AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Profil Fillipo “Super Pippo” Inzaghi


Nyaris tidak ada yang kurang dalam diri Filippo Inzaghi. Sebagai pemain sepak bola, ia telah meraih segala-galanya. Dia sungguh mengagumkan. Penampilan fisiknya kecil, mungil, tapi dia tampan. Skill bermain bola-nya memang dibawah rata-rata, tapi bisa menjadi pemain bola profesional yang melegenda.

Membicarakan Fillipo Inzaghi memang tidak ada habisnya. Pemain yang terkenal dengan Offside-nya ini adalah salah satu pesepak bola legenda dari Italy. Setelah menulis Profil Paolo Maldini sebagai Milanisti saya juga ingin menulis profil Fillipo Inzaghi. Pemain yang membuat saya semakin mencinta AC MILAN ini. Saya salah satu orang yang ngefans dengan Pemain Milan yang Super ini. Siapa super Pippo inzaghi?? Simak yang berikut ini.

Fillipo Inzaghi adalah seorang pemain sepak bola Italy yang lahir di Piacenza, 9 Agustus 1973. Dan berposisi sebagai penyerang.

Julukannya adalah Pippo atau “Super pippo”.

Saat ini ia sudah pensiun dan menjadi pelatih di tim junior, Primavera Milan (Allievi Nazionali).

Inzaghi adalah pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi Eropa, yakni sebanyak 70 gol, sebelum rekornya disamai oleh Raúl González.

Inzaghi juga menjadi pencetak gol terbanyak untuk AC Milan di kompetisi internasional dengan 43 gol, dan pemain yang paling sering mencetak Hattrick di pentas Serie A, yakni sebanyak 10 kali, dan di Liga Champions sebanyak 3 kali (Sama dengan Michael Owen).

Inzaghi juga satu-satunya penyerang yang bisa mencetak gol di semua kompetisi yang diikuti oleh klub dari eropa, setelah dua gol yang ia sarangkan ke gawang Boca Juniors pada final Piala Dunia Antar klub tahun 2007.

Adiknya, Simone Inzaghi, juga adalah seorang pemain sepak bola profesional.

Karier Klub
Kariernya dimulai di klub kota kelahirannya Piacenza pada tahun 1991. Namun ia hanya bermain di dua pertandingan. Pada musim berikutnya ia dipinjamkan ke Leffe yang bermain di Serie C1, dimana ia mencetak 13 gol dari 21 penampilan. Pada tahun 1993 ia kembali dipinjamkan ke klub Verona, dan membukukan 13 gol dari 36 penampilan. Setelah tampil meyakinkan di Verona, musim berikutnya ia kembali ke Piacenza dan membantu klubnya promosi ke Serie A dengan 15 gol dari 37 penampilan.

Karena dianggap berprospek cerah, tahun 1995 ia dibeli oleh Parma. Namun pada musim ini, ia hanya mencetak 2 gol dari 15 pertandingan di Serie A dimana salah satu gol nya ia cetak ke gawang bekas klubnya, Piacenza, yang membuatnya menangis. Ia juga mencetak 2 gol di Piala Winners.

Musim berikutnya ia dipinjamkan ke Atalanta. Dan di sinilah kariernya bersinar, Inzaghi menjadi Capocannoniere (gelar top skorer di italia) Serie A dengan 24 gol dalam 33 penampilan. Ia pun berhasil mencetak gol ke semua gawang lawannya dan pada musim itu pula ia mendapat penghargaan Serie A, Young Footballer of the Year. Berkat jasanya, pada pertandingan terakhir Atalanta di musim tersebut ia ditunjuk sebagai kapten.

Juventus
Setelah musim yang hebat bersama Atalanta, dia kembali dan menyadari bahwa tidak ada tempat untuknya di Parma. Ia pun menuju klub keenamnya dalam tujuh tahun terakhir, Juventus yang membelinya seharga 25 juta Euro. Disini ia memiliki tandem hebat, Alessandro Del Piero yang membuat duet mereka dijuluki Del-Pippo dan Zinedine Zidane berada di belakang mereka. Di musim ini, ia mencetak 18 gol dari 31 pertandingan di liga dan menjadi penentu Scudetto Juventus lewat hattrick nya ke gawang Bologna. Sayangnya, di final Liga Champions mereka harus menyerah 0-1 dari Real Madrid. Selama di Juventus, Inzaghi menjadi pemain pertama yang mencetak 2 Hattrick di Liga Champions ke gawang Dinamo Kiev dan Hamburg SV.

MILAN
Setelah 4 musim bersama Juventus dengan torehan 89 gol dari 165 partai, Inzaghi tersingkir oleh David Trézéguet. Lalu pelatih Milan, Fatih Terim menyelamatkan kariernya dengan membelinya dengan transfer sebesar 45 juta Euro plus Christian Zenoni pada bursa transfer musim 2001/2002.

Pihak manajemen Juventus mengumumkan penjualan Inzaghi memberikan profit 31 Juta Euro bagi mereka. Namun pada musim tersebut, Inzaghi cedera dan absen hampir setengah musim. Hanya 10 gol yang ia cetak, dan Milan tersingkir di Piala UEFA.

Musim 2002-2003 adalah musim yang baik untuk Super Pippo, selain karena Milan menjuarai Liga Champions dan Piala Italia, ia juga menorehkan rekor dengan menjadi pemain pertama yang mencetak 3 kali hattrick di Liga Champions.

Terasa lebih spesial lagi karena Inzaghi mengalahkan bekas klubnya, Juventus, di partai final. Ia dan tandemnya, Andriy Shevchenko adalah duet yang disegani.

Inzaghi sendiri mencetak 30 gol di semua kompetisi musim tersebut. Dua musim setelahnya, Inzaghi lebih banyak berkutat dengan cedera. Namun ketika pulih, ia tak butuh waktu lama untuk kembali mencetak gol. Di Serie A ia berhasil menjaringkan bola 12 kali dalam 23 pertandingan, dan 4 gol dalam lima partainya di Liga Champions.

Tahun berikutnya, Inzaghi ikut berperan mengantar Milan menjuarai Liga Champions dengan mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1. Ia mencetak 2 gol penentu. Setelah pertandingan ia berkata :
“Saya bermimpi mencetak dua gol pada partai final. Dan dua gol yang saya cetak kemarin malam adalah hal yang paling penting dalam hidup saya. Ini adalah pertandingan yang tidak akan terlupakan. (Pertandingan) Ini adalah sesuatu yang akan ada selama hidup saya dan dua gol di final ini berbicara dengan sendirinya.”

Kemenangan itu sekaligus membalas kekalahan Milan pada musim 2004-2005, dimana Liverpool menjadi juara melalui adu penalti setelah 90 menit skor sama kuat 3-3. Pada final di Stadion Olimpiade Atatürk di Istanbul itu Inzaghi tidak bermain karena cedera.

Karena menjuarai Liga Champions, Milan berhak tampil di ajang Piala Super Eropa musim berikutnya, dan Inzaghi mencetak gol yang menyamakan kedudukan ketika menghadapi Sevilla, dan akhirnya unggul dengan skor akhir 3-1.

Inzaghi pun menutup tahun 2007 dengan dua gol nya ke gawang Boca Juniors pada final Piala Dunia Antar klub, Milan menang 4-2 sekaligus membalas kekalahan pada tahun 2003. Setelah itu, ia yang tadinya kehilangan naluri mencetak golnya karena cedera mulai menemukan bentuk permainannya.

Dalam 15 partai terakhir Serie A, Inzaghi mencetak 11 gol. Walaupun tampil baik, itu belum cukup meyakinkan pelatih Italia Roberto Donadoni untuk memanggilnya ke EURO 2008.

Pada 8 Maret 2009, Inzaghi kembali mencetak hattrick ketika menghadapi Torino, yang membuatnya menjadi pemain sepakbola yang paling sering mencetak hattrick di Serie A selama 25 tahun terakhir (10 kali). Ia berada di atas Giuseppe Signori (9), Hernán Crespo (8), Roberto Baggio, Marco van Basten, Gabriel Batistuta, Abel Balbo, Vincenzo Montella (7), and David Trézéguet (6). Inzaghi membukukan satu Hattrick untuk Atalanta, empat untuk Juventus, dan lima untuk Milan. Pada musim ini juga ia mencetak gol nya yang ke 300 di Serie A musim itu ke gawang Siena.

Musim 2010-2011, ketika membela Milan menghadapi Palermo ia mengalami cedera serius dan mengharuskannya absen hingga akhir musim. Walaupun cedera tersebut dapat mengakhiri kariernya karena usianya pun sudah tidak muda lagi untuk ukuran pesepakbola, Pippo masih optimis dapat kembali merumput.

Karier Internasional
Inzaghi pertama kali membela Italy pada tanggal 8 Juni 1997 menghadapi Brazil. Dia masuk dalam skuat Italy pada Piala Dunia 1998, EURO 2000, Piala Dunia 2002, dan Piala Dunia 2006.

Inzaghi adalah top skorer Italy pada kualifikasi Piala Dunia 2002 dan EURO 2004, namun pada EURO 2004 ia mengalami cedera sehingga tidak dipanggil. Walaupun cederanya sering kambuh pada tahun 2003 sampai dengan 2005, pada Piala Dunia 2006 pelatih Italy Marcello Lippi membawanya ke dalam skuat. Dengan berisikan striker hebat seperti Alessandro Del Piero, Francesco Totti and Luca Toni, Inzaghi hanya tampil sekali dalam Piala Dunia ini menggantikan Alberto Gilardino pada pertandingan menghadapi Republik Ceska, dan berhasil mencetak satu-satunya gol yang ia lesakkan di turnamen ini.

Inzaghi juga adalah pencetak gol terbanyak ke enam untuk Italy dengan 25 gol nya. Ia sejajar dengan Adolfo Baloncieri dan Alessandro Altobelli.

Inzaghi dikenal sebagai pemain yang sering Offside, serta sering dikritik karena sering melakukan diving untuk mendapatkan tendangan bebas atau penalti.

Sir Alex Ferguson pernah berujar, “Orang itu pasti terlahir dalam posisi offside.”

Terlepas dari kontroversi yang ada, Inzaghi ada tipe striker yang gigih mencari peluang dan selalu tampil hebat di laga-laga penting.

Gelar
Piacenza
• Serie B : 1994–1995

Juventus
• Serie A : 1997–1998
• Piala Super Italia : 1997
• UEFA intertoto cup : 1999

Milan
• Serie A : 2003–2004, 2010–2011
• Piala Italia : 2002–2003
• Liga Champions : 2002–03, 2006–
2007
• Piala Super Eropa : 2003, 2007
• Piala Super Italia : 2004, 2011
• Piala Dunia Antar klub : 2007

Negara
Italia
• Piala Eropa U-21 : 1994
• Piala Dunia FIFA : 2006

Individual
• Serie A Young Footballer of the Year : 1997
• Capocannoniere : 1996–1997
• Pemain Terbaik Final Liga Champions : 2007
• Pencetak gol terbanyak asal Italy di kompetisi Eropa
• Pencetak gol terbanyak Milan di kompetisi Eropa
• Scirea Award 2007
• Penghargaan 5th Class / Knight : Cavaliere Ordine al Merito della Repubblica Italiana

Walau sempat berkarir di Juventus, nama dan kesetiaan Inzaghi telah melekat pada hati para Milanisti. Selama 11 tahun dia berkarir di AC Milan dan menjadi tumpuan lini depan sampai akhir karirnya sebagai pesepakbola.

Berikut ini adalah beberapa fakta unik serta menarik dari Filippo Inzaghi :

• Saat usianya masih kecil, Inzaghi pernah mengalami patah kaki saat bermain bola di loteng bersama adiknya, Simone Inzaghi.

• Pemain depan yang handal di lapangan ini, ternyata menyukai tokoh kartun Mickey Mouse.

• Presenter Italy TV favoritnya adalah Alessia Marcuzzi yang juga adalah mantan kekasih dari Adiknya Simone Inzaghi.

• Filippo Inzagi punya gelar Diploma di Accounting.

• Dia pernah menonton pertandingan langsung di tribun stadion, Atalanta vs Inter, Inter vs Roma, Inter vs Milan.

• Meski sangat menyukai anak-anak, Inzaghi mengaku tidak terburu-buru untuk menikah.

• Pemain paling sering mencetak hattrick untuk Milan, sebanyak 10 kali di serie A dan 3 kali di Liga Champions.

• Inzaghi juga masuk dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi Eropa sebanyak 70 Gol.

• Inzaghi pernah berduet dengan Del Piero di lini depan Juventus dan disokong oleh Zidane dari belakang.

• Inzaghi juga sering dalam posisi offside dan sering melakukan diving untuk mendapatkan tendangan bebas.

• Inzaghi dan Vieri menjalankan sebuah usaha secara patungan. Mereka mengelola sebuah restoran, meski saat masih bermain mereka berada di dua club yang berbeda.

• Walau belum menikah, jari manis Pippo dilingkari cincin emas. Setiap merayakan gol-gol yang dicetaknya ia acapkali berlari seraya mencium cincin itu. Kenangan siapakah itu, Pippo? “Ini bukan pemberian dari siapa-siapa. Ini cincin yang saya beli sendiri,” katanya. Di dalam cincin itu tercantum nama-nama keluarga terdekatnya, seperti nama ayah, ibu dan keponakannya, Tomasso, anak laki-laki Simone Inzaghi, adik kandungnya.

Masih kurang????

Harga 45 juta Euro yang dikeluarkan Milan untuk membeli Super Pippo Inzaghi terasa sebanding dengan kontribusi yang Pippo berikan untuk Milan. Dia adalah pemain yang tidak pernah merengek minta kenaikan gaji, tidak pernah complain saat hanya dijadikan pemain cadangan. Dia juga tidak pernah berpolemik di media.

Mau siapapun pelatihnya Inzaghi tetep saja striker yang tajam. Selebrasi yang dia tunjukan saat mencetak gol, raut wajahnya, mencerminkan antusiasme dan semangat yang menggebu-gebu. Ratusan bahkan ribuan kali terjebak offside, tidak membuatnya berhenti berlari mencari ruang untuk mencetak gol. Moto hidupnya adalah : “Sepuluh kali offside dan mencetak satu gol jauh lebih baik daripada tidak pernah offside tapi tidak pernah mencetak gol.”

Saat mendengar nama Fillipo Inzaghi, mungkin yang pertama kali terlintas dalam benak kalian adalah tukang offside.

Dan yang tentu paling di ingat dari orang ini adalah 2 gol-nya ke gawang Liverpool pada musim 2007 mampu membawa Milan menang revans atas Liverpool di UCL. Serta sempat melakukan 3x hattrick beruntun setelah dia kembali dari cedera. Mungkin para striker yang ingin belajar Finishing dan Positioning yang baik sepertinya harus belajar ke orang ini😀

Driblingnya memang tidak telalu
ciamik, kecepatannya juga? Hahahahaha😀 anda sendiri pasti tau lah, gocek pemain lawan juga tidak terlalu sering, apalagi mempertontonkan skill yang mantab layaknya M10 ataupun CR7. Mungkin hampir tidak mungkin dilakukan pemain yang satu ini. Tapi, ketika dia masuk kelapangan, apapun statusnya, starting 11 atau sebagai pemain pengganti, saya ataupun Milanisti selalu mengharapkan kemenangan yang datang dari kakinya.

Salah satu pemain unik yang Milan miliki di era-nya. speechless (benarkah? Uda nulis sebanyak ini bilang speechless -_-“) jika mengungkapkan ke-unikan pemain yang satu ini. The one and only. Meski jika dia hanya berlari-lari selama 90 menit di lapangan, tapi jika ada 1 detik kesempatan, dia akan memanfaatkan waktu 1 detik itu untuk mencetak gol.

Johan Cruyff dan Fergie terkesan meremehkan kehebatan Inzaghi. Memang Inzaghi adalah tipe pemain yang unik, bahkan staf pelatih timnas Italia cukup kaget karena bekal teknik Pippo dibawah standar. Gak heran jika Johan Cruyff menganggap Pippo bukan pemain sepak bola. Begitu juga dengan Fergie yang menilai Pippo si raja offside.

Tapi, coba lihat dari komentar pemain belakang yang pernah menghadapinya, Stam misalnya, ia lebih takut berhadapan dengan Pippo ketimbang dengan Ronaldo. Jika pemain lain kekuatannya ada pada bakat alami yang dibekali teknik tinggi atau juga fisik kokoh, namun khusus buat Pippo, pemain ini menurut saya mempunyai modal yang sangat penting yang justru harus dimiliki setiap pemain, yaitu “ALAM BAWAH SADAR” atau kita biasa menyebutnya dengan intuisi.

Didunia balap kita mengenal Alain Frost dengan julukan Professor. Di Moto GP, Rossi dikenal dengan The Doctor, di Sepakbola predikat serupa layak disematkan kepada Inzaghi. Sayangnya, untuk melihat kecerdikan Pippo kita dibatasi pandangan kamera yang tersaji di televisi. Jadi, cukup wajar orang menilai Pippo pemain yang selalu beruntung. Nah, jika benar itu suatu keberuntungan kenapa datangnya bisa berkali-kali? Hahahahahahha, saya rasa cuma orang idiot saja yang menganggap Pippo pemain yang beruntung.

Sebenarnya untuk mempelajari cara Pippo bermain tidak dibutuhkan skill diatas rata-rata. Karena cara Pippo bermain cukup sederhana. Kalau dalam Basket kita mengenal Dennis Rodman, cara bermainnya tidak seakrobatik Magic Johnson ataupun Michael Jordan. Namun bermodal intuisi, Rodman mampu menjadi bintang lapangan. Rodman dikenal mempunyai keunggulan pada ketepatan timing dan positioning. Konon katanya, Rodman berlatih sendiri dengan bola yang dipantulkan diruangan yang gelap. Bisa jadi, cara yang dilakukan Rodman adalah melatih “Alam Bawah Sadarnya”. Sedangkan Pippo, saya tidak tahu, mungkin dia meniru cara Rodman hahahaha….

Wah tidak terasa, sudah berapa lembar yang sudah saya habiskan untuk menulis ini? -_-” apa pula ini bawa-bawa dunia balap, Moto GP dan basket. Kalo dilanjut bisa-bisa Big Bang dan B.A.P juga kebawa-bawa hahahahha😀 Sudah-sudah, sebelum semuanya akan semakin rumit dan tidak di mengerti banyak orang, lebih baik saya mengakhirinya saja sampai disini. Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi orang lain. Jika ada istilah yang kurang dimengerti mohon dimaklumi karna saya menulis di bawah alam sadar wkwkwkwkkw >_<

FORZA SUPER PIPPO!!!!!

-miLanistred-

-miLanistred-

10 Komentar

  1. tantra

    Idem lagi buat yang satu ini.
    Gaya bermain Pippo ini yang tidak ada duanya. Seorang Striker yang hanya bermodalkan insting/naluri. Mungkin yg mendekati gaya Pippo ini ya si Trezequet itu. Saya ga tau itu didapat dari latihan atau bakat atau mungkin kedua duanya.
    Saya juga termasuk orang yang tidak percaya sama keberuntungan.
    Mungkin ya kekuatan alam bawah sadar Pippo yg sangat kuat yang bisa membuat Pippo seperti itu.

  2. Nah itu juga yang saya pikirkan dari sosok pippo ini. Seperti yang sudah saya katakan diatas, memang skillnya tidak sebagus CR7 atau M10, tapi insting tajamnya bisa mengalahkan dua orang itu. Bahkan jika dia cuma lari-lari aja selama 90 menit, tapi jika ada 1 kesempatan, ia pasti akan menggunakan 1 detik itu sebaik mungkin. Saya bahkan masih ingat dengan baik saat menjelang pertandingan UCL thn 2010. Waktu itu Milan bertemu Madrid. Mou begitu takut kepada Pippo “Menurut saya, Milan bisa saja tampil dengan 10 penyerang. Yang terpenting, Filippo Inzaghi tidak main. Jika dia main, maka akan sulit buat kami,” padahal Mou adalah pelatih yang terkenal cerdas dan ‘licik’

  3. cucu sumiati

    tulisan ini mengembalikan kekaguman saya untuk Super Pippo. Tidak banyak yang tahu seorang Inzaghi yang jauh di sana adalah sumber inspirasi saya menjadi seorang jurnalis

    • Saya merasa tersanjung ada seorang jurnalis yang mampir di blog saya yang acak-acakan dan tidak beraturan ini >____< terima kasih😀

      Pippo memang selalu menjadi sumber inspirasi..

  4. Super pippo!!

  5. Haha, finally found this article.. trmakasih banyak ya kumplit bangett,, i love pippo so much, palagi dia yang latih rossoneri skrng. Tambah demen aja deh ama om2 single ganteng satu ini,hihii

  6. ferry indrawan

    postingan nya keren bang,aku teringat pengalaman semasa kecil,
    aku pernah minta belikan jersey bola sama ibu ku,jersey tersebut adalah jersey ac milan,yang bernomor punggung 9 bernama inzghi,sejak dari itu aku sangaty mengidolakan beliau,super fipo is the best (Y)

  7. anchil

    inzaghi pemain favorit saya sejak SD. dia pemain yg selalu bersemangat di setiap pertandingan, saya selalu termotivasi dengan karakternya walaupun saya juventini, tpi sya slalu mencari video pertandingan saat dia main di lapangan,, forza super pippo

  8. Dani

    Iya gan waktu smp saya ikut main bola di kompetisi tarkam waktu itu saya ga terlalu kenal inzhagi, saya lari ga cepet skill kurang tapi pelatih waktu itu nyuruh saya main di depan awalnya saya ga pede tapi pelatih semangetin saya dia bilang
    Main aja di depan jangan grogi jangan mikir lain2 cetak goal aja gimana caranya pake apa yang kamu bisa
    Dan sulit di percaya saya jadi topskore disana dan anak2 mulai juluki saya inzhagi dan saya mulai cari tau siapa inzhagi dari situ saya liat ternyata mainya sama kayak saya
    Dan sejak saat itu saya jadi penggemar inzhagi dan milan
    Sampe sekarang tiap main futsal apa lapang besar teman sama musuh selalu julukin saya inzhagi dan tiap main sama lawan 2 dr 3 pertandingan pasti saya yang topskore
    Inzhagi panutan ku

Trackbacks

  1. Belajar dari sang Legenda | CherryBlossom's Dreams

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: