya hingga handuk yang dipakai untuk menutupi tubuhnya sudah tidak karuan lagi.

SoHee menggeliat, menahan geli yang teramat sangat saat merasakan bibir dan lidah Yongguk mulai menjalar ke pangkal pahanya. Tangan kiri SoHee meremas-remas handuk yang di pakainya, sedangkan tangan kanannya meremas rambut Yongguk. Mata SoHee terpejam, sesekali ia mendongakkan kepala menikmati tiap jilatan dan rabaan Yongguk di sekujur tubuhnya.

Yongguk yang sudah sangat mamahami dimana titik-titik sensitif SoHee terlihat semakin ganas menyerang istrinya. Perlahan tangannya naik menggerayangi dada SoHee yang terlihat membusung di balik handuk yang masih menutupinya. Yongguk naik, ia kembali menghujani ciuman juga jilatannya ke arah leher jenjang SoHee yang basah oleh air yang belum sempat disekanya.

“Ahh….” Nafas SoHee mulai tak teratur. Yongguk menurunkan ciumannya ke arah dua gundukan kembar yang mulai tersembul ketika handuk yang menutupinya sedikit tersingkap. Kedua puting berwarna merah kecoklatan milik SoHee seakan menantang dan ingin segera dikulum. Merasakan jilatan dan hisapan lembut Yongguk yang sering membuatnya melayang.

Tanpa banyak kata lagi Yongguk menyerang buah dada SoHee satu persatu. Namja itu seolah ingin menghabiskan semuanya sendiri hingga membuat SoHee kelabakan. Yongguk tidak hanya menjilat, tapi juga menghisapnya ganas.

Yongguk yang sudah berkeringat membuka baju, hingga tubuh six pack-nya itu semakin terlihat seksi. Yongguk juga membuka celananya, memamerkan pada SoHee betapa gagah senjata miliknya yang sudah siap tempur itu mengintip di balik celana dalamnya.

SoHee mengeluarkan batang kemaluan Yongguk dan mulai menjilati perlahan, sesekali SoHee mengulumnya dalam dalam hingga membuat batang itu semakin membengkak. SoHee melihat Yongguk yang mengerang menikmati jilatannya.

Yongguk yang sudah sangat terangsang menarik batang kemaluannya dari mulut SoHee. Namja itu duduk di kasur dan menarik SoHee agar duduk di atas pangkuannya. SoHee menggoyang pinggulnya perlahan, sementara bibirnya dan Yongguk saling bertautan.

Yongguk menghentakkan tubuhnya beberapa kali, membuat SoHee semakin terangsang hingga tubuhnya menegang dan vaginanya mengeluarkan cairan hangat. Bersamaan dengan itu Yongguk semakin menggila dengan menggoyang tubuh istrinya. SoHee yang sudah lemas hanya bisa memeluk suaminya erat.

Tubuh dan batang kemaluan Yongguk seakan menegang. Sesuatu yang coba di tahannya sedari tadi keluar begitu saja, mengeluarkan jutaan cairan hangat yang mengalir deras ke dalam liang vagina SoHee. Keduanya terkulai lemas di atas kasur, saling tatap dan melempar senyum.

*****

Yongguk mengajak SoHee dan putrinya mampir ke gedung TS Entertainment setelah mereka berkunjung ke kediaman orang tua mereka. Hal yang selalu mereka lakukan secara rutin, setidaknya minimal sebulan sekali.

Di dalam gedung, mereka di sambut Yongjae, Daehyun, Jongup, Zelo, Sunhwa, Hyosung, serta beberapa orang yang mereka kenal dan sudah tidak asing lagi.

“Kyaa lucu sekali.” Teriak Sunhwa saat melihat pasangan suami istri itu datang membawa putri kecilnya.

“Aku ingin punya yang seperti ini.” Sahut Daehyun sambil mencubit pipi So Yong pelan.

“Tapi jika di lihat-lihat So Yong mirip dengan Himchan hyung. Apa kau juga berfikir seperti itu?” Jongup dan Zelo saling berbisik.

“Yakk!!! Apa yang kalian bicarakan? Aku masih bisa mendengarnya!” Bentak Yongguk. Dan suara rendah delapan oktafnya itu mampu membuat So Yong menangis ketakutan.

Bayi cantik itu menangis tanpa henti. SoHee sudah mencoba memberinya susu formula, Yongguk juga sudah mencoba menimangnya, tapi tidak ada yang berhasil. Beberapa orang yang sedang berada disana-pun mencoba membuat pose lucu agar So Yong berhenti menangis, namun tetap saja gagal. Hingga akhirnya Himchan datang bersama Ji Eun.

Anehnya, bayi berumur delapan bulan itu berhenti menangis saat Himchan menghampirinya. Yongguk tertawa tanpa suara saat melihat So Yong menyentuh kedua pipinya seakan menirukan aksi ‘Bbuing Bbuing’ yang pernah Yongguk lakukan dulu. Dan itu membuat So Yong semakin menggemaskan. Beberapa menit kemudian So Yong mengarahkan kedua tangannya ke arah Himchan, seolah meminta gendong.

“O o o anak pintar. Kau sudah tau pria tampan rupanya. Ya ya paman Himchan memang lebih tampan dari Ayahmu. Apa kau takut dengan ayahmu? Paman juga, Ayahmu tidak bisa tersenyum.” Ujar Himchan yang membuat Yongguk melotot ke arahnya. So Yong tersenyum mendengar ucapan Himchan, seakan setuju dengan apa yang namja tampan itu katakan.

“Ini gara-gara kau. Bagaimana kau bisa meminta hal-hal aneh seperti itu saat hamil dulu eoh?” Yongguk mencubit pipi SoHee sebagai pelampiasan kekesalannya.

Yah, namja mana yang tidak kesal saat istrinya hamil namun tidak ingin dekat-dekat dengan suaminya. SoHee yang biasanya sangat suka saat Yongguk memeluknya, SoHee yang biasanya sangat suka saat Yongguk bermanja-manjaan di pangkuannya mendadak tidak menyukai itu semua saat hamil.

SoHee selalu merasa mual saat Yongguk mendekatinya. Bahkan jika ia mencium bau keringat Yongguk meski itu dalam radius lima meter. Padahal biasanya SoHee sangat menyukai bau keringat Yongguk yang di nilainya sexy itu. Dan yang lebih membuat Yongguk kesal adalah karna SoHee ingin selalu bertemu Himchan. Alasannya adalah karna itu keinginan buah hatinya. Jika SoHee sudah mengatakan hal itu, Yongguk tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia terpaksa menurutinya.

Beruntung masa ‘ngidam’ SoHee yang aneh itu tidak berlangsung lama. Jika tidak, mungkin Yongguk sudah mengalami stres berat. Dan sepertinya imbas dari masa ‘ngidam’ SoHee yang aneh itu baru Yongguk rasakan sekarang saat putrinya juga ikut berkelakuan ‘aneh’ saat bertemu Himchan.

“Bukan. Itu karna So Yong meniru tingkahmu yang genit itu.” Balas SoHee membela diri.

“Hei kalian! Berisik. Berhentilah bertengkar.” Lirih Himchan sambil menimang-nimang So Yong yang terlelap di gendongannya.

“Haish, sepertinya aku benar-benar akan gila. Ini lucu sekali.” Ujar Yongguk kesal sekaligus tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Bagaimana bisa Himchan membuat So Yong tidur dengan begitu cepat, hal yang selama ini belum bisa di lakukan Yongguk sebagai seorang Ayah.

“Gukkie-ya, Ji Eun-ah, bisakah aku berbicara dengan kalian sebentar?” Tanya Tae Sung pada kedua orang yang bersangkutan tersebut. Ji Eun segera mengikuti Tae Sung, sedang Yongguk menatap istrinya sejenak. Namja itu berdiri dan mengikuti Tae Sung masuk ke kantornya saat SoHee mengangguk, memberinya izin untuk pergi bersama Ji Eun.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Himchan memastikan keadaan SoHee.

“Ah ya. Tentu.” Jawab SoHee sambil mencubit pipi putrinya yang masih dalam gendongan Himchan.

“Harusnya aku yang bertanya pada Oppa. Apa selama ini oppa baik-baik saja? Apa Oppa sudah menemukan gadis yang cocok untuk Oppa? Aku minta maaf.” SoHee menunduk.

“Hei, sepertinya kau sangat menyesal. Jika kau benar-benar mengkhawatirkanku harusnya kau ada disampingku. Apa aku harus mengubah keputusanku untuk menyerah? Apa aku harus kembali mempertahankanmu? Hmm? Bagaimana? Aku akan menuruti kemauanmu. Ini penawaran terakhir dariku.” Goda Himchan.

“Oppa, sudah hentikan.” SoHee memukul lengan Himchan pelan. Sedetik kemudian mereka tertawa bersama.

“Sejujurnya sampai sekarang aku tidak ingin menyerah, tapi kau terus medorongku. Kau bahkan tidak memberiku kesempatan, jadi apa yang bisa ku lakukan?” Ujar Himchan.

“Hee-ah,” Panggil Himchan.

“Hmm..” SoHee menatap wajah Himchan yang berdiri di sampingnya.

“Ini permintaan terakhirku. Maukah kau menurutinya?” Ucap Himchan ragu.

“Apa?” Wajah SoHee mulai serius.

“Jangan pernah memintaku untuk melupakanmu. Ini perasaanku, dan aku berhak memiliki rasa ini. Aku tau aku salah sudah mencintaimu, karna itu, biarkan aku mengubur perasaan ini dengan caraku sendiri. Haish ini benar-benar melukai harga diriku. Kau tau kan aku ini Ulzzang, tampan, juga mempesona. Begitu banyak gadis yang menyukaiku, jadi kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Melupakan seseorang tidak semudah membalik telapak tangan. Aku menyukaimu bukan hanya setahun, atau dua tahun, tapi sudah bertahun-tahun. Ini hanya masalah waktu.” Himchan menatap So Yong yang terlelap di gendongannya. Membelai kulit tipis So Yong dengan lembut lalu menciumnya.

“Terimakasih Oppa. Terimakasih untuk semuanya. Semua yang sudah kau berikan padaku. Aku harap kau cepat mendapatkan kebahagiaanmu.” SoHee tersenyum tulus ke arah Himchan.

“Ehem!!” Yongguk tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang Himchan dan SoHee. Tak lama Yongguk memeluk pundak keduanya dan tertawa. “Aku lega.” Ujarnya kemudian. Himchan dan SoHee mengerutkan keningnya, tidak mengerti maksud ucapan Yongguk.

“Kontrakku dan Ji Eun baru saja berakhir. Jadi kami tidak perlu lagi berpura-pura dekat.” Yongguk menggenggam tangan SoHee agar lebih meyakinkan.

“Syukurlah. Itu terdengar lebih baik.” Sahut Himchan.

“Ugh.” Yongguk terlihat tidak suka melihat So Yong tertidur nyenyak di gendongan Himchan.

“Hei berikan So Yong padaku.” Yongguk mengambil alih So Yong dari tangan Himchan.

“Chanie-ya! Menurutmu dia mirip siapa? Aku atau SoHee? Sepertinya lebih mirip denganku bukan? Lihat matanya, hidungnya, bibirnya. Kau tau? Dia sudah bisa memanggilku ppa..ppa, ah itu sangat lucu dan menggemaskan.” Himchan dan SoHee tersenyum mendengar Yongguk yang bercerita dengan antusias. Yah, Yongguk memang selalu begitu. Meski ia sudah menjadi seorang Ayah, Yongguk masih saja suka memamerkan apa yang di milikinya pada Himchan.

Terdengar derap langkah kaki wanita sedang berlari menghampiri ketiganya. Himchan, SoHee, Yongguk menoleh ke arah sumber suara.

“Himchan Oppa, Himchan Oppa, tolong aku. Bantu aku berlatih vokal.” Pinta gadis itu.

“Tidak. Aku tidak bisa. Minta tolong Daehyun dan Yongjae sana.” Tolak Himchan.

“Kalau begitu ajari aku dance.” Pinta gadis itu lagi.

“Jongup jagonya.” Himchan kembali menolak.

“Kalau begitu ajari aku aegyo.” Pinta gadis itu dengan puppy eyes-nya, mencoba usaha terakhir.

“Hei!!!” Teriak Himchan yang membuat gadis itu berlari ketakutan. Yongguk dan SoHee tertawa melihatnya.

“Siapa dia?” Tanya Yongguk.

“Entahlah. Sepertinya trainee baru. Sejak dia datang, dia selalu saja menggangguku.” Keluh Himchan.

“Dia bukan mengganggumu Oppa. Dia ingin mencuri perhatianmu. Sepertinya dia mencintaimu.” SoHee mengungkapkan pendapatnya.

“Gadis aneh seperti itu? Huh, yang benar saja.” Gerutu Himchan.

Ji Eun datang menghampiri ketiga orang itu. Ia ingin berbicara berdua dengan SoHee, namun Yongguk tidak mengizinkannya. “Bicara disini saja.” Ujar Yongguk dingin.

“Aku hanya ingin meminta maaf atas segala kesalahpahaman yang terjadi selama ini. Karna sebelumnya kami terikat kontrak, jadi aku tidak bisa mengatakan apapun. Setelah kontrak ini berakhir, aku sedikit lega, setidaknya aku tidak harus berdekatan lagi dengan Yongguk-shi. Kau tau, dia sangat kasar, dingin, dan tidak punya sopan. Bagaimana kau bisa bertahan dengan orang seperti dia?” Ujar Ji Eun secara terus terang. Entah apa maksud Ji Eun mengatakan hal semacam itu, yang jelas SoHee hanya menanggapinya dengan senyuman.

“Apa suamiku melakukan hal itu padamu?” Tanya SoHee pada Ji Eun.

“Apa kau seperti itu sayang?” Tanya SoHee pada suaminya. Gadis itu lalu tersenyum kembali,

“Mungkin itu saat suamiku sedang bersamamu Ji Eun-shi. Tapi saat Yonggukkie bersamaku, dia tidak pernah seperti itu. Yongguk orang yang halus, lembut, sopan, jika dirumah dia juga sering membantuku melakukan pekerjaan rumah tangga, Yongguk juga menggantikanku menjaga So Yong, dia adalah partner, teman, kakak, serta suami yang baik menurutku.” Ujar SoHee sambil memeluk lengan suaminya.

“Oh.” Dua kata. Hanya dua kata itu yang Ji Eun ucapkan sebagai respon. “Baiklah. Aku hanya ingin mengatakan hal itu. Aku pergi dulu.” Pamitnya kemudian.

“Wahh! Kau benar-benar tenang saat mengatakan hal itu Hee-ah. Seperti mengatakan hal yang sebenarnya. Aku yakin Ji Eun pasti jengkel, hahaha..” Himchan menertawakan kelakuan Ji Eun.

“Yak! Oppa, apa yang ku katakan tadi memang benar seperti itu. Yonggukie melakukan pekerjaan rumah tangga. Dia juga bergantian denganku menjaga SoHee, meski aku tau dia pasti lelah, tapi dia berusaha menggantikanku. Kami selalu melakukannya bersama-sama.” Ujar SoHee yang mendapat anggukan berkali-kali dari Yongguk tanda setuju.

Trainee baru yang menyukai Himchan itu kembali berlari menghampiri Himchan, namun sebelum ia sampai, gadis itu terjatuh hingga kakinya berdarah. Himchan yang ada di depannya-pun langsung membantu gadis itu berdiri.

“Sudah ku bilang sebelumnya jangan berlari seperti anak kecil. Kau ini tau bahasa manusia atau tidak?” Oceh Himchan. Ia kesal, juga kasihan pada gadis itu. “Hei! Jangan melihatku seperti itu.” Pekik Himchan.

Yongguk dan SoHee saling tatap. Sepasang suami istri itu tersenyum melihat Himchan yang terlihat malu dan salah tingkah di depan gadis itu. Yongguk menarik tangan SoHee dan menghampiri Himchan.

“Kami pulang dulu. Sudah malam, tidak bagus untuk kesehatan So Yong. Hei!! Jangan terlalu keras dengannya.” Pamit Yongguk. Namja itu juga menggoda Himchan yang pipinya sudah memerah karna menahan malu. Sedangkan SoHee mengedipkan satu matanya dan menunjukkan jempolnya pada gadis yang ada di hadapan Himchan. SoHee memberi semangat agar gadis itu tidak menyerah pada Himchan.

Sesampainya di rumah, Yongguk menidurkan putrinya di ranjang khusus bayi yang terdapat di dalam kamar di samping tempat tidurnya. Yongguk tersenyum melihat putrinya So Yong yang tertidur sangat nyenyak.

“Hari ini benar-benar melelahkan sekali.” Ucap SoHee sambil merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur. Yongguk tersenyum dan mendekati istrinya. “Terimakasih.” Ucapnya.

“Terimakasih? Untuk apa?” Tanya SoHee heran.

“Karna kau sudah membelaku. Kau tidak menjelek-jelekkanku, malah memujiku seperti tadi. Itu terlalu berlebihan.” Yongguk menundukkan wajahnya, merasa malu.

“Bukankah suami istri itu seperti baju yang menutupi kekurangan masing-masing? Lagipula aku tidak berbohong. Kau sudah melakukan yang terbaik yang bisa kau lakukan.” SoHee menepuk pundak suaminya.

“Mau minum teh?” Tawar SoHee yang di jawab dengan anggukan. Beberapa menit kemudian SoHee membawa dua cangkir teh hangat. Satu untuknya, satu untuk suaminya. Mereka duduk berdua di kursi yang ada di balkon apartemen, tempat yang selalu menjadi favorit keduanya. SoHee menyandarkan kepalanya di pundak Yongguk.

“Musim hujan sepertinya akan tiba.” Yongguk melepas jaketnya untuk menyelimuti tubuh SoHee.

“Hmm.. Sepertinya…” Balas SoHee. Yongguk menyentuh pundak istrinya dan sedikit menggeser tempat duduknya agar semakin dekat dengan SoHee.

“Kau kedinginan?” Goda SoHee.

“Yah, tapi aku menyukainya. Asal kau di sampingku.” Yongguk mengecup kening SoHee lama.

“Angin yang berhembus, hujan yang turun, dan aku yang menyukaimu.”

@milanistred

43 Komentar

  1. Reblogged this on Yadong Fanfic Indo.

  2. Patria Gurasi Sanjiwini Dharmista

    sequelnya udh hbs beneran dong min sekarang,tp penasaran thor dengan kisah himchan dan tranie baru…..jg perasaan ji eun sebenarnya…..

    • Jangan penasaran dong, mau buat FF baru nih😀

  3. choaheyo

    aaaah sebuah keluarga yg manis …. aiiiiiih saranghae author ff nya daebak !
    bingung ni mao komen apa lg … oia ky nya part baby nya kurang banyak tp no problem aku tetep suka qoq hehehe

    • Nado saranghae :*
      Terimakasih😉

  4. dina

    Seneng dech ngebaca story ini..akhirnya sohee dan klrg kecil hidup bahagia..

    • Iya🙂 kalo sad ending takut ditimpukin readers😀

  5. yahh chingu himchan ama si trainee baru itu gmn klanjutannya..? hehhe

  6. hinata

    Yongguk n sohee kan udah berbhagia,, author bikin kisah himchan juga dong ma trainee yg ngejar2 dia,😛

  7. Selvi

    Huwaa,sequel’y udh keluar
    Baby Bang lucu banget,
    gx rela kalau ini dah selesai!

  8. mio

    so sweet..

  9. Ngikutin dr awal…
    Seru..
    Lnjt crt Himchan’y dong..

  10. Kim_Youngie

    eon,,,,,,,,,
    sequel lgi yaa?tpi tntang himchan ya?🙂😉

  11. hanami

    need squel lg

  12. Kyungie

    So sweet thor. Nice ff🙂

  13. handa park rin

    keluarga yang harmonissss
    daebak

  14. Dj

    Sequel tentang himchan dong

  15. NtrieKYD

    horeee. . .akhirnya himchan oppa pya psangn jg, ,hehe
    crtanya kpndkn, ,tp mskipu bgtu, q tetep suka, crta nya mmpermanis crta sblum nya, nc nya jg g brlbihn,
    trus bkin ff ya thor, lw boleh req, q mau yg cash nya himchan oppa donx, hehe
    smangat trusss…
    Gomawo, mian kpnjngn comen nya😀

  16. Susi501

    Hanya 1 kata,yaitu keren,,,,,,,,,,

  17. @uliezgaem

    ceritanya funny,,, feelnya dpt cm ada bbrapa typo jja…

    dirimu author kedua yg ku tau yg bikin ff castnya anak2 BAP,,, kalian sukses bgt bikin feel n storynya….sumveh w rasa w jd bener2 jatuh cinta nih ama himchan…kkkkkkkkk

    • Apa😮 aku hanya kau jadikan yang kedua? Katakan padaku siapa yang pertama?😀 gpp deh jatuh cinta sama Himchan, asal jangan ke Yongguk yah😛

  18. Tobias nagma

    So sweet

  19. LiaHeechul_elf

    Ahhh,bahagianya.. Tnks thor

  20. wah…happy ending
    daebak thor
    di tunggu karyamu yang selanjutnya😉

  21. banghimlo

    Ini udh end kah ? Suka sm ff ini dan ff yg sblumnya.
    aaaaa butuh side story himchan..
    Penasaran sm kisah himchan-trainee ituuuuuuu

  22. fauziyyah rahma s

    skrg ku tunggu sequel himchan sama si trainee haha :p

  23. AhGi

    daebak tapi ada beberapa typo..
    but good
    ga mau ff ini abis(?)
    gimana nasib himchan sama gadis trainee itu? ji eun gimana?

  24. keren iri deh ma keluarga bahagia ini 🙂

  25. heeyeon

    wow….manis dan keren himchan akhirnya ada pengantiny

  26. Caemayyasmine Yeojaexo

    Keren

  27. Gaa bisa ngebayangin klo yongguk ngasuh anak tanpa bantuan siapapun ,🙂 ciieee cieee himchan ad yg naksir nihh yeee , gmna tuh kisah himchan sama trainne baru , apaa himchan bkal bisa bener2 ngelupain sohee dan mnemukan cnta baru😕

  28. Sequel (lagi) ._. Aku suka ceritanya lope lope deh buat authornya ❤❤❤❤

  29. hanmariga! ‘DAEBAK’

  30. wulan

    jos gandos kothos kothoss………kluarga kecil yg bahagia, akhirnya himchan ktmu cwe jg xixixixi (ngarep sequel ny himchan)😛

  31. KEREN!!!
    Himchannie Oppa sequel ya thor🙂

  32. Imma Cho

    udh end yh.. kereen thor…

  33. mela

    Yaakkk cerita nya so sweet bngt sihh,,
    tapi nc nya kurang min hehehe^^,

  34. dongrim

    selesai,
    bagus juga klo kisah cinta himchan dibikinin juga

  35. Shinhye

    Himchaaaan pliis lupain akuu!>< wkkk

  36. Min Young

    So SWEET~~~~~~

  37. khunong

    Hoaaa trnyata masih ada lanjutannya toh kekek .. ahh kerem tor. Akhirny mereka bahagiaaaa …. gK ada sequel lg tor?

  38. ayu sucipta

    Min crita himchan sma traine baru gmna nih ‘.’/ penasaran

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: