AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

False Hope (Sequel She’s My Amazing Yeoja)


Author : Bangster1004

Casts : Bang Yongguk BAP, Jung
SoHee (OC)

Length : Oneshot

Rating : NC-17

Genre : Soft Romance

Disclaimer : Dengan egois saya mengatakan bahwa Yongguk sepenuhnya adalah milik saya😀 begitupun dengan ide cerita.

Warning!! Ranjau typo bertebaran
dimana-mana

Don’t be silent reader

Happy Reading……..

Cerita Sebelumnya…..

Yongguk memeluk SoHee yang tidur di sampingnya. Menyentuh wajah gadis itu dengan sayang. Peluh menetes dari wajahnya, Yongguk lelah. Entah sudah berapa ronde yang ia habiskan dengan SoHee.

“Kau benar-benar hebat sayang.” Gumam Yongguk.

SoHee membalasnya dengan senyuman. “Benarkah?”

Tapi ada yang berbeda dengan SoHee. Suara gadis itu terdengar besar dan sedikit serak, seperti suara…..

“Chanie!!!!” Pekik Yongguk.

Suasana kamar yang awalnya tenang menjadi gaduh akibat kebisingan yang di sebabkan oleh Hyung Line itu. Yongguk terkejut melihat Himchan-lah yang ada di sampingnya, bukan SoHee.

Dengan setengah sadar Yongjae, Jongup, Daehyun dan Zelo menatap Yongguk dan Himchan bergantian. Menuntut penjelasan atas apa yang baru saja terjadi hingga membuat istirahat mereka terganggu. Himchan menepis tangan Yongguk lalu turun dari atas kasur. “Yonggukkie, yonggukkie sudah meraba-raba tubuhku. Mencubit pipiku dan menyentuh bibirku.” Ujar Himchan sambil mempraktekkan apa yang sudah Yongguk lakukan pada tubuhnya dengan gaya yang di dramatisir.

“Hei!! Jangan berlebihan.” Yongguk melempar sebuah bantal tepat ke wajah Himchan. Yongguk mendesah. Ia malu, juga kesal.

Ternyata Yongguk hanya bermimpi. Gadis yang bernama SoHee itu benar-benar lancang. Berani sekali dia menggoda Yongguk seperti itu, bahkan dalam mimpi sekalipun. Meski begitu Yongguk tidak pernah bosan dan selalu meminta SoHee untuk datang setiap hari, lagi dan lagi ke dalam mimpinya.

“Sudah. Lanjutkan tidurnya. Ini masih malam, besok kita ada latihan.” Usul Yongjae yang mendapat anggukan setuju dari yang lain.

“Kau benar-benar hebat sayang.” Cibir Himchan yang membuat Yongguk semakin kesal. Rasanya Yongguk ingin menelan Himchan hidup-hidup karna mulutnya yang tidak bisa diam itu. Himchan nyengir ke arah Yongguk, lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sebelum Yongguk benar-benar akan menelannya.

Yongguk menghembuskan nafas berat. Ia turun dari tempat tidur, melangkah menuju cendela. Melihat bintang yang berkelap-kelip di atas langit Tokyo. Yah Yongguk dan teman-temannya kini memang sedang berada di negri Sakura untuk promosi debut Jepang. Keadaan itu memaksa Yongguk untuk berpisah sementara waktu dengan belahan jiwanya. Mau tidak mau, suka tidak suka Yongguk harus meninggalkan SoHee. Menahan rindu yang kian membesar dan membuatnya hampir gila.

Rasanya seperti sudah lama sekali, padahal baru beberapa hari yang lalu Yongguk bermanja-manjaan di pangkuan SoHee, melihat wajah teduh gadisnya saat ia akan tidur dan ketika ia membuka mata. Yongguk sangat merindukan masa-masa itu. Tapi kini, Yongguk harus menerima kenyataan bahwa dia harus bangun dan tidur di antara para lelaki. Berada berada ditengah-tengah antara Zelo dan Himchan.

“Hyung, aku tau kau sangat merindukan SoHee nuna, tapi lebih baik kau tidur dan jaga kesehatanmu. Jika SoHee nuna tau, dia pasti akan memarahi kami.” Ujar Zelo mengingatkan Yongguk. Maknae BAP itu mengerjapkan matanya beberapa kali. Entah Zelo sadar atau tidak dengan apa yang baru saja di katakan. Namun ucapannya itu membuat Yongguk mengerutkan kening, heran.

“SoHee memarahimu? Yang benar saja. Untuk apa? Lucu.” Yongguk menggeleng tak percaya. Ia lalu merebahkan tubuhnya di samping maknae yang tingginya melebihi tingginya sendiri itu, membelakangi Himchan yang sudah mendengkur.

*****

SoHee mengetik beberapa kata bertuliskan ‘debut Jepang BAP’ sebagai keyword di layar komputernya. Beberapa detik kemudian muncul artikel, gambar, serta vidio yang terkait. SoHee mengklik sebuah vidio bertuliskan ‘2nd Single One shot’. Gadis itu tersenyum ketika wajah Yongguk muncul disana. Senyum SoHee semakin mengembang ketika tangannya mulai turun membelai perutnya yang masih datar.

“Kau lihat sayang? Itu ayahmu. Dia terlihat sangat keren bukan? Huh, belum apa-apa ibu sudah sangat merindukannya. Apa kau juga merindukan ayahmu?” Ujar SoHee pada janin yang baru berusia lima minggu hidup di dalam rahimnya.

SoHee sudah merindukan Yongguk, lagi. Padahal baru tiga puluh menit yang lalu Yongguk menelfonnya dan mengatakan bahwa hari ini ia akan ada wawancara di majalah Tsutaya, Cureasuta, dan Boda, untuk masa promosi Jepang mereka.

Tett…tett….

Bel apartemen SoHee berbunyi. SoHee berjalan menuju pintu sambil bertanya-tanya siapa yang datang ke apartemennya.

“Jangan bergerak. Cepat balikkan tubuhmu dan masuk.” Ancam seorang pria berpakaian hitam dan memakai masker yang berdiri di depan pintu. Gadis itu terlihat begitu shock dan ketakutan. Bagaimana tidak? SoHee di suguhi sebuah pistol tepat di depan wajahnya saat ia baru saja membuka pintu.

“Pergi ke dapur dan buatkan aku orange float.” Perintah namja itu setelah mereka masuk ke dalam apartemen. SoHee mendengus kesal. Sepertinya ia tau siapa namja yang sedang mengancamnya saat ini. SoHee membalikkan tubuhnya dan menemukan Jung Yunho disana.

“Yakk!!! Apa karna oppa baru saja membintangi drama action jadi oppa bisa menakut-nakutiku dengan pistol seperti itu!.” Teriak SoHee. Gadis itu bersiap mengejar Yunho jika saja ia tidak ingat ada seorang bayi dalam kandungannya yang harus ia jaga dengan hati-hati.

“Bagaimana kabar adikku yang paling cerewet ini?” Yunho terkekeh kecil lalu mengusap rambut SoHee.

“Aku baik-baik saja. Tapi keponakanmu ini sepertinya tidak. Dia agak rewel dan suka meminta sesuatu yang aneh-aneh” Ujar SoHee, lagi-lagi gadis itu mengusap perutnya. Yunho mendelik mendengar ucapan SoHee. Otaknya masih mencerna tiap kata yang keluar dari mulut adiknya itu.

“Apa disana ada kehidupan?” Tanya Yunho, jari telunjuknya mengarah tepat ke perut SoHee. Gadis itu terkekeh melihat ekspresi lucu dan tak percaya di wajah kakaknya.

“Secepat itukah?” Tanya Yunho lagi. Dan SoHee juga lagi-lagi hanya menjawabnya dengan anggukan.

“HEII!!!!!!” Teriak Yunho.

“Bagaimana kau bisa melakukan hal itu sedangkan kakakmu bahkan belum memiliki kekasih.” Oceh Yunho kesal. Sedetik kemudian ia sudah menenggak habis orange float yang baru saja SoHee suguhkan.

“Wow! Oppa, apa kau baru saja lari maraton?” SoHee mengomentari kelakuan Yunho yang menghabiskan Orang float buatannya hanya dengan sekali teguk.

Yunho menatap SoHee dalam, sejujurnya ia tidak benar-benar kesal. Ia bahagia, sangat bahagia melihat adiknya bisa bahagia setelah sempat mengalami masa-masa sulit. Yunho menepuk sofa disampingnya, memerintahkan SoHee agar duduk lebih dekat dengannya.

“Chukkae Mrs. Bang.” Ucap Yunho dengan senyum yang tulus. Mereka saling berpelukan melepas rindu.

“Terima kasih. Tapi, apa maksudnya itu?” SoHee memajukan dagunya ke arah sebuah koper besar yang di bawa Yunho.

Namja itu mengeluarkan dua buah kertas berbentuk persegi panjang dari dalam jaket lalu memberikannya pada SoHee. Gadis itu masih terdiam beberapa saat setelah membaca kertas yang Yunho berikan padanya. Pikirannya menerawang.

“Apa kau tidak suka? Okaasan (Ibu-Jepang) merindukanmu. Tapi jika kau tidak suka tidak masalah, aku akan berangkat sendiri.” Ucap Yunho ragu.

“Tidak. Sudah lama aku tidak pulang. Aku juga merindukan mereka, sekalian bertemu dengan Yongukkie. Kapan kita berangkat?” Tanya SoHee bersemangat. Berbeda dengan apa yang Yunho perkirakan. Yunho pikir SoHee akan menolak ajakannya, mengingat SoHee mempunyai banyak kenangan buruk di Jepang.

“Penerbangannya nanti siang. Jadi sekarang kau bisa bersiap-siap dulu.” Perintah Yunho.

SoHee bergegas masuk ke dalam kamarnya dan mengemasi beberapa baju yang di butuhkan. Tidak lupa SoHee membawa selembar kertas yang dirasanya sangat penting untuk ia tunjukkan kepada orang tuanya di Jepang.

*****

“Oppa!!! Benarkah kita sudah sampai di Jepang? Woaah benarkah? Apa aku tidak bermimpi?” SoHee berteriak kegirangan. Entah itu ekspresi bahagia atau hanya sekedar ‘berpura-pura’ bahagia karna tidak ingin membuat Yunho sedih. SoHee memanggil nama Yunho berkali-kali sambil menghentak-hentakkan kakinya ke tanah seperti anak kecil.

“Yakk!!! Ingat kandunganmu.” Yunho menekan kening SoHee dengan ujung jarinya. Kebiasaan yang selalu Yunho lakukan kepada SoHee ketika ia masih kecil.

Seorang pria bertubuh besar, berkacamata hitam dengan setelan jas senada menghampiri SoHee dan Yunho. Setelah memberi salam ia mempersilahkan kedua bersaudara itu untuk masuk ke dalam mobilnya. Mengantar mereka menuju Azabu, perumahan elite di Jepang dimana orangtua mereka tinggal.

SoHee dan Yunho adalah saudara kandung. Mereka hanya berbeda Ibu, tapi ayah mereka adalah orang yang sama. Ayah dan Ibu SoHee adalah orang asli Korea yang menetap di Jepang, sedangkan Ibu Yunho adalah warga asli Jepang. Karna itu Yunho sangat fasih berbahasa Jepang. Setelah sepuluh tahun menikah, Ibu SoHee tak kunjung hamil, sehingga ia meminta suaminya untuk menikah lagi. Dan wanita yang menjadi istri kedua ayah SoHee adalah Ibu Yunho. Setelah Yunho di lahirkan, selang lima tahun kemudian Ibu SoHee hamil. Sayangnya setelah melahirkan SoHee, wanita itu meninggal. Meski menyandang status sebagai Ibu tiri, namun Ibu Yunho menyayangi SoHee seperti putrinya sendiri. Tidak ada perbedaan antara SoHee dan Yunho. Wanita itu begitu menyayangi keduanya. Berbeda dengan ayah SoHee. Meski pria paruh baya itu adalah ayah kandung SoHee, namun ia lebih menyayangi Yunho daripada SoHee.

Ibu Yunho merentangkan tangan menyambut kedatangan kedua anaknya. Mencium dan memeluk satu persatu anak yang selama ini hidup terpisah. Wanita paruh baya itu menggiring SoHee dan Yunho ke meja makan dimana ayah mereka sudah menunggu.

“Selamat malam Otousan (ayah-Jepang).” Sapa SoHee dan Yunho serempak seraya menundukkan kepala tanda hormat.

“Ah kalian sudah datang. Duduklah. Kita makan.” Perintah sang tuan rumah yang tak lain adalah ayah kandung SoHee dan Yunho. Saat makan malam, pria paruh baya itu banyak bertanya pada Yunho. Sedangkan tak satu pertanyaanpun yang ia ajukannya untuk putrinya. SoHee sadar diri, ia tau hal-hal seperti ini akan terjadi. Karna itu setelah menghabiskan makanannya SoHee pamit untuk istirahat. Ibu Yunho menegur suaminya agar lebih memperhatikan putrinya, wanita itu kemudian mengikuti SoHee ke kamar.

“Ibu dengar dari kakakmu bahwa kau sedang hamil. Benarkah itu?” Tanya Ibu Yunho pada SoHee ketika dua wanita itu sedang berada di kamar. SoHee menanggapinya dengan tersenyum. Gadis itu membongkar kopernya dan memberikan selembar kertas pada Ibu Yunho. Setelah membaca isi kertas tersebut, wanita itu memeluk SoHee dan mengucapkan selamat.

“Apa ini?” Tanya Ibu Yunho saat SoHee memberinya dua buah bingkisan.

“Ini untuk Otousan, tolong berikan padanya. Dan yang ini untuk Okaasan.” Ujar SoHee.

Ibu Yunho terharu ketika mendapati isi bingkisan tersebut adalah sebuah alat pemijit berbentuk U yang biasa di gunakan untuk memijat di daerah sekitar leher.

“Aku bingung mau membeli apa. Aku tau Ibu pasti sudah memiliki segalanya. Karna itu aku hanya bisa membelikan alat ini. Aku harap ini bisa sedikit membantu meringankan beban Ibu saat lelah.” Ujar SoHee tulus, membuat wanita paruh baya itu tidak bisa berkata-kata lagi. Air matanya jatuh begitu mendengar ucapan SoHee. Wanita itu tidak menyangka jika anak tirinya begitu memperhatikan kesehatannya.

“Okaasan.” Panggil SoHee.

“Hmm?”

“Bisakah? Untuk malam ini saja, tidur denganku dan memelukku?” Pinta SoHee yang membuat hati wanita itu semakin terenyuh.

Harusnya ia melakukannya dari dulu. Harusnya ia memeluk SoHee dari dulu. Ia tau SoHee pasti sangat merindukan pelukan hangat Ibu kandungnya, tapi wanita itu terlalu takut untuk lebih dekat dengan SoHee. Ia takut SoHee tidak bisa menerima kehadirannya meski SoHee selalu memanggilnya Ibu.

Wanita itu mengangguk, dan segera merapikan tempat tidur SoHee. Beberapa menit kemudian SoHee sudah berada dalam dekapan hangat Ibunya, wanita itu menepuk pelan punggung putrinya. SoHee menangis dalam diam, tanpa suara. SoHee tidak ingin siapapun mengkhawatirnya.

Diam-diam ayah SoHee menengok kamar putrinya dan melihat SoHee sudah terlelap di pelukan istrinya. Pria itu kembali menutup pintu, wajahnya tetap datar tanpa ekspresi.

*****

Nafsu makan Yongguk turun, ia juga masih merasakan mual. Dan sudah beberapa hari ini ia tidak makan nasi. Itu membuat tubuhnya semakin terlihat kurus.

Konser Tur Arena tinggal beberapa hari lagi, karna itu semua member BAP mendapat waktu istirahat. Himchan dan yang lain berusaha membujuk Yongguk agar namja itu mau pergi keluar untuk menghirup udara segar, namun tak satupun yang berhasil.

Bukan istirahat, bukan refreshing, bukan hal-hal seperti itu. Yongguk hanya menginginkan SoHee, gadis yang selalu membuatnya khawatir dan kesal karna ponselnya tidak bisa di hubungi sejak kemarin. Dan itu membuat mood Yongguk buruk.

Yongguk berdiri di balik cendela saat ia mendengar suara pintu kembali terbuka. Kali ini siapa lagi yang akan membujuknya?

Yongguk hanya bertelanjang dada, hingga tatto bertuliskan ‘Do What U Like, and Luv What U Do” dengan tiga bintang di atasnya tercetak jelas di balik punggungnya. Tiba-tiba sepasang tangan memeluknya dari belakang. Yongguk merasakan dua buah gundukan kenyal menempel di punggungnya. Ia yakin bahwa yang memeluknya saat ini adalah seorang wanita. Tapi siapa?

“Diamlah. Tetap seperti ini, lima menit. Aku benar-benar merindukan punggung ini.” Suara gadis yang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga Yongguk. Suara gadis yang selalu bisa membuat mood-nya buruk tapi juga amat sangat di rindukannya, SoHee.

Yah, dengan bantuan dan koneksi yang di miliki Yunho, tidak sulit bagi SoHee untuk menemukan tempat tinggal Yongguk. Dan jangan tanyakan bagaimana dia bisa masuk ke kamar Yongguk seperti saat ini, karna manager Kang sendiri yang memerintahkan SoHee untuk menemui Yongguk saat mereka bertemu di bawah tadi. Setidaknya manager Kang dan yang lain berharap SoHee bisa membuat mood Yongguk kembali baik.

SoHee mencium punggung Yongguk dengan mesra, membuat namja itu merasa geli. SoHee merabah perut Yongguk yang berbentuk kotak berjumlah enam bagian. Tangannya turun dan menyelinap masuk ke dalam celana Yongguk. Namja itu mendesah, nafasnya berat ketika dengan sengaja tangan mungil SoHee menyentuh ujung batang kemaluannya yang sudah berdiri tegak. SoHee membuka resleting Yongguk sehingga celana yang dipakai namjanya itu terjun bebas. Dengan sigap SoHee mengeluarkan jagoan kecil yang tidak bisa disebut kecil dari celana dalam Yongguk.

Tidak mau menunggu lebih lama lagi SoHee menghisap batang kemaluan Yongguk layaknya permen. SoHee menjilat dan mengulum, berusaha memasukkan semua batang kemaluan Yongguk ke dalam mulutnya meski ia tau mulut mungilnya itu tidak mampu menampung benda raksasa itu. SoHee menatap Yongguk yang merem melek keenakan. Mendadak gadis itu menghentikan aktifitasnya, membuat Yongguk mengerutkan kening, heran, juga berusaha menahan birahi yang sudah menjalar ke seluruh tubuh.

SoHee berdiri dan meninggalkan Yongguk. Gadis itu duduk di ujung kasur sambil mengutak-atik ponselnya dan sama sekali tidak menghiraukan Yongguk.

“Chagi-ah, apa yang kau lakukan? Hei pekerjaanmu belum selesai!” Ujar Yongguk yang terdengar seperti sebuah complain. Gadis itu tidak menjawab, malah memperlihatkan ponselnya pada Yongguk dimana ada pesan dari Zelo dan teman-temannya yang selama ini menjadi mata-mata SoHee.

“Apa yang kau lakukan pada tubuhmu? Apa kau tau jika tubuhmu itu bukan hanya milikmu sendiri sekarang? Jadi seharusnya kau menjaganya. Bagaimana bisa kau tidak makan selama berhari-hari seperti itu? Bagaimana jika kau jatuh sakit? Semuanya bisa berantakan. Bukankah debut Jepang dan bisa melaksanakan tur Arena itu menjadi salah satu impianmu?” Oceh SoHee. Jiwa seorang istri dan keibuannya sudah mulai keluar. SoHee marah melihat namja yang di cintainya semakin kurus.

“Hei nyonya Bang! Mengertilah, itu karna kau tidak ada disampingku. Sekarang hentikan ocehanmu dan lanjutkan pekerjaanmu.” Perintah Yongguk.

“Tidak mau. Apa kau pikir kita ini sedang bulan madu?” Tolak SoHee sambil merentangkan tubuhnya di atas kasur.

“Hei! Jika kau tidak mau, lalu apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yongguk meminta penjelasan.

“Yunho oppa mengajakku menemui Otousan dan Okaasan. Lagipula aku ingin liburan.” Jawab SoHee enteng. Yongguk mendengus kesal lalu membaringkan tubuhnya disamping SoHee. Lama kelamaan Yongguk semakin mendekat. Tangannya mulai bergerilya menyusuri tubuh SoHee.

“Hei, anakmu sedang malas dan tidak ingin bermain dengan ayahnya yang nakal.” Ujar SoHee yang hanya di anggap Yongguk sebagai sebuah lelucon dan alasan.

“Anak apa? Anak kucing? Bunuh saja aku jika aku tidak bisa membuat nafsumu bangkit.” Tanpa banyak bicara lagi Yongguk menyerang bibir mungil SoHee. Tangannya turun menuju bukit kembar SoHee yang terasa kenyal dan menggoda sejak gadis itu memeluknya tadi. Tangan Yongguk semakin turun menuju pangkal paha SoHee. Mini dress yang dipakainya dengan mudah di singkap Yongguk hingga terlihat belahan yang selalu bisa membuat Yongguk melayang.

Yongguk berpindah posisi. Ia membuka paha SoHee lebar dan menenggelamkan wajahnya di selangkangan SoHee. Menjilat daging kecil berwarna merah yang biasa di sebut klitoris. Sebuah benda yang selalu bisa membuat SoHee menggigit bibir bawahnya karna menahan birahi ketika Yongguk menjilatnya secara terus menerus.

Yongguk tersenyum menang melihat ekspresi SoHee, ia lalu menghentikan aktifitasnya. Membalas apa yang sudah SoHee lakuan padanya beberapa menit yang lalu.

“Yak!! Apa yang kau lakukan?” Tuntut SoHee.

“Apa yang aku lakukan? Melakukan apa yang sudah kau lakukan padaku.” Balas Yongguk penuh kemenangan.

“Hei! Kau ini benar-benar.” Teriak SoHee kesal.

“Kau tau kenapa aku menyukai Tiger? Karakternya mirip denganku yang tidak banyak bicara, tapi jika sudah bertindak tidak akan melepaskan mangsanya. Karna itu jangan coba-coba membangunkan ‘Tiger’.” Yongguk menindih tubuh SoHee dan melumat bibir gadisnya tanpa ampun. Tangannya bergerak membuka resleting baju SoHee hingga gadis itu telanjang bulat.

“Kau tidak akan pernah menang jika melawanku.” Goda Yongguk yang semakin membuat SoHee kesal. Yongguk mengarahkan batang kemaluannya ke selangkangan SoHee.

SoHee mendesah, merengkuh tubuh Yongguk erat-erat. Kedua kakinya melingkar dipinggang Yongguk. Mengunci tubuh Yongguk dalam pelukannya. Sejenak mereka diam, saling pandang, dan berciuman mesra. Keduanya sudah berkeringat.

“Bisakah kita diam begini saja?” Pinta SoHee sambil mencium tiap inchi wajah Yongguk. SoHee sangat senang jika tubuhnya dan Yongguk tertancap menjadi satu seperti ini.

“Hanya diam seperti ini?” Tanya Yongguk dengan nada lucu.

SoHee tertawa kecil di tengah nafasnya yang memburu, “Boleh bergerak, tapi sedikit” Bisiknya manja.

“Seperti ini?” Tanya Yongguk lagi sambil mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur secara perlahan.

“Mmhh..” SoHee menjawab dengan erangan.

“Bagaimana jika begini?” Yongguk bergerak naik turunkan, sesekali memutar pinggulnya.

“Aah.. Aku suka dua-duanya!” SoHee mengerang. Yongguk tersenyum dan kembali mencium bibir SoHee yang cerewet tapi menggairahkan itu. SoHee bergerak maju mundur selaras dengan goyangan Yongguk. Entah sudah berapa banyak cairan hangat yang di keluarkannya. Sedangkan pria yang kini ada di atas tubuhnya itu masih menggagahinya dengan gagah.

SoHee mendekap tubuh Yongguk, meraba punggung seksi prianya dan menggiggit kecil leher jenjang Yongguk. Menimbulkan sensasi luar biasa yang membuat Yongguk tidak bisa lagi membendung cairan kental yang sedari tadi coba di tahannya. Yongguk menyemprotkan semua cairan kejantanannya yang hangat itu ke dalam rahim SoHee.

Yongguk tersenyum, sambil merebahkan tubuh lelahnya di samping SoHee dan menatap gadisnya yang tersenyum. “Kali ini benar-benar nyata. Aku tidak bermimpi lagi.” Gumamnya. Mood buruk Yongguk hilang seketika, berganti senyuman yang membuat namja itu semakin terlihat tampan.

*****

“Toyama Castle, Osaka Nishinomaru Garden, dan Kinkakuji sudah. selanjutnya kita kemana?” Tanya SoHee antusias, menirukan suara gadis berambut bob di film kartun ‘Dora The Exploler’ sambil melihat peta di tangannya.

Yunho menggelengkan kepalanya mendengar ocehan SoHee. Gadis itu selalu manja jika bersama Yunho. SoHee terlihat sangat bahagia. Sudah lama sekali Yunho tidak melihat SoHee seceria itu. Aktifitas yang cukup padat membuat Yunho tidak bisa lagi menghabiskan waktu bersama SoHee. Yunho merasa bersalah tidak bisa menjaga SoHee dengan baik dan membiarkan gadis itu tinggal sendirian di apartemen.

“Aku ingin pergi ke Sensou-ji dan naik Jinrikisha, sekalian berbelanja di Nakamise Shopping Street.” Lanjut SoHee sambil mengamati pemandangan di pinggir sungai Sumida dari kapal water bus yang di tumpanginya sekarang.

“Terserah kau saja.” Jawab Yunho singkat sambil menaikkan masker yang menutupi wajahnya agar tidak ada orang yang mengenalinya.

SoHee menarik tangan Yunho layaknya menarik karung beras saat mereka berjalan kaki dari pintu barat Stasiun JR Iidabashi ke kuil Tokyo Daijingu yang berada di Chiyoda. Hari ini Yunho akan menemani SoHee seharian. Mengantar kemanapun gadis itu ingin pergi.

SoHee pulang membawa beberapa barang belanjaan setelah ia puas berkeliling seharian bersama Yunho. SoHee membelikan ayahnya sepatu dan membelikan ibunya baju. Memang tidak mahal, tapi bagus dan cukup pantas jika di pakai.

“Apa pekerjaanmu?” Tanya Ayah SoHee ketika mereka duduk dan berkumpul di ruang keluarga.

“Saya bekerja di tempat paman Tae Sung. Saya menjadi penulis di website resmi agency-nya.” Jawab SoHee senang. Setidaknya ayahnya bertanya sesuatu dan terlihat perduli padanya.

“Berapa Tae Sung menggajimu sebulan? Apa hanya itu yang bisa kau beli?” Lanjut pria paruh baya itu. Kata-katanya cukup menusuk perasaan SoHee. Ternyata gadis itu berharap terlalu jauh. Harapan jika ayahnya mulai perhatian adalah harapan yang salah.

“Memang tidak banyak. Tapi setidaknya cukup untuk menghidupi keseharian saya.” Jawab SoHee dengan tetap berusaha tersenyum.

“Kau pergi dari sini dan memilih ikut pamanmu. Aku pikir kau bisa hidup lebih baik. Kau membuat Yunho khawatir hingga mengikutimu ke Korea. Kau tidak berubah, kau hanya menyusahkan orang lain saja. Kau benar-benar anak pembawa sial.” Ujar ayah SoHee secara terang-terangan. Membuat dada SoHee mendadak sesah hingga ia merasa kesulitan bernafas.

Ayah yang selalu dihormatinya mengatakan hal buruk seperti itu. Bisa kau bayangkan bagaimana sakitnya?

“Sejak kau lahir, kau terus membawa sial. Ibumu meninggal, kemudian bisnisku hancur. Tapi setelah kau ikut dengan Tae Sung, semuanya kembali membaik.” Lanjut pria itu.

“Jadi apa itu yang membuat ayah sangat membenciku?” Tanya SoHee dengan bibir bergetar. Pria itu diam mendengar pertanyaan putrinya. Dan diamnya itu membuat SoHee berspekulasi. SoHee yakin jika ayahnya setuju dengan apa yang baru saja dikatakan.

SoHee berlari ke kamar dan mengemasi barang-barangnya. Tidak ada gunanya lagi gadis itu tinggal di rumah mewah namun terasa asing baginya, meski pemilik darah yang mengalir di tubuhnya juga tinggal disana.

Yunho murka mendengar apa yang di katakan ayahnya. Ia kecewa, sangat kecewa. Ia sudah bersusah payah mengajak SoHee pulang ke Jepang. Tapi yang di dapat adiknya hanyalah luka. Semua yang Yunho lakukan bersama SoHee hari ini terasa sia-sia. Yunho sengaja mengajak SoHee jalan-jalan untuk menghapus segala kenangan buruk yang pernah adiknya dapat saat masih tinggal di Jepang. Tapi yang baru saja dilakukan ayahnya pada SoHee benar-benar keterlaluan.

Ibu Yunho mencoba membujuk SoHee agar tinggal. Setidaknya untuk hari ini, mengingat saat ini sudah malam dan SoHee sedang hamil. Tapi gadis itu menolak.

“Okaasan, terima kasih sudah menjagaku selama ini. Jangan khawatir lagi padaku. Aku sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Yang perlu kau lakukan hanya menjaga Otousan dengan baik. Aku menyayangi kalian.” SoHee memeluk Ibu tirinya dengan sangat lama. Menahan air mata yang menumpuk di pelupuk mata. SoHee tidak ingin menangis. Ia harus terlihat kuat agar Ibunya tidak khawatir.

SoHee pamit pada ayahnya. Rasa egois, angkuh, dan keras kepala pria paruh baya itu begitu tinggi, sehingga ia tidak mau melihat kepergian SoHee. Meski ia sadar dan tau bahwa jika saat ini SoHee pergi, gadis itu tidak akan pernah kembali.

“Jangan pergi. Aku memerintahkanmu untuk tidak pergi!!!!” Teriak Yunho menghalangi SoHee.

“Oppa, aku harus pergi. Percayalah, aku akan baik-baik saja. Kau tau aku kuat dan aku sudah terbiasa dengan semua ini. Kau harus tetap disini menenangkan Okaasan. Malam ini aku akan ke tempat Yongguk.” SoHee melepaskan tangan Yunho perlahan lalu pergi dengan hati hancur.

*****

SoHee menghampiri Yongguk yqng menggandeng tangan Ji Eun. SoHee tidak menyadari jika ada beberapa crew disana. Hatinya sedang terluka akibat perlakuan ayahnya, dan sekarang ia melihat pemandangan yang membuat emosinya naik. Yongguk dan Ji Eun sedang melakukan syuting untuk MV terbaru Ji Eun dan Yongguk sebagai modelnya.

“Cut! Cut! Apa-apaan ini? Siapa dia? Cepat singkirkan dulu. Syuting break 10 menit.” Perintah Sutradara. SoHee baru sadar jika ia sedang berada di lokasi syuting setelah mendengar suara sutradara. SoHee beberapa kali menundukkan kepala, minta maaf dan merutuki perbuatan bodohnya.

Yongguk lelah. Saat semua temannya bisa beristirahat, Yongguk masih harus melakukan syuting. Yongguk juga kecewa pada SoHee, rasa cemburu membuatnya bertindak bodoh. Yongguk meninggalkan SoHee begitu saja meski gadis itu sudah memanggilnya beberapa kali.

“Yonggukkie, aku ingin bicara dengammu. Aku membutuhkanmu.” Lirih SoHee hampir tak terdengar lagi oleh Yongguk yang berjalan semakin menjauh.

Tinggalah SoHee bersama Tae Sung dan Ji Eun, mereka akhirnya berbicara. Tae Sung heran melihat keponakannya di Jepang. SoHee hanya mengatakan jika dia datang bersama ‘Oppa’. Tae Sung lebih terkejut lagi, pasalnya Tae Sung sudah mewanti-wanti SoHee untuk tidak lagi datang ke Jepang.

“Maaf paman. Tapi aku janji, ini yang terakhir kali.” Ucap SoHee menyesal. Tatapannya beralih pada gadis berambut panjang yang ada di sampingnya.

“Aku sudah memintamu untuk tidak mendekati Yongguk, tapi kenapa kau masih melakukannya? Tidak bisakah kau mencari model lain?” Tanya SoHee sinis. Ia sudah tidak bisa lagi memaklumi kelakuan Ji Eun.

“Ya! Kau ini kenapa? Mereka hanya berakting.” Ujar Tae Sung membela Ji Eun. SoHee lalu menatap keduanya tajam.

“Tidak bisakah kalian memakai model lain? Yongguk butuh istirahat. Apa kau tidak lihat matanya yang begitu lelah dan tubuhnya semakin kurus! Apa kalian masih ingin memanfaatkannya eoh?” Teriak SoHee hingga membuat beberapa crew disana memperhatikan mereka.

“Memangnya kenapa jika aku dekat dengan Yongguk? Apa hakmu melarangku? Kau hanya kekasihnya. Kekasih yang bisa putus kapan saja.” Sahut Ji Eun. Kata-kata gadis itu semakin membuat SoHee geram.

SoHee membuka tasnya dan mengambil sebuah kertas. Kertas yang berisi pernyataan dan tanda tangan dari dua orang yang bersangkutan serta beberapa saksi. Surat yang juga SoHee tunjukkan kepada Ibu tirinya beberapa hari yang lalu. Surat yang menyatakan bahwa SoHee sudah resmi menjadi istri Yongguk, terhitung sejak dua bulan yang lalu.

“HEII!!!!!! Hentikan omong kosongmu.” Teriak SoHee sambil menggebrak meja dimana ia baru saja meletakkan surat nikahnya.

Tae Sung mengambil surat itu dan membacanya. Ia tak percaya SoHee melakukan hal itu tanpa mengatakannya apapun padanya. Mata Ji Eun juga membulat ketika membaca kertas berisi tanda tangan SoHee, Yongguk, Yunho, serta tanda tangan Yongnam dan Natasha yang tak lain adalah kakak-kakak Yongguk.

“Apa jika aku mengatakannya paman akan setuju? Apa dengan mengatakannya paman akan mengadakan pesta besar-besaran? Bukankah selama ini paman selalu melarangku berhubungan dengan Yongguk karna wanita ini?” SoHee menunjuk Ji Eun.

“Lalu apa kau mau menanggung semua kerugian yang ku alami jika semua orang tau pernikahan kalian?” Bentak Tae Sung.

“Apa bagi paman uang lebih berharga dari pada kebahagiaanku?” Tanya SoHee tak percaya setelah mendengar ucapan Tae Sung. Paman yang selama ini sudah SoHee anggap seperti ayahnya sendiri.

“Kenapa paman diam? Jadi apa semua itu benar?” Ulang SoHee.

“Baiklah. Paman, silahkan ambil semua warisan yang Ibu tinggalkan untukku. Aku tidak membutuhkan semua itu. Jadi aku mohon ganti Yongguk dengan model lain. Ini permintaan pertama dan terakhirku sebagai jokhamu.” Ujar SoHee tepat saat Yongguk datang dan menghampiri mereka.

“Apa yang kau katakan? Itu tidak perlu. Aku baik-baik saja.” Sahut Yongguk tidak setuju.

Yongguk memaksa SoHee segera pulang ke rumah orang tuanya karna waktu sudah larut malam, namun SoHee tetap bertahan. Bukannya gadis itu tidak mau pulang, tapi ia tidak punya tujuan lain sekarang. Satu-satunya tujuan SoHee saat ini hanyalah Yongguk. Tapi apa yang bisa SoHee lakukan jika Yongguk juga mengusirnya?

“Fans macam apa kau ini? Kenapa kau tidak mau mendengar idolamu.” Bentak Yongguk.

Yongguk mengatakan hal itu karna ia tidak ingin crew dan orang-orang yang ada di sekitar mereka tau tentang hubungannya dan SoHee. Yongguk tidak ingin berita pernikahannya menjadi topik utama mengalahkan berita debut album Jepangnya.

“Kau benar-benar menyusahkan. Wajar jika ayahmu tidak menyukaimu dan mengatakan kau anak pembawa sial.” Gumam Tae Sung yang masih bisa di dengar SoHee.

Dan SoHee terluka lagi..

Namja yang ia bela mati-matian baru saja mengusirnya dengan kata-kata kasar, dan seolah tidak menganggap keberadaannya.

Hari ini, seorang yang sangat di kagumi, seseorang yang sangat di hormati, dan seorang yang sangat di cintai sudah mengusirnya.

SoHee pergi dengan terluka. Tubuhnya berjalan tak tentu arah. SoHee terpukul. Merasakan sakit yang benar-benar sakit.

Himchan yang sedari tadi berdiri tak jauh dan menyaksikan perdebatan mereka menghampiri Yongguk dan memukul perut temannya itu.

“Hei apa yang kau lakukan?” Bentak Ji Eun.

“Diam kau. Jangan ikut campur.” Himchan menunjuk Ji Eun, memerintahkan gadis itu untuk diam.

“Ini sudah malam, apa kau akan membiarkannya keluyuran sendiri di luar? Di tempat seperti ini? Kau ini lucu sekali. Apa kau benar-benar mencintainya eoh? Yunho hyung baru saja menelfonku karna ponselmu tidak bisa di hubungi. Dia mengatakan SoHee pergi dari rumah karna bertengkar dengan ayahnya. Apa kau tidak melihat dia membawa koper hahh!! Kenapa kau malah mengusirnya?” Teriak Himchan.

“Kau ini munafik atau bodoh. Bagaimana kau bisa mengusir istrimu? Apa kau tidak memikirkan bayi yang ada di dalam kandungannya?” Ujar Himchan semakin geram.

“Apa? Kandungan apa?” Tanya Yongguk bingung.

“Apa? Kau bahkan tidak tau jika dia hamil? Suami macam apa kau ini?” Himchan benar-benar kesal dan marah pada Yongguk. Tae Sung dan Ji Eun tak kalah terkejut mendengar ucapan Himchan.

Himchan masih ingat dengan baik apa yang Yongguk lakukan padanya beberapa hari yang lalu karna terlalu merindukan SoHee. Dan sekarang, setelah gadis itu sudah ada di depannya, Yongguk sama sekali tidak menghargainya.

“Cintanya terlalu besar untukmu. Jaga dia baik-baik jika kau tidak ingin menyesal.” Himchan meninggalkan Yongguk setelah mengucapkan beberapa kalimat terakhir dengan penuh penekanan.

Yongguk diam. Berfikir. Memikirkan tiap kata yang baru saja Himchan katakan. Ia menyesal, sangat menyesal. Sebagai suami ia terlihat begitu bodoh. Yongguk bahkan tidak tau jika istrinya sedang mengandung anaknya. Ucapan SoHee beberapa waktu yang lalu ia anggap sebagai guyonan.

Yongguk pergi mengikuti Himchan yang lebih dulu mencari SoHee. Yongguk tidak lagi perduli pada kontrak, yang ada dipikirannya saat ini hanyalah SoHee.

“Channie, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi pada SoHee.” Pinta Yongguk saat menarik tangan Himchan untuk meminta penjelasan.

“Lepaskan. Yang terpenting saat ini adalah SoHee. Aku harus menemukannya.” Himchan menepis tangan Yongguk dan pergi. Yongguk merasa heran dengan tingkah Himchan yang begitu menghawatirkan istrinya.

SoHee berjalan tak tentu arah. Tatapan matanya kosong. Otaknya sedang tidak berfungsi dengan baik akibat luka yang di terimanya secara bertubi-tubi hari ini. Sudah tidak ada lagi air mata yang bisa di keluarkannya. Tidak ada lagi yang bisa di harapkannya. Tidak ada lagi yang bisa di andalkannya.

Harapan SoHee agar ayahnya sedikit memperhatikannya, sedikit saja. Harapan SoHee agar Tae Sung merestui pernikahannya dengan Yongguk. Harapan SoHee agar Yongguk bisa sedikit saja mengerti keadaan SoHee meski gadis itu tidak mengatakan apapun. Harapan sederhana itu terasa begitu menyakitkan sekarang. SoHee melepas semua harapannya, semuanya. SoHee bahkan takut meski itu hanya sekedar harapan.

SoHee lelah. Secara fisik juga mental. Hingga tidak menyadari ada sebuah mobil melaju kencang ke arahnya dan………………………………………………

@milanistred

74 Komentar

  1. seuki kim

    udah nangis bombay begini, and then endingnya begitu???
    ow em ji, author bener bener adgduugdggghjggsaash
    penasaraaannnnnnn bangettttt

  2. wulan

    kasian😦

  3. wiwied_chan

    duh… kasihan banget sih so hee ny ta…
    yongguk it gimana sih?

  4. Nana

    Thor ff X nangGung……..!!!!

    • Chingu-ya, coba klik PING balik itu yang judulnya What My Heart Tell Me To Do. Itu sequelnya. Atau Related di atas🙂

  5. nuonaNoona

    kasihan Sohee. lagi sangat butuh prhatian, mski…. (bawaan bayi kalee…
    semangat, Thor….

  6. nyesek bcanya
    keren thor

  7. kartika hutabalian

    Yongguk oppa jahat bgt… sohee kyknya kembali lagi sakit ..

  8. Tobias nagma

    Daebak…yongguk jahat amat

  9. duhduh… yongguk!!
    bener2 deh.. sohee hamil di sangka boongan?! oh my, di bilang anak kucing lagi.. ckck

  10. Caemayyasmine Yeojaexo

    Sumpah makin hari sequel’a makin keren ^^

  11. midnight blue

    sequel nya keren thor

  12. dongrim

    Aaaa…………

  13. Nangis thor…..banjir nih…banjir
    author harus tanggung jawab nihh

  14. Naya

    Q mewek pas baca sequel ini. Kasian si Sohhe..
    T_T

  15. ini sedihhhh. kasian itu sohee nya. pada jahat sama dia… seruu banget ceritanya

  16. anggie wienda

    hikzz,,
    nangis bacanya benar” menyedihkan😦

  17. Endha minjya

    Kren.
    Q suka crita nya

  18. darkgirlz

    thor baru baca ff ini skrang, reader baru. aku nangis bgt, sakit bgt jadi sohee pasti :”

  19. puspa

    ..dan akhirnya aku makin jatuh cinta ma ni ff..
    lanjut baca..

  20. ayu sucipta

    Ebdingnya gak enk udh bangis juga ehh malah kepotong ‘.’/^(/?$

  21. KYS

    disini semua orang jahat banget sama sohee kecuali yunho, himchan, sama ibunya😥

Trackbacks

  1. What My Heart Tell Me To Do (Sequel False Hope) | AstreDiaries
  2. False Hope (Sequel She’s My Amazing Yeoja) | agma111's Blog

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: