AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

FF Chapter : Introduction To Love Part 1


Suasana “MatoKafe” cukup meriah berkat penampilan Yongguk dan Zelo. Semua pengunjung dibuat kagum oleh penampilan mereka, khususnya para yeoja. Meski bertindak sebagai pemilik, namun tak jarang mereka juga ikut berpartisipasi secara langsung untuk menghibur tamu.

Ditempat berbeda seorang yeoja sedang ‘sibuk’ menunggu. Sudah beberapa kali ia melihat ke arah jam dinding, sesekali membuka tirai cendela berharap seseorang yang ditunggunya itu segera datang. Rasa khawatir semakin menyelimuti ketika ia hanya mendengar mesin operator yang menjawab panggilan telfonnya. Yeoja itu menatap piring berisi makanan yang berjajar rapi di meja makan. “Hee-ah, tenanglah.. Tidak akan terjadi apa-apa dengannya. Dia hanya sibuk, terjebak macet, atau….” Ucapnya menggantung.

Pertunjukan Yongguk dan Zelo harus segera berakhir karna “MatoKafe” harus segera tutup. Diluar Cafe, sepasang kekasih terlibat adu mulut. Seorang namja menarik paksa lengan yeojanya menjauh. Sedangkan yeojanya menolak dengan alasan ingin bertemu Yongguk dan Zelo.

“Apa yang kau lakukan? Ini benar-benar memalukan.” Bentak namja itu.

“Himchan oppa! Jika kau tidak mau menemaniku, pergilah.” Balas yeoja itu tak mau kalah.

“Oppaaaa.. Tanda tangani ini disini..” Gadis itu berlari mendekati Yongguk dan Zelo saat kedua namja itu baru saja keluar dari caffenya. Sedangkan namja chingu-nya yang bernama Himchan itu lebih memilih pergi meninggalkan kekasihnya.

SoHee menggeliat kecil. Ia terbangun karna merasakan sakit disekujur tubuhnya. Gadis itu baru sadar jika sudah tertidur dimeja makan. Sekali lagi ia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam. Itu artinya seseorang yang ditunggunya tidak akan datang.

SoHee berjalan lemas menuju kamar, namun langkahnya terhenti mengingat makanan yang sudah dibuatnya dengan susah payah masih tertata rapi di meja makan. Nafsu makannya sudah hilang. Segera ia mengambil ponselnya dan mengetikkan beberapa kata.

To. Junhong
Junhong-ah, kau belum pulang? Cepatlah. Ada banyak makanan dirumah.

Choi Junhong atau yang biasa dipanggil Zelo adalah sepupu SoHee. Sudah setahun ini SoHee memutuskan tinggal sendiri disebuah apartemen, karna tidak mau lagi merepotkan paman dan bibinya yang tak lain adalah orangtua Zelo. SoHee seorang yatim piatu setelah sepuluh tahun yang lalu orangtuanya meninggal dalam sebuah kebakaran. Karna merasa khawatir, orangtua Zelo meminta anaknya tinggal bersama sepupunya. Dan beberapa detik yang lalu, SoHee meminta Zelo agar sepupunya itu segera pulang untuk memakan masakannya.

****

Cuaca siang ini begitu panas meski AC yang ada di perpustakaan sudah dinyalakan. SoHee berkeringat dingin, wajahnya pucat. Sudah beberapa hari ini ia kurang istirahat dan makannya tidak teratur. Setelah meminjam beberapa buku yang diperlukan, SoHee keluar dari perpusatakaan. Baru beberapa langkah ia berjalan, segerombolan yeoja yang sedang mengikuti Yongguk menabraknya.

BRUKK!!

Tumpukan buku yang dibawa SoHee jatuh bersama tubuhnya yang oleng. Ia menyentuh kepalanya yang terasa berdenyut kencang. Yongguk berbalik dan menemukan SoHee terduduk bersama buku-bukunya yang masih berserakan. Namja itu menghampiri SoHee dan membantunya berdiri.

“Kau tidak apa-apa?” Tanyanya yang langsung mendapat anggukan dari SoHee.

“Aku mohon hentikan. Tolong hargai privasiku.” Pinta Yongguk halus, tentu saja kalimat itu ia tujukan pada beberapa gadis yang mengikutinya.

“Gumawo.” SoHee menundukkan kepalanya tanda terima kasih. Ia kembali berjalan, namun sakit kepala yang teramat sangat itu membuatnya kehilangan keseimbangan. Beruntung Yongguk masih berada didekatnya hingga kepala SoHee tidak sampai terbentur ke lantai. Gadis itu pingsan, dan Yongguk segera membawanya ke ruang kesehatan.

“Aku dimana?” Dua kata pertama yang keluar dari mulut SoHee ketika gadis itu membuka mata. Ia menyentuh kepalanya yang terasa pening dan berdenyut-denyut.

“Surga.” Sahut Yongguk ketus.

“Kau? Kenapa kau disini?”

“Karna aku yang menolongmu.”

“Jeongmalyo? Ugh, gumawo. Hajiman nan gwanchana.” SoHee menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kiri seolah tak terjadi apa-apa sebelumnya. Mengukir sebuah senyuman diwajah pucatnya. SoHee memaksa turun dari tempat tidur. Dan bisa dipastikan apa yang terjadi. Ia terjatuh.

“Kau gila!!!” Bentak Yongguk hingga membuat SoHee dan beberapa orang yang ada disana terkejut.

“Kau sakit, wajahmu pucat, dan kau masih bilang tidak apa-apa!” Lanjut Yongguk. Namja itu terlihat benar-benar khawatir dengan keadaan SoHee.

“Yakk! Ada apa denganmu? Kenapa kau memarahiku?” Balas SoHee tak terima.

“Katakan. Kau mau ke Rumah Sakit atau pulang? Aku akan mengantarmu.” Yongguk bersiap membereskan tas dan buku-buku SoHee.

“Tidak mau. Kau tidak perlu melakukan semua itu. Aku tidak ingin mati dibunuh penggemarmu.” SoHee menunjuk beberapa yeoja yang sudah berdiri di depan pintu melihat pertengkaran mereka.

“Lagipula, aku sudah mempunyai namja chingu. Dia yang akan menjemputku. Jadi kau tidak perlu repot-repot melakukan hal itu.” SoHee menepis tangan Yongguk. Namja itu tertegun. Tidak ada yeoja yang memperlakukannya dengan begitu kasar sebelumnya. Merasa kecewa, Yongguk meninggalkan SoHee begitu saja.

“Huh! Namja aneh.” Gadis itu mendengus kesal melihat kelakuan Yongguk. Ia merogoh tas disampingnya dan mencari ponsel menghubungi seseorang. Namun lagi-lagi ia dibuat kecewa, karna nomer yang dihubunginya tidak aktif.

Yongguk yang masih kesal meng-gas mobilnya brutal. Ia tak sengaja menggencet genangan air dipinggir jalan hingga mengotori baju sepasang pejalan kaki. Orang itu tak terima dan berteriak keras mengumpat Yongguk. Merasa bersalah, ia menghentikan mobilnya dan turun untuk meminta maaf.

“Maaf, aku tak sengaja melakukannya. Sungguh.” Yongguk menundukkan kepalanya berkali-kali untuk meminta maaf.

“Yongguk?” Sapa yeoja yang bersama ‘korban’ Yongguk.

“Ji Eun?” Yongguk tak kalah terkejut melihat gadis yang ada di depannya itu adalah mantan kekasihnya.

Ji Eun lalu memperkenalkan Himchan -namja yang ada disampingnya dan juga yang menjadi ‘korban’ Yongguk- sebagai namja chingunya.

“Himchan?” Yongguk seperti mengenal namja itu. Ia mencoba mengingat-ingatnya. Dan yah, Yongguk ingat. Himchan adalah namja yang beberapa waktu lalu bertengkar dengan seorang yeoja didepan MatoKafe miliknya. Jika Ji Eun adalah kekasih Himchan, lalu siapa gadis yang bersamanya di MatoKafe kemarin malam? Jelas-jelas mereka berdua gadis yang berbeda, tapi sudahlah itu bukan urusannya. Lagipula mungkin yeoja itu hanya adik perempuannya. Sedangkan Himchan sendiri merasa tidak nyaman dengan kehadiran Yongguk.

“Senang bertemu lagi denganmu.” Yongguk mengulurkan tangan pada Himchan.

“Ji Eun-ie, maaf. Aku sedang terburu-buru. Jika kau ada waktu, mampir saja ke MatoKafe.” Pamit Yongguk lalu bergegas pergi.

Setibanya di Cafe, Yongguk ingat jika gitar kesayangannya tertinggal diruang kesehatan saat ia menolong SoHee. Karna itu ia bergegas kembali ke kampus.

Namja itu segera berlari ke ruang perawatan, dan ia sudah tidak menemukan SoHee disana. Artinya SoHee sudah dijemput oleh namja chingunya, pikir Yongguk. Namun saat ia mulai memacu mobilnya bersiap meninggalkan kampus, Yongguk melihat SoHee sedang bersandar di depan pintu gerbang. Gadis itu menyentuh kepalanya dan terlihat kesakitan. Karna merasa iba, Yongguk turun dan menghampiri SoHee. Memaksa gadis itu masuk ke dalam mobilnya. Menawarkan tumpangan ke Rumah Sakit, atau setidaknya mengantarnya pulang ke rumah. Karna hingga detik ini Yongguk tidak melihat ada ‘namja chingu’ yang menjemput SoHee seperti yang sudah gadis itu katakan sebelumnya. Tapi lagi-lagi SoHee menolak, gadis itu bersikukuh menunggu seseorang yang akan menjemputnya. Yongguk menyerah, sekali lagi ia tak berhasil membujuk gadis keras kepala itu.

“Benar-benar. Haish!! Aku hanya ingin menolongnya. Jika dia tidak ingin ku tolong, harusnya dia tidak perlu muncul di hadapanku.” Oceh Yongguk. Tak lama ponselnya bergetar dan menampilkan sebuah pesan dari Zelo.

From : Zelo
Hyung, hari ini aku tidak bisa masuk kerja. Sepupuku sakit, dan aku harus menjaganya.

“Kenapa hari ini aku begitu sial?” Yongguk mendengus kesal lalu melempar ponselnya begitu saja.

****

“Nae mom neomu aphaso.” Lirih SoHee.

“Onjebutho geuraesso?” Sahut Zelo.

“Samil jon butho”

“Nuna, dangsineun pabboya!”

“Yakk!!! Junhong-ah neo maenoga eopsoyo!” SoHee melempar sebuah bantal tepat di wajah Zelo. Namja berumur belasan tahun yang memiliki tinggi 185cm itu menertawakan sachonnya. Baru kali ini ia melihat keadaan SoHee yang biasanya kuat kini terbaring lemah diatas kasur dengan selang infus di tangannya.

“Cepat sembuh nuna, jika kau sakit aku yang susah.” SoHee mengernyit tidak mengerti maksud ucapan Zelo.

“Jika kau sakit, tidak ada yang masak.” Ujar Zelo yang membuat mata SoHee melotot sempurna.

“Jangan melotot seperti itu. Nanti tidak ada namja yang mau denganmu.” Ejeknya.

“Yakk! Junhong-ah, dengarkan aku baik-baik. Aku sudah mempunyai namja chingu.”

“Sungguh? Mana? Kenapa dia tidak kemari jika tau kau sakit?”

Deg!

Pertanyaan Zelo seolah menampar SoHee. Benarkah ia mempunyai namja chingu? Lalu kemana saja namja itu selama ini? Kenapa dia tidak pernah ada waktu untuknya? Jangankan untuk berkencan, bahkan untuk bertukar kabar saja rasanya sulit karna posel namja-nya yang selalu ‘mati’.

“Itu, itu karna dia sibuk.” SoHee menunjuk sebuah bingkai foto dimana ada gambar dirinya dan seorang namja.

“Sepertinya aku pernah melihat wajah ini. Tapi dimana?” Zelo mencoba mengingat-ingat wajah namja yang ada disebelah SoHee.

“Kau tidak mungkin mengenalnya. Setiap hari yang dilakukannya hanya kuliah. Setelah itu dia akan pergi ke kantor ayahnya untuk belajar bisnis. Karna dia adalah putra satu-satunya.” Jelas SoHee dengan bangganya.

“Dan nuna percaya begitu saja?” Zelo tertawa mengejek.

Ponsel Zelo berdering, menandakan ada panggilan masuk. Salah satu karyawannya mengatakan bahwa stock buah untuk jus hampir habis. Cafe sedang ramai, sedangkan toko buah langganan mereka tidak bisa mengirim pesanan hari ini, jadi dengan terpaksa Zelo harus mengambil buah-buahan itu sendiri karna Yongguk-pun hari ini sedang libur.

“Junhong-ah, boleh kah aku menitipkan sesuatu jika kau kembali nanti?” Pinta SoHee penuh harap.

“Apa yang nuna inginkan?”

“Nokchawa, Bokkeumbap.” Ucap SoHee ragu, takut jika Zelo menolak permintaannya.

“Baiklah. Jika sudah selesai aku akan segera pulang. Tapi benarkah nuna tidak apa-apa tinggal sendirian?” Tanya Zelo memastikan. Gadis yang lebih tua 5 tahun dari Zelo itu mengangguk tanda baik-baik saja.

****

Zelo terlihat sibuk mengangkat keranjang-keranjang buah yang baru saja di ambilnya langsung dari toko buah langganan. Dan Yongguk datang di saat yang tidak tepat. Yah, apalagi jika bukan Zelo memaksanya untuk membantu mengangkat keranjang buah, agar pekerjaannya cepat selesai.

“Aish, hari ini aku libur. Aku kesini karna merasa jenuh, dan sekarang kau memaksaku untuk membantumu?.” Yongguk menekan kata memaksa, bukannya meminta bantuan.

Dengan memasang wajah melasnya, Zelo menjelaskan bahwa setelah ini dia harus kembali ke apartemen untuk mengirimkan makanan pada sepupunya yang sedang sakit. Hal itu membuat Yongguk luluh, dan mau membantu Zelo. Tapi tak lama kemudian Jongup menghampiri kedua orang itu dan mengatakan bahwa mereka harus segera menata kursi dan meja karna sebentar lagi akan ada acara ulang tahun yang akan di adakan di MatoKafe. Zelo menepuk dahinya, namja itu hampir saja melupakan acara penting yang menjadikannya sebagai bintang tamu special. Ia bingung apa yang harus dilakukan? Ia menatap Yongguk penuh harap, seolah meminta ‘bantuan’.

“Tidak tidak. Hari ini aku libur, jangan memaksaku lagi untuk membantumu.” Tolak Yongguk sebelum Zelo sempat mengatakan sesuatu.

“Hyung, bagaimana ini? Aku tidak bisa membelah tubuhku menjadi dua. Setidaknya bantu aku untuk mengantarkan makanan itu ke apartemen sepupuku. Dia sakit dan belum makan sejak pagi. Tidak ada yang merawatnya. Jika sakitnya semakin parah aku akan merasa sangat bersalah.” Yongguk terlihat berfikir setelah mendengar penjelasan Zelo.

“Sepupumu yang memberi kita makanan malam-malam itu?” Tanya Yongguk memastikan, dan Zelo membenarkannya.

“Baiklah, sebagai rasa terima kasihku aku akan mengantarkan makanan itu untuknya.” Zelo berterima kasih mendengar Yongguk menyetujui permintaannya,

“Terima kasih hyung. Kau masih ingat alamat dan nomer apartemennya kan? Masuk saja karna pintunya tidak dikunci, dan pastikan dia memakannya.” Zelo menyerahkan sekantong tas yang berisi makanan dan minuman yang sudah dipesan SoHee sebelumnya.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit, akhirnya Yongguk sampai di tempat parkir apartemen SoHee. Ia lupa bertanya pada Zelo nama sepupunya, jadi Yongguk memutuskan menelfon Zelo sambil berjalan ke apartemen SoHee. Yongguk terlihat ragu. Haruskah ia mengetuk pintu? Zelo sudah berpesan padanya agar langsung masuk, tapi jika ia masuk begitu saja ia khawatir sepupu Zelo akan terkejut dan mengiranya pencuri. Lagipula masuk rumah orang tanpa mengetuk pintu adalah perbuatan yang tidak sopan bukan? Tapi bagaimana jika sepupu Zelo sedang istirahat? Ah sudahlah, bagaimanapun ia harus melakukannya.

Tok..tok..tok..

Tak ada jawaban.

Tok..tok..tok..

Tok..tok..tok..

Deg!

Tiba-tiba terlintas dipikiran Yongguk gadis yang ditemuinya dikampus kemarin. Bagaimana jika sepupu Zelo tidak sadarkan diri seperti gadis itu? Tanpa pikir panjang lagi Yongguk masuk ke dalam apartemen SoHee. Meletakkan makanan diatas meja dan membuka kamar untuk mengecek keadaan sepupu Zelo, tapi Yongguk tak menemukan siapapun disana. Dimana? Kemana?

“Junhong-ah, kau kah itu?” Terdengar suara yeoja dari kamar mandi. Yongguk bernafas lega, setidaknya apa yang dikhawatirkannya tidak benar-benar terjadi. Yongguk mendekat ke kamar mandi. Dia mengatakan bahwa dia bukan Junhong, tapi rekan kerjanya yang mengantarkan makanan, karna Zelo masih sibuk dengan pekerjaannya.

“Maaf merepotkanmu. Dan terima kasih sudah mengantarkannya.” Ucap SoHee sopan dari dalam kamar mandi tanpa mengetahui siapa sebenarnya namja yang datang ke apartemennya itu.

“Ah tidak, harusnya aku yang berterima kasih. Aku hanya mengantarkan makanan sedangkan aku pernah memakan masakanmu.” Balas Yongguk yang tentu saja tidak SoHee mengerti.

“Kau ingat waktu kau menyuruh Zelo pulang malam-malam? Saat itu aku ikut bersamanya dan makan masakanmu. Dan itu benar-benar enak.” Puji Yongguk tulus.

“Benarkah?”

“Eung”

“Kyaaa!!!!!!” SoHee tiba-tiba berteriak dari dalam kamar mandi yang tentu saja membuat Yongguk khawatir.

“Hei ada apa? Apa kau baik-baik saja?” Yongguk menggedor-gedor pintu kamar mandi, tapi tak mendapat jawaban apapun. Akhirnya ia mendobrak pintu dan melihat seorang yeoja yang sedang meringkuk di ujung bathup.

“Kau kenapa? Kau terluka? Mana yang sakit?” Yongguk menghampiri SoHee dan membolak-balik tubuh yeoja itu untuk memeriksanya.

“Yakk! Apa yang kau lakukan disini?” SoHee terkejut mendapati Yongguk ada di depannya. Tak beda dengan SoHee, Yongguk juga terkejut mengetahui yeoja menyebalkan yang ia temui kemarin kini ada didepannya. Dan parahnya gadis itu adalah sepupu Zelo.

“Huh, dunia ini benar-benar sempit.” Yongguk berdiri dan bersiap pergi, namun SoHee menarik lengannya.

“Apa?” Sahut Yongguk ketus.

“Usir cicak itu!” SoHee menunjuk seekor cicak kecil yang menempel di dekat pintu kamar mandi. Seekor cicak yang membuatnya berteriak kencang beberapa saat yang lalu. Yongguk menggelengkan kepala tak percaya. Bagaimana bisa Zelo dan SoHee memiliki kepribadian yang sama? Sama-sama suka memerintah orang lain!

“Tidak mau. Usir saja sen-” Belum sempat Yongguk menyelesaikan kata-katanya SoHee sudah lebih dulu memeluk namja itu, tubuhnya gemetar dan mengeluarkan keringat dingin.

“Tolong, aku phobia dengan cicak.” Lirihnya. Untuk pertama kalinya Yongguk mendengar SoHee meminta tolong. Yeoja itu terlihat sangat lemah sekarang.

“Kau hanya perlu melakukan ini.”

BRAKK!!!!! Yongguk memukul keras pintu kamar mandi hingga cicak kecil itu lari ketakutan. Yongguk memapah SoHee dan mendudukkannya di meja makan. Mengambilkan peralatan makan dan membuka kantong tas yang Zelo titipkan padanya.

“Apa ini?” Yongguk tak percaya melihat makanan yang dibawanya tadi. Ia lalu menjauhkan makan itu dari SoHee.

“Ya! Apa yang kau lakukan? Aku lapar.”

“Kau sakit, kau tidak boleh makan makanan seperti itu.”

“Neomu baegophaso jukkessoyo!!”

“Tunggu, aku akan memasakkan makanan untukmu.” Tanpa meminta izin terlebih dulu dari sang pemilik apartemen, Yongguk menuju dapur dan mengobrak abrik isi kulkas SoHee. Mencari beberapa bahan makanan yang bisa ia gunakan untuk membuat bubur. SoHee membuka lebar mulutnya, tertawa tanpa suara. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. SoHee hanya bisa menyaksikan apa yang Yongguk lakukan di dapurnya dari meja makan. Ini pertama kalinya ada seorang namja yang masuk ke dalam apartemennya dan bertindak selancang itu, tentu saja selain sepupunya Junhong. Dan parahnya namja itu bukanlah kekasihnya, teman, atau orang terdekatnya. Melainkan namja aneh yang baru saja dikenalnya beberapa menit yang lalu.

“Cih playboy.” Lirih SoHee.

“Yak! Aku masih bisa mendengarnya. Apa yang kau maksud itu aku?” Sahut Yongguk yang tentu saja membuat SoHee tertunduk malu.

“Memang siapa lagi? Hei dengar, aku berbeda dengan gadis lain yang suka mengejarmu itu. Jadi jangan berharap aku akan luluh karna perhatianmu itu.” Lanjutnya.

“Terserah. Tapi jangan asal tuduh. Aku bukan playboy. Bukan aku yang mengejar mereka, tapi mereka yang mengejarku. Apa kau pernah melihatku bersama gadis yang berbeda hingga kau mengatakan hal seperti itu?” SoHee tak bisa membalas ucapan Yongguk, karna memang kenyataannya seperti itu.

“Makanlah.” Yongguk menyuguhkan semangkuk bubur setelah cukup lama bergelut dengan beberapa bahan makan. Gadis itu tak langsung memakannya melainkan mengaduk-aduknya terlebih dahulu.

“Kau tidak meracuninya kan?” Yongguk melotot mendengar ucapan SoHee. Bagaimana tidak? Ia sudah susah payah membuatkan bubur, tapi masih saja gadis itu berfikiran buruk padanya. Yongguk duduk dan memakan Bokkeumbap yang sudah dipesan SoHee sebelumnya. Melihat Yongguk makan dengan lahap, membuat perut SoHee semakin keroncongan. Mau tidak mau gadis itu harus makan bubur buatan Yongguk.

Sesuap, ia mencoba merasakannya. Enak, SoHee lalu memakan dengan rakus bubur buatan Yongguk hingga habis tak tersisa. Yongguk tersenyum melihat tingkah SoHee yang menurutnya ‘lucu’ itu.

“Kau belum mati? Harusnya racun itu sudah bekerja.” Sindir Yongguk.

“Maaf, aku sudah menuduhmu. Dan…. Terimakasih untuk semuanya. Semua yang sudah kau lakukan.” Ucap SoHee tulus. Yongguk tak percaya SoHee bisa mengucapkan kata-kata manis seperti itu.

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Dan sekarang Yongguk bersiap untuk pulang. Sekali lagi SoHee berterima kasih dan mengantar Yongguk ke depan pintu, tapi tiba-tiba saja lampu mati dan itu mengacaukan semuanya. SoHee berteriak ketakutan hingga Yongguk membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menenangkan gadis itu.

“Ttonajima. Jebal.” Lirih SoHee.

“Hei tenanglah, tidak terjadi apa-apa. Ini hanya mati lampu, kenapa kau seperti ini?” Yongguk bisa merasakan betapa ketakutannya SoHee.

“Kau punya lilin?” Tanya Yongguk yang dijawab gelengan. Namja itu membimbing SoHee berjalan ke kamarnya dengan penerangan seadanya dari cahaya ponsel.

“Kenapa tubuhmu gemetar? Kau belum minum obat? Dimana obatmu?” Tanya Yongguk bertubi-tubi.

“Meja, sebelah tempat tidur.” Jawab SoHee singkat.

Yongguk menuju meja yang di maksud SoHee. Namun SoHee tak mau melepaskan genggaman tangannya sedikitpun hingga Yongguk kesulitan mengambil obat, dan tak sengaja namja itu menyenggol figura yang ada dimeja hingga jatuh dan pecah. Yongguk mengambil foto itu dan memperhatikan gambarnya. Meski hanya mendapat penerangan dari cahaya ponsel tapi Yongguk bisa melihat jika yang ada didalam foto itu adalah SoHee dengan seorang namja disampingnya, namun Yongguk tidak bisa melihat jelas namja itu.

“Maaf, aku tak sengaja.”

“Tidak apa-apa, biarkan saja.”

Yongguk juga mengambilkan air minum dan membuka satu persatu obat yang akan diminum SoHee. Entah sejak kapan hubungan mereka jadi sedekat itu, tapi apapun yang Yongguk lakukan semuanya tulus karna ingin menolong, mungkin lebih tepatnya melindungi SoHee. Yongguk bahkan harus berjanji tidak akan pergi jika ingin SoHee memejamkan matanya. Dengan penuh perhatian Yongguk menyelimuti SoHee, mengelus lembut pucuk kepala gadis itu dan duduk dikursi yang berada disamping ranjangnya. Sedangkan SoHee entah disadarinya atau tidak, gadis itu menggenggam erat tangan Yongguk sejak tadi dan tak melepaskannya sedetikpun.

Cahaya bulan yang masuk melalui cela-cela cendela membuat SoHee terlihat manis saat tertidur. Lugu, seperti seorang bayi tanpa dosa. Yongguk memperhatikan wajah polos SoHee, mengelap keringatnya. Ia tidak sadar jika posisinya sekarang sudah sangat dekat. Yongguk baru sadar saat merasakan jantungnya berdetak tak karuan setelah secara ‘tidak sadar’ mencium kening SoHee beberapa detik yang lalu.

Satu jam,
Dua jam,
Tiga jam,

Lampu baru saja menyala, SoHee sudah tidur dengan lelapnya dengan Yongguk yang juga tertidur disamping ranjang. SoHee di atas kasur sedangkan Yongguk di kursi dengan tangan mereka yang masih saling menggenggam. Zelo yang baru saja pulang terkejut ketika mendapati Yongguk masih ada di apartemen SoHee, apalagi dengan ‘posisi’ seperti itu.

Keesokan paginya SoHee terbangun lebih dulu. Sedikit terkejut melihat Yongguk tertidur di kursi sebelah ranjangnya, sedangkan tangan mereka masih bertautan. Ia mencoba mengingat kejadian semalam. Ia merasa malu hingga pipinya memerah. Sekali lagi ia melihat wajah Yongguk. Sejak kapan wajah namja itu terlihat, tampan? SoHee merasakan hatinya berdetak tak beraturan saat melihat Yongguk.

Namja ini, siapa dia dan apa maunya? Dia datang saat aku mengalami kesulitan layaknya Sahabat. Melindungiku seperti seorang Kakak. Mencela layaknya musuh. Merangkul seperti Ayah. Dan menenangkanku seperti Ibu.

“Apa kau mau melubangi wajahku dengan tatapanmu itu?” Yongguk tiba-tiba membuka mata, membuat SoHee kelabakan. Gadis itu bangun dan melepaskan genggaman tangannya, tapi Yongguk terus saja menggodanya hingga menimbulkan ‘keributan’.

“Ya!! Apa yang kalian ributkan sepagi ini? Apa kalian tidak ingat apa yang sudah kalian lakukan semalam? Lihat wajah merah kalian! Seperti pengantin baru saja.” Goda Zelo yang tentu saja membuat wajah kedua orang itu semakin merah padam.

****

Yongguk menghampiri SoHee yang sedang berkumpul dengan teman-temannya di taman kampus. Tanpa sungkan ataupun berbasi-basi Yongguk merangkul pundak SoHee, meminta gadis itu untuk membawakan jaketnya yang tertinggal di apartemennya. Tentu saja itu membuat SoHee malu. Beberapa yeoja di dekat mereka menatapnya iri dan bertanya-tanya tentang seberapa dekat hubungan mereka.

“Jaket apa maksudmu? Aku tidak mengerti?” Tanya SoHee pura-pura tidak tahu.

“Kau tidak ingat? Saat aku menginap di apartemenmu. Jaket-” Yongguk tak bisa lagi melanjutkan kata-katanya karna SoHee telah terlebih dulu membungkam mulutnya.

“Kau ingin mati eoh?” Ancam SoHee. Tapi percuma, karna orang-orang disekitar mereka sudah mendengarnya.

“Chagi-ah, apa yang kau lakukan?” SoHee berbalik mendengar suara namja yang sudah tidak asing lagi ditelinganya.

“Himchan-ie!!” SoHee terkejut bercampur senang melihat kekasihnya yang tiba-tiba muncul.

Yongguk-pun tak kalah terkejut melihat kehadiran Himchan, apalagi namja itu kini memeluk pinggang mungil SoHee. Yongguk masih ingat dengan jelas ketika Himchan bersama seorang yeoja di Cafe-nya, ia juga berpacaran dengan Ji Eun, dan sekarang SoHee, gadis yang diam-diam mencuri hatinya juga menjadi kekasih Himchan. Awalnya Yongguk menepis anggapan bahwa Himchan adalah seorang playboy, tapi melihat namja itu bergonta-ganti yeoja membuat Yongguk muak. Apalagi yang menjadi korban adalah orang-orang yang Yongguk kenal.

“Brengsek!! Berapa banyak lagi gadis yang akan kau kencani eoh?” Yongguk memukul wajah Himchan penuh emosi. Entah apa yang membuatnya kesetanan seperti itu. Tapi memikirkan SoHee akan terluka karna laki-laki seperti itu membuatnya bertindak bodoh.

“Yakk!!! apa yang kau lakukan!!” Bentak SoHee.

“Yongguk-ssi hentikan! Aku mohon hentikan!” SoHee berteriak meminta Yongguk menghentikan aksi brutalnya.

To Be Continue….

-miLanistred-

2 Komentar

  1. Naya

    FF ini lucu, bikin gemas!
    Q baca aja sambil Senyum terus ga ilang”…

    (y)

  2. _A S_

    BangHee /prokprok

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: