AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Last Chance (Sequel What My Heart Tell Me To Do)


Author : Bangster1004

Casts : Bang Yongguk BAP, Jung SoHee (OC)

Length : Oneshot

Rating : NC-17

Genre : Soft Romance

Disclaimer : Dengan egois saya mengatakan bahwa Yongguk sepenuhnya adalah milik saya😀 begitupun dengan ide cerita. Dan ini adalah part terakhir, benar-benar terakhir loh ya😀 dari Mine, She’s My Amazing Yeoja, False Hope, hingga What My Heart Tell Me To Do yang sudah saya buat. Dan saya harap kalian menyukai Endingnya😀

Warning!! Ranjau typo bertebaran
dimana-mana

Don’t be silent reader

Happy Reading…..

Cerita Sebelumnya……

“Kita kemana? Bukankah kita harus ke Rumah Sakit?” Tanya SoHee heran ketika Yongguk malah membawanya ke sebuah gedung apartemen. Yongguk tidak menjawab. Ia malah menunjuk koper dan beberapa barang bawanya.

“Oh.” Respon SoHee. Dua kata yang gadis itu ucapkan menunjukkan bahwa ia mengerti jika Yongguk harus menyimpan barang-barangnya terlebih dahulu.

Yongguk mempersilahkan SoHee masuk setelah ia menekan beberapa kode di pintu. Dan seperti sebuah kebiasaan yang pernah ia lakukan sebelumnya, SoHee melepas sepatu kets converse abu-abunya dan berganti sandal selop polos yang tak lain adalah miliknya sendiri.

“Otakmu mungkin melupakanku dan kenangan kita. Tapi tidak dengan tubuhmu.” Lirih Yongguk ketika menyadari SoHee masih melakukan kebiasaan-kebiasaannya ketika masuk apartemen. SoHee seolah merasa tidak asing lagi dengan apartemen yang di datanginya ini.

Merasa pengap karna hampir sebulan tidak di tempati, SoHee membuka tirai cendela, juga pintu yang menghubungkannya ke balkon. SoHee berdiri disana, mengisi paru-parunya dengan udara segar sambil merentangkan kedua tangan. Yongguk hanya bisa tertawa getir melihat itu semua.

“Sepertinya kau sudah tidak asing lagi dengan tempat ini.” Yongguk datang dan memeluk SoHee dari belakang.

“Hmm..” Jawab SoHee singkat.

Seolah baru menyadari ucapannya, SoHee melihat perutnya, dimana ada tangan Yongguk yang melingkar disana. SoHee melepas pelukan Yongguk dan mendorongnya keras hingga tubuh namja yang terlihat semakin kurus itu terbentur tembok. SoHee terkejut, ia tidak bermaksud melukai Yongguk. Yang baru saja di lakukannya hanyalah tindakan spontan untuk melindungi diri.

“Kau baik-baik saja? Apa yang kau lakukan? Kau mengejutkanku.” SoHee memeriksa punggung Yongguk. Gadis itu terlihat begitu khawatir dan juga takut jika Yongguk terluka karnanya.

Yongguk tidak tahan lagi, ia meraih tubuh SoHee dan memeluknya erat. Sangat erat hingga membuat SoHee kesulitan bernafas. SoHee meronta meminta Yongguk agar melepaskannya, namun Yongguk tidak perduli. Ia malah semakin mempererat pelukannya.

“Dengar dan rasakan. Meski aku bukan type namja yang romantis dan aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku dengan baik, tapi aku tau hatimu lebih dari siapapun. Aku bisa merasakannya. Bukankah saat ini jantungmu berdetak kencang seakan mau melompat? Aku juga merasakan hal yang sama. Apa kau tau penyebabnya? Itu karna kita saling mencintai.” Bibir Yongguk bergetar saat mengatakan hal itu. Yongguk tidak sanggup lagi menahan rasa rindu yang teramat sangat pada gadis dihadapannya itu.

SoHee tertegun mendengar ucapan Yongguk. Semua yang di katakan namja itu benar. Jantungnya berdetak tak karuan seakan mau melompat setiap Yongguk berada di dekatnya. Tapi SoHee bingung dengan pikirannya sendiri. Jika namja yang ada di hadapannya itu begitu penting baginya, kenapa Oppa-nya tidak pernah memberitahunya? Kenapa Yunho tidak pernah menceritakan apapun tentang namja itu?

“Antar aku ke Rumah Sakit sekarang. Aku ingin melihat Himchan.” SoHee. mencoba mengalihkan pembicaraan. Alasan SoHee ingin segera bertemu dengan Himchan karna SoHee berfikir, Himchan pasti mengetahui sesuatu yang tidak di ketahuinya.

SoHee memukul-mukul dada bidang Yongguk karna namja itu tidak merespon ucapannya. SoHee marah dan berteriak pada Yongguk, “Apa kau tuli? Aku menyuruhmu mengantarku ke tempat Himchan sekarang. Aku ingin melihatnya. Aku khawatir dengan keadaannya. Bukankah katamu dia membutuhkanku?”

Dan hal itu membuat Yongguk semakin terluka. Bagaimana tidak? Wanitanya mengkhawatirkan namja lain di hadapannya. Yongguk menyentuh kedua pundak SoHee dan menatap kedua manik mata indah milik SoHee dengan tatapan marah dan kecewa. “Jangan khawatirkan namja lain, jangan marah karna namja lain, dan jangan menangis karna namja lain di hadapanku. Himchan tidak ada disini. Dia masih di Jepang. Aku hanya membohongimu!” Teriak Yongguk tak kalah keras. Lagi-lagi ia tidak bisa mengendalikan emosinya.

SoHee terduduk lemas. Ia merasa bodoh karna telah percaya begitu saja pada Yongguk. SoHee berdiri dan berlari menuju pintu. Namun sebelum itu terjadi Yongguk sudah menarik tangan SoHee dan membawanya ke kamar.

SoHee meneteskan air mata saat ia melihat gambar dirinya yang memakai gaun putih dan mengapit lengan Yongguk. Senyum yang terpancar di bibir keduanya menandakan betapa bahagianya mereka saat itu. SoHee mendekat. Ia merasakan tubuhnya bergetar hebat ketika jari-jarinya menyentuh foto tersebut.

“Apa maksud semua ini? Bagaimana bisa kau dan aku?” SoHee menggantung kata-katanya. Tangan kirinya menutup mulutnya sendiri, tak percaya dengan apa yang saat ini sedang di lihatnya.

“Sudah ku katakan jika kita saling mencintai, karna itu kita menikah. Dan yang ada di kandunganmu saat ini adalah anakku.” Ujar Yongguk sambil berjalan mendekati SoHee. Suaranya kini terdengar lembut, berbeda dengan beberapa menit yang lalu.

“Jika benar kau suamiku, kemana saja kau selama ini? Kenapa kau tidak ada di sampingku?” Tanya SoHee curiga. Wajar jika SoHee menanyakan hal itu, karna selama ini Yongguk tidak menemaninya.

“Bagaimana aku bisa menemanimu Sedangkan semua orang bersekongkol untuk menyembunyikanmu dariku?” Lirih Yongguk hampir tak terdengar. Namja itu menangis, merasa sangat tersiksa saat mengingat SoHee menghilang dari hidupnya.

“Aku tau aku salah, tapi tidak seharusnya mereka melakukan hal ini padaku. Aku mencarimu siang malam, setiap ada waktu, tidak perduli meski itu hanya satu menit. Aku tidak bisa berkonsentrasi saat latihan. Aku bahkan hampir frustasi memikirkan keadaanmu dan bayi kita. Hukuman itu sudah cukup untukku. Dan mereka tidak tau betapa tersiksanya aku saat itu.” Tubuh Yongguk meringsut turun. Kaki dan tubuhnya gemetar hebat.

Entah kenapa hati SoHee terasa sakit saat mendengar penuturan Yongguk. SoHee seakan bisa merasakan kesakitan yang sudah di alami namja itu. Air matanya semakin mengucur deras. SoHee duduk, mensejajarkan dirinya dengan Yongguk.

“Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Tidak perduli kau mengingatnya atau tidak. Kita mulai semua dari awal, karna itu bisakah kau tetap bertahan di sisiku?” Pinta Yongguk tulus. SoHee mengusap air mata yang menetes di pipi suaminya itu.

Meski awalnya sempat ragu, namun SoHee tidak menyangkal jika jantungnya selalu bergetar saat bersama Yongguk. Meski SoHee tidak mengerti perasaan aneh apa yang sedang di rasakannya, tapi SoHee yakin hatinya tidak pernah salah.

Dan entah mendapat keberanian dari mana, SoHee mendekatkan wajahnya ke arah Yongguk. Sedetik kemudian bibir mereka sudah menyatu dalam sebuah ciuman. Ciuman penuh emosi, rindu, juga dan haru itu seakan melebur rasa sakit yang selama ini mereka rasakan.

Sebuah ciuman yang mampu meluapkan perasaan mereka setelah cukup lama berpisah. Ciuman itu semakin panas ketika tangan Yongguk mulai naik dari pinggang mungil SoHee menuju sebuah pengait di punggung SoHee. Pengait yang hanya dengan sekali tarik saja mampu membuat dua buah bongkahan kenyal melompat dari tempat persembunyiannya.

Yongguk melepas baju yang masih melekat di tubuh SoHee. Matanya berbinar ketika melihat perut SoHee yang mulai membuncit. Yongguk menggendong SoHee dan menidurkan istrinya di atas kasur king size tempat mereka biasa bercinta. Dengan lembut Yongguk mengelus perut SoHee, dan sesekali menciumnya.

“Sayang, apa kau baik-baik saja di dalam sana? Ini Appa. Appa sangat merindukanmu, apa kau juga merindukan Appa?” Yongguk mencoba berbicara pada perut SoHee meski suaranya masih terdengar serak.

“Yah. Aku sangat merindukan Appa. Sejujurnya, Eomma juga merindukan Appa.” SoHee menirukan suara anak kecil sambil membelai kepala Yongguk. Namja itu tersenyum lalu kembali menciumi perut istrinya.

“Kenapa kau diam saja? Biasanya kau langsung memelukku.” Goda Yongguk sesaat setelah ia melepas bajunya. SoHee masih diam, malu mungkin. Yongguk mendekati tubuh SoHee dan membimbing tangan gadis itu agar menyentuh tubuh kekarnya. “Aku akan membuatmu mengingatnya.” Bisik Yongguk di telinga SoHee.

Yongguk kembali mencium SoHee, tangannya meraba dua buah gundukan kenyal SoHee. Jari-jari Yongguk bergerak aktif menelusuri setiap lekuk tubuh SoHee. Yongguk menghujani wajah dan leher SoHee dengan ciuman yang sangat menggairahkan.

Yongguk mendengar SoHee mendesah kecil dan merintih tertahan. Yongguk tau jika istrinya sudah mulai ‘panas’. Perlahan Yongguk membaringkan tubuh SoHee dan melucuti pakaian yang tersisa, hingga sama sekali tidak ada satupun busana yang melekat di tubuh padat berisi milik SoHee.

SoHee mendesis dan merintih pelan saat ujung lidah Yongguk yang hangat mulai bermain dan menggelitik putingnya secara bergantian. Tubuh SoHee semakin bergetar hebat saat ujung jari Yongguk mulai menyentuh bagian tubuhnya yang paling sensitif. Jari Yongguk bermain-main disana hingga membuat SoHee menggelinjang hebat.

Yongguk menanggalkan seluruh pakaian yang di kenakannya dan menuntun tangan SoHee ke arah batang kemaluannya yang sudah membengkak sejak tadi. SoHee menatap wajah Yongguk saat jari-jari tangannya menggenggam benda kebanggaan Yongguk itu. Tapi hanya sebentar saja SoHee menggenggamnya, karna kemudian gadis itu melepaskannya.

“Kenapa?” Tanya Yongguk sambil menciumi bagian belakang telinga SoHee.

“Tidak apa-apa.” Jawab SoHee gugup. Gadis itu tidak bisa melanjutkan kata-katanya. SoHee menggigit bibir bawahnya, tidak sanggup lagi menahan gairah yang semakin besar menguasai seluruh bagian tubuhnya saat Yongguk dengan sengaja terus menggodanya.

SoHee tidak bisa lagi menolak dan melawan birahinya, hingga sedikit demi sedikit ia membuka pahanya yang putih mulus. Matanya terpejam saat ia merasakan sesuatu benda yang cukup keras, panas dan berdenyut-denyut mulai menyeruak memasuki liang kewanitaannya yang mulai basah.

Yongguk memeluk tubuh SoHee erat dan mencium bibir istrinya dengan lembut. Yongguk mulai menekan pinggulnya pelan. Yongguk menghentakkan pinggulnya sedikit keras hingga seluruh batang penisnya melesak masuk ke dalam liang vagina SoHee.

SoHee memekik tertahan sambil menyembunyikan wajahnya di bahu Yongguk, Seluruh urat syarafnya mengejang kaku, keringatnya bercucuran membasahi tubuhnya. Yongguk mulai menggerak-gerakan pinggulnya, agar batangnya dapat bermain-main di dalam lubang vagina SoHee. Perlahan tapi pasti, SoHee mulai mengimbangi gerakan tubuh Yongguk. Sementara gerakan yang Yongguk lakukan semakin liar dan tak terkendali.

Beberapa kali SoHee memekik tertahan dengan tubuh bergetar seperti tersengat kenikmatan ribuan volt. Tubuh SoHee terasa lemas dan merasa liang kewanitaannya berdenyut, seakan memijit-mijit batang kemaluan Yongguk.

Beberapa menit kemudian Yongguk membalik tubuh SoHee hingga kini gadis itu berada di atasnya. “Begini lebih baik. Aku takut melukai anakku.” Ujar Yongguk sambil memijit gundukan kembar SoHee.

SoHee bergerak perlahan, memajukan tubuhnya maju mundur sesekali memutar. SoHee mencium leher jenjang Yongguk, dan hal itu membuat Yongguk hilang kontrol. Yongguk tidak bisa lagi menahan kenikmatan yang terasa luar biasa saat cairan spermanya berhamburan dan masuk ke dalam liang vagina SoHee. Tubuh keduanya terkulai lemas. Yongguk mengecup kening SoHee yang tersenyum teduh ke arahnya. Yongguk menarik selimut, membiarkan tubuh mereka menyatu di bawahnya. SoHee tertidur di pelukan hangat Yongguk.

*****

Yongguk sedang berada di dapur bersama SoHee. Entah apa yang sedang mereka buat hingga wajah mereka putih, penuh dengan tepung. SoHee mengiris lobak menjadi beberapa bagian tipis. Tangan SoHee begitu terampil saat memasak.

Yongguk mulai mengganggu istrinya. Namja itu memeluk dan meniup leher bagian belakang SoHee hingga gadis itu merasa geli.

“Siapa suruh membelakangiku seperti itu? Aku jadi tidak bisa melihat wajahmu.” Ujar Yongguk mencari alasan.

Tiba-tiba bel apartemen mereka berbunyi. Yongguk membukakan pintu. Tubuhnya seakan membeku ketika mendapati Yunho dan Himchan berdiri disana dengan pandangan marah.

“Mana SoHee?” Tanya Yunho dengan nada tidak suka.

“Siapa yang datang?” Teriak SoHee dari dalam. Karna tidak mendapat jawaban, SoHee keluar. Ia terkejut saat mendapati Yunho dan Himchan sudah berdiri disana.

Bug!

Terdengar suara pukulan. Pukulan yang Himchan berikan pada perut dan wajah Yongguk. “Bagaimana kau bisa membawa SoHee kabur seperti itu eoh!!” Teriak Himchan tak terkendali. Wajah putihnya berubah merah menahan amarah.

“Kenapa? Apa yang salah? Dia istriku.” Ujar Yongguk membela diri. SoHee menghampiri Yongguk yang terluka karna pukulan Himchan. SoHee tak tega melihat suaminya di pukuli seperti itu. SoHee ingin menolong Yongguk, namun Yunho sudah lebih dulu menyeret tangannya pergi.

“Oppa, aku mohon jangan lakukan ini. Aku tidak ingin pergi.” SoHee memelas, meminta kakaknya agar tetap mengizinkannya tinggal bersama Yongguk. Namja itu pasti terluka karna pukulan Himchan.

“Tidak. Apa yang sudah dia katakan padamu hingga kau jadi seperti ini?” Tolak Yunho tegas.

“Ini bukan tentang apa yang di katakan namja itu. Tapi ini tentang apa yang di katakan hatiku.” SoHee menyentuh dada sebelah kirinya menyakinkan Yunho.

“Hati apa? Apa kau sudah mengingatnya? Apa kau sudah mengingat semua?” Bentak Yunho.

“Tidak. Aku belum mengingatnya. Tapi aku tau satu hal. Dia suamiku, dan dia sangat mencintaiku.” Ujar SoHee mantap.

“Jika dia benar-benar mencintaimu, dia tidak akan melukaimu. Sekarang cepat masuk dan diam.” Perintah Yunho saat memaksa SoHee masuk ke dalam mobil.

“Hyung hentikan mobilnya. Kita bicarakan ini baik-baik, aku mohon.” Yongguk berlarian mengejar mobil yang membawa SoHee dan Yunho. SoHee melihat dari cendela mobil jika wajah Yongguk merah bekas pukulan Yunho. Hati SoHee seakan tercabik melihatnya.

“Oppa aku mohon hentikan mobilnya. Dia sudah mengatakan semuanya. Dia juga sudah meminta maaf. Selama ini dia juga sudah banyak menderita karna Oppa menyembunyikanku.” SoHee membela suaminya.

Yunho sendiri merasa bingung. Pikirannya sedang kacau saat ini. “Berhentilah menangis. Ayah sakit dan kita harus ke Rumah Sakit.”

Yunho tidak bisa berkata apa-apa lagi. Memang semua yang adiknya katakan itu benar. Namun rasa khawatir Yunho pada SoHee terlalu besar. Yunho tidak ingin adiknya terluka lagi. Yunho tidak mau melihat SoHee menjadi mayat hidup lagi. Yunho pikir, menjauhkan SoHee dari Yongguk adalah salah satu cara terbaik.

*****

SoHee mengompres kening ayahnya. Pria paruh baya itu terbaring lemah di atas kasur Rumah Sakit sejak beberapa hari yang lalu. Yunho mengatakan pada SoHee jika pria itu adalah Ayahnya. Anehnya, SoHee merasa asing dengan pria itu. Bahkan SoHee tidak merasakan getaran apapun, tidak seperti saat ia pertama kali bertemu Yongguk.

“Ayahmu hanya demam. Sudah seharian kau menjaganya, sekarang istirahatlah.” Perintah seorang wanita paruh baya yang Yunho katakan sebagai Ibunya. Wanita itu mengelus rambut SoHee dan memerintahkan gadis itu untuk beristirahat.

“Tidak. Aku tidak apa-apa. Lebih baik Ibu saja yang beristirahat. Ibu pasti lelah.” SoHee mendorong punggung wanita itu kembali ke sofa.

“Sebentar lagi Yunho Oppa datang. Aku bisa bergantian dengannya.” Ujar SoHee sambil menyelimuti Ibunya.

SoHee kembali duduk di samping ranjang ayahnya. Ia melamun. Ingatannya kembali pada sosok Yongguk. Apa yang sedang namja itu lakukan? Sudah makan atau belum? Apa tidurnya nyenyak? Apa Yongguk juga merindukan SoHee seperti SoHee merindukan Yongguk? Perasaan rindu dan ingin tau itu tiba-tiba muncul dan mengganggu pikiran SoHee.

Pria paruh baya di sampingnya menggeliat. Pria itu mengerjapkan mata, menatap tempat asing di sekelilingnya. Ia tersenyum ketika mendapati istrinya tertidur di sofa, namun senyuman itu menghilang saat ia melihat sosok gadis yang duduk di kursi samping tempat tidurnya.

“Kau! Berani-beraninya kau ada disini!” Teriak pria itu tiba-tiba.

“Apa maksud Ayah?” SoHee menyentuh pundak pria itu mencoba menenangkan.

“Tidak perlu berpura-pura. Yunho menjadi pembangkang dan berani melawanku, itu pasti karnamu. Dia bahkan berani mengancamku. Pasti kau yang menyuruh Yunho untuk mengumpulkan para pemilik saham dan menjatuhkanku!!” Suara pria itu semakin meninggi hingga membuat istrinya terbangun.

“Suamiku, apa yang kau katakan? Sudah hentikan. SoHee sudah menjagamu seharian ini meski dia sedang sakit.” Wanita itu memukul lengan suaminya agar berhenti mengatakan hal yang tidak-tidak.

Pria itu turun dari ranjangnya dan menghampiri SoHee. Dengan kasar ia mendorong tubuh SoHee hingga terjatuh. SoHee meringis kesakitan, menyentuh perut bagian bawahnya. Sedangkan wanita paruh baya itu berteriak histeris saat melihat darah mengalir dari paha SoHee. Yunho dan beberapa suster yang mendengar teriakan itupun datang.

“Aku tidak pernah memintamu untuk menjagaku. Harusnya kau tidak pernah lahir jika kau hanya menyusahkan orang-orang di sekitarmu. Aku mem-” Maki pria itu. Ia sama sekali tidak perduli, bahkan tidak mempunyai rasa belas kasihan sedikitpun pada putrinya yang sedang hamil itu.

Tentu saja sebelum kata-katanya terputus dan ia kesulitan bicara. Bibir dan beberapa bagian tubuh lainnya terasa kaku. Pria itu jatuh tersungkur di hadapan SoHee. Yunho dan beberapa perawat yang berada disana segera melakukan pertolongan pada ayah dan anak itu.

*****

“Eonnie.” Panggil SoHee pada seorang gadis yang memakai jas putih panjang. Gadis itu sedang sibuk mengecek cairan infus dan tekanan darahnya. Gadis yang tak lain akan menjadi calon kakak ipar SoHee, Asami.

“Kapan kau datang?” Lanjut SoHee sambil mengerjapkan matanya yang masih terasa berat akibat pengaruh obat bius.

“Sesaat setelah Yunho memberitahuku jika kau mengalami pendarahan.” Jawab Asami sambil mengelus perut SoHee.

“Tapi tidak terjadi apa-apa dengan kandunganku kan?” Tanya SoHee memastikan.

SoHee bisa bernafas lega setelah Asami mengangguk. Dengan bantuan Asami, SoHee bangkit dari tempat tidurnya dan duduk di atas ranjang. Mengelus perutnya dengan sayang. “Maafkan Ibu yang tidak bisa menjagamu dengan baik nak. Kau sudah melalui banyak kesulitan. Kau pasti menderita.”

SoHee kembali menatap Asami yang duduk di hadapannya. Gadis itu terlihat ragu dengan apa yang ingin di sampaikannya pada Asami.

“Otousan. Apakah dia baik-baik saja?” Lirih SoHee. Pandangannya menyiratkan kekhawatir yang teramat sangat akan kondisi ayahnya.

“Ayahmu terkena stroke ringan. Beberapa bagian tubuhnya tidak bisa bergerak.” Air mata SoHee jatuh saat mendengar penjelasan Asami. SoHee merasa bersalah. SoHee berpikir apa yang terjadi pada ayahnya saat ini pasti karnanya.

Di Rumah sakit yang sama, di kamar yang berbeda, Yunho mengepalkan tangannya saat ia sedang berbicara dengan Ayahnya. Namja kembali di buat kecewa dengan sikap ayahnya yang terlalu keras pada SoHee. Bahkan perbuatan pria itu bisa saja membuat SoHee kehilangan anaknya.

“Apa Ayah tau jika SoHee sedang hamil? Apa Ayah tau apa yang Ayah lakukan bisa membunuh cucu Ayah sendiri? Apa Ayah tau SoHee kembali mengalami depresi? Apa Ayah tau sedikit saja tentang SoHee? Makanan favoritnya mungkin? Ayah tidak pernah tau hal-hal seperti itu kan? Yang membuatku menjadi kasar dan pemberontak seperti ini bukanlah SoHee, melainkan Ayah sendiri. Jika Ayah bisa sedikit saja menyayangi SoHee, aku tidak akan berbuat sejauh ini. Bukankah sebelumnya aku sudah mengingatkan Ayah? Jadi sekarang aku mohon, temui SoHee dan minta maaf padanya. Anak itu sudah banyak menderita karna kelakuan Ayah.” Pinta Yunho tulus, namja itu bahkan rela berlutut di depan ayahnya demi memohon sedikit saja rasa iba dari Ayahnya untuk SoHee. Pria itu tak bergeming. Ia malah memalingkan wajahnya dari hadapan Yunho.

Kembali pada Asami dan SoHee. Setelah menyuapi SoHee beberapa sendok bubur, Asami mengambilkan air minum agar SoHee segera meminum obat dan vitaminnya.

“Aku sudah mengingat semuanya Eonnie.” Celoteh SoHee yang membuat Asami menghentikan aktifitasnya begitu mendengar ucapan SoHee.

Asami bergegas duduk di tepi ranjang SoHee. Yunho yang akan masuk ke kamar SoHee dengan membawa ayahnya yang duduk di kursi roda-pun menghentikan langkahnya ketika mendengar ucapan SoHee.

“Apa maksudmu ingatanmu sudah kembali? Semua?” Tanya Asami memastikan, dan SoHee mengangguk.

“Sejak kapan?” Tanya Asami lagi.

“Saat Otousan mendorong tubuhku. Ingatanku kembali pada sepuluh tahun yang lalu saat Otousan juga melakukan hal yang sama padaku. Aku tidak tau kenapa ia begitu membenciku, padahal aku sangat menyayanginya.” Curhat SoHee.

“Sejak lahir aku tidak pernah melihat wajah Eomma. Aku tidak pernah tau bagaimana senyumnya, bagaimana cantiknya, bagaimana pelukan hangatnya. Aku juga tidak memiliki satupun foto Eomma. Dan tidak ada seseorang yang menceritakan tentang Eomma padaku. Tapi aku tidak apa-apa, karna aku mendapat banyak cinta dari Yunho Oppa, juga Okaasan. Tapi tetap saja, terkadang aku ingin mendegar Otousan memanggilku, ‘SoHee anakku’ seperti yang selalu di lakukannya pada Yunho Oppa.” Gurau SoHee. Gadis itu mencoba terlihat baik-baik saja di hadapan Asami meski terdengar dengan jelas jika suaranya bergetar.

“Lalu apa kau sudah mengatakan pada Yunho jika ingatanmu sudah kembali?” Tanya Asami ragu.

“Tidak. Aku rasa itu tidak perlu dan tidak ada gunanya. Aku tidak tau kenapa Oppa tidak bisa memaafkan Yonggukie? Jika Oppa bisa memaafkan paman Tae Sung dan Otousan, harusnya Oppa juga bisa memaafkan Yonggukie.” SoHee menunduk memainkan jari-jarinya.

“Aku masih mencintainya Eonnie, aku masih mencintai suamiku. Tapi Oppa melarangku berhubungan dengannya. Sejujurnya aku merasa sakit dan sangat tersiksa sekarang, tapi aku tidak ingin membuat Oppa marah. Aku tidak ingin Oppa melukai Yongguk lagi. Aku tidak mau, aku menyayangi mereka semua. Jadi lebih baik seperti ini saja. Biar aku yang menanggung semuanya sendiri.” Ujar SoHee terlihat tegar.

Asami mendekat dan memeluk SoHee. Entah kenapa gadis itu mengeluarkan air mata saat mendengar cerita SoHee. “Menangislah. Menangislah jika kau mau. Jangan di tahan, jangan tersenyum seperti itu. Ini pasti berat dan sangat menyakitkan untukmu. Kau seharusnya menangis, bukan tersenyum seperti itu.” Gumam Asami sambil menepuk-nepuk punggung SoHee.

Demi apapun di dunia ini, SoHee adalah gadis kuat yang pernah Asami kenal. Rasa sakit dan penyesalan juga di rasakan dua namja -Ayah dan Kakaknya- yang sedari tadi berdiri mendengarkan pembicaraan SoHee dan Asami dari luar kamar.

Tubuh pria paruh baya itu bergetar. Air matanya keluar tanpa henti mendengar ucapan SoHee. Pria itu baru menyadari jika putrinya telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang sangat mengagumkan seperti almarhum istrinya. Kecantikan wajahnya, dan keteguhan hatinya, juga kesabarannya. Semuanya.

“SoHee mirip denganmu MyungHee. Aku benar-benar bodoh telah menyia-nyiakan anak itu selama ini. Aku menyesal. Maafkan aku MyungHee, aku tidak bisa menjaga anak kita dengan baik, maafkan aku. SoHee memang anakku. SoHee anakku.” Pria itu mencoba mengangkat satu tangannya seakan meraih SoHee dari balik pintu. Yunho yang menyadari hal itu segera mendorong kursi roda dimana Ayahnya hanya bisa terduduk lemah dan membawanya masuk ke dalam kamar SoHee.

*****

SoHee merebahkan tubuhnya di atas kasur. Sudah hampir satu jam dia dalam posisi seperti itu. Tidak tidur, hanya diam dan melamun. SoHee mulai merasakan perubahan dalam tubuhnya. Ia merasa mudah lelah sekarang. Perubahan terbesar tentu terjadi pada perutnya yang terlihat membuncit.

Kilatan cahaya di iringi suara petir terdengar bersahutan. SoHee melihat siluet seseorang dari balik tirai cendela kamarnya. Dengan ragu ia berjalan mendekati bayangan itu.

“Sstt..” Tiba-tiba saja sebuah jari menempel di bibir mungil SoHee, memerintahkan gadis itu untuk tutup mulut.

“Kau? Bagaimana kau bisa tau aku ada disini?” Tanya SoHee dengan wajah polosnya.

“Hatiku yang menuntunnya. Bukankah sudah ku bilang, aku mengetahui hatimu lebih dari siapapun. Hei, apa kau akan membiarkanku mati kedinginan disini?” Bisik Yongguk ke telinga SoHee hingga membuat gadis itu gugup. SoHee membuka cendelanya sedikit lebar agar mempermudah namja itu untuk masuk.

“Kau nekat sekali. Bagaimana jika Yunho oppa mengetahui hal ini? Aku takut dia memukulimu.” Ujar SoHee khawatir. Gadis itu menyentuh wajah suaminya yang masih membiru bekas pukulan Himchan beberapa hari yang lalu. Sejujurnya ia senang Yongguk berada di sisinya, namun ia takut jika Yunho melukai Yongguk.

“Jika kau tidak berteriak, Yunho hyung tidak akan tau. Tapi sekalipun Yunho hyung tau dan memukuliku, aku tidak perduli. Aku tidak bisa menahannya lagi. Aku sangat merindukanmu dan bayi kita.” Yongguk menyandarkan dagunya di pundak SoHee. Mereka berpelukan tanpa suara. Membiarkan tubuh mereka menyatu dalam sebuah pelukan hangat. Yongguk membalik tubuh SoHee, sedetik kemudian bibirnya sudah mendarat di bibir SoHee. Gadis itu tidak menolak. Ia membalas ciuman Yongguk.

Tok.. Tok.. Tok..

“Hee-ah, apa kau sudah tidur?” Suara Yunho terdengar di balik pintu. Terkejut, Yongguk dan SoHee melepaskan ciuman mereka dan sibuk mencari tempat bersembunyi.

“Hee-ah, Oppa boleh masuk?” Entah itu sebuah pertanyaan atau pernyataan yang terlontar dari mulut Yunho, yang pasti namja itu kini sudah ada di kamar SoHee dan berdiri di depan adiknya yang sedang sibuk membaca buku sambil mendengarkan lagu dari ipod yang tersambung ke earphone-nya. Yunho menggeleng pelan, pantas saja jika SoHee tidak mendengar panggilannya, ternyata gadis itu sibuk mendengarkan lagu.

“Bisakah aku meminta waktumu satu menit saja Hee-chan?” Ujar Yunho sambil menarik satu earphone yang menempel di telinga kiri SoHee.

“Ah kau Yunho-kun. Apa yang ingin kau katakan? Cepat, aku ingin tidur.” Balas SoHee sambil terkekeh kecil.

“Hei itu tidak sopan. Tapi sepertinya adikku yang cerewet, usil, dan nakal ini sudah kembali.” Yunho mencubit pipi SoHee sebagai hukuman hingga gadis itu meringis kesakitan.

Yunho duduk di tepi ranjang dan memeluk SoHee cukup lama. Yunho merasa bersalah telah memisahkan SoHee dari suaminya, tapi bagaimanapun juga Yunho tidak ingin mengembalikan SoHee pada Yongguk. Ia tidak ingin adiknya kembali terluka.

“Maafkan aku.” Lirihnya.

SoHee diam. Sebenarnya ia tau apa maksud ucapan Yunho, hanya saja SoHee tidak sanggup membalasnya.
“Waktu satu menitmu sudah habis Yunho-kun, sekarang cepat pergi dan tutup pintunya. Aku ingin cepat tidur, karna besok aku harus mengantar calon kakak iparku ke butik.” Usir SoHee secara halus. Yunho tersenyum mendengarnya lalu mengacak dengan gemas rambut SoHee sebelum pergi.

Langkah Yunho terhenti ketika ia merasakan hawa dingin yang bertiup dari arah cendela kamar SoHee yang terbuka. Yunho heran, tidak biasanya cendela itu terbuka. SoHee yang menyadari kecurigaan Yunho segera mengatakan bahwa ia yang baru saja membukanya.

“Oh. Cepat tutup, nanti kau masuk angin. Di luar dingin, lagipula hujan mulai turun.” Pesan Yunho sebelum ia benar-benar pergi.

SoHee bernafas lega setelah Yunho meninggalkan kamarnya. SoHee kemudian memukul-mukul sesuatu di bawah selimutnya, Yongguk. Namja itu ternyata bersembunyi da bawah selimut SoHee.

“Kau bilang kau tidak takut dengan Yunho Oppa, tapi kenapa kau bersembunyi.” Kesal SoHee.

“Jika kami bertengkar, aku takut anakku akan mendengar semuanya. Aku malu pada anakku.” Ujar Yongguk polos. SoHee tertawa tanpa suara mendengar jawaban Yongguk. Namja yang ada di pangkuannya itu terlihat seperti anak kecil sekarang. SoHee merasa geli ketika Yongguk menciumi perutnya.

“Apa kau belum mengingat apapun tentangku?” Tanya Yongguk sedih. Namja itu belum tau jika ingatan SoHee telah kembali. Miris, jangankan bertemu, bahkan hanya sekedar berkomunikasi saja sulit.

“Kau tau? Saat kita berkencan dulu, kita tidak pernah bersembunyi seperti ini. Kita berkencan di malam hari saat semua orang mulai tertidur. Kita pergi ke tempat yang kau sukai. Orang-orang terdekat kita juga merestui kita, tentu saja selain pamanmu yang cerewet itu. Tapi kenapa setelah kita menikah semuanya jadi semakin susah? Kau istriku, kenapa aku tidak boleh menemuimu? Aku hanya ingin hidup bahagia denganmu, juga anak kita. Sesederhana itu.” Lanjut Yongguk. Suaranya terdengar parau.

Setetes air mata jatuh di pipi Yongguk. Bukan miliknya, tapi milik istrinya. SoHee menangis getir. Yongguk bangun dari pangkuan SoHee, dan menghapus air mata gadis yang sangat di cintai itu.

“Jangan menangis. Aku mohon. Sudah terlalu banyak air mata yang kau keluarkan. Aku tidak ingin melihatmu menangis lagi?” Pinta Yongguk. Air matanya ikut tumpah. Keduanya lalu berpelukan.

“Bawa aku pergi dari sini.” Ujar SoHee.

“Tidak. Aku tidak akan membawamu lari lagi. Aku akan menjemputmu sebagai istriku. Hingga saat itu tiba, aku mohon tunggulah aku. Kau mau menungguku kan?” Yongguk memeluk SoHee erat. Entah perasaan apa yang mereka rasakan saat ini. Yang pasti mereka tau satu hal, mereka saling mencintai.

******

Pesta pertunangan Yunho dan Asami berjalan sederhana dan tertutup. Hanya di hadiri beberapa tamu dan orang-orang terdekat dari kedua belah pihak.

Yunho terlihat gagah dengan setelan jas hitamnya, sedangkan Asami selalu terlihat cantik dengan balutan dress warna putih. Kedua orang itu sedang sibuk menyapa para undangan yang datang.

SoHee mendorong kursi roda ayahnya. Pria paruh baya itu sudah menyadari kesalahannya selama ini. Dan di sisa hidupnya yang tak lama lagi, ia ingin hidup tenang bersama anak-anaknya, juga calon cucunya yang kini masih di dalam perut SoHee. Pria itu terlihat jauh lebih tampan saat tertawa.

Ibu tiri SoHee terlihat sedang bercanda dengan Himchan. SoHee mendorong kursi roda Ayahnya menuju kedua orang itu. Himchan menunduk penuh hormat pada Ayah SoHee. Beberapa menit kemudian seseorang yang membawa kamera memerintahkan mereka untuk mendekat. Dan dalam hitungan detik, beberapa kilatan cahaya memantul dari arah kamera.

“Hei kenapa kalian tidak mengajak kami?” Tuntut Yunho saat menyadari dirinya dan Asami tak menjadi bagian dari foto keluaga. Tentu saja kata-kata yang baru saja di lontarkannya itu hanyalah guyonan.

“Berikan kamera itu pada temanmu. Kita harus membuat foto keluarga. Lupakan semua kejadian buruk di masa lalu. Kita buat kenangan yang indah mulai saat ini.” Yunho menepuk pundak seorang namja dan tersenyum ke arahnya.

FLASHBACK
Yunho dan Himchan sedang duduk bersama. Mereka terlihat sibuk membicarakan sesuatu. Begitu akrab, sesekali saling bercanda dan bergurau.

Sejak dulu Himchan memang sudah dekat dengan Yunho maupun Tae Sung, karna itulah kenapa Yunho dan Tae Sung lebih menyukai Himchan sebagai pendamping SoHee jika di banding Yongguk.

Sayangnya hati seseorang bukanlah mobil yang bisa di arahkan kemanapun pemiliknya mau. Begitupun dengan SoHee. Hatinya sudah terikat kuat pada seorang namja bernama Yongguk. Namja kasar, keras kepala, berpenampilan urakan dan tidak romantis. Jauh berbeda jika di bandingkan dengan Himchan yang halus, lembut, tampan dan romantis.

Jika SoHee waras, dia pasti memilih Himchan sebagai suaminya. Sayangnya SoHee sedang tidak waras setelah terkena virus mematikan yang bisa membuat orang buta, bahkan gila. Virus yang biasa di sebut Cinta itu telah menyebar ke seluruh tubuh SoHee.

Yunho tidak tau lagi bagaimana cara menyembuhkan SoHee dari virus tersebut. Karna itu ia meminta pendapat Himchan. Namja itu dengan berlapang dada memberi saran yang terbaik demi kebahagiaan gadis yang di cintainya, sekalipun itu berat.

“Hyung, aku ingin bicara denganmu.” Pinta Yongguk yang tiba-tiba saja sudah berdiri di balik Yunho dan Himchan. Kedua orang itu berbalik dan menatap Yongguk dengan pandangan tidak suka.

Himchan mengibas-ngibaskan tangannya beberapa kali sebagai tanda ia mengusir Yongguk. “Yunho hyung tidak mau bicara denganmu.”

Sayangnya tekat Yongguk untuk mempertahankan SoHee agar kembali ke sisinya terlalu besar hingga ia tidak memperdulikan sedikitpun ucapan Himchan.

“Lakukan semaumu. Jika kau ingin memukulku, pukul saja sepuasmu. Aku tau kau kecewa padaku, tapi bagaimana kau bisa menyukai istri temanmu dan menyembunyikannya seperti itu? Bayangkan jika kau ada di posisiku. Apa yang kau rasakan? Sakit.” Yongguk memukul dadanya berkali-kali. Himchan yang mulai terpancing emosinya geram mendengar tuduhan Yongguk. Namja itu menarik kerah baju Yongguk dan siap mengarahkan tinjunya ke wajah Yongguk.

Yunho bangkit dari tempat duduknya dan mendatangi kedua namja yang siap beradu jotos itu. Yunho meminta Himchan untuk melepaskan Yongguk. “Aku sudah memikirkannya baik-baik. Aku harap kau bisa menerima keputusanku. Ini semua demi SoHee. Kita ingin SoHee bahagia bukan? Dan satu-satunya orang yang bisa membuat SoHee lengkap adalah namja brengsek itu.” Yunho meninggikan suaranya beberapa oktaf di kalimat terakhir yang di ucapkannya sambil menunjuk Yongguk.

“Dan kau! Aku menyerahkan adikku padamu bukan untuk kau sakiti. Aku menyerahkan SoHee padamu untuk membuatnya bahagia. Aku tidak tau apa yang hebat darimu hingga SoHee begitu mencintaimu. Kenapa harus kau orangnya?” Yunho mendorong tubuh Yongguk hingga namja itu terbentur di tembok. Yongguk pasrah. Ia sudah siap menerima hukuman apapun yang akan di terimanya.

“Sejujurnya, aku sangat ingin menghajarmu hingga berdarah, tapi aku tidak ingin membuat SoHee sedih. Karna itu ini peringatan pertama dan terakhir dariku. Jika sekali lagi kau menyakiti SoHee, aku tidak akan melepaskanmu. Aku tidak perduli, apapun yang terjadi, meski itu artinya aku akan membuat SoHee kembali depresi, bahkan gila, aku tidak perduli. Aku akan menjauhkan SoHee darimu.” Ancam Yunho serius. Yongguk tersenyum mendengarnya. Bukan meremehkan, tapi Yongguk tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia sangat bahagia mendengar ucapan Yunho.

“Aku benar-benar berterima kasih Hyung.” Ujar Yongguk.

“Berterimakasihlah pada Himchan. Dia yang bisa merubah pikiranku. Jika dia seorang wanita, aku pasti sudah menikahinya.” Yunho menepuk pundak Himchan, begitupun Yongguk. Ia benar-benar berterimakasih pada Himchan. Entah sudah berapa banyak Himchan menolongnya. Kedua sahabat baik yang sempat bersitegang itupun akhirnya saling berpelukan.
FLASHBACK END

Yunho melihat Ayah, Ibunya, SoHee, Yongguk juga Himchan saling tertawa. Yunho meneteskan air mata haru, tidak menyangka jika keluarganya yang awalnya hidup terpisah kini bisa bersatu.

Dan yang lebih membahagiakan Yunho adalah melihat kebahagiaan SoHee. Asami yang menyadari perubahan di wajah tunangannya itu mencoba menguatkan. Asami menggenggam tangan Yunho dan menggandengnya mendekat ke keluarga besarnya.

“Berikan kamera itu pada temanmu. Kita harus membuat foto keluarga. Lupakan semua kejadian buruk di masa lalu. Kita buat kenangan yang indah mulai saat ini.” Yunho menepuk pundak seorang namja dan tersenyum ke arahnya. Namja yang tak lain adalah adik iparnya sendiri, Yongguk.

“Ah, Hyung, Nuna.. Selamat atas pertunangan kalian.” Yongguk mengulurkan tangannya dan memberi selamat. Di susul SoHee yang bergelanjut manja di lengan kekar Yongguk. SoHee lalu menarik kedua tangan kakaknya.

“Channie-ya. Tolong.” Yongguk menyerahkan kameranya pada Himchan dan bersiap berdiri di samping SoHee, Yunho, Asami, dan juga kedua mertuanya. Yongguk memeluk SoHee dari belakang, tangannya menggenggam tangan SoHee dan mengelus perutnya. Mereka semua tersenyum ceria ke arah Himchan, menunggu aba-aba hitungan mundur.

3

2

1

—————-END—————-

@milanistred

99 Komentar

  1. hanami

    keren thor syang nya q bru bca

  2. Caemayyasmine Yeojaexo

    Kyaaaa,,suka ,suka ending’a

  3. Keren bnget🙂 sad nya dapat bnget :’) udah ngga bsa berkata kata lagi ff ini udah buat aku nangis trus trusan haha.. Good job author

  4. Rita Clouds

    huaaaa aq suka happy ending deh
    ffny bgus bnget aq suka suka suka🙂

  5. akhirnya happy end juga…
    tp himchan ama siapa thor? kasian.. tambahin aku jd cast nya buat nemenin himchan #ngarep ihihihii ^^b
    daebakk ni ff nya

  6. kyurang

    Akhirnya endingnya bahagia🙂 senengnyaaa

  7. dongrim

    hepi

  8. Endha minjya

    Wah sumpah kren bgt 4 jempol deh pko nya. . . Sedih nya ada sneng ny jg ada. .
    #pko’a daebak..

  9. Saya suka endnya thor

  10. pratiwi

    Authornya daebak bisa buat ff yg kerennya pakai bangettt

  11. Naya

    Waw! Mewek sampe akhir…
    I Love it.
    Keren cerita’y.
    Pokoke apik tenan, mba yu!🙂😀

  12. wuaaaa kerennnn. endingnya bagusss

  13. Ahhh ff nya bnerbner kerenthor🙂
    jjang😉
    tpi krang suka ending nya , harus nya endingnya lbih membahagiakan dari ini :* hrus ada epilog nya thor , but overall aku suka bgt ff nya sumpah :* :*
    keep writing thor :*

  14. anggie wienda

    akhirnya ending juga..🙂

    mewek bacanya..

  15. Baru baca ini dan happy ending bgt ahhh:’)

  16. sherly

    ceritanya sukses buat aku nangis. huhu akhirnya happy ending.

  17. Shinhye

    Aaa suka bgt sama ceritanya apalagi endingnya, mian baru kmen di part ini. Soalnya aku baru baca tdi pagi jadi males mau komen di setiap partnya krna udah penasaran bgt sma squel squelnya. Ini ceritanya bner bner baguuuusss!^^

  18. Shinhye

    Aaa suka bgt sama ceritanya apalagi endingnya, mian baru kmen di part ini. Soalnya aku baru baca tdi pagi jadi males mau komen di setiap partnya krna udah penasaran bgt sma squel squelnya. Ini ceritanya bner bner baguuuusss!^^ ska bgtttt

  19. ff lover

    one word. D A E B A K !

  20. kyung

    Ceritany bagus :’D so sweett, himchan..be mine juseyo :3 sama kyung aja sinii

  21. oh sehun's wife

    Wlaupun udah terpisah tp akhirnya …
    Happy ending
    Keren thor
    Aku sukaaa banget

  22. khunong

    Woaaaa daebak tor … ff ini bkin perasaan campur aduk .. gak ada sequel lg tor?

  23. puspa

    alhamdulillah beres juga..
    bang appa keren sekaliii..

  24. cy

    entahlah berasa lebih mengerti yongguk setelah baca semua sequelnya :’) keren banget thor! tapi jujur aku kurang suka kalo si yongguk nc-an hahaha

  25. ayu dian pratiwi

    keren

  26. waah akhirnya berakhir juga kekeke^^ setelah mengahabiskan lelehan air mata yang keluar *okeinilebay… tapi itu fakta hoho, ohiya aku ijin nge reblog ya thor:D

  27. Reblogged this on welcome:).

  28. silahkan🙂

  29. keren gilak;; nangis bacanya wkwkwk
    keep writing thor:’3

  30. KYS

    sungguh aku mewek😥
    keren lahh FF nya🙂

Trackbacks

  1. Baby BANG’s Bbuing Bbuing | AstreDiaries

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: