AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Allah Menjawab

Bulan depan tepatnya tanggal 12 Juli, Angel uda berumur 2 tahun. Cepet ya. Uda gedhe aja ini anak.

Sebenernya aku uda kangen banget rasanya hamil. Punya rencana hamil lagi. Punya anak yang jaraknya gak terlalu jauh. Kalo ikut kb suntik sih katanya harus nunggu beberapa bulan dulu biar hormonnya kembali normal baru bisa hamil lagi. Karna itu bulan april kemaren aku emang uda rencana ga suntik kb. RENCANA nya sih.

Tapi rencana tinggal rencana. Pada akhirnya tetap Allah yang menentukan segalanya.

Pas bulan april itu aku menstruasi. Tapi gak kayak biasanya yang deres. Waktu itu cuma dikit dan hanya beberapa hari. Perutku kerasa sakit banget. Tepatnya di atas pusar. Bingung juga sih. Dibilang mules ya enggak. Dibilang dilepen (sakit perut saat haid) ya bukan. Dibilang maag ya rasa sakitnya beda. Jadi perutku kenapa??

Sehari, dua hari, tiga hari berlalu. Eh sakitnya kok gak hilang2. Malah makin parah dan rasanya makin naik ke atas ulu hati. Tapi bisa aku yakinkan itu bukan maag, karna aku tahu gimana rasanya sakit maag.

Aku coba periksa ke puskesmas. Kata dokternya sakit maag. Padal uda aku jelasin rasa sakitnya itu kayak perut di remas2. Tapi dokternya masih ngotot kalo itu maag. Mau ga mau ya terima di kasih obat maag.

Tiga hari berselang ga ada perubahan. Sakitnya makin parah. Akhirnya dibawa ke mantri. Disana juga dibilang sakit maag. Aku diberi suntikan yang sekarang aku tau itu adalah suntikan penghilang rasa sakit. Ya bener sakitnya langsung hilang. Tapi cuma beberapa jam. Habis itu kumat lagi. Pikiran uda macem2. Malam gak bisa tidur ngelihatin wajah anak mulu, takut pagi ga bisa lihat dia lagi.

Subuhnya aku dibawa ke rumah sakit intan medika lamongan. Disana dikasih suntikan penghilang rasa sakit, lagi. Dan dokter mendiagnosis bahwa aku mengalami gejala usus buntu. Tapi karna satu dan lain hal, suamiku minta rawat jalan aja.

Dua jam kemudian aku bener2 uda ga bisa nahan rasa sakitnya. Semakin hari rasa sakitnya makin parah dan jangka waktunya semakin sering. Kalo awal2nya 5 menit bisa 2-3x, semakin kesini semakin sering. 1 menit bisa 3-5x kambuh. Rasa sakitnya gak bisa di jelasin. Perut bagian atas kayak di remes gitu.

Akhirnya aku langsung dilarikan ke IGD RS Muhammadiyah Lamongan. Cuma dengan tanya keluhan ku dan menekan beberapa bagian perut, sang dokter langsung bisa memvonis. Appendix

Tapi untuk lebih jelasnya aku harus melalui beberapa tahapan. Seperti cek darah, rekam jantung, hingga melakukan usg. Dan lagi2 aku diberi suntikan penghilang rasa sakit. Karena sakitnya itu bener2 sakit.

Aku masuk IGD sekitar jam 9 pagi. Setelah melakukan segala macam check up, dokter memutuskan aku harus segera di operasi. Malam itu juga, tepat jam 8 malam aku masuk ruang operasi.

Dr. Romy dengan beberapa asistennya mulai menggeledah isi perutku. Aku masih sadar saat Dr. Romy membelah perutku. Bahkan saat alat seperti vacum cleaner membersihkan atau mungkin menyedot isi perutku. Khayalan ku melayang ke 2 thn sebelumnya saat aku melahirkan Angel. Jika waktu itu seorang malaikat mungil yang keluar dari perutku, kali ini penyakit yang harus di keluarkan. Padal sebelumnya aku berencana ingin nambah momongan, hikz..

Aku sadar sekitar jam setengah dua belas malam. Setengah jam kemudian aku di pindahkan ke ruang rawat inap dan kembali tertidur hingga pagi.

Operasi sama tapi beda rasa. Saat cesar pas lahiran dulu, aku keluar ruang operasi biusnya uda mulai habis dan kerasa sakit banget. Badan, terutama bagian perut terasa panas dan hausssss aja. Gorokan rasanya kering.

Nah operasi usus buntu ini mbedahnya sama. Luka bekas cesar pas lahiran dulu di buka lagi. Tapi gatau mungkin karna uda pernah di secar sebelumnya atau karna biusnya bagus, jam 8 pagi aja kakiku masih belom bisa di gerakin. Biusnya masih kerasa.

Dan belajar dari pengalaman secar sebelumnya, pagi itu juga aku langsung berusaha miring kanan dan kiri biar usus dan otot perutnya bisa kembali bekerja. Tapi ya gitu, lagi2 kalo di pake miring, rasa2nya seluruh isi perut ini ikutan miring hahaha

Jahitanku pas lahiran dulu dibawah pusar turun beberapa centi. Nah kali ini lebih sangar, karna jahitannya lebih panjang lagi melebihi pusar. Jadi pusar ku sekarang gak bulat lagi, tapi uda gak berbentuk. Belum lagi beberapa lubang yang di buat di sisi kanan atas dan sisi kiri bawah.

Hari ke dua selang pipis ku di lepas. Sebelumnya ada 4 selang yang tertancap di tubuhku. Itu pun beda selang infus. Sampe2 anakku aja takut ngelihat aku. Nyesek rasanya. Udah gitu susah gerak lagi. Karna bayangin aja, selang di masukin ke tubuh. Jangankan di pake gerak, di pake duduk aja susah. Rasanya kayak ngganjel gitu di perut.

Dr. Romy bilang biasanya hari ke 3 atau 4 selang uda bisa di lepas semua dan aku boleh pulang. Tapi sampai hari ke 6 pun aku belum boleh pulang. Kata Dr. Romy aku terkena usus buntu kronis, jadi emang butuh waktu lama. Untung aja cepet di tangani dan ga sampe pecah, kalo pecah malah bahaya karena infeksinya bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Bersyukurnya di hari ke tujuh aku di perbolehkan pulang. Uda kangen banget sama anak. Karna gimanapun enaknya di RS, tetep aja lebih enak di rumah sendiri.

Ga nyangka banget sakit perut yang aku rasain itu ternyata bahaya juga kalo ga segera di tangani. Dan yang aku heran, kenapa dua dokter yang aku datangi sebelumnya bisa salah diagnosa? Kan bisa fatal akibatnya.

Orang2 tanya usus buntu yang di potong mana? Emang penting ya? Harus gitu? Dokter bilang hasilnya masih di lab. Pengen tahu bahaya apa enggak. Dan itu butuh proses. 2 minggu kemudian pas aku kontrol sekalian ambil jahitan hasilnya keluar. Inih.

Dari semua kejadian itu, aku tahu satu hal. Allah menjawab langsung keinginanku dengan cara-Nya sendiri. Artinya, mungkin aku belum boleh hamil dulu. Atau aku harus menjaga pola makan ku. Atau mungkin Allah punya rencana lain. Karena Allah Maha Mengetahui segala hal. Karena Allah tidak selalu memberi apa yang aku inginkan, tapi Allah memberi apa yang aku butuhkan.

Iklan

Drunkeness

Sudah ku bilang, kau adalah alasanku untuk hidup. Segalanya menjadi tidak berarti jika aku tak bisa mendapatkanmu.

♡♥

Nae bang buri kyeojimyeon nugunga

Ketika aku menyalakan lampu kamar

Dasi oeroun nareul anajulkka

Akankah seseorang memelukku yang kesepian?

Naega kkeulhineun deoreopge maseopsneun ramyeon

Ramen yang aku buat begitu buruk

Ije nuga gati meogeojulkka

Siapa yang akan makan denganku sekarang?

Aniramyeo nal gamssajuneun type

Kau adalah tipe orang yang akan memelukku

Mal eopsgo muttukttukhan ai

Dan mengatakan aku bukan orang yang pendiam dan dingin

Soni cha nae du soneul nohji anhdeon bam

Ketika tanganku begitu dingin kau akan menemaniku sepanjang malam

Geuripne oneureun dapdaphae nae maeumi

Aku merindukannya, aku sangat frustasi hari ini

Gakkeumeun nae saenggakhamyeonseo
usgessjyo

Kadang-kadang kau tersenyum saat memikirkanku

Seoroga sseudeon maldeuri urin neomunado pyeonhaesseoseo

Percakapan kita masih tersimpan rapi di benakku

Naneun oneuldo chimdaee pamuthyeo sumgessjyon

Hari ini aku bersembunyi dan mengubur diri di ranjang

Eh-eh nega eopsneun bami naegen neomunado da oerowoseo

Eh-eh tanpamu malam ini aku merasa kesepian

Maeil ganghan cheokhaedaeneun geosdo jigyeowo

Aku bosan berpura-pura terlihat kuat setiap hari

Neol wihae mandeun sarang noraedeul cheoreom

Seperti lagu cinta yang ku buat untukmu

Nae chimdaee hyanggineun neo ppuniyeoseo

Aroma ranjangku masih menyisahkan wangi tubuhmu

Geuheunjeokdo jiuji moshaesseo geuge andwae

Jejakmu tak bisa di hapus, aku tak bisa melakukannya

Oneulbamen neoege gallae

Malam ini aku ingin pergi padamu

Geunyang kkumeseo

Meski dalam mimpi

Neoreul ijeul georan mareun neomu swipjyo

Mengatakan aku akan melupakanmu adalah hal mudah

Neoreul ijeuryeoneun naega neomu mipjyo

Aku membenci diriku sendiri yang mencoba melupakanmu

Neoreul ijeul georang mareun neomu swipjyo

Mengatakan aku akan melupakanmu adalah hal mudah

Neoreul ijeuryeoneun naega neomu miwoyo neomuna BABE

Aku begitu membenci diriku yang berusaha keras melupakanmu sayang

Naega johdaneun manheun yeojadeurege wae naneun

Mengapa aku membandingkanmu dengan gadis lain yang menyukai aku

Daeche neol bigyohaneunji

Tidak peduli seberapa bersinarnya mereka

Amuri biccinado gyogami andwae

Tidak ada rasa simpati

Gamheungi eopseo saranghadeunji maldeunji

Seakan aku kehilangan inspirasi

Naega pihal su eopsneun geon

Apapun yang mereka suka atau tidak

Sarange ppajyeobeoryeo nae yeonghoneul ilheobeorin chae

Aku tidak bisa menghindari masalah sementara jiwaku kehilangan cinta

Jogaknan sichega doeneun geos

Tubuhku hancur berkeping-keping

Geureol bae nan charari oeroun gireul gaji

Aku kembali lebih suka menyendiri

Amudo nal gieok moshage nareul deo jiwogaji

Aku akan menghapus diriku sendiri agar tak ada yang mengingatku

Mianhae deoneun moshae

Maaf aku tak bisa lagi

Ige nega naege haessdeon mal

Itu yang kau katakan padaku

Geuraedo saranghae

Tapi aku mencintaimu

Ige jigeum gajang huhoedoeneun mal

Ini kata-kata yang paling ku sesali

Maeil ganghan cheokhaedaeneun geosdo jigyeowo

Aku bosan berpura-pura terlihat kuat setiap hari

Neol wihae mandeun sarang noraedeul cheoreom

Seperti lagu cinta yang ku buat untukmu

Nae chimdaee hyanggineun neo ppuniyeoseo

Aroma ranjangku masih menyisahkan wangi tubuhmu

Geuheunjeokdo jiuji moshaesseo geuge andwae

Jejakmu tak bisa di hapus, aku tak bisa melakukannya

Oneulbamen neoege gallae

Malam ini aku ingin pergi padamu

Geunyang kkumeseo

Meski dalam mimpi

Neoreul ijeul georan mareun neomu swipjyo

Mengatakan aku akan melupakanmu adalah hal mudah

Neoreul ijeuryeoneun naega neomu mipjyo

Aku membenci diriku sendiri yang mencoba melupakanmu

Neoreul ijeul georang mareun neomu swipjyo

Mengatakan aku akan melupakanmu adalah hal mudah

Neoreul ijeuryeoneun naega neomu miwoyo neomuna BABE

Aku begitu membenci diriku yang berusaha keras melupakanmu sayang

Gakkeumeun nae saenggakhamyeonseo
usgessjyo

Kadang-kadang kau tersenyum saat memikirkanku

Seoroga sseudeon maldeuri urin neomunado pyeonhaesseoseo

Percakapan kita masih tersimpan rapi di benakku

Naneun oneuldo chimdaee pamuthyeo sumgessjyon

Hari ini aku bersembunyi dan mengubur diri di ranjang

Eh-eh nega eopsneun bami naegen neomunado da oerowoseo

Eh-eh tanpamu malam ini aku merasa kesepian

BANG YONGGUK – DRUNKENESS

Tak terasa sudah empat tahun sejak kejadian itu. Selama itu pula-lah Bang Yongguk sedang dalam proses…. menghancurkan diri.
Jika saja gadis itu masih ada di sisinya. Jika saja gadis itu tak menghilang begitu saja. Jika saja Yongguk bisa mengerti rasa sakit yang di alaminya saat ini sama persis seperti yang di rasakan gadis itu beberapa tahun lalu. Ah andai saja….

Hal ini pasti tidak akan terjadi.

So Hee pergi. Hilang. Lenyap bagai di telan lubang hitam.

Bahkan saat Bang Yongguk dengan segala keegoisannya yang telah runtuh sejak kepergian gadisnya, datang ke Indonesia beberapa kali dengan alasan liburan ke Bali atau menghadiri acara Music Bank di Jakarta. Padahal tujuan utamanya adalah dalam rangka mencari serpihan tulang rusuk yang telah di hancurkannya.

Bang Yongguk dan Jung Sohee.

Lucu sekali.

Empat tahun. Selama itu pula Yongguk yakin dirinya akan baik-baik saja tanpa Jung Sohee-nya. Tapi kenapa semua tidak berjalan dengan lancar seperti keinginannya? Kenapa ini terasa sulit sekali.

Bahkan setelah apapun yang di lakukannya. Tidak ada yang benar. Bukan seperti ini.

Jung Sohee pergi tanpa mengatakan sepatah katapun. Hanya meninggalkan ponselnya yang berisi foto Yongguk dengan gadis lain, yang membuat Sohee pergi meninggalkannya.

Yongguk menyesal. Sangat menyesal. Karena merasa tidak pernah memperlakukan Sohee dengan baik. Yongguk bahkan tidak bisa menepati janji yang sudah ia buat sendiri saat perayaan ulang tahun Sohee beberapa tahun lalu sebelum kepergiannya.

Karena itu, tepat di hari ulang tahun Sohee 6 hari yang lalu. Yongguk memposting sebuah lagu, yang khusus ia ciptakan untuk Jung Sohee seorang.

Sebuah lagu yang menggambarkan bagaimana suksesnya Sohee memporak-porandakan hatinya. Sebuah lagu yang menunjukkan sisi melankolis dari seorang Bang Yongguk. Sebuah lagu, yang ia harap mampu membawa Jung Sohee kembali.

DRUNKENESS

♡♥

Sohee menatap bulan sabit yang menyambut kedatangannya kembali ke Yongsan. Suasana yang lama ia rindukan.

Tempat itu masih sama. Tidak ada yang berubah sedikitpun di gedung Blackgold, kamar nomor 9090 itu. Bedanya, semua furniture kini tertutup kain putih. Pasti pria itu yang melakukannya.

Sohee masuk ke dalam kamar. Ponsel lamanya masih tergeletak di sana. Bahkan ketika Sohee merebahkan diri di atas ranjang, aroma pria itupun masih terasa.

“Aku merindukannya..” Sohee menitikkan air mata. Kenangan antara ia dan Yongguk tidak mudah pudar meski empat tahun telah berlalu.

Puncaknya beberapa hari yang lalu saat ulang tahunnya. Pria yang masih menggenggam hatinya dengan erat itu memposting sebuah video yang membuat Sohee berteriak frustasi.

Bagimana tidak? Yongguk yang melukai Sohee, harusnya Sohee yang merasa paling hancur. Tapi kenapa malah Yongguk yang menghancurkan diri? Kembali seperti dulu, berkutat dengan minuman keras dan obat tidur.

Sohee kembali ke Korea hanya untuk memastikan bahwa keadaan pria itu tidak seburuk perkiraannya. Sohee memutuskan akan pergi melihat pria itu diam-diam. Malam ini juga.

♡♥

Sohee berdiri tak jauh dari rumah Yongguk. Sudah dua jam ia berdiri di sana, hanya untuk menunggu kedatangan Yongguk.

Sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat di depan rumah Yongguk. Sohee yakin itu mobil manajer Kang, karena Sohee melihat Himchan dan yang lain turun beberapa saat sebelum kembali ke dalam mobil.

Sohee tersenyum lega. Benar dugaannya, Yongguk baik-baik saja. Sohee lalu berjalan melewati rumah Yongguk. Namun sebuah suara menghentikan langkahnya.

“Hee-ya..” Suara bariton itu kembali menggetarkan hatinya. Langkah Sohee mendadak berat. Seperti ada ber-ton-ton barbel yang menghalangi langkahnya.

Sohee masih mematung dengan tubuh yang gemetar. Baru, setelah Yongguk berlari untuk memeluknya dari belakang, Sohee baru ingat caranya bernapas.

“Hee-ya.. Hee-ya..” Yongguk membalik tubuh Sohee dan memeluknya semakin erat. Tidak ada kata terucap selain air mata yang bicara. Air mata kelegaan. Air mata kerinduan.

Diproteksi: Not Left 1

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

My Baby VS Me, Baby

Long long long time no see~ ya~ apa kabar? Adakah yang merindukanku? Haha absurd ya?

Sebenarnya tidak mudah meninggalkan tempat persembunyian senyaman ini. Tapi ada alasan lain yang mengharuskanku enyah dari tempat ini.

Ya mungkin sebagian sudah tahu kalau sekarang aku tidak lagi sendiri. Tapi tidak sedikit juga yang belum tahu kalau sekarang aku bukan hanya menjadi istri, tapi juga menjadi seorang ibu.

Benar, awalnya aku berpikir aku pasti bisa tetap mengikuti perkembangan musik K-Pop, terutama B.A.P yang selama ini menjadi oksigenku.

Aku sempat merasa kecewa saat salah seorang Kpopers yang ku kenal memutuskan tidak lagi menjadi Kpopers setelah menikah. Tapi setelah menjalaninya sendiri, aku baru tahu bagaimana rasanya.

Menjadi seorang Baby dari B.A.P, adalah sebuah kehormatan yang tak ternilai. Tapi, menjadi seorang ibu dari seorang Baby Angel adalah kebahagiaan yang tak terhingga bagiku.

Aku bukan orang yang setengah-setengah dalam mencintai sesuatu.

MILANNISA ANGEL MULTAZAM

Angel. Cheonsa. 1004.

Aku bahkan memberi nama anakku Angel. Yang tak lain dan bukan adalah nama yang menjadi salah satu judul lagu B.A.P

Tidak mudah bagiku lepas dari jerat B.A.P, karena aku… sudah jatuh. Terperosok. Sangat dalam. Teramat dalam. Sementara kini, aku.. Statusku, sudah bersuami dan menjadi ibu dari seorang anak. Itu adalah prioritas utamaku.

Sekarang, ada seseorang yang bersedia bertanggung jawab atas aku, menggantikan orang tuaku untuk menanggung dosaku. Dialah Imamku. Terlebih dia juga memberiku tanggung jawab yang tak main-main. Jadi aku harus pintar membagi waktu.

Oke. Aku tidak mengelak jika beberapa orang menyebutku salah karena pergi begitu saja. Tapi tidak ada pilihan lain bagiku.

Tinggal di rumah mertua, pantaskah kalau aku terus berurusan dengan gadget sementara cucian menumpuk dan harus mengurus anak. Belum lagi memasak, cuci piring, membersihkan rumah. Menghabiskan waktu dengan suami dan anak menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan, SEKARANG hingga membuatku lupa tentang mayaku.

Tapi, setiap aku membuka ponsel, meski itu cuma beberapa detik, ada seseorang yang selalu dengan setia memberiku informasi dan berbagi tentang B.A.P, dia yang selalu menyapaku meski sering ku abaikan, dia yang selalu mengerti tanpa perlu ku jelaskan. Hingga aku tidak pernah telat informasi apapun tentang B.A.P

TIDAK TERLIHAT BUKAN BERARTI AKU TIDAK ADA

Banyak orang yang berfikir aku bener-bener sudah pergi dari dunia Kpop hanya karena aku tidak lagi memposting sesuatu. Sekedar menulis lirik lagu atau membuat FF. Enggak, sebenarnya aku ga pergi, hanya saja ga seaktif dulu.

Bang Yongguk, Kim Himchan, Jung Daehyun, Yoo Yongjae, Moon Jongup, Choi Junhong, Jung Sohee mencintai mereka, dan itu tidak akan berubah sampai kapanpun. Karena jika Sohee sudah mencintai sesuatu, dia akan mencintainya hingga akhir. Dan itu tidak akan berubah. Hanya saja kadarnya sedikit berbeda.

Aku, akan tetap jadi Baby meski aku sudah memiliki seorang baby! Karena menjadi Baby dan ibu dari seorang baby bukanlah pilihan, tapi takdir.

Lirik Lagu B.A.P – SKYDIVE (Romanization – Indonesia) Translate

We can skydive, free fall
Kita bisa terjun payung, jatuh bebas

Skydive, free fall
Terjun payung, jatuh bebas

We can skydive, we go, pyeolchyeojin sesange
Kita bisa terjun payung, kita pergi, ke seluruh dunia

Nareul, deonjyeo, go to the other side
Aku, melompat, pergi ke sisi yang lain

Catch! catch light neoreul deryeoga, wonhae back in time, mitgo ttarawa, baby let’s ride
Tangkap! Tangkap cahaya yang membawamu, aku ingin kembali ke waktu itu, percaya dan ikuti aku, sayang mari kita pergi

Eodum soge, nal bureuneun, i sangcheoppunin fantasy
Hanya ada bekas luka, yang memanggilku, dalam kegelapan khayalan

Yes that’s right, hwanhan spotlight nareul bichun daeum nopi naraga, baby we can fly
Ya benar, sinar terang terbang tinggi di udara setelah menyinariku, sayang kita bisa terbang

Just let go, nareul mitgo, ttwieo momeul deonjyeobwa (bang)
Membiarkannya pergi, percaya, dan melompatlah (bang)

Sijakdo kkeutdo eopneun sky, nan hyeseongcheoreom fly
Tidak ada awal atau akhir di langit, aku seperti komet yang terbang

Deo kkeureodanggyeo nae momeun out of control
Tubuhku semakin terdorong dan lepas kendali

Da beorigo skydive (yeoljeongeul bultaewo dynamite)
Lupakan semua, terjun payung (bakar gairahmu dinamit)

Skydive (modu da geop eopsi deonjyeo bwa)
Terjun payung (buang segala keraguan dan ketakutanmu)

Sokdoreul nopyeo simjangeul nege matgyeo
Cepat dan percaya pada hatimu

Skydive (i sesangeul jeonbu do we rock)
Terjun payung (seluruh dunia kita goncang)

Skydive (momeul deonjyeo, it’s do or die)
Terjun payung (lempar dirimu, lakukan atau mati)

Nan ireokhe, nan ireokhe, ni gonggan sogeuro
Seperti ini, seperti ini, aku akan ke ruang
angkasa

We can skydive, free fall
Kita bisa terjun payung, jatuh bebas

Yeah georeumeun georeumeun beoryeo go with me ppareuge dallyeo, come with me
Ya, terjun “berjalan-jalan” denganku, berlari cepat, datang padaku

You know, you know, you know, you know (we can skydive, free fall)
Kau tahu, kau tahu, kau tahu, kau tahu (Kita bisa terjun payung, jatuh bebas)

Let me go, yo begin, again nae nune bichin
Biarkan aku pergi, ayo mulai, sekali lagi ke dunia yang baru

Deo saeroun segyero ti-ti-time is tickin’ (we can skydive, free fall)
Di mataku wa-wa-waktu terus berdetak
(Kita bisa terjun payung, jatuh bebas)

Jeomjeom deo millyeodeuneun dark, onmomeul ttaerin beat
Banjir kegelapan, kekalahan yang menghantam seluruh tubuhku

Tto morachyeodo igyeonae I’m in control
Bahkan jika itu menghimpitku lagi, aku bisa memegang kendali

Da beorigo skydive (yeoljeongeul bultaewo dynamite)
Lupakan semua, terjun payung (bakar gairahmu dinamit)

Skydive (modu da geop eopsi deonjyeo bwa)
Terjun payung (buang segala keraguan dan ketakutanmu)

Sokdoreul nopyeo simjangeul nege matgyeo
Cepat dan percaya pada hatimu

Skydive (i sesangeul jeonbu do we rock)
Terjun payung (seluruh dunia kita goncang)

Skydive (momeul deonjyeo, it’s do or die)
Terjun payung (lempar dirimu, lakukan atau mati)

Nan ireokhe, nan ireokhe, ni gonggan sogeuro
Seperti ini, seperti ini, aku akan ke ruang
angkasa

Oh, chatgosipeo neol
Oh, aku ingin menemukanmu

We can skydive, free fall (falling down with you)
Kita bisa terjun payung, terjun bebas (terjun bersamamu)

Kkeutnae neol humchyeo ol game
Permainan yang membuatmu ketakutan

Gyeolguk nan neomanui champ
Meski pada akhirnya aku yang akan jadi pahlawanmu

We can skydive, free fall
Kita bisa terjun payung, terjun bebas

Come with me!
5, 4, 3, 2, 1
Datang padaku!
5,4,3,2,1

Da beorigo skydive (yeoljeongeul bultaewo dynamite)
Lupakan semua, terjun payung (bakar gairahmu dinamit)

Skydive (modu da geop eopsi deonjyeo bwa)
Terjun payung (buang segala keraguan dan ketakutanmu)

Nae soneul jaba (nal jaba)
Pegang tanganku (pegangi aku)

Nae mameul hwaginhaebwa
Baca pikiranku

Skydive (i sesangeul jeonbu do we rock)
Terjun payung (seluruh dunia kita goncang)

Skydive (momeul deonjyeo it’s do or die)
Skydive (lempar dirimu, lakukan atau mati)

Neon geudaero, neon geudaero, nal mitgo gidaryeo
Seperti itu, seperti itu, tetap disana dengan kepercayaanmu padaku

We can skydive, free fall
Kita bisa terjun payung, terjun bebas

We can skydive, free fall (I’m falling for you)
Kita bisa terjun payung, terjun bebas (aku jatuh hati padamu)

We can skydive, free fall
Kita bisa terjun payung, terjun bebas

%d blogger menyukai ini: