AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

FF Oneshoot “BadBoy vs Oneshot”


Seorang pria dengan keadaan terluka dibagian lengan berjalan dengan terhuyung. Sepertinya ia sudah tak bisa lagi menahan berat tubuhnya sendiri. Dengan sempoyongan ia terus mencoba berjalan hingga tak sengaja menabrak tubuh seorang gadis. Reflek gadis itu memukuli pria yg disangkanya pemabuk. Namun gadis itu terkejut ketika melihat darah mengalir deras dari lengan pria itu. Rasa iba menuntunnya untuk menolong pria yg baru saja dipukulinya itu. Gadis bertanya apa yg terjadi, namun ia tak mendapat jawaban karna pria itu lebih dulu pingsan.

“Kau sudah bangun?” Sapa seorang gadis pada seorang pria yg menggunakan perban dilengan kirinya. Pria itu tak menjawab, ia terlihat bingung dengan keadaan sekitarnya.

“Semalam kau pingsan. Aku tidak tau rumahmu, jadi aku membawamu kemari.” Gadis itu mendekat dengan membawa semangkuk bubur ditangannya.

“Makanlah. Aku mau berangkat kerja, istirahatlah dulu hingga keadaanmu membaik.” Perintah gadis itu. Namun sedetik kemudian pria itu bangkit dari tempat tidur dan bergegas mencari pintu keluar.

“Ya!! Kau mau kemana? Kondisimu belum pulih.” Gadis itu mengikuti kemana pria itu melangkah. Ia bahkan terlihat lebih panik dari pria itu sendiri.

“Rumahmu mana? Aku akan mengantarmu.”
“Namaku SoHee. Siapa namamu?”
Gadis itu melontarkan bertubi-tubi pertanyaan, namun tak satupun yg dijawab hingga membuat kesabarannya habis.

“Ya!! Apa kau bisu? Jawab pertanyaanku” Teriak SoHee. Ia berhasil mengalihkan perhatian pria itu padanya.

“Kau ini berisik sekali.” Ucap Pria itu kemudian berlalu pergi meninggalkan SoHee. Gadis itu mendengus kesal mendengar ucapan pria itu.

***

Jam menunjukkan pukul 09.00malam. Seperti biasa, saatnya SoHee pulang dari kerja. Namun kali ini ia tak langsung pulang. Persediaan bahan makanannya habis, ia harus belanja ke pasar.

Ahjumma dan ahjussi langganan SoHee sudah hafal dengan kedatangan SoHee. Gadis itu pasti akan belanja seminggu sekali. Karna itu mereka sudah menyiapkan barang-barang yg sudah dipesan SoHee. Saat gadis itu akan membayar belanjaannya, sesorang menjambret tasnya. Ia berteriak meminta tolong, namun karna saat itu sudah malam, tak banyak lagi orang yg bisa menolongnya. Terpaksa ia mengejar perampok itu sendiri. Bukan seberapa uang yg ada didalam tasnya, namun di tas itu ada barang-barang penting SoHee.

Perampok itu berhenti ditempat sepi. SoHee menghampirinya dan meminta tas-nya untuk dikembalikan. Namun rampok itu malah tertawa.

“Kau boleh mengambil semua uangku. Aku hanya butuh barang-barang yg ada di tasku itu, cepat kembalikan.” Pinta SoHee.

Perampok itu mengobrak-abrik tas SoHee, ia ingin tau benda berharga seperti apa yg disimpan SoHee didalamnya. Ia menjatuhkan semua barang yg ada dalam tas SoHee. Ada dompet, ponsel, sebuah buku, gelang, sebuah gantungan boneka panda yg telah usang, foto, dan jepit rambut.

Perampok itu tertawa mengejek SoHee. Tidak ada barang berharga di dalam tas itu. Hanya ponsel dan dompet yg berisi sedikit uang, tapi kenapa SoHee rela melawan rampok itu hanya demi barang-barang tak berharga itu.

SoHee menunduk memunguti barang-barangnya yg terjatuh. Perampok itu menginjak beberapa barang milik SoHee dan menjambak rambut gadis itu. SoHee menangis terisak, percuma ia meminta tolong, karna tidak akan ada orang yg mendengarnya ditempat yg sepi seperti itu.

Perampok itu membentak SoHee dan menyuruhnya berdiri, namun sebuah bogem mentah mendarat tepat diwajah perampok itu.

“Bos” Rampok itu terkejut melihat GD berdiri dihadapannya membela gadis itu. SoHee tak kalah terkejut, seseorang yg di panggil “Bos” itu adalah orang yg di tolongnya kemarin.

“Cepat pergi” perintah GD. Dengan segera perampok itu pergi meninggalkan GD dan SoHee.

SoHee kembali memunguti barang-barangnya dibantu GD. Pria itu mencoba mengajak bicara SoHee, namun tak satupun mendapat jawaban dari gadis itu. SoHee masih shock karna yg ia tolong kemarin adalah Bos para preman.

“Namaku Jiyong. Kau bisa memanggilku GD.”
“Jika kau di ganggu preman, sebut saja namaku.”
“Apa kau terluka? Apa orang itu tadi menyakitimu?” Tak satupun pertanyaan itu dijawab SoHee hingga GD menarik tangan gadis itu untuk mengalihkan perhatiannya.

“Bukan urusanmu. Lepaskan tanganku.” Pinta SoHee. Akhirnya GD melepaskan gadis itu dan membiarkannya pergi meninggalkannya.

***

SoHee baru saja pulang kerja, ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang tanpa berniat barganti pakaian atau melepas sepatunya terlebih dahulu. Diluar rumahnya terdengar suara gaduh, namun ia tak menghiraukannya. Hingga ia mendengar suara pintu rumahnya terbuka.

Siapa? Pikir SoHee. Ia tidak memiliki saudara atau keluarga. Teman-pun tidak mungkin datang dimalam hari, apalagi tanpa mengetuk pintu. SoHee memutuskan melihat keluar, dan ia sangat terkejut saat melihat GD ada didalam rumahnya. Gadis itu berteriak pada GD agar pria itu segera meninggalkan rumahnya.

“Ada razia diluar, aku janji akan segera pergi setelah polisi itu pergi.” Pinta GD

“Polisi? Dimana? Aku bahkan ingin memberitahu mereka bahwa ada Bos preman disini.” Ucap SoHee sarkastis. Gadis itu berniat membuka pintu namun GD menghalanginya.

“Lepaskan atau aku akan berteriak.” Ancam SoHee.

Namun sebelum itu terjadi GD sudah lebih dulu membungkam bibir SoHee dengan sebuah ciuman. Gadis itu meronta, memukul GD dan memintanya untuk melepaskan ciumannya, namun pria itu semakin mendorong SoHee. Tangan kekar GD mengunci SoHee agar gadis itu tak bergerak.

Setelah mendengar suara sirine mobil polisi semakin menjauh. GD mulai melepaskan ciumannya pada SoHee. Gadis itu terduduk dan menangis, sedangkan GD menyentuh dadanya. Ia merasakan getaran disana. Getaran yg tak biasanya ia rasakan pada seorang gadis. GD duduk mensejajarkan tubuhnya dengan SoHee. Pria itu berulang kali meminta maaf pada SoHee dan memeluknya. SoHee hanya terisak di pelukan GD sembari terus memukuli dada bidang GD.

***

Sejak kejadian malam itu, hubungan mereka semakin dekat. Entah sebagai kakak adik atau hubungan antara seorang pria dan wanita. Yg jelas GD ingin melindungi SoHee. Meski SoHee menolak dan mengusirnya tapi tak membuatnya jera, hingga kini menjadi sebuah kebiasaan bagi GD untuk pulang kerumah SoHee.

SoHee kini sedang memasak makanan kesukaan GD. Ia ingat hari ini adalah hari ulang tahun GD, karna itu dia ingin memberikan sesuatu yg special untuk GD. Satu jam berlalu, dua jam berlalu namun tak nampak kedatangan GD hingga SoHee tertidur di meja makan. Saat ia terbangun, ia melihat makanan didepannya telah habis. SoHee menyadari bahwa GD baru saja pulang. Gadis itu bergegas keluar, berharap pria yg sedari tadi ditunggunya itu masih disekitar rumahnya, namun sepertinya itu hanya harapannya saja. SoHee akhirnya memutuskan untuk mendatangi GD ditempat biasanya ia berada bersama teman-temannya. Namun SoHee datang diwaktu yg salah. Saat SoHee datang, sedang ada keributan antara GD dan Jepp Blackman.

SoHee melihat Jepp dipukuli oleh GD hingga wajahnya lebam. SoHee menghampiri mereka dan memisahkan pertengkaran itu. GD terkejut melihat kehadiran SoHee. Pria itu marah karna SoHee berani datang ke tempat yg sudah dilarangnya itu. Bukannya tanpa alasan GD melarang SoHee untuk datang kesana, itu semua karna GD tak ingin SoHee menjadi sasaran musuh-musuh GD. Jika orang lain tau GD punya kelemahan, yaitu ada ‘seorang gadis’ yg ingin ia lindungi, maka ia akan dengan mudah ditundukkan.

Malam itu GD benar-benar marah. Dihadapan teman-temannya ia bahkan membentak SoHee hingga mata gadis itu berkaca-kaca. Meski ia tau GD kasar, tapi sebelumnya pria itu tidak pernah semarah ini padanya. Tanpa memandang wajah SoHee, GD mengusir gadis itu. Pria itu tidak bisa melihat SoHee menangis karna sikap kasarnya. Ia meminta SoHee segera pulang karna sudah larut malam. Ia berjanji segera menyusul SoHee pulang.

***

Keu nal bameun naega neomu shim hesseo
(Aku terlalu kasar malam itu)

Niga jinjjaro ddeona kal juleun mollasseo
(Ku tak tahu kau akan benar-benar pergi)

Naega “mianhae” i mal han madi eoryeoweoseo
(Kata “Maafkan aku” ini terlalu sulit untuk kita)

Urin kkeut kkajiga nae seong gyeoki deoreoweoseo
(Bahwa kita akan berakhir karena sifat pemarahku)

Maldo an dweneun illo datugi reul haru aedo
su ship beon
(Kita bertengkar lebih dari hal bodoh sepanjang hari)

Neon ulmyeonseo dwicheo naga nan ju wereul duribeon
(Kau menangis ku memandang sekeliling dan berpikir)

Dashi dora ogetji naeil imyeon
(Dia akan kembali lagi besok.)

Bunmyeon meonjeo yeollaki ogetji achimimyeon
(Dia pasti yg pertama akan menghubungiku di pagi hari)

Baby nan mothae neomu na mot dweseo
(Sayang, aku tak bisa, aku terlalu buruk)

Deo jal haejugo shipeun dae jal andwe
(Aku ingin menjadi baik untukmu, tetapi ini sulit)

Everyday & night I’m so mean
(Setiap hari dan malam aku bersungguh-sungguh)

Cuz I’m so real so I’m sorry (but I can’t change)
(Karena aku begitu bersungguh-sungguh, jadi maafkan aku (tapi aku tak bisa berubah))

Niga sarang haneun naneun Sorry I’m a bad boy
(Aku, yg kau cintai, Maaf aku lelaki yang jahat)

Keudae charari ddeona jal gayo you’re a good girl
(Ya, tinggalkan saja aku, selamat tinggal, kau gadis yg baik)

Shigan kalsurok nal almyeon eun alsurok shilmang man namagetjiman
(Semakin waktu berlalu, semakin kau mengenalku hanya kekecewaan yg tersisa, tapi)

Baby don’t leave me I know you still love me
(Sayang, jangan tinggalkan aku, aku tahu kau masih mencintaiku)

Wae keura soljikhi na malhae niga pilyo hae
(Kenapa, ya, aku kan katakan yg sebenarnya padamu, aku membutuhkanmu)

My lay lay lay lay lady my lay lay lay lay lady
(My lay lay lay lay lady My lay lay lay lay lady)

Pagi-pagi sekali GD pulang kerumah SoHee. Ia berharap SoHee mau memaafkan perbuatannya semalam, namun rumah itu kini sudah kosong. Setelah pertengkaran malam itu, SoHee mengemasi barang-barangnya dan pergi meninggalkan rumah. GD hanya bisa menyesali perbuatannya. Yg tertinggal sekarang hanyalah kenangannya dan SoHee. Pria itu berteriak dan memukul apa saja yg ada dihadapannya untuk meluapkan kemarahannya.

SoHee sedang melamun di pinggir jalan. Ia tidak tau harus kemana tanpa tujuan yg jelas. Sebuah mobil berhenti dihadapannya. Turun 2 orang laki-laki yg menarik kopernya dan memaksanya masuk ke dalam mobil. Awalnya SoHee menolak, namun karna ia mengenali salah seorang dari mereka akhirnya ia mau masuk, pria itu adalah “Jepp Blackman”.

“Ya!! Bukankah kau orang yg dipukuli GD oppa semalam?” Tanya SoHee pada Jepp.

“Ya.” Jawab Jepp singkat.

“Lalu kenapa kau membawaku? Apa kau mau menculikku? Aish, itu percuma. GD oppa tidak akan menolongku.” Jelas SoHee. Jepp tak menanggapi ucapan SoHee. Namun gadis itu terus saja berbicara hingga membuat Jepp dan teman-temannya pusing.

“Baiklah jika kalian ingin menculikku. Aku sangat berterima kasih. Setidaknya ada yg menampung dan memberiku makan. Karna aku pergi dari rumah dan tidak punya tempat tinggal jadi sekarang aku tidak khawatir lagi. Oh ya, nanti kalau sudah sampai bangunkan aku ya. Aku benar-benar lelah. Aku ingin tidur dulu.” Pesan SoHee pada Jepp. Gadis itu bahkan menepuk pundak Jepp untuk memastikan pria itu mendengar ucapannya. Tak lama kemudian SoHee sudah tenggelam dalam tidurnya. Jepp Blackman dan teman-temannya heran dan bingung melihat tingkah SoHee. Baru pertama kali ini mereka menculik seseorang yg sama sekali tidak perduli dengan keselamatan nyawanya. Bahkan ia masih bisa tidur.

***

Sudah beberapa hari sejak SoHee diculik oleh Jepp Blackman, namun pria itu belum memberitahu GD tentang hal ini. Teman-teman Jepp mulai mengingatkan tujuan awal mereka menculik SoHee. Sedangkan gadis yg mereka culik sekarang sedang sibuk membuatkan makanan buat mereka.

“Kalian lihat, apa kalian pernah melihat sandera seperti itu? Dia bahkan memasakkan makanan untuk kita” Ucap Jongup salah satu teman Jepp yg terlihat frustasi melihat kelakuan SoHee.

“Tapi aku lebih suka melihatnya banyak tingkah seperti itu daripada mendengarnya terus berbicara membuat telingaku tuli.” Sahut Himcan.

Jepp dan teman-temannya membicarakan SoHee, tanpa mereka sadari gadis itu sudah berdiri dibelakang mereka dengan mengangkat kedua tangannya diatas pinggang.

“Apa kalian sedang membicarakanku eoh?” Suara SoHee menggema membuyarkan pembicaraan Jepp dan teman-temannya. Selanjutnya yg terjadi adalah suara kegaduhan SoHee yg sedang mengejar Jepp dan teman-temannya.

Setelah makan malam, Jepp terlihat melamun sendiri di depan cendela. SoHee menghampirinya dan menanyakan keadaan Jepp. Dari sana SoHee tau jika dulu hubungan Jepp dan GD sangat baik. Namun karna suatu peristiwa membuat mereka jadi seperti sekarang ini.

*flashback*
Seorang remaja berusia 18tahun yg bernama “Jungsu” sedang tergolek lemah disebuah ranjang. Sedangkan seorang anak laki-laki berumur 10tahun “Yongguk” (Nama kecil Jepp) duduk disamping ranjang dan menjaganya. Ia ingat akan pesan salah satu hyungnya “Jiyong” (Nama kecil GD) yg berusia 2tahun lebih tua darinya agar menjaga Jungsu sementara ia bekerja mencari uang. Mereka bukanlah saudara kandung, mereka hanyalah sekumpulan anak-anak jalanan. Selama ini Jungsu sudah bekerja keras mencarikan uang untuk hidup Jiyong dan Yongguk dan beberapa anak yg lain. Namun sekarang “malaikat penolong”-nya itu sedang sakit. Mereka sibuk mencari uang agar bisa menyembuhkan Jungsu. Saat Jiyong dan yg lain sibuk mencari uang, beberapa orang berjas hitam datang dan membawa Jungsu pergi. Yongguk yg saat itu masih kecil tidak bisa melakukan apa-apa. Itu membuat Jiyong benar-benar marah pada Yongguk karna tak bisa menjaga Jungsu. Sejak saat itu sikap Jiyong berubah pada Yongguk. Jiyong tidak akan memaafkan Yongguk sebelum ia menemukan Jungsu kembali. Jiyong dan Yongguk sebenarnya bukanlah orang-orang jahat. Namun kehidupan di jalananlah yg membuat mereka menjadi seperti sekarang ini.
*fLashback end*

Mendengar cerita Jepp, SoHee teringat akan seseorang yg dipanggilnya “Oppa”. SoHee tidak pernah tau nama teman laki-laki masa kecilnya itu. Namun ia slalu memanggilnya Oppa. “Oppa”-nya itu selalu datang ke panti asuhan SoHee saat kecil dan mengajaknya bermain, menceritakan hal-hal lucu dan selalu memberinya hadiah. Terakhir kali ia bertemu dengan “Oppa”-nya adalah saat SoHee baru pulang sekolah. Saat itu “Oppa”-nya dalam keadaan pucat, darah sempat mengalir dari hidungnya, membuat SoHee kecil menangis ketakutan. “Oppa” menenangkannya dan mengatakan pada SoHee agar mau menunggunya kembali. SoHee harus menyimpan barang-barang yg sudah “Oppa” berikan, agar suatu saat nanti “Oppa” mudah menemukan SoHee. Oleh karna itu SoHee sangat ingin mempertahankan tas-nya saat beberapa waktu rampok itu merampas tasnya. Karna didalam tas itu ada banyak pemberian “Oppa”-nya.

“Ya!! Pabbo yeojah, apa yg sedang kau fikirkan?” Jepp menyadarkan SoHee dari lamunannya.

“Ah ya, maaf. Aku hanya teringat pada seseorang. Lalu apa rencanamu sekarang? Apa aku bisa membantumu?” Tawar SoHee.

“Awalnya aku ingin memanfaatkanmu untuk membuat kesepakatan dengan Jiyong hyung, namun aku mengurungkannya.” Jawab Jepp.

“Diurungkan? Kenapa?” Tanya SoHee penasaran.

“Karna…… Karna kau bodoh.” Ucap Jepp kemudian berlari sebelum SoHee menangkap dan memukulinya.

***

Jepp mengantarkan SoHee berbelanja bahan makanan untuk malam ini. Tak disangka mereka bertemu dengan anak buah GD. Karna kalah jumlah, dengan mudah Jepp dan SoHee ditangkap. Preman-preman itu menyekap Jepp dan SoHee, mereka lalu menghubungi pimpinan mereka “GD”.

Tak lama kemudian GD datang. Pria itu senang karna bisa melihat SoHee kembali, namun ia tak suka mengetahui kenyataan SoHee ditangkap bersama Jepp.

GD meminta anak buahnya untuk melepaskan kedua orang itu. Namun anak buah GD tak terima. Mereka ingin setidaknya GD memberi pelajaran pada Jepp karna telah menculik SoHee.

SoHee membantah tuduhan anak buah GD. Gadis itu membela Jepp dengan mengatakan bukan Jepp yg menculiknya, tapi ia-lah yg mengikuti Jepp. Dan itu membuat GD terkejut.

“Dasar bodoh. Mengapa kau selalu mengatakan hal bodoh itu? Tidak bisakah kau sedikit saja lebih pintar?” Marah Jepp pada SoHee. Ia merasa bersalah tidak bisa melindungi SoHee. Yg ada malah ia yg dilindungi SoHee.

“Meski aku bodoh tapi aku tidak tidak suka berpura-pura. Aku tau dimata kalian ada perasaan rindu yg mendalam. Sebenarnya kalianlah yg bodoh. Untuk apa kalian membuang waktu untuk bertengkar? Bukankah lebih baik kalian bersatu untuk mencari Hyung kalian itu” Sindir SoHee.

GD menatap SoHee dan Jepp. SoHee bisa melihat ada airmata disudut mata GD, namun pria itu berusaha terlihat baik-baik saja. Tidak seperti Jepp yg ada disebelah SoHee, pria itu tak lagi bisa menahan airmatanya.

“Jiyong hyung, tolong maafkan aku. Aku tau aku bersalah karna tak bisa menjaga Jungsu hyung. Tapi saat itu aku benar-benar tak bisa melakukan apa-apa.” Jelas Jepp.

“Apa kau mengenalnya sejak dulu bos?” Tanya salah satu anak buah GD.

“Tidak. Aku tidak mengenalnya.” Jawab GD dingin.

“Kalau begitu tidak apa-apa kan jika kami membunuhnya”

GD, SoHee, dan Jepp terkejut mendengar ucapan salah satu anak buah GD. Preman itu kemudian mengeluarkan pestol dari dalam saku celananya.

“Andwae” Teriak GD.
“Jangan sentuh dia, atau aku yg akan membunuhmu dengan tanganku sendiri” Lanjut GD. Membuat semua orang yg berada disitu terkejut mendengar ucapan GD.

“Jadi sepenting itu dia bagimu? Hahaha…. Sebelum kau membunuhku, aku yg akan terlebih dulu membunuhmu”

Preman itu menembak kaki kanan GD, membuat pria itu jatuh terduduk dan meringis kesakitan. SoHee hanya bisa menangis melihat keadaan semakin gawat. Ia menyesali ucapan bodohnya yg membuat keadaan semakin rumit.

Preman itu kemudian mengarahkan pestolnya pada Jepp dan ia bersiap menembak.

“Hanya satu tembakan. Katakan keinginan terakhirmu” Ancam preman itu.

“Dorr”

Sebuah tembakan mengenai kaki preman itu sebelum ia sempat menembak Jepp. Tak lama kemudian datang beberapa polisi meringkus semua preman yg ada ditempat itu. Seorang pria bertubuh tinggi dan berotot terlihat panik saat melihat kaeadaan GD.

“Jiyong-ah, bertahanlah.”

Suara itu, suara yg sudah sangat dikenal GD, Jepp, maupun SoHee. Meski penampilannya terlihat berbeda, namun mereka tidak akan melupakan suara itu, suara milik Jungsu.

“Cepat bawa dia ke Rumah Sakit” Perintah pria itu pada temannya yg lain.

“Hyung” Ucap GD lirih, kemudian menutup matanya. Dengan segera GD dibawa ke RS.

Dengan berlinangan air mata pria itu mendekati kedua orang yg masih terikat di kursi.

“Kalian baik-baik saja kan? Aku harap aku tidak terlambat.” Ucapnya dengan membuka tali yg mengikat tubuh Jepp.

“Apa itu benar kau hyung? Jungsu hyung. Apa ini benar-benar kau?” Tanya Jepp.

Pria itu hanya mengangguk menjawab pertanyaan Jepp. Setelah ikatannya terbuka, Jepp segera memeluk Jungsu.

“Hyung, aku benar-benar merindukanmu. Kemana saja kau selama ini? Mengapa tidak pernah memberi kabar kepada kami?” Jepp menangis seperti anak kecil dipelukan Jungsu.

“Maaf, aku harus meninggalkan kalian. Aku tidak bisa menjaga kalian dengan baik. Aku akan ceritakan nanti, setelah Jiyong sadar”

“Yaaaaaa!!!! Apa kalian akan meninggalkanku sendiri dengan keadaan seperti ini!!” Marah SoHee pada kedua pria yg ada didepannya itu.

Jungsu menghampiri SoHee. Pria itu duduk didepan SoHee dan menghapus sisa airmata yg menetes dipipi SoHee.

“Kau sudah besar sekarang, dan kau sangat cantik. Kau tidak akan lupa dengan janjimu padaku kan?” Tanya Jungsu.

SoHee tak bisa menahan airmatanya saat ia tau jika yg ada didepannya itu benar-benar “Oppa”-nya, “Oppa” yg dulu selalu menemaninya, menghiburnya, dan memberinya hadiah.

“Oppa, Oppa, apa itu kau orangnya? Apa kau Oppa-ku?”

Jungsu mengangguk mendengar ucapan SoHee. Pria itu kemudian membuka ikatan yg melingkar ditubuh SoHee.

“Apa kau tidak ingin memelukku?” Tanya Jungsu pada SoHee setelah ia melepaskan ikatan SoHee.

“Tidak!! Aku tidak ingin memelukmu. Aku hanya ingin membunuhmu sekarang juga.” Ucap SoHee kemudian memeluk Jungsu erat.

“10tahun. Sudah 10tahun aku menunggumu oppa. Aku hampir putus asa dengan harapanku. Tapi setiap mengingat barang-barang yg kau berikan padaku aku tak bisa melupakanmu. Aku yakin suatu saat nanti kau akan kembali, kau bukanlah orang yg akan mengingkari janji.” Oceh SoHee disela-sela tangisnya. Membuat Jepp datang menghampiri mereka dan melihat penuh tanya.

***

Jungsu, SoHee, dan Jepp sedang berada diruang perawatan GD. Sampai saat ini pria itu belum sadar meski dokter menjelaskan tidak ada luka serius pada GD.

Jungsu mulai bercerita bagaimana dia bisa menghilang hingga sekarang. Jungsu sebenarnya adalah anak dari orang kaya. Saat itu ia sedang sakit parah dan lebih memilih menjaga anak-anak jalanan seperti Jiyong dan Yongguk daripada berobat. Hingga ayahnya memerintahkan pengawal untuk membawa Jungsu pulang dan berobat diluar negri. Sebelum ia berangkat ke luar negri, ia menemui SoHee kecil dan memintanya untuk menunggu. Saat diluar negri, Jungsu berusaha keras agar ia bisa sembuh dan bisa kembali lagi ke Korea. Namun ayahnya melarang sebelum Jungsu menjadi orang yg sukses, ia tak boleh kembali ke Korea, karna itu ia tak bisa memberi kabar atau menghubungi Jiyong, Yongguk ataupun SoHee.

“Benarkah? Kalau begitu kau harus membayar hutang 10tahunmu itu pada kami” Sahut GD dengan mata yg masih tertutup.

Jungsu, SoHee dan Jepp datang menghampiri ranjang GD. Mereka bersyukur GD sudah sadar. Pria itu kemudian berusaha duduk dibantu SoHee.

“Kau yg sudah membuatku jadi seperti ini hyung. Jadi kau harus bertanggung jawab.” Ucap GD dingin.

“Aku akan bertanggung jawab pada kalian semua. Berhentilah bertengkar dan menjadi preman, kalian harus menjadi tangan kanan dan kiriku. Dan kau nona SoHee, kau harus menjadi istriku. Eottokhe?” Jungsu memeluk bahu SoHee. Jungsu juga bertanya kepada kedua adiknya itu apa mereka akan tetap saling diam seperti itu?

“Yongguk-ah, kemarilah.” GD memanggil Jepp dan memeluknya.“Maafkan aku. Aku tidak bisa menjadi kakak yg baik untukmu. Maaf aku terlalu egois. Maaf, aku benar-benar minta maaf untuk semua yg sudah ku lakukan padamu”

Kedua mantan preman itu saling berpelukan dan menangis. Menggelitik SoHee untuk menggoda mereka.

“Baru kali ini aku melihat preman-preman menangis. Jungsu oppa, mereka sudah pernah jahat padaku. GD oppa pernah menciumku secara paksa, sedangkan Jepp dia berani menculikku” SoHee mengadukan kelakuan GD dan Jepp pada Jungsu.

“Ya!!! Pabboya!!! Sudah ku katakan jangan terlalu bodoh, mengapa kau selalu mengatakan hal-hal bodoh seperti itu. Aku menyesal pernah menculik orang sepertimu yg menghabiskan makanan dan membuatku pusing” Oceh Jepp frustasi. Sedangkan GD hanya bisa menahan malu. Jungsu menjewer pelan telinga Jiyong dan Yongguk.

“Ini hukuman buat kalian karna berani-beraninya menyakiti calon istriku.”

Setelah menghukum GD dan Jepp, Jungsu menghampiri SoHee. “Kau juga harus mendapat hukuman chagiah” Bisik Jungsu pada telinga SoHee. Gadis itu melotot mendengar ucapan Jungsu. Tak lama kemudian Jungsu sudah mengecup bibir SoHee singkat. Membuat GD dan Jepp mendengus kesal dengan hukuman yg didapat SoHee.

-Epilog-
Kenakalan remaja tak seharusnya menjadi kebiasaan. Masa muda adalah masa yg indah, yg akan slalu dikenang hingga tua. Melindungi diri dengan ilmu dan pengetahuan. Mengisi masa muda dengan cita dan cinta lebih baik daripada berpegang pada senjata. Menjadi “Badboy” yg sewajarnya tanpa berbuat anarkis. Hidup hanya sekali, “Oneshot”, satu pilihan. Pilih jalan masing-masing dan jalani kehidupanmu. Jangan pernah menyesal dan menengok kebelakang.

Di usia Jungsu ke-30 tahun ia telah menjadi Pengusaha Muda tersukses di korea. Namanya dikenal luas banyak orang karna jasanya membuat sekolah dan rumah singgah untuk anak-anak jalanan. Mengajari mereka hal-hal positif agar terus berkreatifitas. Mengembangkan bakat mereka dibidang dance dan menyanyi. Dengan dibantu 2 orang kepercayaannya, Jiyong dan Yongguk. Mereka berhasil merebut perhatian pemerintah Korea Selatan hingga menjadi duta Unicef.

Membuat Tuan Park, ayah Jungsu benar-benar bangga akan anaknya. Orang paruh baya itu sedang sibuk bermain kuda-kudaan dengan seorang anak kecil dipunggungnya dan melihat berita di tv. Ia begitu menikmati masa tuanya. Bahagia melihat anaknya berhasil. Seorang wanita muda menghampirinya dengan membawa secangkir teh manis, ia kemudian menurunkan anak kecil yg sedari tadi duduk dipunggung orang tua itu. Ia adalah SoHee, yg sudah menikah dengan Jungsu dan mempunyai anak bernama JungHee. Meski mempunyai banyak uang, mereka lebih memilih hidup sederhana, yg penting bisa berkumpul bersama orang yg mereka sayangi.

-END-

-miLanistred-

5 Komentar

  1. Wah, keren thor. Dari ff nya kita bisa mengerti pesan yg disampaikan author. Ini berkesan di hati gua thor, daebak d(‘o’)b

    Badboy vs oneshot
    Bigbang vs B.A.P
    Kekeke

    • Terimakasih🙂
      Entah kenapa setiap tiap ada kata “Bad Boy” itu selalu kepikiran Big BAP😀 mungkin karna mereka itu BEDA. Mereka selalu tampil garang dan jantan secara alami, tanpa dibuat2, dan aku menculik Leeteuk karna aku rasa emang cocok jadi malaikat penolong :’)

  2. achan gimbelz

    setelah baca ceritanya, baru ngerti maksud dr judulnya.. kkk ^^
    tapi bagus thor ceritanya. gua suka🙂
    keep writing thor ^^9

  3. Shinhye

    Ini beneran gaketebak ceritanya kirain soheenya bakalan sama GD. Sukaaaa bgt sama alurngaa^^

  4. gk nyangka akhirnya mlah sama jungsu,padahal awalnya kupikir sm GD gk terduga bnget,kerennn…

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: