AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

FF Oneshoot “Rain Sound”


“Jangan sentuh wanitaku!!” – Leeteuk

“Perbedaan lugu dan bodoh itu tipis. Aku bodoh atau lugu?” – SoHee

“Aku jatuh cinta padanya saat hari hujan, dan hujan jugalah yg akan menghapus jejaknya” – Yong Guk

***

Hujan deras mengguyur kota Seoul sore itu. Seorang pemuda sedang cemas menunggu sebuah bus. Berulang kali ia melihat jam yg melingkar ditangan kekarnya. Sesekali
mengutak-atik ponselnya yg mati karna terkena air hujan. Ia mengacak rambutnya kesal.

Wajahnya berubah cerah ketika ia melihat sebuah bus datang menghampirinya. Ia segera masuk dan mencari tempat duduk. Hanya tinggal satu tempat, disebelah seorang gadis yg sedang sibuk melihat hujan turun dari dalam cendela.

Pemuda itu berbicara pada gadis itu agar ia mau berbagi tempat duduk. Namun tak ada jawaban. Ia mencoba kembali, namun hasilnya tetap saja sama. Gadis itu seperti sibuk dengan dunianya sendiri. Menikmati setiap titik air hujan yg turun.

Dengan terpaksa pemuda itu duduk dengan posisi yg kurang nyaman. Ia menghembuskan nafas kasar.

“Sepertinya kau benar-benar sial hari ini Yong Guk”

Yong Guk – nama pemuda itu. Ia sedang meratapi kesialan yg menimpanya secara bertubi-tubi. Pagi tadi ia terlambat latihan. Lalu ban mobilnya juga bocor saat ia ada janji, hingga mengharuskannya naik bus seperti sekarang. Sialnya lagi ia kehujanan saat menuju halte hingga membuat ponselnya mati. Ia juga harus menunggu bus yg tak kunjung
datang, padahal ia sudah telat pulang ke dorm.

Neoran yeojan hollanseureoun mundap
(Kau adalah gadis yg memberikan pertanyaan dan jawaban yg membingungkan)

Nan ibeul damunda
Sarangeul ibyeore mutda
(Aku memendam cinta yg terkunci dalam bibir)

Dan sekarang ia bertemu dengan seorang gadis yg membuatnya kesal. Yong Guk melihat gadis itu dari atas hingga ke bawah. Ia berfikir gadis itu tuli atau mengalami gangguan pendengaran. Matanya seolah tak percaya saat ia melihat sebuah kabel yg menjuntai dari telinga hingga saku celananya.

Rambut panjang tergerai menutupi telinga. Tidak ada yg tau bahwa -SoHee- gadis itu sedang memakai earphone. Kepalanya menggeleng-geleng dan mengangguk-ngangguk
membuat Yong Guk menahan emosi. Ia berniat menarik earphone SoHee dan memarahinya. Namun…….

I bissoriga ni moksorinji
Nal bureuneun sorinji naman neol saenggakhani
I biga nareul wirohaejulkka
Ireon nae mameul alkka jakku niga saenggangna

Gadis itu menyanyi lirih namun masih dapat didengar Yong Guk. Membuat pemuda itu membatalkan niatnya untuk memarahi gadis itu. Bukan karna suara gadis itu, melainkan lagu yg dinyanyikannya.

Changbakken ijoborin bibarami bunda
(Badai berhembus diluar cendela)

Rasa jengkelnya hilang seketika saat ia mendengar gadis itu menyanyikan lagunya. Ia tersenyum bangga karna ada orang yg menyukai lagunya. Saking senangnya ia tak menyadari gadis disampingnya menatapnya aneh. Yong Guk kembali bersikap cool, hujan badai diluar mengiringi perkenalan
mereka.

Yong Guk mengulurkan tangannya dan gadis itu menyambutnya.
“Yong Guk imnida”
“SoHee imnida”

Seperti tersihir akan pesona SoHee, tak hanya berkenalan Yong Guk juga meminta nomer ponsel SoHee. Ia juga menanyakan tentang lagu yg dinyanyikan SoHee.

“Aku mendengar kau menyanyi tadi. Suaramu cukup indah.” Puji Yong Guk

“Aku sangat menyukai lagu itu. Tapi aku bukan fans mereka. Aku ELF”

Yong Guk sedikit kecewa mendengar penuturan SoHee. Pantas jika SoHee tak mengenalnya. Tapi setidaknya SoHee menyukai lagunya.

Mungkin karna mereka seumuran, Yong Guk dan SoHee jadi begitu cepat akrab. Dan Yong Guk seperti terkena syndrome Jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia mendengar apapun yg SoHee katakan, ia bahkan tak berkedip saat menatap SoHee. Menikmati setiap inchi karya Tuhan yg tercipta begitu indah dihadapannya.

“Yong Guk-sshi, bisakah kau memberiku jalan? Aku harus turun.”

SoHee menyadarkan Yong Guk yg terus menatapnya. Karna merasa malu Yong Guk hanya bisa menggaruk kepalanya yg tak gatal. Ia kemudian berdiri dan mempersilahkan SoHee meninggalkannya meski sebenarnya ia tak rela.

“Mianhe, silahkan”

Yong Guk melihat sebuah buku catatan tertinggal ditempat duduk SoHee. Ia berusaha memanggil gadis itu, namun bus sudah kembali berjalan. Yong Guk tersenyum penuh arti. Setidaknya ia punya alasan untuk kembali bertemu dengan SoHee.

***

Sebyoge deutneun radio sorien iksukhan eumakdeul
(Dini hari musik-musik terkenal terdengar dari radio)

Ni senggangnagien ttak joa
(Saat yg tepat untuk memikirkanmu)

Bioinneun kopijan du ge
(Dua cangkir kopi yg telah kosong)

Niga omneun jari nan weroumgwa datune
(Tanpamu aku bertarung dengan rasa sepi di sini)

Yong Guk tak bisa tidur malam ini. Ia slalu teringat SoHee. Yong Guk memeluk buku catatan SoHee dan merasakan detak jantungnya berdetak kencang meski hanya menyebut namanya. Himchan menggodanya, meminta Yong Guk mengatakan perasaannya saat mereka bertemu kembali nanti. Jong Up yg tiba-tiba datang merebut buku
yg dibawa Yong Guk.

“Apa ini hyung? Sejak kapan kau mempunyai buku harian?”

Jong Up merebut buku SoHee dari dekapan Yong Guk. Ia berlari menghindari kejaran Yong Guk. Jong Up yg mengira itu adalah buku harian Yong Guk, ia membuka buku itu dan
membacanya keras.

~ Apa aku perlu alasan untuk mencintaimu? ~

~ Hatiku adalah milikku sendiri. Aku berhak menyukai siapa saja. Jadi jangan pernah menyuruhku untuk berhenti menyukaimu ~

~ Aku menyukaimu seperti aku menyukai hujan. ~

~ Hatiku adalah rumahmu, tempat kembali disaat kau lelah ~

~ Bisakah kau menghitung jumlah tetesan air hujan? Sebanyak itulah cintaku. ~

Jong Up tak sempat membaca bagian lain buku SoHee karna Yong Guk lebih dulu mengambilnya kembali.

“Apa itu hyung? Lirik yg kau buat untuk lagu baru kita?” Tanya Jong Up

“Wah dia romantis juga. Pantas saja teman kita yg kasar dan keras kepala ini menyukainya. Aku jadi penasaran.”
Sahut Himchan.

Yong Guk menatap tajam Jong Up dan Himchan secara bergantian. Ia kesal kepada kedua teman sekamarnya itu
yg terus menggodanya.

***

Najocha chuoge jamgineunde non ottolkka?
(Aku mengunci diriku dalam kenangan
bagaimana denganmu?)

I nalssi on-gi seuchineun baramkkajido giogi nalkka?
(Akankah aku mengingat musim ini, kehangatan ini, hingga angin yg menyentuh?)

Geujo jinagan heukbek pilleum chorom ichyojil saram
(Orang terlupakan seperti di film hitam putih yg tlah lalu)

Ajikdo nol geuriwohada nan jami deuro
(Aku masih merindukanmu bahkan saat tertidur)

Bi nerineun bam oneureun nan jam mot irwo
(Malam ini hujan turun, dan aku tak bisa tidur)

Yong Guk mengajak Himchan untuk menemui SoHee. Mata Yong Guk tak henti-hentinya menjelajah tiap orang yg melewatinya, berharap ia menemukan wajah gadis yg sudah membuatnya tak enak makan dan tidur beberapa hari ini.

Himchan meminta Yong Guk untuk menelfon SoHee, karna Himchan bingung melihat tingkah Yong Guk yg berjalan kesana kemari menunggu kedatangan SoHee.

“Ide bagus. Seharusnya kau mengatakannya daritadi.” Rupanya pertemuannya dengan SoHee membuat Yong Guk sedikit kehilangan akal sehat.

Yong Guk menekan beberapa nomer dan mencoba menghubungi SoHee. Namun SoHee tak kunjung mengangkat telfonnya. Ia mulai khawatir, tiba-tiba sebuah batu kerikil mendarat tepat dipelipisnya.

Himchan menutup mata, tidak bisa membayangkan apa yg akan terjadi saat Yong Guk marah. Yong Guk sibuk
mencari seseorang yg sudah melemparinya batu.

Matanya tertuju pada seorang gadis yg saat ini sedang menendang apa saja yg ada dihadapannya. Sepertinya ia kesal. Amarah Yong Guk mereda saat ia melihat ternyata gadis itu adalah SoHee. Yong Guk segera berlari ke arah SoHee. Gadis itu masih saja menendang apapun yg ada dihadapannya termasuk kaki Yong Guk yg baru saja menghampirinya. Yong Guk kembali merintih kesakitan.

SoHee terkejut dengan kedatangan Yong Guk yg tiba-tiba. Karna merasa bersalah SoHee menarik tangan Yong
Guk dan mengajaknya duduk disebuah bangku yg tak jauh dari mereka. SoHee mengobati luka memar Yong Guk akibat tendangannya. Ia mengeluarkan minyak dari dalam
tasnya dan mengoleskannya pada kaki Yong Guk. Tangan mungilnya memijit lembut kaki Yong Guk.

“Ini juga sakid. Kau tadi menendang batu besar dan mengenai ini” Ucap Yong Guk menunjuk pelipisnya dengan
ekspresi yg sedikit berlebihan. SoHee kembali mengeluarkan anti septic dari dalam tasnya. Ia membersihkan luka dipelipis Yong Guk kemudian menempelkan plester.

Himchan menghampiri mereka. Awalnya ia khawatir dengan keadaan Yong Guk. Namun melihat tingkah Yong Guk yg seperti anak kecil ingin mendapat perhatian, ia bisa menebak bahwa gadis itu adalah SoHee.

“Mianhe, aku tak sengaja.” Ucap SoHee tulus.

“Tidak apa-apa. Lagipula kau sudah mengobatinya.” Yong Guk tersenyum sangat manis pada SoHee membuat
Himchan merinding melihat kelakuan Yong Guk.

Yong Guk mengeluarkan buku dari dalam jaketnya dan memberikannya pada SoHee. Ia juga memperkenalkan
Himchan, seseorang yg hampir Yong Guk lupakan sejak ia bertemu SoHee.

“Ah ya kenalkan, ini temanku namanya Himchan.”

“Shinchan? Hahaha” SoHee tertawa, mendengar nama Himchan, ia teringat akan film kartun anak-anak dari
Jepang.

“Ya! Namaku Himchan, bukan Shinchan.” Bentak Himchan, namun ia mendapat tatapan mematikan dari Yong Guk yg membuatnya terdiam.

“Ne, maaf, aku hanya bercanda. Senang bertemu denganmu Himchan” SoHee mengulurkan tangan pada
Himchan, namun Yong Guk menghalanginya. Ia beralasan Himchan tidak terbiasa bersalaman dengan orang yg baru dikenalnya. Tentu saja itu hanyalah alasan konyol dan sangat
mengada-ada yg dibuat Yong Guk agar Himchan tak menyentuh tangan SoHee.

“Sepertinya aku harus segera pergi. Aku ada janji dengan seseorang. Terima kasih sudah mau mengembalikan bukuku.” Pamit SoHee.
Yong Guk sedikit kecewa, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia juga menawarkan tumpangan untuk SoHee namun gadis itu menolak. Akhirnya Yong Guk hanya bisa menatap kepergian SoHee hingga punggung gadis itu tak terlihat lagi oleh matanya.

***

Nol yonpillo geuryoboda nerineun bitmuriran jiugero jiwobonda
(Aku menggambarmu dengan pensil dan menghapusmu dengan air hujan yg turun)

Nol oneuldo geuryobonda nega nol jiul su isseulkka?
(Meski hari ini aku menggambarmu, bisakah aku melupakanmu?)

Seppalgan usan
(Payung Merah tua)

Chukchugi jojeun otgwa undonghwa
(Sepatu karet dan bajuku yg lembab)

Boilloreul kkotda kyotda
(Aku menghidupkan dan mematikan pemanas)

Mwor-hedo mareuji ana
(Apapun yg kulakukan ini tak akan kering)

Geuge ne maminji aninji
(Apakah itu perasaanku atau bukan?)

Hollanseuroun mundap
(Tanya jawab yang membingungkan)

Yong Guk mengajak SoHee makan malam. Ia sudah menyiapkan segalanya untuk malam ini, meski hujan mengguyur kota Seoul sejak sore. Bagi Yong Guk saat ini smua akan terasa indah saat hujan turun. Yong Guk juga meminta bantuan Himchan, Jongup, Daehyun, Yoongjae, dan Zelo untuk menyanyikan lagu Rain Sound favorit SoHee saat makan malam dimulai nanti, romantis bukan?
Namun saat ini sudah lebih dari satu jam Yong Guk menunggu SoHee, tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda
gadis itu akan datang.

Hingga jam menunjukkan pukul 10malam, Yong Guk masih setia menunggu SoHee. Tidak biasanya Yong Guk mau menunggu selama ini, namun demi SoHee ia rela melakukan
hal yg sangat dibencinya itu.

“Hyung, sudahlah sepertinya dia tidak akan datang. Kita habiskan saja makanannya. Bagaimana?” Jongup mencoba menghibur Yong Guk, namun hyungnya itu sedang dalam mood yg tidak baik.

Yong Guk menerobos hujan malam itu. Tak memperdulikan udara dingin yg menusuk tulangnya. Tidak memperdulikan guyuran air hujan yg terasa seperti ribuan jarum yg menusuk jantungnya. Ia hanya berharap melihat gadis yg sudah sangat dirindukannya. Namun itu semua sia-sia. Himchan datang membawa sebuah payung. Ia melindungi Yong Guk dari derasnya air hujan malam itu, meski ia tau itu akan percuma, karna seluruh tubuh Yong Guk sudah basah. Himchan bisa merasakan kesedihan sahabatnya itu.

***

Bi neridon nal noege banheso
(Aku jatuh cinta padamu saat hujan turun)

Urin sororeul cham manido saranghesso
(Kita sudah saling sangat mencintai)

(Guji esso) geurol piryo obsotdon gotman gataso
(Bekerja keras) Sepertinya tak ada yg perlu dilakukan

Mang-mami apo (mami apo)
Sehingga hatiku terasa sakit (hatiku sakit)

(Men choeumbuto ne wenjjok gaseume noran-go jinhage namgyo)
(Sejak pertama aku mendekapmu di dada kiriku, dan kau tersimpan dengan kuatnya)

Jigeumeun gipsugi bakhyoborin papyon chorom namaso
(Sekarang kau tersisa seperti fragmen yg melekat)

Non nareul kkeurodanggyo
(Kau mendorongku)

No obsido sal su itdan gojitmal heborin got gata mameul borijiman
(Aku berbohong jika aku bisa hidup meski tanpamu, aku membuang perasaanku namun)

Ajikdo nol geuriwohada nan jami deuro
(Aku masih merindukanmu bahkan saat tertidur)

Bi nerineun bam oneureun nan jam mot irwo
(Di malam ini hujan turun, dan aku tak bisa tidur)

Karna hujan semalam, dan kurang istirahat beberapa hari ini Yong Guk jatuh sakit. Badannya demam tinggi dan tubuhnya menggigil. Dalam tidurnya ia terus memanggil nama SoHee. Himchan merasa tak tega dengan temannya itu. Ia meminta Jongup, dan Zelo untuk menjaga Yong Guk. Sementara ia mengajak Yong Jae dan Dae Hyun untuk menemui SoHee.

Himchan membawa ponsel Yong Guk dan menelfon SoHee. Ternyata gadis itu juga sedang sakit dan ada di Rumah Sakit. Himchan, Yong Jae dan Dae Hyun ke Rumah Sakit untuk menjenguk SoHee.

SoHee terlihat pucat. Himchan bertanya tentang penyakit SoHee. Gadis itu menjelaskan karna ia sering telat makan dan kelelahan, menyebabkan maag dan anemianya kambuh. Itu juga yg membuatnya tak bisa menepati janjinya dengan Yong Guk semalam, ia meminta maaf.

SoHee juga menanyakan kabar Yong Guk. Melihat kondisi SoHee, Himchan awalnya berniat untuk membatalkan niatnya untuk memberitahu keadaan Yong Guk. Namun Dae Hyun lebih dulu mengatakan bahwa Yong Guk sekarang juga sakit karna menunggu SoHee semalaman ditengah guyuran hujan.

SoHee terkejut, ia tak menyangka Yong Guk akan melakukan hal segila itu. Karna merasa bertanggung jawab
atas kesalahannya, SoHee segera bangkit setelah mendengar penjelasan Dae Hyun. Ia melepas selang infusnya dan meminta Dae Hyun untuk mengantarnya ke tempat Yong Guk. Himchan menolak karna melihat keadaan SoHee yg tak memungkinkan, namun gadis itu tetap memaksanya. Dengan terpaksa Himchan, Dae Hyun dan Yong Jae membantu SoHee untuk kabur dari Rumah Sakit.

Sesampainya di dorm SoHee melihat kondisi Yong Guk yg terbaring lemah. SoHee meminta Himchan untuk menelfon ambulance dan membawa Yong Guk ke Rumah Sakit, namun Himchan menolak. Karna sejak semalam ia sudah mencoba membujuk Yong Guk untuk ke Rumah Sakit namaun Yong Guk menolak.

Dengan wajah pucat dan tubuh yg masih lemah SoHee merawat Yong Guk. Gadis itu dengan telaten mengompres Yong Guk hingga demamnya menurun. Ia juga meminta Himchan untuk menyiapkan beberapa bahan makanan agar ia bisa membuatkan bubur untuk Yong Guk.

Yong Guk kembali mengigau dan memanggil nama SoHee. Gadis itu menyentuh pipi Yong Guk mencoba
menyadarkannya.

“Yong Guk-sshi, aku mohon bangunlah. Aku ada disini.”

Yong Guk perlahan membuka mata. Ia melihat gadis yg sangat dirindukannya itu ada disampingnya, menjaganya dan merawatnya, meski wajahnya pucat dan dalam keadaan sakit.

Yong Guk segera bangkit dari tidurnya dan memeluk SoHee. Yong Guk menangis, menumpahkan segala rasa yg ada dihatinya. Tidak biasanya ia selemah itu didepan seorang gadis.

“Apa kau baik-baik saja? Kenapa wajahmu pucat seperti ini? Apa kau sakit?” Bertubi-tubi pertanyaan yg Yong Guk ajukan pada SoHee. Namun gadis itu hanya tersenyum, tanpa berniat menjawab.

“Kau tidak perlu menghawatirkanku, aku baik-baik saja. Sebaiknya kau menghawatirkan dirimu sendiri. Apa kau gila? Apa yg kau lakukan ditengah hujan? Berjanjilah padaku tidak akan mengulanginya lagi”

SoHee memarahi Yong Guk. Biasanya pria itulah yg suka memarahi teman-
temannya, namun hari ini dihadapan teman-temannya ia tunduk pada seorang gadis. Ia tidak merasa malu karna dimarahi, Yong Guk menganggap itu adalah bentuk perhatian yg SoHee berikan untuknya.

Himchan mengajak Dae Hyun, Jong Up, Zelo, dan Yong Jae meninggalkan Yong Guk agar ia bisa berbicara dengan SoHee.

***

Haneura nal dowajwo
(Tuhan, tolonglah aku)

I bireul jom momchwojwo
(Hentikan hujan ini sebentar saja)

Geu ereul ijeul su itge Oh No
(Agar aku bisa melupakan gadis itu oh No)

I bissoriga ni moksorinji
(Suara hujan ini, apakah suaramu?)

Nal bureuneun sorinji naman nol senggakhani
(Apakah suaramu memanggilku? Apakah hanya aku yg memikirkanmu?)

I biga nareul wirohejulkka
(Akankah hujan ini membuatku nyaman?)

Iron ne mameuralkka, jakku niga senggangna (jakku niga senggangna)
(Apa kau mengerti perasaanku, Aku terus memikirkanmu (terus menerus memikirkanmu))

“Apa yg kau suka dari mereka?” Tanya Yong Guk pada SoHee saat mereka melihat konser Super Junior.

“Mungkin lebih tepatnya cinta. Terlalu banyak alasan yg membuatku mencintai Super Junior. Apa kau pernah mencintai seseorang? Apa perlu alasan untuk mencintainya?”

Yong Guk teringat akan kata-kata yg ada dibuku SoHee saat Jong Up membacanya dulu.

~ Apa perlu alasan untuk menyukai seseorang? ~

Tentu saja jawabannya tidak. Karna cinta datang tanpa alasan. Cinta datang dari hati, seperti yg ia rasakan pada SoHee saat ini.

Yong Guk terus mengamati SoHee. Gadis itu begitu menikmati penampilan Super Junior malam ini.

“Siapa yg paling kau suka diantara mereka? Dan apa alasannya?” Yong Guk kembali bertanya.

“Aku menyukai mereka smua. Tapi aku mencintai orang itu.”

SoHee menunjuk seseorang yg berdiri paling depan diantara member yg lain. Dengan senyum dan tawanya yg khas, serta jiwa pemimpin yg tak diragukan lagi smua orang tau bahwa dia adalah Leeteuk. Leader Super Junior.

“Dia penyayang dan bertanggung jawab. Seorang pemimpin sejati. Dia selalu melindungi apa yg menurutnya sangat penting bagi hidupnya. Dia seperti malaikat, hanya dengan melihat senyumnya saja bisa membuat hatiku tenang.” SoHee menceritakan smua yg ia tau tentang Leeteuk pada Yong Guk dengan wajah ceria dan berseri-seri. Yong Guk terlihat cemburu melihat SoHee yg begitu
menyukai Leeteuk.

“Apa kau tau itu smua dari google? Atau kau menguntitnya setiap hari hingga kau tau sebanyak itu? Apa kau tidak ingin mengenal member B.A.P? Mereka juga tampan, masih muda, apalagi Leader mereka tak kalah keren dari dia.” Yong Guk menyilangkan tangan didepan dadanya
membanggakan diri sendiri. SoHee hanya bisa tertawa mendengar ucapan Yong Guk.

“Aku tidak tertarik. Bagiku cukup Super Junior. Apa kau menyukai Leader B.A.P? Hahaha kau bisa berpacaran dengannya dan aku dengan Leeteuk oppa.”

Yong Guk kesal mendengarnya. Gadis yg ada didepannya itu benar-benar bodoh atau lugu? Dia bahkan tidak tau bahwa yg bersamanya saat ini adalah Leader B.A.P. Yong Guk mengacak rambut SoHee lembut.

Usai konser Yong Guk membelikan SoHee Ice Cream dan mengajaknya jalan-jalan. Yong Guk mengajak SoHee
ketaman bermain dan bersenang senang disana. Hari yg sangat indah untuk Yong Guk. Mereka sangat menikmatinya hingga malam tiba.

Hujan kembali turun. Yong Guk mengantar SoHee pulang. Dalam perjalanan ia memberi SoHee 2 tiket konser B.A.P. Yong Guk tidak bisa menemani SoHee karna ia ada konser
esok.

“Aku besok tidak bisa menemanimu, sebagai gantinya aku memberimu tiket konser. Kau bisa datang bersama temanmu. Meski kau tidak menyukainya tapi setidaknya kau harus melihat penampilan mereka sekali saja.”

SoHee mengangguk, ia mengerti dan berterima kasih untuk semua yg Yong Guk berikan untuknya hari ini. SoHee
mencium pipi Yong Guk sebagai tanda terima kasih. Ia kemudian turun dan berlari masuk kedalam rumah. Meninggalkan Yong Guk yg masih terkejut atas apa yg baru saja menimpanya. Bahagia, Yong Guk sangat bahagia untuk hari ini.

***

Chang bakke ullineun bissori
(Suara hujan yg turun di luar jendela)

Senggagi na uriye giogi
(Aku teringat akan kenangan kita)

I cant leave without you girl
(Aku tak bisa hidup tanpamu girl)

Bi nerineun narimyon geuriwo nowaye immatchum
(Saat hujan turun aku merindukanmu juga ciumanmu)

Chang bakke ullineun bissori
(Suara hujan yg turun di luar jendela)

Senggagi na uriye giogi
(Aku teringat akan kenangan kita)

I cant leave without you girl
(Aku tak bisa hidup tanpamu girl)

Bi nerineun narimyon onjedeun nowa majuchineun-gol
(Saat hujan turun aku selalu bertemu denganmu)

Yong Guk berencana mengungkapkan perasaannya hari ini. Ia berharap SoHee mau menghadiri konsernya. Ia sudah harap-harap cemas menantikan kehadiran SoHee. Dari backstage ia melihat bangku penonton namun ia tak menemukan SoHee.

Yong Guk mencoba menghubungi
nomernya tapi ada suara laki-laki diseberang sana dan latar suara yg sangat berisik, hingga Yong Guk mematikan ponselnya.

SoHee baru saja duduk dibangku penonton. Ia datang bersama seorang pria yg memakai pakaian hitam dari atas hingga bawah seperti seorang Bodyguard.

B.A.P keluar dari panggung, mereka menyanyikan lagu hits mereka seperti No Mercy, Stop It, Warrior. Lagu yg akan mereka nyanyikan selanjutnya adalah lagu favorit SoHee Rain Sound. Sebelum menyanyikannya, sebagai Leader Yong Guk mengatakan beberapa kalimat yg membuat
para -BABY- fans B.A.P berteriak.

“Lagu ini saya dedikasikan untuk seseorang yg sangat special untuk saya. Saya harap dia ada disini dan melihatku. Selamat menikmati”

Dan musik mulai mengalun. Diawali Jongup, Yong Guk, Yong Jae, Dae Hyun, Zelo, dan Himchan suara mereka mengalun merdu secara bergantian.

SoHee baru menyadari bahwa ia pernah melihat orang-orang yg ada di atas panggung itu. Terutama sang Leader yg baru saja berbicara. SoHee mencoba mengingat-ingat, dan ia kemudian menutup mulut menahan keterkejutannya.

SoHee yakin bahwa Leader itu adalah orang yg dikenalnya, Yong Guk. Ia hampir tak bisa mengenalinya karna penampilan Yong Guk yg sangat berbeda. SoHee juga mengenali Himchan, Yong Jae dan Dae Hyun. Ada juga Jong Up dan Zelo juga yg menjaga Yong Guk saat sakit dulu. SoHee benar-benar terkejut karna baru menyadarinya. Membuat seorang pria yg berpakaian hitam-hitam disampingnya heran.

“Apa kau baik-baik saja? Ada apa?”

“Aku rasa aku mengenal mereka. Aku mengenal mereka, tapi aku tidak pernah tau jika mereka member B.A.P”

Pria itu tersenyum menanggapi ucapan SoHee. “Kau memang selalu begitu, tidak pernah menyadari apa yg ada disekitarmu. Aish, kenapa aku bisa jatuh cinta pada gadis bodoh sepertimu?”

BUKK!!! Pria itu mendapat pukulan dari SoHee tepat di ABSnya. Namun ia hanya tersenyum mendapat pukulan
dari SoHee. Pria itu mengalungkan tangannya dileher SoHee dan berbisik.

“Aku jelas lebih keren dari mereka bukan? Hingga membuat matamu berbinar-binar dan mengeluarkan air liur saat melihat penampilanku.” Pria itu memuji dirinya sendiri, membuat SoHee menggigit tangan kekarnya yg masih melingkar dileher SoHee.

Mereka bertengkar seperti anak kecil ditengah-tengah konser. Membuat penonton yg lain memarahi mereka karna terlalu berisik dan mengganggu.

Usai konser SoHee mengajak Leeteuk ke backstage untuk menemui Yong Guk, dan mengenalkannya namun panitia tak mengizinkannya. Leeteuk kemudian membuka penyamarannya. Mereka terkejut melihat Leader Super Junior itu menghadiri konser B.A.P.

“Apa aku juga tidak di izinkan untuk bertemu mereka?” Tentu saja dengan keahlian Leeteuk ini SoHee bisa dengan mudah menemui Yong Guk dan yg lain. Namun sebelumnya Leeteuk pamit pada SoHee, karna ia ingin ke toilet.

“Yong Guk-sshi” Panggil SoHee saat ia melihat sosok Yong Guk didepannya. Pria itu menoleh dan terkejut melihat SoHee ada disana. Yong Guk sangat senang, karna itu artinya rencana untuk mengungkapkan perasaannya akan terlaksana hari ini.

“Aku kira kau tidak akan datang. Karna saat aku menghubungimu tadi sangat berisik, dan seperti ada suara
laki-laki disana. Apa kau datang bersama temanmu?”

SoHee menggeleng. “Aku tadi tidak bersama temanku, tapi…..”

“Ah sudahlah, itu tidak penting. Sekarang ikutlah denganku.” Yong Guk menarik tangan SoHee, mengajaknya
ke suatu tempat yg sudah ia siapkan bersama teman-temannya.

Leeteuk yg baru saja keluar dari toilet melihat SoHee ditarik oleh seseorang. Ia mengikutinya dari belakang.

Yong Guk mengajak SoHee duduk diatas panggung yg sudah sepi dari penonton, disana Yong Guk kembali menyanyikan Lagu Rain Sound favorit SoHee. Kali ini ia hanya sendiri dan ditemani gitar. Suara merdunya mampu menghipnotis SoHee. Tapi tidak dengan seorang pria yg sudah menahan emosi melihat yeoja-nya diperlakukan seperti itu oleh pria lain.

Masih dengan pakaian anehnya, Leeteuk menghampiri SoHee dan menyeretnya pergi menjauhi Yong Guk. Leeteuk menyeret SoHee keluar gedung konser. Tak memperdulikan hujan yg mengguyur keduanya, Leeteuk masih menyeret SoHee ke parkir. Yong Guk yg mengejar mereka dan menghentikan langkah Leeteuk.

“Lepaskan dia. Siapa kau berani-beraninya melakukan itu padanya?” Yong Guk memukul Leeteuk hingga bibirnya berdarah. SoHee segera menghampiri Leeteuk dan melihat keadaannya.

“Kau tidak apa-apa kan oppa? Apa kau baik-baik saja?” SoHee begitu khawatir pada Leeteuk.

Yong Guk menarik tangan SoHee menjauh dari laki-laki aneh itu. SoHee mencoba melepaskan diri dari genggaman Yong Guk.

“Lepaskan, tolong lepaskan aku Yong Guk-sshi.”

Yong Guk melepaskan SoHee. Ia tidak tau apa yg SoHee pikirkan. Gadis itu kembali berlari ke arah pria yg baru saja dipukulnya. SoHee melepaskan smua pakaian aneh yg sedari tadi menutupi wajah Leeteuk. Yong Guk terkejut melihat wajah dibalik pakaian aneh itu. Leeteuk, ternyata pria itulah yg datang bersama SoHee.

“Kau mengenalnya kan? Dia Leader Super Junior. Namanya Leeteuk. Dia bukan orang yg akan melakukan hal jahat padaku, karna dia NamjaChinguku.” Jelas SoHee.

Terkejut, Kecewa, Malu, Sakit Hati, semua bercampur jadi satu. Yong Guk tidak tau harus melakukan apa.

“Maaf hyung, aku tidak tau.” Sebagai laki-laki Yong Guk mencoba bersikap sepatutnya laki-laki. Ia meminta maaf
secara jantan.

Leeteuk meminta SoHee untuk masuk ke dalam mobil lebih dulu, meninggalkannya bersama Yong Guk karna ia ingin membicarakan sesuatu. SoHee mengerti dan meninggalkan
mereka berdua.

“Kau pria yg waktu itu bersamanya saat melihat konser Super Junior kan? Aku terus mengawasi kalian dari atas panggung. Sebagai seorang pria aku tau bagaimana perasaanmu. Dari caramu melihatnya aku tau kau menyukai SoHee. Tapi akan ku tegaskan, dia adalah gadisku. Dia itu
lugu, karna keluguannya dia terlihat seperti orang bodoh hingga selalu berbuat baik pada siapa saja, membuat orang lain salah faham akan sikapnya. Dan mungkin kau salah satunya. Dia baik pada smua orang. Kau masih muda, pasti banyak gadis yg menyukaimu. Kau bisa mendapatkan siapa saja yg kau inginkan, tapi tidak dengan SoHee. Dia
wanitaku, jangan pernah menyentuhnya. Aku sangat mencintainya dan aku tidak akan pernah melepaskannya.”

Leeteuk mengulurkan tangannya dan tersenyum tulus pada Yong Guk, ia tak menyalahkan Yong Guk jika pria itu menyukai wanitanya. Ia hanya cemburu.

Yong Guk menerima uluran tangan Leeteuk. Ia mencoba tersenyum meski terasa sulit. Setelah bersalaman
Leeteuk pamit. Ia berharap smoga Yong Guk sukses dengan BoyBandnya. Leeteuk menepuk pundak Yong Guk
kemudian meninggalkannya masuk ke dalam mobil karna SoHee sudah menunggunya. Ia melihat SoHee yg terlihat khawatir. Pria itu mencoba menenangkan SoHee dengan menggenggam erat tangannya.

“Tidak terjadi apa-apa. Smuanya baik-baik saja. Kau hanya perlu merawatku. Lihat, bibirku berdarah karna pukulan bocah itu. Kau harus bertanggung jawab” Leeteuk tersenyum nakal pada SoHee. Pria itu meraih tengkuk SoHee dan menciumnya lembut didalam mobil ditengah guyuran hujan.

HUJAN, Kami slalu melindungi, menjaga dan memeluk satu sama lain. Hujan jugalah yg menjadi saksi bisu cerita cinta kami. -Leeteuk&SoHee-

Dengan tatapan kosong Yong Guk kembali ke gedung konser. Dengan keadaan basah kuyup membuat semua teman-temannya khawatir.

“Hyung kau dari mana? Kenapa basah seperti ini? Hyung?”

“Ya! Apa yg terjadi”

Tak satupun pertanyaan dari teman-temannya itu dijawab oleh Yong Guk. Pria itu masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

HUJAN. Aku hanya bisa mendengar suara hujan. Suara yg membawa cinta padaku, dan kali ini aku harus membiarkan cintaku pergi bersama suara hujan. – Yong Guk-

-END-

4 Komentar

  1. etha

    aq suka kata2 terakhir yong guk.

  2. Lee Ji

    Aku bukan BABY, aq ELF sama seperti SoHee. Tp aq suka cerita.y, sangat. walau Leeteuk bukan main cast.y

    Keep writing🙂

  3. Lzyfa

    aku suka.. Crita.y
    menurutku bagus..
    Yah, mungkin krna pernah ngerasain..

  4. Faykimclouds

    kayaknya gue mulai paham kisah cinta #TeukHee couple yg udah break T.T

    kyaa leeteuk oppa so sweet bangett daahh >_<

    ga bisa bayangin dengan wajah garang n body kekar nya gukie, dia bisa berubah image jadi manja -_-
    jadi pen itu nyata wkwk
    *DAEBAK ka astred (y)

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: