AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

FF Oneshot “Mine” (NC)


Author : Bangster1004

Casts : Bang Yongguk BAP, Jung SoHee (OC), Kim Himchan

Length : Oneshot

Rating : NC-17

Genre : Soft Romance

Disclaimer : Dengan egois saya mengatakan bahwa Yongguk sepenuhnya adalah milik saya😀 begitupun dengan ide cerita.

Warning!! Ranjau typo bertebaran dimana-mana

Don’t be silent reader😉

Happy Reading……..

Yongguk duduk di sebuah sofa di temani beberapa lembar kertas yang berserakan di atas meja. Ia membalik kertas-kertas tersebut, sesekali menggelengkan kepala lalu mencoret beberapa diantaranya.

SoHee keluar dari dapur dengan membawa secangkir teh hijau dengan kepulan asap diatasnya, menandakan masih panas. Meletakkan cangkir teh tersebut di atas meja makan agar tidak menghalangi aktivitas Yongguk.

“Teh pesanan anda sudah siap tuan.” SoHee duduk di samping Yongguk dan bergelayut manja di lengan kekarnya. Mengecup singkat pipi namja itu lalu melangkah menuju balkon. Meninggalkan Yongguk yang masih terkejut akan kelakuan gadisnya. SoHee hanya tidak ingin mengganggu konsentrasi Yongguk yang terlihat begitu serius.

SoHee menengadahkan tangannya ke atas langit, mencoba menggapai butiran salju yang turun. Cuacanya cukup dingin, hingga nafas yang ia hembuskan membentuk sebuah gumpalan asap beberapa detik sebelum menghilang.

“Aku kemari karna aku sangat merindukanmu. Tapi kenapa kau meninggalkanku sendirian hmm?” Ujar Yongguk yang tiba-tiba saja sudah berdiri dibelakang SoHee. Menyelimuti gadis itu dengan jaket tebal dan mendekapnya hangat.

“Aku hanya tidak ingin mengganggu konsentrasimu.” Lirih SoHee lalu menyandarkan kepalanya di bahu Yongguk. Membiarkan namja itu semakin mempererat pelukannya hingga tubuh mereka seakan menempel erat satu sama lain, menimbulkan sensasi ‘hangat’ ditengah cuaca yang semakin dingin menusuk tulang.

Yongguk menggeleng pelan, menolak pendapat SoHee. “Bagaimana aku bisa konsentrasi jika kau tidak ada disampingku? Kau adalah sumber inspirasiku. Tidak ada kau, tidak ada inspirasi.”

SoHee tertawa tanpa suara mendengar ucapan Yongguk yang terdengar seperti rayuan gombal. SoHee tau jika Yongguk bersungguh-sungguh saat mengatakannya. Tapi tetap saja ia ingin tertawa.

SoHee tau jika Yongguk bukanlah type namja yang pintar merayu dengan kata-kata manis seperti yang baru saja di dengarnya. Namja itu lebih suka menunjukkan perasaan cintanya pada SoHee dengan tindakan, bukan omong kosong seperti itu. Sungguh, salju yang menjadi saksinya. Butiran tipis berwarna putih dan halus itu turun semakin banyak dan menjadi gumpalan besar disertai angin kencang yang bisa membuat siapapun menggigil kedinginan karnanya. Apalagi jika tidak segera berlindung atau memakai baju tebal.

Tidak ingin yeojanya sakit karna cuaca yang begitu ekstrim. Yongguk menarik tangan SoHee masuk. “Cukup melihat salju dari sini.” Yongguk menunjuk cendela kaca berukuran besar yang terpasang di apartemen SoHee. Dari sana mereka bisa melihat keindahan kota Seoul yang terbalut warna putih salju di malam hari.

Yongguk mengambil selembar kertas di meja dan menunjukkannya pada SoHee. Gadis itu mengerutkan kening, seolah meminta penjelasan setelah melihat dan membaca habis tulisan di kertas yang baru saja Yongguk berikan padanya.

Yongguk mengedikkan bahu. Ia sendiri masih bingung dengan apa yang baru saja ditulisnya. Entah itu sebuah lirik lagu atau hanya sebatas puisi. Hanya saja sejak ia datang ke apartemen SoHee beberapa menit yang lalu, otaknya tidak bisa berpikir dengan baik. Melihat senyum SoHee yang begitu hangat hingga membuat tubuhnya kembali segar setelah menjalani aktifitas yang cukup padat. Saat itulah inspirasinya datang.

Karna….

SoHee adalah gadis yang selalu memberinya kenyamanan dan kekuatan.

SoHee adalah gadis yang selalu bisa membuat Yongguk tersenyum dan menjadi dirinya sendiri tanpa perlu malu dan berpura-pura.

SoHee adalah satu-satunya gadis yang mencintai Yongguk dengan sepenuh hatinya.

Menjadikan Yongguk sebagai satu-satunya namja dalam hidupnya.

Menjadikan Yongguk sebagai dunianya.

Membuat Yongguk benar-benar merasakan ‘hidup’ karna cinta SoHee yang begitu besar untuknya.

SoHee, gadis sederhana yang begitu berharga. Karna itu beberapa kalimat romantis yang Yongguk ciptakan, tidak sebanding dengan apa yang sudah gadis itu berikan untuknya.

Yongguk menggosok kedua telapak tangannya yang mulai membeku, berharap mendapatkan kehangatan dari apa yang di lakukan. Namun hasilnya nihil. Ia tetap kedinginan.

Seakan baru mendapat pencerahan, Yongguk berlari ke kamar SoHee, mencari sesuatu yang entah apa. SoHee masih fokus melihat butiran salju yang turun. Ia begitu menggilai hujan dan salju, karna itu ia sangat bahagia bisa melihat salju, apalagi ditemani Yongguk di sampingnya.

Di sampingnya? SoHee baru sadar jika Yongguk tak lagi disampingnya. Ia membalikkan tubuh, matanya berputar menjelajah ke seluruh sudut ruangan dan tidak menemukan Yongguk. Hingga terdengar suara kenop pintu kamar yang terbuka.

“Apa yang kau lakukan?” SoHee memicingkan satu matanya melihat Yongguk keluar dari kamar dengan membawa selimut tebal.

“Aku kedinginan.” Rengeknya seperti anak kecil. SoHee tersenyum mendengarnya. Gadis itu menarik tangan Yongguk agar duduk di sofa dan menyelimutinya.

“Apa sudah hangat sekarang?” SoHee terkekeh kecil saat ia baru saja membuat kekasihnya terlihat seperti dadar gulung yang di lapisi selimut tebal. Yongguk merajuk. Siapa sangka namja yang selalu terlihat kuat, keren, dan gagah disetiap penampilannya bersama BAP itu mempunyai sisi lucu dan selalu bersikap manja pada SoHee.

“Aku marah.” Ujar Yongguk sambil mengerucutkan bibirnya, berpura-pura marah agar mendapat perhatian yang lebih dan lebih lagi dari yeoja-nya.

“Kau mau makan? Aku akan membuatkan sesuatu yang bisa menghangatkan tubuhmu.” Tawar SoHee yang sama sekali tidak di gubris Yongguk. Merasa tidak mendapat respon, gadis itu mendekati kekasihnya.

“Kau benar-benar marah?” Tanyanya memastikan. Dan Yongguk mengangguk.

“Oh ayolah sayang, jangan seperti itu.” Bujuk SoHee, namun Yongguk masih tetap diam dan tidak mau bicara.

“Baiklah, aku mengaku kalah. Apa yang harus ku lakukan?” Ucap SoHee menyerah. Ia paling tidak suka jika masalah sepele bisa mengganggu hubungan mereka, karna itu ia lebih banyak mengalah. Yongguk mengerling, menatap SoHee dengan pandangan nakal.

“Apa??” Ulang SoHee.

“Apa? Apalagi? Yang bisa menghangatkanku bukan masakanmu, tapi tubuhmu. Cepat kesini.” Tanpa menunggu lebih lama lagi Yongguk menarik tangan SoHee. Mendekap gadis itu agar duduk dipangkuannya. Menyelimuti tubuh mereka dengan selimut tebal hingga terlihat seperti dadar gulung raksasa.

Yongguk menyandarkan dagunya di pundak SoHee, mendekap gadis itu semakin erat. Tangannya yang berada di bawah selimut dengan bebas menyusup ke balik baju hangat yang masih melekat di tubuh SoHee. Mencari dua buah gundukan kenyal yang tidak hanya bisa membuat tangannya hangat, tapi juga membuat tubuhnya panas. Terutama sesuatu yang ada dibalik celananya yang kini di duduki SoHee.

Suasana dingin di luar berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di apartemen SoHee sekarang. Mendapat perlakuan seperti itu, SoHee mendesah, membuat Yongguk semakin terangsang.

SoHee memutar tubuhnya hingga kini mereka saling berhadapan. Bibir mereka bertautan. SoHee begitu menikmati sentuhan Yongguk. Namja itu memperlakukannya dengan begitu halus, hingga menimbulakan kesan romantis yang hanya bisa mereka berdua rasakan.

Yongguk melumat bibir mungil SoHee. Selimut yang awalnya mereka jadikan sebagai penghangat tubuh itu hilang entah kemana. Mereka sudah tidak membutuhkannya lagi. Kedua tangan SoHee memeluk tengkuk Yongguk. Sedangkan namja itu sibuk menarik rok SoHee ke atas, agar mempermudah jagoan kecilnya beraksi. SoHee mengangkat sedikit pantatnya agar junior Yongguk bisa masuk ke dalam surganya.

Bless

Tidak butuh waktu lama, kini gadis itu sudah menggoyang-goyangkan pinggulnya di atas batang kemaluan Yongguk. Namja itu melengkuh, bukan lagi sekedar hangat, namun panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya hingga mencapai ubun-ubun. Sedang kedua tangannya masih sibuk bermain di kedua bukit kembar SoHee, meremasnya secara bergantian, sesekali memelintirnya.

SoHee mempercepat gerakannya naik turun, hingga beberapa detik kemudian ia melengkuh. Tubuhnya terasa lemas. Bagian bawah tubuhnya terasa berdenyut-denyut dan mengeluarkan cairan hangat. Yongguk tersenyum, ia mengecup kening SoHee. Membiarkan gadis itu menikmati sensasi yang menjalar ke seluruh tubuh sebelum ia melanjutkan ke ronde selanjutnya.

Yongguk kembali meremas dada SoHee untuk membangkitkan gairah gadis itu. Yongguk sudah hafal dan tau di mana saja bagian sensitif yeoja-nya. Jadi tidak susah baginya membuat SoHee kembali ‘panas’.

Gadis itu meremas rambut Yongguk, sedangkan namja itu sibuk menghisap puting SoHee yang berwarna merah kecoklatan. Mendapat rangsangan seperti itu SoHee menggelinjang tak karuan. Ia semakin mempercepat gerakannya naik turun dan berputar-putar. Pun sama dengan Yongguk yang hanya bisa mendesah menikmati goyangan SoHee. Merasakan batangnya yang seakan di plintir dan masuk lebih dalam ke dalam surga kenikmatan SoHee. Kedua sejoli itu semakin mempercepat gerakannya, dan akhirnya melengkuh bersama.

****

Pihak “THE STAR” secara khusus mengundang Yongguk dan Himchan untuk menjadi bintang tamu di acara ulang tahun mereka yang ke-3. Manager Kang meminta mereka segera bersiap. Dan entah secara sengaja atau tidak, mereka kompak memakai kaos warna hitam sebagai tema malam itu. Bedanya Himchan memakai kaos V Neck polos, sedangkan Yongguk memakai T-Shirt tanpa lengan yang memperlihatkan otot-otot kekarnya dengan gambar kepala banteng merah dibagian depan.

Yongguk dan Himchan mendapat tantangan. Apakah itu? Mengetahui kemampuan Yongguk yang tidak hanya hebat saat menjadi rapper, tapi juga mempunyai kemampuan sebagai penulis lirik, pencipta lagu, bahkan produser, THE STAR memberikan tantangan pada Yongguk untuk membuat sebuah lagu sebagai kado ulang tahun.

Dengan peraturan yang sudah ditentukan oleh pihak THE STAR, Yongguk berkolaborasi dengan fansnya untuk berpartisipasi dengan menuliskan lirik sebanyak 140 karakter. Sedangkan Yongguk sendiri bertugas membuat bagian Rap dan melodinya.

Acara yang disiarkan secara langsung itupun mendapat respon yang cukup baik dari para fans. Terbukti dengan banyaknya peserta yang berpartisipasi mengirimkan lirik.

Himchan yang duduk di samping Yongguk membaca satu persatu lirik yang sudah masuk ke dalam layar komputer, menurunkan kursor secara perlahan. Yongguk cukup bingung dan kesulitan memilih karna semua lirik yang masuk begitu indah.

“Stop.” Yongguk mengejutkan Himchan yang sedang fokus membaca dengan meraih mouse yang ada ditangan sahabatnya itu. Yongguk mengarahkan mouse itu kembali ke atas. Matanya tertarik pada sebuah lirik yang membuatnya tersenyum simpul setelah melihat nama pengirimnya.

“Kau yakin memilih yang itu?” Himchan mengulangi pertanyaannya sekali lagi setelah pertanyaan yang sebelumnya tidak dihiraukan oleh Yongguk.

“Eung..” Gumamnya menyahuti pertanyaan Himchan.

Yongguk menarik earphone yang menggantung dilehernya untuk ditarik ke atas hingga menutupi kedua sisi telinganya. Menekan beberapa tombol, menaik turunkan volume dan benda-benda aneh lain yang ada didepannya.

Sudah menjadi rahasia umum jika Yongguk sedang konsentrasi menciptakan sebuah lagu, ia menjadi sangat sensitif, apalagi jika harus segera di selesaikan seperti saat ini. Jika sudah seperti itu Himchan tidak mau mengganggunya lagi. Hanya menjadi pendengar yang baik ketika Yongguk sedang berkomat-kamit menyesuaikan melodi dan lirik yang sudah ia putuskan beberapa saat yang lalu.

Setelah dirasa cukup, Yongguk melakukan vidio call dari komputer. Tentu saja itu juga salah satu bagian dari rencana yang sudah disiapkan pihak THE STAR.

“Annyeong…..” Sapa seorang gadis yang menjadi lawan bicara Yongguk dikomputer. Himchan yang berada di samping Yongguk membulatkan matanya lebar-lebar saat ia melihat wajah gadis yang muncul dilayar komputer. Wajah yang sudah tidak asing lagi untuknya, SoHee.

“Annyeong Jung hyein.” Balas Yongguk dengan senyum mengembang diwajahnya. Himchan mendesah kesal. Menggerutu pelan hingga tidak ada siapapun yang bisa mendengarnya, termasuk Yongguk yang ada disampingnya. Namun Yongguk cukup pintar untuk mengerti jika temannya itu sedang mencibirnya dan orang yang ada didepannya yang sedang berpura-pura untuk tidak saling kenal itu.

Jung SoHee, gadis yang tak lain adalah kekasih Yongguk itu dengan iseng mengirimkan tulisan yang Yongguk berikan padanya beberapa hari yang lalu. Ia tidak menyangka jika Yongguk memilih lirik tersebut, yang berarti secara tidak langsung Yongguk memilih lirik yang sudah ia ciptakan sendiri.

SoHee menggunakan marga aslinya Jung, sedangkan nama Hyein terlintas begitu saja di otaknya. SoHee tidak ingin ada orang yang mengenalinya, apalagi fans Yongguk, karna itu ia memakai nama palsu.

“Jadi apakah kau sedang jatuh cinta hingga kau bisa membuat lirik yang begitu manis?” Yongguk mengajukan pertanyaan konyol yang membuat Himchan mual saat mendengarnya. Mungkin jika tidak ada kamera di dekatnya, Himchan sudah muntah. Mungkin juga Himchan akan lari dan pergi jauh meninggalkan dua orang gila itu.

“Beberapa hari yang lalu kekasihku menuliskannya untukku. Aku tidak tau apa itu sebuah puisi atau sebuah lirik. Aku hanya berfikir mungkin akan bagus jika aku mengirimkannya kesini. Aku tidak menyangka jika itu akan terpilih, karna yang ku tau kekasihku bukanlah type orang yang romantis.” Gurau SoHee yang membuat Himchan dan beberapa crew tertawa. Berbeda dengan Yongguk yang berubah masam.

Himchan melirik Yongguk. Ia mempunyai ide gila untuk menggoda SoHee dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan konyolnya.

“Jadi secara sembunyi-sembunyi kau mengirimkan lirik itu tanpa sepengetahuan kekasihmu? Bagaimana jika kekasihmu tau? Apa dia tidak marah jika dia tau lirik yang sudah dia cipatakan kau tujukan untuk orang lain?” Pancing Himchan.

“Aku tidak tau, tapi dia pasti akan marah jika dia mengetahui aku sedang berbicara dengan namja lain yang tidak ia kenal sepertimu. Dia seseorang yang pencemburu.” Yongguk tersenyum tipis mendengar jawaban SoHee. Ia menundukkan kepalanya seolah mengangguk setuju, membenarkan apa yang baru saja dikatakan SoHee. Gadis yang mengetahui Yongguk lebih banyak dan lebih baik dari dirinya sendiri.

“Jadi jika kau disuruh memilih antara kekasihmu dan Yongguk, siapa yang akan kau pilih?” Lanjut Himchan tanpa berani menatap Yongguk. Ia tau Yongguk pasti menahan kesal atas pertanyaan gila yang baru saja diucapkannya itu.

Bagaimana bisa Himchan meminta SoHee memilih dua orang yang sebenarnya adalah satu?

Namun diam-diam Yongguk juga penasaran dengan jawaban SoHee.

“Tentu saja aku memilih kekasihku. Dia bukan sebuah pilihan, tapi dia adalah tujuan hidupku. Yongguk oppa mungkin seorang bintang yang bersinar, tapi kekasihku adalah matahari, bintang terbesar yang memberi sumber kehidupan.” Jawab SoHee, membuat siapapun yang mendengarnya merasa terharu. Hal itu tak urung membuat pendengar, penonton, ataupun netizen yang menyaksikan acara yang tayang secara Live itu berkomentar.

“Namja itu beruntung sekali.”

“Tidak hanya cantik, dia juga setia.”

“Andai semua gadis di Korea ini setulus dia.”

Dan beberapa komentar lain yang membuat Yongguk benar-benar merasa beruntung karna memiliki SoHee. Meski tak sedikit pula yang meragukan ketulusannya karna hanya dianggap menjaga image.

“Yongguk-ssi, bisakah kau nyanyikan lagu itu sekarang?” Pnta PD-nim, sambil memperlihatkan jam tangan yang melingkar ditangan kirinya. Mengingatkan waktu sudah semakin habis. Yongguk mengangkat jempolnya keatas, tanda ia siap memulai.

“Se…”

“Du”

“Han” PD-nim memberikan aba-aba.

Salanghandaneun geu mali
Kata-kata aku mencintaimu

Eolyeo wosseossna bwa manhi
Itu pasti sangat sulit dikatakan

Geuleonde neol mannan ihulo salangi mwonji alasseo
Tapi setelah bertemu denganmu aku belajar apa itu cinta

Do you think about me?
Apa kau berpikir tentangku?

Lolleokoseuteoneun antado dwae
Aku tidak perlu naik rollercoaster

Neo hanamyeon chungbunhi jjalishae
Karena denganmu sendiri, sudah mendebarkan

Geullo manha salang nalaneun salam neol mannan ihulo hangsang
Cinta yang diucapkan dalam tulisan, menjadi benar untuk orang sepertiku, sepanjang waktu setelah aku bertemu denganmu

HEY BABY nae mameul alkka, waeili
Hey sayang, aku ingin tau apa kau tau perasaanku?

Seolleji, nan maeili kkummangata, MA LADY
Mengapa aku berdebar? Setiap hari terasa seperti mimpi, Wanitaku

Iljjig nun tteunin achim nanin neowa duli gati
Di pagi hari dimana kita bangun

Balabol su issdaneun saenggage gibuni johajyeo machi
Aku gila memikirkan sedang bangun lalu melihatmu, seperti kita menjadi

Lomiowa jullies-i
Romeo dan Juliet

Doen deus nae gaseum-eun tteollyeowa
Hatiku bergetar takut bahwa seseorang akan mengetahui perasaanku

Nugunga al achaelkka kkog kkog gipsugi sumgineun nae mam neoegeman malhago sipeo
Aku selalu, selalu menyembunyikan perasaanku yang dalam jauh di sudut hatiku

Maeil bam mada bogosipeo
Aku hanya ingin mengatakan aku merindukanmu

Hangsang, jamkkan ilado, kkum soge seolado nal boyeojugo sipeo
Setiap malam, selalu, meski itu sedikit, aku ingin menunjukkan diriku dalam mimpimu

Its all right, Its all right Baby
Tidak apa-apa, tidak apa-apa Sayang

Nan neoman, nan neoman, neoman bol su issji
Hanya aku, hanya aku, hanya aku yang bisa melihatmu

Its all right, Its all right Baby
Tidak apa-apa, tidak apa-apa
Sayang

Neoege nan gobaeghago sipeun geol
Aku ingin mengaku padamu

I want you Babe, I need you girl, nan neoleul wonhae, I Miss you girl
Aku menginginkanmu sayang, aku membutuhkanmu gadis, aku ingin kau, aku butuh kau gadis

I want you Babe, I need you girl, Yeah..
Aku menginginkanmu sayang, aku membutuhkanmu gadis, Yeah..

I think about you girl, girl..
Aku berpikir tentangmu gadis, gadis..

Dengan gerakan tangan naik turun dan kepala mengangguk-angguk ala rapper, Yongguk menyanyikan lagu yang baru saja diciptakannya itu dengan ceria, seceria hatinya yang berbunga-bunga seperti lagu itu sendiri. Sesekali menunduk membaca beberapa lirik yang belum ia hafal sepenuhnya. Himchan tak mau kalah, ia juga ikut berkomat-kamit dan menggerakkan tubuhnya ke kanan kiri selaras dengan nada.

Semua orang yang berada di studio bertepuk tangan kagum, bangga, ketika Yongguk mengakhiri lagu tersebut. Mereka tidak menyangka jika Yongguk mampu menyelesaikan tantangan yang mereka berikan dengan sangat baik.

Yongguk ingin membuktikan bahwa ia benar-benar mempunyai kemampuan segagai pencipta lagu, menulis lirik, bahkan produser di usianya yang masih terbilang muda. Selain itu, sikap terpujinya yang suka menolong orang yang tidak mampu menjadi alasan THE STAR memilihnya dan Himchan sebagai bintang tamu.

“Jadi nona Jung, judul apa yang akan kita berikan pada lagu ini?” Tanya Yongguk pada layar komputer yang masih tersambung dengan SoHee.

“Bang Yongguk! You’re Mine!!” Seru SoHee yang entah disadarinya atau tidak. Ia menggigit bibir bawahnya, takut akan mengatakan hal-hal bodoh lagi yang bisa membuat namja yang sangat dicintainya itu mengalami kesulitan. Ia tersenyum kaku, menunggu respon Yongguk yang juga terlihat salah tingkah.

“Naekkoya? Wah itu kata-kata yang sangat disukai maknae kami, Zelo. Bagus juga. Iyakan?” Himchan menyenggol lengan Yongguk agar namja itu segera sadar dan kembali fokus.

“Ah ya, tentu saja. Jadi judulnya “Mine”, bagaimana? Setuju?” Tanya Yongguk memastikan. Dan SoHee mengangguk, menyetujui apapun yang namjanya itu katakan.

Seusai acara, Yongguk meminta izin pada manager Kang agar di perbolehkan pulang ke rumah. Manager Kang melihat jam yang melingkar di tangannya sebelum menyetujui permintaan Yongguk.

“Emm.. Masih ada waktu sekitar 3-4 jam. Kau bisa pulang dulu. Setelah itu segera kembali ke dorm.” Ujar manager Kang. Yongguk tersenyum dan berterima kasih. Namja itu lalu pergi meninggalkan manager Kang, bahkan ia tidak menghiraukan Himchan yang sudah beberapa kali memanggilnya.

“Lalu bagaimana denganku?” Tanya Himchan dengan wajah bodohnya.

“Bagaimana apanya?” Jawab manager Kang yang bingung dengan maksud Himchan.

“Aku juga ingin keluar. Aku janji tidak akan lama dan segera kembali ke dorm.” Himchan menunjukkan aegyonya di depan manager Kang. Membuat pria paruh baya itu menggeleng tak percaya.

“Baiklah. Cepat pergi dan segera kembali.” Ucapnya menyetujui permintaan Himchan.

****

Yongguk menekan beberapa kode yang sudah sangat ia hafal di luar kepala. Kode apartemen SoHee yang menjadi ‘rumah’ keduanya.

Ia masuk begitu pintu terbuka. Mengganti sepatu kets dengan sandal selop yang biasa ia gunakan. Beberapa kali Yongguk memanggil SoHee, namun tidak mendapat jawaban. Ia mencari ke kamar, dapur, balkon, tapi kosong. Ia tidak menemukan siapapun. Yongguk membuka kamar mandi dan menemukan SoHee tertidur di dalam bathup yang berisi air hangat dengan banyak busa. Ia tersenyum kecil lalu menghampiri gadisnya.

Yongguk menyentuh wajah SoHee yang terlihat seperti bayi saat tertidur. Ia mendekat dan mengecup keningnya. Tidak ada respon, SoHee tetap tidur. Yongguk berpindah ke kedua mata SoHee yang tertutup rapat dan mengecupnya. Di lanjut hidung, pipi, hingga bibir SoHee, namun gadis itu tetap tidur.

“Haish jinjja?” Gumamnya tak percaya. Saat itu juga ide nakal Yongguk muncul. Tangannya turun ke bathup yang penuh busa. Menjelajah tubuh mulus SoHee, mencari sesuatu yang pasti bisa membuat gadisnya itu bangun. Yongguk tersenyum nakal setelah menemukan daging kecil yang terletak di tengah selangkangan SoHee. Yongguk memainkannya perlahan menunggu respon SoHee. Berhasil, gadis itu menggeliat perlahan. Yongguk semakin mempercepat kocokannya hingga gadis yang ada di depannya itu tidak hanya membuka matanya, tapi juga membuka mulutnya lebar-lebar.

“Yakk Yonggukkie! Apa yang kau lakukan padaku?” Teriaknya menahan geli.

“Cepat bangun dan bersihkan tubuhmu. Sebelum aku yang turun tangan dan membersihkanmu.” Ancamnya lalu pergi dengan senyum penuh kemenangan karna berhasil ‘mengerjai’ yeojanya.

SoHee segera membasuh tubuhnya sesegera mungkin. Wangi harum sabun memenuhi ruangan ketika SoHee keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melilit tubuhnya.

Namja mana yang tidak tergoda melihat gadisnya seperti itu? Jadi jangan salahkan Yongguk jika ia semakin mendekat hingga membuat SoHee tersudut. Yongguk menurunkan wajahnya, bersiap mencium, namun bel berbunyi beberapa kali mengganggu aktifitas keduanya. Mereka saling pandang, seolah bertanya, “Nugu?”

SoHee masuk ke dalam kamar, sedangkan Yongguk membuka pintu dan menemukan Himchan berdiri di sana. “Haiiiiiii….” Sapanya.

“Aku sudah bisa menebak kau pasti datang kesini.” Ucap Himchan ceria, tidak menyadari perubahan di raut wajah Yongguk

“Apa kau tidak mempersilahkanku masuk? Mana SoHee?” Himchan melongokkan kepalanya, mencari keberadaan SoHee. Dengan sebal Yongguk membuka pintu dan membiarkan temannya itu masuk.

“Ugh Oppa.” Sapa SoHee tak kalah terkejut mendapati Himchan datang ke apartemennya.

“Apa aku mengganggu acara kalian?” Tanya Himchan gugup saat melihat SoHee keluar dari kamarnya dengan hanya menggunakan dress tidur berwarna putih yang cukup seksi. Apalagi dengan rambut yang masih basah dan wangi sabun yang begitu segar.

Yongguk terlihat tidak suka saat secara tidak sengaja mendapati Himchan secara diam-diam menatap gadisnya intens. SoHee cukup peka dan mengerti perasaan Yongguk, karna itu ia segera pergi ke kamar dan mengambil mantel bulu setelah menyuguhkan secangkir kopi untuk Himchan.

Entah kenapa mood Yongguk berubah buruk sejak kedatangan Himchan. Ia seakan tidak suka jika Himchan mengganggu waktunya yang singkat dengan SoHee. Apalagi keduanya terlihat begitu akrab. Sejak Himchan datang, Yongguk lebih banyak diam, hanya sesekali menjawab pertanyaan yang di ajukan Himchan.

“Akting kalian berdua tadi sungguh hebat. Waahhh bagaimana bisa kalian melakukan hal itu?” Oceh Himchan membahas tentang acara yang baru saja di jalaninya dengan Yongguk.

“Tentu. Bagaimana menurut oppa? Apa aku sudah pantas menjadi artis?” Gurau SoHee menanggapi ucapan Himchan. Namja itu mengelus pucuk kepala SoHee, membuat Yongguk semakin gerah. Ia berdiri dan duduk di tengah-tengah SoHee dan Himchan, menghalangi keduanya agar tidak lagi melakukan kontak fisik.

Yongguk tidak suka Himchan terus mencubit pipi yeojanya. Mengacak rambut yeojanya. Apalagi merangkul bahu SoHee. Yongguk tidak suka, sangat tidak suka jika ada namja selain dirinya yang menyentuh SoHee. Tidak satupun, termasuk sahabatnya sendiri. Meski ia tau Himchan adalah orang yang berperan penting dalam proses hubungan cintanya dengan SoHee selama ini.

Yongguk menyandarkan kepalanya di pundak SoHee, sesekali ia menguap. Dan beberapa menit kemudian matanya sudah terpejam.

“Wah dia tidur dengan cepat. Bagaimana bisa dia tidur dengan posisi seperti itu?” Himchan menunjuk Yongguk yang terlelap di pundak SoHee. Gadis itu mengubah posisi Yongguk, agar namja itu tidur dengan lebih nyaman. Mendekap Yongguk dalam pelukan hangatnya, sesekali mengelus rambut Yongguk hingga membuat Himchan merasa iri dengan kemesraan mereka.

“Huh sepertinya aku hanya jadi pengganggu. Baiklah, sudah waktunya aku kembali ke dorm. Oh ya, jika setelah 2 jam Yongguk belum bangun, tolong segera bangunkan dia. Manager Kang hanya memberinya waktu hingga jam 11. Lagipula besok pagi kami sudah ada jadwal.” Jelas Himchan yang di jawab SoHee dengan anggukan. Ia sama sekali tidak ingin mengeluarkan suara yang bisa mengganggu istirahat namjanya.

“Jaga dia baik-baik, dia pasti lelah.” Pesan Himchan. Ia sempat mengacak pucuk rambut SoHee sekali lagi sebelum pergi.

SoHee melihat wajah Yongguk yang tertidur dalam pelukannya. Gadis itu tersenyum, sedetik kemudian mengecup singkat bibir Yongguk. Dan ajaib, seperti kisah dari negri dongeng, kini Yongguk membuka matanya. Menatap SoHee tajam, seolah akan menerkam mangsanya.

“Kau cuma pura-pura tidur? Nappeun namjah!” SoHee mencubit pipi Yongguk hingga namja itu meringis kesakitan.

“Aku hanya tidak ingin Himchan mengganggu waktu kita. Setiap hari aku bertemu dengannya, tapi tidak setiap hari aku bisa bertemu denganmu.” Yongguk memeluk pinggang mungil SoHee dan menenggelamkan wajahnya ke dada SoHee. Gadis itu terkekeh geli, entah itu karna perlakuan Yongguk ataupun ucapan konyolnya.

“Aku tidak suka kau dekat-dekat dengan Himchan. Apalagi memanggilnya oppa, oppa. Kau bahkan tidak pernah memanggilku seperti itu.” Gerutu Yongguk.

“Jadi kau cemburu?” Goda SoHee. Yongguk mendongak, melihat wajah gadis yang berhasil membuatnya merasa buruk karna mempunyai perasaan cemburu pada teman baiknya.

“Aku hanya takut jika kau terpesona pada ketampanan Himchan.” Lirih Yongguk hampir tak terdengar.

“Apa kau tidak percaya padaku?” SoHee menahan nafas. Suaranya terdengar serius. Jujur ia kecewa Yongguk berfikiran seperti itu tentang dirinya.

“Aniya. Aku hanya khawatir. Himchan mempunyai segalanya. Ia tampan, kaya. juga pandai bergaul.” Ujar Yongguk ragu. Entah SoHee harus senang atau sedih mendengar apa yang baru saja Yongguk katakan.

Senang karna Yongguk cemburu pada Himchan. Yang artinya namja itu benar-benar mencintainya dan takut kehilangannya.

Sedih karna Yongguk meragukan cintanya yang begitu besar.

“Kau mengatakan Himchan tampan, kaya, dan pandai bergaul. Benar. Itu semua memang benar. Lalu apa? Memangnya kenapa? Apa kau pikir dengan begitu cintaku bisa berpindah dari satu hati ke hati yang lain? Jika kau menanyakan padaku apa alasanku mencintaimu, aku bisa menyebutkan satu persatu. Bukan karna aku tidak pernah mengataknnya, bukan berarti aku tidak mempunyai alasan. Tapi sebaliknya, karna aku memiliki banyak alasan yang membuatku mencintaimu, hingga terkadang aku berfikir aku tidak benar-benar pantas untuk berada sampingmu.” SoHee menunduk, sedetik kemudian pipinya sudah basah oleh air mata.

“Matamu, rambutmu, hidungmu, bibirmu, semua yang ada dalam dirimu aku menyukainya. Saat kau menjadi rapper, saat kau menjadi leader, saat kau menciptakan lagu, menjadi produser, itu juga menjadi daya tarikmu. Tuhan menciptakan manusia bukan terdiri dari kelebihannya saja, tapi juga lengkap dengan kekurangannya. Sehingga kita bisa mengisi satu sama lain.”

“Aku bisa menyebutkan seribu alasan kenapa aku mencintaimu. Tapi aku tidak bisa menemukan satu alasan-pun untuk tidak mencintaimu. Jadi bagaimana aku bisa pindah ke lain hati? Apalagi meninggalkanmu? Tidak. Tidak bisa. Bahkan hanya untuk memikirkannya saja membuatku takut.” – Jung SoHee

Yongguk tertegun mendengar penuturan SoHee. Ia menyesal, sangat menyesal telah membuat gadis yang di cintainya itu menangis.

“Maaf. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku cuma ingin memastikan hatimu hanya tertuju padaku.” – Bang Yongguk

Yongguk bangkit, ia mengangkat tubuh SoHee ke kamar. Mencium kening SoHee dan memeluknya erat, bahkan sangat erat hingga tubuh mereka seakan melebur menjadi satu. Tidak membiarkan setitik cela-pun memisahkan kulit mereka.

“Only you in my heart, nothing else. Bang yong guk, you’re mine. I Love-” Yongguk memotong ucapan SoHee. Namja itu kini membungkam mulut kekasihnya dengan sebuah ciuman yang cukup panas dan liar.

“Mungkin di luar aku milik orang banyak. Tapi ketika aku disini, aku milikmu sepenuhnya. Karna bagiku, tidak ada tempat yang lebih nyaman dan hangat selain hatimu.” Ujar Yongguk. Ia menyentuh dada kiri SoHee, tempat dimana jantung SoHee berdetak kencang seperti miliknya.

“So, can you feel my heartbeat?” Ujar SoHee nakal. Ia menurunkan sedikit tangan Yongguk hingga menyentuh gumpalan daging yang cukup besar, empuk, dan kenyal yang selalu bisa membuat nafsunya bangkit.

“Yeah..” Jawab Yongguk singkat. Tangannya sudah siap meremas buah dada SoHee. Beberapa menit kemudian pakaian keduanya telah terlepas dan berserakan di seluruh kamar. Dua sejoli itu bergumul di balik selimut. Hanya menyisahkan suara desahan dan erangan yang memenuhi seluruh ruangan.

-END-

-miLanistred-

85 Komentar

  1. khunong

    Woaaa yongguk sweet juga nih kekeke… tp nakal yaaa. Blm nikah tp udh gtuan wkwk …

  2. Sung Hyo Kyung

    Yonggukie!

  3. puspa

    hey kau, ya kau.. author..
    kece bgt ffnya!!
    bikin hatiku berbunga-bunga.

  4. Next

  5. Annyeong min~ ini pertama kalinya aku mampir dan baca ff dari blog ini. Aku suka thor. Gaya bahasanya simple tapi romancenya dapet banget.🙂 Keep writing thor^^

  6. sakura

    .romantisnya,,,
    .jempol deh bwt author!

  7. Fybbang's!

    boleh izin promot? WKWKWKWK gue juga babys dan ngepost ncnya yongguk ‘A’ bantuin yay readers.. dulunya sempet hits pake nama snowerskpopff sekarang berubah jadi fybbangsite.wordpress.com mohon banget bantuannya/\

  8. lalala

    ff NC sweet pertama yang aku baca ^^

  9. j

    .

  10. COMELL

    WAHH,UNTUNG SOHEE GAK PUTUS SAMA YOONGUK KALAU PUTUS DAH TAMBAH RUYEM.

    🙂

  11. nc yg romantis/?

  12. Faykimclouds

    kangen @milanistred @Hamster_Min @Naya_B2STBAP😥 yg punya fb email gue plisss

  13. Banghee >o< I MISS U!!! Hahahaha
    BETTY.

  14. sparkyu kyuhyun

    So sweet >.<
    Himchan ganggu aja niiiee -_-:/
    Bagusss thor😀

  15. Mengganggu ja himchan

  16. dengab egois saya mengatakan
    AKU MERINDUKAN BANGHEE😥😥😥

  17. KAPN BIKIN FF LAGI????

  18. KEMAREN BILANG LAGI TAHAP BIKIN YG BEDA DARI FF LU YG LAIN???

  19. APA MASIH BELUM JADI??

  20. BANGHEE?? BANGHEE?? BANGHEE???

  21. COME BACK YOU BAD PERSON!!!

  22. >,,,<

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: