AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

FF Oneshoot Special GDay “MichiGO”


“Bukannya aku tidak tau. Aku mengerti, bahkan sangat mengerti apa resiko karena berani mencintaimu. Tapi haruskah semua ini terjadi? Jika iya peluk aku dan buatlah aku yakin untuk tetap bertahan” – SoHee

“Sungguh aku tidak pernah menuntut apapun darimu. Aku hanya ingin mencintaimu tanpa harus menyakitimu” – GD

Yeoja itu berjalan memasuki rumahnya dengan langkah gontai. Ia menghela nafas panjang sebelum menyalakan lampu kamar tidurnya yang luas. Kosong. Ya itulah yang dia dapatkan. Selalu seperti ini sejak dua bulan yang lalu. Ia menunduk. Perasaannya tidak lagi tenang dengan keadaan ini, tidak seperti sebelumnya. Perasaan sakit yang hanya bisa ia tahan, sendiri.

Ya sendiri, memang siapa lagi yang bisa ia ajak untuk berbagi. Pada kenyataannya memang dia hanya sendiri menjalani semuanya. Atau dia diharuskan untuk itu, tidak ada yang
boleh tahu hidupnya yang sesungguhnya. Ini bukan kemauannya, dia terpaksa sungguh. Sebenarnya dia juga ingin memiliki kehidupan normal seperti orang lain. Tapi sepertinya itu mustahil.

Jung SoHee yeoja itu merebahkan tubuhnya diatas ranjang empuk yang luas. Tapi kenyamanan itu sama sekali tidak terasa sekarang. Untuk apa semua ini jika akhirnya ia merasa kesepian.

“Apa yang sedang kau lakukan disana? Tidak ingatkah kau aku sendirian? Aku membutuhkanmu. Aku bingung, mana yang harus aku percaya? Perkataanmu yang seharusnya meyakinkanku atau apa yang aku lihat dengan kedua mataku?” Dua tetes cairan bening jatuh dari matanya yang bulat indah. Ia lelah fisik juga hatinya. Pekerjaannya sudah cukup menguras energinya, haruskah sekarang masalah itu juga membebaninya. Tangisnya semakin menjadi. Ia tak bisa menahannya lagi. Tak bisa mencurahkan isi hatinya pada siapapun. Ia hanya bisa menangis sepuasnya hingga akhirnya tertidur lelap.

Cuaca mendung menggelayuti kota seoul hari ini sepertinya hujan akan turun. SoHee duduk di salah satu bangku kafetaria rumah sakit. Ia menyesap pelan cappucino yang dipesannya tadi. Matanya sembab bekas tangisannya semalam. Wajahnya kusut tak bersemangat.

“Eonnie” panggil sebuah suara tak jauh dari pintu masuk kafetaria. SoHee memutar kepalanya. Ia menyunggingkan seulas senyum saat dilihatnya seorang gadis dengan jas putih tengah melambai kearahnya. Senyum yang sebenarnya sangat ia paksakan.

“Eonnie, kau menangis?” Tanya Jiyeon khawatir. Yeoja itu menatap SoHee heran. Sepertinya kemarin masih baik-baik saja, tapi hari ini kenapa terlihat begitu hancur.

“Aniyo, nan gwaenchana.” Jawab SoHee. Semuanya berubah, tak hanya hati, tapi juga wajah dan suaranya yang hampir habis.

“Jangan bohong, aku tau kau sedang ada masalah” desak Jiyeon yang membuat SoHee menghela nafas berat untuk menahan air matanya yang sudah mulai menggenang. SoHee mencoba tersenyum lagi untuk menyakinkan gadis yang sudah dianggapnya seperti adik kandungnya sendiri itu.

“Sungguh aku ingin berbagi perasaan sakitku dengan orang lain. Tapi aku tidak bisa. Demi Tuhan, ingin rasanya aku berteriak dan menyerah.”

“Eonnie yakin tidak mau bercerita?” Tanya Jiyeon memastikan.

“Ne” jawabnya singkat. Jiyeon tersenyum meski wajahnya masih menunjukkan kecurigaan.

SoHee bukanlah orang yang pandai berbohong. Sangat jelas terlihat dari perubahan nada bicara dan matanya. Ia tak akan tahan di tatap
terlalu lama jika sedang menyembunyikan sesuatu. Seperti
sekarang ia hanya bisa menunduk dihadapan gadis yang sudah 2 tahun ini menjadi teman baiknya. Jiyeon sangat tahu bagaimana karakter SoHee.

“Apa Eonnie sibuk hari ini?” Tanya Jiyeon berusaha mengalihkan atmosfer yang sedikit tegang.

“Kenapa?”

“Aku ingin membicarakan banyak hal tentang GD.” Ujar gadis itu dengan wajah kesal tapi terdengar menggebu-gebu.

Deg…

Hati SoHee berdesir. Senyum yang tadinya coba ia tunjukkan kini hilang seketika. SoHee menggigit bibir bawahnya, nampak menahan sakit. Sakit hati yang begitu dalam.

“Maaf, Jiyeon-ah. Aku harus pulang sekarang.” Elak SoHee cepat. Ia tak mau hatinya yang sudah hancur bertambah parah, ia harus menghindari kejadian yang kemarin
bukan?

***

“Kenapa baru pulang larut malam begini?” Terdengar sebuah suara dalam kegelapan kamar yang membuat SoHee tersentak. Segera ia menyalakan lampu untuk memperjelas pandangannya. Benar. Namja itu berbaring di ranjang mengenakan kaos putih lengan pendek. Menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut tebal. SoHee memejamkan matanya sesaat. Rasanya sakit sekali melihat namja yang sudah beberapa hari ini
tidak ditemuinya itu kini berada di
hadapannya lagi.

“Sungguh sakit rasanya menahan perasaan rindu yang begitu kuat tapi disaat bersamaan kau tidak ingin melihatnya”

“Banyak pasien yang harus ku tangani” Bohong SoHee. Yeoja itu sebenarnya sudah pulang sejak sore, tapi ia tidak langsung pulang, melainkan pergi ke sungai Han hanya sekedar meratapi perasaannya, dengan menangis tentunya. Melihat hemparan air yang mengalir itu bisa membuat perasaannya tenang. Seolah ada sugesti yang membawa semua beban hatinya pergi tergerus aliran suangai yang tenang.

GD mengernyit. Ekspresi apa yang ditunjukkan istrinya itu? Kenapa dia sama sekali tak memberikan senyuman padanya? Padahal ia sangat menunggu hari ini, hari dimana dia mempunyai waktu untuk pulang menemui istrinya yang tentu saja sangat dirindukannya. Tubuh yang sangat ingin dipeluknya. Tapi apa yang terjadi dengan wanita
itu? Dia berjalan begitu saja menuju kamar mandi tanpa bertanya bagaimana kabar suaminya sejak lima hari yang lalu mereka tidak bertemu.

GD tersenyum ketika melihat istrinya baru saja keluar dari kamar mandi. Ia nampak lebih segar setelah mandi, ditambah SoHee kini mengenakan piama putih kesukaannya yang semakin membuatnya terlihat cantik. SoHee menunduk, ia tak bisa membalas apa yang diharapkan suaminya. Dengan cepat ia merebahkan diri disamping GD. Menarik selimut lantas memutar tubuhnya membelakangi suaminya yang hanya bisa melihat tingkah laku aneh istrinya dengan wajah bertanya-tanya.

“Jangan seperti ini, kumohon. Aku sangat merindukanmu. Jauh darimu saja sudah cukup menyiksaku. Aku tidak tau apakah aku berbuat kesalahan yang menyakiti hatimu tanpa aku
sadari? Jangan hanya diam, biacaralah”

“Chagi-ah ada apa denganmu?” tanya GD akhirnya. Ia menyentuh pundak istrinya, tapi yeoja itu tak bergeming. Bukan karena dia sudah tidur. Tidak, dia masih terjaga, hanya terlalu sakit untuk memaksanya bicara.

“Apa aku berbuat salah?” Tanyanya lagi. Tapi nihil SoHee tetap diam. Hingga akhirnya GD menyerah. Ia coba memahami rasa lelah yang dirasakan isterinya. Yah mungkin karena itu.

Sinar mentari masuk kecelah celah kelambu putih kamar luas bercat biru laut itu. pria yang masih terlelap diatas tempat itu akhirnya menggeliat pelan. Ia mengedipkan matanya beberapa kali untuk mengalahkan silaunya pantulan sinar yang menusuk matanya. Ia menengok sisi kanan tempat tidur. Kosong, SoHee sudah bangun. Padahal ia berharap akan mendapatkan senyum dan ciuman pagi dari istrinya seperti yang biasa ia dapatkan. GD mendesah pelan. Lantas beranjak menuruni tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.

“Hee-ah, aku berangkat siang hari ini. Aku akan mengantarmu hari ini.” Ucap GD mencoba mencairkan suasana tegang dirumah itu. Berharap setelah pagi datang SoHee akan kembali menjadi istri menjadi istri Kwon Jiyong yang hangat dan selalu tersenyum.

“Tidak perlu. Kau istirahat saja dirumah” jawab SoHee ketus. Perkiraan GD salah. Sikap istrinya tidak berubah. Wajahnya juga tetap muram. Menyedihkan melihatnya seperti itu.

“Aku berangkat dulu” pamit SoHee setelah menyelesaikan sarapannya seraya beranjak dari posisi duduknya, menyambar tas jinjing hitam lalu memutari meja makan menuju pintu keluar. Sementara GD hanya bisa terdiam sambil menatap gerak tubuh SoHee hingga yeoja itu menghilang dibalik pintu.

***

“Hyung, kenapa wajahmu kusut seperti itu?” Tanya Seungri saat GD tiba-tiba masuk kedalam dorm dengan wajah lesu dan langsung merebahkan tubuhnya di
sofa.

“Aku bingung. SoHee tiba-tiba saja berubah, sepertinya dia marah padaku. Tapi aku tidak tau sebabnya. Dia tak mau bicara” Cerita GD dengan nada lemas. Namja itu menarik nafas panjang.

“Apa sebelumnya kalian bertengkar?” Tanya Seungri dengan wajah penasaran.

“Aniya, kau tau aku tidak pulang
kerumah beberapa hari. Sebelumnya tidak terjadi apa-apa.”

“Mungkin dia merasa kesepian saat kau tidak di rumah. Karna itu dia menunjukkan kekesalannya padamu” terka Seungri. Tapi GD tidak yakin SoHee marah hanya karna hal seperti itu. Pasti ada yang menganggu pikiran isterinya hingga membuatnya berubah seketika.

“Aku yakin tidak sesederhana itu. Karena aku sangat tahu, dia selalu memahami bagaimana kondisiku”

“Eonni kau tidak pulang?” Tanya Jiyeon yang tiba-tiba saja masuk kedalam ruang kerja SoHee, membuat yeoja itu sedikit tersentak. Karna sejujurnya dia sedang melamun.

“Jiyeon-ah, aku sedang memeriksa ulang hasil laporan pemeriksaan hari ini”

“Ah begitu. Apa aku boleh cerita?” Wajah Jiyeon mendadak lesu.

“Tentu. Katakan saja.” SoHee menunjuk kursi yang ada di depannya, memberi tanda agar Jiyeon duduk disana.

“Eonni-ya, kau tahu kan aku sangat
mengidolakan GD oppa. Tapi dia telah membuatku sakit hati. Apa dia benar-benar berkencan dengan Sandara Eonnie? Sungguh menyebalkan” papar Jiyeon dengan raut kesal dan wajahnya merengut.

SoHee, yeoja itu lagi-lagi harus dihadapkan pada masalah yang sama. Wajahnya memucat, hatinya seakan ditimpa batu besar.

“Sandara Eonnie?” Tanya SoHee dengan suara tertahan. Hatinya sakit. Sangat sakit bahkan melebihi hari sebelumnya. Jantungnya berdetak tak karuan.

“Kiko Mizuhara, Lizzy After School. SoHee juga. Gadis yang berinisial J yang dia sebut dalam lagu This Love. Banyak sekali rumor yang menyebutkan GD berkencan dengan mereka, tapi dengan Sandara-lah banyak artikel ataupun foto yang menunjukkan kedekatan mereka.” SoHee tersenyum miris. Nama terakhir yang di sebut Jiyeon selalu bisa membuat hatinya terluka. Berbeda dengan nama-nama sebelumnya. Karna ia tau SoHee yang dimaksud Jiyong bukanlah member WG, tapi dirinya. Dan gadis berinisial J itu juga dirinya, yang diambil dari marganya Jung. Sedangkan model asal Jepang itu hanya teman dekat Seung Hyun.

“Eonni, apa kau mendengarku? Kau sering melamun akhir-akhir ini” Jiyeon melambaikan tangannya beberapa kali untuk menyadarkan SoHee.

“Jiyeon, maaf. Aku lupa, ada sesuatu hal yang penting yang harus ku kerjakan” SoHee buru-buru pergi sebelum gadis dihadapannya itu tahu air matanya hampir saja tumpah. Jiyeon mengerutkan keningnya melihat tingkah SoHee yang semakin aneh.

BRUKK!!

“Aww!!” Pekik SoHee.

“Ah maaf, aku tidak sengaja” Sebuah suara pria tampan memakai kacamata dan menjinjing sebuah tas hitam itu membantu SoHee memunguti barang-barangnya yang terjatuh akibat tabrakan tadi.

“Dokter Yoon?” Jiyeon mendekati mereka. Dokter bernama Yoon itu tersenyum melirik SoHee yang sedari tadi hanya diam.

“Karna kau sudah menabrak SoHee Eonnie, sebagai permintaan maaf, kau harus mengantarnya pulang. Sepertinya dia sedang tidak enak badan” ujar Jiyeon yang tentu saja membuat SoHee terlonjak dan langsung menatap Jiyeon tajam.

“Jiyeon-ah?” Desis SoHee mencoba protes.

“Dengan senang hati” jawab dokter Yoon dengan gembira. Namja itu menyunggingkan seulas senyum kearah SoHee yang terlihat salah tingkah dan tak tau apa yang harus dilakukannya. Tak mungkin menolak dokter Yoon dengan alasan yang tidak masuk akal. SoHee menghela nafas pasrah. Ia berusaha tampak tenang.

***

“Apa yang kau lakukan kemarin? Kenapa kau meminta dokter Yoon untuk mengantarku?” protes SoHee seraya menumpuk rapi lembaran kertas yang bertebaran di mejanya.

“Eonni-ya aku hanya ingin kalian lebih dekat. Kau tau jika dokter Yoon menyukaimu. Bukankah tunanganmu yang kau bilang tinggal di Amerika itu tidak pernah muncul? Lebih baik kau menerima kehadirannya” Usul Jiyeon yang tentu saja membuat SoHee terdiam seketika.

Ya, memang benar. Dia tidak mungkin atau lebih tepatnya tidak diijinkan membuka identitasnya yang
sebenarnya bahwa dirinya adalah istri dari seorang bintang korea, Kwon Jiyong atau yang lebih dikenal G-Dragon, Leader Big Bang. Jadi SoHee harus membuat alasan yang tepat agar semua orang tidak curiga. Jadi ia mengatakan bahwa ia sudah bertunangan. Entah sampai kapan dia harus berbohong seperti ini, bahkan pada orang yang sudah dianggapnya adik sendiri. Yang menjadi masalah karna Jiyeon adalah penggemar berat Big Bang dan idolanya adalah G-Dragon. Ia tak berani membayangkan bagaimana reaksi Jiyeon ketika tahu bahwa dia adalah istri GD dan sudah hampir satu tahun menikah.

“Dia hanya sunbae.”

“Eonnie-ya usiamu hampir 24 tahun, kau harus mulai memikirkan masa depanmu. Dan aku rasa Shi Yoon Oppa, ah maksudku dokter Yoon adalah orang yang tepat untukmu” SoHee mendengus kesal. Hal itu tidak akan terjadi. Karna dirinya sudah menjadi istri orang lain.

***

“Dokter Yoon, turunkan aku di
depan super market itu saja. Persediaan bahan makanku habis aku ingin belanja dulu” ujar SoHee sambil menunjuk sebuah super market yang berjarak 50 meter lagi
didepan.

“Baiklah, aku akan menunggumu dan mengantarmu samp”

“Tidak perlu. Rumahku sudah dekat, aku jalan kaki saja” Sahut SoHee seraya tersenyum. Wajah Shi Yoon berubah. Ia nampak kecewa. Bagaimanapun SoHee tak akan mungkin membiarkan Shi Yoon mengantarkannya sampai rumah. Akan menjadi panjang urusannya jika rahasiannya terbongkar. Jadi ia harus berbohong,

SoHee melangkah lemas menuju kamarnya. Ia tidak menyangka jika jarak rumahnya masih begitu jauh
dari super market. Kakinya mati rasa. Buru-buru ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Mulai memejamkan matanya, namun kembali tersedar karena teringat sesuatu yang sejak tadi menganggu pikirannya. Ia beranjak dari tempat tidur bermaksud mengambil laptopnya yang tergeletak di meja kerjanya.

SoHee menghela nafas berat. Dengan berat hati ia menghidupkan layar monitor. Setelah tersambung ke internet ia mencoba memasukkan keyword “Daragon” Couple yang ‘katanya’ paling serasi di YG Ent.

SoHee nampak berfikir sejenak, dengan sedikit keraguan akhirnya ia menekan tombol enter. Layar monitor itu langsung menunjukkan gambar pusaran tanda sedang memproses permintaan SoHee. Ia menunggu dengan gelisah.

Deg. . .

Hatinya lagi-lagi nyeri seperti disayat. Matanya membulat, air mata sudah mengucur deras dipipinya tanpa bisa dikendalikan. Layar monitor laptopnya sudah penuh dengan deretan foto-foto kedekatan suaminya dengan Sandara. Sakit sungguh sakit, Tangisannya semakin keras, ia berharap apa yang dilihatnya tidak nyata. Tapi percuma semua itu memang benar. Jiyong bersama Sandara terlihat begitu akrab dan mesra. Mereka tidak sungkan untuk sekedar berpelukan atau bergandengan tangan.

“Haruskah aku menyesal karena mencintaimu? Ini begitu sakit. Bahkan aku belum pernah merasakan hatiku hancur seperti ini sebelumnya”

GD berjalan tergesa menyusuri lorong rumahnya yang gelap. Sampai dikamar utama rumahnya ia menyalakan lampu. Dia tersenyum lega, setelah mendapati istrinya sudah tertidur di atas tempat tidur mereka. Awalnya ia mengira SoHee akan pulang larut malam lagi seperti malam sebelumnya.

“Aku rasa memang benar kalau dia kelelahan.” Gumamnya yakin. Ia mendekat bermaksud mengambil laptop yang masih menyala disamping SoHee. Gerak tangannya seketika berhenti begitu menyadari apa yang tertera di layar monitor tersebut. Pikirannya kalut, ia mencoba berspekulasi namun ia hanya menemukan satu kenyataan
yang benar.

“Karna inikah kau marah SoHee-ah?” Desisnya lemah. Ia memandang lekat-lekat wajah istrinya. Ia baru
menyadari ada yang berbeda disana. Mata SoHee yang sembab. Raut wajahnya kusut dan ekspresinya terlihat terluka meskipun sedang tidur. Perlahan GD mengusap lebut pipi istrinya, menyibakkan rambut panjang yang menutupi sebagian wajahnya.

“Apa kau salah paham dengan semua ini?”

***

Pagi itu terasa hening. Yang terdengar hanya dentingan sendok
dengan piring dari kedua orang yang sama-sama membisu sejak 10 menit yang lalu. Keduanya tampak begitu canggung hingga larut dalam pikiran masing-masing.

“Chagi-ah” panggil GD mencoba memecah suasana. SoHee tak bereaksi justru menampakkan wajah kesalnya.

“Hee-ah bicaralah padaku, jangan hanya diam seperti ini. Bagaimana aku menjelaskan semuanya jika menatap wajahku saja kau tak mau” Bentak GD yang sepertinya mulai kehilangan kesabaran.

“Apa kau pikir aku mengharapkan penjelasan darimu? Huh aku sudah
cukup mengerti hanya dengan melihatnya” Balas SoHee dengan nada sengit. Ia beranjak pergi. Namun dengan cepat GD menahan pergelangan tangan istrinya.

“Kau salah paham. Itu hanya”

“Hanya apa? Apapun kau menyebutnya tetap saja aku tak bisa mengerti. Kau berpelukan, menggenggam tangannya, bahkan mengambil foto bersama di belakang layar berulang kali. Apa kau fikir aku bodoh? Hanya karna kau tau aku tidak pernah menonton tv atau kurang kerjaan mencari berita tentang dirimu di internet, jadi kau bisa berbuat bebas sesuka hatimu tuan Kwon Jiyong!!” teriak SoHee tak terkendali seolah dia sedang melampiaskan semua yang mengganjal dihatinya. Matanya memerah, air matanya sudah mendesak keluar namun ia mencoba menahannya. SoHee tersenyum pahit, ia mengalihkan pandangannya tak mau berlama-lama menatap pria yang seakan sama sekali tidak pernah merasa bersalah atas kelakuannya itu.

“Aku lelah, kenapa harus aku yang selalu mengerti dirimu. Kau itu punya istri. Sudah seharusnya kau menjaga perasaanku. Apapun alasannya aku tidak bisa menerima jika kau berdekatan dengan wanita lain. Tidakkah kau tau bagaimana sakitnya hatiku? Bahkan aku merasa sangat bodoh karena terlambat mengetahui semuanya. Aku membencimu Kwon Jiyong.”

SoHee menjerit kesal. Sudah cukup hatinya disakiti. Ia berlari keluar dengan air mata mengalir deras di wajahnya. GD terpaku ditempatnya. Benarkah semuanya? Benarkah dia sudah keterlaluan? Ia mengutuk dirinya sendiri karena begitu bodoh tidak pernah mempedulikan perasaan orang yang sangat dicintainya. Bahkan ia berani melukai hati istrinya
sendiri dan ia tidak pernah sadar.

“aaarrrgghh” GD berteriak frustasi sambil menjambak rambutnya.

***

Brakkk!!!

Seungri terlonjak kaget saat baru saja ada seseorang yang membanting pintu dengan
keras.

“Hyung, ada apa lagi?”

GD tak menanggapi dan langsung merebahkan dirinya disofa, ia menghela nafas berat. “SoHee marah besar padaku. Dia sudah salah paham”

“Apa maksudmu sejak beberapa hari yang lalu itu? Sampai sekarang? Belum selesai? Tidak biasanya.”

“Dia browsing di Internet dan menemukan foto-foto kedekatanku dan Sandara. Ia melihatnya dan marah besar.”

“Apa kau tidak mencoba menjelaskannya?”

“Sudah. Tapi dia tidak mau mendengarkanku”

Mereka terdiam. Nampak sibuk dengan pikiran masing-masing. SoHee yang mereka ketahui tidak pernah marah dan selalu mengerti
pekerjaan GD.

“Mungkin karna kau selalu sibuk bahkan jarang pulang karena pekerjaanmu hyung. SoHee bisa mengerti itu, sebelum kalian memutuskan untuk menikah. Dia menyadari sepenuhnya resiko yang
harus ditanggungnya. Dia pasti merasa kesepian tanpamu. Dan setelah beberapa hari kau sama sekali tidak pulang. Mungkin dia mendengar gosip dari teman kerjanya. Sedangkan selama ini dia selalu percaya padamu, tapi setelah melihat foto-foto itu, tentu saja itu
sangat menyakitkan hyung.” Papar Seungri yang membuat GD menunduk.

“Benar, SoHee pasti sudah menahan marah sejak lama. Dan tidak ada seorangpun yang bisa diajaknya bicara. Aku benar-benar bodoh”

***

SoHee duduk sendirian di bangku sebuah cafe. Wajahnya lusuh, entah apa yang dia lakukan seharian ini hingga membuat penampilannya
sangat berantakan. Ia mengangkat
sebuah botol soju dan hendak
meminumnya. Botol itu kosong, ia sudah menegak habis botol tersebut dan tiga botol lainnya. Ia tersenyum miris, air matanya keluar begitu saja tanpa diperintah.

Dari luar seorang pria yang mengenakan setelan jas silver menatap kearahnya. Pria itu memincingkan mata untuk melihat
lebih jelas dari kaca jendela cafe itu. Yoon Shi Yoon berlari kedalam untuk memastikan siapa yang dilihatnya. Dan benar, SoHee mabuk sambil menangis histeris di sana.

“SoHee-ssi, SoHee-ssi. gwaenchana?” Teriaknya sambil
mengguncang tubuh SoHee mencoba menyadarkannya. Tak
ada jawaban. SoHee sudah tidak
sadar.

GD berjalan mondar mandir di ruang tamu rumahnya. Wajahnya menampakan kekhawatiran. Ia melirik jam dinding di atas perapian. Sudah larut malam tapi istrinya belum juga kembali. Ia sudah mencoba menghubunginya, tapi hasilnya tetap sama. Ponsel
istrinya tidak aktif.

Ting tong….

GD tersentak ketika mendengar bel pintu berbunyi. Segera ia berjalan menuju sumber suara. Berfikir sesaat sebelum membuka pintu depan rumahnya itu. GD mengerutkan keningnya curiga. Ia membuka pintu perlahan dan hati-hati. Ia dibuat lebih terkejut lagi. Karna kali ini tepat dihadapannya berdiri seorang pria tengah memapah tubuh istrinya yang tak sadarkan diri. Wajah GD memucat seketika.

“Nuguya? Bukankah ini rumah dokter Jung SoHee?” Tanya Yoon Shi Yoon curiga.

“Ne, ini benar rumahnya dan aku Kwon Jiyong, suaminya” Jawab GD berusaha terdengar wajar. Ia tak mau pria dihadapannya itu menyadari emosi yang sudah memuncak diubun-ubunnya.

Apa yang terjadi hingga istrinya pulang dengan seorang pria tengah malam begini, dan parahnya lagi SoHee mabuk. Ia bahkan tak pernah menyentuh alkohol sebelumnya.

“Kau suaminya?” tanya Shi Yoon memastikan. Ia tak percaya, tercengang dan terkejut.

“Ne, Kamsahamnida sudah mengantanya pulang. Maaf telah merepotkanmu. Kau bisa pergi sekarang” GD menarik tubuh SoHee masuk, sedangkan Shi Yoon masih terpaku di tempatnya berdiri hingga GD menutup pintu. Sakit, perasaannya sakit ia tak bisa menerima semuanya.

***

“Hee-ah ada apa denganmu? Kenapa kau seperti ini?” Ucap GD lirih sambil mengelus puncak kepala SoHee yang sedang terlelap. Wajah pria itu nampak terpukul, perlahan air mata mulai menetes dipipinya.

“Ini semua salahku yang membuatmu seperti ini”

***

Sinar matahari yang menyilaukan menyusup bebas melalui celah jendela kamar besar itu. GD menggeliat, nampak menahan pantulan sinar matahari yang menusuk matanya. Ia meraba tempat disampinya. Kosong, lagi-lagi istrinya tidak disampingnya saat dia terbangun. Ia menghela nafas panjang. Ketika ia beranjak dan hendak berjalan menuju kamar mandi. Matanya menangkap sesuatu yang manarik perhatiannya. Ia berjalan mendekati sebuah meja
kecil di pojok kamarnya, sebuah surat. Ia tersentak dan dengan cepat membukannya.

“Jiyong-ah aku butuh waktu untuk menenangkan diri. Jangan mencariku hingga aku sendiri yang ingin pulang. Aku harap kau hidup dengan baik selama aku tidak disampingmu” Jiyong menatap selembar surat yang ditinggalkan SoHee dengan nanar. Diremasnya surat itu kemudian ia lempar sembarangan di lantai.

***

“Kenapa kau mengambil cuti?” tanya Shi Yoon heran. Karna kejadian semalam, ia menjadi canggung saat berhadapan dengan SoHee.

“Aku hanya ingin menenangkan
pikiranku” Shi Yoon mengangguk. SoHee tersenyum, lalu meminum jus jeruk yang sudah dipesannya beberapa saat yang lalu.

“Tentang kejadian semalam….”

Tiba-tiba SoHee tersedak begitu
mendengar ucapan Shi Yoon. Wajahnya nampak pucat.

“Dokter Yoon, aku tau kau sangat
terkejut. Maaf aku tidak bisa mengatakannya karna alasan tertentu. Aku mohon padamu jangan katakan pada siapapun jika aku sudah menikah dan siapa suamiku” pinta SoHee yang membuat pria di depannya itu menghela nafas berat. Wajahnya nampak sakit, harapannya sudah pupus saat orang yang selama ini di sukainya ternyata sudah menikah.

***

SoHee menghela nafas berat. Ia menatap deretan foto di meja apartemennya. Dua tahun yang lalu saat ia kembali ke korea, sebenarnya hanya untuk satu tujuan. Ia ingin mengingat kenangannya semasa duduk di bangku sekolah dulu bersama Kwon Jiyong. Kakak kelasnya saat di
sekolah menengah yang juga adalah cinta pertamanya. Meskipun ia tak pernah mengungkapkannya, ia juga bisa merasakan jika GD memiliki perasaan yang sama dengannya. Hingga sebuah kenyataan pahit memisahkan mereka. SoHee harus pindah ke Jepang karena orang tuanya.

Bingkai kayu yang berisi sebuah foto pernikahan yang menampilkan dirinya yang mengenakan gaun putih panjang mengamit lengan GD yang tersenyum cerah disampingnya. SoHee tersenyum melihatnya meskipun air matanya juga memaksa untuk keluar. SoHee kembali ke korea sebagai seorang dokter ahli syaraf. Ia sama sekali tidak menyangka jika dirinya akan bertemu lagi dengan GD. Saat itu ia tak sengaja menabrak GD dijalan. Awalnya ia sempat tak mengenalinya karena GD memakai pakaian tertutup serba hitam, ditambah masker dan kaca mata. Tapi GD mampu mengenalinya dan mengajaknya bicara di suatu tempat yang jauh dari keramaian. Dari pertemuan itu mereka mengungkapkan perasaan
mereka masing-masing yang ternyata mereka masih saling mencintai. SoHee tertegun saat
mengetahui bahwa Jiyong menjadi seorang artis yang biasa dikenal dengan nama panggung GD. Karna itu ia sempat ragu saat GD malamarnya. Tapi ia berusaha membuang kekhawatirannya, dan akhirnya mereka menikah setelah tiga bulan pertemuan itu. Tanpa tau skandal ataupun hubungan GD dengan artis wanita lain sebelumnya. Karna itu SoHee merasa sangat terpukul saat mengetahui begitu banyak wanita di masa lalu suaminya dan masih sering dihubungkan hingga saat ini.

***

“Seungri-ya! Kau meminta bertemu untuk membicarakan masalahku dengan Jiyong? Aku rasa itu tidak perlu” ujar SoHee sesaat setelah duduk di bangku restauran tak jauh dari apartemennya. Pria disampingnya yang mengenakan jaket hitam tebal serta topi dan kaca mata hanya tersenyum.

“Aku tidak ingin ikut campur masalahmu. Tapi aku juga tidak ingin semuanya jadi berlarut-larut seperti ini. Kasian Jiyong hyung.” ujarnya mencoba menjelaskan. SoHee mengalihkan pandangnnya keluar jendela, mengginggit bibir bawahnya untuk menenangkan dirinya.

“SoHee-ah, dengarkan aku baik-baik. Jiyong hyung tidak mempunyai hubungan apapun dengan Sandara nuna ataupun yeoja lain. Percayalah padaku. Tentang foto-foto ataupun selca yang mereka ambil dibelakang layar, itu adalah sebuah trik perusahaan untuk menaikkan pamor, bukan karena Jiyong hyung sengaja melakukannya. Aku tau kau
sangat sakit saat melihatnya. Tapi yang harus kau pahami, Jiyong hyung sangat mencintaimu dia tidak akan berbuat macam-macam dibelakangmu”

SoHee tertegun, ia tak pernah berfikir sejauh itu. Seharusnya ia mempercayai suaminya bukan malah melarikan diri seperti ini. Rasa penyesalan mengoyak batinnya. Ia mendongak ke atas berusaha menahan air mata yang sudah
mendesak keluar sejak tadi.

“Aku akan pulang setelah ini” ujar SoHee denga suara terbata.

“Jangan.” Larang Seungri yang membuat SoHee membulatkan matanya.

“Kenapa?”

“Lusa. kau taukan maksudku? Aku punya rencana untuk itu” SoHee menyipitkan matanya, lantas tersenyum dan mengangguk setelah mendengar penjelasan Seungri.

***

GD datang sambil menggebrak pintu utama dorm dengan kasar. Seungri yang sedang menelfon seseorang buru-buru mematikan sambungan ponselnya. GD duduk di tengah ruangan mengeluarkan selembar kertas dari amplop coklat besar.

“SoHee mengirim surat cerai padaku” Ucapnya lemah membuat semua orang tak percaya.

“Hyung aku tidak menyangka akan seperti ini.” Pekik Seungri.

“Jadi aku harus bagaimana?” Teriaknya putus asa, air mata sudah mengucur deras diwajahnya.

GD merebahkan tubuhnya di sofa, ia memejamkan mata mecoba
berfikir tenang. Akankah pernikahannya dengan SoHee akan berakhir seperti ini? Tidak, dia tidak
boleh membiarkan semuanya hancur hanya karena kesalah pahaman konyol.

Tiitt…ttitt…tiitt

GD dengan cekatan mengambil
ponsel yang ia lempar dilantai. Wajahnya menegang ketika membuka sms yang baru saja diterimanya.

From : My Wife

Jiyong-ah, aku meninggalkan beberapa barang kenangan kita dirumah. Aku ingin kau menyimpannya.

Selamat tinggal

GD terduduk lemas di lantai. Benarkah SoHee akan meninggalkannya dalam keadaan seperti ini? Ia tak bisa berfikir lagi, bahkan ia tak tau dimana SoHee berada sekarang.

***

“Seungri-ah, kau yakin rencana kita akan berhasil?” Tanya SoHee ragu. ditengah
kegelapan ruang tamu rumahnya.

“Yah. Tentu saja.” jawab Seungri sambil mengangguk mantap. Sementara member Big Bang yang mendengarkan rencana Seungri dengan penuh keseriusan.

Tak selang waktu lama mereka mendengar suara decitan mobil dari luar.
“Dia datang. Bersiaplah” perintah Seungri yang membuat semua member mengangguk dan beranjak menuju posisi mereka masing-masing tak terkecuali SoHee.

GD menyeret kakinya menelusuri pekarangan rumahnya yang luas. Ia menghela nafas berkali-kali. Wajahnya lusuh tak bertenaga. Ia menatap langit malam sejenak.

“Aku harap akan ada keajaiban hari ini” ucapnya lirih seakan berbicara dengan bintang yang berkedip indah
diatasnya. Ia membuka pintu rumahnya lantas berjalan masuk.

Tik…tik…tik suara denting jam terdengar nyaring diruangan yang
senyap itu.

Satu
Dua
Tiga
Empat

Ddaaarr daaarr daaarrr……

GD terkesiap ketika lampu ruang tamu tumahnya menyala dan semua teman-temannya keluar membawa terompet dan letupan kertas perak. GD masih terpaku ditempatnya berdiri dengan wajah bingung.

“Saengil chukkae hamnida, , saengil
chukkae hamnida” Semua temannya menyanyikan lagu selamat ulang
tahun untuk GD yang membuat pria itu lantas terperangah tak percaya.

“Apa maksudnya semua ini?” Tanyanya kesal

“Kami sengaja membuat kejutan untukmu.” Balas TOP yang membuat semua member tertawa.

“Masih ada satu kejutan besar lagi untukmu hyung” sambar Seungri seraya melirik dinding dapur rumah.

SoHee keluar mengenakan dress putih selutut dengan membawa kue ulang tahun untuk GD.

Happy birthday to you, Areumdaun nae sarang. Baby, only for you. Niga isseo haengbokhae. Happy birthday to you, Oneulcheoreom yeongwonhi. Baby, only for you, Urin hamkke halgeoya..

Selamat ulang tahun untukmu, Cintaku yang indah. Sayang, hanya untukmu. Karena kau di sini, aku
senang. Selamat ulang tahun
untukmu. Sama seperti hari ini,
selamanya. Sayang, hanya untukmu. Kita akan bersama-sama..

SoHee berjalan kearah GD yang masih tertegun. Semua teman-temannya tertawa riang melihat reaksi GD.

“Chagi-ah, kau berkomplot dengan mereka semua untuk mengerjaiku?” Pekik GD kesal.

“Maaf, tapi ini semua ide mereka dan aku rasa akan menyenangkan membuat kejutan seperti ini.” ujar SoHee. Yeoja itu lalu menyodorkan kue ulang tahun kearah suaminya. San tersenyum lega. Memejamkan mata sejenak sebelum meniup deretan lilin yang mengelilingi kue tart yang terlihat lezat itu.

“Aku lega, disaat aku sudah
hampir menyerah, kau meyakinkanku untuk tetap bertahan disisimu. saranghae Kwon Jiyong. Saengil chukkahae”

“Terimakasih, aku bahagia memilikimu dalam hidupku. Kau satu-satunya orang yang bisa menerimaku dengan segala resiko. Saranghae Jung SoHee”

***

“Kau tau aku benar-benar gila karenamu” kesal GD.

“hhahaha.. Maaf. Sebenarnya aku juga tersiksa karena merindukanmu”. Ucap SoHee dengan bergelayut manja dilengan suaminya.

“Aku kira ini semua akan benar-benar berakhir”

“Benarkah?”

“Jangan lakukan hal seperti itu lagi. Atau…………”

“Atau? Apa?”

GD mendorong tubuh SoHee dan menindih tubuh istrinya.
“Jika kau berani mengulanginya, maka aku akan menghukummu dengan cara seperti ini” Ancam GD yang langsung mencium bibir SoHee
-END-

-miLanistred-

1 Komentar

  1. Hy eonni q elf ijin bca ff nya ea keren hehehe …. #q istri eunhyuk oppa #plakk #abaikan hehe

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: