AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

FF Twoshoot “My Guardian Angel Part 1” (Sequel Wedding Dress)


“Aku fikir dengan menunggu dan terus menunggu, hatinya akan berpindah padaku” – GD

“Ketulusan mereka membuatku bangkit dari keterpurukan” – SoHee

“Matanya seperti mataku. Penuh dengan luka dan airmata. Untuk pertama kalinya Tuhan, aku melihat gadis seperti itu dan aku ingin memilikinya” – Leeteuk

Gyeouri gago bomi chajaojyo urin shideulko
(Musim dingin cepat berlalu dan musim semi telah tiba)

Geurieum soege mami meongdeureotjyo
(Kita merasa terpuruk dan hati kita sakit karena rindu)

(I’m singing my blues) paran nunmure, paran seulpeume
gildeulyeojyeo
(Ku nyanyikan haru biruku) Dengan air mata, dengan
penderitaan

(I’m singing my blues) tteunkureume nallyeobonaen sarang oh oh
(Ku nyanyikan haru biruku) Cinta itu kukirim jauh ke atas
awan yg menggantung oh oh

Gateun haneul dareun gos neowahna wiiheomhanikka
(Kita masih dilangit yg sama hanya ditempat berbeda)

Neoye geseo tteonajuneun geoya
(Karena aku berbahaya untukmu)

Nimiran geuljae jeomhana, bikeobhajiman, naega monna
sumneun geoya
(Jadi aku meniggalkanmu, pengecut, aku bersembunyi
karna aku tak cukup baik untukmu)

-Author pov-

Musim terus berganti. Setiap orang sibuk dengan aktifitas masing-masing. Namun tidak dengan SoHee, gadis itu masih terpenjara dalam kenangannya bersama TOP. Meski satu per satu orang pada akhirnya akan mati, tapi kehilangan yg dirasakannya sudah terlalu mendalam dan beruntun. Keluarga, harta, dan sekarang suaminya. Ingin marah? Pada siapa? Haruskah ia menyalahkan Tuhan?

Lelah, itu yg dirasakan batinnya. Nyonya dan Tuan Choi hampir putus asa untuk menyembuhkan SoHee. Setiap hari yg dilakukan gadis itu hanya diam dan menangis tanpa pernah mau berbicara. Bahkan setelah hampir setahun
kematian Choi Seung Hyun, suaminya.

“Sayang, besok adalah hari peringatan kematian Seung Hyun. Sudah lama sejak saat itu, sampai kapan kau akan
terus seperti ini?” Nyonya membelai lembut rambut menantunya itu. Ia menyayangi SoHee seperti anaknya sendiri.

“Aku harap kau cepat sembuh dan kembali menjadi SoHee yg kami kenal dulu” Ucap wanita paruh baya itu kemudian mengecup kening SoHee.

Ia kemudian beranjak meninggalkan SoHee yg masih duduk terdiam diatas kursi rodanya. Gadis itu meneteskan airmata sesaat setelah nyonya Choi pergi meninggalkannya.

***

Pagi-pagi sekali GD sudah datang ke rumah keluarga Choi. Ia berniat mengajak SoHee berangkat lebih dulu dan mengajaknya jalan-jalan. Setelah menempuh 20menit perjalanan, akhirnya mereka sampai disebuah bukit tempat TOP dimakamkan. Tak jauh dari bukit itu ada sebuah danau. GD mengajak SoHee jalan-jalan mengitari tempat itu.

GD meminta SoHee untuk tidak pergi kemana-mana karna ia ingin buang air kecil sebentar. GD pergi meninggalkan SoHee. Pria itu mencari-cari toilet disekitar tempat itu, namun tak kunjung menemukannya, terpaksa ia harus mencari ke tempat yg lebih jauh.

Kembali pada SoHee, gadis itu merasakan ada seseorang yg mendorong kursi rodanya. Ia fikir itu adalah GD yg sudah selesai buang air kecil sehingga ia diam saja ketika Kursi rodanya terus didorong hingga berada dekat danau. Pria itu kemudian berdiri didepan SoHee, namun gadis itu masih diam hingga ia berinisiatif untuk menunduk didepan SoHee agar ia bisa melihat wajah gadis yg sangat dirindukannya itu. Ia tersenyum sangat manis seperti yg ia lakukan saat pertama kali bertemu Sohee.

“Seung Hyun Oppa” pekik SoHee. Untuk pertama kalinya SoHee berbicara setelah kejadiaan naas setahun yg lalu.

“Bagaimana kabarmu chagi? Kenapa kau jadi seperti ini?”
Tanya TOP lembut.

“Bogoshipo oppa, jeongmal bogoshipo” SoHee memeluk pria itu erat, ia takut jika pria itu meninggalkannya lagi.

“Nado chagi-ah, nado bogoshipo” Pria itu mengelus
lembut punggung SoHee. Gadis itu kemudian melepaskan pelukannya, ia ingin melihat dengan jelas pria yg ada didepannya itu.

“Ini benar Seung Hyun oppa? Kenapa kau meninggalkanku oppa? Kenapa kau tega melakukan ini padaku?” SoHee
menangis dan memukul pelan dada bidang pria itu, mengungkapkan kekecewaannya.

“Sakid” TOP mencoba menghentikan SoHee yg coba terus memukulnya. Pria itu menggenggam tangan SoHee dan meminta gadis itu menyentuh dada bidangnya bukan memukulnya.

“Sakid. Disini terasa sakid. Benar-benar sakid melihatmu seperti ini”. Airmata TOP jatuh melihat wanita yg sangat dicintainya itu menderita.

“Apa kau datang untuk menjemputku? Aku ingin ikut
denganmu oppa.”

TOP menggeleng mendengar ucapan SoHee, hatinya terasa teriris. Ia menyentuh pundak SoHee dan menenangkan wanita itu.

“Dengarkan aku chagi. Dunia kita sekarang berbeda. Takdir menuliskan bahwa jodoh kita hanya sampai disini. Kau harus melanjutkan hidupmu meski tanpaku disisimu. Banyak orang yg menyayangimu. Ada appa, eomma, GD, Daesung, Seungri. Dan jodohmu. Kau memang yg pertama dan terakhir untukku, namun aku bukan yg terakhir untukmu.”

SoHee semakin tak bisa membendung airmatanya saat Seung Hyun mengucapkan kata-kata itu. Ia menggeleng, hatinya seakan tersayat mendengar tiap kata yg keluar dari mulut TOP.

“Kau mencintaiku? Kau menyayangiku hemm?” TOP
membelai rambut SoHee, gadis itu mengangguk.

“Jika kau benar-benar sayang dan mencintaiku, berjanjilah untuk hidup lebih baik. Buka hatimu untuk seseorang yg akan menjadi jodohmu. Dengan begitu aku bisa beristirahat dengan tenang. Jika saat ini jodoh kita hanya sampai saat
ini, aku berharap dikehidupan selanjutnya kita bisa terus bersama hingga kita tua dan mati bersama” TOP menghapus airmata yg ada dipipi SoHee. Ia memeluk erat gadis itu, sangat erat dan mencium keningnya.

“Saranghae chagi-ah, jeongmal Saranghae Jung SoHee. Saranghae, Saranghae. Saranghae” TOP mengecup
punggung tangan SoHee. Dan secara perlahan ia berjalan mundur, bayangannya seakan terbang, semakin jauh dan semakin menghilang.

“Ttonajima oppa!!!! Dorawa, dorawa oppa!!! Seung Hyun
oppa……” SoHee terus berteriak memanggil TOP. Ia mencoba bangkit dari kursi rodanya, namun….

BYURRRR!!!!!!

SoHee terjatuh ke dalam danau. Tubuhnya seakan tertarik ke dasar danau dan ia mulai kehilangan kesadaran.

-Tak perduli meski aku tidak bisa berenang. Setidaknya jika aku mati saat ini juga, aku bisa pergi bersama Seung Hyun oppa-

***

Entah itu mimpi atau imajinasi yg SoHee alami. Namun ia bisa merasakan ada sebuah tangan yg menariknya keatas. Ia tak bisa melihat dengan jelas. Ia hanya bisa melihat sosok putih yg menggenggam erat tangannya.

Ditempat lain GD sedang bingung mencari-cari keberadaan SoHee. Nyonya Choi menghubunginya, meminta ia dan SoHee segera ke makam TOP. GD mengatakan pada nyonya Choi bahwa SoHee menghilang, dan saat ini ia masih mencari-cari keberadaan SoHee.

“Agashi bangunlah, agashi” Ucap seorang pria yg sedang berusaha menolong SoHee. Ia memberikan nafas buatan dan mencoba mengeluarkan air dari paru-paru SoHee.

“Uhuk…. Uhuk” SoHee mengeluarkan air dari dalam mulutnya. Pria itu bersyukur gadis itu sadar.

“Apa kau malaikat?” Ucap SoHee lemah, sebelum ia benar-benar kembali kehilangan kesadaran dan pingsan.

“Tolong, tolong” Pria itu berteriak meminta pertolongan tepat saat GD lewat didepannya.

“SoHee-ah, Hee-ah, apa yg terjadi padanya?” Panik Gd saat melihat keadaan SoHee.

“Akan kuceritakan nanti. Yg penting sekarang cepat bawa nona ini ke Rumah Sakit.”

GD mengerti. Ia menunjuk mobilnya dan meminta pria itu membawa SoHee masuk, sementara ia menghubungi nyonya Choi dan memberitahu
mereka agar segera ke RS.

Didalam mobil, kedua pria itu saling bercerita. Dari sanalah GD tau bahwa yg menolong SoHee adalah seorang dokter. Karna terlalu asik bercerita Mereka tak menyadari ada seseorang yg mengikuti mereka dari belakang. Orang itu adalah Taeyang. Ya, pria itu bebas dari penjara beberapa hari yg lalu. Dan hari ini ia berniat menghadiri peringatan kematian TOP. Namun ia urungkan niatnya saat ia melihat GD dan seorang pria lain yg menggendong SoHee dengan panik masuk ke dalam mobil.

***

Naneun-an dweneun goni, jongmal-an dweneun goni
(Tak bisakah aku menjadi yg pertama? Sungguhkah tak
bisakah?)

Meil noreul utge haltende
(Setiap hari, aku akan membuatmu tersenyum)

Majimak geunalkkaji noye gyoteul jikyojul dan han saram
(Seseorang yg akan menjagamu hingga akhir)

Geu sarangi nail sun omneun goni
(Aku mencintaimu tak bisakah aku menjadi yg pertama?)

Gatgo sipeun sarama jugeul mankeum dako sipeun sarama
(Kau adalah seseorang yg benar-benar ku inginkan hingga
aku mati)

Himgyowodo gyondil su issotdon gon
(Dan alasanku mampu melewati masa-masa sulit ini)

Niga ne gyote issoso saranghal su issoso
(Karena kau bersamaku aku bisa mencintaimu)

Gidaryodo dwegenni barabwado dwegenni
(Dapatkah aku menunggumu? Dapatkah aku melihatmu?)

Niga nege oneun nalkkaji
(Sampai suatu hari dirimu datang padaku)

Naye majimak sun-gan nunmulchorom tto-ollil dan han
saram
(Seperti air mataku yg menetes disaat terakhir, kau
adalah satu-satunya yg ku ingat)

Ne sarangi dwejumyon andwegenni
(Tak bisakah kau menjadi kekasihku?)

Ne gyote momulmyon andwegenni
(Tak bisakah kau tinggal bersamaku?)

“Tidak ada masalah. Smuanya baik-baik saja. Dia hanya pingsan.” Jelas Park uisa, dokter yg sudah menolong Sohee.

“Ne, khamsahamnida Park Uisa” Ucap GD.

“Ah sepertinya kita seumuran, Panggil saja namaku Leeteuk” Dokter itu menunduk kemudian pergi meninggalkan GD.

Tak lama Nyonya dan Tuan Choi tiba di RS dan segera menghampiri GD, disusul Daesung dan Seungri. GD menjelaskan keadaan SoHee dari awal ia hilang hingga ia menemukannya dalam keadaan tak sadar.

“Oppa!! Seung Hyun oppa!!” SoHee terbangun dari tidurnya. Ia melihat sekitar, namun tidak ada Seung Hyun oppa-nya. Hanya ada Choi eomma dan appa, GD, Daesung dan Seungri. Orang-orang yg selama ini selalu menemaninya.

“Aku tadi bertemu Seung Hyun oppa. Kau percaya padaku
kan JiYoung oppa, eomma” tangis SoHee pecah saat ia menjelaskan bahwa ia baru saja bertemu Seung Hyun. Choi eomma mendekati SoHee dan memeluknya dengan sayang.

“Seung Hyun sekarang sudah tidur tenang sayang, kau harus bangkit. Jangan terus seperti ini, Seung Hyun pasti
sedih melihatmu seperti ini”

SoHee mengangguk mendengar kata-kata mertuanya. GD mengepalkan tangannya. Ia kecewa, karna meski selama
ini ia yg ada disamping SoHee, namun gadis itu tak pernah
menyadari keberadaannya. Gadis itu masih menyimpan TOP dihatinya.

“Bahkan aku masih tidak bisa mendapatkan hatimu. Dan lucunya aku bersaing dengan seseorang yg sudah mati” Batin GD.

Taeyang menyaksikan itu smua didepan kamar SoHee. Pria itu menangis menyaksikan gadis yg dicintainya itu sangat depresi setelah kehilangan TOP. Leeteuk yg melihat Taeyang hanya berdiri didepan kamar SoHee menegurnya.

“Apa kau mengenalnya? Kenapa tidak masuk saja?”.

Namun Taeyang menolak. Ia beralasan tak sengaja lewat dan segera pamit pergi.

Setelah kepergian Taeyang, diam-diam Leeteuk juga mengawasi SoHee. Ada perasaan berkecamuk dalam hatinya. Membuat jantungnya berdetak terlalu kencang hingga membuatnya merasa kesakitan, ia segera berlari ke ruang kesehatan.

***

SoHee ditemani Choi eomma berjalan-jalan ditaman RS dan bertemu dengan Park Uisa. Leeteuk berinisiatif menyapa dan memperkenalkan diri pada SoHee dan nyonya choi.

“Apa kau sudah baikan nona?” Sapa leeteuk.

“Apa anda dokter yg menolong SoHee kami?” Tanya nyonya Choi.

Leeteuk mengangguk. Nyonya Choi sangat berterima kasih pada Leeteuk karna telah menolong SoHee.

“Melihat anda, mengingatkan saya pada ibu yg kini ada di surga. Bisakah anda memperlakukan saya seperti anak anda dan hanya memanggil saya dengan nama kecil saya Leeteuk?”

Nyonya Choi menepuk-nepuk pundak Leeteuk menyanggupi permintaan dokter muda itu.

“Tentu saja. Jika saja putraku tidak meninggal, dia pasti juga sehebat kau saat ini”.

“Khamsahamnida Uisa” Sahut SoHee. Nyonya Choi sedikit terkejut menantunya mau berbicara dengan orang yg baru dilihatnya. Namun tak urung itu membuatnya senang.

***

Nyonya Choi meminta SoHee menjalani terapi, dan tak disangka kali ini SoHee tak menolak. Gadis itu berusaha menuruti kemauan Seung Hyun untuk membuka hatinya dan mulai menata hidupnya kembali..

Nyonya Choi berkonsultasi dengan dokter pribadi SoHee yg selama ini sudah merawat SoHee. Dan dokter itu menyarankan agar SoHee menjalani terapi dengan dokter Park, karna dia adalah dokter terbaik dibidangnya.

Dan sejak saat itu, kedekatan SoHee dan Leeteuk mulai terjalin. Gadis itu bahkan bisa tertawa sekarang.

“JiYoung-ah, coba lihat mereka. Serasi bukan? Dokter Park bisa membuat SoHee tertawa” Nyonya Choi terharu melihat menantunya. Berbeda dengan GD, ia merasa tidak suka dengan kedekatan SoHee dan Leeteuk.

SoHee terlihat melamun dan memikirkan sesuatu. Gadis itu ingat bahwa tangan yg telah menariknya saat ia tenggelam di danau adalah tangan Leeteuk yg sudah menolongnya.

“Apa dia malaikat penolongku? Malaikat yg Seung Hyun oppa kirim untukku? Apa dia orang yg kau maksud dengan jodohku oppa? Apa kau membawaku ke danau itu untuk mempertemukan kami disana?” Sohee bergelut dengan ribuan pertanyaan yg hinggap dipikirannya.

Gadis itu sekarang bisa tersenyum, bahkan tertawa jika ia bersama dengan
Leeteuk. Entah itu karna lelucon yg pria itu buat atau karna
rayuan gombal dan cerita konyol yg slalu ia ceritakan pada SoHee. Leeteuk memberikan perhatian lebih pada SoHee dibanding dengan pasien yg lain. Selain karna tugasnya sebagai dokter, itu karna Leeteuk juga mulai memendam perasaan untuk SoHee.

Neoneun neomu nuni busyeo
(Kamu sangat menyilaukan)

Niga isseo nae shimjangi ddwiuh
(Hatiku berdebar)

Ojik neomani naegen number 1
(Kamu hanya satu bagiku dan selalu nomor 1)

Neol saranghae
(Bahwa aku cinta kamu)

Jogeumman duh na dagawajwuh
(Datang sedikit lebih dekat denganku)

Neoui soneul kkok japgosipeo
(Aku ingin dengan erat memegang tanganmu)

I noraeneun only for you
(Ini lagu hanya untukmu)

Youngwonnhi saranghae
(Selamanya mencintaimu)

I need your love, love, love…
(Aku butuh cintamu, cinta, cinta…)

Neoui dununeul bomyeonseo yaksokhae
(Aku berjanji padamu hanya mencari pada matamu)

Ni gyuhtesuh nuhman saranghalraeman jikilge
(Disamping melindungimu dan mencintaimu dengan semua
hatiku)

Baby, I need your love, love, love …
(Sayang, aku butuh cintamu, cinta, cinta…)

Neoui saranghanaro nan chungbunhae
(Hanya satu cinta darimu itu sudah cukup bagiku)

Modeungeoseul da irheodo neomaneun
(Meskipun aku harus kehilangan segalanya)

Jeoldae nochiji anheulgeoya
(Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi)

You’re my everything my love
(Kau segalaku, cintaku)

Naegen neomani boeyeoh
(Aku hanya melihatmu)

Jakku naega saenggangna
(Aku terus memikirkanmu)

Uhnjena naneun useulsu isseo
(Itu tidak pernah gagal membuatku tersenyum)

You are my everything, my heart..
(Kau segalaku, hatiku..)

Sohee menyentuh dadanya. Lebih tepatnya ia merasakan
detak jantungnya yg berdetak kencang saat ia mendengar Leeteuk menyanyikan lagu untuknya. Ya, dokter itu baru
saja menyanyikan sebuah lagu untuk SoHee. Entah mengapa ia menyanyikan lagu itu. Mungkin itulah caranya mengungkapkan isi hatinya.

Setelah menjalani terapa selama kurang lebih 4bulan, SoHee dinyatakan sembuh. Ia tak lagi membutuhkan kursi roda ataupun terpuruk seperti dulu. Wajahnya kini penuh senyuman.

Dddrrrrttt…….dddrrrtttt………
From : Leeteuk
Bisakah kita bertemu nanti sore?

Isi pesan dari Leeteuk tanpa sadar membuat SoHee mengangkat kedua sudut bibirnya. Ia lalu mengetikkan
beberapa kata.

To : Leeteuk
Wookie ^^
-send-

***

Untuk kesekian kalinya SoHee melihat jam yg melingkar
ditangannya. Sudah dua jam sejak ia duduk disitu, tapi hingga kini tak seorangpun datang menghampirinya. Sedangkan mendung gelap mulai menggelayuti kota Seoul sore itu. Titik-titik air mulai turun. Namun SoHee tetap tak bergeming, gadis itu tetap pada tempatnya.

GD baru saja menyelesaikan syuting Vidio Clipnya. Dalam perjalanan pulang. Ia seperti melihat sosok yg sangat ia kenal. SoHee, ya gadis itu tak berniat mencari tempat berlindung dari guyuran air hujan. GD menghampiri SoHee, pria itu bahkan rela berhujan-hujan demi memastikan keadaan SoHee.

“Apa yg kau lakukan disini? Kenapa kau tidak mencari tempat untuk berteduh?” Pria itu mengguncang pundak
SoHee. Gadis itu hanya menangis dan memanggil nama pria itu. “JiYoung oppa, JiYoung oppa” membuat pria itu tak
tega kemudian memeluknya.

Geuge ne maminji aninji
(Apakah itu perasaanku atau bukan?)

Hollanseuroun mundap
(Tanya jawab yg membingungkan)

Bi neridon nal noege banheso
(Saat hujan turun aku jatuh cinta padamu)

Urin sororeul cham manido saranghesso
(Kita sudah sangat saling mencintai)

(Guji esso) geurol piryo obsotdon gotman gataso
(Berusaha keras) Sepertinya tak ada yg perlu dilakukan

Mang-mami apo (mami apo)
Sehingga hatiku terasa sakit (hatiku sakit)

Men choeumbuto ne wenjjok gaseume noran-go jinhage
namgyo
(Sejak pertama aku mendekapmu di dada kiriku, dan kau tersimpan dengan kuatnya)

Jigeumeun gipsugi bakhyoborin papyon chorom namaso
(Sekarang kau tersisa seperti fragmen yg melekat)

Non nareul kkeurodanggyo
(Kau mendorongku)

No obsido sal su itdan gojitmal heborin got gata mameul
borijiman
(Aku berbohong bahwa aku bisa hidup meski tanpamu, aku
membuang perasaanku namun)

Ajikdo nol geuriwohada nan jami deuro
(Aku masih merindukanmu bahkan saat tertidur)

Bi nerineun bam oneureun nan jam mot irwo
(Dimalam ini hujan turun, dan aku tak bisa tidur)

I bissoriga ni moksorinji?
(Suara hujan ini, apakah suaramu?)

Nal bureuneun sorinji?
(Apakah suaramu memanggilku?)

Naman nol senggakhani
(Apakah hanya aku yg memikirkanmu?)

I biga nareul wirohejulkka?
(Akankah hujan ini membuatku nyaman?)

Iron ne mameuralkka?
(Apakah kau mengerti perasaanku?)

Jakku niga senggangna
(Aku terus menerus memikirkanmu)

“Jadi kau menunggu dokter itu hingga tak memperdulikan keadaanmu? Apa dia begitu penting bagimu eoh??” Tanya
GD dengan emosi yg meluap-luap setelah mendengar
penjelasan SoHee.

GD tak habis pikir dengan apa yg SoHee lakukan. Baru beberapa bulan mereka kenal, namun dengan mudahnya SoHee percaya pada Leeteuk. Gadis itu ketakutan melihat kemarahan GD, karna tak biasanya pria itu begitu marah padanya.

“Mianhe, seharusnya aku tak marah padamu. Aku hanya tidak ingin sesuatu yg buruk terjadi padamu. Mengertilah aku mengkhawatirkanmu” Pria itu duduk dihadapan SoHee kemudian memeluknya.

Dua hari sejak kejadian itu, Leeteuk tak kunjung memberi
kabar pada SoHee. Tidak ada telfon ataupun sms. Gadis yg mulai membuka hatinya itu mulai pesimis dengan perasaannya.

“Mungkin benar apa yg dikatakan JiYoung oppa” batin SoHee.

-TBC Part 2-

2 Komentar

  1. wulan

    sippp2 gomawo🙂

  2. khunong

    Lamgsung baca sequel nya gegara part 2 nya di prtect ahahha … btw sedih bgt tabi menggal hiks … terus leeteuk itu kmna ? Kok hilang?

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: