AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

FF Oneshoot Special Birthday “Ige Mwoya??!!!”


Ungkapan “Aku bahagia jika melihatmu bahagia” hanyalah omong kosong. Kenyataannya “aku hanya bisa bahagia jika bersamamu!!” – SoHee.

Lagi-lagi seperti ini. Hujan deras seolah mendukung perasaan buruk yang sedang berkelut. SoHee mendongakkan kepalanya yang basah. Gadis itu masih berdiri ditengah guyuran hujan bersama beberapa anak kecil lainnya. Ia bernyanyi, bermain, dan menari. Menghibur dirinya sendiri. Melupakan sejenak perasaan sesak dihatinya. Bermain bersama anak kecil memang hobinya. Matanya memerah, namun senyum tak pernah lepas dari bibir mungilnya. Siapa yang tau jika ia sedang terluka?

Tetesan air hujan itu seperti ribuan jarum yang menusuk hatinya. Sudah hampir 2 bulan ini ia berusaha terlihat tegar dan ceria meski apa yang dilakukannya saat ini hanya semakin memperlihatkan kerapuhannya. Sesuatu yang sudah membuat bobot tubuhnya turun secara drastis. Sesuatu yang membuatnya tak enak makan dan tak enak tidur. Sesuatu yang selama 2tahun ini sudah dipertahankannya dengan susah payah.

Leeteuk.

SoHee sudah merasa lelah harus selalu “mengerti dan mengalah” tentang status namjanya yang seorang ‘idol’. Dengan mudah pria itu mengatakan merindukan wanita lain tanpa memikirkan sedikitpun perasaannya. Jika dulu pria itu menyebut nama Hyuna dan member SNSD, SoHee masih bisa memaafkannya. Tapi tidak untuk kali ini, karna yang disebutnya adalah nama Kang Sora, yang tidak lain adalah “mantan istri”nya di acara WGM.

Entah kenapa setiap mendengar nama yeoja itu dari mulut Leeteuk, SoHee merasa sakit. Diluar sana tidak ada yang tau tentang hubungan SoHee dengan Leeteuk, sehingga banyak dari mereka yang mengatasnamakan diri sebagai KangTeuk Shipper selalu mendukung hubungan Kang Sora dan Leeteuk. Dan itu benar-benar membuat SoHee terluka. Gadis itu sadar jika ia jauh berbeda dengan Kang Sora yang memiliki segalanya. Tapi satu yang bisa ia banggakan, besarnya perasaan cinta yang ia punya untuk namjanya, Leeteuk.

SoHee tidak berharap Leeteuk memberitahu seluruh dunia jika dia adalah yeojanya. SoHee hanya ingin Leeteuk menjaga perasaannya. Tapi entah karna lugu, bodoh atau ceroboh, tanpa sengaja pria itu terus melakukan kesalahan yang sama. Dan SoHee benar-benar lelah.

***

“My tears are come out because you. Because my love to you. And now, I hope that is will be over.”

Tulis SoHee pada selembar kertas setelah ia melihat kembali tayangan wawancara Leeteuk. Entah karna bodoh atau terlalu merindukan pria itu. Meski ia tau bahwa ia akan terluka jika mendengar dan melihatnya, tapi ia terus melakukannya.

Ddrrrtt…drrttt…

SoHee meletakkan sejenak alat tulisnya untuk membaca sms. Sebuah pesan dari Donghae yang berisi ajakan untuk mengunjungi Leeteuk.

SoHee menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia terlihat berfikir tentang apa yang akan dilakukannya esok. Ia belum siap untuk bertemu dengan pria itu, namun jika ia menolak setidaknya ia harus punya alasan yang tepat. SoHee membanting tubuhnya di atas kasur ukuran King size-nya. Meski ia memejamkan mata tapi otaknya terus bekerja memikirkan sesuatu.

-skip-

Jam di dinding kamar SoHee sudah menunjukkan pukul 10.00am KST. Namun gadis itu tak berniat bangkit dari tempat tidurnya. Terdengar ketukan dari arah pintu dan suara namja yang bersahutan memanggil namanya.

“Masuklah oppa.”

Suara SoHee terdengar lemah dari dalam kamar. Kedua namja yang bertugas menjemput SoHee itu masuk. Sedikit terkejut ketika melihat gadis itu masih tertidur diranjangnya.

“Kau kenapa? Apa kau sakit?” Donghae menyentuh kening SoHee.

“Tidak panas.” Ucapnya kemudian.

“Kita bawa ke Rumah Sakit saja.” Usul Eunhyuk, yang segera ditolak oleh SoHee. Ia takut ‘akting’nya itu akan terbongkar jika ia dibawa ke Rumah Sakit.

“Aku baik-baik saja oppa. Aku hanya kelelahan. Tunggu sebentar, aku akan ku buatkan minuman.” SoHee bergegas lari ke dapur sebelum EunHae mengetahui ‘kepura-puraannya’.

Mata Donghae tertuju pada sebuah handycam yang terletak di meja tak jauh dari tempat tidur SoHee. Pria itu melihat rekaman yang ada didalam handycam itu dan sedikit terkejut, Eunhyuk-pun penasaran ingin melihatnya.

“Apa ini? Kenapa dia menyimpan rekaman seperti ini?” Tanya Eunhyuk pada Donghae dengan wajah bodohnya.

Donghae terdiam, sepertinya ia mengetahui sesuatu. Pria itu segera merebut handycam yang masih dipegang Eunhyuk dan mengembalikannya ke tempat asalnya, ketika ia mendengar langkah kaki SoHee yang semakin mendekat.

“Silahkan diminum.”

“Jika kau lelah, istirahatlah. Tidak apa-apa jika kau tidak ikut kami mengunjungi Teukki hyung.” Ucap Donghae tiba-tiba.

“Hae apa maksudmu? SoHee mengatakan dia tidak sakit, dia juga pasti ingin bertemu dengan Teukki hyung.” Eunhyuk ngotot ingin mengajak SoHee.

“Hyukkie-ya!! SoHee memang tidak sakit, tapi dia kelelahan, Jadi biarkan saja dia istirahat.” Jelas Donghae.

“SoHee-ah, bulan depan kami akan memulai kembali Tur Dunia kami, dan negara yang akan kami kunjungi pertama kali adalah negara asalmu, Indonesia. Karna itu kami memutuskan untuk mengunjungi Teukki hyung terlebih dahulu untuk melihat keadaanya. Kami dengar beberapa waktu yang lalu dia menjelek-jelekkan kami di suatu wawancara karna kami tidak pernah menjenguknya. Teukki hyung benar-benar tidak pernah berfikir saat berbicara. Dasar ahjussi.” Oceh Donghae pura-pura marah.

SoHee tersenyum mendengar ucapan Donghae. Sedangkan Eunhyuk masih tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan couple-nya itu.

“Baiklah, kau istirahat saja Hee-ah, kami akan berangkat.” Pamit Eunhyuk.

“Bolehkah aku menitipkan surat?” Tanya SoHee ragu.

Donghae mengangguk, SoHee kemudian mengambil sepucuk surat yang terletak di meja tak jauh dari tempat tidurnya. Surat yang diletakkan dibawah handycam yang beberapa saat yang lalu dilihat Donghae. Setelah itu SoHee mengantar kedua namja itu hingga depan pintu, beberapa detik kemudian mobil sport berwarna putih milik Eunhyuk itupun meninggalkan rumah SoHee.

***

Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kyuhyun. Ke delapan namja itu berangkat ke tempat camp dimana Leeteuk menjalani wajib militernya. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mereka bisa melihat ‘Kakak’ yang hampir 7 bulan ini tak ditemuinya.

“Saeng!!” Pekik Leeteuk ketika melihat dongsaeng-dongsaengnya itu berdiri berjejer dihadapannya. Pria itu berlarian memeluk satu persatu adiknya. Melupakan sejenak baju tentara yang melekat ditubuhnya dan berubah menjadi anak kecil yang kegirangan karna mendapat kejutan.

“Bagaimana kabar kalian? Kemana saja? Mengapa baru kesini?” Rajuknya.

“Apa kau lupa hyung, kami adalah Super Junior? Kami memiliki jadwal yang sangat padat.” Sahut Evil Maknae, Kyuhyun.

“Kau pasti mengerti hyung, kami harus latihan untuk Tur Dunia.” Ucap Kangin.

“Super Junior M juga harus promo album baru.” Timpal Ryeowook.

“Meski kami tidak kesini, kau masih bisa bersenang-senang dengan banyak wanita disampingmu kan ‘President of Yeojah’?”

Ucapan Donghae membuat Leeteuk terkejut, begitupun member Super Junior yang lain. Mereka tidak mengerti apa yang Donghae katakan. Donghae, pria yang biasanya dekat dengan Leeteuk itu berubah menjadi dingin.

“Apa yang kau bicarakan Hae?” Tanya Siwon.

“Sejak dirumah SoHee, dia sudah terlihat aneh.” Sahut Eunhyuk.

“Saat pementasan drama musikalmu beberapa waktu yang lalu aku dan Hyuk datang, dan kami melihat Sora juga datang. Sebenarnya apa hubungan kalian?” Tanya Donghae tajam pada Leeteuk.

“Aku tidak pernah menyuruhnya untuk datang.” Sanggah Leeteuk membela diri.

“Begitukah? Lalu kenapa kau mengatakan kau merindukannya di suatu wawancara?” Sindir Donghae.

Member Super Junior yang lain-pun terkejut mendengar ucapan Donghae. Eunhyuk mulai mengerti arah pembicaraan Donghae.

“Hae, apa maksudmu rekaman wawancara di handycam SoHee yang kita lihat tadi?”

Donghae mengangguk menjawab pertanyaan Eunhyuk. Donghae kemudian menjelaskan pada member Super Junior yang lain. Selama ini mereka terlalu sibuk hingga tidak pernah mendengar berita apapun tentang Leeteuk, tapi tidak dengan Donghae. Karna ia selalu merindukan Leeteuk, ia selalu mengikuti perkembangan berita ‘Hyung’ kesayangannya itu. Dari drama musikal yang diikutinya, saat Leeteuk menjadi bintang tamu special disalah satu stasiun tv, Leeteuk juga mengirim surat di acara tv dimana dia menjadi MC. Donghae juga tau saat Leeteuk mengatakan ia merindukan Sora hingga terakhir saat Leeteuk berfoto dengan Nine Muses.

“Tidak apa jika kau mengatakan kami dongsaeng yang kurang ajar karna lupa tidak menjengukmu. Tapi hyung, tidakkah kau sedikit saja memikirkan perasaan SoHee? Apa kau tau bagaimana dia kehilangan berat tubuhnya? Meski dia tidak bercerita, tapi aku bisa memastikan jika itu semua karna memikirkanmu.” Jelas Donghae dengan emosi yang meluap-luap hingga Eunhyuk dan Siwon turun tangan untuk menenangkannya.

Donghae kemudian menyerahkan surat yang sudah SoHee titipkan untuk Leeteuk. Setelah itu ia pergi keluar meninggalkan Leeteuk dan member Super Junior yang lain yang keheranan melihat sikap Donghae kali ini.

Leeteuk membuka surat dari SoHee. Membaca satu persatu kata yang tertulis disana. Tak banyak yang bisa dibaca, hanya beberapa kalimat, namun bisa membuat airmata Leeteuk mengalir deras hingga tubuhnya bergetar. Leeteuk memeluk erat surat SoHee dalam pelukannya. Kangin, Ryeowook, Shindong dan Sungmin mencoba menenangkan Leeteuk.

“Harusnya pertemuan ini menjadi pertemuan yang menyenangkan, tapi kenapa jadi seperti ini?” Ucap Kyuhyun Frustasi. Sementara itu Eunhyuk dan Siwon keluar untuk membujuk Donghae agar mau kembali masuk ke dalam.

Melihat Leeteuk menangis sesenggukan, Donghae jadi merasa bersalah. Ia kemudian menghampiri Leeteuk dan memeluk pria itu.

“Maaf hyung, aku terlalu emosi tadi. Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu.” Ucap Donghae

“Tidak saeng, kau tidak salah. Akulah yang keterlaluan.”

Kedua pria itu saling menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang baru saja terjadi. Meski sempat terjadi pertengkaran di awal pertemuan mereka, tapi sekarang itu semua sudah terselesaikan dan mereka kembali berhubungan baik seperti tak terjadi apa-apa sebelumnya.

***

“SoHee-ah, apa kau sudah bertemu dengan Teukki hyung?” Tanya Donghae ketika SoHee menyuguhkan dua buah cangkir Cappucino untuk Eunhyuk dan Donghae yang sedang berada di Cafe tempat SoHee bekerja, sekaligus tempat favorit kedua namja itu menghabiskan waktu luang.

“Aku batal ikut kalian, bagaimana aku bertemu dengan Teukki oppa?”

“Benarkah? Dia mendapat jatah libur beberapa hari dan kami bertemu dengannya tadi siang. Dia mengatakan akan menemui seseorang yang penting. Jika bukan kau lalu siapa yang dimaksud Teukki hyung?” Ucap Eunhyuk ragu.

“Apa kau sudah membaca surat balasan dari Teukki hyung yang kuberikan padamu beberapa hari yang lalu?” Sahut Donghae. SoHee hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak.

“Kenapa kau tidak membacanya? Mungkin dia menulis suatu pesan dan mengajakmu bertemu disuatu tempat.” Ucap Donghae sambil menghisap Cappucino-nya.

“Aku akan membacanya nanti saat aku pulang.” Ucap SoHee. Ia kemudian pamit pada kedua namja itu untuk melanjutkan pekerjaannya.

-skip-

SoHee memeluk surat balasan dari Leeteuk yang Donghae berikan beberapa hari yang lalu. Sengaja SoHee tak membukanya karna ia merasa belum siap. Tapi kini ia memberanikan diri untuk membacanya.

SoHee~ah,
Mianhaeyo..

Aku tak bermaksud mengecewakanmu. Maaf telah membuatmu merasakan kecewa untuk yang kesekian kalinya. Aku benar-benar menyesal terus membuatmu terluka. Jika kau marah lebih baik pukul aku. Tapi jangan katakan hal seperti itu lagi.

Aku hampir mati saat membaca suratmu. Meski hanya singkat dan padat namun kata-katamu menamparku begitu keras. Apa maksud dari kata-kata

“I hope that is will be over?”

Jangan katakan kau ingin mengakhiri semua ini. Selama 2thn kita selalu bersama dan itu bukanlah waktu yang singkat. Membayangkannya saja aku tak sanggup.

Jeongmal mianhae..

Aku memang kekasih yang payah, kekasih yang hanya bisa mengecewakanmu. Aku berusaha menjagamu tanpa benar-benar berusaha untuk membuatmu merasa bahagia.

Maaf..

Aku juga tak mengerti kenapa saat-saat itu selalu datang. Kau pantas menyalahkanku yang tidak pernah bisa mengerti perasaanmu. Aku tak bisa menghindari semua pertanyaan-pertanyaan bodoh itu. Mereka terus saja memaksaku untuk menanggapinya.

Kau tau jika beberapa saat yang lalu dia menyaksikan penampilanku dan itu membuat paparazi terus mengejarku dengan pertanyaan yang sama. Itu benar-benar membuatku lelah, jadi aku menjawabnya dengan mengatakan aku juga merindukannya. Bukan berarti aku benar-benar merindukannya. Aku hanya ingin para reporter itu berhenti menanyakan hal itu. Harusnya aku tau kau akan terluka dengan ucapanku. Harusnya aku tak menanggapi pertanyaan bodoh itu. Aku begitu egois.

Maafkan aku..

Aku tidak pernah bisa berpaling darimu. Tapi dengan kondisi seperti ini, aku tidak ingin terus melukaimu, jadi apa yang harus aku lakukan?

Melepaskanmu?

Itu sulit.

Sangat sulit untukku.

Dan sulit juga bagimu.

Kau juga sadar akan hal itu. Lalu Aku harus bagaimana untuk menebus kesalahanku?? Kuharap kau baik-baik saja.

Maafkan aku SoHee~ah..

Maaf.
Saranghae..

Prajurit Park Jung Soo

“Hiks..hiks..”

SoHee meremas kertas surat itu ke dalam dadanya. Air matanya kembali turun hingga ia pun terisak. Wajahnya berubah merah dengan banyak garis air mata yang mengiringi.

Bagaimana ia harus bersikap? Saat ia sudah cukup mengerti dan hanya mengharapkan sedikit saja pengertian yang Leeteuk miliki, ia kembali dibuat kecewa, ia kembali dibuat terluka. Namun saat ia tau alasan dibalik semua itu, ia juga merasa bersalah. Ia juga merasa egois. Apakah akan selalu seperti ini?

Kecewa dihari kemarin, dan merasa bersalah di hari ini.

Sakit adalah satu-satunya rasa yang mengikatnya dengan erat. Dikecewakan lagi, lagi dan lagi. Namun disisi lain ia tak punya hati untuk membenci Leeteuk atau terlalu lama mendiamkan namja itu.

SoHee terlalu mencintai kekasihnya. Ia sangat mencintai Leeteuk. SoHee mempunyai satu hati dengan namja itu. Benang merah diantara mereka sudah terikat terlalu rapat. Sesakit apapun hati SoHee, tak pernah ada kata dendam untuk Leeteuk. Selalu ada kesempatan dan maaf untuk lelaki itu.

SoHee merebahkan tubuhnya dengan masih memeluk erat surat Leeteuk. Airmata tak henti keluar meski ia mencoba memejamkan mata.

“Kau tidak pantas mendapatkan Leeteuk oppa!! Kalian jauh berbeda. Sadarlah.” Sindir Kang Sora yang kini sudah ada didepan SoHee. Wanita itu kemudian mendorong SoHee hingga ia tersudut di headbed kasurnya. Ia juga mengambil handycam milik SoHee yang berisi rekaman wawancara Leeteuk beberapa waktu yang lalu.

“Lihat, apa kau buta? Apa kau tuli? Dia mengatakan dia merindukanku, bukan merindukanmu. Dia tidak bisa meninggalkanmu karna dia merasa kasihan padamu. Dia tidak akan melepaskanmu kecuali kau yang melepaskannya!! Jadi lepaskan dia.” Kata-kata wanita itu benar-benar membuat SoHee terluka. SoHee hanya bisa menangis mendengar tiap kata yang keluar dari mulut wanita yang ada didepannya itu.

Kang Sora kemudian merebut surat Leeteuk yang masih dipeluk SoHee dan menyobeknya menjadi kecil-kecil dan melemparkannya ke arah SoHee.

“Andwae eonnie.. Andwae!!”
“Hajima! Jangan lakukan ini. Aku mohon. Andwae!!!!!” Pekik SoHee, tepat disaat Kangin datang.

“SoHee-ah, Ireonna, Hee-ah!” Kangin menyadarkan SoHee dari mimpinya.

SoHee membuka matanya perlahan, dan menyadari apa yang baru saja dialaminya hanyalah sebuah mimpi. Mimpi buruk yang selama ini menghantuinya. Mimpi buruk yang bisa saja menjadi kenyataan. SoHee mengatur nafasnya yang masih tersengal akibat mimpi buruk yang baru saja dialaminya. Kangin segera mengambilkan SoHee minuman dan menenangkannya.

“Kau tidak apa-apa. Kau hanya bermimpi.” Kangin mengelap keringat di wajah SoHee.

“Keningmu hangat, apa kau sakit?” Tanya Kangin.

“Aniya oppa. Nan gwancheana.” Ucap SoHee. Gadis itu heran melihat Kangin yang sudah berada dirumahnya pagi-pagi.

“Teukki hyung mengajakmu bertemu, sekarang bersiaplah.”

Senang? Tentu saja. Namun berbagai pertanyaan muncul dibenak SoHee. Mengapa Leeteuk meminta Kangin untuk menjemputnya? Kenapa Leeteuk tidak langsung datang kerumahnya? Sekuat apapun SoHee berfikir, ia tidak menemukan jawabannya. Semua itu akan terjawab ketika ia bertemu dengan namja chingunya.

-skip-

“Apa Teukki oppa masih lama Kangin oppa?” Tanya SoHee.

“Harusnya tidak, apa perlu aku menghampirinya?” Jawab Kangin.

“Ah tidak perlu. Aku takut itu akan mengganggunya. Biar dia yang akan kesini, itu lebih aman.” Jawab SoHee mencoba mengerti keadaan Leeteuk meski sebenarnya ia juga ingin segera bertemu dengan pria itu.

“Baiklah. Kalau begitu aku akan pergi sebentar untuk membeli minuman.” Ucap Kangin, ia kemudian meninggalkan SoHee sendirian didalam mobil.

Tok..tok..tok..

SoHee terkejut mendengar kaca mobil yang tiba-tiba diketuk oleh seorang yang tak dikenal. Orang itu mengenakan topi, jaket hitam, dan masker, seperti seorang penjahat. Pria itu tiba-tiba langsung masuk dan duduk disebelah SoHee. Menarik SoHee kencang ke dalam dadanya dan memeluknya. Semuanya terjadi dengan begitu cepat, bahkan ketika SoHee melihat kedepan Kangin sudah tak ada lagi.

SoHee ingin berteriak meminta tolong, namun saat ia mencium wangi tubuh yang tak asing lagi baginya, ia mulai sadar bahwa yang sedang memeluknya sekarang adalah Leeteuk.

SoHee tersenyum menyadarinya. Membiarkan pria itu memeluk tubuhnya dalam diam, dan menikmatinya…

“Aku ingin mengatakan sesuatu.” Ucap Leeteuk pelan. SoHee mengangguk mendengarnya.

“SoHee-ah,” Panggil Leeteuk.

“Hmm?” Balas SoHee.

“Ternyata ini benar-benar menakutkan.” Ucap Leeteuk.

“Apa?” SoHee terlihat bingung dengan ucapan Leeteuk.

“Kau baik-baik saja bukan? Katakan yah…”

“Apa maksudmu oppa?” Tanya SoHee semakin penasaran.

Namun tak ada jawaban dari mulut Leeteuk, yang ada hanya tarikan tangannya yang bertambah erat memeluk SoHee. Gadis itu sedikit berusaha meloloskan diri, SoHee ingin melihat wajah pria yang sudah lama tak dipandanginya. Tapi Leeteuk sama sekali tak memberi kesempatan pada SoHee untuk melakukannya, dia malah semakin kencang memeluk SoHee.

“Ada apa denganmu oppa?” Tanya SoHee heran.

“Tidak.” Jawab Leeteuk singkat.

“Aku harus pergi sekarang.” Ucap Leeteuk tiba-tiba dan langsung melepaskan pelukannya tanpa berusaha melihat wajah gadis yang ada dihadapannya itu, Leeteuk pergi begitu saja.

“Ya!! Aku bahkan masih terkejut dengan kemunculanmu yang tiba-tiba seperti seorang penjahat, dan sekarang kau pergi dengan cara seperti ini. Apa itu?!” Pekik SoHee pada Leeteuk yang melangkah semakin menjauh.

Kangin yang tiba dari membeli minuman menghampiri SoHee dan terlihat khawatir karna melihat SoHee sedang berteriak dan memaki seorang pria dengan dandanan aneh.

“Apa kau mengenalnya?” Tanya Kangin.

“Benarkah kami baru saja bertemu? Aku bahkan tak sempat melihat wajahnya. Dia tidak memberiku kesempatan untuk melihatnya. Kami bertemu tapi tak saling melihat. Dan pelukannya tadi seperti menjerat, bisa ku pastikan bahwa itu bukan pelukan biasa.” Isak SoHee dipelukan Kangin. Beribu petanyaan muncul di benak SoHee dan itu semakin membuatnya bingung.

“Bukankah dia sedang libur, tapi kenapa dia pergi secepat itu? Kenapa dia memelukku seperti itu? Apa maksud ucapannya? Apakah mimpi buruk itu akan jadi kenyataan?” Batin SoHee. Pandangannya menjadi buram, bukan karna airmata yang terus keluar, namun karna ia tak kuat menanggung beban pikiran dan rasa shock yang baru saja dialaminya hingga akhirnya jatuh pingsan.

***

“Hyung! Hyung! SoHee sadar.” Teriak Kyuhyun ketika melihat SoHee mulai membuka matanya. Dan orang yang dipanggil hyung oleh Kyuhyun itupun segera datang berhamburan.

“Kau sudah bangun?”

“Bagaimana keadaanmu?”

“Mana yang sakit?”

“Apa sudah enakan?”

Pertanyaan itu datang bertubi-tubi dari ke delapan namja yang kini sedang berdiri dihadapannya. SoHee menatap satu per satu namja itu, namun tak menemukan kekasihnya disana. Itu benar-benar membuat hatinya perih. Meski begitu ia mencoba tersenyum semanis mungkin dan mengatakan “Gumawo.”

“Kau benar-benar membuat kami khawatir.” Ucap Kyuhyun.

“Apa? Kami? Bukankah kau yang paling khawatir.” Sindir Sungmin.

“Minnie-ya!! Apa yang kau katakan?” Bentak Kyuhyun pada couple-nya itu.

“Itu benar, Kyuhyun yang paling panik diantara kami, meski dokter sudah mengatakan bahwa SoHee hanya kelelahan.” Ucap Shindong.

“Jinjja? Terima kasih oppadeul sudah menjagaku.” SoHee merasa terharu dengan perhatian yang diterimanya.

“Cepatlah sembuh. Bukankah besok ulang tahunmu?” Tanya Siwon dengan senyum manisnya.

“Aku tidak ingin apa-apa. Selama ini kalian sudah menjagaku, itu adalah hadiah terbaik yang pernah ku terima.”

“Kami tak selalu bisa menjagamu. Esok kami harus keluar kota dan tidak bisa mengantarmu pulang ataupun merayakan ulang tahunmu.” Donghae mengusap rambut SoHee lembut dengan kasih sayang.

“Kalian sedang tidak merencanakan sesuatu kan? Seperti bersembunyi dirumahku lalu mengagetiku. Membawa banyak balon, kue dan makanan.” Tebak SoHee.

“Ya!! Jangan GR. Kau fikir kami kurang kerjaan? Kami ini Super Junior, orang sibuk.” Ucap Kyuhyun membuat SoHee dan yang lain tertawa.

-skip-

Seperti yang sudah dikatakan Donghae sebelumnya, SoHee harus pulang sendiri karna member Super Junior yang lain sedang ada kesibukan. Sesampainya dirumah SoHee langsung mandi dan bersiap untuk kerja, meski keadaannya belum sepenuhnya pulih namun gadis itu memaksa untuk bekerja. Melupakan pikiran buruk yang selama ini mengganggunya, menyibukkan diri dengan segala aktifitas yang bisa membuatnya lupa akan masalah yang membuatnya jatuh sakit.

Ditempat kerja SoHee sedang ada sebuah pesta ulang tahun seorang anak kecil berusia 7thn. Anak itu terlihat sangat bahagia, disamping kanan ada ibunya dan disamping kiri ada ayahnya. Sedangkan teman-temannya mengelilinginya sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Mengingatkan SoHee akan sosok Ayah dan Ibunya dan membuatnya meneteskan airmata. Ibu SoHee berasal dari Indonesia, mengalami kecelakaan pesawat saat SoHee masih kecil. SoHee lalu tinggal dengan ayahnya di Korea. Namun 10tahun berselang ayah SoHee juga meninggal karna serangan jantung. Sejak saat itu SoHee benar-benar hidup sendirian.

“Eonnie, ini untukmu.”

Seorang gadis kecil membuyarkan lamunan SoHee. Gadis itu memberi SoHee sepotong kue. Dia adalah gadis yang sedang merayakan ulang tahun ditempat SoHee bekerja.

“Eonnie kenapa menangis? Aku sudah memberimu kue, jangan menangis lagi.” Ucap gadis kecil itu dengan wajah polosnya. Membuat SoHee mengangkat kedua ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman.

“Kakak hanya iri padamu. Gumawo adik kecil.” SoHee mengusap lembut rambut gadis itu kemudian memakan kue yang baru saja diterimanya dengan wajah ceria.

Jam sudah menunjukkan pukul 10.00pm KST. Itu artinya sudah waktunya bagi SoHee untuk pulang. Butuh waktu 20menit dengan berjalan kaki untuk bisa sampai dirumah SoHee.

SoHee berbicara dengan dirinya sendiri sambil menghitung berapa banyak langkah yang harus dilewatinya hingga bisa sampai didepan pintu rumah. Gadis itu baru menyadari bahwa rumahnya itu benar-benar nampak sepi. SoHee melangkah masuk, melihat seluruh ruangan di rumahnya yang dalam keadaan gelap.

“Apakah setelah hitungan ketiga, mereka akan keluar dengan kue, pita dan terompet? Apa mereka pikir mereka berhasil mengejutkanku? Baiklah mari berhitung. Satu, dua, tiga.” Lirih SoHee.


“Baiklah, mungkin aku terlalu cepat menghitungnya. Akan ku ulang, satu, dua, tiga.”


“Ehem, apa oppadeul benar-benar tidak memberikanku kejutan? Satu, dua, tiga, satu, dua, tiga.”

SoHee terus menghitung sambil menghidupkan lampu di seluruh ruangan. Namun tak ada apapun dan siapapun disana. Membuat SoHee tertunduk lesu.

“Selamat ulang tahun Jung SoHee. Selamat ulang tahun untukku.” Ucap SoHee pada dirinya sendiri.

Sudah 15 menit ia menunggu, namun rumahnya benar-benar sepi. Satu setengah jam lagi hari lahir SoHee akan segera berlalu, namun hari ini belum ada satu orangpun yang mengucapkan ulang tahun untuknya. SoHee melangkah gontai menuju kamarnya. Ia berharap menemukan sesuatu dikamarnya dan mulai kembali berhitung.

Satu,
Dua,
Tiga,

..
..

Satu,
Dua,
Tiga,

Hening…

“Baiklah, aku tak mengharapkan apapun lagi saat ini.”

SoHee melepas sepatunya sembarangan dan melempar tas yang masih dipegangnya begitu saja. Kaki SoHee terasa berat untuk melangkah, bergetar lemah dan membuat gadis itu terduduk lesu didekat kasur, kemudian menangis sejadi-jadinya….

“Aku tak mengerti mengapa aku bisa menangis seperti ini sekarang, apa yang ku tangisi? Bukankah aku sendiri yang mengatakan bahwa aku tak ingin apa-apa. Tapi kenapa disaat aku tak mendapat apa-apa, aku malah kecewa? Setidaknya sekedar mengatakan selamat ulang tahun saja, apa itu sangat sulit??”

SoHee berdiri mematikan lampu dan segera membanting tubuhnya diatas kasur, ia menangis dengan keras. Namun tak sengaja ia menyentuh sesuatu. Sebuah kepingan CD? SoHee bergegas mencari laptop dan memutarnya.

“Kenapa kau menangis seperti anak kecil? Karena tak ada kue atau karena tak ada aku?” Suara tak asing mengagetkan SoHee. Gadis itu mendongak, melihat sekeliling kamarnya yang gelap, mencari sumber suara…

Namun tiba-tiba layar laptop dihadapannya sekarang menampilkan tempat-tempat yang tak asing bagi SoHee, yang direkam dengan cara yang aneh, sepertinya orang yang memegang handycam itu sedang berlari saat merekamnya. Tidak ada orang disana. Hanya suara yang berasal dari seseorang dibalik handycam yang sedang merekam dan menjelaskan tempat-tempat yang membuat SoHee tersenyum melihatnya.

“Ini tempat pertama kali aku melihatmu. Saat itu musim dingin bukan? Kau bermain salju dan bersenang-senang dengan banyak anak kecil. Dan aku memberanikan diri untuk berkenalan denganmu.”

“Dan ini adalah tempat bersejarah kedua bagiku, karna ditempat ini aku mengungkapkan perasaanku. Kau tau? Saat itu jantungku seperti akan meledak ketika kau menerima cintaku.”

“Eung, ini didepan rumahmu. Tempat kita pertama kali berkencan. Saat itu musim gugur dan aku membuat tenda didepan rumahmu. Kita menikmati bunga sakura yang berguguran, apa kau masih mengingatnya?”

Layar dihadapan SoHee beralih dari tempat-tempat yang sudah sangat dikenalnya menjadi wajah-wajah yang juga sudah tak asing lagi bagi SoHee.

“Selamat ulang tahun SoHee-ah. Dan, apa kami harus mengatakannya sekarang? Kami merestui kalian.” Ucap sepasang orangtua paruh baya dengan senyum yang tak pernah berhenti terukir dibibir keduanya. Sesaat kemudian seorang wanita datang menghampiri kedua orangtua itu dan memeluk keduanya dari belakang.

“Aku juga merestui kalian. Aish, tidak ku sangka dia sudah dewasa. Apa dia menyusahkanmu? Aku menitipkannya padamu Hee-ah, kami percaya padamu.”

Ketiga orang itu membuat pipi SoHee menjadi merah padam. Bagaimana tidak? Yang ada didepan layar saat ini adalah kedua orangtua Leeteuk dan juga kakak perempuannya.

Layar lalu berubah menjadi wajah seorang namja.

“SoHee-ah, kau tau kan dia couple-ku, tapi mulai sekarang aku harus merelakannya padamu. Selamat ulang tahun, aku merestui kalian.” Ucap Kangin dengan senyum diwajahnya. Sesaat kemudian scene berganti menjadi wajah evil Kyuhyun.

“Berbahagialah..” Ucap Kyuhyun singkat dan padat.

“Ya!! Apa itu? Katakan dengan benar.” Ucap pria dibalik handycam.

“Aku harus mengatakan apalagi hyung? Itu adalah hal terbaik yang bisa kukatakan.”

Wajah yang nampak selanjutnya adalah wajah-wajah imut dari Sungmin, Ryeowook dan Shindong. Mereka melakukan aegyo yang membuat SoHee tertawa.

“Kami imut bukan? Tapi kenapa kau memilih ahjussi tua itu SoHee-ah?” Ucap Ryeowook yang kemudian mendapat ocehan dari seseorang dibalik handycam.

“Tidak banyak yang bisa kami lakukan. Hanya sebuah do’a tulus, smoga ditahun depan impian itu segera tercapai. Aku akan segera menyusul.” Shindong mengacungkan jempolnya.

“Lupakan semua kenangan buruk. Mulai hari ini kita ciptakan kenangan yang indah hingga masa depan. Selamat berbahagia.” Sungmin mengeluarkan bantal pink berbentuk hati.

Wajah selanjutnya yang muncul adalah wajah yang membuat SoHee menahan nafas.

“Haii, aku Kang Sora. Meski aku belum pernah mengenalmu secara langsung, tapi aku banyak mendengar cerita tentangmu dari Leeteuk oppa dan member Super Junior yang lain. Apa rumor diantara kami membuat kesalahfahaman terjadi diantara kalian? Aku minta maaf untuk itu, dan juga Selamat Ulang Tahun.” Ucap wanita itu tulus, membuat SoHee tersenyum mendengarnya.

Selanjutnya SoHee melihat EunHae couple yang terlihat begitu heboh.

“Anyyeong SoHee-ah. Kami EunHae.” Dua namja didepan SoHee itu memperkenalkan diri dengan mengangkat kedua tangannya diatas kepala membentuk sebuah tanda Love, SoHee tertawa cekikikan melihatnya.

“Ya!! Bisakah kalian sedikit serius? Ini menyangkut masa depanku.” Ucap seseorang dibalik handycam itu.

“Hyung, kita harus berpose agar terlihat lebih keren.” Kedua namja itu masih sibuk sendiri. Membuat seseorang dibalik handycam itu memindahkan fokusnya ke arah Siwon.

“Selamat berbahagia Jung SoHee.” Ucap Siwon dengan gayanya yang elegan.

Selanjutnya wajah EunHae kembali muncul. Kali ini mereka berbicara dengan nada serius.

“Selamat ulang tahun SoHee-ah, kami menyayangimu seperti menyayangi yeodongsaeng kami sendiri. Sebenarnya aku belum mempercayai pria ini, Tapi dia dengan keras kepala meminta kami untuk melakukan ini. Kau tau, dia memaksa kami untuk merestui kalian, MEMAKSA!!! Katakan pada kami bila dia menyakitimu. Sekalipun dia sudah mengikuti Wajib Militer, bukan berarti dia akan lebih kuat dibanding dengan kami!”

SoHee tertawa lepas melihatnya.

“Ya!!! Ikan mokpo, dan monyet tengik. Kalian ini adikku, jadi berkata baiklah tentan aku.” Ucap Pria dibalik handycam.

Jadi, apa yg ada dihadapan SoHee sekarang adalah sekumpulan rekaman ucapan selamat ulang tahun dan restu. Tapi restu untuk apa?

Sudah hampir 30menit rekaman itu berjalan, namun pria yang ada dibalik handycam itu belum menampakan wajahnya sama sekali, SoHee hanya mendengar deru nafas lelahnya setiap kali dia merekam orang-orang dalam video itu, sepertinya dia selalu berlari mengejar waktu untuk mendapatkan rekaman itu. SoHee tau pasti bahwa pria dibalik handycam itu adalah Leeteuk. Dan SoHee baru menyadari bahwa ia sudah behenti menangis sejak video itu diputar. Gadis itu tersenyum tak henti bahkan tertawa…

SoHee membenarkan posisi duduknya yang sudah membuat kakinya kram dan semakin fokus melihat, ketika tiba-tiba layar yang ada di depannya berdiri seseorang dengan pakaian wajib militernya, memberi hormat dengan membungkuk 90 derajat sambil tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya.

“Lapor!! Prajurit Park Jung Soo mengucapkan Selamat Ulang Tahun pada kekasih tercintanya, Jung SoHee. Dan berjanji akan selalu berada disampingnya setiap ulang tahunnya ditahun depan, tahun depannya lagi, tahun-tahun depannya lagi sampai kematian yang akan memisahkan kita. Laporan selesai!”

Ucapnya dengan nada tegas khas kemiliteran. SoHee menahan tawa melihatnya.

“Chagi-ah, kau tau aku tak biasa mengucapkan kata-kata baik untuk orang yang berulang tahun selain ‘selamat ulang tahun, semoga sukses dan panjang umur’ hanya kata-kata itu yang biasa ku ucapkan. Jadi apa kau memaafkanku bila aku mengucapkan hal yg sama? Tapi, aku sudah bekerja keras memikirkan kata-kata ini, jadi aku ingin mengatakannya ‘Saengil Chukkae Nae Yeojah. Semoga kau mendapatkan semua kebahagian denganku yang berada disisimu’. Apa itu terdengar sedikit lebih special?” Ucap Leeteuk dengan wajah yang terlihat sedikit frustasi sekaligus berharap.

“Apa yang kau pikirkan saat merangkai kata-kata itu oppa? Jika aku tidak bahagia berada sisimu mana mungkin aku akan bertahan sampai detik ini!” Oceh SoHee menanggapi pertanyaan Leeteuk.

“Apa kau terkejut dengan semua ini? Kuharap yah, karena kau lihat, aku bekerja keras untuk melakukannya. Memanfaatkan waktu liburku yang singkat ini untuk menghampiri bocah-bocah tengik itu satu per satu. Bahkan aku tidak punya waktu untuk menemuimu.” Jelas Leeteuk.

“Aku hanya ingin membuat kejutan dan membuktikan bahwa aku benar-benar serius dangan hubungan kita. Aku ingin memperlihatkan padamu bahwa banyak orang yang mendukung kita. Aku ingin restu mereka tak menjadi sia-sia.” Lanjut Leeteuk.

“Aku mencintaimu. Benar-benar mencintaimu…”

SoHee tersenyum mendengar pengakuan Leeteuk.

“Naddo oppa.” Balas SoHee. Namun tiba-tiba saja layar didepannya berubah menjadi gelap.

“Ya!! Apa itu? Apa hanya seperti itu akhirnya?” SoHee mendengus kesal.

Tiba-tiba lampu kamarnya menyala. Mata SoHee masih belum terbiasa dengan cahaya terang akibat baru saja menangis, sehingga gadis itu sedikit menyipitkan mata. SoHee benar-benar terkejut menyadari Leeteuk yang kini sudah berdiri dihadapannya.

Leeteuk tersenyum dan menatap SoHee tajam, matanya seolah-olah menelanjangi gadis yang kini ada dihadapannya itu, melihat setiap detail yang ada pada wajah wanitanya. Leeteuk mendekati SoHee dan memeluknya.

“Selamat ulang tahun” Ucapnya pelan ditelinga SoHee.

SoHee merasa gugup, padahal ini bukanlah petama kalinya Leeteuk memeluknya seperti itu. Tatapan Leeteuk membuat hati SoHee semakin berdegup kencang. Instingnya berkata untuk menutup mata, sesaat kemudian SoHee merasakan bibir hangat Leeteuk menyentuh bibirnya.

Yah, SoHee merindukan saat-saat seperti ini bersama Leeteuk. Seperti melewati waktu yang sangat lama untuk merasakan ciumannya dengan cara seperti ini. SoHee menghirup udara sebanyak mungkin ketika Leeteuk melepaskan ciumannya. Pria itu tersenyum menatap SoHee.

“Aku merindukanmu.” Ucap Leeteuk lalu kembali memeluk wanitanya itu.

“Ah pelukan ini, dia memeluku sama eratnya seperti ketika kami bertemu terakhir kali didalam mobil. Tunggu sebentar. Aku baru menyadari sesuatu yg penting sekarang!!!” Batin SoHee. Gadis itu kemudian merontah dalam pelukan Leeteuk.

“Ada apa chagi-ah?” Tanya Leeteuk bingung.

SoHee menatapnya kesal

“Kau pikir, kau bisa melakukan hal ini padaku?” Ucap SoHee.

“EunHae oppa mengatakan kau menemui orang yang special, siapa dia? Dan saat terakhir kali kita bertemu kenapa kau tidak melihatku! Kenapa?” SoHee menuntut penjelasan dari Leeteuk.

“Itu semua ide ikan mokpo dan monyet gila itu. Mereka mengatakan itu hanya untuk membuatmu cemburu. Aku takut kau akan terluka saat mendengarnya, tapi kedua bocah itu memaksaku untuk terus mengikuti ide gilanya. Dan saat kita bertemu kemarin, aku tidak mau melihat wajah polosmu karna aku merasa bersalah. Apa kau pikir aku tidak tersiksa melakukan itu?” Jelas Leeteuk.

“Dan untuk masalah Kang Sora aku benar-benar minta maaf jika ucapanku saat itu menyakitimu.” Sesal Leeteuk.

“Aku tidak ingin membahasnya lagi.” Sahut SoHee.

“Baguslah. Aku takut rumor itu akan mempengaruhimu dan kau akan meninggalkanku. Itu benar-benar menyiksaku. Dan apa itu? Mengapa kau menulis surat dengan kata-kata seperti itu? Kau bisa menjadi sumber kematianku karena tekanan darahku naik turun tak stabil. Berjanjilah jangan pernah mengulanginya!” Ucap Leeteuk sambil menatap SoHee tajam.

Gadis itu hanya bisa memandang kekasihnya itu dengan diam. Merasa bersalah, kesal, marah, sekaligus lega. SoHee benar-benar menangis sekarang mendengar penjelasan Leeteuk.

“Aku akan membunuhmu Teukki-ya. Benar-benar akan membunuhmu!” Ujar SoHee sambil memukul pelan dada Leeteuk. Pria itu hanya pasrah dengan ulah yeoja-nya itu.

“Kau tau, kau membuatku bermimpi buruk! Kau menyiksaku selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.” Isak SoHee dalam pelukan Leeteuk.

“Maafkan aku, aku tak akan mengulanginya lagi.” Sesalnya, dan menarik SoHee semakin erat ke dalam pelukannya.

“Kau tak bisa melakukan itu lagi padaku. Aku benar-benar takut oppa.” Ucap SoHee sesegukan.

Leeteuk mengangguk dan membelai pelan rambut SoHee.

“Apa kau benar-benar cemburu?” Tanyanya pelan.

“Yah, karena kau priaku!” Ucap SoHee setengah berteriak. Leeteuk tersenyum senang mendengar ucapan SoHee dan semakin menarik gadis itu kencang dalam pelukannya.

Entah karena sudah puas menangis atau karena sudah memukul Leeteuk, hati SoHee menjadi benar-benar ringan sekarang. Seperti tanpa beban. Berbeda dengan beberapa jam yang lalu. SoHee semakin menenggelamkan tubuhnya yang terasa kecil dalam pelukan Leeteuk.

“Dimana yang lain?” Tanya SoHee setelah menyadari bahwa seharusnya ada banyak orang dirumahnya.

“Mereka benar-benar mendukung kita bukan? Berbaik hati memberi waktu padaku agar bisa memberi kejutan pertama untukmu.” Ucap Leeteuk.

“Semua orang sudah menunggu kita diluar, mereka sudah menyiapkan sesuatu untukmu.” Lenjut Leeteuk.

SoHee semakin menenggelamkan kepalanya ke dalam dada bidang Leeteuk.

“Ikan asin dan monyet itu pasti sangat bangga sekarang karena berhasil membuat kejutan untukku. Lihat saja, aku akan memberi mereka kue terakhir nanti!” Ancam SoHee.

“Tahun depan aku tidak ingin mengucapakan selamat ulang tahun dengan cara seperti ini.” Ucap Leeteuk tiba-tiba.

“Waeyo oppa?” Tanya SoHee Heran.

“Aku ingin mengucapkan ‘Selamat ulang tahun nae yeobo’” Ucap Leeteuk pelan ditelinga SoHee…

-END-

3 Komentar

  1. Ya allah!!! Ini FF KEREN BANGETTTTT!!! Kyaaaaaaaaaaa >.< author emang daebakkkk bangettt!!! :3… I love u #plakkk
    hihihihi… Eh tapi aku ngebayanginnya kok Yonggukie Appa yakkk??? :v hahahahah gpp dah…
    salam Cinta(?)
    BETTY.

    • Keren? Masa sih😮
      I Love You too muahahahaha😀
      Aku pake cast Leeteuk soalnya aku ngerasa Yongguk ga cocok sama karakter yang romantis kaya gini hahahahah😀
      Salam kenal, salam cinta, salam pramuka juga ♥😀

  2. Jiahhh teuky oppa romantiz nya yaaa eunhyuk oppa suami q knp loe ktularan evil nya si kyuppa … knp gw ngerasa si magnae evil cho itu nakzir ma sohee ya

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: