AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

FF Twoshoot “My Guardian Angel Part 2” (Sequel Wedding Dress)


“Aku tidak bisa memaksanya untuk mencintaiku” – GD

“Aku akan menjaga hatimu dan jantungnya” – SoHee

“Selalu saja gagal saat aku mencoba bunuh diri. Namun saat aku mempunyai alasan untuk hidup, aku dihadapkan pada kematian.” – Leeteuk

“Setidaknya jantungku terus berdetak dan bisa berada didekatnya”- Taeyang

-Author pov-

“Maukah kau menikah denganku?”

Seorang pria dengan pakaian formal memberikan sebuah bunga mawar ditangan kanan dan sebuah cincin ditangan kirinya. Sedang gadis yg menerima lamaran itu masih terkejut dengan apa yg baru saja didengarnya. Beberapa orang yg hadir bertepuk tangan dan mengucapkan “Terima!! Terima!!!”

“JiYoung oppa, apa yg kau lakukan?” Tanya SoHee polos.

“Aku sedang melamarmu gadis bodoh. Apa kau tidak mengerti?” GD tersenyum menjawab pertanyaan SoHee.

“Maksudku mengapa kau melakukan semua ini?”

“Mengapa? Karna hanya aku yg bisa menjagamu, aku yg
sudah menemanimu selama ini, aku yg slalu ada disampingmu, dan karna hanya aku yg mau denganmu. Jadi tidak usah berfikir dua kali, cepat terima
aku” Ucap pria itu, yg tidak lain adalah GD.

Nyonya dan Tuan Choi tertawa mendengar alasan GD menikahi SoHee, tak terkecuali Daesung dan Seungri.

“Bagaimana SoHee mau menerimamu jika kau mengancamnya begitu hyung” sahut Seungri.

Malam ini mereka berkumpul untuk merayakan ulang tahun SoHee. Tidak ada pesta, hanya makan malam dengan orang-orang terdekat. Dan sebuah kejutan dari GD sebagai hadiah. SoHee terlihat masih berfikir. Ia melihat kedua mertuanya. Kedua orang itu menggangguk,
tanda merestui hubungan mereka. SoHee bingung, selama ini ia hanya menganggap JiYoung sebagai oppa, bukan sebagai namjah. Tapi selama ini pria itulah yg sudah menemaninya. Dia slalu ada disamping SoHee saat senang ataupun susah.

“Mungkin hanya dengan ini aku bisa membalas semua kebaikan JiYoung oppa. Dan Leeteuk oppa, maaf. Aku mencintaimu, tapi mulai hari ini aku akan megubur dalam-dalam perasaanku” Batin SoHee.

Dengan senyum yg sedikit dipaksakan, akhirnya SoHee mengangguk menerima lamaran GD. Semuanya bertepuk tangan dan mengucapkan selamat kepada SoHee dan GD.

***

“Choi Seung Hyun oppa. Aku akan menikah dengan Jiyoung oppa, Tapi kenapa aku tidak merasakan apapun disini seperti yg kurasakan saat aku bersamamu dulu?” SoHee memukul pelan dadanya didepan makan TOP.

“Sudah lebih dari 2tahun aku mengenalnya. Sejak dulu aku hanya mengaguminya, tidak lebih. Leeteuk. jantungku berdetak kencang saat ia ada disampingku. Seperti yg kurasakan padamu dulu. Tapi sekarang aku tak tau ia ada dimana. Haruskah aku mencarinya? Seung Hyun oppa, apa yg harus kulakukan? Pernikahanku dan JiYoung oppa hanya tinggal beberapa hari lagi” Tangis SoHee pecah diatas makam TOP. Ia mencurahkan semua isi hatinya pada TOP, meski ia tau mungkin TOP tidak bisa memberinya jawaban.

Dalam perjalanan pulang, SoHee mampir ke RS tempat ia dirawat dulu. Ia memberikan undangan pernikahan kepada
dokter pribadinya. SoHee mencoba menanyakan keberadaan Leeteuk kepada dokter pribadinya itu.

“Apa kau benar-benar tidak tahu agashi?”

SoHee hanya menggeleng. Dokter itu kemudian mengajak SoHee ke sebuah ruang kamar rawat VIP. Dimana ada seorang pasien yg sedang terbaring lemah tak berdaya dengan berbagai selang menempel disekujur tubuhnya.

SoHee terkejut melihat pasien itu yg tidak lain adalah Leeteuk. airmatanya keluar tanpa perintah melihat apa yg ada dihadapannya saat ini.

“Apa yg terjadi padanya dokter?” Tanya SoHee meminta
penjelasan.

“Dokter Park Jung Soo mempunyai kelainan jantung sejak kecil. Selama ini dia bertahan hidup hanya dengan meminum obat. Berulang kali ia mencoba bunuh diri, karna lelah dengan penyakitnya. Dia tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Orang tuanya sudah meninggal, gadis yg dicintainya pun pergi meninggalkannya. Namun sejak mengenalmu agashi, ia seperti kembali menemukan semangat hidup. Dia sudah menganggapku sebagai ayahnya. Jika bertemu denganku, ia slalu menceritakan banyak hal tentangmu. Sepertinya ia mencintaimu dan aku kira kalian mempunyai hubungan. Karna saat aku menemukannya pingsan, ia berpakaian rapi. Seperti seseorang yg akan berkencan. Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan.”

SoHee terus terngiang-ngiang perkataan dokter pribadinya itu. Tubuhnya gemetar, lemas, tak kuat menerima kenyataan yg baru saja ia terima. Selama ini Leeteuk tidak benar-
benar meninggalkannya. Pria itu sakid. Bahkan ia merasa malu, karna tidak pernah tau tentang penyakit Leeteuk. Dalam perjalanan pulang SoHee melamun, hingga hampir saja ia tertabrak.

“Maaf nona, apa kau baik-baik
saja?” Tanya seorang pria yg hampir saja menabraknya.

“Ya, aku baik-….”

Mereka berdua bertatapan dan sama-sama terkejut. Mengetahui Taeyang-lah yg ada didepannya saat ini, SoHee segera beranjak pergi, namun pria itu terlebih dulu mencegahnya.

“Bisakah kita bicara sebentar? Untuk terakhir kalinya, aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi”

Taeyang mengajak SoHee ketempat sekolah mereka dulu, SMA Parang. SoHee tidak tau mengapa Taeyang mengajaknya kesana.

“SMA Parang, sudah lama sekali aku tak mendatangi tempat ini, bagaimana denganmu SoHee-sshi?” Tanya
Taeyang, namun tak ada jawaban yg keluar dari mulut
SoHee.

“Saat itu, musim hujan tahun 2005. Seorang siswi dari panti asuhan mendapat Beasiswa. Jung SoHee, tidak hanya cantik, tapi pintar. Banyak pria kaya dan tampan yg menyukainya, namun gadis itu tidak goyah. Ia tetap serius belajar, tidak memperdulikan berapa banyak pria yg menyukainya. Dan aku salah satu diantara pria bodoh itu”
Ungkap Taeyang.

Terkejut? Ya, SoHee sangat terkejut. Ia menatap Taeyang dengan tatapan tak percaya. Taeyang hanya tersenyum membalas tatapan SoHee.

“Sudah sangat lama, sejak saat itu. Aku menyukaimu SoHee-sshi. Namun karna aku merasa tidak pantas bersaing dengan pria-pria yg mengejarmu, aku hanya bisa
diam menatapmu dari kejauhan. Kau yg membuatku
mempunyai tekat bahwa aku harus berhasil. Karna itu aku menerima ajakan YG appa untuk bergabung dengan agency-nya. Hanya 1 alasanku, agar kau menyadari keberadaanku. Namun tetap saja itu tak berarti apa-apa sekarang.”

SoHee seperti luluh mendengar cerita Taeyang.

“Saat itu, aku tak bermaksud menabrak mobil yg membawamu dan Seung Hyun hyung. Saat itu aku dalam pengaruh minuman keras. Aku tak sadar sudah melakukan perbuatan bodoh yg membuatku kehilangan dua orang yg sangat penting bagiku, kau dan Seung Hyun hyung. Bisakah kau memaafkanku?”

Ucap Taeyang dengan tulus. Pria itu belajar ikhlas melepaskan SoHee. Ia tau maaf saja tidak akan cukup. SoHee mau mendengarkan penjelasannya saja ia sudah merasa sangat berterima kasih. Yg penting sekarang adalah melihat SoHee bahagia.

“Beberapa hari lagi aku akan menikah dengan JiYoung oppa”
Ucap SoHee. Membuat Taeyang terkejut mendengarnya, namun ia mencoba bersikap biasa.

“Waaahh selamat yah” Ucap Taeyang dengan berat hati.

“Tapi aku tidak mencintai JiYoung oppa. Aku menerimanya karna aku ingin membalas semua kebaikan JiYoung oppa selama ini. Dan aku fikir saat itu dia meninggalkanku…..”

SoHee menunduk mengingat Leeteuk. Gadis itu sudah mencoba melupakan Leeteuk selama ini, namun ternyata cinta pria itu sangat kuat mencengkram hatinya.

“Dia? Siapa maksudmu?” Taeyang penasaran dengan cerita SoHee.

“Malaikat yg Seung Hyun oppa kirim untukku. Aku yakin dialah orangnya. Tapi saat ini ia sedang dalam keadaan kritis. Aku… Aku fikir saat itu dia meninggalkanku, aku tidak tau jika dia sakid. Karna itu aku menerima lamaran JiYoung oppa. Aku baru saja mengetahuinya tadi. Saat kau akan menabrakku, aku baru saja dari RS dan melihatnya sedang dalam keadaan kritis diruang ICU dengan selang diseluruh tubuhnya”

Taeyang mendekati SoHee. Ia sangat ingin memeluk gadis itu, dan meminjamkan dada bidangnya jika saja SoHee membutuhkan tempat bersandar. Namun ia ragu, ia tak tau apa yg harus ia lakukan.

“Uljima, uljima SoHee-sshi”
Hanya itu yg mampu ia
ucapkan.

“Taeyang-sshi, bolehkah aku meminjam punggungmu”

Tanpa diminta dua kali, pria itu berbalik. SoHee menangis sekencang-kencangnya dibalik punggung Taeyang. Pria itu merasakan kesedihan yg SoHee rasakan. Namun hal terbaik yg bisa ia lakukan sekarang hanyalah diam, membiarkan gadis yg ada dibelakangnya itu menumpahkan segala rasa yg
berkecamuk dalam hatinya.

***

“JiYoung-ah, tolong jangan lupakan janjimu” Ucap TOP.

“Janji? Janji apa hyung?” Tanya GD.

“Janjimu untuk membuat SoHee bahagia. Terima kasih sudah menjaganya selama ini.”

TOP mengucapkannya dengan tersenyum. Bayangannya mulai hilang perlahan.

“Apa maksudmu hyung? Hyung? Seung Hyun hyung!!!”
Teriak GD yg baru saja tersadar dari tidurnya. Itu smua hanyalah mimpi. Mimpi yg untuk kesekian kali datang mendatanginya.

“Apa maksud semua ini?” batin GD.

Ia melihat jam dinding kamarnya yg sudah menunjukkan pukul 08.15KST. GD mengambil ponselnya yg tak jauh dari tempat tidurnya. Ada sbuah pesan dari nomer tak dikenal dan mengajaknya bertemu.

“Aku kira kau tidak akan datang” Sapa seorang pria.

GD terkejut melihat Taeyang-lah yg ada didepannya dan mengajaknya bertemu.

“Ya, ini aku. Teman lamamu Taeyang. Kau masih mengingatku bukan?.”

GD terlihat tidak suka melihat
kehadiran Taeyang.

“Aku dengar kau akan menikahi SoHee.” Tanya Taeyang sinis.

“Kalaupun iyaa, itu bukanlah urusanmu. Jadi jangan ikut
campur. Apa kau mau membunuhku juga seperti apa yg sudah kau lakukan pada Seung Hyun hyung?” Jawab GD
ketus.

“Apa kau akan tetap menikahi SoHee meskipun kau tau dia
tak mencintaimu?” Taeyang menatap GD tajam.

“Kau tidak tau apa-apa tentang kami. Jadi jangan
berbicara sembarangan” balas GD tak kalah tajam.

“Yah, aku memang tidak tau apa-apa. Tapi setidaknya aku tidak buta. Aku sadar jika SoHee tidak menyukaiku dan
aku tidak memaksanya sepertimu.”

GD merasa tak terima dengan ucapan Taeyang. GD mencengkram kerah baju
Taeyang. Kedua pria itu beradu mulut.

“Apa maksud ucapanmu hah?” Bentak GD.

“SoHee menerima lamaranmu hanya karna ia berhutang
budi padamu. Dalam hatinya ia mencintai pria lain, seorang
dokter yg kini sedang terbaring lemah di RS.” GD tertegun mendengar ucapan Taeyang.

“Kenapa? Kenapa kau diam? Pukul saja aku! Apa smua yg
ku katakan tadi benar?” Sindir Taeyang.

GD melepaskan cengkramannya pada Taeyang. Ia terlihat berfikir kemudian beranjak pergi meninggalkan Taeyang.

“Meski aku tidak bisa melakukan apa-apa, namun bagiku yg terpenting sekarang adalah kebahagiaan SoHee” Taeyang berteriak mengingatkan GD.

***

“Leeteuk oppa. Mungkin ini adalah hari terakhirku menjengukmu. Karna esok aku akan menikah” SoHee menyeka tubuh Leeteuk yg masih dalam keadaan kritis. Airmata tak henti-hentinya terus membasahi pipinya. Dokter Lee menghampirinya dan menyarankan SoHee untuk pulang, karna esok adalah hari pernikahannya.

“Seberapa parah sakitnya? Dan berapa lama ia bisa bertahan hidup?” Tanya SoHee.

“Dia membutuhkan donor jantung secepatnya. Kami tidak bisa memastikan sampai kapan ia akan bertahan, karna
saat ini yg membuatnya bisa bertahan hanyalah alat-alat
ini” Jelas Dokter Lee.

Ponsel SoHee berdering, Choi eomma menelfonnya.

“Kau sekarang dimana sayang? Cepat pulang. Ini sudah larut malam”

“Ne eomma, aku akan segera pulang.”

Setelah menutup telfon, SoHee berpamitan pada dokter Lee. Diluar RS ada seseorang yg mengikuti SoHee sejak ia masuk RS tadi sore hingga ia pulang menggunakan Taksi. Setelah benar-benar memastikan SoHee pergi, pria itu masuk ke dalam RS. Ia bertanya pada resepsionis tentang dokter Park. Ia kemudian menuju kamar tempat dokter Park dirawat. Disana ia bertemu dengan dokter Lee.

“Ah kau, bukannya kau calon suami SoHee agashi?” Sapa
Dokter Lee.

“Ne” Ucap GD dengan sedikit menunduk.

“Apa kau mau menjemput SoHee agashi? Ia baru saja
pergi beberapa menit yg lalu. Apa kau tak bertemu dengannya diluar?” Tanya Dokter Lee.

“Tidak. Ah ya dokter, bagaimana keadaan dokter Park saat ini?”

“Hanya keajaiban yg bisa membuatnya sembuh. Kami juga belum menemukan donor jantung yg cocok untuknya”
Jelas dokter Lee, ia kemudian pamit meninggalkan GD.

GD terdiam menatap Leeteuk yg terbaring lemah dihadapannya. Ia nampak memikirkan sesuatu. Menyatukan pecahan-pecahan puzzle yg selama ini ada difikirannya. Tentang mimpinya bertemu dengan TOP, tentang Kata-kata Taeyang, dan juga tentang janji yg pernah ia buat. Dan saat ini, ia melihat “Leeteuk” seseorang yg mampu membahagiakan SoHee sedang terkapar lemah tak berdaya. Jika ia membiarkan SoHee bersama Leeteuk, ia takut jika tiba-tiba Leeteuk meninggal akan membuat SoHee kembali depresi. Semua pikiran itu berkecamuk dalam otak GD. Ia bingung apa yg harus ia lakukan. Dalam keadaan kalut, malam itu juga GD mendatangi Taeyang dan menantangnya untuk adu balap.

“Jika aku yg menang, aku akan tetap menikahi SoHee
esok, tak perduli meskipun ia tak mencintaiku, tak perduli
dengan janjiku pada Seung Hyun hyung.” Ucap GD mantap.

“Tapi jika kau yg menang, aku akan menuruti semua ucapanmu. Aku akan melepaskan SoHee. Aku akan
membiarkannya bersama orang itu, dan aku akan memaafkanmu. Bagaimana?”.

“Deal” ucap Taeyang.

Mereka kemudian bersalaman. Semua persiapan sudah lengkap. Smua teman mereka berkumpul, tak terkecuali Daesung dan Seungri. Mereka kecewa dengan apa yg dilakukan GD dan Taeyang yg menjadikan SoHee sebagai taruhan, namun mereka tak bisa berbuat apa-apa.

“Semua siap? GD? Taeyang? Hana.. Dul.. Set.. Dorr”

Sebuah tembakan ke udara menandakan dimulainya balapan. Taeyang berniat memenangkan pertandingan ini. Ia ingin menebus smua dosa yg sudah ia lakukan pada Seung Hyun dan SoHee. Jika ia menang, GD akan melepaskan SoHee. Meski SoHee tidak bisa ia miliki, setidaknya SoHee bisa berbahagia.

Keduanya beradu kecepatan. Dua, tiga putaran telah mereka lalui. GD memimpin diposisi pertama diikuti Taeyang. Hingga mereka sampai di tikungan terakhir. Dengan kecepatan penuh Taeyang meng-gas mobilnya hingga speedomtr menunjukkan angka 200km/jam. Namun ditikungan terakhir, Taeyang tidak dapat mengendalikan mobilnya hingga ia menabrak pembatas jalan. Smua orang berlarian menghampiri Taeyang, tak terkecuali GD. Ia panik melihat sahabatnya itu berlumuran darah tak sadarkan diri. Ia segera meminta teman-temannya yg lain menyiapkan mobil dan membawa Taeyang ke RS.

Dalam perjalanan GD mencoba menyadarkan Taeyang

“Yoon Bae-ah, bangunlah. Buka matamu” panik GD.

“Ini smua salahmu hyung” marah Seungri.

“Sudah hentikan. Kalian jangan memperkeruh suasana!!!” Bentak Daesung. Pria yg sedari tadi mencoba menghentikan pendarahan di kepala Taeyang itupun terpancing emosi.

***

SoHee terlihat cantik dengan gaun pengantinnya. Untuk kedua kalinya gadis itu akan menikah. Namun berbeda dengan pernikahan pertamanya yg dipenuhi dengan senyuman, pernikahannya kali ini sama sekali tidak ada senyuman yg terlihat diwajahnya. Matanya pun bengkak akibat terlalu banyak menangis semalam.

“Apa mempelai laki-laki belum datang juga?” Tanya pendeta.

“Belum, mohon tunggu 5menit lagi” Ucap Tuan Choi.

Tak berapa lama GD datang dengan stelan jas hitam. Rambutnya tertata rapi, membuatnya smakin terlihat tampan.

“Itu dia” Nyonya Choi berdiri menyambut kedatangan GD. Dengan gagah pria itu berjalan kearah SoHee. Tuan Choi menyerahkan tangan SoHee kepada GD.

“Kuserahkan SoHee kami padamu” Ucap Tuan Choi dengan senyum menghiasi wajahnya.

GD menggenggam erat tangan SoHee. Ia melihat gadis yg ada disebelahnya itu yg terlihat pucat dan matanya bengkak. GD berbisik pada SoHee.

“Genggam erat tanganku, dan ikuti aku.” Ia kemudian menarik tangan SoHee.

SoHee yg masih shock terus bertanya pada GD tentang apa yg dilakukannya. Namun pria itu tak menjawab pertanyaan SoHee.

“Akan ku jelaskan nanti” GD membukakan pintu untuk SoHee dan menyuruhnya masuk. Sedetik kemudian mobil itu sudah melesat meninggalkan Nyonya dan Tuan Choi dengan seribu pertanyaan.

Sementara Daesung dan Seungri terduduk lemah didepan
ruang ICU. Mereka tak habis fikir dengan apa yg dikatakan
Taeyang semalam.

*fLashback*
Sesampainya di RS, Taeyang langsung menjalani perawatan intensif. Setelah beberapa jam berlalau, Taeyang tersadar. Ia meminta GD, Daesung dan Seungri berkumpul.

“Sudah lama rasanya kita tidak berkumpul seperti ini. Aku merindukan kalian.” Ucap Taeyang, membuat ketiga
temannya itu meneteskan airmata.

“Kau akan sembuh hyung dan kita akan berkumpul lagi seperti dulu” Hibur Seungri.

“Ya pabboya kau harus bertahan dan sembuh” Daesung menyemangati.

“Kau menang. Kau pemenangnya, dan aku akan menuruti smua kata-katamu. Aku memaafkanmu jadi kau harus sembuh” Sahut GD.

Dengan suara tertahan Taeyang mengatakan, “Meski aku merindukan kalian, tapi aku lebih merindukan Seung Hyun hyung. Aku ingin bertemu dengannya dan menemaninya. Aku ingin meminta maaf padanya secara langsung atas smua kesalahanku. Karna itu aku tadi meminta dokter untuk memeriksa jantungku. Aku ingin mendonorkan jantungku untuk dokter itu jika aku mati.”

GD, Daesung, dan Seungri terperangah dengan apa yg baru saja mereka dengar.

“Apa yg kau katakan eoh? Kau tidak akan kemana-mana!! Kau akan baik-baik saja” Teriak GD. Bulir-bulir airmata
membasahi pipi keempat pria itu.

“Aku ingin menebus dosaku pada SoHee dan membuatnya
bahagia. Jika jantungku bersama orang itu, setidaknya aku akan tetap hidup bersamanya.” Lirih Taeyang.

“Jadi aku mohon dukung keputusanku ini.”

GD, Daesung dan Seungri terpaksa mengangguk, menyanggupi permintaan konyol temannya itu.
*fLashback end*

SoHee juga menangis saat mendengar penjelasan GD. Ia tak menyangka Taeyang akan senekat itu. Sesampainya di RS, SoHee bergegas berlari ke ruang ICU. Disana ia melihat
Daesung dan Seungri yg terduduk lemah. Dengan panik ia menanyakan keadaan
Taeyang.

“Dokter masih memeriksanya”.

Tak lama kemudian seorang dokter keluar. Ia mengatakan
bahwa jantung Taeyang cocok untuk Leeteuk. Jika tidak ada halangan transplantasi akan segera dilaksanakan.

“Dokter, bolehkah aku menjenguknya sebentar? 10menit. Ah tidak 5menit, aku mohon.” Ucap SoHee. Dokter menyetujuinya dan membiarkan SoHee masuk.

SoHee menangis melihat keadaan Taeyang. Airmatanya jatuh tepat dipipi Taeyang membuat Pria itu membuka matanya. Ia tersenyum melihat wanita yg dicintainya berdiri didepannya. Namun ia sedih melihat wanita itu menangis.

“Uljima, jebal uljima SoHee-sshi, sudah terlalu banyak airmata yg kau keluarkan. Aku tidak pantas mendapatkan airmatamu. Ah kau terlihat sangat cantik hari ini. Gaun pengantin itu cocok untukmu.” Taeyang berusaha mengangkat tangannya, menghapus airmata SoHee.

“Kenapa kau melakukan ini Taeyang-sshi? Aku sudah memaafkanmu. Kau tak perlu melakukan ini smua.” Isak SoHee.

“Aku lelah, aku tidak akan bisa bertahan lama. Jika aku mendonorkan jantungku, setidaknya aku masih berguna
bagi orang lain. Lagipula jika dokter itu tetap hidup, itu
artinya aku juga akan tetap hidup bersama kalian”

Keduanya mencoba tersenyum meski airmata tak henti-hentinya mengalir.

“Bisakah kau memanggil teman-teman yg lain? Aku ingin bertemu mereka” pinta Taeyang.

SoHee menyanggupinya dan meminta yg lain segera masuk sebelum waktu yg diberikan dokter habis.

“Tetaplah bersama-sama. Seperti ini. Jangan pernah bertengkar. Jika ada kesalah fahaman segera selesaikan. Kita sudah sama-sama sejak awal, kalian sudah seperti
saudara bagiku. Dan SoHee, dia gadis yg sangat special. Yg bisa membuat Seung Hyun hyung, aku dan JiYoung mencintainya. Berjanjilah kalian akan hidup dengan baik dan berbahagia” Pesan terakhir Taeyang pada teman-temannya sebelum dokter datang membawa leeteuk dan peralatan operasi.

Dokter mempersilahkan SoHee, GD, Daesung dan Seungri meninggalkan ruang ICU karna dokter akan memulai operasi transplantasi jantung.

Hangeoreum hangeoreum gayo
(Langkahku berjalan pelan)

Geudaedo naegero wayo
(Melangkah berjalan padamu)

Geudae jageun misoneun
(Dirimu datang padaku)

Naegen jeonbuga dwaeyo
(Dan senyummu adalah sgalanya)

Sarangigetjyo ireon nae maeumeun
(Cinta yg ku rasa kini)

Sarangigetjyo bujokhajiman
(meskipun cinta ku ini kurang)

Nuneul gamado gwireul magado geudaen
(Bahkan jika ku tutup mata dan telingaku)

Neukkyeojineun naeanui sarang
(Cintamu masih bisa ku rasa)

Daheul su eobseodo dwaeyo
(Tak apa jika tak bisa menghubungimu)

Manjil su eobseodo dwaeyo
(Tak apa jika tak bisa menyentuhmu)

Jigeumcheoreom geudaero
(Seperti yg kau lakukan)

Geu jari geugose nama
(Hanya diam ditempatmu berada)

Ireoke geudaemaneul geurineunde
(Sepertinya hanya aku yg kehilanganmu)

Ireoke amugeotdo motaneunde
(Sepertinya aku tak bisa melakukan apapun)

Geudaeui heunjeokjocha geuriunde
(Rindumu dalam setiap langkahku)

Geudaeui maeummajeo meomundamyeon
(Jika aku tak mengerti perasaanmu)

Geudaeui nungilmajeo bichundamyeon
(Jika aku tak lagi melihat matamu)

Naejeonbul dajueodo mojarayo
(Akan kuberi sgalanya meski itu tak kan cukup)

***

-SoHee pov-

Terkadang hidup memang tidak seperti apa yg kita inginkan. Tidak selalu hitam dan putih, tidak selalu bisa didefinisikan. Hidup, mati, jodoh, smua sudah ditetapkan.

Cinta, sampai saat ini aku tidak tau apa definisi cinta. Sekalipun dia slalu datang disaat aku mengalami kesulitan
layaknya sahabat, melindungiku seperti ayah, menghinaku bagaikan musuh, dan menenangkanku seperti ibu, namun tetap saja bagiku JiYoung oppa hanyalah seorang kakak..

KLISE. Cinta itu adalah saat jantungmu berdebar kencang saat berada disisinya. Dimatamu hanya dia yg terindah. Melindunginya setiap saat seakan-akan setiap hari menjadi hari terakhirmu. Menyayanginya melebihi dirimu sendiri. Merasakan sakid saat ia terluka. Tidak akan rela jika
ia pergi jauh darimu. Dan itulah yg ku rasakan padanya,

Leeteuk,

Dan aku rasa itulah Cinta.

6tahun terlah berlalu. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat meninggalkan begitu banyak kenangan. Hari ini adalah Launching buku pertamaku setelah menunggu selama hampir 4tahun untuk menyelesaikannya. Buku yg bercerita tentang mimpi, cinta, pengorbanan, dan arti hidup.

Semuanya berjalan lancar. Hanya saja duduk dan menandatangani buku sebanyak ini sejak tadi pagi membuat pinggangku sakit. Berharap hari ini segera cepat berlalu.

Perasaan lelah hilang seketika saat melihat JiYoung oppa datang bersama Taeyang. Mereka melambaikan tangan kearahku. Segera ku berlari menghampiri mereka. JiYoung oppa melihatku dari atas ke bawah lalu menunjuk perutku yg kembali membuncit. Aku hanya bisa tertawa cekikikan melihat ekspresi JiYoung oppa yg terlihat frustasi.

Sudah cukup lama kami tidak bertemu, terakhir kali kami bertemu saat aku melahirkan Taeyang. Dan sekarang saat dia bertemu kembali denganku dalam keadaan hamil besar.

“Mana Seung Hyun?” Tanyaku pada JiYoung oppa, karna aku tak melihatnya sejak ia datang.

“Aku disini chagi-ah” Sahut seorang pria yg terlihat kesusahan saat menggendong seorang anak kecil.

Ya, pria itu adalah Leeteuk oppa yg sedang menggendong Seung Hyun, anak pertamaku dan Leeteuk oppa. Sedangkan Taeyang adalah anak kedua kami.

Karna ada Launching buku hari ini, aku meminta Leeteuk oppa untuk mengurus anak-anak. Mungkin karna jarak kelahiran antara Seung Hyun dan Taeyang yg tidak terlalu jauh, hingga Leeteuk oppa sedikit kerepotan harus mengurus dua anak sendirian. Jadi kami meminta bantuan JiYoung oppa.

Ini semua karna Leeteuk oppa yg terus memintaku tidak berhenti hamil hingga aku mempunyai anak perempuan. Leeteuk oppa mengatakan, jika selama ini aku hidup disekitar banyak laki-laki. Dari Seung Hyun oppa, JiYoung oppa, Taeyang, Daesung dan Seungri. Jadi karna itu Leeteuk oppa ingin aku mempunyai anak perempuan agar bisa menemaniku, Manis bukan?

Hidup kami sama-sama sepi karna tidak punya keluarga, jadi akan lebih baik jika kita mempunyai banyak anak. Agar
kelak kita ataupun anak-anak kita tidak merasa kesepian.

Namun sedikit konyol karna jarak kelahiran antara anak-anak kami hanyalah setahun. Ah ya, Tentang nama anak kami yg bernama Seung Hyun dan Taeyang. Aku ingin mereka terus ada dalam ingatan kami. Dan aku sangat berterima kasih pada Leeteuk oppa karna tidak merasa keberatan tentang hal itu.

Bagaimanapun juga Seung Hyun oppa adalah bagian dari kehidupan masa laluku. Seung Hyun oppa jugalah yg membuka hatiku dan mempertemukanku dengan Leeteuk oppa. Sedangkan Taeyang, meski hubungan kami tidak terlalu baik pada awalnya, namun ia juga mempunyai cinta yg tulus untukku hingga rela mengorbankan dirinya demi kebahagiaanku.

Dan hingga saat ini, jantung Taeyang masih terus berdetak dalam tubuh Leeteuk oppa. Aku berjanji akan terus menjaganya seumur hidupku.

Tak lama Choi eomma dan appa juga datang. Mereka
memberikan selamat atas Launching bukuku. Kami berencana makan malam. Namun dalam perjalanan ke Restoran aku merasakan kesakitan dibagian perut.

“Oppa sepertinya aku akan melahirkan.”

Semua merasa panik mendengar ucapanku. Choi eomma menenangkanku dan membantu mengatur nafas. Choi appa menggantikan Leeteuk oppa menyetir, karna Leeteuk oppa bahkan lebih panik dariku. Sedangkan JiYoung oppa mencoba menenangkan anak-anakku yg menangis.

Saat persalinan, Leeteuk oppa menemaniku. Meski ia seorang dokter, tapi ia sangat panik dan tidak tega melihatku kesakitan. Ia menggenggam erat tanganku mencoba memberi kekuatan. Setalah 50menit berlalu, akhirnya aku bisa mendengar tangisan bayiku.

“Selamat nyonya, anak anda perempuan. Cantik seperti anda” Ucap seorang suster.

Aku bernafas lega setelah melewati masa persalinan yg cukup lama dan menegangkan.

Choi eomma masuk ke ruang rawatku bersama Seung Hyun, sedangkan Choi appa menggendong Taeyang. Mereka juga merasakan kebahagiaan seperti yg kurasakan. Bagiku mereka sudah seperti otangtua kandungku. Aku sangat menyayangi mereka. Sedangkan JiYoung oppa datang bersama Daesung dan Seungri. Mereka memberikan selamat kepadaku.

“Aku harap ini yg terakhir aku melihatmu melahirkan bayi” Ucap JiYoung oppa. Membuat semua orang tertawa.

“Ya!! Aku belum menikah, tapi kau sudah mempunyai tiga anak. Sebagai mantan calon suamimu aku………..”

Ucapan JiYoung oppa terpotong saat Leeteuk oppa datang membawa bidadari kecilku.

“Aku apa? Mantan calon suami apa?” Sahut Leeteuk oppa.

“Aku tidak akan menikah. Karna aku tidak bisa mendapatkan SoHee, aku akan menunggu anak perempuannya dan menikahinya”. Ucap jiyoung oppa dan tentu saja membuat Leeteuk oppa tak terima.

“Ya!! Mana mungkin aku akan membiarkan bidadari kecilku
menikah dengan ahjussi tua dan jelek sepertimu”.

Aku dan yg lain hanya bisa tertawa melihat kelakuan mereka. Jiyoung oppa dan Leeteuk oppa selalu saja seperti itu jika mereka bertemu. Bertengkar seperti anak kecil. Leeteuk oppa kemudian menghampiriku dan menidurkan putri kecil kami disampingku.

“Sesuai perjanjian kita, kau yg memberi nama pada anak laki-laki kita, sedangkan aku memberi nama anak perempuan. Dan aku sudah memutuskan, nama anak
perempuan kita Park Jung Hee. Jung dari nama JungSoo
dan Hee dari SoHee. Perpaduan nama kita, baguskan?” Ucapnya bangga.

Aku mengangguk menyanggupinya. Saat ini, aku merasa hidupku benar-benar bahagia, lengkap dan sempurna.
Asam, manis, pahit adalah bagian dari kehidupan. Meski aku pernah terpuruk kedalam dasar jurang, namun aku bisa
bangkit karna banyak orang-orang disekitarku yg tulus
menyayangiku. Aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan kalian. Aku berjanji akan hidup lebih baik dan bahagia, sekalipun aku mendapat kesusahan. Karna ada kalian, orang-orang yg menyayangiku dan ketulusan yg kalian berikan, aku benar-benar bahagia. Aku berterima kasih.

-END-

3 Komentar

  1. wulan

    trnyata udah baca 2x, tp kali ini tetep menyentuh😦

  2. Choi_Nura

    Terharu ma pengorbanan taeyang

  3. END

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: