AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

FicLet “Surat Cinta Untuk Prajurit Park Jung Soo”


Dear Leeteuk Oppa,

Mungkin kau akan tertawa ketika menerima surat ini, berpikir betapa sangat childish-nya hal ini…

Yah, aku juga merasakan hal yang sama. Tak habis pikir betapa konyolnya aku sekarang yang lebih memilih meringkuk sendiri dikamar, tersenyum tak henti sambil menuliskan kata-kata aneh.

Apa kau kecewa Oppa? Saat aku memilih untuk tidak mengunjungimu dan lebih memilih melakukan hal ini?

Aku harap iyah…

Karena aku ingin tau apa Oppa juga merindukanku, sama sepertiku yang selalu merindukanmu..

Hmm.. Perlu kau tau Oppa, ini pertama kalinya aku menulis surat cinta, dan menurutku mengerjakan laporan keuangan jauh lebih mudah daripada melakukan hal ini. Jadi jika kau ingin tertawa atau mengolok-olokku Lakukanlah sekarang, sebelum kau menangis terharu setelah membaca surat ini..

Baiklah…

Bagaimana aku harus memulainya???

Haruskah aku bertanya “Hai Oppa, apa kabar? Apa kau baik-baik saja disana?”

“Apa latihan Militer itu sangat sulit?”

“Apa kau punya banyak teman disana?” Dan

“Apa kau merindukanku?”..

HUH! Jika Oppa pernah melihatku mengalami kesulitan dalam pekerjaanku, maka sekarang aku mengalami kesulitan yang lebih dari itu…

Tidak kusangka, menulis pertanyaan semacam ini dalam secarik kertas jauh lebih sulit daripada menanyakannya secara langsung padamu. Tapi aku masih terus saja menulisnya, kau tau kenapa???

Karna surat cinta yang Eomma berikan untuk Appa saat mereka masih muda dulu mampu membuat Eomma memiliki Appa hingga saat ini…

Aku berfikir, jika kekuatan surat cinta memang mampu melakukan hal seperti itu, maka aku juga ingin mencobanya…

Jadi aku akan menulis surat cinta yang bisa membuat hatimu bergetar dan jantungmu berdegup kencang…

Pertama, aku ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun. Memang hanya ucapan, tapi ini tulus dari hatiku. Ah bagaimana aku mengatakannya? Kau tau Oppa aku tidak pintar merayu atau membuat kata-kata romantis seperti gadis lain.

Ini yang ke 31 tahun, dan sudah 3 tahun ini kita bersama. Tapi aku masih malu dan merasa tidak bagus dalam mengekspresikan perasaanku. Jadi berkali-kali aku memanggil namamu, lagi dan lagi saat menulis surat ini.

Park Jung Soo atau Leeteuk aku harus memanggilmu?

Saengil Chukkae Oppa,

Ini sesuatu yang mudah untuk ditulis bukan? Tapi sepertinya tanganku terasa kaku, hingga sulit bagiku untuk menggerakkannya. Bahkan kini aku tidak tau apa yang harus aku tulis dan apa saja yang sudah aku tulis, karna mataku buram dan pipiku terasa panas. Cairan bening yang sudah ku coba tahan sedari tadi kini mengalir begitu saja tanpa perintah.

Park Jung Soo Oppa,
Aku selalu berterima kasih karna kau telah datang ke dunia ini. Kau adalah hadiah terbaik yang Tuhan berikan untukku. Jangan selalu merasakan sakit sendirian, karna Super Junior, ELF, Angels, dan aku adalah tempat berbagi kesedihan dan kebahagiaan. Aku selalu mengharapkan agar kau mendapat yang terbaik, selalu diberi kesehatan, dan yang terpenting hatimu tetap tertuju padaku.

Leeteuk, Special..
Angel Without Wings
Teukie~Teukie~LeeTeukie~

Sadarakah bahwa Oppa telah berhasil melukai harga diriku?!

Aku adalah gadis berjiwa panas yang berusia 7 tahun lebih muda darimu. Sebelumnya aku tidak percaya apa itu cinta. Bagiku cinta hanyalah penyakit yang disebabkan oleh hormon semata. Tapi kau menghancur leburkan keyakinanku tentang cinta yang realistis itu.

Bertahun-tahun aku membanggakan diriku yang mampu bertahan dari jerat tak terkendali atas penyakit yang bernama cinta itu. Bahkan saat aku berdekatan dengan satu, dua atau tiga namja, aku tidak pernah merasakan apapun. Tapi kau berhasil menaklukanku hanya dengan segaris senyum yang terukir dari wajah teduhmu.

Kau lebih mengerikan dibanding seorang penyihir Oppa…

Mantramu menyihirku menjadi orang paling egois didunia…

Tiba-tiba saja berpikir bahwa aku harus memilikimu. Aku yakin bahwa kaulah orang yang akan berada disampingku di masa depan…

Meski awalnya aku marah karna kehadiranmu telah mengacaukan duniaku, tapi aku berterima kasih. Karnamu duniaku menjadi lebih berwarna.

Hmm, Oppa.. apa kau pernah merasa hidupmu tak berarti? Ah bagaimana aku harus menjelaskannya??

Rasanya aku seperti terjaga dari tidur panjang. Aku pernah merasakan cinta sebelumnya, tapi tidak seperti ini. Bahkan setelah sekian lama setiap kali aku melihatmu, hatiku tetap saja berdetak kencang seperti akan melompat.

Dan aku menikmatinya…

Oppa membuatku menjadi orang yang lebih baik…

Oppa menyempurnakan hidupku dengan cara yang tidak pernah terbayangkan olehku sebelumnya…

Terkadang masih sulit untuk kupercaya bahwa aku memilikimu…

Oppa tau? Aku masih sering mencubit pipiku untuk memastikan bahwa aku sedang tidak bermimpi…

Apapun yang kurasakan tentang Oppa membuatku takjub. Aku tak pernah merasakan rasa marah yang sedemikian brutalnya seperti yang kurasakan saat melihat Oppa bersama wanita lain. Rasa cemburu itu benar-benar menyiksaku.

Aku merasakan hatiku bisa bergetar hebat setiap kali Oppa memelukku…

Aku tak tahu bahwa detak jantungku akan sedemikian aneh setiap kali kita berciuman…

Tak pernah terbayang bahwa pelupuk mataku bisa menjadi basah setiap kali tersiksa karena terlalu merindukanmu…

Oppa mengajariku cara lain menikmati emosi tentang cinta…

Terima kasih Oppa…

Bukan hanya “Aku mencintaimu, dan kau kekasihku.” Bersamamu, bukan hanya sekedar itu…

Aku tak ingin hanya menjadikanmu sebagai kekasihku, aku ingin memilikimu…

Aku akan memberikan segalanya untukmu, tapi aku juga akan mangambil segalanya darimu…

Sehingga apapun yang terjadi, aku memiliki alasan kuat untuk terus mempertahankanmu, karena kau milikku. Seutuhnya…

Oppa adalah satu-satunya yang kuinginkan untuk berbagi segala hal, tentang pikiran, harapan dan mimpi…

Aku ingin menjadi satu-satunya wanita yang menjadi alasan Oppa bahagia..

Satu-satunya wanita yang menjadi alasan Oppa tersenyum..

Satu-satunya wanita yang menjadi alasan Oppa menangis..

Satu-satunya wanita yang menjadi alasan Oppa marah..

Satu-satunya wanita yang menyebabkan Oppa melakukan hal tiba-tiba..

Karena Oppa telah melakukan hal yang sama terhadapku..

Aku merasa menjadi orang yang sangat beruntung karena memilikimu Oppa..

Bahkan sekarang, setelah 8 bulan berlalu setelah kau masuk wajib militer, aku masih memegang erat janjiku..

Janji untuk menunggu. Walaupun tanpa Oppa minta aku akan tetap setia menanti dan menunggu Oppa kembali..

Janji setia untuk tetap mencintaimu. Walaupun tanpa Oppa minta aku akan berikan itu untuk Oppa…

Aku percaya Oppa pasti akan kembali padaku dengan senyum manis itu..

Oppa kau adalah anugrah yang tak bisa ku lukiskan. Kata-kata hanyalah sekedar bunyi yang tak bertepi untuk memaknai hadirmu..

Oppa membuatku bernafas lebih dari sekedar bernafas dan hidup lebih dari sekedar hidup..

Satu-satunya hal yang paling aku sesali tentang hubungan kita adalah, kenapa ini tak terjadi lebih awal?

Tapi semua itu akan kubayar dengan hati dan cintaku,

Seumur hidup kita…

Maka jadilah wajah pertama yang kulihat saat bangun dipagi hari dan wajah terakhir yang kulihat sebelum aku terlelap…

Aku ingin segera mendapati saat-saat seperti itu…

Jadilah milikku selamanya…

Ini bukan permohonan, ini perintah…

Aku akan menunggu Oppa menyelesaikan semuanya dengan keyakinan bahwa Oppa akan kembali dengan hati yang sama…

Jadilah lelaki yang lebih dewasa dan lebih baik saat kembali nanti…

Aku mencintaimu…

Itu bukan sekedar kata yang aku ucapakan ketika aku sedang jatuh cinta…

Aku mencintaimu…

Itu janjiku…

-miLanistred-

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: