AstreDiaries

Forever With 비에이피 ♥ 방용국 ♥ Proud To Be a MILANISTI

Perbedaan Drama Korea Dan Sinetron Indonesia


Saat ini demam korea memang sedang melanda di Indonesia. Entah itu dari K-Pop ataupun K-Drama. Mulai dari bayi sampai emak-emak-pun hanyut dalam kekaguman ini. Banyak alasan yg membuat Korea begitu diminati.

Lalu bagaimana dengan Sinetron Indonesia? Kenapa Sinetron Indonesia tidak bisa seperti Drama Korea? Setelah saya mengamati, ternyata banyak perbedaan-perbedaan yg mencolok antara Drama Korea dan Sinetron Indonesia.

Coba Lihat perbedaan-perbedaan dibawah ini, Mungkin ini juga yg menjadi alasan saya mengapa lebih menyukai Drama Korea dibanding Sinetron Indonesia. Bukan karna tidak menghargai hasil karya anak negri, tapi saya lebih memilih acara yg lebih berbobot yg bisa diterima akal manusia.

• Pemain
Membahas artis Korea memang tidak ada habisnya. Mereka benar-benar mempunyai kemampuan. Bukan hanya akting tapi juga menyanyi dan dance. Seperti Yoochun, Jaejoong, Lee Min Ho, Hyun Bin, Ha Ji Won, Kim Tae Hee, Song Seung Hun. Mereka mampu menempatkan peran yg sesuai dengan umur mereka. Yg muda bermain layaknya remaja dan yg dewasa juga memainkan peran dewasa. Seperti pemain-pemain Dream High yg masih muda-muda karna memang bercerita tentang perjuangan remaja yg meraih mimpi. Mereka bisa menyeimbangkan karakter. Tidak hanya bermodal wajah dan terkenal saja. Tidak seperti Sinetron Indonesia yg merubah artis belasan tahun menjadi orang dewasa yg sudah berpengalaman akan percintaan. Seolah-olah terlalu memaksakan. Itu yg menyebabkan mereka matang sebelum waktunya. Sebut saja Nikita Willy, dan seangkatannya itu. Maaf lupa namanya. Dan hanya memakai artis itu-itu saja. Selesai di Sinetron ini ganti Sinetron lain di stasiun TV yg sama. Dari cara berpakaian dan make Up-pun begitu. Drama Korea memberikan riasan dan cara berpakaian mereka senatural mungkin pada artisnya, meski itu di kantor, kampus, dan juga dalam Drama Saeguk (Kolosal) agar menampilkan sisi alami pada peran yg dimainkan. Berbeda dengan Sinetron Indonesia, meski adegannya hanya dalam rumah, baju dan make up nya semuanya WOW keg mau ke kondangan. Kolosal-pun begitu, bibir merah dan perhiasan berkilauan dan cuma pke kemben. Padahal jaman dulu belum ada yg seperti itu. Sekalipun ada tapi juga ga seperti itu juga. Mau ke kampus aja dandannya ala penyanyi dangdut, padahal di dunia nyata saja tidak ada yg seperti itu. Yg ada itu hanya memberi contoh yg tidak baik buat generasi muda.

• Script
Drama Korea jarang ada adegan berkata dalam hati. Kalau pun ada itu hanya sedikit dan normal. Kl Sinetron Indonesia disetiap Episode pasti ada adegan Berkata dalam hati, dengan mata melirik, melotot hingga bola mata mau keluar dan menggebu-nggebu. Kadang ada juga adegan lagi sendiri terus dia berteriak keras, “AKAN KU BUNUH KAU” – “WARISAN ITU HARUS JATUH KETANGANKU” – “KAU HARUS JADI MILIKKU” yaa yg seperti-seperti itu,cuma ada di Indonesia. Coba lihat Ultraman, Power Rangers, James Bond, mana ada yg seperti itu??

• Alur Cerita
Drama Korea sangat sederhana tapi bervariasi. Hanya akan berfokus pada judul cerita. Kita bisa ambil contoh Secret Garden yg bercerita tentang Pertukaran Jiwa antara Laki-Laki dan Perempuan. Kemudian 49Days yg bercerita tentang seseorang yg mencari 3 airmata murni. Rooftop Prince yg bercerita tentang Pangeran yg bisa menembus jaman, ruang dan waktu dari Dinasti Joseon ke abad 21. Dream High tentang siswa yg ingin menggapai mimpinya menjadi seorang penyanyi, Hingga Playfull Kiss yg menceritakan Seorang gadis bodoh yg sangat menggilai Pria yg sempurna. Jika dibandingkan dengan alur cerita Sinetron Indonesia yg sudah bisa ditebak ceritanya. Kl tidak bayi yg ditukar ya amnesia, ada juga yg kna penyakit kanker, mati terus ada lagi kembarannya, Tentang perebutan cinta dan harta yg tidak pernah selesai. Selalu itu-itu saja hingga tanpa melihatpun kita akan tau bagaimana akhirnya. Ceritanya tidak pernah sinkron dengan judul, dan slalu menambahkan hal-hal yg tidak penting. Misalnya pembantu-pembatu yg ganjen dan suka bergosip. Meski itu untuk memberikan kesan lucu, namun itu tidak pada tempatnya dan sama sekali tidak ada hubungan dengan inti ceritanya yg membuat sinetron itu semakin tidak fokus karna terus menambah pemain. Dan jika sudah tidak ada ide lagi, mereka akan MEMPLAGIAT Drama Korea

• Episode
Drama Korea tidak ada istilah Stripping. Jika sudah ditetapkan akan berakhir 20 episode, meskipun ratingnya tinggi, Drama itu akan berakhir hari itu. Tidak seperti Sinetron Indonesia yg mengikuti rating. Selama rating bagus, Sinetron akan lanjut, tapi jika rating anjlok, maka seketika sinetron tamat, entah itu mendadak tiba-tiba pemeran utamanya Mati karna digigit semut atau ketiban daun. Tidak perduli masalah-masalahnya sudah terselesaikan atau belum, asal rating anjlok pasti langsung tamat. Tidak realistis sama sekali. Rata-rata Drama Korea hanya 16-30 episode. Itupun penayangannya seminggu 2x, senin-selasa / rabu-kamis, jadi seminggu bisa ada 2-3 drama berbeda dalam 1 stasiun TV. Penayangannya pun hanya mempunyai durasi 1-1,5jam/hari, jadi penonton tidak bosan menonton dan slalu menunggu-nunggu untuk episode selanjutnya. Berbeda dengan Sinetron Indonesia yg tayang setiap hari dengan durasi 2-3jam/hari, dan itupun akan berlanjut. Masih ingat Tersanjung? Sampai 7 turunan dan beberapa Sinetron Lain yg terus berlanjut ke part 2, 3, 4, 5 dst.. Miris bukan? Sebenarnya tidak perlu seperti itu. Lebih baik episode sedikit asal penonton terus mengingatnya.

• Soundtrack
Berbicara mengenai drama korea tidak pernah lepas dari sound track yg pas sekali dengan jalan ceritanya. Cukup dengan mendengarkan sound tracknya saja kita akan tau bagaimana sedih atau bahagianya drama itu, dan hanya dengan mendengar sountracknya saja kita akan ingat dari drama apa dan bagaimana jalan ceritanya. Seperti lagu That Woman yg dinyanyikan Baek Ji Young dalam Drama Secret Garden, Dream High yg dinyanyikan oleh para pemainnya seperti Soo Hyun, Suzy, Taecyeon, Wooyoung. Mereka benar-benar NIAT untuk membuat Drama. Lagu-lagu dari sountrack tersebut akan booming mengikuti drama yg sedang berlangsung saat itu, bukan seperti Sinetron Indonesia yg akan membuat Sinetron, setelah Lagu itu booming lebih dulu. Itu malah terlihat seperti dipaksakan. Tidak nyambung antara alur cerita dan sountrack itu sendiri.

• Peran
Drama Korea mempunyai beberapa karakter peran yg unik. Sejahat apapun mereka tapi di akhir episode biasanya mereka akan berubah setelah menyadari kesalahannya. Tidak selamanya mereka jahat. Cara-cara mereka menunjukkan kebencian-pun tidak se-anarkis sinetron Indonesia. Mereka hanya akan saling menghina, berteriak, menyindir dan bersikap sarkatis. Adegan saling pukul memukul hanya akan ada di Drama Saeguk atau Laga, dalam drama percintaan itu jarang sekali ditunjukkan. Mereka tidak akan saling hajar hanya karna cinta. Sedangkan di sinetron Indonesia hanya ada 3 peran yg saya tau. Protagonis, Antagonis, dan Penghibur (Lucu-Lucuan). Asal artis itu punya tampang melas dan jago nangis pasti dia akan mendapat peran Protagonis yg terus saja mau disiksa tanpa perlawanan. Sedangkan artis yg punya wajah angker, matanya bisa melirik kanan kiri dan melotot sudah bisa dipastikan jadi pemeran Antagonis. Slalu melakukan apapun demi mendapatkan apa yg diinginkan, tentu membunuh juga dihalalkan disini. Dan tanpa mereka sadari, merekalah yg sudah mengajari penonton untuk berbuat yg seperti itu. Misal tawuran pelajar karna kalah balapan atau rebutan cewek/daerah kekuasaan. Sedangkan guna pemeran Penghibur hanya ada untuk memperpanjang episode.

• Menghargai produk dalam negri.
Drama Korea slalu menunjukkan sisi keindahan dari negara mereka. Itu juga cara mereka mengenalkan kebudayaan dan tempat wisata di Korea. Misalnya Boys Before Flower yg sering menyorot keindahan pulau Jeju, memperkenalkan Namsan Tower. Mereka juga memperkenalkan makanan-makanan khas Korea seperti Ramyun, Dduboki, Kimchi. Mereka juga mengenalkan budaya mereka, seperti memakai Hanbook di acara-acara Resmi. Dan ritual-ritual Kerajaan jaman dahulu di Drama Saeguk. Mereka benar-benar merawatnya, menjadikannya musium agar generasi penerus mereka mengerti sejarah. Sedangkan Sinetron Indonesia lebih memilih melancong ke luar negri daripada memperkenalkan budaya Indonesia. Mereka lebih suka ke Paris, Belanda, Korea. Kenapa tidak ke Bali saja? Lombok? Bangka Belitung? Banyak sekali tempat Indah di Indonesia kita ini. Meraka juga lebih suka memakan Pizza, Spaghetti, Fried Chicken di Sinetron daripada memperkenalkan Soto, Rendang, Gule.

Saya rasa cukup itu saja yg menjadi perhatian saya. Sekali lagi saya katakan ini murni pemikiran saya dan tidak bermaksud ‘MENGHINA’, saya hanya ingin membuka mata para Sineas-sineas muda untuk terus berkreasi. Mudah-mudahan ada pemerhati sinetron yg sempat membacanya. Ini demi kemajuan dunia pertelevisian di Indonesia. Mari membuat tontonan yg Lebih Cerdas dan mendidik. Tunjukkan bahwa Indonesia bisa.
Semangat!! ^^

21 Komentar

  1. semoga semua sutradara sadar {}

    • Iyaa ^^
      Kita butuh tontonan berkualitas dan mendidik.
      Terima kasih sudah berkunjung :)

  2. Stuju Thor! Wish Indonesia can do better! :)

    • Kalo menurutku sih bisa aja asal ada pelopornya :D keg stripping gitu juga kan ada yg mulai,trs yg lain ikut2.. Kl aja ada seniman tv yg “berani mulai” membuat gebrakan pasti yg lain ngikut, secara negara kita ini kan terkenal “ikut-ikutan” ^^v

  3. wahhh keren. aku setuju dengan pendapat onnie;)

  4. ella

    wkwkwkwk….bener bgt tuh postingnya……
    makasih dah posting..mg2 kl da sutradara yg baca mreka bisa sadar.. :)

  5. cynara

    iya setuju banget orang Indonesia kurang kreatif.sinetron Indonesia menyontohkan hal yang jelek sehingga saat ini ditiru para generasi muda.dan sekali lagi episodenya panjang banget buat bosen aja

  6. auliaYoonHaePyros

    100 jempol buat authornya..
    gw stuju bngiit… sinetron indonesia emang gk prnah beres–“

  7. Crew sinetron, baik itu sutradara maupun pemain sama-sama tidak kreatifnya. Andai Karni Ilyas membuka topik bahasan tentang sinetron yang merusak ahlak bangsa. Pasti orang seperti Nikita Wili, Dude Herlino, Asmirandah dll, akan jatuh miskin. Semoga juga ada undang-undang yang melarang TV swasta menayangkan sinetron.

  8. setuju bgtt….
    padahal kn indonesia demam korea…
    tp kox gk bsa bljr dr org korea yaa….
    payahhh

  9. GSB

    menarik bgt!!
    yah…itu emng harus ada yg mulai, tapi masalahnya ada gk yang mau memulainya? liat aja acara variety di indonesia, yg satu bikin sesi joget” brg semua acara punya sesi joget” brg…intinya mereka lebih nargetin kuantitas daripada kualitas..
    but don’t blame them, cuz many people like this kind of show…
    berharap aja ada sutradara atau tim kreatif yg berani untuk menggagas sinetron atau tontonan yg lebih menarik..
    yah…mulailah dri jumlah episode yg normal dan sesuai sama jalan cerita..
    btw..thanks for this article^^

  10. Wah ternyata ada tulisan ini juga…. sudah lama sekali saya ingin mengkritisi persinetronan indonesia yg semakin hari semakin mengkhawatirkan…
    Eonnie Daebakkklah pokoknya !! ^^
    Setuju banget sama semua pendapatnya eon…
    Inilah Indonesia Raya ku tercinta…
    Sedih sih sebenernya,, miris aja menyadari kenyataan yg ada…
    Bagaimana negara ini bisa maju kalau hanya mementingkan kuantitas daripada kualitas? mementingan kepentingan komersil daripada kepentingan umum? atau mementingkan rating daripada moral?
    Saya tidak tahu siapa yg salah, direktur/sutradara/penulis/malah penonton? Entahlah saya pusing kalo memikirkan itu,, padahal saya aja udah eneg n bosen banget sama sinetron yg itu-itu mulu dan nggak ada ujungnya,, tp kok tetep aja ratingnya tinggi y… why?? #tanyakanpadadunia

    Semoga siapapun yg berperan dalam pertelevisian melihat ini dan sadar akan menjadi apakah perkembangan pertelevisian indonesia selanjutnya???

    Oh ya, menambahi eon,,, sinetron indonesia selalu saja settingannya nggak jelas, tempat sama, close up (wajah terpampang nyata, tp adegan tidak nyata), mobil diam pohonnya yg gerak, dan yg paling penting tp tidak penting adalah satu: ikut-ikutan!
    Sekian…
    Terima kasih :D

  11. Ada donk :P *cipo Eunfa :D yang pas bagian mobil pura2 jalan, padahal cuma berhenti dan dikasih efek pohon itu waktu kk nulis ini emg ada, tapi belom separah sekarang saeng xD emg dikira org Indo ini bodoh semua apa yakk dikasih suguhan kayak gtu. Org jg bsa mikir mana yg layak ditonton dan mana yg enggak.

    Saya juga setuju sama komen Irva & GSB di atas. Indo ini kan ikut2an Korea yah girl/boygrup, sinetnya juga (ide cerita contoh: endless love, bbf), knapa mreka ga niru sisi baiknya? Knapa niru plagiatnya? Omoo x_x
    Nah skrg jaman acara joget2, smua pada ikutan joget. Jadi deh, kita cuma butuh 1, GEBRAKAN dan KEBERANIAN. Eh 2 apa 1 yak :D

    Keberanian untuk memulai dan mengambil resiko, dan gebrakan untuk membuat sinet yg berkualitas dan mendidik.

  12. pandu arinata

    okee gw setuju memang pertelevisian indonesia gax ada yg beress….

  13. Naya

    Wkwkwkwkwk kupikir q Чɑ̤̥̈̊ŋƍ salah bergaul karena Ԍªƙ suka ntn sinetron Чɑ̤̥̈̊ŋƍ kunilai “menyebalkan”, Dan pula Чɑ̤̥̈̊ŋƍ bikin q kyk orang bego di antara temen2 ku, coz mereka sllu ngobrolin sinentron Чɑ̤̥̈̊ŋƍ mereka tonton, Dan q lebih milih otak-atik hape drpd ngikut nimbrung sinetron Чɑ̤̥̈̊ŋƍ Ԍªƙ q mengerti alur cerita’y..
    lebih suka nonton kuda lumping & Ronggeng di DVD, ha-eh! Ha-eh! DomakTingting Coz!!
    (sambil nari ala ronggeng)

  14. gue ngga SETUJU!!

  15. Deri

    selama ini tontonan sinetron indonesia hampir semuanya tdk mendidik

  16. Sri

    Aq Ngk Suka Sma Sinetron Indonesia Bnyak Editan Ngk Jelas Macam Randen Kian Santan Episodex Pun Panjang Bgt Apa Lagi Cinta Fitri Smpe Part 6 Bosan Bgt Sma Crita Yg Itu2 Muluh Indo Payah N G Punya Moral

  17. Faykimclouds

    setuju banget sama artikel ka astred (y) belum juga ngmomong eh udah dijabarin semua di sini xD kita sepemikiran kak xD . sinet indo itu terkesan ga masuk akal -_- ex: org mau ketabrak mobil terus ada yg mau nyelametin ..yg nyelametin bukanya ikut lari eh malah matung *DUAASSS ketabrak dahh :3 ga bgt dahh bego apa gimana gitu .. !! efek komputer juga masi ketinggalan bgt makanya jdi risih klo liat >,< . mana budaya plagiat rame bgt di ina heww lagi booming apa yg lain ikut2an

  18. Faykimclouds

    truss aku setuju bgt sama peran yg ga sesuai sama tempatnya ! anak kecil ya jadi lah anak kecil jgn di paksakan jdi org dewasa ato remaja yg uda di suruh ngerti soal cinta2an n pacaran :\ aku malah liatnya bukannya seneng tpi ngenes . pokoknya aku berharap ada org yg bener2 peduli sama sinet indo yg bener2 ga mutu . siapa pun itu aku pengen dia bisa merubah kebiasaan2 buruk produksi sinet indo yg harusnya lebih masuk akal, mendidik, ga melenceng dri batasan , dan sesuai dengan porsinya . aku malah pengen sutradara2 ina itu belajar dri anak2 kpoper :) mereka itu kreatif2
    dan jago klo bikin ff yg menarik. ex: ff ka astrid yg ga diraguin lagi ^^ #BangHee JJANG >_<

  19. sabrina

    Wah, setuju banged nie. apalagi dengan adanya perbedaan antara indonesia dan korea, bukan bermaksud menghina tapi kebanyakan sudah tidak akhlaknya. apalagi yang di sctv punya ngeri banged, bahkan sudah ada satu sinetron yang merusak karakter anak-anak sekarang. Padahal, anak-anak sekarang kita ini ujung tombak negara.
    Aku lagi coba untuk membuat beberapa naskah-naskah yang bermaksud untuk mendidik tapi sudah beberapa kali ditolak, sekarang ini yang penting kita semua berdoa saja sesuai dengan agama masing-masingnya supaya pihak entertainment bisa melakukan yang terbaik.

Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.747 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: