AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

FF Twoshoot “Wedding Dress” Part 1


“Menyakitkan ketika kita mencintai seseorang namun tak bisa mengungkapkannya.” – Taeyang

“Karna kebahagiaan yg sangat luar biasa ini, hingga rasanya aku ingin mati.” – TOP

“Tidak bisakah aku merasakan kebahagiaan hingga aku mati?” – SoHee

“Aku lebih memilih melihatnya bahagia bersama orang lain daripada melihatnya menjadi gila” – GD

-Author pov-

Teriakan histeris para VIP pada malam itu menandakan dimulainya acara konser Big Bang. Para yeoja berlomba-lomba meneriakkan nama bias mereka masing-masing. Tak terkecuali Jung So Hee. Gadis yg sangat mengidolakan G-Dragon itu sangat beruntung karna malam itu ia mendapatkan kesempatan special untuk naik ke atas panggung sebagai model saat Taeyang berduet dengan GD. Ia tersenyum mengingat kesialan yg membawa keberuntungan untuknya.

*fLashback*
Saat pintu masuk gedung konser dibuka ratusan VIP berebutan masuk, termasuk SoHee. Namun sayang ia terjatuh dan pingsan saat mencoba berebut tempat dengan VIP yg lain. Panitia dan tim keamanan membawanya ke ruang kesehatan. Setelah sadar ia didatangi oleh seorang crew yg menawarinya untuk menjadi model saat duet GDYB nanti. Tentu saja SoHee tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu.
*fLashback end*

Salah seorang crew menyadarkan SoHee dari lamunannya.

“Sebentar lagi kau akan naik, jadi bersiaplah”.

SoHee mengangguk. Terdengar suara Taeyang sedang berbicara dengan VIP. Ia mengatakan akan berduet dengan GD, ia juga mengatakan bahwa akan ada Very Important Person yg akan naik ke atas panggung menemaninya bernyanyi. Jantung SoHee berdebar kencang menunggu saat ia naik ke atas panggung. Jantungnya berdetak semakin cepat ketika GD menghampirinya dan menanyakan namanya.

“J….Ju..Jung So Hee imnida” Hanya kata itu yg mampu SoHee ucapkan. Bibirnya terasa terkunci, lidahnya terasa keluh saat ia berhadapan dengan seseorang yg sangat dikaguminya itu.

“Jangan terlalu tegang, aku tidak akan menerkammu” GD mencubit pipi SoHee, membuat gadis itu membeku seketika.

GD kemudian menggandeng tangan SoHee dan mengajaknya naik ke atas panggung. Seluruh VIP, terutama para yeoja berteriak iri pada SoHee karna bisa satu panggung dengan Taeyang dan GD. Taeyang menatap tajam SoHee saat gadis itu keluar dengan di gandeng oleh GD, dan GD-pun menyadari tatapan Taeyang yg tak biasa itu.

I’m tired of being alone
(Aku lelah sendiri)
Sick of being single
(Sakid sendirian)
I think I need a girl
(Aku fikir aku butuh seorang gadis)
I need a girl like
(Aku butuh gadis seperti)
Saenggak eopneun maltu
(Sekali bicara tanpa berfikir)
Eorein aedeul malgu
(Bukan seperti anak kecil)
Nal gamssa-ana jul
(Tapi yg akan memelukku)
Shim shim handdae gaggeum
(Bukan yg bermain-main saat dia bosan)
Noneun yeoja malgu naman saranghaejul
(Tapi wanita yg akan mencintaiku)
Gamanisseodo namjanomdeul
(Ada pria yg memegang ponselnya)
Jeonhwagil naemiljiman
(Meski dia hanya tinggal)
Jarangseureopgae nae sajineul
(Mengambil dan memamerkan gambarku)
Kkeonaebo Ineun georeun girl
(Gadis seperti itulah yg ku banggakan)
Girl, I need a girl
(Gadis, aku butuh gadis)
Mweolhaedo eeppeun
(Tak perduli apa yg ia lakukan)
Mommaedo eeppeun
(Tak cantik tak apa)
Girl, I need a girl
(Gadis, aku butuh gadis)
Baby, I need you
(Sayang, aku butuh kamu)
Girl, you need me, too
(Gadis, kamu membutuhkanku, juga)

Sebelum SoHee turun, GD menarik tangan SoHee dan memeluknya membuat para VIP kembali berteriak iri. Taeyang-pun melakukan hal yg sama, ia memeluk SoHee. Erat dan Lama. Member Big Bang yg lain datang bergabung dan menghampiri Taeyang dan GD. Karna rasa gugupnya SoHee yg akan turun dari atas panggung tak sengaja menabrak TOP. Berulang kali SoHee meminta maaf pada TOP tanpa berani melihat wajahnya. SoHee tak menyadari TOP sudah mengawasinya sedari tadi.

“Kau tidak perlu meminta maaf. Aku yg salah.” Ucap TOP. SoHee mendongakkan wajahnya, jantungnya semakin berdetak kencang dan ia merasa kesulitan bernafas saat menyadari betapa dekat jarak antara wajahnya dan TOP.

Wajah SoHee memerah, ia segera berlari turun dari atas panggung. TOP tersenyum penuh arti melihat SoHee pergi meninggalkannya. Gadis itu kemudian duduk sejenak di backstage.

“Neo gwancheana?” Tanya seorang crew yg menghampirinya.

“Ne, nan gwancheanayo…” SoHee lalu bergegas pergi tak menghiraukan panggilan crew tersebut.

SoHee harus segera pulang sebelum ia ketinggalan bus terakhir ke arah rumahnya. Namun satu jam sudah SoHee di halte, namun bus yg ia tunggu tak kunjung datang. Jalanan sudah nampak sepi dan mendung-pun mulai datang. SoHee akhirnya memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki sambil berharap ia mendapat taksi atau tumpangan.

Sebuah mobil yg membawa member Big Bang berjalan melewati SoHee. Tak berapa jauh mobil itu berhenti, dan keluarlah GD. Namja itu turun dari mobil dan akhirnya menghampiri SoHee.

“Jung SoHee agashi? Apa yg kau lakukan disini?” Sapa GD. SoHee terkejut melihat GD ada didepannya. Ia tidak menjawab pertanyaan GD sehingga membuat pria itu kembali bertanya.

“Ya! Nona, ini sudah malam. Akan sangat berbahaya untuk wanita sepertimu berjalan sendirian. Apa kau ketinggalan bus? Ikutlah mobil kami” GD menarik tangan SoHee dan mengajaknya masuk ke dalam mobil.

“Aniyaa… Aku tidak mau merepotkan kalian. Terima kasih sudah menawariku tumpangan” Tolak SoHee. Ia takut akan menyusahkan mereka nantinya.

“Masuklah tidak apa-apa, kami tidak akan menculikmu. Sebelum banyak orang yg memperhatikan dan menyadari keberadaan kita” Choi Seung Hyun turun dan memperlihatkan senyum termanis yg ia punya. Member yg biasa dipanggil TOP itu mempersilahkan SoHee untuk menempati tempat duduknya. Pria itu kemudian duduk disamping Taeyang dan Seungri. Sedangkan SoHee diapit oleh Daesung dan GD.

TOP, Daesung, dan Seungri bergantian memperkenalkan diri kepada SoHee. Berbeda dengan Taeyang yg hanya diam sejak SoHee bergabung dengan mereka.

“Bukankah dia VIP, dia pasti sudah tau nama kita. Jadi buat apa memperkenalkan diri” Ucap Taeyang.

“Ya! Neo waeyo? Tidak biasanya kau seperti itu” sahut GD.

“Gwancheana. Mungkin ia lelah” SoHee berusaha mencairkan keadaan. Taeyang sepertinya sebal mendengar kata-kata SoHee. Pria itu berharap SoHee mengucapkan hal lain, namun sepertinya SoHee benar-benar tak “mengenal” Taeyang.

*fLashback*
Taeyang terlihat mengikuti seorang gadis saat pulang sekolah. Ia terus mengikuti kemana gadis itu pergi dan apapun yg gadis itu lakukan. Bukan hanya sekali atau dua kali, tapi sudah empat bulan terakhir Taeyang mengikuti gadis itu. Saat disekolah ia bertanya pada temannya tentang gadis yg ia ikuti itu. Temannya menjelaskan bahwa gadis itu -Jung SoHee- adalah siswa yg mendapat Beasiswa dari sekolah. Ia dari panti asuhan. Selama ini setelah pulang sekolah ia bekerja paruh waktu di toko buku. Banyak siswa dari sekolah mereka yg suka dengannya, namun gadis itu sama sekali tak perduli. Ia tak silau dengan harta atau ketampanan.

“Apa kau menyukainya?” Tebak teman Taeyang.

Taeyang yg gugup mencoba menyembunyikan perasaannya. “Lebih baik hilangkan perasaan sukamu itu. Pria kaya dan tampan saja tak ia hiraukan, apalagi kau? Pendek dan jelek hahaha…. Dia tidak akan pernah melihatmu” Ucap teman Taeyang membuat pria itu berfikir.
*fLashback end*

Lamunan Taeyang buyar saat SoHee turun dari mobil mereka.

“Terima kasih atas tumpangannya” gadis itu menunduk kemudian tersenyum dan melangkah pergi.

“Stop. Hentikan mobilnya” perintah GD.

“Ada apa lagi hyung” tanya Seungri.

“Kalian pulang saja dulu. Aku akan menyusul kalian segera” GD keluar dari mobil dan berlari mengejar SoHee.

GD mengikuti SoHee. Perasaannya tak enak, ia khawatir melihat gadis itu berjalan sendirian meski ia bilang rumahnya tak jauh. Ternyata perasaan GD benar, SoHee masih berjalan lagi selama setengah jam. Dijalan ia sempat bertemu dengan orang gila yg mencoba mengejarnya. Untung GD segera menghampirinya dan mengusir orang gila itu. SoHee terkejut melihat GD ada disekitar rumahnya. GD kemudian menjelaskan bagaimana ia bisa sampai berada disekitar rumah SoHee. Ia juga melihat-lihat rumah SoHee yg tak bisa dibilang rumah. Itu adalah bagasi mobil yg tak terpakai lagi. SoHee mendapatkannya gratis dari toko buku tempat ia bekerja. GD miris melihat kehidupan SoHee yg pas-pasan, tapi ia rela melihat konser Big Bang yg bisa dibilang mahal. SoHee menawarkan minuman pada GD namun ia menolak. GD beralasan sudah malam dan ia harus pulang karna teman-temannya pasti sudah menunggu. Tapi ia berjanji akan mampir lagi jika SoHee mengizinkan.

“Aku sangat tersanjung jika seorang bintang
besar sepertimu mau kembali lagi kemari” Ucap SoHee sebagai jawaban pertanyaan GD. Sebelum pergi GD sempat meminta nomr ponsel SoHee.

***

SoHee dan Big Bang sibuk dengan urusan masing-masing. Meski jarang bertemu namun GD dan SoHee masih sering bertukar kabar lewat sms dan telfon. Satu hari TOP menjalani pemotretan di studio foto yg berada di depan toko buku tempat SoHee bekerja. Usai pemotretan TOP keluar studio dan melihat seorang gadis yg sepertinya pernah ia lihat. Gadis itu terlihat kesulitan membawa box buku dan hampir terjatuh. TOP menghampiri gadis itu dan membawakan box bukunya.

“Hyunppa” pekik SoHee menyadari TOP yg menolongnya.

“Jangan berteriak, nanti ada yg mengenaliku” Ucapnya setengah berbisik.

SoHee mengerti dan menunjukkan jalan yg harus TOP tuju untuk meletakkan tumpukan box buku itu.

“Apa yg kau lakukan disini oppa?” Tanya SoHee setelah TOP meletakkan box-box itu.

“Aku baru saja menjalani pemotretan disana” TOP menunjuk gedung yg ada didepan toko buku SoHee.

“Lalu saat keluar aku melihat seorang bidadari sedang kesusahan membawa box-box itu. Aku pikir salah orang, setelak ku dekati ternyata itu benar kau. Aku kira kita tidak akan bertemu lagi” Ucap TOP yg membuat pipi SoHee memerah.

“Apa kau berharap bertemu lagi denganku” Goda SoHee.

“Ne. Sangat ingin. Aku menyesal karna malam itu tak sempat meminta nomr ponselmu atau menanyakan alamat lengkapmu” jawaban yg membuat jantung SoHee berdetak tak karuan.

“Apa pekerjaanmu masih lama? Bisakah kau menemaniku?” Tanya TOP.

“Aniya… Itu tadi tugas terakhirku. Memangnya mau kemana oppa” Tanya SoHee antusias dengan ajakan TOP.

“Kajja, ikut denganku” Tanpa berniat menjawab pertanyaan SoHee, TOP menarik tangan gadis itu ke dalam mobil. Sikap ramah, lembut dan sopan TOP membuat SoHee nyaman hingga ia sama sekali tidak merasa canggung dengan TOP meski ini adalah pertemuan kedua mereka.

TOP mengajak SoHee kesebuah pedesaan didaerah Busan. Disana ada taman yg dipenuhi bunga. Lebih tepatnya itu adalah tanah milik keluarga Choi yg ditanami berbagai macam jenis bunga. SoHee menatap kagum atas apa yg dilihatnya saat ini. Diam-diam TOP membuat rangkaian bunga yg sangat cantik untuk SoHee.

“Untukmu” TOP menyerahkan bunga yg ia rangkai sedari tadi.

“Kyaa… Benar-benar cantik” SoHee menciumi bunga pemberian TOP itu.

“Yah, beautiful like you” lirih TOP.

SoHee yg tak mendengar apa yg TOP katakan terus tersenyum dan mencium bunga-bunga itu. TOP kemudian mengajaknya ke sbuah kolam ikan. Disana banyak ikan koi berwarna warni. SoHee kembali terkagum-kagum dengan apa yg ia lihat. TOP memberi makan pada ikan-ikan itu dan SoHee mengikutinya.

“Oppa mengapa kau mengajakku kemari” SoHee membuka pembicaraan. TOP masih sibuk memberi makan ikan-ikan itu. Pria itu kemudian mencuci tangan dan mengajak SoHee duduk di ayunan yg tak jauh dari kolam tersebut. TOP menyandarkan kepalanya di pundak SoHee. Gadis itu sedikit terkejut namun ia berusaha tetap tenang.

“Aku lelah. jenuh, jadi aku mengajakmu kemari”
ucap TOP.

“Kenapa aku? Maksudku, kenapa kau mengajakku?” Belum sempat SoHee melanjutkan pertanyaannya, TOP sudah memotongnya dengan mengatakan bahwa ia menyukai SoHee.
TOP kemudian mengeluarkan sebuah kalung dengan bandul berbentuk bintang dari sakunya.

“Apa ini milikmu?” Tanya TOP.

SoHee terkejut melihat kalungnya yg hilang ada ditangan TOP. Pria itu kemudian menjelaskan bahwa ia menemukan kalung SoHee tersangkut di kalungnya. Mungkin itu terjadi saat mereka tak sengaja bertabrakan di atas panggung beberapa saat yg lalu.

“Selama ini aku slalu menyimpan dan membawanya kemanapun aku pergi. Berharap suatu saat jika aku bertemu denganmu aku bisa menyerahkannya dan mengatakan perasaanku. Aku tak pernah seserius ini sebelumnya. Aku tidak tau apa yg membuatku menyukaimu, namun sejak hari itu tiba-tiba saja kau slalu hadir dalam difikiranku. Aku bersyukur bisa bertemu denganmu dan bisa mengatakan smua ini. Jadi bisakah kau memberiku kesempatan untuk berada disisimu?” Ucap TOP dengan menatap mata SoHee lembut.

Gadis itu menunduk, matanya memerah. TOP menyentuh kedua pipi SoHee dengan kedua tangannya.

“Aku bahkan tidak punya apa-apa untuk ku banggakan. Bagaimana bisa seseorang sepertimu suka padaku? Kau bahkan tidak tau apa-apa tentangku” SoHee tak sanggup lagi menahan air matanya.

“Karna itu, berikan aku kesempatan untuk lebih mengenalmu. Aku akan membahagiakanmu. Kau hanya perlu ada disisiku dan mengurusku. Jadilah istriku” Kata-kata terakhir TOP benar-benar membuat SoHee terkejut. Gadis itu mencoba mencerna apa yg baru saja ia dengar.

TOP mengusap airmata SoHee yg terus jatuh ke pipinya. Wajahnya semakin dekat dengan SoHee, hingga bibir mereka bertemu. Entah apa yg mereka rasakan. Apa itu artinya SoHee menerima pernyataan cinta TOP? SoHee melepaskan ciuman TOP. Gadis itu seperti baru tersadar dari apa yg baru saja sudah ia lakukan.

“3 bulan, ah tidak, 2 bulan saja. Berikan aku kesempatan 2 bulan. Aku akan membuktikannya padamu. Jika dalam waktu 2 bulan itu kau masih tak bisa menerimaku, aku akan melepaskanmu” pinta TOP.

SoHee yg terisak hanya mengangguk, TOP meraih tubuh SoHee kemudian memeluknya. Ia berterima kasih pada SoHee karna telah memberinya kesempatan. Awalnya SoHee hanya diam, namun perlahan ia mulai membalas pelukan TOP.

***

SoHee sekarang pindah ke sebuah apartemen yg TOP berikan untuknya. Ia juga tak lagi bekerja di toko buku. Sekarang ia hanya bekerja didepan laptop dan menulis. Ya, ia sedang belajar menjadi seorang penulis. Dengan pengalaman yg ia dapat saat menjaga toko dan ilmu dari buku-buku yg ia baca, ia mulai belajar menulis. TOP sesekali datang ke apartemen SoHee jika ia tak ada jadwal show. Mereka sekarang sudah selayaknya kekasih pada umumnya. Member Big Bang yg lain tau jika TOP sudah mempunyai kekasih, tapi mereka tidak tau jika kekasih TOP itu adalah SoHee. Termasuk GD. GD yg akhir-akhir ini disibukkan dengan promo single terbarunya tidak sempat lagi menghubungi SoHee. Hingga akhirnya ia bermain kerumah lama SoHee namun tak menemukan gadis itu. Ia mendapatkan informasi dari tetangganya bahwa SoHee sudah pindah ± 2 bulan yg lalu. GD yg terkejut kemudian memutuskan untuk menelfon SoHee untuk memastikan keadaan gadis itu.

“Yeoboseo”

“Ya! Neo eodiga?” Pekik GD ketika mendengar suara SoHee.

“JiYoung Oppa?”

“Aish, cepat jawab pertanyaanku, dimana kau sekarang?” Tanya GD panik.

“Ne, ne, akan aku kirimkan alamatnya lewat sms, disini berisik sekali” SoHee kemudian mematikan ponselnya. GD marah karna belum selesai ia bicara namun SoHee sudah mematikan ponselnya

“Awas saja kau nanti Hee-ah” Gumam GD.

Setengah jam kemudian GD sudah sampai didepan pintu apartemen SoHee. Ia bertanya-tanya bagaimana SoHee bisa mendapatkan apartemen mahal itu. Ia bersiap-siap memencet bel pintu. Sebelum sbuah suara menghentikannya.

“Oppa”

GD mengenali suara yeoja itu. Ia berbalik dan melihat SoHee yg sedang membawa banyak belanjaan.

“Ya! Kenapa kau hanya melihatku. Cepat bantu aku, ini benar-benar berat.”

GD bergegas membatu SoHee membawakan barang belanjaannya. SoHee kemudian memencet beberapa kode pada pintu dan tak berapa lama terbukalah pintu bernomr 81 itu. SoHee lalu mempersilahkan GD masuk ke dalam apartemennya. GD melihat isi ruang apartemen SoHee. Matanya tertuju pada sesosok tubuh pria yg tertidur di sofa. Ia seperti mengenal sosok pria yg sedang tertidur itu. GD semakin mendekat, dan betapa terkejutnya saat ia mendapati TOP yg sedang tertidur disitu. Saking terkejutnya tanpa sadar ia menjatuhkan barang belanjaan SoHee yg dibawanya. Membuat SoHee terkejut dan berlari ke arah GD.

“Museum iriya oppa?” SoHee menghampiri GD.

SoHee seolah mengerti arti tatapan GD yg meminta penjelasan tentang TOP yg tidur di apartemennya. Dengan mengambil barang belanjaannya yg terjatuh SoHee mengatakan bahwa TOP kurang enak badan, ia tertidur setelah minum obat dokter tadi.

Namun bukan itu jawaban yg ingin GD dengar. GD ingin tau sedekat apa hubungan SoHee dan TOP sehingga hyungnya itu tidur di apartemen SoHee. Sambil memasukkan barang belanjaannya ke dalam lemari pendingin, SoHee menjelaskan bahwa ia dan TOP sedang berpacaran. Ia sudah berhubungan dengan TOP selama 2 bulan. SoHee bahkan balik bertanya pada GD apa TOP tidak pernah mengatakan itu padanya?

SHOCK. Itulah yg dirasakan GD. Bagaimana tidak? Gadis yg selama ini ia sukai secara diam-diam ternyata telah menjalin hubungan dengan hyungnya. Parahnya ia tidak tau itu. SoHee membangunkan TOP dengan sangat mesra, kemudian SoHee pergi ke dapur. Gadis itu tidak menyadari perubahan wajah GD. Pria itu ingin segera pergi melihat pemandangan menyakitkan yg ada didepannya itu, namun kakinya terasa berat untuk melangkah.

TOP bangun dengan wajah sedikit pucat. Ia menyapa GD seperti biasanya. GD mencoba bersikap wajar. Ia memarahi hyungnya itu karna tidak segera ke RS malah ke rumah SoHee dan menyusahkannya. SoHee kembali dari dapur membawa minuman untuk GD dan semangkuk bubur untuk TOP. Setelah mempersilahkan GD minum, SoHee menyuapi TOP dengan telaten. Membuat cemburu siapa saja yg melihat kedekatan mereka.

“Apa aku menyusahkanmu chagi-ah?” Tanya TOP pada SoHee.

“Tentu tidak oppa. Aku akan khawatir jika kau tidak ada disini” jawab SoHee.

“Ya! Saeng, kau dengar apa yg dia katakan? Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Karna sekarang aku mempunyai malaikat yg menjagaku” TOP menjulurkan lidah pada GD seperti anak kecil yg sedang pamer mainan baru.

“Kenapa kau tidak pernah cerita sebelumnya? Hyung macam apa kau ini yg menyembunyikan hal sebesar ini?” GD pura-pura marah pada TOP, padahal itulah perasaannya yg sebenarnya.

“Aku fikir kau tidak mengenalnya, bahkan melupakannya. Jadi aku tak mengatakannya” jelas TOP.

“Kau salah hyung, aku yg lebih dulu mengenalnya. Aku yg lebih dulu menyukainya, bagaimana mungkin aku bisa melupakannya.” Batin GD.

Sebenarnya itu yg ingin GD sampaikan. Tapi ia tak mungkin menghancurkan hubungan dua orang yg sangat disayanginya itu.

“Bagaimana aku bisa melupakan gadis jelek ini?” GD menunjuk SoHee dengan senyum yg sedikit ia paksakan. Akhirnya hanya kalimat itulah yg bisa
ia katakan.

***

Sudah tiga bulan sejak TOP dan SoHee memulai hubungan. Dan hari ini mereka berjanji untuk bertemu.

“Neo eodiseoyo?” TOP mencoba menelfon SoHee.

“Didepanmu oppa” Ucap SoHee sambil melambaikan tangan ke arah TOP.

Pria itu tersenyum dan bergegas menghampiri kekasihnya.

“Apa kau sudah lama menunggu?” Tanya SoHee.

“Ne, lamaaaaaaa sekali” jawab TOP dengan ekspresi lucu yg ia buat. SoHee mencium pipi TOP singkat “Mianhe” membuat TOP berlonjak-lonjak kegirangan seperti anak kecil yg baru mendapat permen.

TOP menarik tangan SoHee dan kembali mengajak gadis itu ke Busan. Ketempat mereka pertama kali memutuskan untuk menjalin berhubungan.

“Kali ini kejutan apa lagi yg akan kau berikan untukku oppa?” Tanya SoHee antusias.

“Jika aku mengatakannya sekarang, itu bukan lagi kejutan” TOP menatap SoHee dan mencium punggung tangan gadis itu.

Setelah sampai Busan, TOP mengajak SoHee untuk naik ke atas kamarnya. SoHee gugup, ia mengira TOP akan melakukan hal-hal yg tidak ia inginkan.

“Ya! Kau fikir aku ini pria seperti apa”. SoHee hanya menyengir mendengar perkataan TOP. Ia tenang, ia tau TOP bukan orang seperti itu.

SoHee membuka cendela kamar TOP, ia melihat
pemandangan indah yg ada diluar sana. TOP memeluknya dari belakang.

“Tak terasa sudah tiga bulan. Apa kau berubah fikiran?”. Tanya TOP.

SoHee menggeleng tanda tidak. “Aku tidak tau sejak kapan aku menyukaimu oppa. Yg aku tau, sekarang ruang di hatiku penuh sesak dengan namamu. Rasanya ingin meledak jika tidak melihatmu sehari saja” Ucap SoHee sambil menyandarkan kepalanya dipundak TOP. Pria itu smakin memeluk SoHee erat.

“Aku tidak ingin kehilanganmu chagi-ah”. TOP mencium kening SoHee. “Nado oppa”..

Coba lihat kesana. TOP menunjuk sudut taman yg lain. WILL YOU MARRY ME JUNG SO HEE. Sebuah ukiran bunga yg dibentuk sedemikian rupa hingga membuat sebuah kalimat yg membuat SoHee menangis haru. Tak sanggup mengatakan apapun. Ia hanya mempu mengangguk. Jawaban yg membuat TOP langsung memeluknya erat.

“Gumawo chagi-ah, Saranghae. Jeongmal Saranghae” bisik pria itu pada kekasihnya..

-TBC Part 2-

-miLanistred-

5 Komentar

  1. khunong

    Wooaaaa tabi sweet bgt sihh ,.. ahh tp kasian jidi .

  2. Bagus ceritanya… Mau baca kelanjutan nya tapi diproteksi… Boleh minta pw nya gak?…

  3. sky

    daebak thor : blh nggak minta pw buat ff lanjutan ? bls mention ya thor = @isorariliani

  4. 좋아!! ^^

    tpi knp yg pt 2 hrs di ksh pw segala? gmna mau dapet tu pw? –”

    ppfftt!

  5. thor,caranya dapet pw gimana?ngeshiperin mereka ih😦

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: