AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

FF Chapter : Introduction To Love Part 2


“Yakk!!! apa yang kau lakukan!!” Bentak SoHee.

“Yongguk-shi hentikan! Aku mohon hentikan!” SoHee berteriak meminta Yongguk menghentikan aksi brutalnya.

“Kau gila? Apa kesalahannya hingga kau memukulinya seperti itu??” SoHee mendorong tubuh Yongguk menjauh dari Himchan.

“Dia playboy. Dia hanya mempermainkanmu. Aku sudah dua kali melihatnya pergi dengan gadis yang berbeda.”

“Omong kosong apa yang kau bicarakan? Dia bukan namja yang seperti itu.” SoHee tak terima tuduhan yang Yongguk alamatkan untuk kekasihnya.

“Hee-ah, percayalah padaku.”

“Aku kecewa padamu.” SoHee meninggalkan Yongguk dan menghampiri Himchan yang meringis kesakitan.

“Kau tidak apa-apa?” Gadis itu memeriksa luka lebam diwajah namja chingunya. Himchan tersenyum licik ke arah Yongguk saat SoHee memapahnya pergi.

****

Senyum terus mengembang dibibir SoHee mengingat beberapa saat lagi Himchan akan menjemput dan mengajaknya berkencan. Ini untuk yang pertama kalinya sejak mereka memutuskan berpacaran empat bulan yang lalu. Tapi senyum itu mendadak hilang setelah SoHee menerima telfon beberapa menit yang lalu.

“Nuna, kau baik-baik saja?” Tanya Zelo seolah mengerti apa yang membuat senyum SoHee hilang. Gadis itu mengangguk berusaha terlihat baik-baik saja meski kekecewaan terlukis jelas diwajahnya. Yah, lagi-lagi tanpa alasan yang jelas Himchan membatalkan kencan pertamanya dengan SoHee.

“Nuna mau ikut denganku?” Tawar Zelo berusaha mengembalikan senyum di wajah SoHee.

“Kemana?”

“Ikut saja.” Zelo menarik tangan SoHee keluar apartemen.

“MatoKafe?” SoHee membaca tulisan yang terpajang di depan pintu masuk sebuah cafe.

“Ini tempat usahaku dengan Yongguk hyung.” Ujar Zelo yang membuat raut wajah SoHee berubah ketika mendengar nama Yongguk disebut.

“Apa dia ada disini?” Tanya SoHee ragu.

“Sepertinya sudah pulang. Kenapa?” Tanya Zelo balik yang membuat SoHee gelagapan. SoHee hanya ingin menghindari Yongguk. Gadis itu masih marah, dan kecewa dengan apa yang sudah namja itu lakukan pada kekasihnya beberapa hari yang lalu.

Zelo memperkenalkan SoHee kepada Daehyun, Yongjae, dan Jongup yang juga bekerja disana. Tak lupa Zelo mengajak SoHee mengelilingi MatoKafe untuk melihat-lihat tempat usahanya.

“Kalau nuna ingin sesuatu, nuna tinggal minta pada mereka. Oke?”

Pembicaraan mereka terhenti ketika terdengar sebuah petikan gitar yang diikuti suara berat seorang namja yang tak asing lagi ditelinga mereka. Yongguk, namja itu ternyata belum pulang. Dan sekarang ia ber-akustikan dengan gitar kesayangannya.

Yeah da jiok gatton uriye giogi
Yeah, semua kenangan kita yang seperti neraka

Wae ajikto morit soge nama innunji nan morugesso
Aku tak tahu mengapa hal itu masih tertinggal di dalam kepalaku

Jinan nal jonbu giok halge
Aku akan mengingat semua hari yang telah berlalu

Nal gatgo noldon got dokbune modunge nan da dwi bakkwiosso
Kau mempermainkanku, semua berubah di belakangku

Gujo apeso hwanhage utton yejone nae mosubun opso
Kedepannya, takkan ada lagi wajahku yang tersenyum cerah seperti sebelumnya

Nan gu otton sarangi wado utgyo da gugyojin shimjang
Meskipun cinta lain datang dan membuatku tersenyum, hatiku porak poranda

Ottokedun nol ijoboryo haesso
Bagaimana caranya melupakanmu

Naega monjo nugu boda jalla jyoso
Karena pertama kali aku menjadi lebih baik dari siapapun

Nal bomyonso niga huhwe hagil baraesso
Aku harap kau menyesal saat melihatku

Gurae no guroke mushihadon nae umakdo
Benar, lagukupun kau tolak dengan cara seperti itu

Ijen Seoul gorie ullyo pojinikka
Menggema di jalanan Seoul saat ini

Uri yejon supgwanduri butjapgo
Kita memegang teguh kebiasan-kebiasaan dahulu

Angmong gatton ni saenggage hollyo ppajyodulji maebŏn
Aku sering terjatuh dalam pikiranmu yang seperti mimpi buruk

Guraedo saranghaetton noyotgie
Namun, karena kaulah yang kucintai

Joldae itji ana Yes, I remember
Aku tak akan pernah melupakannya, ya, aku mengingatnya

Entah kenapa saat mendengar lagu itu, SoHee merasa terenyuh. Seakan ada perasaan yang mengguncang jiwanya. Gadis itu berkutat dengan pikirannya sendiri hingga tak mendengar Zelo yang sudah beberapa kali memanggilnya. Zelo mengajak SoHee naik ke atas rooftop. Tempat yang dibuat senyaman mungkin untuk melepas penat ketika siapapun -yang bekerja di MatoKafe- merasa lelah dan butuh udara segar.

“Nuna bertengkar dengan Yongguk hyung?” Tanya Zelo membuka pembicaraan.

“Hh? Ah itu, tidak. Aku hanya marah padanya.”

“Kenapa? Apa aku boleh tau alasannya?” Tanya Zelo penasaran.

“Dia memukul kekasihku.” Jawab SoHee yang tentu saja membuat Zelo tak percaya.

“Tidak mungkin.”

“Kenapa tidak?”

“Aku tau Yongguk hyung dengan baik. Semarah apapun, dia tidak akan memukul seseorang tanpa alasan.” SoHee ragu. Perasaannya mulai goyah setelah mendengar penjelasan Zelo tentang Yongguk.

“Eotthoke Junhong-ah?” Lirih SoHee kebingungan.

“Junhong-ah.” Ulang SoHee.

“Yakk Junhong-ah, apa yang kau lakukan!!” SoHee meninggikan suaranya beberapa oktaf karna Zelo tak mendengarkannya. Zelo terkekeh melihat sepupunya merajuk. Gadis itu berjalan turun meninggalkan Zelo.

SoHee tidak lagi melihat Yongguk bernyanyi. Ia celingukan kesana kemari mencari kehadiran namja itu, namun yang ditemuinya kini adalah Himchan. Namja yang beralasan sibuk dan membatalkan kencan pertama mereka beberapa saat yang lalu itu kini berdiri di depan SoHee, mereka saling berhadapan.

“Ap ap apaa yang kau lakukan disini?” Tanya Himchan gugup.

“Aku? Tempat ini milik sepupuku.” Jawab SoHee dengan menunjuk Zelo yang baru saja mengikutinya turun. Wajah Himchan semakin pucat ketika Ji Eun berjalan mendekatinya bersama Yongguk. Dan kini mereka berlima berkumpul ditempat yang sama.

“Kau pasti datang kan?” Tanya Ji Eun pada Yongguk. Namun namja itu tak mendengar ucapan Ji Eun. Matanya terfokus pada SoHee dan Zelo. Sedangkan dua bersaudara itu masih menatap Himchan yang terlihat salah tingkah.

“Oppa!” Ji Eun menghampiri Himchan dan merangkul lengan namja itu dihadapan SoHee.

Sakit
Terluka
Sesak
Tidak percaya

Semua perasaan tidak enak itu bercampur menghinggapi SoHee saat melihat pemandangan menyakitkan yang ada di hadapannya. Siapa yang tidak sakit melihat namja chingunya bersama gadis lain di depan matanya sendiri?

“Apa kau mengenalnya?” Ji Eun menunjuk SoHee. Tentu saja pertanyaan itu ia tujukan kepada Himchan.

“Tidak.” Jawab Himchan dengan membuang muka. Ia tidak sanggup melihat wajah SoHee.

“Kenalkan dia kekasihku. Aku akan datang ke pesta pertunanganmu dengan dia.” Jelas Yongguk yang tidak hanya membuat SoHee terkejut, tapi juga Zelo, Ji Eun, Himchan dan beberapa karyawan yang mendengar ucapan Yongguk. Namja itu tidak hanya ‘mengakui’ SoHee sebagai yeoja-nya, ia juga menggenggam tangan SoHee. Sialnya gadis itu tidak bisa melawan ataupun menolak perlakuan Yongguk karna ia tidak ingin malu dihadapan Himchan.

“Jinjja? Neomu yeppuda.” Puji Ji Eun. SoHee hanya bisa menunduk, bukan karna malu ataupun senang. Tapi karna tidak ada satu katapun yang bisa ia ucapkan. Tenggorokannya terasa sakit. Lidahnya terasa keluh.

“Baiklah. Aku pergi. Kami tunggu kedatangan kalian.” Pamit Ji Eun lalu menggandeng tangan Himchan pergi.

SoHee terduduk lemas. Ia tak sanggup lagi menahan berat tubuhnya sendiri. Kakinya terasa gemetar, air mata yang sedari tadi coba dibendungnya kini jatuh begitu saja. Dengan sigap Yongguk dan Zelo membantunya berdiri, namun SoHee mendorong Yongguk menjauh darinya.

“Apa yang kau katakan tadi?” Tanya SoHee.

“Maaf, aku hanya ingin membantumu.” Jawab Yongguk dengan perasaan bersalah.

“Membantu? Mengajakku datang ke pertunangan mereka itu yang kau sebut membantu?” Cibir SoHee.

****

“Nuna, kau harus datang. Buktikan padanya jika kau baik-baik saja. Bahkan kau bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik darinya. Mungkin kau tidak tau, tapi Yongguk hyung adalah namja yang cukup populer dikalangan wanita.” SoHee mengingat ucapan Zelo beberapa menit yang lalu. SoHee bukanlah type yeoja yang gampang menyerah, atau suka berlama-lama dalam keterpurukan. SoHee adalah gadis ceria yang penuh semangat. Karna itu, ia tak ingin larut dalam kesakitan yang sudah Himchan berikan. Tiga hari adalah waktu yang sangat cukup untuk menangis, meratapi, dan menyesali kebodohannya. Dan sekarang sudah saatnya ia mengubur semua masa lalu dan kenangan buruk itu.

“Aku pergi dulu.” Pamit SoHee.

“Kemana?” Tanya Zelo Heran.

“Kemana lagi? Tentu saja menghadiri pertunangan orang itu.” Jawab SoHee dengan semangat barunya.

“Aigoo dengan pakaian seperti itu?” Zelo menunjuk celana denim biru dan cardigan senada yang digunakan SoHee. Gadis itu hanya mengedikkan bahu.

“Aish jinjja?” Ujar Zelo frustasi. Ia kemudian menarik sepupunya itu pergi ke tempat yang tentu saja tidak pernah SoHee datangi sebelumnya, butik dan salon. Disana ia menyuruh SoHee agar duduk manis dan tunduk akan semua perintahnya. Sedangkan ia sibuk mencari sesuatu.

Satu

Dua

Tiga

Empat

Lima

Enam

Sudah ke-enam kalinya Zelo menyuruh SoHee untuk berganti gaun. Dan kali ini SoHee keluar dengan memakai gaun dengan warna merah, warna yang sangat mencolok dan mengundang perhatian banyak orang.

“Yeppo.” Puji Zelo dan Yongguk bersamaan.

“Hyung, sejak kapan kau datang?” Tanya Zelo yang tak menyadari kehadiran Yongguk.

“Sejak dia mencoba gaun berwarna kuning.” Jawab Yongguk, yang artinya ia sudah ada disana sejak pertama kali SoHee mencoba gaun-gaun itu. Yongguk bahkan tak mengalihkan pandangannya dari SoHee meski menjawab pertanyaan Zelo.

“Tidak perlu melihatnya seperti itu. Sebentar lagi kau akan memilikinya, sehari.” Sindir Zelo yang langsung membuat Yongguk gelagapan.

“Tagihannya akan dibayar namja itu.” Ucap Zelo kepada penjaga butik dengan menunjuk Yongguk. Ia lalu menghampiri SoHee dan mengajak gadis itu menuju salon. Sedangkan Yongguk menggerutu kesal. Bukan karna ia tidak mau membayar, tapi karna cara Zelo menyuruhnya membayar. Sebelum pergi, mata Yongguk tertuju pada sebuah sepatu yang terlihat begitu cantik. Tentu saja sepatu itu bukan untuk dia pakai, melainkan untuk gadis yang sudah diam-diam mencuri hatinya, SoHee.

Tidak perlu bedak tebal dan lipstick merah. Hanya dengan satu dua sapuan make up minimalis, SoHee sudah terlihat seperti seorang putri. Dengan rambut yang disanggul acak membuatnya semakin terlihat mempesona. Yongguk-pun begitu, dengan balutan jas hitam, namja itu terlihat begitu gagah. Rambutnya yang pendek memudahkannya untuk ditata, hanya dengan sedikit sapuan ke sisi kiri ia sudah terlihat begitu sempurna.

“Ige mwoya?” SoHee mengerutkan keningnya ketika Yongguk menyerahkan sebuah kotak.

“Buka saja.” Perintahnya.

SoHee melihat ada sebuah high heels senada dengan warna gaunnya saat membuka kotak pemberian Yongguk. Namun yang lebih membuatnya terharu dan tersentuh adalah, ketika Yongguk memakaikan sepatu itu ke kakinya.

“Kau romantis sekali hyung. Sepertinya kau benar-benar menikmati peranmu hari ini.” Goda Zelo yang sukses membuat wajah Yongguk memerah.

SoHee berjalan dengan anggunnya. Gaun merah yang dikenakannya memang terlihat mencolok diatara tamu yang lain, tak terkecuali Himchan yang terpesona dengan kecantikan SoHee. Meski hari ini adalah hari pertunangannya, tapi sisi playboy-nya tidak juga hilang. Ia mendatangi SoHee dan mencoba menggoda gadis itu. Himchan belum sepenuhnya sadar jika gadis yang ada dihadapannya itu adalah gadis yang sudah ia sia-siakan.

“Chagi, kau disini? Aku mencarimu kemana-mana.” Ucap Yongguk ketika menghampiri SoHee. Himchan menggeleng tak percaya. Namja itu terlihat seperti orang bodoh karna tak bisa mengenali SoHee.

“Benarkah kalian berkencan? Kalian tidak perlu berpura-pura di depanku.” Sindir Himchan.

“Tentu saja. Memangnya kenapa? Apa aku harus mengatakan pada Ji Eun jika aku ini kekasihmu? Atau selingkuhanmu?” Ancam SoHee dengan raut yang cukup tenang. Menekan semua perasaan yang bergejolak dihatinya. Tak lama setelah itu Ji Eun datang menghampiri mereka.

“Kalian datang? Aku sangat berterima kasih.” Ujar Ji Eun tulus. “Tapi aku akan lebih berterima kasih jika kalian mau menyanyikan sebuah lagu untuk kami.” Lanjutnya.

SoHee dan Yongguk saling tatap mendengar permintaan Ji Eun. Yongguk tentu saja bersedia, tapi bagaimana dengan SoHee? Bisa menghadiri acara pertunangan seorang namja yang sudah menghianatinya bukanlah sesuatu yang mudah. Apalagi harus tersenyum dan terlihat baik-baik saja. Dan bahkan sekarang ia harus bernyanyi, bisakah??

“Baiklah.” Sahut SoHee mantap. Gadis itu membujuk Yongguk agar mau menemaninya bernyanyi. Bukannya Yongguk tidak mau menemani, hanya saja Yongguk lebih memikirkan bagaimana perasaan SoHee. Tapi gadis itu terus saja memaksanya, jadi apa yang bisa ia perbuat? “Baiklah.” Jawab Yongguk kemudian menyutujui ajakan SoHee.

Eosaekhagiman han uri cheot
mannam
Pertemuan pertama kami sangatlah canggung.

Geuraedo nan waenji sirchi anhatji
Tapi untuk beberapa alasan, aku tidak membencinya.

Eodiseonga manhi bon deutae neoui yeppeun misoga
Sepertinya aku pernah melihat senyum manismu sebelumnya

Nareul dugeun dugeun dugeun seollege haetji
Kau membuat jantungku berdetak dan bergetar

I yuga eodi isseo joheumyeon geunyang joheun geoji
Apakah ada alasan jika aku menyukaimu? Aku hanya menginginkanmu

Eonjebuteoilkka? ige sarangilkka?
Sejak kapan aku seperti ini? Apakah ini cinta?

Wae jakku neoman bomyeon haengbokhalkka?
Mengapa aku selalu bahagia ketika aku melihatmu?

Eojjeom geureoke neon da yeppeo binteumeobsi da yeppeo
Bagaimana bisa segala sesuatu darimu menjadi begitu cantik? Segala sesuatu darimu cukup tanpa cacat

Sarang sarang sarang saranghae neoui geu modeun geol
Cinta, cinta, cinta, aku mencintaimu dan semuanya tentangmu

Yoribogo jori tto bwado eodil bwado da yeppeo
Aku melihat disini dan disana, aku melihat ke mana-mana tapi semuanya begitu indah.

Nuga mwora haedo naneun ni pyeoniya yeppeuge saranghaja
Tidak peduli apa kata orang, aku disampingmu. Mari membuat cinta yang indah

Rarirari rallalla rarirarira rarirari rallalla rarira

Urido moreuge balmatchwo geotgo
Tanpa kita sadari, kita berjalan dengan langkah yang sama

Urido moreuge soneul jabatgo
Tanpa kita sadari, kita telah bergandengan tangan

Eodieseo geureon yonggiga nawanneunji nan molla
Aku tidak tau dimana aku mendapat keberanian ini

Neomaneul wihae bulleotdeon naui gobaeksong
Aku menyanyikan lagu pengakuanku hanya untukmu

Kongkkakji ssuieonnabwa jeongmal dandanhi ssuieonnabwa
Aku rasa aku benar benar mengalami cinta buta

Eonjebuteoilkka? ige sarangilkka?
Sejak kapan aku seperti ini ? Apakah ini cinta?

Wae jakku neoman bomyeon haengbokhalkka
Mengapa aku terus merasa bahagia ketika melihatmu

Eojjeom geureoke neon da yeppeo binteumeobsi da yeppeo
Bagaimana bisa segala sesuatu darimu menjadi begitu cantik? Segala sesuatu darimu semuanya tanpa cacat

Sarang sarang sarang saranghae neoui geu modeun geol
Cinta, cinta, cinta, aku mencintaimu dan semuanya tentangmu

Yoribogo jori tto bwado eodil bwado da yeppeo
Aku melihat disini dan disana, aku melihat ke mana-mana tapi semuanya begitu indah.

Nuga mwora haedo naneun ni pyeoniya yeppeuge saranghaja
Tidak peduli apa kata orang, aku disampingmu. Mari membuat cinta yang indah

Rarirari rallalla rarirarira rarirari rallalla rarira

SERASI. Mungkin itu yang ada dibenak orang lain setelah melihat penampilan Yongguk dan SoHee. Mereka berdua tidak hanya cantik dan tampan, tapi suara mereka juga mampu menghipnotis semua tamu yang ada disana. Mungkin orang akan berfikir merekalah yang bertunangan hari ini. Tepuk tangan para tamu undangan mengakhiri penampilan mereka. Yongguk beranjak turun, namun SoHee mencegahnya. Gadis itu ingin mengatakan sesuatu. Apa? Apa yang ada dipikiran SoHee? Akankah dia merusak pesta pertunangan Ji Eun dan Himchan dengan pengakuannya? Atau ada hal lain yang ingin dia katakan?

“Aku ingin mengatakan sesuatu. ” Ucap SoHee yang membuat wajah Himchan berubah pucat dan tubuh Yongguk membeku.

“Sebelum mengenal namja ini, aku selalu marah dan tidak menyukai segala hal yang dilakukannya.” Ujar SoHee hingga membuat tamu undangan tertawa mendengarnya.

“Tiba-tiba saja dia hadir dan mengacaukan hidupku yang tenang. Menerobos masuk ke dalam hatiku tanpa meminta izin. Dia membuatku gila karna selalu mengatakan cintanya bertepuk sebelah tangan. Tapi sebenarnya tidak seperti itu. Hanya saja aku tidak pintar mengungkapkan perasaanku. Lagipula cinta yang tulus bukan dilihat dari seberapa banyak cinta itu di ungkapkan. Tapi seperti apa cara menjaga dan melindungi anugrah tersebut.” Lanjut SoHee penuh keyakinan, hingga siapapun yang mendengarnya-pun pasti bisa merasakan ketulusannya.

SoHee mendekati Yongguk dan membisikkan beberapa kata. “Tolong bantu aku. Bantu aku hingga akhir.” Lirihnya sebelum ia pergi menghampiri seorang pianis dan mengatakan beberapa kalimat.

Sesureul hada
Saat aku mandi

Goure bicin nareul bwayo
Aku melihat diriku sendiri di cermin

Utgo itjyo~
Aku tersenyum

Geuderaneun ttollim i~
Sambil menggigil memanggilmu

Kumchorom~ Dagawatjyo
Telah datang kepadaku seperti sebuah mimpi

Nal gamsago itneun
Merangkulku

Jo byolbiceunan
Bersinar di bintang itu

I bitbangul sori
Adalah suara hujan

Geudeye moksori
Dan suaramu

Nal ganjirophineun I somsatang boda do dalkhomhan hyang gi
Lebih manis dari arum manis yang menggelitikku

Geuderaneun~ Love
Adalah cintamu

You let me know
Kau membuatku tahu

Sarangirangon nado moreu genemameul Lovely
Aku bahkan tak tahu apa itu cinta tapi hatiku terasa menyenangkan

You let me know
Kau membuatku tahu

Sarangirangol
Apa itu cinta

Geudeman Only
Hanya kamu

Saranghae~
Aku mencintaimu

Nan dugeun dugeungoryoyo
Hatiku berdebar

Sarangapheso
Didepan cinta

SoHee menyanyikan sebuah lagu yang ia persembahkan untuk Yongguk. Mereka benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih. Cara mereka saling menatap, dari bahasa tubuh, juga genggaman tangan yang tak pernah lepas. Satu sentuhan akhir, sebuah kecupan lembut dari Yongguk dibibir SoHee mengakhiri penampilan mereka dengan sangat sempurna. Ji Eun dan semua tamu yang hadir bertepuk tangan. Kecuali satu orang, Himchan.

****

“SoHee nuna? Jika dia bukan sachonku, mungkin aku sudah jatuh cinta padanya.” Ujar Zelo. Membuat Yongguk menginjak rem secara mendadak.

“Dia yeoja yang hebat. Unik. Cantik. Mungkin orang seperti dia sudah hampir punah di dunia ini. Lebih dari itu kepribadiannya sungguh mengagumkan.” Lanjutnya.

“Kau bercanda? Dia tidak pernah bersikap baik padaku. Dingin, jutek.” Sanggah Yongguk. Namja itu mulai meng-gas lagi mobilnya yang sempat berhenti beberapa saat.

“Itu karna kau belum mengenalnya hyung. Dia bersikap seperti itu agar terlihat kuat. Meski wajahnya pucat menahan sakit, meski dia terluka karna laki-laki itu, dia tidak pernah menangis. Satu-satunya hal yang bisa membuatnya menangis adalah phobianya terhadap kegelapan dan cicak.” Zelo tersenyum tipis mengucapkan kata terakhir yang baru saja dikatakannya. Zelo masih mengingat dengan baik bagaimana lucunya SoHee saat gadis itu lebih memilih bertemu dengan ular, buaya, ataupun singa daripada melihat seekor cicak.

“Apa ada alasan kenapa dia begitu phobia dengan dua hal itu?”

“Entahlah, kata eomma SoHee nuna sama seperti ibunya yang phobia dengan cicak. Dan masalah phobianya dengan gelap itu berawal saat orangtuanya meninggal karna menyelamatkan SoHee nuna saat terjadi kebakaran. Saat itu SoHee nuna dan Imo bermain petak umpet digudang belakang rumah yang gelap. Dan mereka terjebak disana saat terjadi konsleting listrik. Samchon berhasil menyelamatkan SoHee nuna, tapi saat ia kembali menyelamatkan Imo, api semakin membesar dan mereka terjebak didalam.” Zelo mengakhiri ceritanya saat mereka sudah tiba di depan apartemen SoHee.

“Tidak ikut turun hyung?” Tawar Zelo yang mendapat gelengan dari Yongguk. Namja itu pergi begitu Zelo keluar dari mobil mewahnya.

“Seberat itukah? Aku tidak pernah tau sebelumnya. Dibalik wajah ceria dan sikap keras kepalanya dia menyimpan beban yang begitu berat. Mungkin dia merasa bersalah pada dirinya sendiri saat tau orangtuanya meninggal karna menolongnya. Karna itulah dia begitu tertekan dan merasakan ketakutan yang luar biasa saat mati lampu hingga tubuhnya gemetar seperti itu? Aku rasa itu bukan phobia, tapi trauma” Gumam Yongguk.

“Luka. Jung SoHee, tanpa diketahui banyak orang, gadis itu menyimpan banyak luka yang tak tampak oleh mata. Mungkin karna itu aku kasihan padanya. Dan saat aku kasihan, aku mulai mengerti dirinya. Karna aku mengerti dia, kini aku menyukainya.”

****

SoHee melingkari kalender meja yang berdiri di dekat tempat tidurnya. Terhitung sudah 15 hari, atau sudah dua minggu lebih satu hari SoHee tidak bertemu Yongguk. Sepenting itukah pertemuannya dengan Yongguk hingga ia harus menandai kalender-kalender itu. Entahlah, yang jelas gadis itu tak henti-hentinya menyentuh dadanya. Merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam sana ketika secara sengaja atau tidak dia memikirkan seorang namja yang bernama Yongguk. Namja yang sudah mencuri ciuman pertamanya beberapa hari yang lalu di pesta pertunangan Ji Eun dan Himchan.

“Nuna, bolehkah aku mengajak Yongguk hyung kemari?” Tanya Zelo yang tiba-tiba saja sudah ada di depan SoHee, yang tentu saja membuat gadis itu terkejut.

“Andwae!!.” Sahut SoHee cepat.

“Kenapa? Tapi dia sudah ada disini.” Mendengar penuturan Zelo, SoHee buru-buru mencari tempat untuk bersembunyi. Entah apa yang ditakutkan gadis itu hingga ia harus bersembunyi ketika mengetahui Yongguk berada di apartemennya. Kesalahan apa yang sudah dibuatnya hingga mengharuskannya tidak ingin menemui Yongguk? Di dalam almari, di balik korden, di bawah kasur, SoHee tampak sibuk mencari tempat persembunyian yang tepat.

“Nuna-ya! Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Zelo yang merasa kebingungan melihat tingkah SoHee yang kini bersembunyi dibalik meja. Gadis itu malah menutup mulutnya dengan jari telunjuk kirinya, sedangkan tangan kanannya ia kibas-kibaskan seolah memberi perintah agar sepupunya pergi meninggalkan kamarnya. Zelo hanya bisa menggeleng tak percaya melihat kelakuan aneh sepupunya itu.

SoHee baru bisa bernafas lega saat Zelo sudah pergi dari kamarnya. Ia keluar dari tempat persembunyiannya dan duduk di atas kasur. Mencoba menenangkan jantungnya yang meloncat-loncat tak karuan saat mengetahui Yongguk kini ada di apartemennya. Baru saja SoHee tenang, kini Zelo kembali masuk ke dalam kamarnya. Kali ini ia tak sendiri karna ia mengajak Yongguk masuk bersamanya, dan itu sukses membuat SoHee mati membeku.

“Hyung, sepertinya SoHee nuna sakit, karna tingkahnya sangat aneh. Coba kau temani dia, aku akan keluar sebentar mencari obat dan makanan.” Ujar Zelo seraya beranjak pergi.

“Jangan.” Sahut SoHee dan Yongguk bersamaan, membuat Zelo takjub akan kekompakan mereka. Suasana semakin canggung saat Zelo hanya tersenyum nakal dan beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.

Waktu sepuluh menit-pun tak sanggup mencairkan susasana. Mereka masih saling diam dan bergelut dengan pikiran masing-masing. Tatapan mata Yongguk tertuju pada sebuah kalender meja disamping tempat tidur SoHee. Melihat tanda lingkaran itu membuat Yongguk mempunyai alasan untuk memulai pembicaraan.

“Apa itu?” Tanyanya dengan menunjuk kalender disamping SoHee yang sukses membuat gadis itu membuka mulutnya lebar-lebar. Segera ia mengambil kalender itu dan memeluknya.

“Bukan apa-apa. Bukan urusanmu.” Jawab SoHee sekenanya.

“Ya! Kenapa kau tidak pernah bersikap baik padaku?” Tuntut Yongguk yang merasa tidak mendapatkan keadilan dari SoHee.

“Karna kau selalu mencampuri urusanku. Dan aku tidak suka.” Bohong SoHee agar namja yang ada dihadapannya itu tidak tau perasaannya yang sesungguhnya.

“Benarkah?” Yongguk melangkah mendekati SoHee. Tatapan tajamnya seakan mengintimidasi gadis itu agar tunduk padanya. SoHee semakin tergagap ketika dengan tenangnya Yongguk menyentuh wajahnya lembut. Jarak antara mereka sudah sangat dekat hingga SoHee bisa merasakan hembusan nafas Yongguk yang hangat. SoHee membeku. Perlakuan Yongguk benar-benar membuatnya mati kutu. Jangankan menghindar, mengucap satu katapun SoHee tak mampu.

“Benarkah kau tidak menyukaiku?” Ulangnya.

“Tapi sayangnya aku menyukaimu.” Balas Yongguk singkat tapi dengan nada yang cukup serius.

To Be Continue…..

-miLanistred-

5 Komentar

  1. tia widhiarti

    Seruuu ceritany……ngaku aja deh sohee kalo suka juga ma yongguk masih malu2 kucing aja ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ

  2. dongrim

    2

  3. Naya

    Penasaran akhir FF ini!
    Lanjut lah..

  4. Naya

    Q malu baca chapter 2, krna q mebayangkan diriku sebagai SoHee,
    Di cium oleh bibir tebal’y Yongguk. Bukankah itu sangat menyenangkan…! Aku malu, aku malu, aku malu. (>o<)

  5. Alurnya rapi terus seru. Keep writing ya thor

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: